INVESTIGATION ALIH KODE DALAM FILM HATI SUHITA KARYA KHILMA ANIS

Penulis

  • Alfi Sahari Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
  • Saptono Hadi Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
  • Lailiyatus Sa'diyah Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
  • Agus Hermawan Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Kata Kunci:

Alih Kode, Faktor, Jenis, Film

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan macam-macam bentuk alih kode dan mengidentifikasi alasan yang melatarbelakangi terjadinya alih kode dalam film Hati Suhita. Penelitian ini bersifat kualitatif dan fokus pada deskripsi. Peneliti mengumpulkan informasi melalui metode simak dan mencatat. Film Hati Suhita lah yang menjadi asal muasal penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dua bahasa dalam berkomunikasi tidak tepat karena dapat menimbulkan disintegrasi. Setelah diteliti pada film “Hati Suhita”, dapat diketahui bahwa jumlah data yang diperoleh dari alih kode pada film tersebut setara dengan alih bahasa yang terdapat pada film yang sama. Sebanyak 23 kasus alih kode ditemukan, dimana 23 individu tersebut berkomunikasi satu sama lain dengan mencampurkan bahasa dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia. Informasi tersebut mencakup 13 kejadian alih kode internal dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa. Terdapat 10 contoh peralihan antara bahasa Jawa dan bahasa Indonesia dalam kode internal.

This study aims to outline the various forms of code switching and identify the reasons behind code switching in the film Hati Suhita. This study is qualitative in nature and focuses on description. Researchers gathered information through methods of listening and taking notes. The film Hati Suhita is where this research originates from. The research results show that using two languages in communication is unsuitable as it leads to disintegration. After investigating the movie "Hati Suhita", it can be determined that the amount of data obtained from code switching in the film is equivalent to the language switching found in the same movie. A total of 23 instances of code switching were discovered, where the 23 individuals communicated with each other by mixing languages from Javanese to Indonesian. The information includes 13 instances of internal code switching from Indonesian to Javanese. There are 10 instances of switching between Javanese and Indonesian within the internal code.

Unduhan

Diterbitkan

2024-07-31