FRAGMENTASI IDENTITAS DAN PENCARIAN LEGITIMASI SOSIAL DI INSTAGRAM: STUDI PADA MAHASISWA ADMINISTRASI BISNIS UNIVERSITAS NUSA CENDANA
Kata Kunci:
Identitas Fragmented, Legitimasi Sosial, Instagram, Mahasiswa, Hegemoni Budaya DigitalAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi identitas fragmented mahasiswa dalam penggunaan media sosial Instagram serta peran legitimasi sosial dalam proses tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-interpretatif, melibatkan 10 mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis FISIP Universitas Nusa Cendana sebagai informan yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi aktivitas digital, dan dokumentasi konten Instagram. Analisis data menggunakan pendekatan tematik dengan mengintegrasikan perspektif identitas sosial, dramaturgi, dan hegemoni budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas mahasiswa di Instagram bersifat fragmented, ditandai dengan praktik seleksi dan kurasi konten, diferensiasi identitas melalui multi-akun, serta penyesuaian representasi diri berdasarkan konteks sosial digital. Legitimasi sosial dalam bentuk like, komentar, dan jumlah pengikut berperan sebagai mekanisme utama yang memengaruhi pembentukan dan reproduksi identitas, di mana konten yang memperoleh respons positif cenderung dipertahankan. Selain itu, identitas digital mahasiswa juga dibentuk melalui internalisasi standar estetika dan norma yang berkembang dalam budaya digital. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa identitas digital mahasiswa merupakan konstruksi sosial yang dipengaruhi oleh relasi kuasa simbolik dan legitimasi sosial dalam ruang media digital. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian identitas digital dengan menekankan keterkaitan antara fragmentasi identitas, legitimasi sosial, dan hegemoni budaya dalam konteks media sosial.



