PENERAPAN KONTEKSTUAL PEMBELAJARAN GEOGRAFI PARIWISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL: KAJIAN LITERATUR PANTAI WISATA MOLOTABU KABUPATEN BONE BOLANGO
Kata Kunci:
Kearifan Lokal, Pembelajran Kontekstual, Pantai Wisata MolotabuAbstrak
Pemanfaatan Pantai Molotabu sebagai sumber belajar geografi pariwisata masih belum banyak dikaji dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran geografi pariwisata berbasis kearifan lokal di kawasan pantai wisata Molotabu. Melalui kajian literatur, ditemukan bahwa kearifan lokal, seperti sistem navigasi tradisional, teknik pembuatan kapal, dan praktik konservasi lingkungan, dapat menjadi sumber belajar kontekstual yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal meningkatkan pemahaman siswa, keterampilan berpikir spasial, serta kesadaran budaya. Namun, implementasi model ini menghadapi tantangan, seperti kurangnya dokumentasi sistematis dan keterbatasan kompetensi guru. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan bagi pendidik dan kolaborasi dengan komunitas lokal. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum fleksibel serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperkaya pembelajaran. Pendekatan ini, diharapkan pembelajaran geografi pariwisata menjadi lebih kontekstual, relevan, dan bermakna bagi siswa.
The use of Molotabu Beach as a learning resource for tourism geography remains understudied in education. This study aims to analyze the implementation of local wisdom-based tourism geography learning in the Molotabu tourist beach area. Through a literature review, it was found that local wisdom, such as traditional navigation systems, shipbuilding techniques, and environmental conservation practices, can be an effective contextual learning resource. The results indicate that the integration of local wisdom improves students' understanding, spatial thinking skills, and cultural awareness. However, the implementation of this model faces challenges, such as a lack of systematic documentation and limited teacher competency. Therefore, training for educators and collaboration with the local community are needed. This study recommends the development of a flexible curriculum and the use of digital technology to enrich learning. This approach is expected to make tourism geography learning more contextual, relevant, and meaningful for students.




