PENERAPAN STATISTIK PROSES KONTROL (SPC) DALAM MENGEVALUASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP 2 PONTIANAK
Kata Kunci:
Statistik Proses Kontrol, Peta Kendali, Proses Evaluasi PembelajaranAbstrak
This research aims to examine how teachers teach while considering their capabilities as educators and the behavior of students during the learning process. Additionally, the research aims to gather information about the teaching-learning process for evaluation purposes. The sample for this research consists of 254 students from the eighth grade of SMP Negeri 2 Pontianak. The research methodology employed is quantitative, analyzing the results of mid-semester exams. The data utilized is primary data obtained through direct observation at the school where the research was conducted. Data analysis techniques include Statistical Process Control methods such as x̅ chart, R chart, and Process Capability (Cpl). The research findings indicate that the teaching-learning process has not proceeded as planned, resulting in student learning outcomes not meeting expectations. Furthermore, field observations reveal that teachers tend to employ conventional teaching methods that lack interactivity, leading to passive student behavior.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana guru mengajar dengan memperhatikan kemampuannya sebagai pengajar serta perilaku siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang proses belajar-mengajar sebagai pengumpulan data untuk keperluan evaluasi pembelajaran. Sampel penelitian ini adalah 254 siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Pontianak. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menganalisis nilai hasil ulangan tengah semester. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh dari pengamatan langsung di sekolah tempat penelitian dilakukan. Teknik analisis data menggunakan Statistik Proses Kontrol, seperti peta kendali x̅ chart, R chart, dan Proses Kapabilitas (Cpl). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran belum berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan, sehingga tidak menghasilkan hasil belajar siswa sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu, dari hasil observasi lapangan, terlihat bahwa guru cenderung menggunakan metode pembelajaran konvensional yang kurang interaktif, sehingga perilaku siswa cenderung pasif.



