Jurnal Pendidikan Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm id-ID Wed, 29 Apr 2026 15:31:05 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PRESUPPOSITION AND POWER: A PRAGMATIC ANALYSIS OF POLITICAL SPEECH ACTS IN MARK ZUCKERBERG’S U.S. SENATE TESTIMONY https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/20734 <p><em>This study emerges from the growing tension between state institutions and global technology corporations within the sphere of digital democracy, particularly when issues of online child protection are debated in contemporary media-mediated public spaces. In this context, language no longer functions merely as a communicative tool, rather, it operates as a strategic instrument that shapes public perception, distributes responsibility, and reproduces power relations. This research aims to analyze how presupposition functions as a pragmatic mechanism in constructing and negotiating power during the U.S. Senate hearing entitled Big Tech and the Online Child Sexual Exploitation Crisis (January 31, 2024), with a focus on Mark Zuckerberg’s testimony. The study employs a descriptive qualitative approach using Critical Discourse Analysis (CDA). The data were obtained through documentary analysis of the official hearing transcript, verified against video recordings, with the unit of analysis consisting of senators’ and the CEO’s utterances. The analysis was conducted through a thematic-linguistic procedure involving the identification of presupposition triggers, the classification of speech acts, and the interpretation of power strategies. The findings reveal three dominant patterns: (1) the construction of culpability assumptions by legislative authorities, (2) defensive legitimation strategies employed by the corporate actor, and (3) structural asymmetry within the interactional format that constrains the space for response. This study contributes to strengthening the integration between pragmatics and power studies in the context of digital media and offers implications for the development of critical literacy and public communication policy in the era of global platforms.</em></p> Yessika Apriani Simanihuruk, Siti Aisyah, Muhammad Natsir, Azzahrah Andrianti, Anastasya Dwika Simanjuntak Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/20734 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 KOHESI GRAMATIKAL DAN LEKSIKAL PADA LIRIK LAGU “BERAKHIR DI AKU” DAN “SATU SATU” KARYA IDGITAF https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/21467 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kohesi gramatikal dan leksikal dalam lirik lagu “Berakhir di Aku” dan “Satu Satu” karya Idgitaf. Lagu dipilih sebagai objek kajian karena selain memiliki muatan estetika dan emosional yang kuat, lirik lagu juga merupakan wacana yang kaya akan struktur kebahasaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode simak dan catat, serta analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua lagu tersebut mengandung beragam unsur kohesi gramatikal, yaitu pengacuan (referensi), penyulihan (substitusi), dan perangkaian (konjungsi), serta aspek leksikal yang mencakup repetisi, sinonimi, antonimi, hiponimi, dan kolokasi. Lagu “Berakhir di Aku” memuat 25 data kohesi yang didominasi oleh repetisi frasa dan referensi personal, yang memperkuat nuansa keputusasaan dan pengorbanan tokoh lirik. Sementara itu, lagu “Satu Satu” juga memuat 25 data kohesi dengan variasi kohesi leksikal yang lebih beragam, mencerminkan proses pemulihan dan penerimaan diri secara perlahan. Secara keseluruhan, ditemukan 50 data kohesi dari kedua lagu. Penelitian ini membuktikan bahwa kohesi gramatikal dan leksikal berperan penting dalam membangun kepaduan wacana, memperkaya makna, dan memperdalam emosi dalam teks lirik lagu. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap kajian linguistik dan sastra, khususnya dalam mengungkap kekuatan bahasa dalam musik sebagai bentuk seni dan komunikasi.</p> <p><em>This study aims to describe the forms of grammatical and lexical cohesion in the lyrics of the songs "Berakhir di Aku" and "Satu Satu" by Idgitaf. The songs were chosen as the object of study because in addition to having strong aesthetic and emotional content, song lyrics are also discourses rich in linguistic structures. This study uses a qualitative descriptive approach with the listening and note-taking method, as well as data analysis using the Miles and Huberman interactive model. The results of the analysis show that both songs contain various elements of grammatical cohesion, namely reference, substitution, and conjunction, as well as lexical aspects that include repetition, synonymy, antonymy, hyponymy, and collocation. The song "Berakhir di Aku" contains 25 cohesion data dominated by phrase repetition and personal references, which strengthen the nuances of despair and sacrifice of the lyric character. Meanwhile, the song "Satu Satu" also contains 25 cohesion data with a more diverse variety of lexical cohesion, reflecting the process of recovery and self-acceptance that is slow. Overall, 50 cohesion data were found in both songs. This study demonstrates that grammatical and lexical cohesion play a crucial role in building discourse cohesion, enriching meaning, and deepening emotion in song lyrics. These findings contribute to linguistic and literary studies, particularly in uncovering the power of language in music as a form of art and communication.</em></p> Ade Eva Fadiya, Widyan Dzil Hanifiyah, Erwan Kustriyono, Etika Widi Utami Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/21467 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 KAJIAN LITERATUR SINTESIS NANOPARTIKEL PERAK (AGNP) MENGGUNAKAN BERBAGAI EKSTRAK TANAMAN SEBAGAI BIOREDUKTOR MELALUI METODE GREEN SYNTHESIS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/21393 <p>Kajian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan sintesis nanopartikel perak (AgNP) menggunakan berbagai ekstrak tanaman sebagai bioreduktor melalui pendekatan <em>green synthesis</em>. Metode ini memanfaatkan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, dan terpenoid yang berperan dalam mereduksi ion Ag⁺ menjadi Ag⁰ serta menstabilkan nanopartikel yang terbentuk. Berbagai jenis tanaman dan bagian tanaman seperti daun, akar, kulit batang, dan bunga telah dilaporkan mampu menghasilkan AgNP dengan karakteristik yang berbeda-beda tergantung pada kondisi sintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa parameter seperti konsentrasi AgNO₃, pH, suhu, waktu reaksi, serta metode sintesis (misalnya maserasi dan sonikasi) sangat memengaruhi ukuran, bentuk, dan stabilitas nanopartikel. Secara umum, metode dengan energi tambahan seperti sonikasi menghasilkan nanopartikel yang lebih homogen dibandingkan metode konvensional. Selain itu, AgNP hasil green synthesis memiliki potensi aplikasi yang luas, terutama sebagai antibakteri, biosensor, dan dalam bidang medis serta lingkungan.</p> Defandio Putra Gemilang Argiansyah, Dewi Anggraini Septaningsih, Mentari Zikri Anty, Ajeng Arimby Setyaningsih Putri Yan Prawira Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/21393 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/21261 <p>Model pembelajaran kooperatif merupakan pendekatan yang menekankan kerja sama siswa dalam kelompok kecil yang heterogen. Melalui diskusi, presentasi, dan interaksi, siswa dapat meningkatkan pemahaman konsep serta keterampilan sosial. Penerapan model ini terbukti mampu meningkatkan motivasi, keaktifan, dan hasil belajar siswa. Dalam pelaksanaannya, guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing dan memastikan seluruh siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.</p> <p><em>Cooperative learning is an instructional approach that emphasizes collaboration among students in small heterogeneous groups. Through discussions, presentations, and interactions, students can improve their conceptual understanding and social skills. The implementation of this model has been proven to enhance students’ motivation, participation, and learning outcomes. In this process, the teacher acts as a facilitator who guides and ensures that all students actively participate in learning activities.</em></p> Fanesa Azkia Uli Zulfa, Erwan Kustriyono, Etika Widi Utami Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/21261 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM BERITA YANG DIUNGGAH PADA INSTAGRAM "PEKALONGANINFO" DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/21155 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa yang terdapat dalam berita yang diunggah pada akun Instagram @pekalonganinfo serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di jenjang SMA. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari 16 unggahan pada periode 1 Februari hingga 30 Maret 2026. Hasil penelitian menemukan tujuh kategori kesalahan berbahasa, yaitu: (1) ambiguitas referensi pronomina, (2) kata tidak baku, (3) kata asing tanpa padanan bahasa Indonesia, (4) kesalahan tanda baca, (5) pemborosan kata, (6) diksi yang kurang tepat, dan (7) singkatan tanpa kepanjangan. Temuan ini memiliki implikasi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA, khususnya pada materi teks berita, dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar autentik untuk mengembangkan kesadaran berbahasa serta literasi kritis siswa.</p> <p><em>This study aims to describe language errors found in news uploaded on the Instagram account @pekalonganinfo and their implications for Indonesian language learning at the senior high school (SMA) level. The research was conducted using a descriptive qualitative method. Data were collected from 16 posts published during the period of 1 Februari to March 30, 2026. The results revealed seven categories of language errors: (1) ambiguous pronoun reference, (2) non-standard words, (3) loanwords without Indonesian equivalents, (4) punctuation errors, (5) word redundancy, (6) imprecise diction, and (7) abbreviations without full forms. These findings have implications for Indonesian language learning at the SMA level, particularly in news text material, and can serve as authentic teaching material to develop students' language awareness and critical literacy.</em></p> Lia Adibah, Andini Novia Safitri, Erwan Kustriyono, Etika Widi Utami Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/21155 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 KRISIS AFEKSI PADA SISWA SMA: ANALISIS PENURUNAN MINAT SASTRA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEREKEMBANGAN EMOSIONAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/21407 <p>Penelitian iini ibertujuan iuntuk imenganalisis idampak ipenurunan iminat isastra iterhadap iperkembangan iemosional isiswa iSekolah iMenengah iAtas i(SMA). iSastra imemiliki iperan ipenting idalam imembentuk ikepekaan iemosional, iempati, iserta ikemampuan irefleksi idiri ipeserta ididik. iNamun, idalam iperkembangan ipendidikan isaat iini, iminat iterhadap isastra icenderung imengalami penurunan. Penelitian ini imenggunakan ipendekatan ikualitatif ideskriptif idengan iteknik iwawancara isebagai isumber idata iutama iyang ididukung ioleh istudi iliteratur. iSubjek ipenelitian iterdiri idari ibeberapa iresponden iyang imemiliki ipengalaman idalam ipembelajaran isastra. iTeknik ianalisis idata imenggunakan imodel iMiles idan iHuberman iyang imeliputi ireduksi idata, ipenyajian idata, idan ipenarikan kesimpulan. Hasil penelitian imenunjukkan ibahwa irendahnya iminat iterhadap isastra idipengaruhi ioleh iorientasi ibelajar iyang ipragmatis, ipengaruh iera idigital, iserta ikurangnya iketerhubungan iantara ipembelajaran isastra idengan ipengalaman ikehidupan isiswa. iPenurunan iminat itersebut iberdampak ipada imenurunnya ikepekaan iemosional, iempati, iserta ikemampuan irefleksi idiri isiswa. Dengan demikian, idiperlukan iinovasi idalam ipembelajaran isastra iagar ilebih irelevan, ikontekstual, idan imampu imeningkatkan iketerlibatan iemosional isiswa.</p> Iftina Rosyida Ikhsanti, Mohammad Hamamun Dani, Erwan Kustriyono, Etika Widi Utami Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/21407 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 IMPLEMENTASI MAKANAN BERGIZI GRATIS (MBG) SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/21262 <p>Permasalahan gizi masih menjadi tantangan global yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia, khususnya pada anak usia sekolah. Tingginya angka stunting dan gizi yang tidak seimbang di Indonesia berpotensi menghambat perkembangan kognitif serta menurunkan prestasi belajar, sehingga diperlukan intervensi melalui asupan gizi seimbang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) serta pengaruhnya terhadap pembelajaran siswa di Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah 15–20 siswa sekolah dasar yang menjadi penerima manfaat program MBG. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program MBG berpengaruh positif terhadap proses pembelajaran siswa, ditandai dengan meningkatnya konsentrasi, semangat, dan keaktifan belajar. Dari aspek implementasi, program ini telah berjalan cukup baik dilihat dari ketersediaan, variasi jenis makanan, serta konsumsi siswa. Selain itu, makanan yang diberikan dinilai bergizi, disukai siswa, dan didistribusikan secara cukup tepat waktu. Dengan demikian, program MBG berperan dalam mendukung kualitas pembelajaran siswa di sekolah.</p> <p>Nutrition problems are still a global challenge that has an impact on the quality of human resources, especially school-age children. The high rate of stunting and unbalanced nutrition in Indonesia has the potential to inhibit cognitive development and reduce learning achievement, so intervention through balanced nutritional intake is needed. Therefore, this study aims to analyze the implementation of the Free Nutritious Food (MBG) program and its influence on student learning in Pekalongan. This study uses a qualitative descriptive method with a case study approach. The subjects of the study were 15–20 elementary school students who were beneficiaries of the MBG program. Data is collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that the MBG program has a positive effect on the student learning process, characterized by increased concentration, enthusiasm, and active learning. From the implementation aspect, this program has run quite well judging from the availability, variety of food types, and student consumption. In addition, the food provided is considered nutritious, liked by students, and distributed fairly on time. Thus, the MBG program plays a role in supporting the quality of student learning in schools.</p> Della Ayu Ramadhani, Selfi Indriastuti, Erwan Kustriyono, Etika Widi Utami Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/21262 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI DI WILAYAH DESA PAESAN SELATAN KECAMATAN KEDUNGWUNI KABUPATEN PEKALONGAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/21242 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak media sosial terhadap perkembangan bahasa anak usia dini. Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi salah satu sumber terpenting bagi anak-anak untuk mengakses berbagai konten, baik untuk hiburan maupun pendidikan. Anak-anak mempelajari kosakata, ungkapan, dan terminologi baru melalui konten yang mereka akses dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat dan dengar di media sosial. Hal ini memengaruhi cara kita berkomunikasi dengan teman sebaya, keluarga, dan orang lain di sekitar kita. Fenomena ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki dampak yang signifikan terhadap pengayaan kosakata anak-anak serta pola bicara dan berpikir mereka. Misalnya, anak- anak sering mengasosiasikan konsep dan karakter yang mereka pelajari dari konten yang mereka tonton dengan objek di dunia nyata. Namun, penggunaan media sosial juga disertai tantangan, terutama terkait dengan jenis konten yang dikonsumsi. Konten yang tidak sesuai usia dapat menghambat kemampuan bahasa dan menyebabkan penggunaan terminologi yang tidak tepat. Oleh karena itu, untuk memastikan media sosial memberikan dampak positif terhadap perkembangan bahasa anak sesuai dengan tahap perkembangannya, penting untuk memantau konten yang dikonsumsi anak dengan tepat.</p> <p>The purpose of this study is to analyze the impact of social media on early childhood language development. In today's digital era, social media has become one of the most important sources for children to access various content, both for entertainment and education. By focusing on this content, children learn new vocabulary, expressions, and terminology and begin to incorporate them into their daily lives. Children tend to imitate what they see and hear on social media. This affects the way we communicate with our peers, family, and others around us. This phenomenon shows that social media has a significant impact on children's vocabulary enrichment as well as their speech and thinking patterns. For example, children often associate the concepts and characters they learn from the content they watch with objects in the real world. However, the use of social media also comes with challenges, especially related to the type of content consumed. Age-inappropriate content can hinder language development and lead to the use of inappropriate terminology. Therefore, to ensure that social media has a positive impact on children's language development according to their developmental stage, it is important to monitor the content consumed by children appropriately.</p> Sofa Sofiana, Yesinta Dewi, Erwan Kustriyono, Etika Widi Utami Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pendidikan Multidisipliner https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpm/article/view/21242 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000