Jurnal Pendidikan Multidisipliner
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm
id-IDJurnal Pendidikan MultidisiplinerNILAI-NILAI DALAM LEGENDA BOKAY PADA MASYARAKAT DESA NUSAKDALE KECAMATA PANTAI BARU KABUPATEN ROTE NDAO
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/21498
<p>Skripsi berjudul, “ Nilai-Nilai dalam Legenda <em>Bokay</em> Pada Masyarkat Desa Nusakdale Kecamatan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao”, oleh Jilta Mirsanti Dano, NIM. 2288201033, yang dibimbing oleh Ona Diana Bani, S.Pd., M.Hum., selaku pembimbing I dan Sanhedri Boimau, S.Pd., M.Hum., selaku pembimbing II. Masalah dalam penelitian ini adalah Apa saja nilai-nilai yang terkandung dalam legenda <em>Bokay </em>pada masyarakat Desa Nusakdale Kecamatan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung dalam legenda <em>Bokay </em>pada Masyarakat Desa Nusakdale Kecamatan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao. Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah untuk sebagai bahan masukan bagi pemerintah agar tetap mengembangkan dan melestarikan budaya lokal. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori linguistik kebudayaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai yang terkandung dalam legenda <em>Bokay</em> pada Masyarakat Desa Nusakdale Kecamatan Pantai baru Kabupaten Rote Ndao adalah (1) Nilai Sosial , ditunjukkan melalui kata <em> “na’no” </em>yang berarti bersahabat yang artinya ada persahabatan antara makhluk di laut dan makhluk di darat<em>.</em> Dan juga bisa bisa tnjukkan melalui kalimat<em>“ pa;a lamema sasonga do ne tasi su’un” </em>yang berarti mengikat daun lontar di pinggir laut ini menunjukkan adannya kerja sama antara masyarakat dengan raja musuhu untuk mengikat daun lontar di pinggir laut. (2) Nilai Budaya ditunjukkan melalui kalimat “ <em>laketu beli ka fe kapa-kapa mesan” </em>yang memiliki arti menyepakati belis dengan memberikan kerbau-kerbau. Ini menunjukkan nilai budaya yang terus dijunjung tinggi oleh masyarakat Desa Nusakdale Kecamatan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao dalam tradisi perkawinan. (3) Nilai Moral, ditunjukkan melalui kalimat “<em>kapalah absa-basa sea leo de fali le oe dale” </em>yang berarti ketika penjaga kandang melempar telur ke kerbau bertanduk panjang maka kerbau-kerbau itu lari kembali ke laut. Ini menunjukkan adanya ketidakjujuran raja laut yang menipu raja darat sehingga kerbau-kerbau itu kembali ke laut. Dan ditunjukkan melalui <em>nafunin” </em>yang berarti menyembunyikan. Hal ini menunjukkan perbuatan tidak terpuji yang dilakukan oleh gadis yang menyembunyikan kulit atau pakaian lelaki itu. (4) Nilai Religius, ditunjukkan melalui kalimat “ <em>bula ka moli beu” </em>yang artinya ketika bulan purnama. Hal ini menunjukkan adanya kepercayaan terhadap kekuatan alam dan makhluk supranatural. Dan ditunjukkan melalui kalimat “<em>pa’a la mema sasonga do ne tasi su’un”</em>. Yang artinya mengikat daun lontar di setiap pinggir laut. Hal ini menunjukkan adanya kepercayaan terhadap kekuatan gaib spiritual dan alam. (5) Nilai Pendidikan, ditunjukkan melalui kalimat “<em>hatoli mananea oka ka tapa manutolo le kapa sasula manalu”</em>. Yang artinya penjaga kandang melempar telur ke kerbau tanduk panjang sehingga kerbau-kerbau lari kembali ke laut. Hal ini menunjukkan penjaga kandang gegabah dalam mengambil keputusan.</p> <p><em>Thesis entitled, “Values in the Bokay Legend in the Nusakdale Village Community, Pantai Baru District, Rote Ndao Regency”, by Jilta Mirsanti Dano, NIM. 2288201033, supervised by Ona Diana Bani, S.Pd., M.Hum., as the first supervisor and Sanhedri Boimau, S.Pd., M.Hum., as the second supervisor. The problem in this study is What are the values contained in the Bokay legend in the Nusakdale Village Community, Pantai Baru District, Rote Ndao Regency? The purpose of this study is to describe the values contained in the Bokay legend in the Nusakdale Village Community, Pantai Baru District, Rote Ndao Regency. The expected benefit of this study is to be an input for the government to continue to develop and preserve local culture. The theory used in this study is the theory of cultural linguistics. The method used in this study is descriptive qualitative. The results of the study show that the values contained in the Bokay legend in the Nusakdale Village Community, Pantai Baru District, Rote Ndao Regency are (1) Social Values, shown through the word “na’no” which means friendly, meaning there is friendship between creatures in the sea and creatures on land. And it can also be shown through the sentence “pa;a lamema sasonga do ne tasi su’un” which means tying palm leaves on the edge of the sea, this shows the existence of cooperation between the community and the enemy king to tie palm leaves on the edge of the sea. (2) Cultural Values are shown through the sentence “laketu beli ka fe kapa-kapa mesan” which means agreeing to buy by giving buffaloes. This shows the cultural values that continue to be upheld by the Nusakdale Village Community, Pantai Baru District, Rote Ndao Regency in the marriage tradition. (3) Moral values, shown through the sentence “kapalah absa-basa sea leo de fali le oe dale” which means when the keeper of the cage threw eggs to the long-horned