ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN ISTILAH ENERGI TERBARUKAN ANTARA MEDIA MASSA DAN JURNAL ILMIAH
Kata Kunci:
Energi Terbarukan, Analisis Isi, Media Massa, Jurnal Ilmiah, Terminologi, Transisi EnergiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan istilah energi terbarukan antara media massa dan jurnal ilmiah bereputasi di Indonesia pada rentang tahun 2020–2026. Kesenjangan antara target kebijakan energi nasional dan realisasinya sebagian dipengaruhi oleh lemahnya pemahaman publik, yang salah satunya bersumber dari inkonsistensi penggunaan istilah di berbagai ranah komunikasi. Metode yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) deskriptif-komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Data bersumber dari dua media massa daring (Kompas.com dan Tempo.co) serta lima jurnal ilmiah dari berbagai universitas di Indonesia. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi dan menghitung frekuensi kemunculan sembilan istilah kunci, antara lain "energi terbarukan", "EBT", "energi hijau", "energi bersih", dan "microgrid". Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah "energi terbarukan" mendominasi kedua ranah dengan total 103 dari 218 kemunculan. Media massa cenderung menggunakan istilah yang umum dan mudah dipahami, sedangkan jurnal ilmiah lebih sering menggunakan istilah teknis seperti "microgrid" (56 kemunculan). Ditemukan kesenjangan terminologis yang nyata antara kedua sumber, di mana media massa menggunakan istilah seperti "energi bersih" dan "energi hijau" secara bergantian tanpa pembedaan yang jelas. Kesenjangan ini berpotensi memengaruhi literasi energi masyarakat dan efektivitas komunikasi kebijakan transisi energi nasional. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan glosarium istilah energi terbarukan berbasis bahasa Indonesia yang baku sebagai acuan bersama bagi jurnalis, komunikator sains, dan akademisi.




