https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/issue/feedJurnal Pendidikan Multidisipliner2026-01-30T14:47:27+00:00Open Journal Systemshttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/18413PEMANFAATAN CHATGPT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN ANALISIS KEBENARAN JAWABAN BAGI MAHASISWA PAK STAMBUK 20242025-12-31T09:19:42+00:00Nurliani Siregarnurlianisiregar@uhn.ac.idElisa Romasari Simbolonelisa.simbolon@student.uhn.ac.idJely Theresia Panggabeanjely.panggabean@student.uhn.ac.idGracia Indri Sianturigracia.sianturi@student.uhn.ac.id<p>Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, salah satunya melalui pemanfaatan ChatGPT sebagai media pembelajaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan ChatGPT dalam meningkatkan kemampuan analisis kebenaran jawaban mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK) Stambuk 2024. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan mahasiswa untuk tidak hanya menerima jawaban secara instan, tetapi juga mampu mengevaluasi, memverifikasi, dan menilai kebenaran informasi yang diperoleh. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT sebagai media pembelajaran digital dapat membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, meningkatkan ketelitian dalam menganalisis jawaban, serta mendorong sikap reflektif terhadap kebenaran informasi. Namun demikian, diperlukan pendampingan dosen dan literasi digital yang memadai agar pemanfaatan ChatGPT tetap sesuai dengan tujuan pembelajaran dan etika akademik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan inovasi pembelajaran digital di lingkungan pendidikan tinggi, khususnya pada Program Studi PAK.</p> <p><em>The development of artificial intelligence technology has significantly transformed the educational landscape, particularly through the use of ChatGPT as a digital learning medium. This study aims to analyze the utilization of ChatGPT in improving the ability to analyze the correctness of answers among students of the Christian Religious Education (PAK) Study Program, cohort 2024. The background of this research is based on the need for students not only to obtain instant answers but also to critically evaluate, verify, and assess the validity of information. This study employs a qualitative descriptive approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that ChatGPT as a digital learning medium can enhance students’ critical thinking skills, improve accuracy in analyzing answers, and foster reflective attitudes toward information validity. Nevertheless, proper guidance from lecturers and adequate digital literacy are essential to ensure that the use of ChatGPT aligns with learning objectives and academic ethics. This research is expected to contribute to the development of innovative digital learning strategies in higher education, particularly within the PAK study program.</em></p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pendidikan Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/19481MENGIDENTIFIKASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS2026-01-23T13:46:11+00:00Renita Azzahra Nuryataazahrarenita@gmail.comZakia bunga Yudistirayudistirazaa@gmail.comRatna Dewidewisafarina79@gmail.comNatasya Ramadanisyaramadani194@gmail.comCahya Felisianacahyafelisiana@gmail.com<p>Anak berkebutuhan khusus (ABK) mempunyai hak yang setara dalam mendapatkan pendidikan yang bermutu tanpa adanya diskriminasi. Pendidikan inklusi muncul sebagai upaya untuk melengkapi hak tersebut melalui layanan pendidikan yang sesuai dengan keperluan dan ciri-ciri individu peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses identifikasi anak berkebutuhan khusus di lingkungan pendidikan, khususnya di sekolah dasar, serta menggambarkan karakteristik ABK yang ditemukan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, pengajar reguler, juga guru pembimbing khusus. Cara pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses analisis dan penilaian ABK mempunyai peran krusial dalam menentukan layanan pendidikan yang tepat. Namun, masih terdapat berbagai kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru dalam mengidentifikasi ABK, minimnya dukungan tenaga profesional, serta keterbatasan fasilitas pendukung. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru, penguatan sistem asesmen, serta dukungan kebijakan pemerintah guna menciptakan pendidikan inklusi yang adil juga berkelanjutan. </p> <p><em>Children with special needs (CSN) have equal rights to quality education without discrimination. Inclusive education emerges as an effort to fulfill these rights through educational services tailored to the needs and characteristics of individual learners. This research aims to explain the identification process of children with special needs in the educational environment, particularly in elementary schools, and to describe the characteristics of the identified CSN. The research approach used is descriptive qualitative, with research subjects including school principals, regular teachers, and special guidance teachers. Data collection was conducted through observation and interviews. The findings show that the analysis and assessment process of CSN plays a crucial role in determining appropriate educational services. However, there are still various obstacles, such as teachers' limited competencies in identifying CSN, insufficient support from professional staff, and inadequate supporting facilities. Therefore, there is a need to improve teachers' competencies, strengthen the assessment system, and provide government policy support to create fair and sustainable inclusive education.</em></p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/19338PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SETINGKAT MENENGAH PERTAMA2026-01-21T09:23:51+00:00Didit Darmawandr.diditdarmawan@gmail.comAchmad Afad El Barkahelbarkah0921@gmail.com<p>Institusi pendidikan memiliki tujuan utama untuk mendidik moralitas, etika, saling menghormati, dan prioritas keinginan bersama di atas keinginan diri sendiri. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis dampak motivasi belajar berkenaan dengan hasil belajar peserta didik di tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Motivasi belajar adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi kesuksesan siswa dalam menggapai hasil belajar yang optimal. Metode kualitatif diterapkan dalam studi ini dilakukan dengan meninjau literatur menggunakan berbagai sumber ilmiah yang relevan, termasuk membaca, mempelajari, dan meneliti literatur serta laporan penelitian dalam bentuk jurnal yang mengandung teori-teori terkait dengan penelitian ini. Temuan dalam studi ini menjelaskan jika motivasi belajar memiliki dampak positif serta secara signifikan memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hasil ini menyatakan bahwa tingginya motivasi belajar siswa, menunjukkan semakin baiknya hasil belajar mereka. Oleh sebab itu, diperlukan peran aktif dari berbagai pihak, khususnya guru dan orang tua, untuk berupaya mengoptimalkan motivasi belajar siswa agar hasil belajar dapat tercapai dengan maksimal.</p> <p><em>Teaching morality, ethics, mutual respect, and the priority of the common good over personal interests is the primary goal of educational institutions. This study aims to analyze the influence of learning motivation on the academic performance of middle school students. Motivation to learn is an important factor that influences students' success in achieving optimal learning outcomes. This study is a qualitative investigation that analyzed several relevant scientific sources, including literature, research reports in the form of journals with theories on the subject, and reference materials. The research results show that learning motivation has a positive and significant influence on students' academic achievement. This finding indicates that the higher the students' learning motivation, the better their academic achievement. Therefore, efforts are needed from various parties, particularly teachers and parents, to increase students' learning motivation so that academic achievement can reach an optimal level.</em></p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/19092PERAN BAKESBANGPOL PROVINSI JAWA TIMUR DALAM PENANGANAN KONFLIK SOSIAL2026-01-15T12:57:32+00:00Moh Firman Hariyantofirman.hy7@gmail.com<p>Konflik sosial merupakan tantangan utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketahanan sosial politik di tingkat daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur dalam penanganan konflik sosial melalui perspektif tata kelola pemerintahan daerah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi dokumentasi dan analisis kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bakesbangpol, melalui Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik, mengimplementasikan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengoordinasian, dan pengendalian secara terintegrasi melalui deteksi dini, pemetaan potensi konflik, serta koordinasi lintas sektor, sehingga berkontribusi signifikan terhadap pencegahan eskalasi konflik dan penguatan stabilitas daerah.