https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/issue/feedJurnal Pendidikan Multidisipliner2026-06-29T18:12:00+00:00Open Journal Systemshttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/22638IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA PADA KURIKULUM MERDEKA DI SMP NEGRI II KARAWANG TIMUR2026-06-07T03:38:23+00:00Hilda Aulia Nur Abi2410631110118@student.unsika.ac.idAstuti Darmiyantiastuti.darmiyanti@fai.unsika.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi pembelajaran aktif dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam penerapan kurikulum merdeka. Metode yang digunakan penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru sebagai subjek penelitian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan berbagai strategi pembelajaran aktif seperti, diskusi kelompok, penggunaan media audio-visual, observasi langsung, dan penugasan yang telah disesuaikan dengan kemampuan siswa. Dalam pelaksanaannya, guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing, mengarahkan, dan memotivasi siswa agar lebih aktif dan mandiri dalam proses pembelajaran. Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan, kepercayaan diri, dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Meski demikian, penerapan pembelajaran yang aktif menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas pembelajaran, rendahnya motivasi siswa, serta karakter siswa yang beragam. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam metode pembelajaran yang lebih kreatif serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai supaya pembelajaran aktif dalam kurikulum merdeka dapat berjalan dengan lebih optimal.</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of active learning strategies in enhancing student participation in the implementation of the merdeka curriculum. The research employed a qualitative method with a descriptive approach. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation of teachers as the research subjects. The results of the study indicate that teachers have implemented various active learning, such as group discussions, the use of audio-visual media, direct observation, and assignments tailored to students’ abilities. In practice, teachers act as facilitators who guide, direct, and motivate students to be more active and independent in the learning process. These strategies have proven effective in enhancing student engagement, self-confidence, and participation throughout the learning process. However, the implementation of active learning faces several challenges, such as limited learning facilities, low student motivation, and diverse student characteristics. Therefore, innovative and more creative teaching methods, along with adequate support in terms of facilities and infrastructure, are needed to ensure that active learning within the merdeka curriculum can be implemented more effectively.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/22391PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF WORDWALL TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS 1D SD NEGERI 74 PALEMBANG2026-05-31T06:36:47+00:00Chery Putri Claudia Nrcheryputri809@gmail.comAdes Dwi Putriadesdwiputri4@gmail.comNaisa Nurhazizahnurhazizahnaisa@gmail.comNabila Raisyah Zahranabilaraisyahzahra@gmail.comEvalinalinae2595@gmail.comRibi Tri Ainiribitriaini@gmail.com<p>Studi ini meneliti bagaimana kemampuan membaca awal siswa kelas 1D di SD Negeri 74 Palembang dipengaruhi oleh penggunaan Wordwall, sebuah media pembelajaran interaktif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang melibatkan observasi dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan Wordwall meningkatkan keterlibatan siswa dalam membaca permulaan. Siswa menjadi lebih tertarik untuk mempelajari huruf, membaca suku kata, dan membaca kata sederhana melalui permainan edukatif yang interaktif dan menyenangkan. Wordwall dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa di sekolah dasar karena membuat belajar lebih menyenangkan dan aktif.</p> <p><em>This study examines how the early reading ability of 1D grade students at SD Negeri 74 Palembang is influenced by the use of Wordwall, an interactive learning media. This research uses a qualitative descriptive method involving observation and documentation. The results show that the use of Wordwall increases student engagement in early reading. Students become more interested in learning letters, reading syllables, and reading simple words through interactive and enjoyable educational games. Wordwall can be used as an alternative learning media to improve students' reading skills in elementary school because it makes learning more fun and active</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/22622ANALISIS KETERSEDIAAN PERPUSTAKAAN KOLEKSI TERHADAP PRESTASI MAHASISWA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW2026-06-06T09:12:05+00:00Helmi Malia241390025.helmimalia@uinbanten.ac.idLili Dwi Rizki241390014.lilidwirizki@uinbanten.ac.idArdiansyah241390028.ardiansyah@uinbanten.ac.id<p>Tujuan penelitian. Penelitian ini secara sistematis mengkaji literatur tentang pengaruh ketersediaan koleksi perpustakaan terhadap prestasi akademik mahasiswa, dengan fokus pada identifikasi pola pengaruh, faktor-faktor yang memoderasi hubungan, serta peran ilmu perpustakaan dan informasi dalam memastikan keberlanjutan akses terhadap koleksi yang mendukung prestasi akademik. Metode penelitian. Menggunakan kerangka prisma (preferred reporting items for systematic reviews and meta-analyses), data dikumpulkan dari database artikel ilmiah yang membahas pengaruh ketersediaan koleksi perpustakaan terhadap prestasi mahasiswa. Kata kunci yang digunakan meliputi "ketersediaan koleksi perpustakaan", "prestasi akademik