KAJIAN KOMPARASI RED STRING THEORY DAN TAZKIYATUN NAFS: KONSEP PENGOLAHAN EMOSI DAN PEMBERSIHAN JIWA
Kata Kunci:
Studi Komparasi, Red String Theory, Tazkiyatun NafsAbstrak
Penelitian ini membahas tentang problematika dimensi emosi dan spiritualitas yang berpengaruh pada pembersihan jiwa & pembentukan citra diri yang semakin mendapatkan intensitas perhatian publik. Berbagai disiplin ilmu seperti psikologi, tasawuf, dan filsafat berupaya memahami fenomena metaforis “Red String Theory” yang diyakini dapat menghubungkan jiwa-jiwa yang ditakdirkan bersama untuk saling membantu menjadi versi terbaik dirinya. Dalam tasawuf, proses ini berkaitan dengan pembersihan jiwa dari emosi negatif (Tazkiyatun Nafs), sebagai bagian dari perjalanan spiritual yang menyatukan satu jiwa dengan jiwa lainnya. Demikian tujuan dari riset adalah untuk mengetahui studi komparasi antara Red String Theory) dan Tazkiyatun Nafs sebagai solusi praktis dalam pengolahan emosi dan proses pemenuhan jiwa agar seseorang dapat mengenali karakter dan identitas dirinya secara lebih utuh. Adapun artikel ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Library Research yang digunakan untuk menganalisis fenomena yang menjadi fokus penelitian dengan memanfaatkan data yang telah ada sebelumnya. Hasil penelitian menyatakan bahwa: 1) Red String Theory menjelaskan bahwa setiap individu terhubung dengan beberapa jiwa tertentu yang mengikat hubungan emosional mereka, 2) Tazkiyatun Nafs merupakan salah satu aspek ilmu yang menekankan pentingnya pembersihan jiwa dari emosi negatif, 3) Kajian komparasi Red String Theory dan Tazkiyatun Nafs menekankan bahwa pemahaman tentang hubungan dan emosi tidak hanya bersifat individual, tetapi juga kolektif. Setiap individu berkontribusi pada jaringan hubungan yang lebih besar, yang dapat mempengaruhi kesejahteraan emosional secara keseluruhan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa eksplorasi dari komparasi Red String Theory dan Tazkiyatun Nafs dapat saling memberikan pemahaman yang empiris dalam praktik sehari-hari. Salah satu aspek yang menarik adalah bagaimana individu dapat menggunakan pemahaman dari kedua pendekatan ini untuk mengatasi konflik emosional yang muncul.
This research discusses the problematic dimensions of emotion and spirituality that influence the cleansing of the soul & the formation of self-image that is increasingly gaining public attention. Various disciplines such as psychology, Sufism, and philosophy seek to understand the metaphorical phenomenon of "Red String Theory" which is believed to connect souls destined together to help each other become the best version of themselves. In Sufism, this process is related to the cleansing of the soul from negative emotions (Tazkiyatun Nafs), as part of a spiritual journey that unites one soul with another. Thus the purpose of the research is to find out the comparative study between Red String Theory and Tazkiyatun Nafs as a practical solution in processing emotions and the process of fulfilling the soul so that someone can recognize their character and identity more fully. This article is a qualitative research with a Library Research approach used to analyze the phenomenon that is the focus of the research by utilizing pre-existing data. The results of the study state that: 1) Red String Theory explains that every individual is connected to certain souls that bind their emotional relationships, 2) Tazkiyatun Nafs is one aspect of science that emphasizes the importance of cleansing the soul from negative emotions, 3) The comparative study of Red String Theory and Tazkiyatun Nafs emphasizes that understanding relationships and emotions is not only individual, but also collective. Each individual contributes to a larger network of relationships, which can affect overall emotional well-being. Based on the results of the study, it can be concluded that the exploration of the comparison of Red String Theory and Tazkiyatun Nafs can provide empirical understanding in everyday practice. One interesting aspect is how individuals can use the understanding of these two approaches to overcome emotional conflicts that arise.



