https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/issue/feed Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif 2026-07-30T19:07:33+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/23909 HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 6 SIAK HULU 2026-07-04T12:39:48+00:00 Marissa Ramadhani marissaramadhani@student.uir.ac.id Minel Aprila minelaprila@student.uir.ac.id Nurkhairo Hidayati khairobio@edu.uir.ac.id Ummi Kalsum ummibio@edu.uir.ac.id Sri Handayani srihandayanitop100@gmail.com <p>Minat belajar merupakan salah satu faktor yang diduga memengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara minat belajar dan hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri 6 Siak Hulu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 27 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data minat belajar dikumpulkan melalui angket Skala Likert, sedangkan data hasil belajar diperoleh dari dokumentasi nilai IPA. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa berada pada kategori sangat baik, sedangkan hasil belajar didominasi kategori tinggi, yaitu sebanyak 22 siswa (81,48%). Hasil uji korelasi menunjukkan koefisien korelasi sebesar r = 0,124 dengan nilai signifikansi p = 0,539 (p &gt; 0,05), sehingga terdapat hubungan positif yang sangat rendah dan tidak signifikan antara minat belajar dan hasil belajar IPA. Dengan demikian, minat belajar tidak berhubungan secara signifikan dengan hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri 6 Siak Hulu, sehingga hasil belajar diduga lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar minat belajar.</p> <p><em>Learning interest is one of the factors presumed to influence students' learning outcomes. This study aimed to analyze the relationship between learning interest and science learning outcomes among seventh-grade students at SMP Negeri 6 Siak Hulu. The study employed a quantitative approach with a correlational research design. The sample consisted of 27 students selected using the total sampling technique. Data on learning interest were collected through a Likert-scale questionnaire, while data on science learning outcomes were obtained from students' science achievement records. The data were analyzed using descriptive and inferential statistics through the Pearson Product Moment correlation test. The results indicated that students' learning interest was in the very good category, while science learning outcomes were predominantly in the high category, with 22 students (81.48%) achieving high scores. The correlation analysis yielded a correlation coefficient of r = 0.124 with a significance value of p = 0.539 (p &gt; 0.05), indicating a very weak positive and statistically insignificant relationship between learning interest and science learning outcomes. Therefore, learning interest was not significantly associated with science learning outcomes among seventh-grade students at SMP Negeri 6 Siak Hulu, suggesting that science learning outcomes may be influenced by factors other than learning interest</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/24154 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING MELALUI PEMBUATAN CELENGAN HARAPAN SEBAGAI MEDIA KREATIF UNTUK MENINGKATKAN ASPEK PESERTA DIDIK 2026-07-12T09:01:22+00:00 Tria Sianturi tria.hanjani@student.uhn.ac.id Nurliani Siregar nurlianisiregar@uhn.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Active Learning melalui pembuatan Celengan Harapan sebagai media kreatif dalam meningkatkan aspek afektif peserta didik di SMP Negeri 1 Parbuluan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan sikap, nilai, tanggung jawab, kepedulian, disiplin, kerja sama, serta motivasi belajar peserta didik. Pembuatan Celengan Harapan digunakan sebagai media pembelajaran kreatif yang mendorong peserta didik untuk aktif berpartisipasi, bekerja sama, menuangkan harapan dan cita-cita, serta merefleksikan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah peserta didik SMP Negeri 1 Parbuluan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan pembelajaran serta perubahan aspek afektif peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Active Learning melalui pembuatan Celengan Harapan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna. Peserta didik menunjukkan peningkatan dalam sikap tanggung jawab, kerja sama, kepedulian, kepercayaan diri, disiplin, serta motivasi untuk mengikuti proses pembelajaran. Selain itu, media Celengan Harapan memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan harapan dan tujuan hidup mereka sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan mendorong terbentuknya karakter positif. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Active Learning melalui media kreatif Celengan Harapan dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan aspek afektif peserta didik di SMP Negeri 1 Parbuluan.