PERSEPSI MAHASISWA KAWASAN GEGERKALONG TERHADAP ASPEK KESEHATAN DAN KANDUNGAN GIZI PADA MENU AYAM GEPREK

Penulis

  • Rahadian Abimanyu Kusumadijaya Universitas Pendidikan Indonesia
  • Fabio Orlando Universitas Pendidikan Indonesia
  • Oka Adam Aresta Universitas Pendidikan Indonesia
  • Muhammad Ibrahim Qurataayun Universitas Pendidikan Indonesia
  • Suci Sundusiah Universitas Pendidikan Indonesia

Kata Kunci:

Persepsi Mahasiswa, Ayam Geprek, Kandungan Gizi, Aspek Kesehatan, Perilaku Konsumsi

Abstrak

Ayam geprek merupakan salah satu menu makanan cepat saji yang paling banyak diminati mahasiswa, khususnya di kawasan Gegerkalong, Bandung. Meski begitu, tingginya minat terhadap menu ini belum dibarengi dengan pemahaman yang memadai mengenai nilai gizi dan implikasinya terhadap kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi mahasiswa kawasan Gegerkalong terhadap kandungan gizi dan dampak kesehatan dari konsumsi ayam geprek. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen kuesioner yang disebarkan secara daring kepada 51 mahasiswa aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor keseluruhan mencapai 3,68 (kategori sedang-tinggi). Mahasiswa memiliki persepsi gizi yang relatif baik (rata-rata 4,01), namun keputusan konsumsi mereka tidak ditentukan oleh pertimbangan gizi (rata-rata 2,63). Fenomena knowledge-behavior gap berhasil teridentifikasi, yakni kondisi di mana mahasiswa mengenali risiko kesehatan (Q11=4,33; Q13=4,45) tetapi tidak secara konsisten membatasi frekuensi konsumsinya. Rasa, keterjangkauan harga, dan kemudahan akses menjadi faktor penentu utama. Di sisi lain, keterbukaan mahasiswa terhadap edukasi gizi terbilang cukup tinggi (rata-rata dimensi kesadaran 4,11). Temuan ini diharapkan menjadi pijakan dalam merancang program edukasi gizi yang efektif dan kontekstual bagi mahasiswa.

Ayam geprek is among the most popular fast food choices among university students, particularly in the Gegerkalong area of Bandung. Despite its widespread consumption, this popularity is not yet accompanied by adequate understanding of its nutritional value and health implications. This study aims to examine students' perceptions of the nutritional content and health effects of consuming ayam geprek in the Gegerkalong area. A descriptive quantitative approach was employed using an online questionnaire administered to 51 active students. Results revealed an overall mean score of 3.68 (medium-high category). Students demonstrated relatively high nutritional perceptions (mean 4.01), yet their consumption decisions were not guided by nutritional considerations (mean 2.63). A knowledge-behavior gap was identified, wherein students recognized health risks (Q11=4.33; Q13=4.45) but did not consistently limit their consumption. Taste, affordability, and ease of access emerged as the primary determining factors. Nonetheless, students showed a notably high openness toward nutritional education (mean 4.11 on the awareness dimension). These findings are expected to serve as a foundation for developing targeted and effective nutrition education programs for university students.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29