KAJIAN POLA PENGGUNAAN OBAT PARU PADA PASIEN RAWAT JALAN : ANALISIS DATA RANDOM SAMPLING DI SALAH SATU RUMAH SAKIT X MAKASSAR
Kata Kunci:
Pola Penggunaan Obat, Penyakit Paru, Pasien Rawat Jalan, Mukolitik, AntibiotikAbstrak
Penyakit paru merupakan salah satu gangguan kesehatan yang sering dijumpai di fasilitas pelayanan kesehatan dan memiliki variasi penyebab serta pola penggunaan obat yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien serta persentase pola penggunaan obat paru pada pasien rawat jalan di Poli Paru Rumah Sakit X Makassar periode Februari–April 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif melalui pengambilan data dari resep manual pasien rawat jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien penyakit paru didominasi oleh laki-laki sebanyak 47 orang, sedangkan perempuan berjumlah 43 orang. Berdasarkan kelompok usia, pasien terbanyak berada pada rentang usia 41–65 tahun, diikuti oleh usia >65 tahun. Diagnosis yang paling sering ditemukan adalah Dyspnea sebanyak 15 kasus, Community Acquired Pneumonia sebanyak 7 kasus, serta Respiratory Tuberculosis sebanyak 7 kasus. Jenis obat paru yang paling sering digunakan selama periode penelitian adalah Acetylcysteine 200 mg kapsul, dengan frekuensi 18 resep (20,93%) pada Februari, 14 resep (14,28%) pada Maret, dan 12 resep (12,37%) pada April. Selain itu, antibiotik seperti Cefixime 200/100 mg diresepkan 7 resep (8,13%) pada Februari, 1 resep (1,02%) pada Maret, dan 6 resep (6,18%) pada April, sedangkan Azithromycin 500 mg digunakan 1 resep (1,16%) pada Februari, 6 resep (6,12%) pada Maret, dan 3 resep (3,09%) pada April. Secara keseluruhan, golongan mukolitik, bronkodilator, antibiotik, dan kortikosteroid merupakan kelompok obat yang paling dominan digunakan dalam terapi penyakit paru pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit X Makassar.



