STRATEGI PEMBERDAYAAN CARITAS KEUSKUPAN RUTENG DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN SOSIAL DAN EKONOMI SINGLE MOTHER DI DESA POPO, KABUPATEN MANGGARAI

Penulis

  • Akrianus Parlan Gesing Universitas Nusa Cendana
  • Lasarus Jehamat Universitas Nusa Cendana
  • Christine Erika Meka Universitas Nusa Cendana

Kata Kunci:

Pemberdayaan Masyarakat, Single Mother, Organisasi Keagamaan, Kemandirian Ekonomi, Caritas

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan yang dilakukan oleh Caritas Keuskupan Ruteng dalam meningkatkan kemandirian sosial dan ekonomi single mother di Desa Popo, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai, serta mengidentifikasi dampak yang dirasakan oleh para penerima manfaat program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah sepuluh orang yang terdiri dari direktur Caritas Keuskupan Ruteng, tiga staf lapangan yang terlibat dalam pendampingan program, serta enam single mother sebagai penerima manfaat program pemberdayaan. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan yang dilakukan oleh Caritas Keuskupan Ruteng dilaksanakan melalui tiga pendekatan utama, yaitu pendekatan komunitas melalui koordinasi dengan tokoh masyarakat dan pemerintah desa, peningkatan kapasitas melalui pelatihan pertanian organik dalam program ketahanan pangan, serta pendampingan sosial dan spiritual bagi kelompok dampingan. Strategi tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan, kemandirian ekonomi, serta kepercayaan diri para single mother dalam menjalankan peran sebagai kepala keluarga. Selain itu, pembentukan kelompok dampingan juga memperkuat solidaritas sosial serta meningkatkan partisipasi sosial para anggota kelompok dalam kehidupan masyarakat desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan berbasis komunitas yang dilakukan oleh organisasi keagamaan seperti Caritas Keuskupan Ruteng memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kemandirian sosial dan ekonomi kelompok perempuan rentan di masyarakat pedesaan.

This study aims to analyze the empowerment strategies implemented by Caritas of the Diocese of Ruteng in enhancing the social and economic independence of single mothers in Popo Village, Satar Mese Utara District, Manggarai Regency, and to identify the impacts experienced by program beneficiaries. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. The research informants consisted of ten participants, including the director of Caritas Diocese of Ruteng, three field staff involved in program facilitation, and six single mothers who were beneficiaries of the empowerment program. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the empowerment strategy implemented by Caritas Diocese of Ruteng consists of three main approaches: community engagement through coordination with local leaders and village authorities, capacity building through organic farming training within the food security program, and social and spiritual assistance for the beneficiary groups. These strategies have positively contributed to improving participants’ agricultural skills, economic independence, and self-confidence as heads of households. Furthermore, the establishment of beneficiary groups has strengthened social solidarity and increased the social participation of single mothers within the village community. The study concludes that community-based empowerment carried out by faith-based organizations such as Caritas Diocese of Ruteng plays a significant role in enhancing the social and economic independence of vulnerable women in rural communities.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-30