https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/issue/feed Jurnal Pendidikan Multidisipliner 2026-09-29T16:54:30+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/27038 PENGEMBANGAN PROFESI GURU DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN NUMERASI: STUDI LITERATUR 2026-09-17T04:31:46+00:00 Laila Nur Azizah lailnrazhh@gmail.com Najwa Rahadatul ‘Aisyi rahadatulanajwa@gmail.com Ikmawati ikmawati@fkip.unmul.ac.id Usfandi Haryaka usfandi.haryaka@fkip.unmul.ac.id <p><em>Teachers’ competence in numeracy learning needs to be strengthened through professional development activities that correspond to their needs and levels of competence. This study aimed to identify forms of teacher professional development and their contribution to improving teachers’ competence in numeracy learning. The study employed a literature review using a qualitative approach. Data sources consisted of journal articles and scientific publications relevant to teacher professional development, teacher competence, and numeracy learning. Data were collected through searching, selecting, and recording information from sources that met the research focus. The data were analyzed through identification, categorization, comparison, and interpretation of findings based on themes related to professional development activities and competence in numeracy learning. The findings indicate that training, mentoring, practice, reflection, and professional development programs can support improvements in teachers’ competence. These activities assist teachers in strengthening conceptual understanding, selecting learning strategies, developing instructional materials, implementing numeracy activities, and conducting assessments. The effectiveness of professional development is influenced by the alignment of programs with teachers’ needs and initial competence. Professional development that combines content reinforcement, practical activities, and mentoring has the potential to support teachers in applying the competencies they acquire to numeracy learning.</em></p> <p>Kompetensi guru dalam pembelajaran numerasi perlu diperkuat melalui kegiatan pengembangan profesi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk pengembangan profesi serta kontribusinya terhadap peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran numerasi. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Sumber data berupa artikel jurnal dan sumber ilmiah yang relevan dengan pengembangan profesi guru, kompetensi guru, dan pembelajaran numerasi. Data dikumpulkan melalui penelusuran, pemilihan, dan pencatatan informasi dari sumber yang memenuhi fokus penelitian. Analisis dilakukan melalui identifikasi, pengelompokan, perbandingan, dan penafsiran temuan berdasarkan tema yang berkaitan dengan bentuk pengembangan profesi dan kompetensi pembelajaran numerasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan, pendampingan, praktik, refleksi, dan program pengembangan profesional dapat mendukung peningkatan kompetensi guru. Kegiatan tersebut membantu guru memperkuat pemahaman konsep, memilih strategi pembelajaran, menyusun perangkat ajar, menerapkan aktivitas numerasi, dan melakukan penilaian. Efektivitas kegiatan dipengaruhi oleh kesesuaian program dengan kebutuhan serta kemampuan awal guru. Pengembangan profesi yang memadukan penguatan materi, praktik, dan pendampingan memiliki potensi untuk membantu guru menerapkan kompetensi yang diperoleh dalam kegiatan pembelajaran numerasi.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/27589 PERAN GURU DALAM MEMBANGUN MOTIVASI BELAJAR SISWA GUNA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI 25 KOTA BENGKULU 2026-09-26T01:24:00+00:00 Mery Shafrina meryshafrina@gmail.com Bela bela20060129@gmail.com Egi Safitri egisafitri76@gmail.com Febriana Saputri febrianasaputri.fp@gmail.com Rolan Fitra rolanfitra3@gmail.com Meddyan Heriadi meddyanheriadi@gmail.com <p>Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung efektivitas dan kualitas proses pembelajaran. