PERAN PENTING PENDIDIKAN TAUHID DI TINGKAT SEKOLAH SD/MI

Penulis

  • Mega Rezky STAI Al-Gazali Bulukumba
  • Putri Amelia Arif STAI Al-Gazali Bulukumba
  • Ummi Nur Kholifah STAI Al-Gazali Bulukumba
  • A. Gitalis STAI Al-Gazali Bulukumba
  • Awal Fajar STAI Al-Gazali Bulukumba

Kata Kunci:

Modal Ventura, Pemilik Modal, Profesional

Abstrak

Semua pendidik agama Islam, baik di dewan taklim, pesantren, madrasah, maupun di ruang kelas, mulai menghadapi masalah dalam belajar ilmu Tauhid mengapa demikian? Karena, secara abstrak sumber masalah tauhid itu sendiri adalah gaib. Oleh karena itu, para pendidik harus menggunakan berbagai metodologi dalam pengajaran dan pengembangan Ilmu Tauhid/Kalam, yaitu (1) teologis (naqli); (2) filosofis (aqli); (3) teoritis; dan (4) kontekstual dan aplikatif. Untuk memenuhi standar kompetensi ini, siswa dapat menggunakan strategi pembelajaran berikut: (1) model pembelajaran inovatif; (2) memaksimalkan penggunaan media pembelajaran; (3) menilai proporsi dari awal pembelajaran hingga selesai; dan (4) mengevaluasi proporsi dari awal pembelajaran hingga selesai. Menurut peringatan dalam ayat sebuah ayat, pendidikan tauhid merupakan pendidikan yang pertama dan yang utama bagi setiap muslim. Tauhid adalah landasan yang seharusnya mendasari pikirannya, perasaannya, dan tindakannya. 

All Islamic religious educators, both in taklim councils, Islamic boarding schools, madrasas, and in classrooms, are starting to face problems in learning the science of Tawhid. Why is that? Because, in the abstract, the source of the problem of monotheism itself is supernatural. Therefore, educators must use various methodologies in teaching and developing the Science of Tauhid/Kalam, namely (1) theological (naqli); (2) philosophical (aqli); (3) theoretical; and (4) contextual and applicable. To meet these competency standards, students can use the following learning strategies: (1) innovative learning models; (2) maximizing the use of learning media; (3) assess the proportion from the start of learning to completion; and (4) evaluating the proportion from start of learning to completion. According to the warning in verse a verse, monotheistic education is the first and foremost education for every Muslim. Tauhid is the foundation that should underlie his thoughts, feelings and actions.

Unduhan

Diterbitkan

2024-07-31