buffaloes, the buffaloes ran back to the sea. This shows the dishonesty of the sea king who deceived the land king so that the buffaloes returned to the sea. And shown through “nafunin” which means to hide. This indicates the immoral act committed by the girl who hid the man’s skin or clothing. (4) Religious Values, shown through the sentence “bula ka moli beu” which means when the moon is full. This indicates a belief in natural forces and supernatural beings. And shown through the sentence “pa’a la mema sasonga do ne tasi su’un” which means tying palm leaves at every seashore. This indicates a belief in spiritual and natural supernatural powers. (5) Educational Values, shown through the sentence “hatoli mananea oka ka tapa manutolo le kapa sasula manalu” which means the keeper of the pen throws eggs to the long-horned buffalo so that the buffaloes run back to the sea. This shows the keeper of the pen is rash in making decisions.</em></p>Jilta Mirsanti DanoOna Diana BaniSanhedri Boimau
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner
2026-05-302026-05-3095PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAS MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA MIND MAPPING DI KELAS V SD NEGERI 095/II MUARA BUNGO
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/22520
<p>Arisandi Niken 2026, “Peningkatan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Project Bases Learning Berbantuan Media Mind Mapping Di Kelas V SD Negeri 095/II Muara Bungo”. Skripsi. Muara Bungo: Universitas Muhammadiyah Muara Bungo Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya proses dan hasil belajar IPAS siswa serta guru menjelaskan materi kurang mengaitkan dengan kehidupan nyata siswa, minimnya penggunaan media pembelajaran sehingga hasil belajar IPAS rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar IPAS menggunakan model project based learning berbantuan media mind mapping di kelas V SD Negeri 095/II Muara bungo yang terdiri dari 23 orang siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam kelas selama dua siklus. Teknik dan instrument yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu lembar observasi proses mengajar guru, lembar observasi proses belajar siswa dan tes hasil belajar. Hasil analisis data menunjukkan proses mengajar guru pada siklus I dengan memperoleh rata rata 100% dengan kategori sangat baik, pada siklus II memperoleh rata rata 100% dengan kategori sangat baik. Hasil analisis proses belajar siswa pada siklus I pertemuan I yaitu 56,52% dengan kategori baik dan siklus I pertemuan II terjadi peningkatan menjadi 73,91 dengan kategori baik. Hasil analisis proses belajar siswa pada siklus II pertemuan I yaitu 78,26% dengan kategori baik dan siklus II pertemuan II memperoleh 86,95% dengan kategori baik. Sedangkan untuk hasil pada siklus I memperoleh 47,82% dan siklus II memperoleh 86,95%. Dapat disimpulkan bahwa model project based learning berbantuan media mind mapping dapat meningkatkan proses dan hasil belajar IPAS.</p> <p><em>Arisandi Niken 2026, “Improving Science and Social Studies (IPAS) Learning Outcomes through the Project Based Learning Model Assisted by Mind Mapping Media in Grade V of SD Negeri 095/II Muara Bungo.” Thesis at Universitas Muhammadiyah Muara BungoThis research was motivated by the low learning process and learning outcomes in IPAS, as well as teachers’ lack of connecting the material to students’ real-life experiences and the limited use of learning media, which resulted in low IPAS learning outcomes. This study aimed to improve the learning process and learning outcomes in IPAS through the implementation of the Project Based Learning model assisted by mind mapping media in Grade V of SD Negeri 095/II Muara Bungo, consisting of 23 students. This research used Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles. The techniques and instruments used for data collection were teacher teaching process observation sheets, student learning process observation sheets, and learning outcome tests. The results of data analysis showed that the teacher’s teaching process in Cycle I achieved an average score of 100% in the very good category, and in Cycle II also achieved an average score of 100% in the very good category. The analysis of students’ learning process in Cycle I Meeting I was 56.52% in the good category, and increased to 73.91% in Cycle I Meeting II in the good category. In Cycle II Meeting I, the students’ learning process reached 78.26% in the good category, and in Cycle II Meeting II increased to 86.95% in the good category. Meanwhile, the learning outcomes in Cycle I reached 47.82% and increased to 86.95% in Cycle II. It can be concluded that the Project Based Learning model assisted by mind mapping media can improve the learning process and learning outcomes in IPAS.</em></p>Niken ArisandiSubhanadriPuput Wahyu Hidayat
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner
2026-06-042026-06-0495ANALISIS KARAKTERISTIK, MANIFESTASI DAN RAGAM BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/21813
