Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit
id-IDJurnal Pendidikan Ilmiah TransformatifPENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN VIDEO TIKTOK TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS CERPEN SISWA KELAS XI SMAS PAB 8 SAENTIS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/19387
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan video TikTok terhadap kemampuan menulis teks cerpen peserta didik kelas XI SMA Swasta PAB 8 Saentis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dan desain posttest-only control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diterapkan model Problem Based Learning berbantuan video TikTok dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes menulis teks cerpen, sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan menulis teks cerpen peserta didik pada kelas eksperimen sebesar 89,84 dengan kategori sangat baik, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata sebesar 64,24 dengan kategori cukup baik. Perbedaan hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan video TikTok memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan menulis teks cerpen peserta didik, khususnya pada aspek unsur pembangun cerpen, struktur teks, dan kaidah kebahasaan. Dengan demikian, model pembelajaran ini efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran menulis teks cerpen di sekolah menengah atas.</p> <p><em>This study aimed to determine the effect of the Problem Based Learning model assisted by TikTok videos on students’ short story writing skills in grade XI of SMA Swasta PAB 8 Saentis. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a posttest-only control group design. The research subjects consisted of two groups: an experimental class taught using the Problem Based Learning model assisted by TikTok videos and a control class taught using conventional learning methods. Data were collected through a short story writing test and analyzed using descriptive and inferential statistics. The results showed that the experimental class achieved an average score of 89.84, categorized as very good, while the control class obtained an average score of 64.24, categorized as fairly good. These findings indicate that the implementation of the Problem Based Learning model assisted by TikTok videos has a positive and significant effect on students’ short story writing skills, particularly in terms of story elements, text structure, and language use. Therefore, this learning model is effective as an alternative approach for teaching short story writing at the senior high school level.</em></p>Anisa Fajar Wati RohrohmanaRosmaini
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif
2026-01-302026-01-30101PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP PERILAKU SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 5 PEMATANGSIANTAR: KAJIAN LITERATUR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/18773
<p>Lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk perilaku siswa, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Atas. Perilaku siswa yang positif dapat menunjang proses pembelajaran, sedangkan perilaku negatif berpotensi menghambat pencapaian tujuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh lingkungan sekolah terhadap perilaku siswa kelas XI di SMA Negeri 5 Pematangsiantar melalui pendekatan kajian literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dengan menelaah artikel jurnal nasional dan internasional serta buku referensi yang relevan, yang dipublikasikan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Sebanyak 25 sumber pustaka yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi pola, temuan, dan kesimpulan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkungan sekolah yang kondusif, baik dari aspek fisik, sosial, maupun akademik, berpengaruh signifikan terhadap pembentukan perilaku siswa. Lingkungan fisik yang bersih dan aman, hubungan sosial yang harmonis antara guru dan siswa, serta iklim akademik yang mendukung dapat mendorong munculnya perilaku disiplin, tanggung jawab, dan sikap positif siswa. Sebaliknya, lingkungan sekolah yang kurang kondusif cenderung memicu perilaku menyimpang pada siswa. Kesimpulan kajian ini menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan sekolah secara optimal merupakan strategi penting dalam mendukung pembentukan karakter dan perilaku positif siswa di sekolah.