https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/issue/feedJurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif2026-05-30T17:43:07+00:00Open Journal Systemshttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/22323ANALISIS KESULITAN BELAJAR MEMBACA PADA ANAK DISLEKSIA2026-05-29T05:09:34+00:00Siti Nurhafizah. Ds240210034@student.ar-raniry.ac.idHijriatihijriati@ar-raniry.acRahmayani Br 240210032@student.ar-raniry.ac.idMaria240210047@student.ar-raniry.ac.idFitri 240210075@student.ar-raniry.ac.id<p>Disleksia merupakan salah satu bentuk kesulitan belajar yang ditemukan pada anak usia dini, khususnya dalam kemampuan membaca dan menulis. Anak dengan disleksia mengalami hambatan dalam mengenali huruf, sering tertukar antara b dan d serta p dan q, membaca sangat lambat, mudah lupa terhadap huruf atau kata yang baru saja dibaca, sulit mengeja, dan kesulitan memahami isi bacaan. Selain itu, anak juga mengalami hambatan dalam kegiatan menulis dan aktivitas sehari-hari seperti koordinasi gerak dan kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik disleksia pada anak usia dini, bentuk-bentuk kesulitan yang dialami anak dalam membaca dan menulis, serta peran guru dan orang tua dalam mendampingi anak disleksia di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi langsung di sekolah, wawancara mendalam dengan guru, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan anak mulai tampak sejak awal belajar mengenal huruf. Guru berperan penting melalui pendekatan belajar sambil bermain, penggunaan kartu huruf bergambar, pengulangan materi secara bertahap, dan pemberian motivasi. Setelah mendapat pendampingan, anak mulai menunjukkan perkembangan yang positif meskipun secara bertahap. Penelitian ini menegaskan bahwa anak disleksia bukanlah anak yang kurang cerdas, melainkan anak yang memiliki cara belajar berbeda dan membutuhkan pendekatan individual, sabar, serta dukungan penuh dari guru dan orang tua.</p> <p><em>Dyslexia is one of the learning difficulties found in early childhood, particularly in reading and writing abilities. Children with dyslexia experience difficulties in recognizing letters, frequently confuse similarly shaped letters such as b and d as well as p and q, read very slowly, easily forget letters or words just read, have difficulty spelling, and struggle to comprehend reading content. In addition, children also experience obstacles in writing activities and daily activities such as motor coordination and independence. This study aims to describe the characteristics of dyslexia in early childhood, the forms of difficulties experienced by children in reading and writing, as well as the role of teachers and parents in supporting children with dyslexia at school. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection methods through direct observation at school, in-depth interviews with teachers, and documentation. The results show that children's difficulties become apparent from the beginning of learning to recognize letters. Teachers play an important role through a play-based learning approach, the use of illustrated letter cards, gradual repetition of material, and providing motivation. After receiving assistance, children began to show positive development albeit gradually. This study confirms that children with dyslexia are not less intelligent; rather, they have a different learning style and require an individualized, patient approach as well as full support from teachers and parents.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatifhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/21931PENERAPAN MICROTEACHING DALAM PPL UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MENGAJAR MAHASISWA2026-05-18T04:46:47+00:00Almira Esa Nailahalmira0308233102@uinsu.ac.idWadhhah Nabilah Hasibuanwadhhah0308232042@uinsu.ac.idDina Hermadani Lubisdina0308231018@uinsu.ac.idFauziah Nasutionfauziahnasution@uinsu.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode microteaching dalam kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) serta mengetahui efektivitasnya dalam meningkatkan kompetensi mengajar mahasiswa calon pendidik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan microteaching sebelum pelaksanaan PPL memberikan dampak positif yang signifikan, yaitu mahasiswa menjadi lebih terampil merancang pembelajaran, menguasai teknik penyampaian materi, mengelola kelas, serta berkomunikasi dengan baik. Melalui latihan terbatas, umpan balik, dan refleksi, mahasiswa mampu memperbaiki kekurangan diri dan membangun kepercayaan diri, sehingga kompetensi mengajar yang dimiliki menjadi lebih matang dan siap diterapkan dalam pembelajaran nyata di sekolah.