mahasiswa", "pemanfaatan koleksi", dan "library collection availability". Dari hasil penelusuran awal, ditemukan 95 artikel yang membahas topik terkait. Setelah melalui tahap seleksi duplikasi, pemilihan bahasa, dan rentang publikasi (2010–2025), diperoleh 10 artikel peer-review yang dianalisis lebih lanjut. Analisis data. Artikel yang terpilih dianalisis secara tematik dengan fokus pada dimensi teknis (jenis koleksi, aksesibilitas), dimensi kelembagaan (kebijakan perpustakaan, dukungan institusi), dan dimensi sosio-teknis (literasi informasi, perilaku pencarian informasi). Analisis juga mengkaji penerapan prinsip fair (findable, accessible, interoperable, reusable) dalam pengelolaan koleksi perpustakaan. Hasil penelitian. Temuan mengungkap tiga dimensi utama pengaruh ketersediaan koleksi terhadap prestasi mahasiswa: (1) pengaruh langsung ketersediaan koleksi terhadap prestasi akademik berkisar antara 30% hingga 85%; (2) faktor moderasi yang memperkuat hubungan meliputi perceived usefulness, frekuensi pemanfaatan, literasi informasi, dan dukungan dosen; (3) tantangan utama meliputi ketidaksesuaian koleksi dengan kurikulum, koleksi tidak mutakhir, keterbatasan fasilitas, dan kompetensi sdm pustakawan. Kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan multidisiplin yang mengintegrasikan inovasi teknis (koleksi hybrid), kolaborasi kelembagaan, dan peningkatan kompetensi pustakawan sangat penting untuk mengoptimalkan pengaruh ketersediaan koleksi terhadap prestasi mahasiswa. Rekomendasi meliputi pengembangan kerangka standar koleksi, peningkatan peran pustakawan sebagai data steward, dan penguatan kolaborasi lintas program studi. Penelitian selanjutnya perlu mengeksplorasi preservasi koleksi real-time dan implikasi etis dari akses jangka panjang terhadap koleksi digital.</p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/22941STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA GELANG MANIK AESTHETIC “MANIK YUK!” DALAM MENINGKATKAN MINAT BELI KONSUMEN2026-06-12T09:29:09+00:00Ayu Nurmalanurmalaa2912@gmail.comErmita Asihermitagokasih28@gmail.comNoriko Vika Prasetyonovikanorikovika@gmail.comSri Rahayurahayuus524@gmail.comRetno Purwani Setyaningrumretno.purwani.setyaningrum@pelitabangsa.ac.id<p>manik aesthetic “Manik Yuk!” dalam meningkatkan minat beli konsumen dengan menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif berbasis studi literatur melalui pengkajian teori dan penelitian terdahulu tanpa pengumpulan data langsung. Objek penelitian meliputi daya tarik produk, strategi pemasaran online dan offline, inovasi produk, serta strategi pengembangan usaha, dengan “Manik Yuk!” sebagai studi kasus penerapan teori. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui pengelompokan informasi, interpretasi teori, dan pengaitan dengan kondisi nyata usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha memiliki potensi berkembang karena produk yang aesthetic, harga terjangkau, dan konsep handmade yang unik, namun masih menghadapi kendala berupa pemasaran yang belum optimal, kurangnya konsistensi promosi, serta inovasi produk yang belum berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan strategi berupa peningkatan daya tarik visual produk, optimalisasi pemasaran digital melalui konten yang kreatif dan konsisten, serta pengembangan inovasi produk secara berkelanjutan agar mampu meningkatkan daya saing dan minat beli konsumen secara optimal.</p> <p><em>The aesthetic bead product "Manik Yuk!" (Manik Yuk!) increased consumer purchasing interest using a qualitative, descriptive approach based on literature studies through theoretical review and previous research without direct data collection. The research objectives included product appeal, online and offline marketing strategies, product innovation, and business development strategies, with "Manik Yuk!" as a case study for the application of the theory. Data analysis was conducted using descriptive qualitative methods through information grouping, theoretical interpretation, and linking it to actual business conditions. The results indicate that the business has growth potential due to its aesthetic products, affordable prices, and unique handmade concept. However, it still faces obstacles such as suboptimal marketing, lack of consistent promotions, and unsustainable product innovation. Therefore, strategies are needed to enhance product visual appeal, optimize digital marketing through creative and consistent content, and develop sustainable product innovations to optimally enhance competitiveness and consumer purchasing interest.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/22544MENGKOMUNIKASIKAN INFORMASI YANG RELEVAN SEBELUM, SELAMA, DAN SESUDAH ASESMEN KEBUTUHAN PENDIDIKAN ISLAM2026-06-04T09:03:34+00:00ZaskiaZkia639@gmail.comAhmad Salabisalabiahmad11@gmail.comYahya Mofmofyahya@gmail.com<p>Penelitian ini membahas komunikasi informasi sebelum, selama, dan sesudah asesmen kebutuhan dalam pendidikan Islam. Tujuan penelitian adalah menganalisis proses komunikasi informasi pada setiap tahapan asesmen kebutuhan untuk mendukung perencanaan pendidikan yang efektif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis jurnal, buku, dan dokumen ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang sistematis, partisipatif, dan transparan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan asesmen kebutuhan. Komunikasi yang efektif membantu membangun pemahaman pemangku kepentingan, menjaga validitas data, serta mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan pendidikan Islam. Dengan demikian, komunikasi informasi memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam.</p> <p><em>This study discusses information communication before, during, and after needs assessment in Islamic education. The purpose of this study is to analyze communication processes at each stage of needs assessment to support effective educational planning. This research uses a qualitative approach with a library research method through the analysis of journals, books, and related academic documents. The findings show that systematic, participatory, and transparent communication improves the quality of needs assessment implementation. Effective communication helps build stakeholder understanding, maintain data validity, and support decision-making in Islamic educational planning. Therefore, information communication plays an important role in improving the quality of Islamic education.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/22755STRATEGI PENGELOLAAN LEMBAGA PAUD BERBASIS KUALITAS DAN PROFESIONALISME2026-06-09T08:17:24+00:00Siti Aisyahaisyahlbs26@gmail.comFitri Asniahsikumbang0412@gmail.comTina Magfiroh Inzany Lubistinamaqfirohinzany@gmail.comKasmankasman@stain-madina.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi pengelolaan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan dan profesionalisme tenaga pendidik serta pengelola lembaga. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengelolaan PAUD yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan administrasi, tetapi juga pada pengembangan mutu pendidikan yang berkelanjutan guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada beberapa lembaga PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan berbasis kualitas dan profesionalisme dapat diwujudkan melalui beberapa aspek utama, yaitu perencanaan program yang sistematis dan berbasis kebutuhan anak, pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan melalui pelatihan dan workshop, penerapan manajemen partisipatif yang melibatkan orang tua dan masyarakat, serta evaluasi program secara berkala untuk memastikan efektivitas pelaksanaan kegiatan. Selain itu, kepemimpinan kepala lembaga yang visioner dan adaptif juga menjadi faktor kunci dalam mendorong terciptanya budaya kerja profesional dan lingkungan belajar yang kondusif. Pengelolaan sarana dan prasarana yang memadai serta pemanfaatan teknologi dalam administrasi dan pembelajaran turut mendukung peningkatan kualitas layanan PAUD. Temuan ini juga menegaskan bahwa profesionalisme tenaga pendidik tidak hanya ditentukan oleh kualifikasi akademik, tetapi juga oleh komitmen, etika kerja, serta kemampuan dalam memahami karakteristik dan kebutuhan perkembangan anak usia dini. Dengan demikian, strategi pengelolaan lembaga PAUD berbasis kualitas dan profesionalisme diharapkan mampu menghasilkan layanan pendidikan yang optimal, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta berkontribusi dalam menciptakan generasi yang cerdas, mandiri, dan berkarakter.</p> <p><em>This study aims to analyze and describe management strategies for Early Childhood Education (ECE/PAUD) institutions that are oriented toward improving service quality and the professionalism of educators and administrators. The background of this research is based on the importance of managing ECE institutions not only to fulfill administrative requirements but also to develop sustainable educational quality in order to optimally support children’s growth and development. This study employs a qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation from several ECE institutions. The findings indicate that quality- and professionalism-based management strategies can be implemented through several key aspects, including systematic and needs-based program planning aligned with children’s developmental stages, continuous professional development of teachers through training and workshops, the application of participatory management involving parents and the community, and regular program evaluation to ensure the effectiveness of implementation. In addition, visionary and adaptive leadership from the head of the institution plays a crucial role in fostering a professional work culture and a conducive learning environment. The management of adequate facilities and infrastructure, along with the utilization of technology in administration and learning processes, also contributes to improving the quality of ECE services. The study further reveals that teacher professionalism is not solely determined by academic qualifications but also by commitment, work ethics, and the ability to understand the characteristics and developmental needs of young children. Therefore, management strategies for ECE institutions based on quality and professionalism are expected to produce optimal educational services, enhance public trust, and contribute to the development of a generation that is intelligent, independent, and has strong character.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/22504ANALISIS KESIAPAN SOFT SKILS MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF SEBAGAI BEKAL MEMASUKI DUNIA KERJA2026-06-03T08:27:25+00:00Roja Husni Amalirojahusni15@upi.eduDwi Adhi Saputrasaputraadhi67@upi.eduWahid Munawarwahidmunawar@upi.edu<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan soft skills mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif sebagai bekal memasuki dunia kerja. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 32 mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif yang menjadi responden penelitian. Aspek soft skills yang diukur meliputi kemampuan komunikasi, kerja sama tim, disiplin, kepemimpinan, problem solving, dan kemampuan beradaptasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk persentase untuk mengetahui tingkat kesiapan pada setiap aspek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi memperoleh rata-rata sebesar 81,25%, kerja sama tim 85%, disiplin 80,75%, kepemimpinan 87,5%, problem solving 83%, dan kemampuan beradaptasi 83,5%. Secara keseluruhan, kesiapan soft skills mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif berada pada kategori sangat baik. Aspek kepemimpinan menjadi aspek dengan nilai tertinggi, sedangkan disiplin memperoleh nilai terendah meskipun masih berada pada kategori baik. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa telah memiliki kemampuan nonteknis yang cukup memadai untuk menghadapi tuntutan dunia kerja, namun masih diperlukan upaya pengembangan terutama pada aspek disiplin dan pengambilan keputusan dalam penyelesaian masalah.</p> <p><em>This study aims to analyze the level of soft skills readiness among Automotive Engineering Education students as preparation for entering the workforce. The research employed a descriptive method with a quantitative approach. Data were collected through questionnaires distributed to 32 Automotive Engineering Education students as research respondents. The measured soft skill aspects included communication skills, teamwork, discipline, leadership, problem-solving, and adaptability. Data were analyzed using descriptive statistics in the form of percentages to determine the readiness level of each aspect. The results showed that communication skills obtained an average score of 81.25%, teamwork 85%, discipline 80.75%, leadership 87.5%, problem-solving 83%, and adaptability 83.5%. Overall, the soft skills readiness of Automotive Engineering Education students was categorized as very good. Leadership achieved the highest score, while discipline obtained the lowest score, although it remained in the good category. These findings indicate that students possess adequate non-technical competencies to meet workforce demands; however, further improvement is needed, particularly in discipline and decision-making aspects related to problem-solving.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/22704SPIRITUALITAS PUBLIK KRISTEN DI TENGAH KEBERAGAMAN KONTRIBUSI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN BAGI RUANG SOSIAL MULTIRELIGIUS2026-06-08T09:21:38+00:00Shedon Saputra Malelakshedonmalelak@gmail.comDella Maresna Bakodellamaresnabako@gmail.comRisna Yesinta Konokonorisna2@gmail.comIna Aprida Payinapay97@gmail.com Rani Oktaviana Sinlae ranisinlae@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara teoretis konsep spiritualitas publik Kristen serta kontribusi Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam membentuk kehidupan sosial yang inklusif di tengah masyarakat multireligius. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada realitas sosial kontemporer yang semakin kompleks dan plural, sehingga menuntut pemahaman iman yang tidak hanya bersifat personal, tetapi juga memiliki dimensi publik yang relevan dengan kehidupan bersama. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai literatur teologis, pedagogis, dan sosial-keagamaan yang relevan dan mutakhir. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi dan analisis tematik untuk mengidentifikasi serta mensintesis gagasan utama dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas publik Kristen merupakan ekspresi iman yang diwujudkan dalam keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial melalui nilai-nilai kasih, keadilan, dan penghargaan terhadap martabat manusia. Dalam konteks ini, PAK memiliki peran strategis sebagai sarana pembentukan iman yang tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga reflektif dan transformatif. PAK yang dialogis dan inklusif mampu membentuk kesadaran sosial, sikap empatik, serta kemampuan berelasi dalam keberagaman. Namun demikian, implementasi PAK masih menghadapi tantangan berupa dominasi pendekatan doktrinal dan kurangnya ruang dialog. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan PAK yang lebih kontekstual, inklusif, dan dialogis agar mampu berkontribusi dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis di tengah keberagaman.</p> <p><em>This study aims to theoretically analyze the concept of Christian public spirituality and the contribution of Christian Religious Education (PAK) in shaping inclusive social life in a multireligious society. The background of this research is based on contemporary social realities that are increasingly complex and plural, thus demanding an understanding of faith that is not only personal, but also has a public dimension relevant to communal life. This study uses a library research approach by reviewing various relevant and up-to-date theological, pedagogical, and socio-religious literature. Data analysis was conducted using content analysis and thematic analysis techniques to identify and synthesize key ideas from various sources. The results show that Christian public spirituality is an expression of faith manifested in active involvement in social life through the values of love, justice, and respect for human dignity. In this context, PAK has a strategic role as a means of faith formation that is not only cognitive, but also reflective and transformative. Dialogic and inclusive PAK is able to shape social awareness, empathetic attitudes, and the ability to relate to diversity. However, the implementation of PAK still faces challenges in the form of the dominance of doctrinal approaches and a lack of space for dialogue. Therefore, the development of a more contextual, inclusive, and dialogical Christian Education (PAK) is needed to contribute to building a harmonious social life amidst diversity.