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang baik cenderung lebih aktif, fokus, dan bersedia mengikuti kegiatan pembelajaran. Guru memiliki peran penting dalam membangun motivasi belajar siswa melalui pemberian dorongan, arahan, perhatian, bimbingan, penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi, pemberian penghargaan, serta penciptaan suasana belajar yang nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam membangun motivasi belajar siswa guna meningkatkan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 25 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan guru menggunakan sepuluh pertanyaan yang berkaitan dengan kondisi motivasi belajar siswa, faktor yang memengaruhi motivasi, strategi guru, metode pembelajaran, pendekatan terhadap siswa yang kurang aktif, pemberian penghargaan, hambatan, evaluasi, serta dampak peningkatan motivasi terhadap kualitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa di SMP Negeri 25 Kota Bengkulu masih tergolong cukup rendah, yang terlihat dari adanya siswa yang kurang fokus dan kurang aktif selama pembelajaran. Guru berupaya mengatasi kondisi tersebut dengan memberikan dorongan, arahan, perhatian, menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan berdiskusi, serta memberikan penghargaan terhadap partisipasi siswa. Guru juga melakukan pendekatan kepada siswa yang kurang termotivasi untuk mengetahui penyebabnya dan memberikan bimbingan yang sesuai. Upaya tersebut dapat meningkatkan keaktifan dan fokus siswa sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan kondusif.</p> <p><em>Learning motivation is an important factor in supporting the effectiveness and quality of the learning process. Students with good learning motivation tend to be more active, focused, and willing to participate in learning activities. Teachers have an important role in building student motivation through encouragement, guidance, attention, varied learning methods, appreciation, and the creation of a comfortable learning environment. This study aims to describe the role of teachers in building student learning motivation to improve the quality of learning at SMP Negeri 25 Kota Bengkulu. This research uses a descriptive qualitative approach. Data were obtained through interviews with teachers using ten questions related to student learning motivation, factors affecting motivation, teacher strategies, learning methods, approaches to less active students, appreciation, obstacles, evaluation, and the impact of increased motivation on learning quality. The results show that student learning motivation at SMP Negeri 25 Kota Bengkulu is still relatively low, as indicated by students who are less focused and less active during learning. Teachers attempt to overcome these conditions by providing encouragement, guidance, attention, varied learning methods, opportunities for discussion and questions, as well as appreciation for student participation. Teachers also approach students who are less motivated to identify the causes and provide appropriate guidance. These efforts contribute to increased student participation and focus, thereby supporting a more effective and conducive learning process.</em></p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/27435 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI SISWA KELAS X SMAN 1 BOAWAE TAHUN AJARAN 2025/2026. 2026-09-22T06:56:06+00:00 Anjelina Tawa Nenu anjelinanenu49@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan proses penerapan model pembelajaran Think Talk Write(TTW) dalam pembelajaran menulis karangan narasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Boawae Tahun Ajaran 2025/2026. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan model pembelajaran Think Talk Write untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Boawae Tahun Ajaran 2025/2026. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Teori yang digunakan adalah teori keterampilan menulis narasi, teori model Think Talk Write, dan teori evaluasi pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Boawae yang berjumlah 40 orang. Teknik yang digunakan adalah teknik tes. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik penskoran dan teknik statistik, sedangkan teknik penyajian data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode formal yang menggunakan tabel yang berisi angak-angka, yang disajikan dari hasil analisis keseluruhan data pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Boawae Tahun Ajaran 2025/2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai pada siswa setelah menerapkan model pembelajaran Think Talk Write untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi. Persentase keberhasilan dan kegagalan siswa yang mampu 87,5% dan siswa yang tidak mampu 12,5% jumlah siswa yang mampu 35 orang dan siswa yang tidak mampu 5 orang. Penerapan model Think Talk Write menunjukkan adanya perubahan pada keterampilan menulis karangan narasi dan nilai siswa kelas X SMA Negeri 1 Boawae.