MENGIDENTIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Penulis

  • Renita Azzahra Nuryata Universitas Bina Bangsa
  • Zakia bunga Yudistira Universitas Bina Bangsa
  • Ratna Dewi Universitas Bina Bangsa
  • Natasya Ramadani Universitas Bina Bangsa
  • Cahya Felisiana Universitas Bina Bangsa

Kata Kunci:

Anak Berkebutuhan Khusus, Pendidikan Inklusi, Identifikasi, Penilaian, SD

Abstrak

Anak berkebutuhan khusus (ABK) mempunyai hak yang setara dalam mendapatkan pendidikan yang bermutu tanpa adanya diskriminasi. Pendidikan inklusi muncul sebagai upaya untuk melengkapi hak tersebut melalui layanan pendidikan yang sesuai dengan keperluan dan ciri-ciri individu peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses identifikasi anak berkebutuhan khusus di lingkungan pendidikan, khususnya di sekolah dasar, serta menggambarkan karakteristik ABK yang ditemukan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, pengajar reguler, juga guru pembimbing khusus. Cara pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses analisis dan penilaian ABK mempunyai peran krusial dalam menentukan layanan pendidikan yang tepat. Namun, masih terdapat berbagai kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru dalam mengidentifikasi ABK, minimnya dukungan tenaga profesional, serta keterbatasan fasilitas pendukung. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru, penguatan sistem asesmen, serta dukungan kebijakan pemerintah guna menciptakan pendidikan inklusi yang adil juga berkelanjutan. 

Children with special needs (CSN) have equal rights to quality education without discrimination. Inclusive education emerges as an effort to fulfill these rights through educational services tailored to the needs and characteristics of individual learners. This research aims to explain the identification process of children with special needs in the educational environment, particularly in elementary schools, and to describe the characteristics of the identified CSN. The research approach used is descriptive qualitative, with research subjects including school principals, regular teachers, and special guidance teachers. Data collection was conducted through observation and interviews. The findings show that the analysis and assessment process of CSN plays a crucial role in determining appropriate educational services. However, there are still various obstacles, such as teachers' limited competencies in identifying CSN, insufficient support from professional staff, and inadequate supporting facilities. Therefore, there is a need to improve teachers' competencies, strengthen the assessment system, and provide government policy support to create fair and sustainable inclusive education.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30