ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN MASYARAKAT KELURAHAN LEWAJA KECAMATAN ENREKANG KABUPATEN ENREKANG

Penulis

  • Mursalim Universitas Muhammadiyah Enrekang
  • Rusmawati Universitas Muhammadiyah Enrekang
  • Saleh Universitas Muhammadiyah Enrekang

Kata Kunci:

Kualitas Air Bersih, Parameter Fisika, Parameter Kimia, Parameter Mikrobiologis, Mata Air, Kontaminasi E. Coli

Abstrak

Penelitian ini menganalisis kualitas air bersih dari sumber mata air di Kelurahan Lewaja, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang. Tujuannya untuk menilai kesesuaian kualitas air dengan standar Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 2 Tahun 2023 tentang Standar Kualitas Air Bersih. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengambilan sampel di dua mata air (Lingkungan Bisang dan Langgogo) yang diuji di laboratorium Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar terhadap parameter fisika, kimia, dan mikrobiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter fisika dan kimia sebagian besar memenuhi syarat, kecuali nilai TDS (360,4 mg/L) dan kandungan Besi (0,4822 mg/L) di Lingkungan Bisang yang melebihi batas maksimum yang diizinkan. Temuan kritis ditemukan pada parameter mikrobiologis yaitu adanya kontaminasi bakteri Total Coliform dan Escherichia coli pada kedua sampel, dengan nilai yang jauh melampaui batas aman (0 CFU/100 mL), mengindikasikan pencemaran fekal. Disimpulkan bahwa air bersih di Kelurahan Lewaja belum memenuhi standar kesehatan terutama akibat kontaminasi bakteri. Rekomendasi yang diberikan adalah perlunya pengolahan air seperti disinfeksi (klorinasi) dan filtrasi sebelum konsumsi, serta pemantauan rutin dan perbaikan infrastruktur sumber air.

This study analyzes the quality of clean water from spring water sources in Lewaja Village, Enrekang District. The goal is to assess the suitability of water quality with the standards of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 2 of 2023. The method used was quantitative by sampling in two environmental springs Bisang and Langgogo which were tested in the laboratory against physical, chemical, and microbiological parameters. The results showed that the physical and chemical parameters were eligible, except for the TDS value (360.4 mg/L) and iron content (0.4822 mg/L) in the Bisang Environment which exceeded the limit. Critical findings for microbiological parameters found the presence of Total Coliform and E. coli bacterial contamination in both samples, with values well beyond safe limits, indicating fecal contamination. It was concluded that clean water in Lewaja Village has not met health standards, especially due to bacterial contamination. The recommendations given are the need for water treatment such as disinfection and filtration before consumption, as well as regular monitoring and improvement of water source infrastructure.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-30