</p> <p><em>This study aims to describe the implementation of the Active Learning model through the creation of a Hope Savings Bank (Celengan Harapan) as a creative learning medium to improve the affective aspect of students at SMP Negeri 1 parbuluan The study is based on the importance of learning activities that not only focus on cognitive achievement but also emphasize the development of students' attitudes, values, responsibility, cooperation, discipline, caring behavior, and learning motivation. The Hope Savings Bank was used as a creative learning medium that encourages students to actively participate in the learning process, collaborate with their peers, express their hopes and aspirations, and reflect on positive values in their daily lives. This study employed a qualitative approach using a descriptive method. The participants were students of SMP Negeri 1 Parbuluan. Data were collected through classroom observations, interviews, and documentation. The collected data were analyzed using the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing to obtain a comprehensive understanding of the learning implementation and the improvement of students' affective aspects.The findings indicate that the implementation of the Active Learning model through the Hope Savings Bank as a creative learning medium creates a more active, enjoyable, and meaningful learning environment. Students demonstrated improvements in responsibility, cooperation, self-confidence, discipline, caring attitudes, and learning motivation. Furthermore, the Hope Savings Bank provided opportunities for students to express their hopes and life goals, making the learning process more contextual while fostering positive character development. Therefore, the implementation of the Active Learning model through the Hope Savings Bank can be considered an effective alternative learning strategy for enhancing the affective aspect of students at SMP Negeri 1 parbuluan</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/24071 PERANAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENUMBUHKAN SIKAP TOLERANSI DAN SALING MENGHARGAI PADA SISWA SMP NEGERI 1 PARBULUAN 2026-07-09T13:41:16+00:00 Debora Damanik debora.cristine@student.uhn.ac.id Nurliani Siregar nurlianisiregar@uhn.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran, strategi, serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi Guru Pendidikan Agama Kristen dalam membina sikap toleransi dan saling menghargai pada siswa di SMP Negeri 1 Parbuluan. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, ditemukan bahwa Guru Pendidikan Agama Kristen menjalankan fungsi ganda sebagai pengajar, pembimbing, motivator, dan teladan yang menanamkan nilai-nilai kasih dan penghormatan sesuai ajaran Alkitab. Pembinaan dilakukan secara terintegrasi dalam proses pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari, dengan landasan teologis pada perintah mengasihi sesama dan menghargai martabat setiap manusia sebagai ciptaan Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan memberikan dampak positif terhadap kemampuan siswa menerima perbedaan dan menjalin hubungan harmonis. Artikel ini berkontribusi memberikan gambaran praktis dan teologis mengenai bagaimana Pendidikan Agama Kristen dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter siswa yang hidup rukun di tengah keberagaman</p> <p><em>This study aims to examine the roles, strategies, and the facilitating and inhibiting factors encountered by Christian Religious Education teachers in fostering attitudes of tolerance and mutual respect among students at SMP Negeri 1 Parbuluan. Employing a descriptive qualitative approach with data collection methods comprising observation, interviews, and documentation, the study reveals that Christian Religious Education teachers fulfill multifaceted roles as instructors, mentors, motivators, and role models instilling values of love and respect in accordance with biblical teachings. This fostering process is integrated into both classroom instruction and daily life, grounded in the theological mandate to love one's neighbor and respect the dignity of every human being as God's creation. The findings indicate that these efforts have positively influenced students' ability to accept differences and cultivate harmonious relationships. This article offers practical and theological insights into how Christian Religious Education can serve as an effective means of shaping student character, fostering harmonious living amidst diversity</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/24049 ANALYSIS OF ENGLISH TEST ITEMS AT MUHAMMADIYAH WAIPARE JUNIOR HIGH SCHOOL, MAUMERE 2026-07-09T07:26:02+00:00 Yuliana Clarita Hayong cehayong5@gmail.com Skolastika Dau astindau242@gmail.com Laurensia Urnita Nona urnitalaurensia@gmail.com Theresia Claudia Evonia Bude claudiabude04@gmail.com Elisabeth Uba Lelaona ubaelisabeth2@gmail.com <p><em>This research deal with the analysis of test item constructed by English as a foreign language (EFL) teachers of Muhammadiyah Waipare Junior High School, Maumere. It aims to know discrimination power, difficulty level and distracter of test items constructed by English teacher. The design used in this research is descriptive qualitative. Data resource is semester test items of grade VII students in the academic year 2025/2026. The result of this study show that discrimination power has 35,71 % test items that could not be used to test the students, 21,43 % test items that must be revised, and 42,86 % test items that are really good to be used to test the students. Difficulty index none of the test items were classified as easy 0%, 50% test items as difficult level and 50% test items as moderate level. Distracted Level involve 39,02% very poor distracter, 21,95% poor distracter, 31,70% fair distracter, 4,87% good distracter, 2,43% very good distracter.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/23946 IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP BELAJAR DAN TEORI BELAJAR MODERN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MAHASISWA 2026-07-06T04:28:14+00:00 Nurhayati nurhayati@usimar.ac.id Irawati irawatiheriawan55@gmail.com Nur Al Zaida nalzaida@gmail.com Nadia Izaz Fatahudin nadiaizaz150@gmail.com Aulia Nurhasanah aulianurhasanahaulia7@gmail.com Ummul Khaeriah ummulkhaeriah0@gmail.com <p>Peningkatan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi merupakan salah satu isu strategis dalam menghadapi transformasi pendidikan pada era digital dan Revolusi Industri 4.0 menuju Society 5.0. Perubahan karakteristik mahasiswa, perkembangan teknologi informasi, serta tuntutan kompetensi abad ke-21 menuntut dosen untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip belajar dan teori belajar modern secara terpadu dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip-prinsip belajar dan teori belajar modern dalam meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa serta merumuskan model konseptual yang mengintegrasikan kedua aspek tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi prinsip-prinsip belajar, seperti motivasi, kesiapan belajar, keaktifan, umpan balik, penguatan, dan pengalaman belajar yang bermakna, akan lebih efektif apabila diintegrasikan dengan teori belajar modern, meliputi konstruktivisme, kognitivisme, humanisme, connectivism, experiential learning, self-regulated learning, dan student-centered learning. Integrasi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan keterlibatan mahasiswa, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, literasi digital, dan hasil belajar. Penelitian ini menawarkan Model Integratif Implementasi Prinsip-Prinsip Belajar dan Teori Belajar Modern sebagai kerangka konseptual yang menghubungkan landasan pedagogis, strategi pembelajaran inovatif, pemanfaatan teknologi digital, dan capaian pembelajaran mahasiswa. Model tersebut diharapkan menjadi acuan bagi dosen dalam merancang pembelajaran yang efektif, adaptif, dan berpusat pada mahasiswa.</p> <p><em>Improving the quality of learning in higher education has become one of the strategic issues in addressing educational transformation in the digital era and the Fourth Industrial Revolution toward Society 5.0. Changes in student characteristics, rapid advances in information technology, and the increasing demand for twenty-first-century competencies require lecturers to integrate learning principles and modern learning theories into the teaching and learning process. This study aims to analyze the implementation of learning principles and modern learning theories in enhancing the quality of student learning and to formulate a conceptual model that integrates these two dimensions. The study employs a qualitative approach using a library research method. The findings indicate that the implementation of learning principles—such as motivation, learning readiness, active participation, feedback, reinforcement, and meaningful learning experiences—is more effective when integrated with modern learning theories, including constructivism, cognitivism, humanism, connectivism, experiential learning, self-regulated learning, and student-centered learning. This integration contributes to greater student engagement, improved critical thinking, creativity, collaboration, digital literacy, and overall learning outcomes. The study proposes an Integrative Model for the Implementation of Learning Principles and Modern Learning Theories as a conceptual framework that connects pedagogical foundations, innovative instructional strategies, the utilization of digital technology, and student learning outcomes. This model is expected to serve as a practical reference for lecturers in designing effective, adaptive, and student-centered learning experiences</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/24502 PENGARUH PROKRASTINASI AKADEMIK DAN SELF-EFFICACY TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI (SURVEI PADA PESERTA DIDIK KELAS XI PEMINATAN EKONOMI SMA NEGERI 2 SINGAPARNA TAHUN AJARAN 2025/2026) 2026-07-21T12:04:52+00:00 Nita Maelani 222165057@student.unsil.ac.id Ai Nur Solihat ainursolihat@unsil.ac.id Ati Sadiah atisadiah@unsil.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prokrastinasi akademik dan self-efficacy terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Ekonomi (survei pada peserta didik kelas XI Peminatan Ekonomi SMA Negeri 2 Singaparna). Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 156 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) prokrastinasi akademik tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar dengan nilai thitung 1,151 &lt; ttabel 1,976 dan signifikansi 0,251 &gt; 0,05; (2) self-efficacy berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar dengan nilai thitung 9,168 &gt; ttabel 1,976 dan signifikansi &lt; 0,05; serta (3) prokrastinasi akademik dan self-efficacy secara simultan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar dengan nilai Fhitung 52,131 &gt; Ftabel 3,06 dan signifikansi &lt; 0,05. Besarnya kontribusi kedua variabel terhadap hasil belajar adalah 40,5%, sedangkan 59,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa self-efficacy berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar, sedangkan prokrastinasi akademik tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Namun, secara simultan prokrastinasi akademik dan self-efficacy berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Ekonomi.</p> <p><em>This study aimed to determine the effect of academic procrastination and self-efficacy on students’ learning outcomes in Economics among eleventh-grade students of the Economics Specialization Program at SMA Negeri 2 Singaparna. The study employed a survey method with a quantitative approach. The sample consisted of 156 students. The results showed that: (1) academic procrastination had no significant effect on learning outcomes, with a t-value of 1.151 lower than the t-table value of 1.976 and a significance value of 0.251 greater than 0.05; (2) self-efficacy had a significant effect on learning outcomes, with a t-value of 9.168 higher than the t-table value of 1.976 and a significance value of less than 0.05; and (3) academic procrastination and self-efficacy simultaneously had a significant effect on learning outcomes, with an F-value of 52.131 higher than the F-table value of 3.06 and a significance value of less than 0.05. The contribution of both variables to learning outcomes was 40.5%, while the remaining 59.5% was influenced by other factors outside the scope of this study. In conclusion, self-efficacy has a significant effect on learning outcomes, whereas academic procrastination does not have a significant partial effect. However, academic procrastination and self-efficacy simultaneously have a significant effect on students’ learning outcomes in Economics</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/24078 ANALISIS TINGKAT KESADARAN KEAMANAN SIBER PADA PENGGUNA APLIKASI MOBILE JKN MENGGUNAKAN PENDEKATAN HAIS-Q YANG DIVALIDASI 2026-07-10T03:22:32+00:00 Mukti Ahmad Sholehudin muktyahmad7@gmail.com Dimas Ahsanul Habibi dimasahsanul0002@mhs.unisbank.ac.id Muhammad Nurul Imam muhammadnurul0011@mhs.unisbank.ac.id Mujibul Hakim mujibulhakim@gmail.com Eka Ardhianto ekaardhianto@edu.unisbank.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat pemahaman, sikap, dan perilaku keamanan siber pada pengguna aplikasi Mobile JKN melalui instrumen Human Aspects of Information Security Questionnaire (HAIS-Q) yang telah melalui proses validasi isi dan uji reliabilitas. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan pendekatan sequential explanatory mixed-method. Validasi instrumen dilakukan melalui Content Validity Ratio (CVR) dengan melibatkan tujuh orang pakar, sementara uji reliabilitas menggunakan pilot study pada 45 responden. Pengumpulan data utama melibatkan 412 responden pengguna aktif aplikasi Mobile JKN yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran keamanan siber pengguna berada pada kategori "Cukup" dengan skor keseluruhan 63,28%. Dimensi Behavior memperoleh skor tertinggi (68,45%), diikuti Knowledge (62,17%), dan Attitude (59,23%). Area fokus yang menjadi titik terlemah adalah Social Media Use (54,82%) dan Email Use (57,36%). Uji regresi linear berganda mengungkapkan bahwa ketiga dimensi Knowledge, Attitude, dan Behavior berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kesadaran keamanan siber (R² = 0,724, p &lt; 0,001), dengan Behavior sebagai prediktor terkuat (β = 0,387). Terdapat perbedaan signifikan berdasarkan tingkat pendidikan (p = 0,012) dan kelompok usia (p = 0,031). Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan program edukasi keamanan siber yang tepat sasaran oleh BPJS Kesehatan.</p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/24069 PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENANAMKAN SEMANGAT DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMAN 1 PARBULUAN 2026-07-09T13:25:44+00:00 Gloria Nainggolan gloria.kartika@uhn.ac.id Nurliani Siregar nurlianisiregar@uhn.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran, strategi, serta faktor pendukung dan penghambat guru Pendidikan Agama Kristen dalam menanamkan semangat dan motivasi belajar siswa di SMAN 1 Parbuluan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru Pendidikan Agama Kristen, siswa, kepala sekolah, serta tenaga kependidikan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Kristen berperan sebagai pengajar, pembimbing, teladan, dan motivator dalam membangun semangat belajar siswa. Penanaman semangat dan motivasi dilakukan melalui pengajaran Firman Tuhan, keteladanan hidup, metode pembelajaran kontekstual, serta dorongan berkelanjutan yang mengaitkan belajar sebagai bentuk tanggung jawab kepada Tuhan. Penelitian ini juga menemukan bahwa hubungan harmonis guru-siswa, dukungan sekolah, dan keterlibatan orang tua mendukung keberhasilan upaya ini, meskipun masih terdapat kendala seperti keragaman latar belakang siswa, penggunaan teknologi digital yang berlebihan, serta rendahnya minat belajar sebagian siswa. Berdasarkan Amsal 22:6 dan Kolose 3:23, belajar merupakan wujud syukur atas talenta yang dipercayakan Tuhan. Oleh karena itu, guru Pendidikan Agama Kristen memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing siswa agar bertumbuh menjadi pribadi yang bersemangat, termotivasi, dan memiliki karakter Kristiani.