</p> <p><em>This study aims to describe the application of the microteaching method in Field Practice (PPL) activities and determine its effectiveness in improving the teaching competency of prospective teachers. The method used in this study was a qualitative descriptive study, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that the implementation of microteaching before PPL had a significant positive impact, namely, students became more skilled in designing lessons, mastering material delivery techniques, managing the classroom, and communicating effectively. Through limited practice, feedback, and reflection, students were able to address deficiencies and build confidence, thus developing their teaching competency and preparing them for application in real classroom learning. </em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatifhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/22150EFISIENSI, METODE ATAU PENDEKATAN, DAN FAKTOR YANG MEMENGARUHI BELAJAR2026-05-23T11:50:41+00:00Nabilatun Nadanabilatunnada939@gmail.comMelitaniamelitanial120@gmail.comMustika Sari'ah Siagianhananmustikasariahsiagian@gmail.com<p>Belajar merupakan proses perubahan perilaku melalui interaksi dengan lingkungan yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efisiensi belajar, metode dan pendekatan pembelajaran, serta faktor-faktor yang memengaruhi belajar siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kepustakaan melalui pengumpulan data dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi belajar didukung oleh berbagai metode dan pendekatan pembelajaran, serta dipengaruhi oleh faktor internal seperti kesehatan, intelegensi, minat, bakat, motivasi, dan faktor eksternal seperti lingkungan sosial dan nonsosial. Dengan demikian, efisiensi belajar, metode dan pendekatan yang tepat, serta faktor-faktor pendukung sangat berperan dalam meningkatkan keberhasilan belajar peserta didik.</p> <p><em>Learning is a process of behavioral change through interaction with the environment, which includes cognitive, affective, and psychomotor aspects. This study aims to examine learning efficiency, learning methods and approaches, as well as factors influencing student learning. The method used is a qualitative approach with a literature review design through data collection from books, journals, and scientific articles. The results show that learning efficiency is supported by various learning methods and approaches, and is influenced by internal factors such as health, intelligence, interest, talent, and motivation, as well as external factors such as social and non-social environments. Thus, learning efficiency, appropriate methods and approaches, and supporting factors play an important role in improving student learning outcomes.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatifhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/22114KEBUDAYAAN DAN LINGKUNGAN SEKOLAH DALAM PERSPEKTIF ISLAM TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK2026-05-22T08:58:58+00:00Achmad Junaedi Sitikaachmad.junaedi@staffunsika.ac.idNurul Aulianurulaulia9988@gmail.comLaitsa Nailul Amaniichaa96chaa@gmail.comSyifa Nuralvia Rahmahsyifarahmah133@gmail.comRafiff Fendiansyahrafiffendiansyah@gmail.comNurachman Ramadhanarmandpp123@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kebudayaan dan lingkungan sekolah dalam pembentukan karakter peserta didik berdasarkan perspektif sosiologi pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui pengkajian berbagai buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebudayaan dan lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Lingkungan sekolah yang kondusif dan berlandaskan nilai-nilai Islam (bi’ah shalihah) dapat membentuk budaya positif seperti disiplin, kejujuran, tanggung jawab, religiusitas, dan sikap saling menghormati. Nilai-nilai tersebut terbentuk melalui proses pembiasaan, keteladanan, dan interaksi sosial yang berlangsung di lingkungan sekolah. Dengan demikian, kebudayaan dan lingkungan sekolah berbasis nilai-nilai Islam menjadi faktor penting dalam membentuk karakter dan akhlak mulia peserta didik.</p> <p><em>This study aims to examine the relationship between school culture and the school environment in shaping students’ character from the perspective of Islamic educational sociology. This research employed a qualitative approach using the library research method by reviewing various relevant books, journals, and scientific articles. The results show that school culture and environment play an important role in shaping students’ character. A conducive school environment based on Islamic values (bi’ah shalihah) can foster positive values such as discipline, honesty, responsibility, religiosity, and mutual respect. These values are formed through habituation, exemplary behavior, and social interaction within the school environment. Therefore, school culture and environment based on Islamic values are important factors in developing students’ character and noble morals.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatifhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/22064ANALISIS EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN GURU TERHADAP PEMAHAMAN SISWA DI MAN 1 MODEL MEDAN2026-05-21T04:24:18+00:00Mutiah Nasutionmutmutiah104@gmail.comMhd.Aris Saputra Harahapmuhammadharissaputrah134@gmail.comPoviola chaerani Putriviolachaerani12@gmail.comAhmad Zakizaki.ahmad@uinsu.ac.id<p>Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji efektivitas strategi pengajaran yang diterapkan guru terhadap tingkat pemahaman siswa pada MAN 1 Model Medan. Pendekatan kualitatif diadopsi dalam studi ini, dengan mengandalkan teknik wawancara mendalam terhadap guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di institusi tersebut. Temuan dari wawancara mengungkapkan bahwa para guru menerapkan beragam strategi pengajaran, meliputi <em>discovery learning</em>, diskusi kelompok, tanya jawab, <em>problem based learning</em>, serta pemanfaatan media visual, yang semuanya disesuaikan dengan karakteristik siswa pada masing-masing kelas. Menurut para guru, strategi pengajaran yang dihubungkan dengan konteks kehidupan sehari-hari serta isu-isu aktual yang sedang tren mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa dan memperdalam pemahaman mereka selama proses pembelajaran. Di samping itu, penyesuaian strategi dengan gaya belajar siswa seperti visual, auditori, dan kinestetik juga menunjukkan pengaruh positif terhadap hasil penilaian pembelajaran siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas strategi pengajaran bergantung secara signifikan pada kapabilitas guru dalam memahami dinamika kelas dan mengadaptasi pendekatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa.</p> <p>This study aims to examine the effectiveness of teaching strategies implemented by teachers on students’ level of understanding at MAN 1 Model Medan.A qualitative approach was adopted in this study, relying on in-depth interview techniques with Indonesian language teachers at the institution.The findings from the interviews reveal that the teachers apply a variety of teaching strategies, including discovery learning, group discussions, question and answer sessions, problem-based learning, and the use of visual media ll of which are adapted to the characteristics of students in each class. According to the teachers, teaching strategies connected to daily life contexts and current trending issues can enhance students’ active participation and deepen their understanding during the learning process. In addition, adapting strategies to students’ learning styles such as visual, auditory, and kinesthetic also shows a positive influence on students’learning assessment outcomes. This study concludes that the effectiveness of teaching strategies depends significantly on teachers’ capability to understand classroom dynamics and adapt learning approaches according to students’ needs.</p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatifhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/21976PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN KARTU HURUF TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SISWA KELAS II SDK SANTO YOSEPH 3 NAIKOTEN KOTA KUPANG2026-05-19T07:52:41+00:00Vebriyanti Morukebbymoruk@gmail.comChintia M.P. Atichintiaati2603@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa kelas II SDK Santo Yoseph 3 Naikoten Kota Kupang. Kemampuan membaca permulaan merupakan dasar penting bagi siswa sekolah dasar karena menjadi penunjang utama dalam memahami mata pelajaran lain. Namun, pada kenyataannya masih ditemukan siswa yang belum mampu mengenal huruf dengan baik, membaca suku kata secara lancar, maupun memahami kata sederhana. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik sehingga siswa mudah merasa bosan dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran kartu huruf terhadap kemampuan membaca permulaan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas II SDK Santo Yoseph 3 Naikoten Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 33 siswa yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes membaca permulaan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-Test dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan media kartu huruf terhadap kemampuan membaca permulaan siswa. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji hipotesis yang memperoleh nilai t-hitung sebesar 6,607 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Penggunaan media kartu huruf mampu membantu siswa mengenal huruf, membaca suku kata, menyusun kata, dan meningkatkan motivasi belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, media kartu huruf efektif digunakan dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa sekolah dasar.</p> <p><em>This research was motivated by the low initial reading ability of second grade students at SDK Santo Yoseph 3 Naikoten, Kupang City. Initial reading ability is an important foundation for elementary school students because it becomes the main support in understanding other subjects. However, in reality, there are still students who are not able to recognize letters properly, read syllables fluently, or understand simple words. This condition is influenced by the lack of interesting learning media, causing students to feel bored easily during the learning process. The purpose of this study was to determine the effect of letter card learning media on the initial reading ability in Indonesian language subjects of second grade students at SDK Santo Yoseph 3 Naikoten, Kupang City. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental research design using the Nonequivalent Control Group Design. The research sample consisted of 33 students divided into an experimental class and a control class. Data collection techniques used initial reading tests and documentation. Data analysis was carried out through normality tests, homogeneity tests, and hypothesis testing using the Independent Sample T-Test with the help of SPSS version 26. The results of the study showed that there was a significant effect of the use of letter card media on students’ initial reading ability. This was proven by the hypothesis test results which obtained a t-value of 6.607 with a significance value of 0.000 < 0.05. The use of letter card media was able to help students recognize letters, read syllables, arrange words, and increase students’ learning motivation during the learning process. Thus, letter card media is effectively used to improve the initial reading ability of elementary school students.