PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK MASA SEKOLAH MENENGAH ATAS DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN PAI(Fisik, Sosial-Emosional, Intelektual (Kognitif/Bahasa), Moral & Agama).

Penulis

  • Muhammad Iqbal Institut Agama Islam Pesrsatuan Persis Bandung

Kata Kunci:

Perkembangan Remaja SMA, Perkembangan Kognitif Dan Sosial-Emosional, Pendidikan Agama Islam (PAI)

Abstrak

Masa SMA merupakan tahap remaja akhir yang krusial dengan perubahan fisik pesat, emosi labil, kemampuan kognitif formal (abstrak), dan pencarian identitas moral-agama. Implikasinya dalam PAI menuntut pendekatan dialogis, kontekstual, dan bimbingan akhlak yang mendalam. Guru harus memfasilitasi diskusi kritis, menanamkan nilai moral melalui keteladanan, serta mengaitkan materi agama dengan isu sosial-emosional remaja. Perkembangan peserta didik pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) ditandai dengan perubahan signifikan pada berbagai aspek. Secara fisik, terjadi kematangan organ reproduksi dan perubahan bentuk tubuh. Secara kognitif, siswa SMA berada pada tahap operasional formal, yang memungkinkan mereka berpikir abstrak, hipotetis, dan kritis Scribd. Perkembangan sosial-emosional menunjukkan pencarian identitas diri yang kuat, pengaruh teman sebaya, dan emosi yang sering fluktuatif Scribd. Dalam aspek moral dan agama, remaja SMA mulai mengevaluasi nilai-nilai yang ditanamkan sebelumnya, menuju pemahaman agama yang lebih rasional dan personal Scribd.

High school is a crucial stage of late adolescence with rapid physical changes, unstable emotions, formal (abstract) cognitive abilities, and the search for moral-religious identity. The implications in Islamic Religious Education (PAI) demand a dialogical, contextual approach and in-depth moral guidance. Teachers must facilitate critical discussions, instill moral values through role models, and relate religious material to adolescent socio-emotional issues. The development of students at the Senior High School (SMA) level is marked by significant changes in various aspects. Physically, reproductive organ maturity and changes in body shape occur. Cognitively, high school students are in the formal operational stage, which enables them to think abstractly, hypothetically, and critically Scribd. Social-emotional development shows a strong search for self-identity, peer influence, and often fluctuating emotions Scribd. In the moral and religious aspects, high school adolescents begin to evaluate previously instilled values, moving towards a more rational and personal understanding of religion Scribd.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28