KECERDASAN BUATAN: ANTARA POTENSI, PERAN, DAN TANTANGAN ETIKA DI ERA MODERN
Kata Kunci:
Kecerdasan Buatan, AI, Etika Digital, Literasi Digital, Kesenjangan DigitalAbstrak
Penelitian mengeksplorasi faktor-faktor spesifik yang mendorong pertumbuhan Artificial Intelligence (AI) pada periode kontemporer. Teknologi ini memicu perubahan mendasar di beberapa domain, seperti sekolah, kedokteran, produksi industri, dan perbankan. Makalah ini mengkaji kapasitas dan fungsi AI saat ini sekaligus mengidentifikasi kesulitan moral dalam pelaksanaannya. Selain itu, ia menyelidiki inisiatif legislatif yang diperlukan untuk mengamankan manajemen teknologi yang adil dan andal. Metodologi ini menggunakan tinjauan pustaka deskriptif. Pendekatan ini mengambil data dari terbitan berkala akademik, artikel ilmiah, buku teks, dan dokumen penelitian formal. Hasilnya mengungkapkan bahwa AI memberikan keuntungan besar. Manfaat ini termasuk pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan, peningkatan produktivitas administrasi, dan kemajuan eksplorasi ilmiah. Namun, di sisi lain, penerapan AI juga menimbulkan tantangan serius, antara lain ancaman hilangnya pekerjaan akibat otomatisasi, kesenjangan digital, pelanggaran privasi, dan penyalahgunaan teknologi seperti deepfake. Etika AI mencakup tiga dimensi perhatian: perlindungan data pribadi, dampak pada pekerjaan, dan potensi munculnya superintelligence. Untuk mengatasi berbagai dampak negatif, perlu dilakukan peningkatan literasi digital di masyarakat, penguatan regulasi oleh pemerintah, adopsi keterampilan baru, dan pengembangan sumber daya manusia yang selaras dengan kemajuan AI. Dengan kerangka etika yang komprehensif dan kebijakan yang tepat, AI juga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia pada umumnya
Research explores specific factors that drive artificial intelligence (AI) growth in the contemporary period. This technology triggers fundamental changes in several domains, such as schooling, medicine, industrial production, and banking. This paper examines the capacity and function of AI today while identifying moral difficulties in its execution. Furthermore, it investigates legislative initiatives required to secure just and reliable technology management. The methodology utilizes a descriptive literature review. This approach draws data from academic periodicals, scholarly articles, textbooks, and formal research documents. The outcomes reveal that AI delivers substantial advantages. These benefits include custom-tailored education, improved administrative productivity, and the progression of scientific exploration. However, on the other hand, the application of AI also raises serious challenges, including the threat of job losses due to automation, the digital divide, privacy violations, and misuse of technology such as deepfakes. The ethics of AI encompasses three dimensions of concern: personal data protection, impact on employment, and the potential emergence of superintelligence. To overcome various negative impacts, it is necessary to increase digital literacy in society, strengthen regulations by the government, adopt new skills, and develop human resources that are aligned with the progress of AI. With a comprehensive ethical framework and appropriate policies, AI can also be optimally utilized for the welfare of Indonesian society at large.