</p> <p><em>The school environment plays an essential role in shaping students’ behavior, particularly at the senior high school level. Positive student behavior supports the learning process, while negative behavior may hinder the achievement of educational objectives. This study aims to examine the influence of the school environment on the behavior of eleventh-grade students at SMA Negeri 5 Pematangsiantar through a literature review approach. The research employed a literature review method by analyzing national and international journal articles as well as relevant educational reference books, published within the last ten years. A total of 25 selected sources that met the inclusion criteria were analyzed using content analysis techniques to identify patterns, key findings, and conclusions from previous studies. The results indicate that a conducive school environment—encompassing physical, social, and academic aspects—has a significant influence on the formation of students’ behavior. A clean and safe physical environment, harmonious social interactions between teachers and students, and a supportive academic climate contribute to the development of discipline, responsibility, and positive attitudes among students. Conversely, an unconducive school environment tends to increase the likelihood of negative or deviant behavior. In conclusion, effective management of the school environment is a crucial strategy for strengthening character development and promoting positive student behavior in schools.</em></p>Christina Noellya SihombingKristina Oktaviani PasaribuRachel Larasati SamosirWenda SesiliaMelalasria SimanjuntakEva Pratiwi Pane
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif
2026-01-302026-01-30101PEMBELAJARAN PERMAINAN MUSIK ANSAMBEL PIANIKA MELALUI MODEL LAGU BOLELEBO BAGI SISWA-SISWI SMA NEGERI 1 KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/18911
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran permainan musik ansambel pianika melalui model lagu Bolelebo bagi siswa-siswi SMA Negeri 1 Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode tindakan lapangan (naturalistik). Subjek penelitian adalah 20 siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler musik ansambel pianika. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara, tes performa, dan dokumentasi. Penilaian performa dilakukan dengan menggunakan rubrik penilaian yang mencakup aspek membaca notasi, teknik penjarian, ketepatan tempo, dan kekompakan ansambel. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa-siswi pada seluruh aspek penilaian setelah diterapkan metode drill dan latihan berulang. Kendala utama yang ditemukan meliputi kesulitan membaca notasi dan menjaga tempo permainan, yang diatasi melalui pendampingan intensif dan latihan terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran musik ansambel pianika melalui model lagu Bolelebo efektif dalam meningkatkan keterampilan musikal siswa-siswi SMA Negeri 1 Kupang.</p> <p><em>This study aims to describe the learning process of melodica ensemble performance through the Bolelebo song model for students of SMA Negeri 1 Kupang, East Nusa Tenggara Province. This research employed a descriptive qualitative approach using a naturalistic field method. The research subjects were 20 students who participated in the melodica ensemble extracurricular activity. Data were collected through participatory observation, interviews, performance tests, and documentation. Performance assessment focused on notation reading skills, fingering technique, tempo accuracy, and ensemble cohesiveness. The results indicate that students experienced improvement in all assessed aspects after the implementation of drill methods and repetitive practice. The main challenges encountered included difficulties in reading musical notation and maintaining tempo, which were addressed through intensive guidance and structured practice. This study concludes that the Bolelebo song model is effective in improving students’ melodica ensemble skills and musical cooperation.</em></p>Michael Pani De Angelicus BengoMargareta Sofyana Irma Kaet
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif
2026-01-302026-01-30101STRATEGI GURU DALAM MENERAPKAN (PBL) PADA PEMBELAJARAN PAI UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN IBADAH SISWA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/18874
<p>Penelitian ini dilakukan karena pentingnya peran guru dalam membantu siswa meningkatkan kedisiplinan ibadah melalui pelajaran Pendidikan Agama Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara guru menerapkan model Problem Based Learning (PBL) agar siswa lebih disiplin dalam menjalankan ibadah. Penelitian menggunakan metode studi untuk menemukan pola dan pemahaman yang jelas tentang strategi guru dalam menerapkan PBL sebagai sarana pembinaan kedisiplinan ibadah siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL secara bertahap, mulai dari menentukan masalah yang dekat dengan kehidupan siswa, membentuk kelompok belajar, hingga mengevaluasi hasil diskusi, membuat siswa lebih aktif, memahami pelajaran dengan baik, dan meningkatkan kedisiplinan ibadah mereka. Saran penelitian ini, guru perlu menyiapkan perencanaan pembelajaran dengan matang, dan sekolah diharapkan menyediakan fasilitas serta lingkungan belajar yang mendukung. Penelitian selanjutnya bisa meninjau pengaruh PBL terhadap pembentukan karakter spiritual dan sosial siswa.