PENGUKURAN EFEKTIVITAS MESIN DRY LAMINATION PADA PRODUKSI KEMASAN FLEKSIBEL DI PT XYZ

Penulis

  • Cika Arini Pramesti Universitas Pendidikan Indonesia
  • Syifa Fajar Maulani Universitas Pendidikan Indonesia
  • Ma'ruf Universitas Pendidikan Indonesia

Kata Kunci:

Efektivitas Peralatan, Overall Equipment Effectiveness, Six Big Losses, Dry Lamination

Abstrak

Proses dry lamination merupakan salah satu tahapan penting dalam produksi kemasan fleksibel karena berperan dalam membentuk struktur multilayer serta menentukan kualitas perekatan antar material. Namun, kinerja mesin dry lamination yang belum optimal dapat menyebabkan kehilangan waktu produksi, penurunan kecepatan operasi, serta meningkatnya produk cacat yang berdampak pada efektivitas mesin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja mesin dry lamination di PT XYZ menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), mengidentifikasi sumber kerugian dominan berdasarkan pendekatan Six Big Losses, serta memberikan usulan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas mesin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif berdasarkan data operasional tiga mesin dry lamination (Drylami 2, Drylami 3, dan Drylami 4) selama periode Januari–Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE rata-rata masing-masing mesin sebesar 33% pada Drylami 2, 43% pada Drylami 3, dan 45% pada Drylami 4, yang seluruhnya masih berada di bawah standar OEE ideal sebesar 85%. Komponen quality menjadi faktor yang paling berkontribusi terhadap rendahnya nilai OEE dengan nilai berkisar antara 52–61%. Hasil analisis Six Big Losses menunjukkan bahwa defect losses merupakan kerugian yang paling dominan dan konsisten pada seluruh mesin sebesar 14%, diikuti oleh reduced speed losses sebesar 12–14%. Selain itu, Drylami 2 memiliki breakdown losses tertinggi sebesar 20% yang berdampak pada rendahnya nilai availability. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan efektivitas mesin perlu difokuskan pada pengurangan produk cacat, pengendalian parameter proses laminasi, peningkatan kepatuhan terhadap work instruction, serta penguatan program pemeliharaan mesin untuk mengurangi kerusakan dan kehilangan waktu produksi.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-01