HAK, KEWAJIBAN, DAN SEMANGAT BELA NEGARA GENERASI DIGITAL DI ERA MODERN
Kata Kunci:
Konstitusi 1945, Hak Warga Negara, Kewajiban.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keselarasan kerangka hukum kewarganegaraan dengan praktik bela negara di era siber, serta mengevaluasi dampak program sosialisasi literasi digital terhadap siswa. Pendekatan yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods) yang menggabungkan analisis literatur normatif terhadap regulasi negara dan studi kuantitatif deskriptif berbasis Teori Kognitif Sosial (Albert Bandura) pada 30 siswa SMA. Evaluasi empiris menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang sangat signifikan, di mana mayoritas siswa berhasil mengidentifikasi disinformasi secara tepat. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi digital memiliki pengaruh kausal sebesar 38,9% terhadap perkembangan wawasan kebangsaan. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjamin hak fundamental warga negara sekaligus membebankan kewajiban pertahanan negara secara seimbang. Seiring penetrasi teknologi, konsepsi bela negara mengalami pergeseran paradigma dari bentuk militeristik tradisional menjadi ketahanan digital non-fisik. Generasi Z sebagai konsumen utama internet menghadapi tantangan disinformasi (hoaks) yang dapat merusak stabilitas nasional. Penelitian ini mengkaji kerangka hukum bela negara kontemporer dan mengintegrasikan data empiris program sosialisasi kepada 30 siswa sekolah menengah atas (SMA). Pendekatan yang digunakan mencakup analisis normatif undang-undang serta studi kuantitatif deskriptif berbasis Teori Kognitif Sosial dari Albert Bandura. Hasil evaluasi empiris melalui kuis tanya jawab hoaks/fakta menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang sangat signifikan, di mana mayoritas siswa berhasil mengidentifikasi disinformasi secara tepat. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi digital memiliki pengaruh kausal sebesar 38,9% terhadap perkembangan wawasan kebangsaan, menjadikannya fondasi utama bela negara di era siber. Rekomendasi penelitian difokuskan pada pembaruan kurikulum pendidikan kewarganegaraan digital yang interaktif dan kolaboratif.
This study aims to examine the alignment of the legal framework of citizenship with the practice of national defense in the cyber era, as well as to evaluate the impact of a digital literacy outreach program on students. The approach used is a mixed methods approach, combining normative literature analysis on state regulations and a descriptive quantitative study based on Albert Bandura's Social Cognitive Theory in 30 high school students. Empirical evaluation shows a very significant increase in understanding, where the majority of students successfully identified disinformation correctly. This finding confirms that strengthening digital literacy has a causal influence of 38.9% on the development of national insight. The 1945 Constitution of the Republic of Indonesia guarantees the fundamental rights of citizens while imposing a balanced obligation for national defense. With the penetration of technology, the concept of national defense has undergone a paradigm shift from traditional militaristic forms to non-physical digital resilience. Generation Z, as primary internet consumers, faces the challenge of disinformation (hoaxes) that can undermine national stability. This study examines the legal framework of contemporary national defense and integrates empirical data from an outreach program with 30 high school students. The approach used included a normative analysis of the law and a descriptive quantitative study based on Albert Bandura's Social Cognitive Theory. The results of an empirical evaluation using a question-and-answer quiz on hoaxes/facts showed a significant increase in understanding, with the majority of students successfully identifying disinformation. These findings confirm that strengthening digital literacy has a causal influence of 38.9% on the development of national insight, making it a key foundation for national defense in the cyber era. The research recommendations focus on updating the digital citizenship education curriculum to be interactive and collaborative.




