ANALISIS WACANA KRITIS MODEL TEUN A.VAN DIJK PADA BERITA KORBAN TEWAS BANJIR SUMUT, SUMBAR DAN ACEH TEMBUS 442 ORANG
Kata Kunci:
Analisis Wacana Kritis, Teun A. Van Dijk, Berita Bencana, Media Massa, Banjir Dan LongsorAbstrak
Pemberitaan bencana banjir dan longsor di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh yang menelan ratusan korban jiwa menjadi isu penting dalam media massa nasional. Berita tidak hanya berfungsi menyampaikan fakta, tetapi juga membentuk realitas sosial melalui bahasa dan struktur teks yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media mengonstruksi realitas bencana melalui pemberitaan berjudul “Korban Tewas Banjir Sumut, Sumbar dan Aceh Tembus 442 Orang” dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis model Teun A. Van Dijk. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi teks berita, wawancara, dan observasi, serta dianalisis melalui struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro yang mencakup aspek semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media menekankan tema tragedi kemanusiaan berskala besar melalui penonjolan jumlah korban dan kondisi darurat. Penyusunan berita serta penggunaan bahasa bernuansa darurat dan emotif membentuk persepsi publik mengenai keparahan bencana serta menempatkan korban sebagai pihak yang paling menderita dan pemerintah sebagai aktor utama yang bertanggung jawab. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa teks berita tidak bersifat netral, melainkan sarat dengan makna dan ideologi yang memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap bencana dan penanganannya.
The coverage of the floods and landslides in North Sumatra, West Sumatra, and Aceh, which claimed hundreds of lives, has become a significant issue in the national mass media. News does not only function to convey facts, but also to shape social reality through the language and text structure used. This study aims to analyze how the media constructs the reality of the disaster through the news entitled "Flood Death Toll in North Sumatra, West Sumatra, and Aceh Reaches 442 People" using Teun A. Van Dijk's Critical Discourse Analysis model. This study uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques in the form of news text documentation, interviews, and observations, and is analyzed through macrostructures, superstructures, and microstructures that include semantic, syntactic, stylistic, and rhetorical aspects. The results show that the media emphasizes the theme of large-scale humanitarian tragedy by highlighting the number of victims and emergency conditions. The news composition and the use of emergency and emotive language shape public perceptions regarding the severity of the disaster and position the victims as the most suffering party and the government as the main actor responsible. Thus, this study confirms that news texts are not neutral, but rather are laden with meanings and ideologies that influence public understanding of disasters and their management.



