Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit
id-IDJurnal Pendidikan Ilmiah TransformatifTEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/22359
<p>Konstruktivisme merupakan teori pembelajaran yang menekankan peran aktif siswa dalam menciptakan pengetahuan dan pemahamannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji, implementasi, menganalisis efektivitas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, dengan mengumpulkan, mereduksi, dan menganalisis secara kritis berbagai sumber ilmiah primer seperti jurnal dan buku. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Teori Konstruktivisme selalu berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang mendukung siswa supaya mereka dapat mencapai potensi mereka secara optimal. Dengan menerapkan teori konstruktivisme ini, ada peningkatan pemahaman siswa tentang materi dan kepercayaan diri mereka dalam menyampaikan gagasan yang didasarkan pada pengalaman dan pengetahuan mereka sebelumnya. Kesimpulannya adalah Teori konstruktivisme melibatkan hubungan antara pengetahuan sebelumnya dan pengetahuan baru, dan aktivitas belajar yang situasional, menarik, dan menantang. Guru membantu siswa memahami diri mereka sendiri, menjadikannya fasilitator dalam proses ini.</p> <p><em>Constructivism is a learning theory that emphasizes the active role of students in creating their own knowledge and understanding. This study aims to examine, implement, and analyze its effectiveness. The research method used in this study is a literature study, by collecting, reducing, and critically analyzing various primary scientific sources such as journals and books. The results of this study indicate that Constructivism Theory is always committed to creating a supportive environment for students so that they can achieve their potential optimally. By applying this constructivism theory, there is an increase in students' understanding of the material and their confidence in conveying ideas based on their experiences and prior knowledge. The conclusion is that Constructivism Theory involves the relationship between prior knowledge and new knowledge, and learning activities that are situational, interesting, and challenging. Teachers help students understand themselves, making them facilitators in this process.</em></p>Kris Jenms BalukhMaria Indriani SesfaoAurel Zhalzhabilla Radja
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif
2026-06-292026-06-29106DAMPAK KURANGNYA VARIASI PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/22888
<p>Penelitian ini membahas dampak kurangnya variasi pembelajaran terhadap hasil belajar siswa di sekolah dasar. Variasi pembelajaran merupakan keterampilan guru dalam menggunakan metode, media, strategi, dan pola interaksi yang beragam agar proses pembelajaran lebih menarik dan tidak monoton. Namun, masih ditemukan proses pembelajaran yang hanya berpusat pada metode ceramah sehingga siswa menjadi pasif, mudah bosan, dan kurang termotivasi dalam belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Sumber data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, artikel pendidikan, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya variasi pembelajaran berdampak pada menurunnya motivasi belajar, rendahnya konsentrasi dan keaktifan siswa, rendahnya pemahaman materi, serta menurunnya hasil belajar siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru perlu menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, menggunakan metode dan strategi pembelajaran yang bervariasi, memanfaatkan media pembelajaran yang kreatif dan interaktif, serta meningkatkan keterampilan dan kreativitas dalam mengelola pembelajaran. Dengan demikian, variasi pembelajaran sangat penting untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan efektif sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah dasar.</p> <p><em>This study examines the impact of a lack of instructional variety on student learning outcomes in elementary schools. Instructional variety refers to a teacher’s ability to employ diverse methods, media, strategies, and interaction patterns to make the learning process more engaging and less monotonous. However, many learning processes still rely solely on lecture-based methods, causing students to become passive, easily bored, and unmotivated to learn. This study employs a qualitative method using a literature review approach. Data sources were obtained from scientific journals, books, educational articles, and previous studies relevant to the research topic. The results indicate that a lack of instructional variety leads to decreased learning motivation, low student concentration and engagement, poor understanding of the material, and lower student learning outcomes. To address these issues, teachers need to implement differentiated instruction, use varied teaching methods and strategies, utilize creative and interactive learning media, and enhance their skills and creativity in managing the learning process. Thus, instructional variety is crucial for creating an active, enjoyable, and effective learning environment that can improve student learning outcomes in elementary school.</em></p>Parasina Caroldion Br SiburianR.Nazra Fitri NamiraRizki Dwi Aprilia HarahapDiva Egita Purba
