PENGARUH PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP MASYARAKAT MELAYU DI SEBERANG KOTA JAMBI TAHUN(1900-1942)

Penulis

  • Maria Mardalena Yulita Sari Universitas Jambi
  • Rentiana Lestari Kristina Universitas Jambi
  • Desy Mayang Sari Universitas Jambi
  • Fatonah
  • Padhil Hudaya Universitas Jambi

Kata Kunci:

Pendidikan Islam, Madrasah, Melayu, Seberang Kota Jambi, Ulama

Abstrak

Studi ini mengkaji dampak pendidikan Islam terhadap komunitas Melayu di wilayah Seberang Kota Jambi antara tahun 1900 hingga 1942. Kajian ini menerapkan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif melalui beberapa tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pendidikan Islam di Seberang Kota Jambi awalnya berkembang melalui surau, langgar, dan masjid dengan pendekatan pembelajaran yang tradisional. Seiring berjalannya waktu, muncul berbagai madrasah seperti Madrasah Nurul Iman, Madrasah Sa’adatuddarain, Madrasah Nurul Islam, Madrasah Al-Jauharain, dan Madrasah As’ad yang membawa perubahan signifikan dalam sistem pendidikan Islam menjadi lebih teratur dan modern. Perkembangan madrasah ini dipengaruhi oleh para ulama dari Jambi yang belajar di Mekkah dan membawa inovasi dalam pendidikan Islam ke daerah mereka. Kehadiran pendidikan Islam memiliki dampak yang besar pada kehidupan masyarakat Melayu, baik di bidang sosial, budaya, maupun agama. Nilai pendidikan Islam berpengaruh terhadap dalam membentuk karakter religius masyarakat, memperkuat identitas Melayu-Islam, serta menghasilkan ulama dan tokoh masyarakat yang berpengaruh. Selain itu, pendidikan Islam juga berfungsi sebagai alat untuk mempertahankan nilai-nilai budaya dan saling solidaritas di kalangan masyarakat Melayu Seberang Kota Jambi, di tengah arus modernisasi dan kolonialisme.

This study examines the impact of Islamic education on the Malay community in the Seberang Kota Jambi region between 1900 and 1942. This study applies historical methods with a qualitative approach through several stages, namely heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Islamic education in Seberang Kota Jambi initially developed through surau (Islamic prayer hall), langgar (prayer hall), and mosque with a traditional learning approach. Over time, various madrasas emerged such as Madrasah Nurul Iman, Madrasah Sa'adatuddarain, Madrasah Nurul Islam, Madrasah Al-Jauharain, and Madrasah As'ad, which brought significant changes to the Islamic education system, making it more organized and modern. The development of these madrasas was influenced by scholars from Jambi who studied in Mecca and brought innovations in Islamic education to their region. The presence of Islamic education had a significant impact on the lives of the Malay community, both in the social, cultural, and religious fields. The value of Islamic education influenced the formation of the religious character of the community, strengthened the Malay-Islamic identity, and produced influential scholars and community leaders. Furthermore, Islamic education also serves as a tool to maintain cultural values and foster solidarity among the Malay community of Seberang Kota Jambi, amidst the tides of modernization and colonialism.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30