ANALISIS PEMIKIRAN TOKOH KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM DAN KONTRIBUSI NYA TERHADAP PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER INDONESIA

Penulis

  • Serly Meilani Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Jihan Nur Aslam Mukerin Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Supianto Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Afriza Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Kata Kunci:

Kepemimpinan, Pendidikan Islam, Pendidikan Karakter

Abstrak

Pendidikan karakter di Indonesia menghadapi tantangan serius akibat arus globalisasi dan melemahnya moralitas generasi muda. Penelitian  ini bertujuan untuk menelaah secara konseptual pemikiran kepemimpinan pendidikan Islam dari lima tokoh penting, yaitu KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim Asy’ari, Buya Hamka, Fazlur Rahman, dan Malik Bennabi, serta relevansinya terhadap penguatan pendidikan karakter di Indonesia. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research) dan analisis komparatif gagasan. Kajian ini tidak berfokus pada pengumpulan data empiris, melainkan pada analisis pemikiran dan nilai-nilai konseptual yang ditawarkan masing-masing tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima tokoh memiliki orientasi yang sama dalam menjadikan pendidikan sebagai sarana pembentukan akhlak, moral, dan tanggung jawab sosial. KH. Ahmad Dahlan menekankan integrasi antara ilmu dan kepedulian sosial; KH. Hasyim Asy’ari mengedepankan keteladanan dan pembentukan akhlak; Buya Hamka berfokus pada pembinaan moral dan kepribadian; Fazlur Rahman mengembangkan pendekatan pendidikan kontekstual dan dinamis; sedangkan Malik Bennabi menekankan pendidikan holistik berbasis nilai spiritual dan sosial. Secara konseptual, pemikiran mereka selaras dengan nilai-nilai utama pendidikan karakter Indonesia yang mencakup religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Kajian ini menegaskan pentingnya   internalisasi prinsip-prinsip kepemimpinan Islam ke dalam sistem dan budaya pendidikan nasional sebagai dasar penguatan karakter peserta didik di era modern.

Character education in Indonesia faces serious challenges due to the currents of globalization and the weakening morality of the younger generation. This study aims to conceptually examine the thoughts of Islamic educational leadership from five prominent figures KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim Asy’ari, Buya Hamka, Fazlur Rahman, and Malik Bennabi and their relevance to strengthening character education in Indonesia. The approach used is qualitative, employing a library research method and comparative analysis of ideas. This study does not focus on collecting empirical data, but rather on analyzing the conceptual thoughts and values offered by each figure. The results show that all five share the same orientation in viewing education as a means of shaping ethics, morality, and social responsibility. KH. Ahmad Dahlan emphasizes the integration of knowledge and social concern; KH. Hasyim Asy’ari prioritizes exemplary leadership and moral formation; Buya Hamka focuses on moral and personal development; Fazlur Rahman develops a contextual and dynamic educational approach; while Malik Bennabi highlights holistic education based on spiritual and social values. Conceptually, their ideas align with Indonesia’s core character education values, which include religiosity, nationalism, independence, cooperation, and integrity. This study underscores the importance of internalizing Islamic leadership principles into the national education system and culture as a foundation for strengthening students’ character in the modern era.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30