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif
2026-06-292026-06-29106STRATEGI PENGELOLAAN KELAS DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN PEMAHAMAN SISWA PADA PEMBELAJARAN SKI DI SMP IT AMSAR KARAWANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/22865
<p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pengelolaan kelas yang diterapkan guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dalam meningkatkan minat dan pemahaman siswa di SMP IT AMSAR Karawang serta mengidentifikasi kendala dan solusi dalam proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan guru SKI sebagai informan utama. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Waruwu, 2023). Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan kelas dilakukan melalui metode storytelling, tanya jawab, pengulangan materi, serta pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi seperti smart board dan video pembelajaran. Strategi tersebut mampu meningkatkan keterlibatan, minat, dan pemahaman siswa terhadap materi SKI serta menanamkan nilai-nilai karakter Islami. Kendala utama yang dihadapi adalah rendahnya minat baca siswa, yang diatasi melalui pengulangan materi, pemberian pertanyaan pemantik, dan pembiasaan siswa untuk aktif menceritakan kembali materi yang telah dipelajari secara mandiri.</p> <p><em>This research aims to describe the classroom management strategies implemented by Islamic Cultural History (SKI) teachers in increasing students' interest and understanding at SMP IT AMSAR Karawang as well as identifying obstacles and solutions in the learning process. The research used a descriptive qualitative approach with SKI teachers as the main informants. Data was obtained through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions (Waruwu, 2023). The validity of the data was tested using triangulation techniques. The research results show that classroom management strategies are carried out through storytelling, question and answer methods, repetition of material, as well as the use of technology-based learning media such as smart boards and learning videos. This strategy is able to increase students' involvement, interest and understanding of SKI material and instill Islamic character values. The main obstacle faced is students' low interest in reading, which is overcome through repetition of material, providing trigger questions, and getting students into the habit of actively retelling material they have studied independently. </em></p>Bilqis HumairaAstuti Darmiyanti
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif
2026-06-292026-06-29106ANALISIS PENGGUNAAN DIKSI PADA BERITA "CEMARI SUNGAI, KLH SEGEL GUDANG ZAT PESTISIDA YANG TERBAKAR DI TANGSEL" PADA MEDIA MASSA ONLINE ANTARA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/22812
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan diksi dalam berita berjudul “Cemari Sungai, KLH Segel Gudang Zat Pestisida yang Terbakar di Tangsel” yang dipublikasikan oleh ANTARA. Analisis diksi dilakukan untuk mengidentifikasi pilihan kata yang digunakan wartawan dalam menyampaikan informasi mengenai kasus pencemaran lingkungan akibat kebakaran gudang pestisida di Tangerang Selatan serta untuk mengetahui fungsi diksi dalam membangun objektivitas dan kredibilitas berita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi (content analysis). Sumber data berupa teks berita yang dianalisis berdasarkan jenis-jenis diksi, meliputi diksi denotatif, teknis, formal, objektif, dan diksi yang menunjukkan tindakan serta keseriusan suatu peristiwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita tersebut didominasi oleh penggunaan diksi denotatif yang bermakna lugas dan tidak menimbulkan penafsiran ganda, seperti kata pencemaran, penyegelan, pemeriksaan, dan pemulihan. Selain itu, ditemukan penggunaan diksi teknis yang berasal dari bidang lingkungan hidup dan hukum, seperti audit lingkungan, sanksi paksaan pemerintah, zat pestisida, dan rehabilitasi lingkungan. Penggunaan istilah teknis tersebut berfungsi memperkuat akurasi informasi serta menunjukkan bahwa pemberitaan didasarkan pada fakta dan prosedur resmi. Berita juga menggunakan diksi formal dan baku yang sesuai dengan kaidah bahasa jurnalistik, sehingga menciptakan kesan profesional dan terpercaya. Selanjutnya, penggunaan kata kerja seperti menyegel, meninjau, memerintahkan, menangani, dan melakukan pemeriksaan menunjukkan adanya penekanan pada tindakan konkret yang dilakukan pemerintah dalam merespons kasus pencemaran. Di sisi lain, penggunaan kata-kata seperti dugaan pelanggaran dan diduga sebagai sumber pencemaran mencerminkan sikap netral dan kehati-hatian jurnalistik karena proses investigasi masih berlangsung. Pilihan diksi tersebut menunjukkan bahwa media berupaya menjaga objektivitas pemberitaan dengan menghindari bahasa yang bersifat menghakimi atau provokatif. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa penggunaan diksi dalam berita tersebut mencerminkan karakteristik utama bahasa jurnalistik, yaitu informatif, akurat, objektif, formal, dan mudah dipahami pembaca. Pemilihan kata yang tepat tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi secara efektif, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap media serta memperkuat pemahaman masyarakat mengenai isu pencemaran lingkungan yang diberitakan</p>Shoffiyah ZuhraNurhidayah LubisAulia MaharaniAura CalysaNahdah Alfina HR. Siregar
