KESALAHAN EJAAN SURAT MASUK RESMI KANTOR KELURAHAN NGLEGOK PERIODE TAHUN 2023
Kata Kunci:
Analisis Bahasa, Surat Masuk Resmi, Kesalahan EjaanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan ejaan Bahasa Indonesia pada surat resmi yan masuk ke Kantor Kelurahan Nglegok Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan, menyusun dan meyajikan data. Teknik yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, teknik menyimak dan mencatat apa yang ditemukan. Penulis menganalisis dan mencari tahu kesalahan ejaan yanga da pada surat-surat yang diteliti dengan cara menyimak setiap kata dalam kalimat-kalimatnya, lalu mencatat dan menghitung kesalahan ejaan secara keseluruhan. Berdasarkan hasil penelitian ini penulis masih menemukan kesalahan dalam penulisan surat, maka dari itu penulis memfokuskan kesalahan ejaan penelitian pada kesalahan: 1) Penulisan penggunaan huruf, 2) Penulisan kata, 3) Penulisan kata. Penulis menemukan kesalahan ejaan pada surat masuk di Kator Kelurahan Nglegok yaitu berjumlah 101 kesalahan yang mana dibagi menjadi 11 bagian dengan rata-rata kesalahan berjumlah 10. Dari penjabaran tersebut penulis menyimpulkan bahwa dalan penulisan surat masuk Kantor Kelurahan Nglegok Kabupaten Blitar masih banyak kesalahan dalam penulisannya.
This research aims to describe the spelling errors in Indonesian language found in official letters received by the Nglegok Sub-district Office, Blitar Regency. This study uses a descriptive method with a qualitative approach by collecting, organizing, and presenting data. The techniques used by the author in this research include observation, documentation, listening techniques, and noting what was found. The author analyzes and investigates spelling errors in the letters examined by carefully listening to each word in the sentences, then recording and calculating the total spelling errors. Based on the results of this research, the author still found errors in letter writing; therefore, the author focuses on spelling errors in the research on: 1) Letter usage, 2) Word usage, 3) Word writing. The author found spelling errors in the incoming letters at the Nglegok Sub-district Office, amounting to 101 errors, which are divided into 11 sections with an average of 10 errors. From this description, the author concludes that there are still many errors in the writing of incoming letters at the Nglegok Sub-district Office, Blitar Regency.



