STRATEGI LITERASI KEUANGAN DIGITAL DALAM MENCEGAH KONFLIK RUMAH TANGGA AKIBAT JUDI ONLINE
Kata Kunci:
Judi Online, Dampak Sosial, Keutuhan Rumah Tangga, Kerusakan Keluarga, Faktor Ekonomi, Faktor Lingkungan, Penelitian, Kualitatif, Kekerasan Rumah Tangga, Perceraian, Gangguan PsikologisAbstrak
Perkembangan teknologi digital mempermudah akses ke platform judi online sehingga menimbulkan dampak ekonomi, psikologis, dan sosial pada keluarga, termasuk penelantaran nafkah, gangguan komunikasi, kekerasan rumah tangga, dan perceraian. Rendahnya literasi keuangan digital memperbesar kerentanan individu terhadap praktik perjudian daring karena ketidakmampuan mengelola anggaran, menilai risiko, dan mengendalikan transaksi digital. Melalui studi kepustakaan kualitatif, artikel ini menelaah faktor penyebab judi online dan strategi pencegahan berbasis literasi keuangan digital. Rekomendasi strategi meliputi edukasi pengelolaan keuangan keluarga (penggunaan aplikasi budgeting dan rekening bersama), kontrol penggunaan aplikasi digital (screen time, app blocker, parental control), peran pemerintah dan OJK dalam regulasi, pemblokiran, serta program literasi dan inklusi keuangan, dan integrasi literasi keuangan digital dalam lembaga pendidikan. Penguatan sinergi antara regulasi, edukasi, teknologi perbankan, dan komunitas menjadi kunci untuk mencegah konflik rumah tangga akibat judi online dan menjaga ketahanan keluarga di era digital.
The rise of digital technology has increased access to online gambling platforms, causing economic, psychological, and social harms within families, including neglect of livelihood, impaired spousal communication, domestic violence, and divorce. Low digital financial literacy heightens vulnerability to online gambling due to poor budgeting, limited risk awareness, and weak control over digital transactions. Using a qualitative literature-review approach, this paper analyzes causes of online gambling and preventive strategies based on digital financial literacy. Recommended measures include family financial education (use of budgeting apps and joint accounts), control of app usage (screen time, app blockers, parental controls), active roles for government and the Financial Services Authority (OJK) in regulation, blocking and national literacy programs, and integrating digital financial literacy into formal education. Strengthening synergy among regulation, education, banking technology, and community actors is essential to prevent household conflicts from online gambling and to maintain family resilience in the digital age.




