https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/issue/feedJurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu2026-07-03T10:49:07+00:00Open Journal Systemshttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22456APLIKASI COMPUTER BASED TEST BERBASIS WEB DI SMPN KARANG JAYA KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA2026-06-02T07:56:40+00:00 Primus Tri PandiPrimus3pandi@gmail.comUtami Mirzani Putriutamiputri@uinjambi.ac.idYerix Ramdhaniyerixramadhani@uinjambi.ac.id<p>Pengembangan sistem pendidikan di Indonesia terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi informasi, dengan tujuan utama menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu inovasi penting adalah peralihan dari metode ujian konvensional ke Ujian Berbasis Komputer (CBT). CBT memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan ujian, mengeliminasi penggunaan kertas dan pensil. Penerapan CBT diharapkan dapat menjawab tantangan dari sistem konvensional tersebut. Dengan beralih ke platform digital, sekolah dapat menghemat waktu dan biaya, serta meningkatkan akurasi dan kecepatan dalam evaluasi hasil ujian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi solusi berbasis teknologi yang dapat mengoptimalkan proses ujian di SMP N Karang Jaya, sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong kemajuan pendidikan melalui inovasi digital.</p> <p><em>The development of Indonesia's education system continues to adapt to advancements in information technology, with the primary goal of creating highquality human resources. A key innovation is the shift from conventional testing methods to Computer-Based Testing (CBT). CBT leverages information technology to enhance the efficiency and effectiveness of exams, eliminating the use of paper and pencils. The implementation of CBT is expected to address the challenges of the conventional system. By transitioning to a digital platform, schools can save time and costs, while also improving the accuracy and speed of evaluating exam results. This research aims to identify a technology-based solution to optimize the examination process at SMP N Karang Jaya, in line with the government's vision to advance education through digital innovation. </em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22984EFEKTIVITAS PENGGUNAAN RUBRIK ANALITIK DALAM MENINGKATKAN OBJEKTIVITAS PENILAIAN TES URAIAN2026-06-13T08:18:20+00:00Astri Delila Mooymooyastry@gmail.comJen Asti Stevania Baitjenbait275@gmail.comRoimanson Panjaitanroimansonp@gmail.com<p>Penilaian tes uraian merupakan salah satu bentuk evaluasi yang banyak digunakan dalam pembelajaran karena mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, kemampuan analisis, sintesis, dan pemecahan masalah peserta didik. Namun, penilaian tes uraian sering menghadapi masalah subjektivitas yang dapat memengaruhi keakuratan hasil penilaian. Salah satu upaya untuk meningkatkan objektivitas penilaian adalah melalui penggunaan rubrik analitik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan rubrik analitik dalam meningkatkan objektivitas penilaian tes uraian. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah, jurnal, dan dokumen akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa rubrik analitik mampu meningkatkan konsistensi penilaian, memperjelas kriteria penilaian, mengurangi bias penilai, serta memberikan umpan balik yang lebih rinci kepada peserta didik. Selain itu, penggunaan rubrik analitik membantu guru melakukan penilaian secara lebih transparan dan sistematis. Dengan demikian, rubrik analitik dapat menjadi instrumen yang efektif dalam meningkatkan kualitas dan objektivitas penilaian tes uraian di berbagai jenjang pendidikan.</p> <p><em>Essay tests are widely used in educational assessment because they can measure higher-order thinking skills, analytical abilities, synthesis, and problem-solving competencies. However, essay assessment often encounters subjectivity issues that may affect the accuracy and fairness of scoring. One strategy to improve assessment objectivity is the use of analytic rubrics. This study aims to analyze the effectiveness of analytic rubrics in improving the objectivity of essay test assessment. The research employed a library research method by reviewing relevant scientific journals, articles, and academic documents. The findings indicate that analytic rubrics enhance scoring consistency, clarify assessment criteria, reduce assessor bias, and provide more detailed feedback to students. Furthermore, analytic rubrics support teachers in conducting transparent and systematic assessments. Therefore, analytic rubrics can be considered an effective instrument for improving the quality and objectivity of essay test assessment at various educational levels.