ANALISIS POTENSI SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK UNTUK PERBAIKAN JALAN LINGKUNGAN

Penulis

  • Meilinda Suriani Harefa Universitas Negeri Medan
  • Selvia Ananda Mtd Universitas Negeri Medan
  • Jonhenki Lumban Gaol Universitas Negeri Medan
  • Ramadhan Situmorang Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Sampah Organik, Sampah Plastik, Perbaikan Jalan Lingkungan, Beton Ramah Lingkungan, Bank Sampah

Abstrak

Setiap hari, jumlah sampah yang dihasilkan oleh masyarakat terus meningkat dan menjadi masalah besar bagi lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu cara cerdas untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memanfaatkan kembali sampah tersebut menjadi bahan yang berguna, contohnya untuk memperbaiki jalan-jalan di lingkungan sekitar kita. Artikel ini membahas tentang bagaimana sampah organik (seperti sisa tumbuhan atau bahan alami) dan sampah anorganik (khususnya sampah plastik) memiliki potensi besar untuk digunakan dalam pembuatan jalan.Berdasarkan hasil pembahasan, sampah organik dapat diolah secara tidak langsung untuk membantu memperkuat tanah dasar jalan agar tidak mudah ambles. Sementara itu, sampah anorganik seperti botol plastik bekas memiliki potensi yang jauh lebih kuat untuk dijadikan bahan campuran beton. Plastik-plastik ini bisa dihancurkan menjadi serat atau dicairkan untuk menggantikan batu pecah, sehingga menghasilkan beton yang lebih ringan namun tetap kokoh. Bahkan, campuran plastik ini sangat bagus untuk membuat jalanan pemukiman yang memiliki rongga, sehingga air hujan bisa langsung meresap ke dalam tanah dan mencegah terjadinya genangan air atau banjir lokal. Selain itu, plastik bekas juga bisa dilelehkan bersama pasir untuk membuat paving block yang tahan lama. Agar ide ini bisa berjalan lancar di lapangan, peran aktif masyarakat melalui kegiatan Bank Sampah sangat diperlukan untuk mengumpulkan dan memilah bahan baku. Kesimpulannya, memanfaatkan sampah organik dan anorganik untuk perbaikan jalan adalah solusi kreatif yang tidak hanya membuat lingkungan pemukiman menjadi lebih rapi dan bebas banjir, tetapi juga membantu mengurangi penumpukan sampah di bumi.

Every day, the volume of waste generated by society continues to rise, posing a major threat to the environment if not managed properly. One smart approach to addressing this issue is by repurposing waste into useful materials such as for repairing local roads in our neighborhoods. This article discusses how organic waste (such as plant residue or natural materials) and inorganic waste (specifically plastic) hold great potential for road construction.Based on the discussion, organic waste can be processed indirectly to help stabilize and reinforce the subgrade (underlying soil) so that it does not easily collapse. Meanwhile, inorganic waste, such as used plastic bottles, has even greater potential to be used as a concrete mixture ingredient. These plastics can be shredded into fibers or melted to substitute crushed stone, resulting in concrete that is lighter yet remains highly durable. Furthermore, this plastic mixture is excellent for constructing porous residential roads, allowing rainwater to seep directly into the ground and preventing puddles or localized flooding. In addition, recycled plastic can be melted down with sand to produce long-lasting paving blocks. For this concept to be successfully implemented on the ground, the active participation of the community through Waste Bank (Bank Sampah) initiatives is highly essential for collecting and sorting the raw materials. In conclusion, utilizing organic and inorganic waste for road maintenance is a creative solution that not only makes residential areas tidier and flood-free, but also helps reduce the accumulation of waste on Earth.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30