https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/issue/feedJurnal Pendidikan Multidisipliner2026-08-31T05:19:55+00:00Open Journal Systemshttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/25803IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DALAM MENUMBUHKAN CURIOSITY ANAK USIA 5-6 TAHUN DI SPS TAMAN FIRDAUS2026-08-27T01:11:19+00:00Fathia Hayati Nufusnufusfathia@gmail.comChoiriyah Chalidchoiriyah13@panca-sakti.ac.idLia Kuniawatyliakurniawaty@panca-sakti.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Pembelajaran Deep Learning dalam Menumbuhkan Curiosity Anak Usia 5-6 Tahun di SPS Taman Firdaus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Kepala Sekolah SPS Taman Firdaus dan Guru Kelompok B, sedangkan subjek utama penelitian adalah 13 anak kelompok B di SPS Taman Firdaus. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan Kesimpulan dan verivikasi. Keabhasan data diperiksa melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran deep learning dilaksanakan melalui pembelajaran yang berpusat pada anak dengan mengintegrasikan prinsip meaningful learning, mindful learning, dan joyful learning. Guru berperan sebagai fasilitator melalui pertanyaan pemantik, pemberian kesempatan bereksplorasi, diskusi eksperimen, dan pengalaman belajar langsung. Berbagai kegiatan seperti, eksperimen daya bersih sabun, membuat salad buah, praktik keagamaan, serta kunjungan edukatif ke Mini Zoo Buperta Cibubur dan Taman Lalu Lintas memberikan kesempatan kepada anak untuk mengamati, bertanya, mencoba, mengeksplorasi, berdiskusi, membuat dugaan sederhana, dan mencari hubungan sebab-akibat. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, dukungan kepala sekolah, ketersediaan media dan sarana, lingkungan belajar yang kondusif, serta keterlibatan orang tua, Adapun hambatan meliputi perbedaan karakteristik dan kemampuan anak, keterbatasan media, keterbatasan waktu, serta perbedaan tingkat keberanian dan konsentrasi anak. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran deep learning memberikan kontribusi positif dalam menumbuhkan curiosity anak melalui pengalaman belajar yang bermakna, interaksi psitif, dan eksplorasi lingkungan.</p> <p><em>This study aims to describe the implementation of deep learning in fostering curiosity among children aged 5–6 years at SPS Taman Firdaus. The study employs a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The informants included the Principal of SPS Taman Firdaus and the Group B teacher, while the primary subjects were 13 children from Group B. Data analysis involved data reduction, data presentation, and drawing conclusions with verification. Data validity was ensured through triangulation and member checking. The results indicate that deep learning was implemented through child-centered instruction that integrated the principles of meaningful, mindful, and joyful learning. Teachers acted as facilitators by using inquiry-based questions, providing opportunities for exploration, conducting experimental discussions, and facilitating hands-on learning experiences. Various activities—such as soap-cleaning experiments, fruit salad preparation, religious practices, and educational visits to the Buperta Cibubur Mini Zoo and the Traffic Park—enabled children to observe, ask questions, experiment, explore, discuss, formulate simple hypotheses, and identify cause-and-effect relationships. Supporting factors included teacher competence, principal support, the availability of learning media and facilities, a conducive learning environment, and parental involvement. Conversely, challenges included variations in children's characteristics and abilities, limitations regarding media and time, and differences in children's confidence levels and attention spans. The findings demonstrate that deep learning contributes positively to fostering children's curiosity through meaningful learning experiences, positive interactions, and environmental exploration.</em></p>2026-08-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner