TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DIGITAL: STUDI LITERATUR SISTEMATIS TERHADAP PELUANG DAN TANTANGAN IMPLEMENTASINYA
Kata Kunci:
Pendidikan Islam, Transformasi Digital, Kecerdasan Buatan, Literasi Digital, Studi Literatur SistematisAbstrak
Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mendorong transformasi besar dalam berbagai lini kehidupan, termasuk dunia pendidikan Islam. Fenomena ini membuka peluang sekaligus memunculkan tantangan baru bagi lembaga pendidikan Islam, mulai dari madrasah, sekolah berbasis agama, hingga pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan memetakan secara sistematis peluang dan tantangan transformasi digital dalam pendidikan Islam berdasarkan kajian literatur terkini. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis (systematic literature review) dengan pendekatan naratif-tematik yang mengacu pada prinsip-prinsip PRISMA, melalui penelusuran artikel ilmiah pada basis data akademik nasional dan internasional periode 2021-2026, yang selanjutnya diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menjadi sejumlah artikel primer untuk dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi digital membuka peluang berupa personalisasi pembelajaran, efisiensi evaluasi, perluasan akses dan inovasi kurikulum, penguatan literasi digital santri, serta perluasan dakwah digital. Di sisi lain, ditemukan tantangan signifikan berupa kesenjangan digital, keterbatasan kompetensi pendidik, persoalan etika dan keamanan data, pergeseran otoritas keilmuan tradisional, serta risiko ketergantungan kognitif terhadap AI. Penelitian ini merumuskan kerangka integratif yang menempatkan nilai-nilai keislaman sebagai pijakan utama dan teknologi sebagai wasilah (sarana), yang perlu didukung tata kelola etis, penguatan kompetensi digital pendidik, dan kolaborasi multipihak (pentahelix) agar transformasi digital pendidikan Islam berjalan berkelanjutan tanpa mengikis nilai spiritualitas dan akhlak peserta didik.
The rapid advancement of digital technology and Artificial Intelligence (AI) has driven substantial transformation across various sectors, including Islamic education. This phenomenon presents both opportunities and new challenges for Islamic educational institutions, ranging from madrasah and faith-based schools to Islamic boarding schools (pesantren). This study aims to systematically map the opportunities and challenges of digital transformation in Islamic education based on recent literature. A systematic literature review with a narrative-thematic approach informed by PRISMA principles was employed, searching academic articles from national and international databases published between 2021 and 2026, which were then selected through inclusion and exclusion criteria into a set of primary articles for in-depth analysis. The findings indicate that digital transformation offers opportunities such as personalized learning, evaluation efficiency, expanded access and curriculum innovation, strengthened digital literacy among students (santri), and the expansion of digital da'wah. Conversely, significant challenges were identified, including the digital divide, limited educator competence, ethical and data-security concerns, shifts in traditional scholarly authority, and the risk of cognitive dependency on AI. This study proposes an integrative framework positioning Islamic values as core principles and technology as a means (wasilah), supported by ethical governance, strengthened educator digital competence, and multi-stakeholder (pentahelix) collaboration so that the digital transformation of Islamic education proceeds sustainably without eroding students' spirituality and moral character.




