ANALISIS DEBIT AIR DAN KECEPATAN ARUS SUNGAI PEMANDIAN SOSA MENGGUNAKAN METODE APUNG
Kata Kunci:
Debit Air, Kecepatan Arus, Luas Penampang, Metode Apung, Sungai Pemandian SosaAbstrak
Debit aliran sungai merupakan salah satu parameter hidrologi paling mendasar yang dibutuhkan dalam perencanaan sistem irigasi dan bangunan air. Tanpa data debit lapangan yang akurat, perancangan saluran irigasi, bendung, dan bangunan pengendali banjir berpotensi menghasilkan dimensi yang tidak proporsional dan tidak aman secara teknis. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kecepatan arus dan menghitung debit aliran Sungai Pemandian Sosa, sungai pegunungan berbatu yang terletak di Sumatera Utara, Indonesia, pada koordinat Lintang 3°35'05,7" LU dan Bujur 98°35'52,8" BT, dengan total koridor pengukuran sepanjang 3,02 km. Metode apung diterapkan menggunakan botol plastik yang diisi air hingga seperempat bagian pada tujuh segmen sungai (S1–S7) dengan jarak tempuh pelampung sejauh 428 meter per segmen. Kecepatan arus dicatat di tiga titik penampang yaitu tepi kiri (A1), tengah (A2), dan tepi kanan (A3). Kecepatan rata-rata dihitung menggunakan v̄ = s/t̄ dan luas penampang menggunakan A = L × d̄. Hasil menunjukkan kecepatan rata-rata 0,809 m/s dengan debit rata-rata 3,5463 m³/detik (212,777 m³/menit). Debit tertinggi tercatat pada segmen S6 sebesar 5,1254 m³/detik akibat luas penampang terbesar, sementara terendah pada segmen S7 sebesar 2,4632 m³/detik. Temuan ini menyediakan data dasar hidrologi yang dapat mendukung perencanaan sistem irigasi dan bangunan air di kawasan Sungai Pemandian Sosa
River discharge is one of the most fundamental hydrological parameters required in the planning of irrigation systems and hydraulic structures. Without accurate field-based discharge data, the design of channels, weirs, and flood control structures may be proportionally inaccurate and technically inadequate. This study aims to measure flow velocity and calculate the water discharge of Pemandian Sosa River, a rocky mountain river located in North Sumatra, Indonesia, at coordinates Latitude 3°35'05.7" N and Longitude 98°35'52.8" E, with a total measurement corridor of 3.02 km. The float method was applied using a plastic bottle filled to one-quarter capacity at seven river segments (S1–S7) with a float travel distance of 428 meters per segment. Flow velocity was recorded at three cross-sectional points: left bank (A1), center (A2), and right bank (A3). The average velocity was calculated as v̄ = s/t̄ and the cross-sectional area as A = L × d̄. Results show an average flow velocity of 0.809 m/s and an average discharge of 3.5463 m³/second (212.777 m³/minute). The highest discharge was recorded at segment S6 (5.1254 m³/second) due to its largest cross-sectional area, while the lowest was at segment S7 (2.4632 m³/second). These findings provide baseline hydrological data that can support the planning of irrigation systems and hydraulic structures in the Pemandian Sosa River area.