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatifhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/22233TINJAUAN TEORETIS PEMBELAJARAN DARING DAN LURING SERTA KAITANNYA DENGAN PEMAHAMAN MAHASISWA PADA ERA PASCA-PANDEMI2026-05-26T05:47:09+00:00Raisya Nurfatiahnurfatiahraisya@gmail.comAgil Firmansyahagilfiansyah123@gmail.comNessa Alexsandranessaalexsandraa@gmail.comArif Rahman Tanjungarifrahmantj@gmail.comCinta Adha Putri Indrianascintaadhaputiindrianas@gmail.comSarahfit051226@gmail.comMuhammad Farrell Amero Dzakyfarrellamero@gmail.comZhafrand Fitra Irawanzhafrandfitrairawan@gmail.comEster Punia Sinagaestersinaga572@gmail.com<p>Perubahan sistem pembelajaran dari daring ke luring pada era pasca-pandemi membawa implikasi terhadap proses belajar mahasiswa, khususnya dalam aspek pemahaman. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pembelajaran daring dan luring serta mengkaji implikasinya terhadap pemahaman mahasiswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan konseptual melalui kajian literatur dari berbagai sumber yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran daring memiliki keunggulan dalam fleksibilitas dan akses informasi, namun terbatas dalam interaksi yang mendukung pemahaman konseptual. Sebaliknya, pembelajaran luring lebih efektif dalam membangun pemahaman melalui interaksi langsung, meskipun kurang fleksibel dalam pelaksanaannya. Dengan demikian, tidak terdapat metode pembelajaran yang secara mutlak lebih unggul, sehingga integrasi antara pembelajaran daring dan luring menjadi pendekatan yang lebih relevan dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa pada era pasca-pandemi.</p> <p><em>The transition from online to offline learning systems in the post-pandemic era has brought implications for students’ learning processes, particularly in terms of understanding. This article aims to analyze the characteristics of online and offline learning and examine their implications for students’ understanding. The method used is a conceptual approach through a literature review of various relevant sources. The results of the analysis indicate that online learning has advantages in terms of flexibility and access to information; however, it is limited in providing interactions that support conceptual understanding. On the other hand, offline learning is more effective in building understanding through direct interaction, although it is less flexible in its implementation. Therefore, no learning method can be considered absolutely superior, and the integration of online and offline learning becomes a more relevant approach to improving students’ understanding in the post-pandemic era.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatifhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/22118DINAMIKA ISLAM DI SINGAPURA2026-05-22T09:29:14+00:00Melitaniamelitanial120@gmail.comHafla Riski Mulya Pratamahafla704@gmail.comMustika Sari'ah Siagianhananmustikasariahsiagian@gmail.com<p>Penelitian ini membahas dinamika perkembangan Islam di Singapura sebagai agama minoritas dalam negara sekuler dan multikultural. Fokus kajian meliputi sejarah masuknya Islam, perkembangan pendidikan Islam, penerapan hukum keluarga Islam, peran organisasi keislaman, serta posisi sosial masyarakat Melayu Muslim di Singapura. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis berbagai buku, jurnal ilmiah, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam di Singapura berkembang melalui jalur perdagangan dan dakwah para pedagang Muslim sejak abad ke-15. Dalam perkembangannya, pemerintah Singapura membentuk sistem pengelolaan Islam yang terstruktur melalui Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) dan Administration of Muslim Law Act (AMLA). Keberadaan kedua lembaga tersebut memberikan ruang bagi umat Islam untuk menjalankan kehidupan keagamaan secara terorganisasi, meskipun berada dalam sistem negara sekuler. Selain itu, pendidikan Islam di Singapura mengalami perkembangan melalui madrasah dan kurikulum modern yang terintegrasi dengan pendidikan umum. Namun demikian, masyarakat Muslim Melayu masih menghadapi tantangan dalam bidang sosial, ekonomi, dan identitas budaya sebagai kelompok minoritas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa umat Islam di Singapura mampu beradaptasi dengan modernitas dan kebijakan negara tanpa kehilangan identitas keislamannya.</p> <p><em>This study examines the dynamics of Islam's development in Singapore as a minority religion within a secular and multicultural state. The focus of the study includes the history of Islam's arrival, the development of Islamic education, the implementation of Islamic family law, the role of Islamic organizations, and the social status of the Malay Muslim community in Singapore. The research method used is a qualitative approach with a literature review approach through analysis of various books, scientific journals, and related documents. The results indicate that Islam in Singapore developed through trade routes and the preaching of Muslim traders since the 15th century. As a result, the Singaporean government established a structured Islamic governance system through the Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) and the Administration of Muslim Law Act (AMLA). The existence of these two institutions provides a space for Muslims to practice their religious life in an organized manner, despite being within a secular state system. Furthermore, Islamic