TUTURAN ADAT DALAM RITUAL TIWA ULE WOGO PADA MASYARAKAT NILANAPO, KECAMATAN OMESURI, KABUPATEN LEMBATA
Kata Kunci:
Tuturan Adat, Tiwa Ule Wogo, Bahasa Lamaholot, Bentuk, Makna, FungsiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi tuturan adat dalam ritual Tiwa Ule Wogo pada masyarakat Nilanapo, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian berupa data lisan, yaitu syair atau tuturan adat yang digunakan dalam pelaksanaan ritual Tiwa Ule Wogo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan rekam. Analisis data dilakukan berdasarkan perspektif Linguistik Kebudayaan yang memandang bahasa sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan budaya masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tuturan adat dalam ritual Tiwa Ule Wogo terdiri atas nomina, verba, pronomina, adjektiva, dan repetisi. Makna yang terkandung dalam tuturan adat meliputi makna permohonan, religius, simbolik, dan sosial atau kebersamaan. Sementara itu, fungsi tuturan adat meliputi fungsi informatif dan direktif. Tuturan adat tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi dalam ritual, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan doa, harapan, penghormatan kepada leluhur, serta memperkuat hubungan sosial masyarakat. Dengan demikian, tuturan adat dalam ritual Tiwa Ule Wogo merupakan bagian penting dari warisan budaya masyarakat Nilanapo yang perlu dipertahankan dan dilestarikan.
This study aims to describe the forms, meanings, and functions of traditional utterances used in the Tiwa Ule Wogo ritual among the Nilanapo community, Omesuri District, Lembata Regency. This study employed a qualitative approach. The data consisted of oral data in the form of traditional utterances or verses used in the implementation of the Tiwa Ule Wogo ritual. Data were collected through interviews, documentation, and recording techniques. The data were analyzed using the Cultural Linguistics perspective, which views language as an inseparable part of the cultural life of a community. The results show that the traditional utterances in the TiwaUle Wogo ritual consist of several linguistic forms, namely nouns, verbs, pronouns, adjectives, and repetition. The meanings contained in the utterances include supplication, religious, symbolic, and social or togetherness meanings. Meanwhile, the functions of the traditional utterances consist of informative and directive functions. These traditional utterances do not merely function as a means of communication in the ritual, but also serve as a medium for expressing prayers, hopes, respect for ancestors, and strengthening social relationships within the community. Therefore, the traditional utterances in the Tiwa Ule Wogo ritual constitute an important part of the cultural heritage of the Nilanapo community that needs to be preserved and passed on to future generations.