</p> <p><em>This study was conducted because of the important role of teachers in helping students improve their discipline in worship through Islamic Religious Education (PAI). The purpose of this study is to find out how teachers apply the Problem Based Learning (PBL) model so that students become more disciplined in performing their worship. The study uses a research approach to identify clear patterns and understanding of teachers’ strategies in applying PBL as a means to foster students’ worship discipline. The results show that applying PBL step by step, from identifying problems related to students’ daily life, forming learning groups, to evaluating discussion outcomes, helps students become more active, understand the lessons well, and improve their discipline in worship. It is suggested that teachers prepare learning plans carefully, and schools provide supportive facilities and learning environments. Further research can explore the effect of PBL on students’ spiritual and social character development.</em></p>Nurul Indah FitrianiEka Puspita SariNurhayati
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif
2026-01-302026-01-30101TRANSFORMASI PENDIDIKAN HUMANIS DI SEKOLAH DASAR NEGERI 123 PEKANBARU: MEMBANGUN TOLERANSI DAN MENGHAPUS INTOLERANSI DARI RUANG KELAS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/18840
<p>Fenomena intoleransi yang masih muncul di lingkungan sekolah dasar menunjukkan pentingnya penanaman nilai-nilai humanis sejak dini. Pendidikan humanis berperan dalam membantu siswa menghargai perbedaan serta membangun karakter yang empatik dan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengenalan toleransi, upaya penghapusan sikap intoleransi, serta peran guru dan sekolah dalam menindaklanjuti pembentukan sikap toleran di SDN 123 Pekanbaru.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian terdiri atas 20 siswa dan 1 guru yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan keberagaman agama, jenis kelamin, dan pengalaman sosial. Data dikumpulkan melalui observasi interaksi siswa di ruang kelas, wawancara semi–terstruktur dengan guru dan siswa, serta dokumentasi berupa foto kegiatan dan dokumen sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña (2020), meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber untuk meningkatkan keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan pembelajaran berbasis nilai humanis mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai toleransi dan membantu mengurangi perilaku intoleran seperti ejekan dan pengucilan. Siswa menjadi lebih mampu menghargai perbedaan, bekerja sama, serta menunjukkan empati kepada teman. Guru dan sekolah berperan penting sebagai fasilitator, teladan, dan pengelola lingkungan yang mendukung budaya toleransi. Secara keseluruhan, pendidikan humanis terbukti efektif dalam membentuk lingkungan belajar yang aman, harmonis, dan inklusif di SDN 123 Pekanbaru.</p> <p><em>The persistence of intolerance among elementary school students highlights the importance of instilling humanistic values from an early age. Humanistic education plays a crucial role in helping students appreciate diversity and develop empathetic and inclusive character traits. This research aims to describe the process of introducing tolerance, efforts to eliminate intolerant behaviors, and the roles of teachers and the school in fostering tolerant attitudes at SDN 123 Pekanbaru.This study employs a descriptive qualitative approach with research subjects consisting of 20 students and 1 teachers selected purposively based on religious background, gender, and social interaction experiences. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews with teachers and students, and documentation such as photographs and school records. Data analysis used the Miles, Huberman, and Saldaña model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source triangulation to ensure validity.The findings reveal that socialization activities and learning based on humanistic values effectively enhance students’ understanding of tolerance and reduce intolerant behaviors such as teasing and exclusion. Students demonstrated improved respect for differences, cooperation skills, and empathy toward peers. Teachers and the school play significant roles as facilitators, role models, and creators of an environment that supports a culture of tolerance. Overall, humanistic education proves to be effective in creating a safe, harmonious, and inclusive learning environment at SDN 123 Pekanbaru.</em></p>Elsi Novita SaryRiskia RamadhaniDeshy ShilvanaIlham Hudi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif
2026-01-302026-01-30101IMPLEMENTASI BUDAYA TOLERANSI BERAGAMA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) BERBASIS MULTIKULTURAL DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) SWASTA LABUANRASOKI KOTA PADANGSIDIMPUAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/19629
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) yang memuat nilai-nilai budaya toleransi beragama dengan pendekatan pembelajaran berbasis multikultural di SMP Swasta Labuanrasoki Kota Padangsidimpuan. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya penguatan sikap toleransi di kalangan peserta didik dalam menghadapi keberagaman agama di lingkungan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode ini digunakan untuk menggambarkan dan menjelaskan fenomena atau permasalahan yang diteliti secara sistematis dan faktual tanpa melakukan perhitungan statistik. Peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi budaya toleransi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Swasta Labuanrasoki Kota Padangsidimpuan telah dilaksanakan secara cukup baik. Guru PAI mengintegrasikan nilai-nilai toleransi beragama ke dalam proses pembelajaran melalui penyampaian materi, metode pembelajaran, serta sikap dan keteladanan guru di dalam kelas.Nilai toleransi beragama ditanamkan melalui materi akhlak, khususnya yang berkaitan dengan sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, hidup rukun, dan tidak memaksakan keyakinan kepada orang lain. Guru PAI menekankan bahwa Islam mengajarkan sikap tasamuh (toleransi) terhadap sesama manusia, baik yang seagama maupun yang berbeda agama. Kesimpulannya, bahwa implementasi budaya toleransi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis multikultural di SMP Swasta Labuanrasoki Kota Padangsidimpuan telah berjalan dengan cukup baik. Guru PAI secara sadar mengintegrasikan nilai-nilai toleransi beragama ke dalam materi pembelajaran, khususnya melalui penanaman nilai akhlak mulia seperti saling menghormati, menghargai perbedaan, dan hidup rukun dalam keberagaman.</p> <p><em>This thesis discusses how multicultural-based Islamic Religious Education at Labuanrasoki Private Junior High School (SMP), Padangsidimpuan, has contributed to the development of a religiously tolerant culture. The study's goal is to provide Islamic Religious Education (PAI) teaching materials that combine concepts of religious tolerance using a multicultural learning approach at Labuanrasoki Private Junior High School in Padangsidimpuan. The need of establishing tolerant attitudes among students in reacting to religious diversity in society serves as the foundation for this study. The research employed a qualitative descriptive method. This method was used to systematically and factually describe and explain the phenomena or issues under investigation without statistical calculations. The researcher served as the primary instrument in data collection. The study's findings show that the establishment of a culture of religious tolerance in Islamic Religious Education (PAI) learning at Labuanrasoki Private Junior High School, Padangsidimpuan, went quite well. PAI teachers include religious tolerance values into the learning process through subject matter delivery, instructional methodologies, and in-class attitudes and role modelling. Values of religious tolerance are instilled through moral (akhlak) materials, particularly those related to mutual respect, appreciation of differences, harmonious living, and refraining from imposing one’s beliefs on others. PAI teachers emphasize that Islam teaches tasamuh (tolerance) toward fellow human beings, both those of the same faith and those of different religions. In conclusion, the Labuanrasoki Private Junior High School in Padangsidimpuan has successfully implemented a culture of religious tolerance in multicultural-based Islamic Religious Education (PAI) curriculum. PAI teachers actively incorporate religious tolerance ideas into their teaching materials, notably by cultivating noble moral qualities such as mutual regard, respect for differences, and harmonious living within variety.</em></p>Wiranto SiregarSyafnan LubisZainal Efendi Hasibuan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif
2026-01-302026-01-30101URGENSI BHINNEKA TUNGGAL IKA DIPANDANG DARI SUDUT PANDANG GENERASI Z (STUDI EMPIRIS MAHASISWA UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/18803