education in Singapore has developed through madrasahs and a modern curriculum integrated with general education. However, the Malay Muslim community still faces challenges in the social, economic, and cultural identity sectors as a minority group. This study concludes that Muslims in Singapore have been able to adapt to modernity and state policies without losing their Islamic identity. </em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatifhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/22068KONSEP DASAR BELAJAR2026-05-21T05:30:51+00:00Frethi Hanantafrethihananta025@gmail.comGita Auliaagita3627@gmail.comMustika Sariah Siagianhananmustikasiagian@gmail.com<p>Konsep dasar belajar dalam psikologi pembelajaran. Belajar merupakan proses perubahan perilaku, pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang terjadi melalui pengalaman dan latihan. Dalam proses pembelajaran, belajar memiliki ciri-ciri seperti adanya perubahan perilaku, berlangsung secara sadar, bersifat relatif permanen, serta melibatkan aktivitas mental dan fisik. Keberhasilan belajar dipengaruhi oleh faktor internal seperti motivasi, minat, bakat, dan kesehatan, serta faktor eksternal seperti lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Selain itu, prinsip-prinsip belajar seperti motivasi, perhatian, pengalaman langsung, pengulangan, dan perbedaan individu sangat penting diterapkan dalam pembelajaran. Penerapan konsep dasar belajar dapat dilakukan melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, penggunaan metode dan media pembelajaran yang menarik, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan memahami konsep dasar belajar, pendidik dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal.</p> <p>This paper discusses the basic concepts of learning in educational psychology. Learning is a process of changing behavior, knowledge, attitudes, and skills through experience and practice. In the learning process, learning has characteristics such as behavioral change, conscious activities, relatively permanent changes, and involvement of mental and physical activities. Learning success is influenced by internal factors such as motivation, interest, talent, and health, as well as external factors such as family, school, and community environment. In addition, learning principles such as motivation, attention, direct experience, repetition, and individual differences are important to be applied in the learning process. The implementation of basic learning concepts can be carried out through student-centered learning, the use of interesting learning methods and media, and creating a conducive learning environment. By understanding the basic concepts of learning, educators can create more effective and meaningful learning processes so that educational goals can be achieved optimally.</p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatifhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/22015DINAMIKA ISLAM DI THAILAND2026-05-20T06:22:56+00:00Frethi Hanantafretihananta025@gmail.comAidil Irham Zaklyaidilirhamzakly2209@gmail.comMustika Sari’ah Siagianhananmustikasariahsiagian@gmail.com<p>Dinamika Islam di Thailand sebagai agama minoritas yang memiliki sejarah panjang dan perkembangan yang kompleks. Islam masuk ke Thailand melalui jalur perdagangan yang dibawa pedagang Arab, Persia, India, dan Melayu. Wilayah Pattani menjadi pusat perkembangan Islam dan kebudayaan Melayu-Islam di Thailand Selatan. Dalam perkembangannya, umat Muslim menghadapi kebijakan asimilasi budaya dari pemerintah Thailand yang menekankan budaya dan bahasa Thai. Kondisi tersebut menimbulkan konflik identitas dan diskriminasi terhadap masyarakat Muslim Pattani. Dalam bidang pendidikan, umat Islam tetap mempertahankan pondok pesantren dan madrasah sebagai pusat pendidikan agama dan pelestarian budaya. Makalah ini juga membahas karakteristik Muslim Thailand, kondisi minoritas Muslim di Thailand Selatan, serta kebijakan pemerintah terhadap umat Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan memanfaatkan berbagai sumber buku dan jurnal ilmiah. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa masyarakat Muslim Thailand tetap mampu mempertahankan identitas agama dan budaya Melayu di tengah tekanan sosial, politik, dan budaya.</p> <p><em>This paper discusses the dynamics of Islam in Thailand as a minority religion with a long history and complex development. Islam entered Thailand through trade routes brought by Arab, Persian, Indian, and Malay traders. Pattani became the center of Islamic and Malay-Islamic cultural development in Southern Thailand. In its development, Muslims faced cultural assimilation policies from the Thai government emphasizing Thai language and culture. This condition caused identity conflicts and discrimination against Pattani Muslims. In education, Muslims continued to maintain Islamic boarding schools and madrasahs as centers of religious education and cultural preservation. This paper also discusses the characteristics of Muslims in Thailand, the condition of Muslim minorities in Southern Thailand, and government policies toward Muslims. The research method used is library research by utilizing books and scientific journals. The results show that Thai Muslims are able to maintain their religious identity and Malay culture despite social, political, and cultural pressures.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif