MANAJEMEN RISIKO BISNIS PADA SWALAYAN DI KOTA TEGAL: ANALISIS KOMPREHENSIF BERBASIS ISO 31000 DAN DATA EMPIRIS
Kata Kunci:
Manajemen Risiko, Swalayan, Kota Tegal, Risiko Operasional, ISO 31000Abstrak
Industri ritel modern di Kota Tegal saat ini menghadapi dinamika bisnis yang kompleks, di mana pertumbuhan pasar berjalan beriringan dengan peningkatan eksposur risiko operasional dan strategis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil risiko bisnis pada swalayan di Kota Tegal melalui tahapan identifikasi, pengukuran, dan evaluasi pengendalian risiko. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner terhadap 27 responden yang mencakup manajer, staf gudang, dan kasir sebagai pelaku operasional utama. Teknik analisis data menggunakan pemetaan matriks risiko yang mengkombinasikan dimensi frekuensi (likelihood) dan dampak kerugian (impact). Hasil penelitian menunjukkan bahwa swalayan di Kota Tegal menghadapi tingkat risiko yang bervariasi, di mana risiko strategis berupa "munculnya pesaing baru" dan risiko bahaya berupa "pencurian barang" menempati kuadran risiko ekstrem. Selain itu, risiko operasional terkait kesalahan input kasir (human error) dan ketidaksesuaian stok barang (stockout) teridentifikasi sebagai risiko tinggi yang paling sering terjadi. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun infrastruktur pengendalian fisik seperti CCTV dan SOP dasar telah diterapkan, efektivitasnya masih perlu ditingkatkan melalui penguatan audit internal harian dan strategi retensi pelanggan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya transformasi dari mitigasi reaktif menuju pendekatan preventif yang terintegrasi untuk menjaga keberlanjutan usaha di tengah persaingan ritel yang semakin saturatif.



