EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK TERHADAP PASIEN ANAK PENDERITA PENYAKIT BRONKOPNEUMONIA DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PERTIWI KOTA MAKASSAR
Kata Kunci:
Bronkopneumonia, Antibiotik, Evaluasi Penggunaan Obat, Anak, RasionalitasAbstrak
Bronkopneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang banyak terjadi pada anak dan dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak ditangani secara tepat. Data Dinas Kesehatan Kota Makassar menunjukkan fluktuasi kasus bronkopneumonia pada anak dalam lima tahun terakhir, dengan jumlah kasus mencapai 699 anak pada tahun 2024 sebelum menurun pada 2025. Penggunaan antibiotik yang rasional menjadi aspek penting dalam terapi, sehingga diperlukan evaluasi pola penggunaannya di rumah sakit. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat antibiotik, dengan parameter ketepatan obat, dosis, indikasi, dan aturan pakai. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional dan pengambilan data secara retrospektif melalui rekam medis pasien anak periode Januari hingga Mei 2025. Data yang dikumpulkan meliputi identitas pasien, diagnosis, jenis antibiotik, dosis, aturan pakai, dan adanya penyakit penyerta. Jumlah sampel penelitian adalah 100 pasien, ditentukan menggunakan rumus Slovin dari total populasi 439 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia terbanyak adalah anak usia 1–3 tahun (43%) dan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki (69%). Penggunaan antibiotik tunggal yang tercatat adalah ceftriaxone sebanyak 1 kasus (100%), sedangkan terapi kombinasi paling banyak adalah cefotaxime + gentamicin + cefixime (29,41%). Pada pasien dengan penyakit komorbid, kombinasi ceftriaxone + cefixime + cetirizine merupakan yang paling banyak digunakan (64,29%). Evaluasi rasionalitas antibiotik menunjukkan hasil yang sangat baik, yaitu 100% tepat obat, 100% tepat dosis, 100% tepat indikasi, dan 100% tepat aturan pakai, sesuai standar IMRS GOS Rumah Sakit Pertiwi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan antibiotik pada pasien anak penderita bronkopneumonia di Rumah Sakit Ibu dan Anak Pertiwi Kota Makassar telah sesuai dengan seluruh parameter ketepatan.
Bronchopneumonia remains one of the leading causes of morbidity and mortality among children in Indonesia. Rational antibiotic use is essential to ensure therapeutic effectiveness and to prevent bacterial resistance. This study aimed to evaluate the use of antibiotics in pediatric patients with bronchopneumonia at Pertiwi Mother and Child Hospital, Makassar City, during the period from January to May 2025. The evaluation assessed the appropriateness of drug selection, dosage, indication, and administration in accordance with the IMRS GOS (Generic Open Source Hospital Management Information System) standard. This research employed a descriptive retrospective design using medical record data from 100 pediatric patients who met the inclusion criteria. The data were analyzed descriptively to determine patient demographic characteristics and patterns of single and combination antibiotic use. Among the 100 pediatric bronchopneumonia patients, the majority were male (69%) and within the age range of 1–3 years (43%). The single antibiotic used was Ceftriaxone (100%), while the most frequently used antibiotic combination was Cefotaxime + Gentamicin + Cefixime, found in 25 cases (29.41%). Of the 86 cases analyzed for rationality, all showed appropriate drug selection, dosage, indication, and administration (100%). The findings indicate that the use of antibiotics in pediatric bronchopneumonia patients at Pertiwi Mother and Child Hospital, Makassar City, was rational and consistent with therapeutic standards. The combination of Cefotaxime + Gentamicin + Cefixime was the most commonly used regimen and demonstrated favorable therapeutic outcomes.