</p> <p><em>This study aims to describe the role, strategies, supporting and inhibiting factors of Christian Religious Education teachers in fostering learning enthusiasm and motivation among students at SMAN 1 Parbuluan. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving Christian Religious Education teachers, students, school principals, and related staff. The findings reveal that Christian Religious Education teachers play significant roles as educators, mentors, role models, and motivators in building students' learning spirit. Learning enthusiasm and motivation are instilled through biblical teachings, exemplary living, contextual learning methods, and consistent encouragement that links learning as a form of responsibility to God. The study also found that good teacher-student relationships, school support, and parental involvement contribute positively to this effort, although challenges remain including diverse student backgrounds, excessive use of digital technology, and low interest among some students. Based on Proverbs 22:6 and Colossians 3:23, learning is an act of gratitude for talents entrusted by God. Therefore, Christian Religious Education teachers have a crucial role in guiding students to grow into individuals who are enthusiastic, motivated, and possess Christian character.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/24012 KONSEP DASAR ANAK USIA DINI 2026-07-08T08:45:19+00:00 Fitry Anggun Ayudiningsih anggunningsih23@gmail.com A. Nidha Eka Restuti Munawir andinidhaeka@staialgazalibulukumba.ac.id <p>Konsep dasar anak usia dini menjadi pijakan utama dalam memahami proses tumbuh kembang anak pada tahap awal kehidupannya. Periode anak usia dini disebut sebagai golden age karena pada masa ini perkembangan fisik, intelektual, bahasa, sosial emosional, moral, dan spiritual berlangsung dengan sangat pesat sehingga memerlukan stimulasi yang tepat, terarah, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar anak usia dini yang mencakup pengertian, karakteristik, aspek perkembangan, prinsip pembelajaran, serta faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan anak. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai buku, jurnal ilmiah, dan sumber akademik yang relevan mengenai pendidikan anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa anak usia dini memiliki ciri khas seperti aktif bergerak, rasa ingin tahu yang tinggi, belajar melalui aktivitas bermain, serta mudah meniru lingkungan di sekitarnya. Oleh sebab itu, pendidikan anak usia dini perlu dilaksanakan secara menyeluruh, menyenangkan, dan berorientasi pada kebutuhan serta perkembangan anak. Selain itu, keberhasilan pendidikan anak sangat dipengaruhi oleh kerja sama antara keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat dalam memberikan stimulasi serta pembiasaan yang positif. Penerapan konsep dasar pendidikan anak usia dini yang sesuai diharapkan mampu mengoptimalkan perkembangan potensi anak sebagai dasar untuk kehidupan dan pendidikan pada jenjang berikutnya.</p> <p><em>The basic concept of early childhood serves as an important foundation in understanding children’s growth and development during the early stages of life. Early childhood is often referred to as the golden age because, at this stage, physical, cognitive, language, social-emotional, moral, and spiritual development progresses very rapidly and therefore requires appropriate, directed, and continuous stimulation. This article aims to examine the basic concepts of early childhood, including definitions, characteristics, developmental aspects, learning principles, and factors influencing child development. The method used in this study is a literature review by analyzing various books, scientific journals, and relevant academic sources related to early childhood education. The results of the study indicate that early childhood children possess unique characteristics such as being active, having high curiosity, learning through play, and easily imitating their surrounding environment. Therefore, the educational process for early childhood should be carried out holistically, in an enjoyable manner, and centered on children’s needs and development. In addition, the success of early childhood education is strongly influenced by the collaboration between families, schools, and the community in providing positive stimulation and habituation for children. The proper implementation of the basic concepts of early childhood education is expected to optimize children’s potential development as a foundation for their future life and education</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif