Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit id-ID Sat, 28 Feb 2026 04:51:28 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENGARUH MEDIA PANGIR SCIENCE BOX BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELAYU TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SDN 132411 KOTA TANJUNGBALAI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/20114 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Pangir Science Box berbasis kearifan lokal Melayu terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN 132411 Kota Tanjungbalai pada materi manfaat tumbuhan dalam kehidupan. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA, keterbatasan media pembelajaran yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal, serta kurangnya pemanfaatan tradisi budaya lokal dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pre-experimental jenis one group pre-test-post-test design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SDN 132411 dengan sampel sebanyak 25 siswa. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar kognitif dalam bentuk pilihan ganda yang terdiri dari 20 soal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan setelah penggunaan media Pangir Science Box. Nilai rata-rata pre-test siswa sebesar 59,00 meningkat menjadi 77,60 pada post-test dengan peningkatan sebesar 18,60 poin. Tingkat ketuntasan belajar siswa juga meningkat dari 28% menjadi 80%. Hasil uji hipotesis menggunakan Paired Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) &lt; 0,001, yang lebih kecil dari 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan media Pangir Science Box berbasis kearifan lokal Melayu terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN 132411 Kota Tanjungbalai.</p> <p><em>This study aims to determine the effect of using the Pangir Science Box media based on Malay local wisdom on the science learning outcomes of fourth-grade students at SDN 132411 Tanjungbalai City on the material of the benefits of plants in life. The background of this study is the low learning outcomes of students in science subjects, the limited availability of contextual and local wisdom-based learning media, and the lack of utilization of local cultural traditions in learning. This study used an experimental method with a pre-experimental design of the one-group pretest-posttest type. The research population was all fourth-grade students at SDN 132411, with a sample size of 25 students. The research instrument was a cognitive learning achievement test in the form of multiple choice consisting of 20 questions. The results showed a significant increase in student learning outcomes after using the Pangir Science Box media. The average pretest score of students was 59.00, increasing to 77.60 on the posttest, with an increase of 18.60 points. The level of student learning completeness also increased from 28% to 80%. The hypothesis test results using the Paired Sample t-test showed a significance value (Sig. 2-tailed) &lt; 0.001, which is smaller than 0.05, so H₀ was rejected and Hₐ was accepted. Thus, it can be concluded that there is a significant effect of the use of the Pangir Science Box media based on Malay local wisdom on the science learning outcomes of fourth-grade students at SDN 132411 Tanjungbalai City.</em></p> Dilla Natasya, Fahrur Rozi, Nurhairani, Putra Afriadi, Suyit Ratno Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/20114 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SMART BOX KERAGAMAN BUDAYA PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV SDN 1 PAGERSARI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/20149 <p>Media pembelajaran smart box materi keragaman budaya kelas IV sekolah dasar berperan penting dalam membantu guru menyampaikan materi secara lebih efektif. Namun, di SDN 1 Pagersari penggunakan media pembelajaran masih sangat terbatas dan belum optimal, yang berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, kevalidan, kepraktisan, keefektifan bahan ajar interaktif materi dongeng kelas IV SDN 1 Pagersari. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&amp;D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 1 Pagersari. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan tes. Hasil menunjukkan media pembelajaran smart box memperoleh kelayakan media pembelajaran dan aspek materi. Keduanya masuk dalam kategori sangat valid. Respon siswa dan guru menunjukkan media sangat praktis. Keefektifan me mencapai media pembelajaran smart box ada uji coba terbatas dan pada uji coba luas, yang tergolong sangat efektif. Dengan demikian, media pembelajaran smart box materi keragaman budaya siswa kelas IV Sekolah Dasar dinyatakan sangat valid, praktis, dan efektif sehingga layak digunakan dalam proses pembelajaran IPAS materi keragaman budaya pada siswa kelas IV sekolah dasar.</p> Adira Zahwa Ayuningtyas, Wahid Ibnu Zaman, Zainal Afandi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/20149 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 GAMBARAN SEPARATION ANXIETY DISORDER PADA REMAJA DI PESANTREN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/20200 <p>Separation Anxiety Disorder (SAD) adalah salah satu jenis gangguan kecemasan yang ditandai oleh rasa takut dan cemas yang berlebihan ketika berpisah dari orang-orang yang dekat, seperti orang tua atau pengasuh utama. Meskipun SAD lebih sering dikaitkan dengan usia anak-anak, berbagai studi menunjukkan bahwa kondisi ini dapat bertahan atau muncul kembali pada usia remaja, terutama saat individu mengalami perubahan besar dalam lingkungan mereka. Salah satu konteks yang dapat memicu gejala kecemasan perpisahan adalah lingkungan pesantren, di mana remaja harus tinggal jauh dari keluarga dan beradaptasi dengan pendidikan berasrama. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan gambaran separation anxiety disorder pada remaja di Pesantren Condong, mengevaluasi tingkat kecemasan perpisahan berdasarkan kategori tertentu, serta mengidentifikasi perbedaan tingkat SAD antara jenis kelamin. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 272 santri yang dipilih dengan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Separation Anxiety Symptom Inventory (SASI). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori SAD sedang (72,1%), dengan aspek emosional dan kognitif sebagai aspek yang paling dominan. Selain itu, baik siswa laki-laki maupun perempuan menunjukkan tingkat SAD pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa kecemasan perpisahan tetap menjadi isu psikologis yang penting pada remaja di pesantren yang memerlukan perhatian melalui layanan bimbingan dan konseling yang terprogram dan berkelanjutan.</p> <p><em>Separation Anxiety Disorder (SAD) is a type of anxiety disorder characterized by excessive fear and distress when individuals are separated from significant attachment figures, such as parents or primary caregivers. Although SAD is more commonly associated with childhood, previous studies indicate that its symptoms may persist or re-emerge during adolescence, particularly when individuals experience major environmental transitions. One context that may trigger separation anxiety symptoms is the Islamic boarding school environment (pesantren), where adolescents are required to live apart from their families and adapt to a residential education system. This study aims to describe the profile of Separation Anxiety Disorder among adolescents at Pesantren Condong, examine the level of separation anxiety based on specific categories, and identify differences in SAD levels by gender. The research employed a quantitative approach with a descriptive method. The participants consisted of 272 students selected through Proportional Stratified Random Sampling. Data were collected using the Separation Anxiety Symptom Inventory (SASI) and analyzed using descriptive statistical techniques. The findings indicate that the majority of students fall within the moderate category of SAD (72.1%), with emotional and cognitive aspects emerging as the most dominant dimensions. Furthermore, both male and female students predominantly exhibited moderate levels of SAD. These results suggest that separation anxiety remains a significant psychological concern among adolescents in boarding school settings and highlights the importance of structured and sustainable guidance and counseling services to address this issue.</em></p> Dalfa Farhatul Ummah, Muhammad Muhajirin, Agung Nugraha Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpit/article/view/20200 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000