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23044HUKUM ADAT MELAYU JAMBI SEJAK MASUKNYA ISLAM2026-06-15T07:05:34+00:00Khairunnisanisak7571@gmail.comLya Analisalyaanalisa67@gmail.comElva Martcheliaelvamartchelia0@gmail.comAri Dewi Sariaridewisari073@gmail.comShindi Agita Putrishindypanjaitan46@gmail.comFathonahfatonah.nurdin@unja.ac.idDeny Defriantyddefrianti@unja.ac.id<p>Hukum adat menjadi sakah satu aturan yang dibuat untuk menjaga ketertiban dan kerukunan dalam masyarakat. Hukum adat di Indonesia sangat banyak, salah satu contohnya yaitu hukum adat melayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana masuknya Islam ke wilayah Melayu khususnya di Jambi dan pengaruhnya terhadap hukum adat melayu, perbedaan hukum adat melayu dengan hukum adat lainnya, serta bagaimana penerapannya dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini memakai metode studi pustaka, kemudian disimpulkan secara analisis berdasarkan data - data yang diperoleh melalui jurnal, maupun media lainnya. Kajian hukum adat melayu tidak jauh kaitannya dengan ajaran Islam serta budaya Melayu yang memiliki banyak akulturasi. Oleh karena itu, penelitian ini juga diharapkan memberikan kesadaran masyarakat terhadap hukum adat melayu dan kebudayaan melayu yang harus dijaga serta dilestarikan agar tidak punah di era globalisasi saat ini.</p> <p><em>Customary law is one of the rules created to maintain order and harmony in society. There are many customary laws in Indonesia, one example being Malay customary law. This study aims to determine how Islam entered the Malay region, especially in Jambi, and its influence on Malay customary law, the differences between Malay customary law and other customary laws, and how it is applied in community life. This study uses a literature review method, then draws analytical conclusions based on data obtained from journals and other media. The study of Malay customary law is closely related to Islamic teachings and Malay culture, which has many acculturations. Therefore, this study is also expected to raise public awareness of Malay customary law and Malay culture, which must be maintained and preserved to prevent extinction in the current era of globalization</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23307ANALISIS DISTRAKSI KOGNITIF AKIBAT FENOMENA "BRAIN ROT" DAN IMPLIKASINYA TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MANDIRI MAHASISWA2026-06-21T04:46:28+00:00Angeline Panjaitanangelinepanjaitan05@gmail.comDesy Safitridesysafitri@unj.ac.idSujarwosujarwo-fis@unj.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma kognitif Generasi Z, khususnya mahasiswa, dalam memproses informasi. Dominasi konten mikro berdurasi pendek dan bermutu rendah memicu fenomena brain rot, yakni kondisi penurunan fungsi atensi dan kapasitas kognitif akibat paparan stimulasi digital instan secara berlebihan. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme distraksi kognitif yang ditimbulkan oleh fenomena brain rot serta mengidentifikasi implikasinya terhadap efektivitas pembelajaran mandiri (self-regulated learning) mahasiswa. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari jurnal ilmiah nasional dan internasional, buku referensi, serta artikel akademik yang relevan dengan psikologi kognitif dan teknologi pendidikan. Analisis dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa fenomena brain rot memicu cognitive overload (beban kognitif berlebih) dan fragmentasi atensi yang secara langsung mendegradasi tiga komponen utama pembelajaran mandiri, yaitu metakognisi, regulasi waktu, dan retensi memori jangka panjang. Artikel ini merumuskan pentingnya rekonstruksi literasi digital kognitif dan adaptasi pedagogis berbasis pemahaman mendalam (deep learning) di lingkungan perguruan tinggi sebagai strategi mitigasi terhadap dampak brain rot pada generasi mahasiswa masa kini</p> <p><em>The rapid advancement of digital technology has fundamentally altered the cognitive paradigm of Generation Z, particularly university students, in processing information. The dominance of short-form, low-quality micro-content has catalyzed the emergence of the brain rot phenomenon, a condition characterized by a decline in attentional functioning and cognitive capacity due to excessive exposure to instantaneous digital stimulation. This study aims to analyze the mechanisms of cognitive distraction induced by the brain rot phenomenon and identify its implications for the effectiveness of students' self-regulated learning. A descriptive qualitative approach with a literature research method was employed. Data were extracted from national and international scientific journals, reference books, and academic articles relevant to cognitive psychology and educational technology. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the brain rot phenomenon triggers cognitive overload and attention fragmentation, which directly degrades three core components of self-regulated learning: metacognition, time regulation, and long-term memory retention. This article underscores the necessity of reconstructing cognitive digital literacy and implementing deep learning-based pedagogical adaptations within higher education institutions as a mitigation strategy against the cognitive deterioration associated with brain rot</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22372BENTUK VARIASI BAHASA PENUTUR PADA PERISTIWA TUTUR MASYARAKAT MULTI ETNIK DI PASAR OESAPA KOTA KUPANG2026-05-30T08:25:46+00:00Yudit Yudiarson Sabunasabunayudit@gmail.comArnot A. Kolnelarnoldkolnel@gmail.comSanhedri Boimauhetris123@gmail.com<p>Skripsi berjudul, “Bentuk Variasi Bahasa Penutur Pada Peristiwa Tutur Masyarakat Multi Etnik di Pasar Oesapa Kota Kupang”, Oleh Yudit Yudiarson Sabuna, NIM. 2288201073. Dibimbing oleh Arnot A. Kolnel, S.Pd., M.Hum., Selaku pembimbing I dan Sanhedri Boimau, S.Pd., M.Hum., Selaku pembimbing II. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja jenis variasi bahasa yang terjadi pada peristiwa tutur di Pasar Oesapa-Kota Kupang, dengan tujuan penelitian untuk mendeskripsikan jenis variasi bahasa yang terjadi pada peristiwa di Pasar Oesapa-Kota Kupang. Manfaat dari penelitian ini, diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan dalam penelitian bidang kebahasaan khususnya variasi bahasa. Teori yang digunakan adalah teori sosiolinguistik dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik penggumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, perekaman, dan dokumentasi. Teknik Analisa data yang digunakan adalah transkripsi, penerjemahan, reduksi, penyajian, analisis, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis variasi bahasa dalam peristiwa tutur di Pasar Oesapa Kota Kupang yakni: 1) variasi idiolek : kata dramatis (manyala, bagarak); sapaan sayang (oma, kak sayang), dan ada yang kreatif dengan metafora (harga bersahabat); 2) Variasi dialek yang ditemukan dalam kosakata dan partikel khas Melayu Kupang (beta, pung, sa, ko, dong, sonde, beta) serta sapaan daerah (kaka tana, bo’i, oma, bae’ dan umbu); 3) variasi kronolek terlihat bahwa generasi tua cenderung mempertahankan bentuk dialek tradisional (ondersup), sedangkan generasi muda mencampurkan istilah asing (fresh, skip); 4) Variasi sosiolek di temukan pada perbedaan pilihan kata dan tingkat keformalan antara penjual (cenderung menggunakan Melayu Kupang kasar/akrab) dan pembeli (kadang menggunakan Bahasa Indonesia baku atau sapaan hormat) yang menunjukkan adanya stratifikasi sosial. Selain itu, komunitas pedagang memiliki kode tersendiri (bos, ma, harga pas) yang berbeda dengan masyarakat umum; 5) Selain variasi bahasa juga di temukan register berupa strategi negosiasi yang di pakai oleh penjual untuk mempengaruhi pembeli dengan menggunakan gaya bahasa persuasif.</p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22628EFEKTIVITAS KOMBINASI PAKAN ALAMI CACING SUTERA (TUBIFEX SP) DAN TEPUNG CACING TANAH (LUMBRICUS RUBELUS) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KECERAHAN WARNA IKAN PLATY (XIPHOPHORUS MACULATUS)2026-06-06T12:06:05+00:00Nelson Alfredo Oheenelsonohee99@gmail.comDewi Shinta Achmaddewishintaachmad@gmail.comSusan Mokoolangsusanmokoolang@gmail.com<p>Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Akuakultur Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi pakan alami cacing sutera (Tubifex sp.) dan tepung cacing tanah (Lumbricus rubellus) terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan kecerahan warna ikan platy (Xiphophorus maculatus). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan, yaitu perlakuan A (20% Tubifex sp. + 80% pakan komersial), B (20% Lumbricus rubellus + 80% pakan komersial), C (15% Tubifex sp. + 15% Lumbricus rubellus + 70% pakan komersial), dan D (100% pakan komersial sebagai kontrol). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, panjang mutlak, tingkat kelangsungan hidup (SR), kecerahan warna berdasarkan Munsell Color Chart, serta kualitas air (suhu, pH, dan oksigen terlarut). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi (C) memberikan hasil terbaik dengan pertambahan berat 0,55 g, panjang 1,33 cm, skor warna 7,3, dan SR sebesar 96,7%. Analisis sidik ragam menunjukkan bahwa kombinasi pakan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kecerahan warna ikan (p < 0,05). Selama penelitian, kualitas air berada pada kisaran optimal. Kombinasi pakan alami ini direkomendasikan sebagai pakan tambahan yang efektif dan berkelanjutan untuk ikan hias.</p> <p><em>The The research was conducted at the Aquaculture Laboratory of Muhammadiyah University of Gorontalo. This study aimed to evaluate the effectiveness of combining natural feeds, namely silk worms (Tubifex sp.) and earthworm meal (Lumbricus rubellus), on growth performance, survival rate, and color brightness of platy fish (Xiphophorus maculatus). The experimental method used a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and three replications: A (20% Tubifex sp. + 80% commercial feed), B (20% Lumbricus rubellus + 80% commercial feed), C (15% Tubifex sp. + 15% Lumbricus rubellus + 70% commercial feed), and D (100% commercial feed as control). Parameters observed included absolute weight gain, absolute length gain, survival rate, color brightness based on the Munsell Color Chart, and water quality (temperature, pH, dissolved oxygen). The results showed that treatment C produced the best performance with weight gain of 0.55 g, length gain of 1.33 cm, color score of 7.3, and survival rate of 96.7%. Analysis of variance indicated that feed combination significantly affected growth and color brightness (p < 0.05). Water quality during the study remained within optimal ranges. The combination of Tubifex sp. and Lumbricus rubellus is recommended as an effective and sustainable supplementary feed for ornamental fish culture.