PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KOMISARIS INDEPENDEN, DAN KOMITE AUDIT TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI

Penulis

  • Angelene Quintina Universitas Kristen Indonesia
  • Tanasya Febryanti Universitas Kristen Indonesia
  • Herbert Samuel Universitas Kristen Indonesia
  • Melinda Malau Universitas Kristen Indonesia

Kata Kunci:

Kepemilikan Institusional, Komisaris Independen, Komite Audit, Ukuran Perusahaan, Kinerja Keuangan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan institusional, komisaris independen, dan komite audit terhadap kinerja keuangan dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2023–2025. Kinerja keuangan diukur menggunakan Return on Assets (ROA), sedangkan kepemilikan institusional, komisaris independen, komite audit, dan ukuran perusahaan digunakan sebagai variabel independen dan moderasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 46 perusahaan dengan total 138 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak Stata. Berdasarkan hasil pemilihan model, Common Effect Model (CEM) merupakan model yang paling sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional dan komite audit berpengaruh terhadap kinerja keuangan, sedangkan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Pengujian variabel moderasi menunjukkan bahwa ukuran perusahaan mampu memperkuat pengaruh kepemilikan institusional terhadap kinerja keuangan, namun tidak mampu memperkuat pengaruh komisaris independen dan komite audit terhadap kinerja keuangan. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa mekanisme tata kelola perusahaan melalui kepemilikan institusional dan komite audit berperan penting dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaan, sementara efektivitas komisaris independen masih belum optimal dalam mendorong peningkatan kinerja keuangan.

This study aims to analyze the effect of institutional ownership, independent commissioners, and audit committees on financial performance with firm size as a moderating variable in property and real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the period 2023–2025. Financial performance is measured using Return on Assets (ROA), while institutional ownership, independent commissioners, audit committees, and firm size are employed as independent and moderating variables. This research uses a quantitative approach with secondary data obtained from annual reports and financial statements. The sampling technique employed was purposive sampling, resulting in 46 companies with a total of 138 observations. Data were analyzed using panel data regression with Stata software. Based on the model selection results, the Common Effect Model (CEM) was identified as the most appropriate model. The findings indicate that institutional ownership and audit committees significantly affect financial performance, while independent commissioners do not significantly affect financial performance. Furthermore, firm size is proven to strengthen the effect of institutional ownership on financial performance but fails to strengthen the effects of independent commissioners and audit committees on financial performance. These findings suggest that corporate governance mechanisms through institutional ownership and audit committees play an important role in improving financial performance, whereas the effectiveness of independent commissioners in enhancing financial performance remains suboptimal.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29