PEMANFAATAN CHATGPT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS KEBENARAN JAWABAN BAGI MAHASISWA PAK STAMBUK 2024
Kata Kunci:
ChatGPT, Pembelajaran Digital, Analisis Kebenaran Jawaban, Berpikir Kritis, Mahasiswa PAKAbstrak
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, salah satunya melalui pemanfaatan ChatGPT sebagai media pembelajaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan ChatGPT dalam meningkatkan kemampuan analisis kebenaran jawaban mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK) Stambuk 2024. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan mahasiswa untuk tidak hanya menerima jawaban secara instan, tetapi juga mampu mengevaluasi, memverifikasi, dan menilai kebenaran informasi yang diperoleh. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT sebagai media pembelajaran digital dapat membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, meningkatkan ketelitian dalam menganalisis jawaban, serta mendorong sikap reflektif terhadap kebenaran informasi. Namun demikian, diperlukan pendampingan dosen dan literasi digital yang memadai agar pemanfaatan ChatGPT tetap sesuai dengan tujuan pembelajaran dan etika akademik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan inovasi pembelajaran digital di lingkungan pendidikan tinggi, khususnya pada Program Studi PAK.
The development of artificial intelligence technology has significantly transformed the educational landscape, particularly through the use of ChatGPT as a digital learning medium. This study aims to analyze the utilization of ChatGPT in improving the ability to analyze the correctness of answers among students of the Christian Religious Education (PAK) Study Program, cohort 2024. The background of this research is based on the need for students not only to obtain instant answers but also to critically evaluate, verify, and assess the validity of information. This study employs a qualitative descriptive approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that ChatGPT as a digital learning medium can enhance students’ critical thinking skills, improve accuracy in analyzing answers, and foster reflective attitudes toward information validity. Nevertheless, proper guidance from lecturers and adequate digital literacy are essential to ensure that the use of ChatGPT aligns with learning objectives and academic ethics. This research is expected to contribute to the development of innovative digital learning strategies in higher education, particularly within the PAK study program.