</p> <p><em>This study aims to identify and describe the process of implementing the Think Talk Write (TTW) learning model in teaching narrative writing to Grade X students at SMA Negeri 1 Boawae during the 2025/2026 academic year. The problem addressed in this study is how the implementation of the Think Talk Write learning model can improve the narrative writing skills of Grade X students at SMA Negeri 1 Boawae during the 2025/2026 academic year. This study employed a quantitative approach. The theories used in this study include the theory of narrative writing skills, the theory of the Think Talk Write learning model, and the theory of learning evaluation. The subjects of this study were 40 Grade X students at SMA Negeri 1 Boawae. The data collection technique used was a testing technique. Data analysis was conducted using scoring and statistical techniques, while data presentation employed a formal method using tables containing numerical data derived from the overall analysis of the data collected from Grade X students at SMA Negeri 1 Boawae during the 2025/2026 academic year.</em><em> The results of the study indicate an improvement in students’ scores after the implementation of the Think Talk Write learning model to improve their narrative writing skills. The percentage of students who achieved the required level of competence was 87.5%, while 12.5% of the students did not achieve the required level. In terms of numbers, 35 students achieved the required level of competence, while 5 students did not. The implementation of the Think Talk Write model demonstrated positive changes in the narrative writing skills and academic achievement of Grade X students at SMA Negeri 1 Boawae.</em></p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/27417 PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DI KELAS IV SD NEGERI 130/II PASIR PUTIH 2026-09-22T03:22:50+00:00 M. Illyasa Dafa Ayyasi ilyasakk2233@gmail.com Nurlev Avana guesst@jurnalhst.co.id Dhini Mufthi guesst@jurnalhst.co.id <p>Pembelajaran Matematika di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan berupa rendahnya keaktifan peserta didik dan hasil belajar dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar Matematika peserta didik kelas IV melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus menggunakan model Kemmis dan McTaggart. Subjek penelitian berjumlah 22 peserta didik kelas IV SDN 130/II Pasir Putih. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan aktivitas pembelajaran dan hasil belajar pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas peserta didik dari 47,37% pada Siklus I Pertemuan I menjadi 84,21% pada Siklus II Pertemuan II. Aktivitas pendidik juga meningkat dari 47,37% menjadi 94,74%. Selain itu, ketuntasan hasil belajar meningkat dari 45,45% pada Siklus I menjadi 77,27% pada Siklus II, dengan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 70. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model TPS dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran sekaligus hasil belajar Matematika pada kelas yang diteliti. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa TPS dapat digunakan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran untuk menciptakan pembelajaran Matematika yang lebih aktif, kolaboratif, dan komunikatif.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/27273 ANALISIS KOMPREHENSIF KANDUNGAN SUMBER BELAJAR IPA PADA TEMBANG DOLANAN 2026-09-20T01:41:36+00:00 Zahrotun Atqiyani atqiazahra12@gmail.com Istingatun Karomah istingatun936@gmail.com Naela Munawaroh naelamunawaroh123@gmail.com Nita Umaroh nitaumaroh104@gmail.com Sulis Fauziyanti sulisfauziyanti636@gmail.com Farkham Hidayatul Mubarok Farkhambarok@gmail.com Aris Naeni Dwiyanti arisnaeni@unugha.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program Jaminan Kesehatan Nasional Mobile (JKN Mobile) dalam pelayanan registrasi online pada pasien di Puskesmas Genuk Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan model IPO yang meliputi input, process, output. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan petugas administrasi dan pasien pengguna JKN Mobile. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek input, pelayanan didukung oleh petugas, sarana dan prasarana, serta jaringan internet, meskipun masih terdapat kendala jaringan dan kemampuan sebagian pasien dalam menggunakan aplikasi. Pada aspek process, registrasi meliputi verifikasi data, pendaftaran melalui aplikasi, pendampingan, dan pelayanan administrasi. Pada aspek output, JKN Mobile membantu mempercepat pelayanan, mengurangi waktu antrean, dan memudahkan proses registrasi. Namun, hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelaksanaan program belum sepenuhnya optimal, terutama karena masih terdapat gangguan jaringan dan sistem serta keterbatasan kemampuan digital pada sebagian pasien. Dengan demikian, registrasi online melalui JKN Mobile di Puskesmas Genuk telah berjalan cukup efektif, tetapi masih diperlukan peningkatan jaringan dan sosialisasi kepada pasien.