ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN MAHASISWA PENDIDIKAN TATA BOGA UPI 2025 TERHADAP FILOSOFI NASI TUMPENG
Kata Kunci:
Filosofi Nasi Tumpeng, Pemahaman Mahasiswa, Pendidikan Tata Boga, Budaya Kuliner IndonesiaAbstrak
Nasi tumpeng merupakan salah satu warisan budaya kuliner Indonesia yang mengandung nilai filosofis dan simbolik yang mencerminkan identitas masyarakat. Namun, perkembangan modernisasi berpotensi mengurangi pemahaman generasi muda terhadap makna budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga Universitas Pendidikan Indonesia angkatan 2025 terhadap filosofi nasi tumpeng, aspek filosofi yang dipahami, serta sumber pengetahuan yang dimiliki mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket daring kepada 52 mahasiswa dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa persentase dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman mahasiswa terhadap filosofi nasi tumpeng berada pada kategori cukup. Sebagian besar responden memahami nasi tumpeng sebagai warisan budaya kuliner Indonesia dan simbol rasa syukur dalam berbagai kegiatan masyarakat. Filosofi yang paling dipahami adalah makna bentuk kerucut sebagai simbol hubungan manusia dengan Tuhan. Sementara itu, pemahaman mengenai makna simbolis beberapa lauk pendamping dan istilah “Tumpaku Sing Mempeng” masih relatif rendah. Temuan penelitian menunjukkan perlunya penguatan pembelajaran berbasis budaya untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap nilai filosofis kuliner tradisional Indonesia.
Tumpeng rice is one of Indonesia’s culinary cultural heritages that embodies philosophical and symbolic values reflecting the identity of its society. However, the advancement of modernization has the potential to reduce younger generations’ understanding of the cultural meanings embedded in traditional foods. This study aimed to analyze the level of understanding of students from the Culinary Education Study Program at Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Class of 2025, regarding the philosophy of tumpeng rice, the philosophical aspects they understand, and their sources of knowledge about it. The study employed a quantitative approach using a descriptive method. Data were collected through an online questionnaire distributed to 52 students and analyzed using descriptive statistics, including percentages and frequency distributions. The findings revealed that the students’ level of understanding of the philosophy of tumpeng rice was in the moderate category. Most respondents recognized tumpeng rice as part of Indonesia’s culinary cultural heritage and as a symbol of gratitude in various community activities. The most widely understood philosophical aspect was the cone-shaped form of tumpeng rice, which symbolizes the relationship between humans and God. Meanwhile, understanding of the symbolic meanings of several side dishes and the term “Tumpaku Sing Mempeng” remained relatively low. The findings indicate the need to strengthen culture-based learning to enhance students’ understanding of the philosophical values embedded in Indonesian traditional cuisine.