<p>Penelitian ini membahas urgensi nilai Bhinneka Tunggal Ika dari sudut pandang Generasi Z, dengan fokus pada mahasiswa Universitas Bandar Lampung sebagai representasi generasi muda di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan empiris melalui wawancara terhadap narasumber Syaira Salsabilla serta kajian pustaka dari berbagai buku dosen dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki pandangan positif terhadap nilai Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar persatuan dalam keberagaman. Namun, di era digitalisasi memiliki dua sisi memperkuat kebhinnekaan melalui persatuan dengan menyuarakan pendapat dan menghargai pendapat orang lain, tetapi juga berpotensi melemahkannya karena polarisasi opini dan penyebaran informasi yang salah. Oleh karena itu, pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam menanamkan nilai toleransi, literasi digital, dan semangat kebangsaan di kalangan mahasiswa. Penelitian ini menegaskan bahwa nilai Bhinneka Tunggal Ika tetap relevan bagi Generasi Z dan harus terus dijaga agar menjadi pedoman hidup dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa di era modern</p> <p><em>This study discusses the urgency of the values of Bhinneka Tunggal Ika from the perspective of Generation Z, focusing on students at the University of Bandar Lampung as representatives of the young generation in the digital era. This research uses a qualitative method with an empirical approach through interviews with the informant Syaira Salsabilla, as well as a literature review from various academic books and scientific journals. The results show that Generation Z has a positive view of Bhinneka Tunggal Ika as the foundation of unity in diversity. However, digitalization presents two contrasting sides: it can strengthen national unity through freedom of expression and mutual respect, yet it can also weaken it through opinion polarization and the spread of misinformation. Therefore, higher education plays an important role in instilling the values of tolerance, digital literacy, and national spirit among students. This study emphasizes that the values of Bhinneka Tunggal Ika remain relevant for Generation Z and must be continuously preserved as a moral guide for building national unity and cohesion in the modern era.</em></p>Safir Nur'ainiAvattar Badillah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif
2026-01-302026-01-30101MENYUSUN RPP BERBASIS DIFERENSIASI DAN ASESMEN FORMATIF
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/19145
<p>Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis diferensiasi dan asesmen formatif bertujuan untuk mewujudkan proses pembelajaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan peserta didik. Diferensiasi dilakukan melalui penyesuaian konten, proses, dan produk belajar untuk mengakomodasi perbedaan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar siswa. Sementara itu, asesmen formatif diterapkan secara berkelanjutan untuk memantau perkembangan belajar, memberikan umpan balik, serta memperbaiki keputusan pembelajaran secara real time. Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah penyusunan RPP berbasis diferensiasi dan asesmen formatif serta menganalisis implikasinya terhadap efektivitas pembelajaran. Metode yang digunakan bersifat deskriptif melalui kajian literatur dan telaah dokumen. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi diferensiasi dan asesmen formatif dalam RPP dapat meningkatkan keterlibatan siswa serta membantu guru mengambil keputusan pembelajaran yang lebih tepat. Dengan demikian, RPP yang dikembangkan dengan pendekatan ini berpotensi mendorong pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kompetensi siswa.</p> <p><em>The development of lesson plans (RPP) based on differentiation and formative assessment aims to create a learning process that is more responsive to students’ needs. Differentiation is implemented by adjusting the content, process, and product of learning to accommodate differences in students’ readiness, interests, and learning profiles. Meanwhile, formative assessment is applied continuously to monitor learning progress, provide feedback, and improve instructional decisions in real time. This paper aims to describe the steps for developing differentiated lesson plans with formative assessment and to analyze their implications for learning effectiveness. A descriptive method was used through literature review and document analysis. The results indicate that integrating differentiation and formative assessment into lesson plans increases student engagement and helps teachers make more accurate instructional decisions. Therefore, lesson plans developed with this approach have the potential to foster inclusive, adaptive, and competency-oriented learning.</em></p>Riska AuliyaRatna DewiNovia AmandaMeira Elsi Adista
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif
2026-01-302026-01-30101IMPLEMENTASI PENDEKATAN STEAM SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN LITERASI ABAD KE-21 DAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH PADA SISWA SEKOLAH DASAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/18909
