STUDI PENGGUNAAN OBAT PENYAKIT KULIT BERDASARKAN DIAGNOSIS KLINIS DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RUMAH SAKIT X MAKASSAR
Kata Kunci:
Penyakit Kulit, Penggunaan Obat, Kortikosteroid, Antihistamin, Poliklinik Kulit Dan KelaminAbstrak
Penyakit kulit merupakan salah satu gangguan kesehatan yang sering dijumpai di pelayanan kesehatan, dengan variasi penyebab serta penggunaan obat yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat pada pasien penyakit kulit di Poliklinik Kulit dan Kelamin Rumah Sakit X Makassar periode Februari–April 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara retrospektif melalui rekam medis dan resep manual pasien rawat jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien penyakit kulit didominasi oleh laki-laki sebanyak 50 orang (55,6%), sedangkan perempuan sebanyak 40 orang (44,4%). Berdasarkan kelompok usia, pasien terbanyak berada pada usia 45–64 tahun (26,66%) dan >65 tahun (25,55%), sedangkan paling sedikit pada usia 1–4 tahun (1,11%). Jenis penyakit kulit yang paling sering terdiagnosis adalah Allergic Contact Dermatitis sebanyak 23 kasus (25,6%), diikuti oleh Psoriasis sebanyak 21 kasus (23,33%). Obat yang paling sering digunakan selama periode penelitian adalah Desoximetasone 15 gr, Betametasone 5 gr, dan Cetirizine 10 mg. Penggunaan Desoximetasone 15 gr tercatat sebanyak 11 kali (15,49%) pada Februari, 16 kali (19,27%) pada Maret, dan 10 kali (14,49%) pada April. Betametasone 5 gr digunakan sebanyak 10 kali (14,08%) pada Februari, 9 kali (10,84%) pada Maret, dan meningkat menjadi 14 kali (20,28%) pada April. Sementara itu, Cetirizine 10 mg digunakan sebanyak 7 kali (9,85%) pada Februari, 9 kali (10,84%) pada Maret, dan 6 kali (8,69%) pada April. Dapat disimpulkan bahwa kortikosteroid topikal dan antihistamin merupakan kelompok obat yang paling dominan digunakan dalam pengobatan penyakit kulit di Poliklinik Kulit dan Kelamin RS X Makassar.
Skin diseases are common health disorders encountered in healthcare services, with varying causes and diverse drug use. This study aimed to determine the pattern of drug use among patients with skin diseases at the Dermatology and Venereology Clinic of X Hospital, Makassar, from February to April 2025. A quantitative descriptive design was employed, utilizing a retrospective data collection approach based on outpatient medical records and manual prescriptions. The results showed that cases of skin diseases were dominated by male patients, totaling 50 individuals (55.6%), while female patients accounted for 40 individuals (44.4%). Based on age group, the highest proportions of patients were found in the 45-64-year age group (26.66%) and the 65+ age group (25.55%), with the lowest proportion in the 1-4- year age group (1.11%). The most frequently diagnosed dermatological condition was Allergic Contact Dermatitis with 23 cases (25.6%), followed by Psoriasis with 21 cases (23,33%). The most commonly used drugs during the study period were Desoximetasone 15 g, Betamethasone 5 g, and Cetirizine 10 mg. The use of Desoximetasone 15 g was recorded 11 times (15.49%) in February, 16 times (19,27%) in March, and 10 times (14.49%) in April. Betamethasone 5 g was used 10 times (14.08%) in February, 9 times (10.84%) in March, and increased to 14 times (20.28%) in April. Meanwhile, Cetirizine 10 mg was used 7 times (9.85%) in February, 9 times (10.84%) in March, and 6 times (8.69%) in April. To conclude, topical corticosteroids and antihistamines were the most frequently used drug classes in the treatment of skin diseases at the Dermatology and Venereology Clinic of X Hospital, Makassar.