</p> <p><em>Social conflict constitutes a major challenge in maintaining regional security stability and socio-political resilience. This study aims to analyze the role of the Regional Agency for National Unity and Politics (Bakesbangpol) of East Java Province in managing social conflicts within the framework of local governance. The research employs a qualitative descriptive approach using document analysis and policy review as the primary data collection methods. The findings indicate that Bakesbangpol, through its National Vigilance and Conflict Management Division, systematically implements integrated managerial functions including planning, organizing, directing, coordinating, and controlling through early detection, conflict potential mapping, and cross-sectoral coordination. These efforts significantly contribute to preventing conflict escalation and strengthening regional stability.</em></p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/18583KEBEBASAN BERPENDAPAT SEBAGAI HAK ASASI MANUSIA2026-01-05T07:35:25+00:00Hendrikus Otniel Nasozaro Harefahendrikusharefa@unias.ac.idSipriana Lince I. Waruwuwaruwulynce@gmail.comAgnes Monica Waruwuagnesmonicawaruwu@gmail.comNoverlin Lasenoverlinlase4@gmail.comOpianus Zendrateopianuszendrato405@gmail.comWibertus Zalukhuwibertuszalukhuzalukhu@gmail.comErwin Zebuaerwinzebua2002@gmail.comBudinus Giawabudinusgiawa@gmail.com<p>Kebebasan berpendapat adalah salah satu hak asasi manusia fundamental yang dilindungi oleh banyak instrumen hukum nasional dan internasional. Hukum ini memberi setiap individu kemampuan untuk mengekspresikan pikiran, pandangan, dan pendapat secara tertulis tanpa perlu tekanan atau pembatasan sewenang - wenang. Dalam konteks negara yang taat hukum dan demokratis, kebebasan berpendapat memiliki peran penting dalam mendorong partisipasi publik, kontrol sosial, dan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebebasan berpendapat sebagai hak asasi manusia, termasuk landasan hukum, ruang lingkup, serta batasan-batasan yang diberlakukan demi menjaga ketertiban umum, moralitas, dan hak orang lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan menelaah peraturan perundang-undangan, dokumen hak asasi manusia, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebebasan berpendapat harus dilindungi dan dihormati oleh negara, namun pelaksanaannya tetap memerlukan pengaturan yang proporsional agar tidak menimbulkan konflik sosial dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya.</p> <p><em>Freedom of expression is a fundamental human right protected by numerous national and international legal instruments. This law grants every individual the ability to express thoughts, views, and opinions in writing without undue pressure or arbitrary restrictions. In the context of a law-abiding and democratic state, freedom of expression plays a crucial role in fostering public participation, social control, and transparent and accountable governance. This research aims to examine freedom of expression as a human right, including its legal basis, scope, and the limitations imposed to maintain public order, morality, and the rights of others. The method used in this research is a literature review, examining laws and regulations, human rights documents, and relevant scientific literature. The results of the study indicate that freedom of expression must be protected and respected by the state, but its implementation still requires proportional regulation to prevent social conflict and other human rights violations.</em></p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/19419ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK)2026-01-23T01:19:52+00:00Ratna Dewidewisafarina79@gmail.comPutri Raisyaputriraisyaaa62@gmail.comLaxmi Permata Sari Suardilaxmisuardi07@gmail.comPutri Raisyaputriraisyaaa62@gmail.com<p>(ABK) merupakan anak yang membutuhkan perlakuan khusus akibat masalah perkembangan dan kelainan yang dihadapi. Mereka memiliki perbedaan dari beberapa aspek, termasuk pertumbuhan fisik, mental, intelektual, sosial, dan emosional. Dalam pendidikan khusus di Indonesia anak dengan kebutuhan khusus terbagi ke dalam kategori seperti tunanetra, tunarungu, cacat intelektual, cacat motorik, gangguan emosi sosial, dan anak berbakat. Sertiap anak dengan berkebutuhan khusus menunjukan karakteristik yang unik dan memerlukan layanan yang disesuaikan dengan kemampuan serta karakteristik tersebut. Oleh karena itu penting untuk melakukan identifikasi, dan penilaian guna memahami kebutuhan mereka dan memberikan layanan yang tepat.</p> <p><em>Children with special needs are those who require special treatment due to developmental disorders. And abnormalities. They differ in several aspects, including physical, mental, intellectual, social, and emotional growth. In special education in indoneisa, children with special needs are divided into categories such as blindness, deafness, intellectual, disabilities, motor disabilities, social-emotional disorders, and gifted children. Each child with special needs exhibits unique characteristics and requires services tailored to those abilities and characteristics. Therefore, identification and assessment are crucial to understand their needs and provide appropriate services.</em></p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/19130PROBLEMATIKA DAN SOLUSI SISTEM EVALUASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SEKOLAH INDONESIA2026-01-16T05:59:25+00:00Haechalhaechalsiregar@gmail.comSyifa Fauziasyifafauzia004@gmail.com<p>Sistem evaluasi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam mengukur pencapaian kompetensi peserta didik, baik pada ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Namun, dalam praktiknya, evaluasi PAI masih menghadapi berbagai kendala yang menghambat optimalisasi fungsi evaluasi. Beberapa problematika yang sering ditemukan antara lain dominasi penilaian berbasis kognitif, minimnya penggunaan instrumen autentik, rendahnya kompetensi guru dalam penyusunan dan pelaksanaan evaluasi, serta tantangan digitalisasi evaluasi di era modern. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis problematika tersebut secara komprehensif sekaligus menawarkan solusi implementatif yang dapat diterapkan oleh guru PAI di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengkaji buku, jurnal, dan regulasi terkait evaluasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan perlunya penguatan kapasitas guru, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan instrumen autentik untuk mewujudkan evaluasi PAI yang holistik dan adaptif.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/18959PENTINGNYA EKSTRAKURIKULER DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN DAN KARAKTER POSITIF SISWA SPMK SANTA MARIA ASSUMPTA2026-01-13T05:07:12+00:00Desio De Amandio Nono Nuledesiodeamandio@gmail.coMatilda Balok matildabalok@gmail.comBibiyana Susanti Sabu Kebanbibyananamaku95@gmail.comUbaldus Djondaubaldusdjonda@unwira.ac.id<p>Penelitian ini menganalisis secara kritis pentingnya dan peran kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) sebagai medium strategis dalam menumbuhkan kemampuan dan karakter positif siswa di Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) St. Maria Assumpta. Tujuan utamanya adalah untuk menyelidiki bagaimana beragam program ekskul berkontribusi pada pengembangan siswa secara holistik, melampaui kurikulum akademik. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah studi kasus kualitatif, yang berfokus secara spesifik pada fenomena sosial dalam latar alamiah (lingkungan sekolah). Pengumpulan data melibatkan wawancara mendalam dengan tiga kelompok kunci: siswa, pelatih ekskul, dan pengurus sekolah (wakil kepala bidang kesiswaan), dilengkapi dengan observasi partisipatif selama sesi kegiatan dan analisis dokumen catatan prestasi siswa. Temuan awal menunjukkan bahwa ekskul sangat efektif dalam menumbuhkan kemampuan non-akademik, seperti kepemimpinan, kewirausahaan (dalam klub yang relevan dengan kejuruan), berpikir kritis, dan kreativitas. Lebih jauh, kegiatan ini terbukti krusial dalam pembentukan karakter, khususnya dalam menanamkan kedisiplinan, kerja sama tim, kedewasaan spiritual, dan tanggung jawab. Penelitian ini menyoroti bahwa efektivitas ekskul sangat bergantung pada perencanaan yang terstruktur, sumber daya yang memadai, dan evaluasi berkelanjutan, sehingga menawarkan panduan praktis bagi sekolah untuk mengoptimalkan program ini demi perkembangan siswa yang komprehensif.</p> <p><em>This study critically analyzes the importance and role of extracurricular activities (ECA) as a strategic medium in fostering the abilities and positive character of students at SMPK St. Maria Assumpta. The primary objective is to investigate how various ECA programs contribute to the holistic development of students, extending beyond the academic curriculum. The method applied in this research is a qualitative case study, focusing specifically on the social phenomenon within a natural setting (the school environment). Data collection involved in-depth interviews with three key groups: students, ECA coaches, and school administrators, complemented by participatory observation and document analysis of student achievement records. The preliminary findings indicate that ECA are highly effective in cultivating non-academic abilities, such as leadership, entrepreneurship (in vocational-related clubs), critical thinking, and creativity. Furthermore, these activities prove crucial in character formation, particularly in instilling discipline, teamwork, spiritual maturity, and responsibility. This research highlights that the effectiveness of ECA relies heavily on structured planning, adequate resources, and continuous evaluation, offering practical guidance for schools to optimize these programs for comprehensive student development.</em></p>2026-01-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner