STRATEGI METAKOGNITIF DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK

Penulis

  • Aulia Putri Ramadani STAI Al-Gazali Bulukumba
  • Tassya STAI Al-Gazali Bulukumba
  • Rira Alfatiha STAI Al-Gazali Bulukumba
  • Muhammad Alfian Akhmad STAI Al-Gazali Bulukumba
  • Rahmatul Hidayah M STAI Al-Gazali Bulukumba
  • Musdalifah STAI Al-Gazali Bulukumba

Kata Kunci:

Strategi Metakognitif, Kemampuan Pemecahan Masalah, Berpikir Tingkat Tinggi, Peserta Didik

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh penerapan strategi metakognitif terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills) yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan akademik dan kesiapan peserta didik menghadapi tantangan kehidupan nyata. Namun, dalam praktik pembelajaran, peserta didik masih sering mengalami kesulitan dalam memahami masalah, merancang strategi penyelesaian, serta mengevaluasi hasil pemecahan masalah secara sistematis. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah rendahnya kesadaran peserta didik terhadap proses berpikirnya sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas peserta didik tingkat menengah yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa pembelajaran dengan strategi metakognitif, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan pemecahan masalah dan angket kesadaran metakognitif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial.

This study aims to analyze in depth the effect of implementing metacognitive strategies on students' problem-solving abilities. Problem-solving is a higher-order thinking skill that is crucial for academic success and readiness to face real-life challenges. However, in practical learning, students often struggle to understand problems, devise strategies for solving them, and systematically evaluate their problem-solving outcomes. One contributing factor to this is students' low awareness of their own thinking processes. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental nonequivalent control group design. The subjects consisted of secondary-level students divided into an experimental group and a control group. The experimental group received treatment in the form of learning with metacognitive strategies, while the control group received conventional learning. The research instruments included a problem-solving ability test and a metacognitive awareness questionnaire. Data analysis was conducted using descriptive and inferential statistics.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28