<p>Implementasi pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) menjadi strategi penting dalam memperkuat literasi abad ke-21 dan keterampilan pemecahan masalah pada siswa sekolah dasar. Pendekatan ini mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu secara holistik, mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan inovatif melalui kegiatan eksplorasi, eksperimen, dan proyek berbasis desain rekayasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis literatur, mengkaji berbagai jurnal, buku, dan laporan penelitian terkait penerapan STEAM di sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan STEAM efektif meningkatkan literasi sains, teknologi, dan visual, serta keterampilan berpikir tingkat tinggi, kolaborasi, dan pemecahan masalah siswa. Pendekatan STEAM memfasilitasi pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi, melalui aktivitas pembelajaran yang kontekstual dan kolaboratif. Siswa tidak hanya memahami konsep akademik, tetapi juga belajar bagaimana menerapkan pengetahuan tersebut untuk menyelesaikan masalah nyata secara kritis dan inovatif. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan sarana dan prasarana, kompetensi guru, serta integrasi kurikulum yang belum sepenuhnya mendukung pembelajaran lintas disiplin. Rekomendasi yang diberikan meliputi peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, penyediaan fasilitas pendukung, serta penataan ulang kurikulum agar lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan pembelajaran abad ke-21. Dengan demikian, pendekatan STEAM dapat menjadi solusi strategis dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan abad ke-21, sekaligus memperkuat literasi dan keterampilan pemecahan masalah yang relevan bagi kehidupan dan dunia kerja di masa depan.</p> <p><em>The implementation of the STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) approach is an important strategy in strengthening 21st-century literacy and problem-solving skills in elementary school students. This approach integrates various disciplines holistically, encouraging students to think critically, creatively, collaboratively, and innovatively through exploration activities, experiments, and engineering design-based projects. This study used a qualitative method with a literature analysis approach, reviewing various journals, books, and research reports related to the implementation of STEAM in elementary schools. The results of the study indicate that the STEAM approach is effective in improving science, technology, and visual literacy, as well as higher-order thinking skills, collaboration, and problem-solving. The STEAM approach facilitates the development of 21st-century skills, such as critical thinking, creativity, collaboration, and communication, through contextual and collaborative learning activities. Students not only understand academic concepts but also learn how to apply this knowledge to solve real-life problems critically and innovatively. However, its implementation still faces challenges such as limited facilities and infrastructure, teacher competency, and curriculum integration that does not fully support cross-disciplinary learning. Recommendations include improving teacher competency through training, providing supporting facilities, and restructuring the curriculum to be more flexible and responsive to 21st-century learning needs. Thus, the STEAM approach can be a strategic solution in preparing students to face 21st-century challenges, while strengthening literacy and problem-solving skills relevant to future life and the world of work.</em></p>Prayogi AdriansyahArifin AhmadJesen Putra Wijaya
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif
2026-01-302026-01-30101ANALISIS WACANA KRITIS MODEL TEUN A.VAN DIJK PADA BERITA KORBAN TEWAS BANJIR SUMUT, SUMBAR DAN ACEH TEMBUS 442 ORANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/18852
<p>Pemberitaan bencana banjir dan longsor di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh yang menelan ratusan korban jiwa menjadi isu penting dalam media massa nasional. Berita tidak hanya berfungsi menyampaikan fakta, tetapi juga membentuk realitas sosial melalui bahasa dan struktur teks yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media mengonstruksi realitas bencana melalui pemberitaan berjudul “Korban Tewas Banjir Sumut, Sumbar dan Aceh Tembus 442 Orang” dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis model Teun A. Van Dijk. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi teks berita, wawancara, dan observasi, serta dianalisis melalui struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro yang mencakup aspek semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media menekankan tema tragedi kemanusiaan berskala besar melalui penonjolan jumlah korban dan kondisi darurat. Penyusunan berita serta penggunaan bahasa bernuansa darurat dan emotif membentuk persepsi publik mengenai keparahan bencana serta menempatkan korban sebagai pihak yang paling menderita dan pemerintah sebagai aktor utama yang bertanggung jawab. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa teks berita tidak bersifat netral, melainkan sarat dengan makna dan ideologi yang memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap bencana dan penanganannya.</p> <p><em>The coverage of the floods and landslides in North Sumatra, West Sumatra, and Aceh, which claimed hundreds of lives, has become a significant issue in the national mass media. News does not only function to convey facts, but also to shape social reality through the language and text structure used. This study aims to analyze how the media constructs the reality of the disaster through the news entitled "Flood Death Toll in North Sumatra, West Sumatra, and Aceh Reaches 442 People" using Teun A. Van Dijk's Critical Discourse Analysis model. This study uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques in the form of news text documentation, interviews, and observations, and is analyzed through macrostructures, superstructures, and microstructures that include semantic, syntactic, stylistic, and rhetorical aspects. The results show that the media emphasizes the theme of large-scale humanitarian tragedy by highlighting the number of victims and emergency conditions. The news composition and the use of emergency and emotive language shape public perceptions regarding the severity of the disaster and position the victims as the most suffering party and the government as the main actor responsible. Thus, this study confirms that news texts are not neutral, but rather are laden with meanings and ideologies that influence public understanding of disasters and their management.</em></p>Thesalonica Destri Wuliana Sinaga Eva Herdina Hutahaean
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif
2026-01-302026-01-30101PEMANFAATAN KULIT JAGUNG MENJADI KERANJANG BUAH DI DESA GOLO RU’A
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/18836
<p>Terletak di Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat, Desa Golo Ru’a. Di wilayah tersebut yang belum dimanfaatkan potensinya dalam memanfaatkan limbah pertanian seperti kulit jagung (klobot). Limbah yang sering dianggap tidak berguna ini dapat diubah menjadi bahan mentah yang berharga untuk industri kerajinan tangan melalui pengolahan yang tepat. Inovasi ini sangat relevan di era saat ini di mana konversi limbah menjadi nilai sangat penting. Penelitianini bertujuan untuk mengevaluasi dampak inovasi ini terhadap lingkungan, ekonomi, dan kualitas produk yang dihasilkan, serta mungkin juga untuk memberikan rekomendasi bagi pengembangan lebih lanjut. Manfaat yang dihasilkan antara lain pengurangan sampah, dekorasi ramah lingkungan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan menampilkan kreativitas. Dengan menggunakan Metode pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yang mencakup metode seperti pemetaan komunitas dan pertanyaan apresiatif, pelatihan tersebut secara efektif memenuhi kebutuhan komunitas. Secara keseluruhan, inisiatif ini mengubah limbah menjadi sumber daya yang berharga, sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan mendorong pemberdayaan dan kreativitas masyarakat. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa limbah kulit jagung dapat diubah menjadi bahan baku yang memiliki nilai tambah tinggi melalui proses pengolahan tertentu. Produk-produk yang dihasilkan juga memiliki daya tarik estetika dan nilai jual yang layak.</p> <p><em>Located in Ndoso District, Manggarai Barat Regency, Golo Ru’a. in the region whose potential has not been utilized in utilizing agricultural waste such as corn husks (klobot). This waste, which is often considered useless, can be turned into valuable raw materials for the handicraft industry through proper processing. This innovation is very relevant in today's era where the conversion of waste into value is very important. This study aims to evaluate the impact of this innovation on the environment, economy, and product quality, and perhaps also to provide recommendations for further development. The resulting benefits include reducing waste, eco-friendly decorations, empowering the local economy, and showing creativity. Using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, which includes methods such as community mapping and appreciative questions, the training effectively addresses community needs. Overall, these initiatives turn waste into valuable resources, in line with the principles of sustainable development and promote community empowerment and creativity. The results of the service show that corn husk waste can be converted into raw materials that have high added value through certain processing processes. The resulting products also have aesthetic appeal and a decent selling point.</em></p>Alfonsius JanuYosefina AyurOktavian Moang LandaYosefina Renya NahusAdriana Geofila SuriatiCelina Mistika LamusAnselmus Afri Tayun
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif
2026-01-302026-01-30101