ANALISIS PERSEPSI PUBLIK TERHADAP RENCANA REDOMINASI RUPIAH DI INDONESIA

Penulis

  • Akiky Saskia Pratama Universitas Palangkaraya
  • Dicky Perwira Ompusunggu Universitas Palangkaraya
  • Vania Pranata Universitas Palangkaraya
  • Muhammad Nurhidayat Universitas Palangkaraya
  • Rizki Amanda Universitas Palangkaraya
  • Ulfa Universitas Palangkaraya
  • Ahmad Rizali Hadi Universitas Palangkaraya

Kata Kunci:

Redenominasi Rupiah, Persepsi Publik, Kebijakan Moneter, Media, Komunikasi Publik

Abstrak

Rencana redenominasi rupiah di Indonesia kembali menjadi perhatian publik karena dinilai dapat menyederhanakan sistem transaksi dan administrasi keuangan tanpa mengubah nilai riil mata uang. Namun, kebijakan ini juga menimbulkan beragam tanggapan di masyarakat, mulai dari penerimaan hingga kekhawatiran akan dampak ekonomi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi publik terhadap rencana redenominasi rupiah di Indonesia dengan menitikberatkan pada tingkat pemahaman, sikap, serta kekhawatiran masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder berupa artikel berita daring, publikasi resmi Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan, serta literatur ilmiah terkait. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan pengelompokan tema dan analisis tematik, serta diperkuat melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi publik terbagi ke dalam dua kecenderungan utama. Persepsi positif muncul karena redenominasi dianggap mampu meningkatkan efisiensi transaksi, mempermudah pencatatan keuangan, dan memperbaiki citra rupiah, sementara persepsi negatif didorong oleh kekhawatiran terhadap kenaikan harga, kebingungan pada masa transisi, serta miskonsepsi yang menyamakan redenominasi dengan sanering. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas komunikasi dan framing media sangat berpengaruh dalam membentuk opini publik. Oleh karena itu, keberhasilan kebijakan redenominasi sangat bergantung pada strategi komunikasi pemerintah yang transparan, konsisten, dan edukatif agar dapat meningkatkan pemahaman serta penerimaan masyarakat secara luas.

 

The plan to redenominate the Indonesian rupiah has attracted renewed public attention as it is expected to simplify transaction systems and financial administration without altering the currency’s real value. Nevertheless, this policy has generated diverse public responses, ranging from support to concerns regarding its potential economic and social impacts. This study aims to examine public perceptions of the rupiah redenomination plan in Indonesia by focusing on the level of public understanding, attitudes, and concerns. A descriptive qualitative approach was employed using secondary data, including online news articles, official publications from Bank Indonesia and the Ministry of Finance, and relevant academic literature. The data were analyzed through content analysis and thematic analysis, supported by source triangulation to enhance validity. The findings reveal that public perception tends to be divided into two main perspectives. Positive perceptions arise from the belief that redenomination can improve transaction efficiency, simplify financial recording, and enhance the image of the rupiah. In contrast, negative perceptions are driven by concerns over potential price increases due to rounding, confusion during the transition period, and misconceptions equating redenomination with currency devaluation or past redenomination failures. These results highlight the significant role of media framing and information quality in shaping public opinion. Therefore, the success of the redenomination policy largely depends on effective, transparent, and consistent public communication strategies to strengthen public understanding and acceptance.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30