MANAJEMEN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA SATUAN PAUD PENGGERAK KB PAUD BAITURRAHMAH JAKARTA BARAT
Kata Kunci:
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kurikulum Merdeka, Langkah ManajerialAbstrak
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan bagian integral pada Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang saat ini mendapat perhatian cukup besar dari pemerintah. Salah satunya dibuktikan dengan turut sertanya jenjang PAUD dalam perekrutan menjadi Program Sekolah Penggerak (PSP). Peraturan tentang seleksi PSP, dibarengi dengan diterbitkannya kurikulum merdeka oleh Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim sebagai kurikulum penyempurna dari kurikulum sebelumnya dan sebagai kelanjutan dari kurikulum darurat yang diberlakukan pada saat terjadinya Covid-19. Kurikulum merdeka menjadi satu kebijakan yang paling gencar dikampanyekan Kemendikbudristek kepada setiap satuan pendidikan untuk segera mengimplementasikan, dan Program Sekolah Penggerak dijadikan motor penggerak kurikulum ini. Proses peluncuran kurikulum sejak tahun 2020, dan PSP diberikan beban implementasi di tahun 2021 oleh PSP Angkatan I dan tahun 2022 oleh PSP Angkatan 2, maka implementasi sebuah kurikulum pada situasi dimana kurikulum tersebut baru saja diluncurkan dan masih dalam proses penyempurnaan tentu menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah-sekolah yang mengimplementasikan kurikulum merdeka secara mandiri maupun sekolah yang tergabung dalam program sekolah penggerak. KB PAUD Baiturrahmah merupakan salah satu sekolah penggerak Angkatan II jenjang PAUD di Jakarta Barat, sebagai PAUD yang memiliki sarana dan prasana terbatas serta kualifikasi pendidikan para pendidik yang tidak ada satupun bersala dari program studi jurusan Pendidikan Anak Usia Dini, bagaimanakah langkah manajerial yang diambil oleh satuan Pendidikan KB Baiturrahmah Jakarta dalam rangka mengimplementasikan kurikulum dengan maksimal?.Penelitian ini akan mengupas langkah-langkah manajerial KB PAUD Baiturrahmah dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka.
Early Childhood Education (PAUD) is an integral part of the National Education System (Sisdiknas) which currently receives considerable attention from the government. One of them is evidenced by the participation of the PAUD level in recruitment into the Program Sekolah Penggerak (PSP). The regulation on PSP selection was accompanied by the issuance of an independent curriculum by Minister of Education and Culture Nadiem Anwar Makarim as a complement to the previous curriculum and as a continuation of the emergency curriculum imposed during the Covid-19 outbreak. The independent curriculum is one of the most vigorous policies campaigned by the Ministry of Education and Culture for each education unit to immediately implement, and the Driving School Program is used as the driving force of this curriculum. The process of launching the curriculum since 2020, and PSP was given the burden of implementation in 2021 by PSP Batch I and in 2022 by PSP Batch 2, so the implementation of a curriculum in a situation where the curriculum has just been launched and is still in the process of being perfected is certainly a challenge for schools that implement the independent curriculum independently and schools that are members of the mobilizing school program. KB PAUD Baiturrahmah is one of the driving schools for Batch II of PAUD in West Jakarta, as a PAUD that has limited facilities and infrastructure as well as educational qualifications of educators who are none of the students from the Early Childhood Education study program, what are the managerial steps taken by the KB Baiturrahmah Jakarta Education unit in order to implement the curriculum optimally? This research will explore the managerial steps of KB PAUD Baiturrahmah in implementing the independent curriculum.