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif
2026-06-292026-06-29106ANALISIS PERAN GURU DALAM MEWUJUDKAN KELAS AKTIF BERBASIS KURIKULUM MERDEKA DI SMPN 2 KARAWANG TIMUR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/22692
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam menciptakan pembelajaran aktif pada pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMPN 2 Karawang Timur. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara dengan seorang guru Bahasa Indonesia di SMPN 2 Karawang Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran aktif dilakukan dengan penggunaan media audio visual berbasis smartboard, diskusi kelompok, dan kegiatan observasi langsung di lingkungan sekolah. Guru juga mendorong siswa untuk lebih aktif memahami dan mengembangkan materi secara mandiri, sementara guru berperan sebagai pembimbing selama proses belajar berlangsung. Pelaksanaan pembelajaran aktif masih memiliki kendala, seperti perbedaan karakter siswa dan fasilitas teknologi yang belum merata. Namun, penggunaan media pembelajaran mampu membuat siswa lebih fokus dan antusias. Pengelolaan kelas dilakukan melalui kesepakatan belajar bersama serta pendekatan personal kepada siswa yang kurang aktif atau mengalami kesulitan belajar. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keberhasilan pembelajaran aktif dalam Kurikulum Merdeka dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran yang menarik dan cara mengajar yang tegas tetapi tetap memahami kebutuhan siswa.</p> <p><em>This study aims to determine the role of teachers in creating active learning during the implementation of the Independent Curriculum at SMPN 2 Karawang Timur. The study used a descriptive qualitative method through interviews with an Indonesian language teacher at SMPN 2 Karawang Timur. The results indicate that active learning is carried out through the use of smartboard-based audio-visual media, group discussions, and direct observation activities in the school environment. Teachers also encourage students to actively understand and develop the material independently, while acting as guides throughout the learning process. The implementation of active learning still faces challenges, such as differences in student characteristics and uneven technological facilities. However, the use of learning media can improve student focus and enthusiasm. Classroom management is carried out through collaborative learning agreements and personalized approaches to students who are less active or experiencing learning difficulties. The results of the study can be concluded that the success of active learning in the Independent Curriculum is influenced by teachers' ability to use engaging learning media and a firm teaching style that still understands students' needs.</em></p>Annisa Hazrina HuwaidahAstuti Darmiyanti
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif
2026-06-292026-06-29106PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA BAAMBOOZLE TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SISTEM EKONOMI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/22881
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep peserta didik pada materi sistem ekonomi akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurang memanfaatkan media pembelajaran interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan pemahaman konsep sistem ekonomi antara peserta didik yang belajar menggunakan model Discovery Learning berbantuan media Baamboozle dan peserta didik yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi experiment berupa non-equivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 36 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa pretest dan posttest. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, uji paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman konsep yang lebih tinggi pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Nilai rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 58,50 menjadi 84,49 dengan nilai N-Gain sebesar 0,59 (kategori sedang), sedangkan kelas kontrol meningkat dari 53,50 menjadi 74,50 dengan nilai N-Gain sebesar 0,49 (kategori sedang). Dengan demikian, model Discovery Learning berbantuan media Baamboozle terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep sistem ekonomi peserta didik.</p> <p><em>This study was motivated by students’ low conceptual understanding of economic systems due to teacher-centered learning and the limited use of interactive learning media. The study aimed to determine the differences in conceptual understanding improvement between students taught using the Discovery Learning model assisted by Baamboozle media and those taught using conventional learning methods. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental method using a non-equivalent control group design. The sample consisted of an experimental class and a control class, each comprising 36 students. Data were collected through pretests and posttests. Data analysis included normality tests, homogeneity tests, paired sample t-tests, and independent sample t-tests. The results indicated that the improvement in conceptual understanding was higher in the experimental class than in the control class. The average score of the experimental class increased from 58.50 to 84.49 with an N-Gain score of 0.59 (moderate category), while the control class increased from 53.50 to 74.50 with an N-Gain score of 0.49 (moderate category).</em></p>Dina NurmalaSri Hardianti SartikaRaden Roro Suci Nurdianti
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif
2026-06-292026-06-29106MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI MAN 2 GRESIK
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/22832
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di MAN 2 Gresik. Fokus penelitian meliputi proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan sarana dan prasarana pendidikan serta kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang sarana dan prasarana, guru, dan tenaga kependidikan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sarana dan prasarana di MAN 2 Gresik telah dilaksanakan melalui empat fungsi manajemen, yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling). Perencanaan dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan dan skala prioritas yang disusun melalui rapat kerja madrasah. Pengorganisasian dilakukan dengan pembagian tugas yang jelas antara kepala madrasah, wakil kepala bidang sarana dan prasarana, guru, serta tenaga kependidikan. Pelaksanaan meliputi pengadaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan fasilitas pendidikan yang mendukung proses pembelajaran. Pengawasan dilakukan secara berkala melalui monitoring, inventarisasi, dan evaluasi sarana dan prasarana. Implementasi manajemen sarana dan prasarana yang efektif berdampak pada terciptanya lingkungan belajar yang nyaman, meningkatnya pemanfaatan media pembelajaran, optimalisasi penggunaan teknologi pendidikan, serta meningkatnya kualitas proses pembelajaran di kelas. Faktor pendukung meliputi dukungan anggaran, komitmen pimpinan madrasah, dan partisipasi warga sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran pemeliharaan dan belum meratanya pemanfaatan fasilitas berbasis teknologi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa manajemen sarana dan prasarana yang dilaksanakan secara terencana, terorganisasi, dan berkelanjutan berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di MAN 2 Gresik.</p>Muttaqin NugrohoSuyantoA. Faizin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif
2026-06-292026-06-29106ANALISIS SWOT TERHADAP INTEGRASI ILMU DAN NILAI DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MAN 2 KARAWANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/22712
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi ilmu dan nilai dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MAN 2 Karawang menggunakan analisis SWOT. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ilmu dan nilai diterapkan melalui pengaitan materi sejarah Islam dengan nilai-nilai keislaman, penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi, serta pemanfaatan media digital seperti Canva dan Quizizz. Kekuatan utama terletak pada kompetensi guru dan dukungan fasilitas pembelajaran yang memadai. Kendala yang dihadapi meliputi rendahnya minat belajar siswa terhadap SKI, keterbatasan waktu pembelajaran, serta pengaruh informasi sejarah yang tidak selalu akurat di media digital. Peluang pengembangan terlihat pada kegiatan wisata religi dan pembelajaran berpusat pada siswa. Berdasarkan analisis SWOT, integrasi ilmu dan nilai memiliki potensi besar dikembangkan melalui penguatan literasi digital, inovasi pembelajaran, serta penanaman moderasi beragama dan karakter Islami. </p> <p><em>This study aims to analyze the integration of knowledge and values in Islamic Cultural History (SKI) learning at MAN 2 Karawang using a SWOT analysis. The study was conducted using descriptive qualitative methods through observation, interviews, and documentation studies. The results show that the integration of knowledge and values is implemented through linking Islamic history material with Islamic values, the use of varied learning methods, and the utilization of digital media such as Canva and Quizizz. The main strengths lie in teacher competence and adequate learning facilities. Obstacles faced include low student interest in SKI, limited learning time, and the influence of inaccurate historical information in digital media. Development opportunities are seen in religious tourism activities and student-centered learning. Based on the SWOT analysis, the integration of knowledge and values has great potential to be developed through strengthening digital literacy, learning innovation, and instilling religious moderation and Islamic character.</em></p>Bilqis HumairaAnnisa HazrinaAstri SeptianiHaidar AliAfiyatun Kholifah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif
2026-06-292026-06-29106