<p>Psikologi pembelajaran merupakan cabang ilmu psikologi yang mempelajari proses belajar, peribahan perilaku, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik belajar, manifestasi perilaku belajar, ragam belajar, teori-teori belajar, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan belajar dalam perspektif psikologi pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penulisan jurnal ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengkajian berbagai buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa karakteristik belajar meliputi motivasi, perhatian, memori, pemrosesan informasi, pemahaman, regulasi diri, kemampuan berpikir, gaya belajar, dan kepribadian. Manifestasi perilaku belajar tampak dalam kebiasaan, keterampila, berpikir kritis, sikap, hingga aspek afektif peserta didik. Selain itu, teori behaviorisme, kognitivisme, kontruktivisme, dan humanistik menjadi landasan penting dalammemahami proses pembelajaran. Faktor kebrhasilan belajar dipengaruhi oleh aktor internal seperti kondisi biologis dan psikilogis, serta faktor eksternal berupa lingkungan keluarga, sekolah, teman sebaya, dan masyarakat. Dengan memahami psikologi pembelajaran secara komprehensif, proses pendidikan dapat berlangsung lebih efektif dan mampu mengembangkan potensi peserta didik secara optimal.</p> <p><em>Learning psychology is a branch of psychology that studies the learning process, behavioral changes, and factors that influence student learning success. This study aims to analyze learning characteristics, manifestations of learning behavior, learning styles, learning theories, and factors that influence learning success from a learning psychology perspective. The method used in writing this journal is a library research study with a qualitative descriptive approach through the review of various relevant books, journals, and scientific articles. The results of the discussion indicate that learning characteristics include motivation, attention, memory, information processing, understanding, self-regulation, thinking skills, learning styles, and personality. Manifestations of learning behavior are seen in habits, skills, critical thinking, attitudes, and affective aspects of students. In addition, behaviorism, cognitivism, constructivism, and humanism theories are important foundations in understanding the learning process. Learning success factors are influenced by internal factors such as biological and psychological conditions, as well as external factors such as family, school, peer, and community environments. By comprehensively understanding the psychology of learning, the educational process can be more effective and optimally develop students' potential.</em></p>KartiniHafla Riski Mulya PratamaMustika Sariah Siagian
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner
2026-05-302026-05-3095PENGEMBANGAN MEDIA SMART BOX BERBASIS BUDAYA PAKPAK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV SDN 030431 NATAM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/21603
<p>Pengembangan media <em>Smart Box</em> berbasis budaya Pakpak di SDN 030431 Natam bertujuan menghasilkan produk berupa media pembelajaran yang valid, praktis dan efektif berbasis budaya lokal untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV melalui inovasi pembelajaran yang interaktif. Penelitian ini menggunakan model R&D ADDIE (<em>Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation</em>) dengan melibatkan 20 orang siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui angket, tes, dan wawancara untuk menguji kelayakan serta efektivitas produk. Hasil validasi menunjukkan persentase 86% dari ahli materi dengan kategori layak, 92% dari ahli media dengan kategori sangat layak), dan 96% berdasarkan respons tenaga pendidik dengan kategori sangat layak. Efektivitas media yang diukur melalui nilai <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> menggunakan rumus N-Gain menghasilkan skor 80,06% dengan kategori cukup efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini berhasil menghasilkan produk media <em>Smart Box</em> yang layak, praktis, dan efektif untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah tersebut.</p> <p><em>The development of Pakpak culture-based Smart Box media at SDN 030431 Natam aims to produce a valid, practical, and effective learning product based on local culture to improve fourth-grade students' science learning outcomes through interactive learning innovations. This study used the ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) R&D model, involving 20 students as research subjects. Data were collected through questionnaires, tests, and interviews to test the product's feasibility and effectiveness. Validation results showed that 86% of the material experts categorized it as feasible, 92% of the media experts categorized it as very feasible, and 96% of the educators' responses categorized it as very feasible. Media effectiveness, measured through pre-test and post-test scores using the N-Gain formula, resulted in a score of 80.06%, categorized as quite effective. Thus, it can be concluded that this research successfully produced a Smart Box media product that is feasible, practical, and effective in supporting the learning process at the school.</em></p>Mita Maharani BerutuLaurensia Masri Perangin AnginRobenhart TambaFahrurroziWaliyul Maulana Siregar
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner
2026-05-302026-05-3095STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI 135 PALEMBANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/21501
<p>Pendidikan memiliki peran yang strategis guna meningkatkan keunggulan suatu bangsa. Strategi kepala sekolah yang tepat akan membuat suatu perubahan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan hasil penelitian terdahulu terkait dengan strategi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi literatur. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian terdiri dari 10 artikel ilmiah nasional dan 10 artikel ilmiah internasional. Analisis yang digunakan yaitu analisis isi. Dari analisis yang dilakukan peneliti, maka hasil temuan pada penelitian ini, sebagai berikut. 1) Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, terdiri dari strategi pengembangan tenaga pendidik, strategi pembelajaran, strategi peningkatan prestasi akademik dan non akademik, strategi sarana dan prasarana, strategi pembiayaan, strategi hubungan masyarakat (humas), dan strategi pengawasan dan evaluasi. 2) Faktor pendukung implementasi strategi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. 3) Faktor penghambat implementasi strategi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. 4) Dampak strategi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.</p> <p><em>Education has a strategic role for increase the excellence of a nation. The right principal strategy will make a change in the quality of education. This study aims to map the results of previous studies related to the principal’s strategy in improving the quality of education. The method used is literature study. Data collection is done by collecting scientific articles that are relevant to the research topic, consist of 10 national scientific articles and 10 international scientific articles. The analysis used was content analysis. From the analysis conducted by the researcher, the findings in this study are as follows. 1) Principal strategies for improve the quality of education, consists of educator’s development strategies, learning strategies, academic and non-academic achievement improvement strategies, facilities and infrastructure strategies, financing strategies, public relations strategies, and monitoring and evaluation strategies. 2) Supporting factors for the implementation of the principal's strategy in improving the quality of education. 3) Inhibiting factors in implementing the principal's strategy in improving the quality of education. 4) Impacts of the principal's strategy in improving the quality of education.</em></p>AfriantoniKeysha Aura MekaEsperiza WidyanistiraMuhammad RaihanNadia Nanda Foresi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner
2026-05-302026-05-3095PENGUKURAN EFEKTIVITAS MESIN DRY LAMINATION PADA PRODUKSI KEMASAN FLEKSIBEL DI PT XYZ
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/22390
<p>Proses dry lamination merupakan salah satu tahapan penting dalam produksi kemasan fleksibel karena berperan dalam membentuk struktur multilayer serta menentukan kualitas perekatan antar material. Namun, kinerja mesin dry lamination yang belum optimal dapat menyebabkan kehilangan waktu produksi, penurunan kecepatan operasi, serta meningkatnya produk cacat yang berdampak pada efektivitas mesin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja mesin dry lamination di PT XYZ menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), mengidentifikasi sumber kerugian dominan berdasarkan pendekatan Six Big Losses, serta memberikan usulan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas mesin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif berdasarkan data operasional tiga mesin dry lamination (Drylami 2, Drylami 3, dan Drylami 4) selama periode Januari–Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE rata-rata masing-masing mesin sebesar 33% pada Drylami 2, 43% pada Drylami 3, dan 45% pada Drylami 4, yang seluruhnya masih berada di bawah standar OEE ideal sebesar 85%. Komponen quality menjadi faktor yang paling berkontribusi terhadap rendahnya nilai OEE dengan nilai berkisar antara 52–61%. Hasil analisis Six Big Losses menunjukkan bahwa defect losses merupakan kerugian yang paling dominan dan konsisten pada seluruh mesin sebesar 14%, diikuti oleh reduced speed losses sebesar 12–14%. Selain itu, Drylami 2 memiliki breakdown losses tertinggi sebesar 20% yang berdampak pada rendahnya nilai availability. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan efektivitas mesin perlu difokuskan pada pengurangan produk cacat, pengendalian parameter proses laminasi, peningkatan kepatuhan terhadap work instruction, serta penguatan program pemeliharaan mesin untuk mengurangi kerusakan dan kehilangan waktu produksi.</p>Cika Arini PramestiSyifa Fajar MaulaniMa'ruf
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner
2026-06-012026-06-0195MENGHIDUPKAN SEJARAH: PEMBELAJARAN SEJARAH DI LUAR KELAS SEBAGAI PENGALAMAN BELAJAR BERMAKNA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/21811