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/22474IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER PADA DAUN INGGU (RUTA GRAVEOLENS L.) SEBAGAI AGEN ANTIPIRETIK TRADISIONAL2026-06-02T12:33:42+00:00Laura Manullanglaurasimanullang22@gmail.comAzizi Zahwa Norinazizizahwa58@gmail.comFitri Sitorusfitristrs06@gmail.comAprilia Sungamta Gintinggintingaprilia93@gmail.comRido Pratama Gintingridopratamaginting15@gmail.com<p>Daun inggu (Ruta Graveolens L. Pers.) merupakan tanaman herbal yang secara tradisional digunakan untuk membantu meredakan demam. Namun, informasi ilmiah mengenai kandungan metabolit sekundernya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metabolit sekunder yang terkandung dalam daun inggu melalui skrining fitokimia serta mengevaluasi potensinya sebagai obat tradisional. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan skrining fitokimia. Sampel daun diekstraksi melalui metode maserasi menggunakan etanol 70% selama 72 jam. Identifikasi senyawa dilakukan melalui uji alkaloid menggunakan pereaksi Mayer dan Dragendorff, uji flavonoid menggunakan metode Shinoda, serta uji saponin menggunakan metode pembentukan busa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak memberikan hasil negatif pada uji Mayer, tetapi menunjukkan reaksi positif pada uji Dragendorff yang ditandai dengan terbentuknya endapan berwarna merah. Uji flavonoid menghasilkan perubahan warna menjadi merah jingga, sedangkan uji saponin menunjukkan terbentuknya busa yang stabil. Temuan ini menunjukkan adanya kandungan alkaloid, flavonoid, dan saponin yang berpotensi mendukung pemanfaatan daun inggu sebagai obat herbal tradisional.</p> <p><em>Inggu leaves (Ruta angustifolia L. Pers.) are herbal plants traditionally used to help relieve fever. However, scientific information regarding their secondary metabolite content remains limited. This study aimed to identify the secondary metabolites contained in inggu leaves through phytochemical screening and to evaluate their potential as traditional medicine. The study employed a descriptive qualitative method using a phytochemical screening approach. Leaf samples were extracted through maceration using 70% ethanol for 72 hours. Compound identification was carried out through alkaloid testing using Mayer and Dragendorff reagents, flavonoid testing using the Shinoda method, and saponin testing using the foam formation method. The results showed that the extract gave a negative result in the Mayer test but a positive reaction in the Dragendorff test indicated by the formation of a red precipitate. The flavonoid test produced an orange-red color change, while the saponin test showed the formation of stable foam. These findings indicate the presence of alkaloids, flavonoids, and saponins that potentially support the use of inggu leaves as traditional herbal medicine.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/22624PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BUDAYA RAMA BERBASIS DIORAMA EDUKATIF PADA MATERI KEBERAGAMAN BUDAYA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL KELAS IV DI SEKOLAH DASAR NEGERI KEPATIHAN 01 JEMBER2026-06-06T09:56:58+00:00Syafirah Qurrotul A'yunvirasyavira3224@gmail.comLailatul Usriyahlailatulusriyah1978@gmail.com<p>Pemilihan media pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan perkembangan zaman serta karakteristik peserta didik agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di kelas IV SDN Kepatihan 01 Jember, diketahui bahwa antusisme siswa masih rendah, media pembelajaran yang tersedia masih terbatas, serta siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi Keberagaman Budaya Indonesia. Adapun Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan proses, kelayakan, dan keefektifan dari pengembangan media Pembelajaran Budaya RAMA Berbasis Diorama Edukatif Pada Materi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kelas IV di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kepatihan 01 Jember. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RnD) dengan model ADDIE. Uji coba dilakukan dalam dua tahap, yaitu skala kecil yang melibatkan 7 siswa dan skala besar yang melibatkan 21 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, angket, dokumentasi, serta tes. Adapun analisis data dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Produk yang dikembangkan berupa media Diorama Budaya RAMA pada mata pelajaran IPAS untuk siswa kelas IV SDN Kepatihan 01 Jember. (2). Hasil validasi dari ahli materi, ahli media, dan ahli pembelajaran memperoleh persentase 97,3% dengan kategori sangat layak dan (3). Hasil uji efektivitas menggunakan Paired Sample T-Test menunjukkan nilai sig -16.337 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah penggunaan media. Selain itu, hasil uji N-Gain sebesar (0,65) menunjukkan peningkatan pemahaman siswa pada kategori sedang. Dengan demikian media pembelajaran Budaya RAMA Berbasis Diorama Edukatif dinyatakan cukup efektif diterapkan dalam proses pembelajaran.</p> <p><em>The choice of teaching media should match the times and the characteristics of the students so that the learning process can take place as effectively as possible. Based on the observations and interviews conducted in class IV of SDN Kepatihan 01 Jember, it was found that students' interest is still low, the available learning media is limited, and students have difficulty understanding the material on the diversity of Indonesian culture. The purpose of this research is to describe the process, feasibility, and effectiveness of developing an educational diorama-based media for cultural learning called Rama, specifically for the Science and Social Studies (IPAS) subject in fourth-grade students at SDN Kepatihan 01 Jember. This study uses the Research and Development (RnD) method with the ADDIE model. The test was carried out in two stages: a small-scale trial involving 7 students and a large-scale trial involving 21 students. The data collection techniques used include observation, interviews, questionnaires, documentation, and tests. The data analysis was done in a descriptive way using both qualitative and quantitative approaches. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). The product developed is a cultural diorama media for the IPAS subject, designed for fourth-grade students at SDN Kepatihan 01 Jember. The validation results from the subject matter expert, media expert, and learning expert obtained a percentage of 97.3% with the category of very good and (3). The effectiveness test results using a Paired Sample T-Test show a significance value of -16.337, which is less than 0.05. This means there is a significant difference between the results before and after using the media. In addition, the N-Gain test results of 0.65 indicate an increase in students' understanding, which falls into the moderate category. Therefore, the educational diorama-based media for learning the Rama Culture is considered effective enough to be used in the learning process.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/22977KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DIGITAL2026-06-13T07:27:57+00:00Annisa Kiara Rigianisakiara6@gmail.comNandini Ayu Salsyabilasnandiniayu@gmail.comAisyah Khairunnisaakkhairunnisa17@gmail.com<p>Pendidikan Islam berperan krusial dalam membangun karakter, moral, dan kualitas sumber daya manusia yang unggul. Di zaman digital yang ditandai dengan kemajuan teknologi, globalisasi, serta perubahan sosial yang cepat, institusi pendidikan Islam dihadapkan pada berbagai tantangan untuk menjaga standar pendidikan yang tinggi. Oleh sebab itu, diperlukan kepemimpinan dari kepala sekolah yang dapat membawa perubahan yang konstruktif melalui inovasi dan pengelolaan yang efisien. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi kepala sekolah dalam memimpin transformasi guna meningkatkan kualitas pendidikan Islam di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian pustaka, yang melibatkan studi berbagai buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Temuan dari kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dapat meningkatkan mutu pendidikan Islam dengan membangun visi yang jelas, memberdayakan guru, memperkuat budaya organisasi sekolah, memanfaatkan teknologi digital, serta meningkatkan motivasi kerja para pendidik. Di samping itu, kepemimpinan yang transformasional juga berdampak positif pada peningkatan mutu pembelajaran, disiplin siswa, dan efektivitas manajemen sekolah. Dengan demikian, kepala sekolah sebagai pemimpin dalam pendidikan Islam perlu memiliki kemampuan yang inovatif, komunikatif, dan visioner agar dapat menciptakan institusi pendidikan yang berkualitas serta mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.</p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/22610PERAN MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KEUANGAN PESERTA DIDIK2026-06-06T05:20:56+00:00Mina Soima Putriminasoimaputri@gmail.comSri Hardianti Sartikasri.hardianti@unsil.ac.idAti Sadiahatisadiah07@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media digital dalam pembelajaran ekonomi untuk meningkatkan kemampuan literasi keuangan siswa di SMAN 10 Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan yang terlibat dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, pengajar ekonomi, dan siswa yang dipilih secara sengaja. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldaña (2014), yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Validasi data dilakukan dengan cara triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital yang paling umum dipakai dalam pengajaran ekonomi adalah PowerPoint dan Canva. Penggunaan media digital memberikan kemudahan bagi siswa dalam memahami materi ekonomi dengan cara yang lebih nyata, menarik, dan interaktif, sehingga membantu meningkatkan pemahaman literasi keuangan. Selain itu, media digital juga mendorong minat belajar, meningkatkan partisipasi, serta keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Namun, ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam penerapan media digital, seperti terbatasnya akses internet, perbedaan tingkat kemampuan literasi digital siswa, serta keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi dalam pengajaran. Dengan kata lain, media digital memiliki peran krusial dalam memperkuat pembelajaran ekonomi untuk meningkatkan literasi keuangan siswa.</p> <p><em>This study aims to analyze the role of digital media in economics learning to improve students' financial literacy skills at SMAN 10 Tasikmalaya. The method used in this study was qualitative with a case study approach. The informants involved in this study consisted of the principal, economics teachers, and students who were selected purposively. Data were collected through observation, interviews, and document collection. The data analysis technique used followed the model of Miles, Huberman, and Saldaña (2014), which includes data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validation was carried out through triangulation of sources and techniques. The results showed that the most commonly used digital media in economics teaching were PowerPoint and Canva. The use of digital media makes it easier for students to understand economics material in a more realistic, engaging, and interactive way, thus helping to improve financial literacy. In addition, digital media also encourages learning interest, increases student participation, and engagement during the learning process. However, there are several challenges faced in implementing digital media, such as limited internet access, differences in students' digital literacy skills, and teachers' skills in utilizing technology in teaching. In other words, digital media has a crucial role in strengthening economic learning to improve students' financial literacy.