ANALISIS PERAN PUSKESMAS DALAM PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KETANG

Penulis

  • Paulina Vilaria Daiman Universitas Nusa Cendana
  • Aris Lambe Universitas Nusa Cendana
  • Aelsthri Ndandara Universitas Nusa Cendana

Kata Kunci:

Tuberkulosis, Kesadaran Masyarakat, Peran Puskesmas, Edukasi Kesehatan

Abstrak

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama di wilayah dengan kondisi sosial ekonomi dan lingkungan yang kurang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Puskesmas dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Ketang, Desa Golo Tolang, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan penelitian berjumlah 11 orang yang terdiri dari dua tenaga kesehatan Puskesmas Ketang dan sembilan orang masyarakat Desa Golo Tolang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penularan TBC dipengaruhi oleh berbagai determinan sosial dan lingkungan, seperti kepadatan hunian, ventilasi rumah yang kurang memadai, rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala dan penularan TBC, serta kondisi sosial ekonomi yang berkaitan dengan status gizi dan akses terhadap layanan kesehatan. Puskesmas Ketang berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat melalui kegiatan edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, kunjungan rumah kepada pasien, penyebaran informasi melalui media poster, serta himbauan untuk mengurangi kebiasaan merokok. Namun demikian, tingkat pemahaman dan sikap masyarakat terhadap TBC masih bervariasi sehingga diperlukan penguatan edukasi kesehatan secara berkelanjutan.

Tuberculosis (TB) remains a significant public health problem in Indonesia, particularly in areas with challenging social, economic, and environmental conditions. This study aims to analyze the role of community health centers in increasing public awareness of tuberculosis in the working area of Ketang Community Health Center, Golo Tolang Village, North Kota Komba District, East Manggarai Regency. This research employed a qualitative approach with a descriptive design. A total of eleven informants participated in the study, consisting of two health workers from Ketang Community Health Center and nine community members of Golo Tolang Village selected through purposive sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that TB transmission is influenced by several social and environmental determinants, including overcrowded housing, inadequate ventilation, limited public knowledge regarding TB symptoms and transmission, and socioeconomic conditions related to nutritional status and access to healthcare services. The Ketang Community Health Center plays an important role in improving community awareness through health education programs, free health screening activities, home visits to TB patients, dissemination of information through posters, and counseling to reduce smoking habits. However, variations in community knowledge and attitudes toward TB remain evident, indicating the need for continuous and strengthened health education initiatives.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-30