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/27503 TUTURAN ADAT DALAM RITUAL TIWA ULE WOGO PADA MASYARAKAT NILANAPO, KECAMATAN OMESURI, KABUPATEN LEMBATA 2026-09-24T02:22:48+00:00 Emiliana Kontesa Dire direkontesa@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi tuturan adat dalam ritual Tiwa Ule Wogo pada masyarakat Nilanapo, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian berupa data lisan, yaitu syair atau tuturan adat yang digunakan dalam pelaksanaan ritual Tiwa Ule Wogo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan rekam. Analisis data dilakukan berdasarkan perspektif Linguistik Kebudayaan yang memandang bahasa sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan budaya masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tuturan adat dalam ritual Tiwa Ule Wogo terdiri atas nomina, verba, pronomina, adjektiva, dan repetisi. Makna yang terkandung dalam tuturan adat meliputi makna permohonan, religius, simbolik, dan sosial atau kebersamaan. Sementara itu, fungsi tuturan adat meliputi fungsi informatif dan direktif. Tuturan adat tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi dalam ritual, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan doa, harapan, penghormatan kepada leluhur, serta memperkuat hubungan sosial masyarakat. Dengan demikian, tuturan adat dalam ritual Tiwa Ule Wogo merupakan bagian penting dari warisan budaya masyarakat Nilanapo yang perlu dipertahankan dan dilestarikan.</p> <p><em>This study aims to describe the forms, meanings, and functions of traditional utterances used in the Tiwa Ule Wogo ritual among the Nilanapo community, Omesuri District, Lembata Regency. This study employed a qualitative approach. The data consisted of oral data in the form of traditional utterances or verses used in the implementation of the Tiwa Ule Wogo ritual. Data were collected through interviews, documentation, and recording techniques. The data were analyzed using the Cultural Linguistics perspective, which views language as an inseparable part of the cultural life of a community. The results show that the traditional utterances in the TiwaUle Wogo ritual consist of several linguistic forms, namely nouns, verbs, pronouns, adjectives, and repetition. The meanings contained in the utterances include supplication, religious, symbolic, and social or togetherness meanings. Meanwhile, the functions of the traditional utterances consist of informative and directive functions. These traditional utterances do not merely function as a means of communication in the ritual, but also serve as a medium for expressing prayers, hopes, respect for ancestors, and strengthening social relationships within the community. Therefore, the traditional utterances in the Tiwa Ule Wogo ritual constitute an important part of the cultural heritage of the Nilanapo community that needs to be preserved and passed on to future generations.</em></p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/27434 PENERAPAN METODE OBCE BERBASIS PRINSIP SPADY TERHADAP SPIRITUALITAS RELASIONAL DAN KRISIS IMAN SISWA DI UPTD SMKN 1 SESENAPADANG 2026-09-22T05:56:17+00:00 Iva Liliani Minanga ivaminanga@gmail.com Lydia Weniati Augustiana lydiaweni@ukrimuniversity.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Outcome-Based Christian Education (OBCE) berbasis prinsip-prinsip William G. Spady dalam memperkuat spiritualitas relasional serta merespons krisis iman siswa di UPTD SMK Negeri 1 Sesenapadang. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah munculnya berbagai bentuk kerentanan iman pada masa remaja, seperti kurangnya keterlibatan dalam kegiatan keagamaan, keraguan terhadap iman Kristen, rendahnya motivasi mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK), serta kecenderungan memahami iman sebatas pengetahuan dan kewajiban keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan refleksi pembelajaran PAK. Analisis dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Penerapan OBCE dikembangkan melalui empat prinsip Spady, yaitu kejelasan fokus (clarity of focus), desain mundur (design down), ekspektasi tinggi (high expectations), dan perluasan kesempatan belajar (expanded opportunities). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang berorientasi pada outcome tidak hanya membantu siswa memahami materi PAK, tetapi juga membuka ruang bagi siswa untuk mengalami, merefleksikan, dan mempraktikkan iman dalam relasi dengan Tuhan, sesama, guru, keluarga, dan lingkungan. Spiritualitas relasional menjadi lebih tampak melalui keterbukaan siswa dalam berdiskusi, kemampuan mendengarkan orang lain, kepedulian, kerja sama, pengampunan, pelayanan, serta keberanian mengungkapkan pergumulan iman. Penerapan OBCE juga menunjukkan bahwa krisis iman tidak seharusnya hanya dipandang sebagai masalah pengetahuan teologis, melainkan sebagai bagian dari proses perkembangan iman yang membutuhkan pendampingan relasional. Dengan demikian, OBCE berbasis prinsip Spady dapat menjadi pendekatan yang relevan bagi PAK di SMK karena menghubungkan capaian pembelajaran dengan transformasi kehidupan nyata siswa.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/27322 TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DIGITAL: STUDI LITERATUR SISTEMATIS TERHADAP PELUANG DAN TANTANGAN IMPLEMENTASINYA 2026-09-20T09:32:20+00:00 Sukring sukring69kd@gmail.com <p>Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mendorong transformasi besar dalam berbagai lini kehidupan, termasuk dunia pendidikan Islam. Fenomena ini membuka peluang sekaligus memunculkan tantangan baru bagi lembaga pendidikan Islam, mulai dari madrasah, sekolah berbasis agama, hingga pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan memetakan secara sistematis peluang dan tantangan transformasi digital dalam pendidikan Islam berdasarkan kajian literatur terkini. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis (systematic literature review) dengan pendekatan naratif-tematik yang mengacu pada prinsip-prinsip PRISMA, melalui penelusuran artikel ilmiah pada basis data akademik nasional dan internasional periode 2021-2026, yang selanjutnya diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menjadi sejumlah artikel primer untuk dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi digital membuka peluang berupa personalisasi pembelajaran, efisiensi evaluasi, perluasan akses dan inovasi kurikulum, penguatan literasi digital santri, serta perluasan dakwah digital. Di sisi lain, ditemukan tantangan signifikan berupa kesenjangan digital, keterbatasan kompetensi pendidik, persoalan etika dan keamanan data, pergeseran otoritas keilmuan tradisional, serta risiko ketergantungan kognitif terhadap AI. Penelitian ini merumuskan kerangka integratif yang menempatkan nilai-nilai keislaman sebagai pijakan utama dan teknologi sebagai wasilah (sarana), yang perlu didukung tata kelola etis, penguatan kompetensi digital pendidik, dan kolaborasi multipihak (pentahelix) agar transformasi digital pendidikan Islam berjalan berkelanjutan tanpa mengikis nilai spiritualitas dan akhlak peserta didik.</p> <p><em>The rapid advancement of digital technology and Artificial Intelligence (AI) has driven substantial transformation across various sectors, including Islamic education. This phenomenon presents both opportunities and new challenges for Islamic educational institutions, ranging from madrasah and faith-based schools to Islamic boarding schools (pesantren). This study aims to systematically map the opportunities and challenges of digital transformation in Islamic education based on recent literature. A systematic literature review with a narrative-thematic approach informed by PRISMA principles was employed, searching academic articles from national and international databases published between 2021 and 2026, which were then selected through inclusion and exclusion criteria into a set of primary articles for in-depth analysis. The findings indicate that digital transformation offers opportunities such as personalized learning, evaluation efficiency, expanded access and curriculum innovation, strengthened digital literacy among students (santri), and the expansion of digital da'wah. Conversely, significant challenges were identified, including the digital divide, limited educator competence, ethical and data-security concerns, shifts in traditional scholarly authority, and the risk of cognitive dependency on AI. This study proposes an integrative framework positioning Islamic values as core principles and technology as a means (wasilah), supported by ethical governance, strengthened educator digital competence, and multi-stakeholder (pentahelix) collaboration so that the digital transformation of Islamic education proceeds sustainably without eroding students' spirituality and moral character.</em></p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner