TABOO, POWER, AND IDEOLOGY DOMINION: A SOCIOLINGUISTIC READING OF CANNIBALISM DISCOURSE IN SUZANNE COLLINS’ THE BALLAD OF SONGBIRDS AND SNAKES
Kata Kunci:
Wacana Kanibalisme, Bahasa Tabu, Pembedaan Kelas, Fiksi Distopia, Analisis Naratif LabovianAbstrak
Artikel ini mengkaji bagaimana wacana kanibalisme berfungsi sebagai teknologi pembedaan kelas dalam novel The Ballad of Songbirds and Snakes (2020) karya Suzanne Collins. Dengan menggunakan teori sosiolinguistik tentang bahasa tabu, kerangka pascakolonial mengenai antropofagi, dan analisis naratif Labovian, penelitian ini berargumen bahwa pengelolaan verbal Capitol atas kanibalisme pada masa pengepungan secara sistematis mengalihkan stigma moral kepada subjek-subjek Distrik, khususnya para tribute, sambil melindungi warga Capitol dari atribusi yang sama. Penelitian ini menerapkan kerangka analisis wacana untuk mengidentifikasi asimetri evaluatif dalam perlakuan novel terhadap pelanggaran Capitol versus Distrik, dan menunjukkan bagaimana Hunger Games berfungsi sebagai ritual pemurnian yang mengubah pembunuhan anak yang disanksi negara menjadi tontonan kebiadaban Distrik. Temuan mengungkapkan tiga mekanisme yang saling terkait: evaluasi mitigatif atas pelanggaran Capitol, pembingkaian ontologis atas kekerasan Distrik, dan pengalihan rasa bersalah mendasar melalui pertunjukan kebiadaban yang dipaksakan di arena. Mekanisme-mekanisme ini menerangi pola-pola yang lebih luas dalam retorika otoriter dan dominasi berbasis kelas yang melampaui dunia fiksi Panem.
This article examines how cannibalism discourse functions as a technology of class distinction in Suzanne Collins The Ballad of Songbirds and Snakes (2020). Drawing on sociolinguistic theories of taboo language, postcolonial frameworks of anthropophagy, and Labovian narrative analysis, the study argues that the Capitol’s verbal management of siege-era cannibalism systematically displaces moral stigma onto District subjects, particularly the tributes, while insulating Capitol citizens from the same attribution. The research applies a discourse-analytic framework to identify evaluative asymmetries in the novel’s treatment of Capitol versus District transgression, demonstrating how the Hunger Games function as a purification ritual that transforms state-sanctioned child murder into a spectacle of District savagery. Findings reveal three interlocking mechanisms: mitigating evaluation of Capitol transgression, ontological framing of District violence, and the ritual displacement of foundational guilt onto coerced performances of savagery in the arena. These mechanisms illuminate broader patterns in authoritarian rhetoric and class-based domination that extend beyond the fictional world of Panem.




