GAMBARAN SEPARATION ANXIETY DISORDER PADA REMAJA DI PESANTREN

Penulis

  • Dalfa Farhatul Ummah Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Muhammad Muhajirin Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Agung Nugraha Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Kata Kunci:

SAD, Remaja, Pesantren, Kecemasan Perpisahan, Bimbingan Dan Konseling

Abstrak

Separation Anxiety Disorder (SAD) adalah salah satu jenis gangguan kecemasan yang ditandai oleh rasa takut dan cemas yang berlebihan ketika berpisah dari orang-orang yang dekat, seperti orang tua atau pengasuh utama. Meskipun SAD lebih sering dikaitkan dengan usia anak-anak, berbagai studi menunjukkan bahwa kondisi ini dapat bertahan atau muncul kembali pada usia remaja, terutama saat individu mengalami perubahan besar dalam lingkungan mereka. Salah satu konteks yang dapat memicu gejala kecemasan perpisahan adalah lingkungan pesantren, di mana remaja harus tinggal jauh dari keluarga dan beradaptasi dengan pendidikan berasrama. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan gambaran separation anxiety disorder pada remaja di Pesantren Condong, mengevaluasi tingkat kecemasan perpisahan berdasarkan kategori tertentu, serta mengidentifikasi perbedaan tingkat SAD antara jenis kelamin. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 272 santri yang dipilih dengan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Separation Anxiety Symptom Inventory (SASI). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori SAD sedang (72,1%), dengan aspek emosional dan kognitif sebagai aspek yang paling dominan. Selain itu, baik siswa laki-laki maupun perempuan menunjukkan tingkat SAD pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa kecemasan perpisahan tetap menjadi isu psikologis yang penting pada remaja di pesantren yang memerlukan perhatian melalui layanan bimbingan dan konseling yang terprogram dan berkelanjutan.

Separation Anxiety Disorder (SAD) is a type of anxiety disorder characterized by excessive fear and distress when individuals are separated from significant attachment figures, such as parents or primary caregivers. Although SAD is more commonly associated with childhood, previous studies indicate that its symptoms may persist or re-emerge during adolescence, particularly when individuals experience major environmental transitions. One context that may trigger separation anxiety symptoms is the Islamic boarding school environment (pesantren), where adolescents are required to live apart from their families and adapt to a residential education system. This study aims to describe the profile of Separation Anxiety Disorder among adolescents at Pesantren Condong, examine the level of separation anxiety based on specific categories, and identify differences in SAD levels by gender. The research employed a quantitative approach with a descriptive method. The participants consisted of 272 students selected through Proportional Stratified Random Sampling. Data were collected using the Separation Anxiety Symptom Inventory (SASI) and analyzed using descriptive statistical techniques. The findings indicate that the majority of students fall within the moderate category of SAD (72.1%), with emotional and cognitive aspects emerging as the most dominant dimensions. Furthermore, both male and female students predominantly exhibited moderate levels of SAD. These results suggest that separation anxiety remains a significant psychological concern among adolescents in boarding school settings and highlights the importance of structured and sustainable guidance and counseling services to address this issue.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28