SIMBOLISME RELIGIUS DALAM TAIS MONE DAN TAIS PANA PADA RITUAL ADAT MASYARAKAT MANUMUTIN KABUPATEN BELU NUSA TENGGARA TIMUR
Kata Kunci:
Tais Mone, Tais Pana, Makna Religius, Simbolisme Budaya, Ritual Adat, Masyarakat BeluAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis simbolisme religius dalam Tais Mone dan Tais Pana dalam kebudayaan masyarakat Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat dan penenun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tais Mone dan Tais Pana tidak hanya berfungsi sebagai pakaian adat, tetapi juga sebagai simbol religius yang mengandung nilai spiritual, filosofis, dan sosial. Tais Mone dengan motif burung dan bou gebu melambangkan tanggung jawab, kekuatan, dan perlindungan laki-laki, sedangkan Tais Pana dengan motif bunga mencerminkan kesucian, keharmonisan, dan peran perempuan dalam masyarakat. Selain itu, Tais berfungsi sebagai media penghubung antara manusia dengan leluhur, serta sebagai sarana dalam ritual adat seperti pernikahan dan kematian yang memperkuat kohesi sosial dan identitas budaya. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Tais merupakan simbol religius yang kompleks dan berperan penting dalam menjaga keberlanjutan nilai budaya dan spiritual masyarakat Belu di tengah perubahan sosial.
This study aims to analyze the religious symbolism embedded in Tais Mone and Tais Pana within the cultural practices of the Manumutin community, Atambua City District, Belu Regency. The research employs a qualitative descriptive approach using observation, in-depth interviews, and documentation techniques involving key informants such as traditional leaders, religious figures, weavers, and community members. The findings reveal that Tais Mone and Tais Pana function not merely as traditional attire but as profound religious symbols encompassing spiritual, philosophical, and social values. Tais Mone, characterized by bird and bou gebu motifs, symbolizes male responsibility, strength, and protection, while Tais Pana, with floral motifs, represents purity, harmony, and the role of women in society. Furthermore, Tais serves as a symbolic medium connecting humans with ancestors and plays a central role in traditional rituals such as marriage and funeral ceremonies, reinforcing social cohesion and cultural identity. The study concludes that Tais constitutes a complex religious symbol that plays a vital role in sustaining the cultural and spiritual continuity of the Belu community amid ongoing social changes.