<p>Pembelajaran sejarah yang masih didominasi metode konvensional cenderung menjadikan sejarah sebagai pengetahuan yang abstrak dan terlepas dari realitas kehidupan peserta didik. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna melalui pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembelajaran sejarah di luar kelas (<em>outdoor learning</em>) sebagai pengalaman belajar bermakna serta menganalisis dampaknya terhadap keterlibatan, motivasi, dan pemahaman siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan analisis deskriptif naratif terhadap artikel jurnal, buku akademik, dan publikasi ilmiah yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah di luar kelas mampu menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual melalui interaksi langsung dengan sumber-sumber sejarah, seperti museum dan situs bersejarah. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual siswa, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif, motivasi belajar, serta kesadaran historis. Dengan demikian, <em>outdoor learning</em> memiliki potensi strategis dalam menghidupkan pembelajaran sejarah dan mendukung pembentukan kesadaran sejarah, identitas kebangsaan, serta karakter peserta didik.</p> <p><em>History learning, which is still dominated by conventional methods, tends to treat history as abstract knowledge and detached from the realities of students' lives. This situation demands a more contextual and meaningful learning approach through the use of the environment as a learning resource. This study aims to examine outdoor history learning as a meaningful learning experience and analyze its impact on student engagement, motivation, and understanding. The research method used is a literature review with a descriptive narrative analysis approach of journal articles, academic books, and relevant scientific publications from the past ten years. The results indicate that outdoor history learning can provide contextual learning experiences through direct interaction with historical sources, such as museums and historical sites. This approach not only enhances students' conceptual understanding but also encourages active engagement, learning motivation, and historical awareness. Thus, outdoor learning has strategic potential in enlivening history learning and supporting the formation of historical awareness, national identity, and student character.</em></p>Widya Anugrah RusdiBahri
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner
2026-05-302026-05-3095EVALUASI PERAN GENERASI Z DALAM IMPLEMENTASI TEKNOLOGI DIGITAL UNTUK PENDIDIKAN BERKUALITAS DI INDONESIA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/21547
<p>Pendidikan berkualitas, sebagai tujuan <em>Sustainable Development Goals</em> (SDGs) keempat, menuntut transformasi sistem pendidikan di Indonesia agar menjadi inklusif dan merata. Generasi Z yang lahir antara tahun 1997 dan 2012 dan dikenal sebagai generasi <em>digital native</em>, memegang peran strategis sebagai agen perubahan dalam penerapan teknologi digital untuk mewujudkan pendidikan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran Generasi Z dalam penerapan teknologi digital guna mendorong terwujudnya pendidikan berkualitas di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (<em>library research</em>). Analisisnya memanfaatkan kerangka teori implementasi kebijakan George C. Edward III (1980), yang mencakup empat variabel, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z mampu berperan sebagai komunikator kebijakan digital yang efektif, memiliki literasi digital yang tinggi sebagai sumber daya utama, dan menunjukkan karakter adaptif terhadap teknologi. Namun, optimalisasi peran tersebut masih terhambat oleh ketimpangan infrastruktur digital antardaerah serta koordinasi kelembagaan yang lemah antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan. Sinergi antara peran aktif Generasi Z dan kebijakan pendidikan digital yang komprehensif merupakan kunci untuk mewujudkan pendidikan inklusif dan berkualitas di Indonesia.</p> <p><em>Quality education as the fourth goal of the Sustainable Development Goals (SDGs) demands an inclusive and equitable transformation of the education system in Indonesia. Generation Z, born between 1997 and 2012 and known as digital natives, occupies a strategic position as agents of change in the implementation of digital technology for quality education. This article aims to evaluate the role of Generation Z in implementing digital technology to promote quality education in Indonesia. This study employs a qualitative approach using a library research method. The analysis was conducted using George C. Edward III's (1980) policy implementation theory framework, encompassing four variables: communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The findings indicate that Generation Z is capable of serving as effective communicators of digital education policy, possessing high digital literacy as a key human resource asset, and demonstrating adaptive character toward technology. However, the optimization of their role remains constrained by uneven digital infrastructure across regions and weak institutional coordination among central government, regional governments, and educational institutions. The synergy between the active role of Generation Z and comprehensive digital education policy is the key to realizing inclusive and quality education in Indonesia.</em></p>Farhati SilviaAchmad Al BusthomiIndah PrabawatiFirre An Suprapto
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner
2026-05-302026-05-3095