Jurnal Pendidikan Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm id-ID Jurnal Pendidikan Multidisipliner IMPLEMENTASI ETIKA PROFESI GURU PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DALAM INTERNALISASI KARAKTER GENERASI ALPHA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/20561 <p>Setiap profesi memiliki etika dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka, terutama pada guru. Etika profesi guru ialah nilai atau prinsip moral yang menjadi pedoman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka. Penelitian ini mengkaji tentang implementasi profesi guru PPKn dalam membentuk karakter generasi Alpha yang penuh dengan tantangan moral di era digital ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder yaitu buku, jurnal yang menjadi acuan referensi untuk mengetahui hakikat, urgensi etika profesi guru serta karakter generasi Alpha di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi etika profesi melalui keteladanan, kode etik PGRI, dan integrasi dalam RPP menciptakan lingkungan belajar inklusif, meski menghadapi tantangan seperti beban administratif dan kurangnya pelatihan, strategi penguatan meliputi workshop MGMP, supervisi etika, dan kolaborasi sekolah.</p> <p><em>Every profession has ethics in carrying out their duties and responsibilities, especially for teachers. The ethics of the teaching profession are moral values or principles that serve as guidelines in carrying out their duties and responsibilities. This study examines the implementation of the PPKn teaching profession in shaping the character of the Alpha generation which is full of moral challenges in this digital era. This study uses a descriptive qualitative approach using secondary data, namely books, journals that serve as references to determine the nature, urgency of teaching professional ethics and the character of the Alpha generation in the digital era. The results of the study indicate that the implementation of professional ethics through role models, the PGRI code of ethics, and integration in the RPP creates an inclusive learning environment, despite facing challenges such as administrative burdens and lack of training, strengthening strategies include MGMP workshops, ethics supervision, and school collaboration.</em></p> Dinda Safira Devianda Dinda Ujung Sri Malem Teta Tarigan Noni Aulia Pratiwi Theresia Anggi Natama Yuliana Kristina Sinurat Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner 2026-03-30 2026-03-30 9 3 ANALISIS PROFESIONALISME GURU DALAM MENGELOLA KEGIATAN BELAJAR DI LUAR RUANGAN DI TK. TARBIYATUL QURAN AISYIYAH II DUMAI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/20640 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profesionalisme guru dalam mengelola kegiatan belajar di luar ruangan di TK Tarbiyatul Qur’an ‘Aisyiyah II Dumai. Kegiatan pembelajaran di luar ruangan memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan anak usia dini, baik aspek fisik, kognitif, sosial emosional, maupun moral dan agama. Namun, pelaksanaannya sangat bergantung pada kemampuan profesional guru dalam merancang, mengatur, menyesuaikan, mengoordinasikan, dan mengontrol kegiatan pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas satu kepala sekolah dan tiga orang guru TK yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan triangulasi data untuk menjaga keabsahan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme guru dalam mengelola kegiatan belajar di luar ruangan sudah berjalan cukup baik, terlihat dari upaya guru dalam membagi anak ke dalam kelompok kecil, menyesuaikan kegiatan dengan kondisi anak dan cuaca, serta memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan luas lahan bermain, kurangnya pelatihan khusus terkait pembelajaran outdoor, serta evaluasi kegiatan yang belum terdokumentasi secara sistematis. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan khusus dan pengembangan sistem evaluasi agar pengelolaan kegiatan belajar di luar ruangan dapat berjalan lebih optimal dan terarah sesuai dengan kurikulum pendidikan anak usia dini.</p> <p><em>This study aims to analyze teachers’ professionalism in managing outdoor learning activities at TK Tarbiyatul Qur’an ‘Aisyiyah II Dumai. Outdoor learning activities play an important role in supporting early childhood development, including physical, cognitive, social-emotional, as well as moral and religious aspects. However, the implementation of these activities highly depends on teachers’ professional abilities in designing, organizing, adjusting, coordinating, and controlling learning activities. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. The research subjects consisted of one principal and two kindergarten teachers selected through purposive sampling. Data were collected through observation, structured interviews, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, supported by data triangulation to ensure validity. The results showed that teachers’ professionalism in managing outdoor learning activities was fairly good, as indicated by teachers’ efforts to divide children into small groups, adjust activities according to children’s conditions and weather, and utilize available facilities. Nevertheless, several obstacles were identified, including limited outdoor space, the lack of specific training on outdoor learning, and the absence of systematic documentation in evaluating outdoor activities. Therefore, it is necessary to enhance teachers’ competencies through professional training and to develop a structured evaluation system so that outdoor learning activities can be implemented more effectively and in accordance with the early childhood education curriculum.</em></p> Utari Rubiyanti Swandra Rahayu Nelti Rizka Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner 2026-03-30 2026-03-30 9 3 PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS PROJECT BASED LEARNING DI KELAS B TK EVERGREEN PANGKALAN KERINCI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/20633 <p>Modul Ajar pada kurikulum merdeka menjadi hal penting dalam proses kegiatan belajar mengajar, dimana pengembangan modul ajar ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Sehingga perlu dikembangkan modul ajar berbasis Project Based Learning (PjBL). Tujuan Penelitian ini adalah mengembangkan modul ajar berbasis Project Based Learning (PjBL) untuk anak TK B dengan tema “Menanam Sayur Kangkung” menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop tanpa tahap penyebaran). Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&amp;D) dengan tahapan pengembangan produk meliputi analisis kebutuhan, perancangan modul, validasi ahli, dan uji coba terbatas. Validasi modul dilakukan oleh ahli materi dan ahli media dengan hasil skor rata-rata masing-masing 82% dan 85%, yang menunjukkan modul sangat valid. Uji coba terbatas melibatkan 15 anak TK B dengan hasil keterlibatan aktif dan respon positif guru sebesar 84% dan 92%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan layak, efektif, dan praktis digunakan dalam pembelajaran anak TK B serta dapat meningkatkan motivasi dan keterampilan anak. Modul ini direkomendasikan untuk digunakan sebagai media pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Teaching modules in the independent curriculum are crucial in the teaching and learning process, where the development of these teaching modules can be tailored to school needs. Therefore, it is necessary to develop Project Based Learning (PjBL)-based teaching modules. The purpose of this study is to develop Project Based Learning (PjBL)-based teaching modules for Kindergarten B students with the theme "Planting Water Spinach" using the 4D development model (Define, Design, Develop without a dissemination stage). The research method used is Research and Development (R&amp;D) with product development stages including needs analysis, module design, expert validation, and limited trials. Module validation was carried out by material experts and media experts with average scores of 82% and 85%, respectively, indicating the module is highly valid. A limited trial involving 15 Kindergarten B children resulted in 84% and 92% active engagement and positive teacher responses. The results showed that the developed teaching module was feasible, effective, and practical for use in Kindergarten B children's learning and could improve their motivation and skills.</em></p> <p><em>This module is recommended as an innovative and enjoyable learning medium.</em></p> Sri Wahyuni Saragi Nopa Wilyanita Swandra Rahayu Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner 2026-03-30 2026-03-30 9 3 MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI MELALUI MEDIA INTERAKTIF WORDWALL DI KELOMPOK B MELATI TK ANANDA KANDIS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/20641 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah media interaktif wordwall dapat meningkatkan kemampuan numerasi di Kelompok B Melati TK Ananda Kandis. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan numerasi Kelompok B Melati yang ditunjukkan oleh hasil persentase rata-rata pra siklus sebesar 53% dengan kategori Mulai Berkembang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus dan empat kali pertemuan. Dimana setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data dianalisis menggunakan dua teknik yaitu teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 17 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media interaktif wordwall efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi di Kelompok B Melati TK Ananda Kandis. Terdapat peningkatan yang signifikan pada kemampuan numerasi pada siklus I dan siklus II, dengan rata-rata peningkatan persentase sebesar 20%, dimana pada siklus I rata-rata yang didapatkan yaitu 60% dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan, kemudian meningkat menjadi 80% dengan kategori Berkembang Sangat Baik pada siklus II.Disarankan agar guru hendaknya lebih kreatif dan inovatif lagi di dalam memilih media yang akan digunakan dalam pembelajaran numerasi karena penggunaan media yang interaktif dan menarik dapat meningkatkan rasa antusias anak dalam mengikuti kegiatan belajar. Dapat disimpulkan bahwa media interaktif wordwall sangat layak dan efektif digunakan pada aktivitas pembelajaran numerasi karena penggunaannya yang mudah dan menyenangkan dengan kegiatan yang bervariasi dan tampilan template yang dapat disesuaikan sehingga menarik minat anak untuk bermain melalui interaksi dan pengalaman yang bermakna.</p> <p><em>This study aims to find out whether wordwall interactive media can improve numeracy skills in Group B Melati Kindergarten Ananda Kandis. This research is based on the low numeracy ability of Group B Melati which is shown by the results of the pre-cycle average percentage of 53% with the category of Starting to Develop. This study uses a classroom action research (CAR) design with two cycles and four meetings. Where each cycle consists of four stages, namely planning, implementation of actions, observation and reflection. Data was analyzed using two techniques, namely quantitative and qualitative data analysis techniques. The study subjects amounted to 17 children. The data collection technique uses observation and documentation.The results of the study showed that the use of interactive media of wordwall was effective in improving numeracy skills in Group B of Melati Kindergarten Ananda Kandis. There was a significant increase in numeracy ability in cycle I and cycle II, with an average percentage increase of 20%, where in cycle I the average obtained was 60% with the category of Developing As Expected, then increasing to 80% with the category of Developing Very Good in cycle II.It is suggested that teachers should be more creative and innovative in choosing the media to be used in numeracy learning because the use of interactive and interesting media can increase children's enthusiasm in participating in learning activities. It can be concluded that wordwall interactive media is very feasible and effective to use in numeracy learning activities because of its easy and fun use with varied activities and customizable template appearances so that it attracts children's interest in playing through meaningful interactions and experiences.</em></p> Rizky Aulia Pane Nini Aryani Nopa Wilyanita Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner 2026-03-30 2026-03-30 9 3 PENINGKATAN KREATIVITAS ANAK MELALUI KERAJINAN TANGAN TRADISIONAL DI KELAS B TK EVERGREEN PANGKALAN KERINCI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/20635 <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak melalui kerajinan tangan tradisional di kelas B TK Evergreen Pangkalan Kerinci. Jenis penelitian yakni Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah seluruh anak usia 5-6 tahun kelas B berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data&nbsp; menggunakann observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kerajinan tangan tradisional dapat meningkatkan kreativitas anak kelompok B di TK Evergreen Pangkalan Kerinci, hal ini di buktikan adanya peningkatan setiap tindakan kelas yang dilakukan, sebagaimana dari hasil observasi awal kreativitas anak mencapai 42,78% dengan kategori MB sedangkan setelah dilakukan tindakan pada siklus I kreativitas anak meningkat menjadi 56,11% dan kembali meningkat pada siklus II mencapai 77,13% dengan kategori BSB. Peningkatan kreativitas anak melalui kerajinan tangan tradisional yakni meningkat sebesar 31,17% dari observasi awal ke siklus I, sedangkan peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 37,46%, serta peningkatan dari observasi awal ke siklus II meningkat sebesar 80,30%. Hasil ini menunjukan setiap siklusnya mengalami peningkatan yang cukup besar pada kreativitas anak.</p> <p><em>This study aims to improve children's creativity through traditional handicrafts in class B of Evergreen Kindergarten Pangkalan Kerinci. The type of research is Classroom Action Research (CAR). The subjects of this study were all 15 children aged 5-6 years in class B. Data collection techniques used observation and documentation. Based on the results of the study, it can be concluded that traditional handicrafts can improve the creativity of children in group B at Evergreen Kindergarten Pangkalan Kerinci, this is proven by an increase in each class action carried out, as from the results of the initial observation, children's creativity reached 42.78% with the MB category, while after the action was carried out in cycle I, children's creativity increased to 56.11% and increased again in cycle II to 77,13% with the BSB category. The increase in children's creativity through traditional handicrafts increased by 31,17% from the initial observation to cycle I, while the increase from cycle I to cycle II was 37,46%, and the increase from the initial observation to cycle II increased by 80,30%. These results show that each cycle experienced a significant increase in children's creativity.</em></p> <p>&nbsp;</p> Siska Rahmadani Nopa Wilyanita Swandra Rahayu Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner 2026-03-30 2026-03-30 9 3