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/22930UPAYA MENINGKATKAN PENJUALAN KEYCHAIN FLOWERS MELALUI KREATIVITAS PRODUK2026-06-12T07:42:07+00:00Widya Apriyantiwidyaapriyanti1704@gmail.comSelvi Noviantiardiselvi@gmail.comNur Awalia Sholichaawaliasholichanur@gmail.comIka Fitriana Sasmitaikasasmita01@gmail.comRetno Purwani Setya Ningrumretno.purwani.setyaningrum@pelitabangsa.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya meningkatkan penjualan produk keychain flowers melalui kreativitas produk serta melihat respon konsumen terhadap inovasi yang dilakukan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan strategi studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan wawancara tidak terstruktur, di mana peneliti berperan langsung sebagai penjual untuk mengamati perilaku dan respon konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas produk memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen. Pengembangan produk melalui variasi desain yang lebih menarik, penggunaan warna yang beragam, serta inovasi kemasan terbukti mampu meningkatkan ketertarikan konsumen. Konsumen cenderung lebih menyukai produk yang estetik, unik, dan dikemas secara menarik. Selain itu, peningkatan kreativitas juga berdampak pada meningkatnya volume penjualan, di mana konsumen tidak hanya membeli satu produk tetapi juga melakukan pembelian lebih dari satu. Meskipun demikian, terdapat kendala dalam pengembangan produk seperti keterbatasan bahan dan waktu produksi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi produk merupakan strategi efektif dalam meningkatkan minat beli dan penjualan produk keychain flowers.</p> <p><em>This study aims to determine efforts to increase the sales of keychain flowers through product creativity and to analyze consumer responses to the innovations applied. This research uses a qualitative approach with a descriptive method and a case study strategy. Data collection techniques include participatory observation and unstructured interviews, where the researcher directly acts as the seller to observe consumer behavior and responses. The results show that product creativity has a significant influence on consumer buying interest. Product development through more attractive design variations, diverse color combinations, and innovative packaging has been proven to increase consumer interest. Consumers tend to prefer products that are aesthetic, unique, and attractively packaged. In addition, increased creativity also impacts sales volume, as consumers not only purchase one product but often buy more than one. However, there are some challenges in product development, such as limitations in materials and production time. Overall, this study indicates that product creativity and innovation are effective strategies in increasing consumer buying interest and sales of keychain flowers.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/22543ANALYSIS OF LANGUAGE CHANGE AND DIGITAL IDENTITY CONSTRUCTION IN GENERATION Z ONLINE COMMUNITIES2026-06-04T08:49:10+00:00Nazla Syafiqahnazlasyafiqah45@gmail.comVanessa Indah Lestarivanessandahlestari@gmail.comCristin Atalia Sinagacrstnsng13@gmail.comMuhammad Natsirnatsirfbs@unimed.ac.id<p><em>The development of digital communication within Generation Z online communities has generated dynamic language changes that are not merely linguistic in nature but also reflect complex social processes, identity construction, and power relations. This phenomenon is significant to examine given the role of digital language in shaping interaction patterns, literacy practices, and the social experiences of young people in the contemporary era. This study aims to explore how language change is interpreted and negotiated within Generation Z online communities through a qualitative approach employing a case study design. Data were collected through in-depth interviews, digital participant observation, and document analysis in the form of online interaction corpora, involving 15–20 participants actively engaged in digital communities. Data were analyzed using thematic analysis to identify patterns of meaning and contextualized experiences. The findings reveal three main themes: language functions as a marker of identity and social affiliation, as a space for negotiating meaning characterized by ambiguity and irony, and as an arena of ambivalence between self-expression and social pressure. These findings indicate that digital language serves not only as a medium of communication but also as a site for identity formation and contestation within a dynamic social context. Theoretically, this study contributes to the advancement of discourse analysis by integrating corpus-based approaches with qualitative interpretation. Practically, the findings have implications for the development of digital literacy, language education, and policies that are more responsive to the social and psychological dynamics of young people, while also opening avenues for further exploration in digital discourse studies.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/22752PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGELOLA TENAGA PENDIDIK DI LEMBAGA PAUD2026-06-09T07:58:19+00:00Lina Marianilinamariani14618@gmail.comSakiahsaja29633@gmail.comSuci Rahmadani Lubissucir3527@gmail.comKasmankasman@stain-madina.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara teoretis konsep spiritualitas publik Kristen serta Keberhasilan sebuah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) secara fundamental sangat bergantung pada kualitas dan kompetensi tenaga pendidiknya. Guru PAUD bukan sekadar pengajar, melainkan arsitek perkembangan karakter dan kognitif anak pada masa emas (golden age). Dalam konteks ini, Kepala Sekolah memegang peran sentral sebagai manajer sekaligus pemimpin instruksional yang bertanggung jawab mengelola sumber daya manusia agar tetap profesional, adaptif, dan inovatif di tengah perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk membedah strategi pengelolaan tenaga pendidik melalui implementasi fungsi-fungsi manajemen secara komprehensif, yang meliputi, pemetaan kebutuhan dan pengembangan kompetensi guru., penempatan tugas sesuai dengan keahlian (The right man on the right place), bimbingan dan motivasi untuk meningkatkan kinerja.dan evaluasi berkelanjutan untuk menjamin mutu pembelajaran. Efektivitas manajemen di PAUD tidak hanya bergantung pada aspek administratif, tetapi juga pada pendekatan kepemimpinan demokratis. Dengan melibatkan guru dalam pengambilan keputusan dan memberikan motivasi yang berkelanjutan, kepala sekolah dapat menciptakan lingkungan kerja yang harmonis. Hal inilah yang menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas serta kualitas pengajaran yang unggul bagi anak usia dini.</p> <p><em>The success of an Early Childhood Education (ECE) institution fundamentally depends on the quality and competence of its educators. ECE teachers are not merely instructors but architects of children's character and cognitive development during their golden age. In this context, the School Principal plays a pivotal role as both a manager and an instructional leader, responsible for managing human resources to ensure they remain professional, adaptive, and innovative in response to modern challenges.This article aims to analyze management strategies for educators through the comprehensive implementation of management functions, including, needs and developing teacher competencies, assigning tasks based on expertise (The right person in the right place), providing guidance and motivation to enhance performance and ongoing evaluation to ensure the quality of learning.Management effectiveness in ECE depends not only on administrative aspects but also on a democratic leadership approach. By involving teachers in decision-making and providing continuous motivation, the principal can create a harmonious work environment. This approach is the primary key to maintaining stability and superior teaching quality for early childhood students.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/22478ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN MAHASISWA PENDIDIKAN TATA BOGA UPI 2025 TERHADAP FILOSOFI NASI TUMPENG2026-06-02T13:01:47+00:00Shella Aulia Nur Fauziyahshellaaul18@student.upi.eduRaden Azka Hasna Muthiahazkahasnamuthiah@student.upi.eduRegina Salsabila Putri Sandireginasalsabila@student.upi.eduDwinda Azzahra Andriawandwindaazzahra@student.upi.eduSuci Sundusiahsuci.sundusiah@upi.edu<p>Nasi tumpeng merupakan salah satu warisan budaya kuliner Indonesia yang mengandung nilai filosofis dan simbolik yang mencerminkan identitas masyarakat. Namun, perkembangan modernisasi berpotensi mengurangi pemahaman generasi muda terhadap makna budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga Universitas Pendidikan Indonesia angkatan 2025 terhadap filosofi nasi tumpeng, aspek filosofi yang dipahami, serta sumber pengetahuan yang dimiliki mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket daring kepada 52 mahasiswa dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa persentase dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman mahasiswa terhadap filosofi nasi tumpeng berada pada kategori cukup. Sebagian besar responden memahami nasi tumpeng sebagai warisan budaya kuliner Indonesia dan simbol rasa syukur dalam berbagai kegiatan masyarakat. Filosofi yang paling dipahami adalah makna bentuk kerucut sebagai simbol hubungan manusia dengan Tuhan. Sementara itu, pemahaman mengenai makna simbolis beberapa lauk pendamping dan istilah “Tumpaku Sing Mempeng” masih relatif rendah. Temuan penelitian menunjukkan perlunya penguatan pembelajaran berbasis budaya untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap nilai filosofis kuliner tradisional Indonesia.</p> <p><em>Tumpeng rice is one of Indonesia’s culinary cultural heritages that embodies philosophical and symbolic values reflecting the identity of its society. However, the advancement of modernization has the potential to reduce younger generations’ understanding of the cultural meanings embedded in traditional foods. This study aimed to analyze the level of understanding of students from the Culinary Education Study Program at Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Class of 2025, regarding the philosophy of tumpeng rice, the philosophical aspects they understand, and their sources of knowledge about it. The study employed a quantitative approach using a descriptive method. Data were collected through an online questionnaire distributed to 52 students and analyzed using descriptive statistics, including percentages and frequency distributions. The findings revealed that the students’ level of understanding of the philosophy of tumpeng rice was in the moderate category. Most respondents recognized tumpeng rice as part of Indonesia’s culinary cultural heritage and as a symbol of gratitude in various community activities. The most widely understood philosophical aspect was the cone-shaped form of tumpeng rice, which symbolizes the relationship between humans and God. Meanwhile, understanding of the symbolic meanings of several side dishes and the term “Tumpaku Sing Mempeng” remained relatively low. The findings indicate the need to strengthen culture-based learning to enhance students’ understanding of the philosophical values embedded in Indonesian traditional cuisine.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner