ANALISIS KANDUNGAN ANTIOKSIDAN MENGGUNAKAN METODE DPPH PADA TEH HERBAL (BUNGA TELANG,JERUK KASTURI & JAHE)
Kata Kunci:
Antioksidan, DPPH, Bunga Telang, Jeruk Kasturi, Jahe, Teh Herbal, Persen InhibisiAbstrak
Bunga telang (Clitoria ternatea), jeruk kasturi (Citrus microcarpa), dan jahe (Zingiber officinale) merupakan tanaman herbal Indonesia potensial sebagai sumber antioksidan alami, tetapi data komparatif aktivitas antioksidannya dalam bentuk seduhan teh masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan aktivitas antioksidan teh herbal dari ketiga tanaman tersebut menggunakan metode DPPH. Sampel segar dicuci, dikeringkan dengan dehidrator pada 50°C selama 7 jam, lalu diseduh dengan air 100°C (rasio 1 g sampel:50 mL air) selama 5 menit. Uji antioksidan dilakukan dengan mencampur 1 mL filtrat teh dengan 2 mL larutan DPPH 0,1 mM, diinkubasi 30 menit dalam gelap pada suhu kamar, dan absorbansi diukur pada λ 517 nm menggunakan spektrofotometer UV-Vis (absorbansi blanko DPPH: 0,965). Setiap sampel dianalisis duplo, dengan aktivitas antioksidan dinyatakan sebagai persen inhibisi (%I = [(Abs blanko - Abs sampel)/Abs blanko] × 100). Hasil menunjukkan bunga telang memiliki aktivitas tertinggi (%I 92,3% dan 91,8%; selisih duplo 0,5%), diikuti kombinasi dengan jahe (41,4–66,9%; selisih 0,1–9,3%), sedangkan jeruk kasturi terendah (6,5–7%; selisih 0,5%). Reproducibilitas metode baik berdasarkan selisih duplo rendah. Penelitian ini membuktikan potensi superior bunga telang sebagai antioksidan dalam teh herbal, mendukung pengembangan minuman fungsional.
Butterfly pea flower (Clitoria ternatea), calamansi (Citrus microcarpa), and ginger (Zingiber officinale) are Indonesian herbs with potential as natural antioxidants, yet comparative data on their tea infusions remain scarce. This study analyzed and compared their herbal tea antioxidant activity via DPPH assay. Fresh samples were washed, dehydrated at 50°C for 7 h, and brewed with 100°C water (1 g sample:50 mL water) for 5 min. Assay involved mixing 1 mL filtrate with 2 mL 0.1 mM DPPH, incubating 30 min in the dark at room temperature, and measuring absorbance at 517 nm (UV-Vis spectrophotometer; DPPH blank: 0.965). Duplicates were performed, with activity as percent inhibition (%I = [(Abs blank - Abs sample)/Abs blank] × 100). Butterfly pea showed highest activity (%I 92.3% and 91.8%; duplicate difference 0.5%), followed by ginger combinations (41.4–66.9%; differences 0.1–9.3%), and calamansi lowest (6.5–7%; difference 0.5%). Low duplicate variations indicate good reproducibility. These findings confirm butterfly pea's superior antioxidant potential in herbal tea, supporting functional beverage development.