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23015KETAHANAN NASIONAL DALAM MEMBANGUN KOMITMEN KOLEKTIF KEBANGSAAN2026-06-14T08:58:51+00:00Titania Azalia241001040@student.umri.ac.idKhayla Mufaeda241001004@student.umri.ac.idIlham Hudiilhamhudi@umri.ac.id<p><em>Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the service sector play a strategic role in the regional economy, including in West Aceh Regency. However, employee productivity in service-sector MSMEs remains a serious challenge requiring attention from both business actors and academics. Low employee performance in service MSMEs is frequently associated with the absence of a structured reward system, limited access to quality training programs, and work environments that do not fully support productivity. This study aims to analyze the effect of rewards, training, and work environment on employee performance in service-sector MSMEs in West Aceh Regency, both partially and simultaneously. A quantitative approach with an explanatory survey method was employed. The study population comprised all employees of service-sector MSMEs operating in West Aceh Regency, with a sample of 120 respondents selected through stratified random sampling. Data were collected multiple linear regression analysis was conducted using SPSS. The analysis shows that rewards positively and significantly contribute to employee performance (β = 0.38; t = 4.12; p < 0.001). Similarly, training is found to have a positive and statistically significant effect on employee performance. (β = 0.31; t = 3.67; p < 0.001). Similarly, work environment has a positive and significant effect on employee performance (β = 0.27; t = 3.14; p = 0.002). Simultaneously, all three variables significantly affect employee performance (F = 28.47; R² = 0.612), indicating that 61.2% of the variation in employee performance is explained by these variables. This study contributes to the human resource management literature in the context of service MSMEs and provides practical implications for MSME owners in designing more effective human resource management strategies.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23067MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN TENAGA PENDIDIK2026-06-16T01:25:16+00:00Rizka Amanda240210023@student.ar-raniry.ac.idRani Puspa Juwitarani.juwita@ar-raniry.ac.idHayaton Najwa240210011@student.ar-raniry.ac.idArini Farhana Kamila240210017@student.ar-raniry.ac.idFadhila Budiana240210001@student.ar-raniry.ac.idRizna Agustia240210020@student.ar-raniry.ac.id<p>Manajemen pendidikan merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan sumber daya pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Tenaga pendidik sebagai komponen utama dalam sistem pendidikan memegang peranan yang sangat strategis dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep manajemen pendidikan dan pengelolaan tenaga pendidik secara komprehensif, mencakup rekrutmen, pengembangan kompetensi, evaluasi kinerja, serta kesejahteraan pendidik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen tenaga pendidik yang baik berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan. Pengembangan profesionalisme guru yang berkelanjutan, sistem evaluasi yang transparan, serta dukungan kelembagaan yang memadai menjadi kunci keberhasilan manajemen tenaga pendidik. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara manajemen pendidikan yang sistematis dan pengelolaan tenaga pendidik yang profesional dalam rangka mewujudkan cita-cita pendidikan nasional.</p> <p><em>Education management is a process of planning, organizing, implementing, and supervising educational resources to achieve educational goals effectively and efficiently. Educators, as the primary component of the educational system, play a highly strategic role in realizing quality education. This article aims to comprehensively examine the concept of education management and the management of teaching staff, including recruitment, competency development, performance evaluation, and educator welfare. The method used in this study is a literature review by analyzing various relevant scientific sources. The results of the study indicate that good management of teaching staff contributes significantly to improving the quality of education. Continuous professional development of teachers, a transparent evaluation system, and adequate institutional support are the keys to successful management of teaching staff. The conclusion of this study affirms the importance of synergy between systematic education management and professional management of teaching staff in order to realize the ideals of national education.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23877RANCANG BANGUN APLIKASI RANINSA CAKE BERBASIS WEB DENGAN MENERAPKAN OTP DAN SSO2026-07-03T10:49:07+00:00Agung Romadhanromadanagung@gmail.comNurmi Hidayasarinurmihidayasari@polbeng.ac.id<p>Pesatnya perkembangan teknologi informasi mendorong usaha mikro dan kecil untuk mengadopsi sistem informasi berbasis web guna meningkatkan efisiensi bisnis dan kualitas layanan. Raninsa Cake, sebagai usaha kuliner rumahan, masih mengelola pencatatan penjualan dan pemesanan secara manual melalui media sosial dan komunikasi langsung, sehingga sering menimbulkan ketidakakuratan pesanan, ketidakefisienan dalam pengelolaan transaksi, serta belum tersedianya mekanisme autentikasi pengguna yang aman. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan aplikasi penjualan berbasis web pada Raninsa Cake dengan menerapkan mekanisme autentikasi One Time Password (OTP) dan Single Sign-On (SSO). Sistem dikembangkan menggunakan metode Waterfall yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Aplikasi dibangun menggunakan framework Laravel dengan basis data MySQL. Autentikasi pengguna diimplementasikan melalui dua pendekatan, yaitu login menggunakan email dan kata sandi yang dilengkapi dengan verifikasi OTP sebagai faktor autentikasi kedua, serta login menggunakan akun Google melalui mekanisme Single Sign-On (SSO). Fungsionalitas sistem dievaluasi menggunakan pengujian black box untuk memastikan seluruh fitur berjalan sesuai dengan kebutuhan fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi yang dikembangkan mampu meningkatkan akurasi pengelolaan pesanan, meningkatkan efisiensi transaksi, serta memperkuat keamanan sistem. Dengan demikian, sistem yang diusulkan layak digunakan sebagai platform penjualan berbasis web yang aman dan terintegrasi untuk mendukung kebutuhan operasional Raninsa Cake.</p> <p><em>The rapid growth of information technology has encouraged micro and small enterprises to adopt web-based information systems to improve business efficiency and service quality. Raninsa Cake, a home-based culinary business, still manages sales and order records manually through social media and direct communication, which often leads to order inaccuracies, inefficient transaction management, and the absence of secure user authentication. This study aims to design and develop a web-based sales application for Raninsa Cake by implementing One Time Password (OTP) and Single Sign-On (SSO) authentication mechanisms. The system was developed using the Waterfall method, which includes requirement analysis, system design, implementation, testing, and maintenance stages. The application was built using the Laravel framework with a MySQL database. User authentication is implemented through two approaches: email and password login with OTP verification as a second authentication factor, and Single Sign-On (SSO) using Google accounts. System functionality was evaluated using black box testing to ensure that all features operate according to functional requirements. The results show that the developed application improves order management accuracy, enhances transaction efficiency, and strengthens system security. Therefore, the proposed system is suitable as a secure and integrated web-based sales platform to support the operational needs of Raninsa Cake.</em></p>2026-07-03T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22411PENERAPAN PRINSIP NEGARA HUKUM DALAM KEBIJAKAN ABOLISI OLEH PRESIDEN2026-05-31T13:59:48+00:00Rima Aulia Pronikarimaaulia840@gmail.comSodikin Sodikinsodikin.fh@umj.ac.id<p>Indonesia sebagai negara hukum (rechtstaat), sehingga setiap kebijakan eksekutif di Indonesia harus bersandar pada supremasi hukum, perlindungan hak asasi manusia, dan prinsip checks and balances. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip negara hukum dalam kebijakan abolisi yang dikeluarkan oleh Presiden, dengan fokus studi pada kasus Tom Lembong. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Sumber data berasal dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan abolisi oleh Presiden memiliki dasar hukum konstitusional yang kuat dalam UUD NRI 1945, namun implementasinya harus tetap tunduk pada prosedur yang transparan dan akuntabel. Dalam kasus Tom Lembong, ditemukan bahwa meskipun Presiden memiliki kewenangan prerogatif, kebijakan tersebut harus mempertimbangkan aspek keadilan bagi publik dan kepastian hukum agar tidak terkesan sebagai tindakan yang sewenang-wenang. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan abolisi bukan sekadar hak prerogatif mutlak, melainkan instrumen hukum yang melibatkan peran lembaga lain seperti DPR dalam memberikan pertimbangan, serta Mahkamah Agung atau Mahkamah Konstitusi dalam menjaga koridor konstitusionalitasnya. Kasus ini menjadi representasi penting mengenai tantangan dalam menyeimbangkan antara diskresi kekuasaan eksekutif dengan kewajiban mematuhi prinsip negara hukum di Indonesia.</p> <p><em>As a state based on the rule of law (rechtstaat), every executive policy in Indonesia must be based on the supremacy of law, protection of human rights, and the principle of checks and balances. This study aims to analyze the application of the rule of law principle in the abolition policy issued by the President, focusing on the case of Tom Lembong. The research method used is normative legal research with a legislative approach and a conceptual approach. Data sources come from primary, secondary, and tertiary legal materials analyzed qualitatively through literature studies. The results of the study indicate that the President's abolition policy has a strong constitutional legal basis in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, but its implementation must still be subject to transparent and accountable procedures. In the case of Tom Lembong, it was found that although the President has prerogative authority, the policy must consider aspects of justice for the public and legal certainty to avoid the impression of arbitrary action. The conclusion of this study confirms that the abolition policy is not simply an absolute prerogative, but a legal instrument that involves the role of other institutions such as the House of Representatives (DPR) in providing considerations, as well as the Supreme Court or Constitutional Court in maintaining its constitutional corridor. This case serves as an important illustration of the challenges in balancing executive discretion with the obligation to adhere to the principles of the rule of law in Indonesia.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22978PENERAPAN TERAPI AKTIVITAS RANGE OF MOTION (ROM) PASIF TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DI RUANG UNIT STROKE ANGGREK 2 RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA2026-06-13T07:28:13+00:00Nora Herawatiraraherawati7703@gmail.comIka Silvitasariikasilvitasari@unisa-surakarta.ac.idSuciana Ratrinaningsihsucianaratrinaningsih606@gmail.com<p>Abstrak memuat uraian singkat mengenai masalah dan tujuan penelitian, metode yang digunakan, dan hasil penelitian. Tekanan penulisan abstrak terutama pada hasil penelitian. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Pengetikan abstrak dilakukan dengan spasi tunggal dengan margin yang lebih sempit dari margin kanan dan kiri teks utama. Kata kunci perlu dicantumkan untuk menggambarkan ranah masalah yang diteliti dan istilah-istilah pokok yang mendasari pelaksanaan penelitian. Kata-kata kunci dapat berupa kata tunggal atau gabungan kata. Jumlah kata-kata kunci 3-5 kata. Kata-kata kunci ini diperlukan untuk komputerisasi. Pencarian judul penelitian dan abstraknya dipermudah dengan kata-kata kunci tersebut.</p> <p><em>An abstranct is a brief summary of a research article, thesis, review, conference proceeding or any-depth analysis of a particular subject or disipline, and is often used to help the reader quickly ascertain the paper purposes. When used, an abstract always appears at the beginning of a manuscript or typescript, acting as the point-of-entry for any given academic paper or patent application. Absatrcting and indexing services for various academic discipline are aimed at compiling a body of literature for that particular subject. Abstract length varies by discipline and publisher requirements. Abstracts are typically sectioned logically as an overview of what appears in the paper.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23031ANALISIS KOS PRODUKSI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) BAKSO BERBASIS PESANAN DAN PROSES DI KOTA JAMBI2026-06-15T02:09:14+00:00Chelsea Cintya Anabelachelseacintya447@gmail.comAnnisa Rahmanrannisa895@gmail.comUlfa Liandaulfalianda1847@gmail.comMellya Embun Bainingmelyyaembunbaining@uinjambi.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menyusun laporan kos produksi pada dua jenis UMKM bakso di Kota Jambi, yakni usaha bakso berbasis pesanan (job order costing) untuk acara pernikahan dan usaha bakso berbasis proses (process costing) yang beroperasi secara harian. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui wawancara langsung kepada pemilik usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha bakso pesanan dengan kapasitas 300 porsi memiliki total kos produksi sebesar Rp3.650.000 atau Rp12.167 per porsi dengan harga jual Rp30.000 per porsi sehingga menghasilkan margin laba sebesar Rp17.833 per porsi (59,44%). Sementara itu, usaha bakso proses (Warung Bakso Prosty) dengan produksi rata-rata 50 porsi per hari memiliki kos produksi harian sebesar Rp438.000 atau Rp8.760 per porsi dengan harga jual Rp13.000 per porsi dan margin laba Rp4.240 per porsi (32,62%). Penelitian ini menemukan bahwa kedua UMKM belum menerapkan pencatatan kos produksi secara sistematis sehingga rentan terhadap kesalahan penetapan harga. Penerapan akuntansi biaya yang baik sangat diperlukan untuk mendukung keberlanjutan usaha. </p> <p><em>This study aims to analyze and compile production cost reports for two types of meatball MSMEs in Jambi City: a job-order costing meatball business for weddings and a process-based meatball business operating daily. The research method used was a descriptive case study with qualitative and quantitative approaches through direct interviews with the business owners. The results showed that a job-order meatball business with a capacity of 300 servings had a total production cost of Rp3,650,000, or Rp12,167 per serving, with a selling price of Rp30,000 per serving, resulting in a profit margin of Rp17,833 per serving (59.44%). Meanwhile, a processed meatball business (Warung Bakso Prosty) with an average production of 50 servings per day had a daily production cost of Rp438,000, or Rp8,760 per serving, with a selling price of Rp13,000 per serving, and a profit margin of Rp4,240 per serving (32.62%). This study found that both MSMEs had not implemented systematic production cost recording, making them vulnerable to pricing errors. Good cost accounting practices are essential to support business sustainability.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23255PEMANFAATAN MEDIA VISUAL MENGGUNAKAN CANVA SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN KREATIF PADA ANAK USIA DINI2026-06-20T02:59:23+00:00Siti Sabilah Nasutionsitisabilah894@gmail.comPurnama Saripurnamasarirao@gmail.comNur Amaliaanur85038@gmail.comIfrah Julaihaifrahjulaiha77@gmail.comRiskiah Nurriskiahnur52@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang cukup besar dalam dunia pendidikan, termasuk pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Guru dituntut mampu menghadirkan pembelajaran yang menarik, kreatif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Salah satu aplikasi yang banyak dimanfaatkan dalam penyusunan media pembelajaran adalah Canva karena menyediakan berbagai template, gambar, animasi, video, serta fitur desain yang mudah digunakan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan Canva sebagai sarana pembelajaran kreatif bagi anak usia dini melalui kajian literatur terhadap berbagai penelitian yang relevan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh dari berbagai jurnal nasional yang membahas penggunaan Canva dalam pembelajaran anak usia dini maupun pendidikan secara umum. Hasil kajian menunjukkan bahwa Canva mampu membantu guru menciptakan media visual yang menarik, meningkatkan perhatian anak, mengembangkan kreativitas, memperkuat kemampuan literasi, serta mendukung pembelajaran yang lebih interaktif. Pemanfaatan Canva juga memberikan kemudahan bagi guru dalam menyusun materi pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa Canva dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif dalam menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak usia dini.</p> <p><em>The development of digital technology has brought significant changes to the world of education, including in Early Childhood Education (PAUD). Teachers are required to deliver engaging, creative learning that is appropriate to children's developmental characteristics. One application widely used in developing learning media is Canva, which provides various templates, images, animations, videos, and easy-to-use design features. This article aims to describe the use of Canva as a creative learning tool for early childhood through a literature review of various relevant studies. The method used is qualitative research with a desk study approach. Data were obtained from various national journals discussing the use of Canva in early childhood learning and education in general. The results of the study indicate that Canva can help teachers create engaging visual media, increase children's attention, develop creativity, strengthen literacy skills, and support more interactive learning. The use of Canva also makes it easier for teachers to develop learning materials according to students' needs. These findings indicate that Canva can be an effective alternative learning medium in creating enjoyable and meaningful learning experiences for early childhood.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22536PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KOMISARIS INDEPENDEN, DAN KOMITE AUDIT TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI2026-06-04T08:08:28+00:00Angelene Quintinaangelqtnyusuf@gmail.comTanasya Febryantitanasya.fbry@gmail.comHerbert Samuelherbwert9@gmail.comMelinda Malaumelinda.malau@uki.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan institusional, komisaris independen, dan komite audit terhadap kinerja keuangan dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2023–2025. Kinerja keuangan diukur menggunakan Return on Assets (ROA), sedangkan kepemilikan institusional, komisaris independen, komite audit, dan ukuran perusahaan digunakan sebagai variabel independen dan moderasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 46 perusahaan dengan total 138 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak Stata. Berdasarkan hasil pemilihan model, Common Effect Model (CEM) merupakan model yang paling sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional dan komite audit berpengaruh terhadap kinerja keuangan, sedangkan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Pengujian variabel moderasi menunjukkan bahwa ukuran perusahaan mampu memperkuat pengaruh kepemilikan institusional terhadap kinerja keuangan, namun tidak mampu memperkuat pengaruh komisaris independen dan komite audit terhadap kinerja keuangan. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa mekanisme tata kelola perusahaan melalui kepemilikan institusional dan komite audit berperan penting dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaan, sementara efektivitas komisaris independen masih belum optimal dalam mendorong peningkatan kinerja keuangan.</p> <p><em>This study aims to analyze the effect of institutional ownership, independent commissioners, and audit committees on financial performance with firm size as a moderating variable in property and real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the period 2023–2025. Financial performance is measured using Return on Assets (ROA), while institutional ownership, independent commissioners, audit committees, and firm size are employed as independent and moderating variables. This research uses a quantitative approach with secondary data obtained from annual reports and financial statements. The sampling technique employed was purposive sampling, resulting in 46 companies with a total of 138 observations. Data were analyzed using panel data regression with Stata software. Based on the model selection results, the Common Effect Model (CEM) was identified as the most appropriate model. The findings indicate that institutional ownership and audit committees significantly affect financial performance, while independent commissioners do not significantly affect financial performance. Furthermore, firm size is proven to strengthen the effect of institutional ownership on financial performance but fails to strengthen the effects of independent commissioners and audit committees on financial performance. These findings suggest that corporate governance mechanisms through institutional ownership and audit committees play an important role in improving financial performance, whereas the effectiveness of independent commissioners in enhancing financial performance remains suboptimal.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23005PENGARUH PEMBERIAN PURSED LIP BREATHING PADA PENINGKATAN SATURASI OKSIGEN PASIEN DENGAN PPOK DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RSUD DR. MOEWARDI PROVINSI JAWA TENGAH2026-06-14T03:32:28+00:00Bangkit Suryo Prayogoabangbngkt@gmail.comHermawatihermawatifarid.hf@gmail.comIsti Wulandariguest@jurnalhst.com<p>Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit pernapasan kronis yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara dan menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. PPOK menyebabkan gejala persisten seperti sesak napas, batuk kronis, dan penurunan saturasi oksigen yang berdampak pada kualitas hidup pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan status pernapasan pasien PPOK adalah teknik Pursed Lip Breathing (PLB). Tujuan: Mendiskripsikan saturasi oksigen pasien sebelum diberikan penerapan Pursed Lip Breathing. Mendiskripsikan saturasi oksigen setelah diberikan penerapan Pursed Lip Breathing. Mendiskripsikan peningkatan saturasi oksigen pada 2 responden sebelum dan sesudah diberikan penerapan Pursed Lip Breathing. Metode Penerapan menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif pada dua pasien PPOK. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Intervensi Pursed Lip Breathing diberikan selama 7–10 menit dan dilakukan pengukuran saturasi oksigen menggunakan pulse oximetry sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi nilai saturasi oksigen pada responden 1 sebesar 92% dan responden 2 sebesar 94%. Setelah dilakukan Pursed Lip Breathing, saturasi oksigen pada kedua responden meningkat menjadi 97%. Kesimpulan penerapan teknik Pursed Lip Breathing dapat membantu meningkatkan saturasi oksigen pada pasien PPOK sehingga dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam membantu memperbaiki status pernapasan pasien.</p> <p><em>Background: Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a chronic respiratory disorder characterized by limited airflow and is one of the leading causes of death worldwide. COPD causes persistent symptoms such as shortness of breath, chronic cough, and decreased oxygen saturation, which negatively affect patients’ quality of life. One non-pharmacological intervention that can be applied to improve the respiratory status of COPD patients is the Pursed Lip Breathing (PLB) technique. Objective: To describe patients’ oxygen saturation before the implementation of Pursed Lip Breathing, to describe oxygen saturation after the implementation of Pursed Lip Breathing, and to identify the improvement in oxygen saturation in two respondents before and after the intervention. Method: This study used a case study method with a descriptive approach involving two COPD patients. Data were collected through interviews, observation, and documentation review. The Pursed Lip Breathing intervention was administered for 7–10 minutes, and oxygen saturation was measured using pulse oximetry before and after the intervention. Results: The results showed that before the intervention, oxygen saturation was 92% in respondent 1 and 94% in respondent 2. After the implementation of Pursed Lip Breathing, oxygen saturation in both respondents increased to 97%. Conclusion: The application of the Pursed Lip Breathing technique can help improve oxygen saturation in COPD patients and can be used as a non-pharmacological nursing intervention to enhance patients’ respiratory status</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23058PERAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MEMBANTU REMAJA MENGELOLA KECEMBURUAN SOSIAL2026-06-15T11:40:27+00:00Ananda Apriliananadaapril246@student.upi.eduAurelia Endrini Marsaaurelmarsa41@student.upi.eduNaili Rahmahnailirhm@student.upi.eduNyac Nauva Hasannyacnvahsn1365@student.upi.eduAmalia Putri Nurfajarrevmalia@student.upi.eduIsah Cahyaniisahcahyani@upi.edu<p>Fenomena kecemburuan sosial pada remaja semakin menguat seiring dengan meningkatnya interaksi sosial dan paparan media digital yang mendorong budaya perbandingan diri. Kondisi ini turut memengaruhi kesehatan mental, relasi sosial, kepercayaan diri, dan pembentukan identitas remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran layanan bimbingan dan konseling dalam mereduksi kecemburuan sosial pada remaja, dengan hipotesis bahwa intervensi yang tepat mampu membantu remaja mengelola emosi dan membangun relasi sosial yang lebih sehat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui literature review terhadap artikel ilmiah tahun 2020–2026, dengan analisis tematik meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan. Berbagai layanan seperti konseling individu, bimbingan kelompok, dan teknik cognitive restructuring dinilai efektif dalam menangani kondisi tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya peran guru BK dalam penanganan, pencegahan, dan pengembangan aspek emosional serta sosial remaja melalui pendekatan humanis, reflektif, dan berkelanjutan.</p> <p><em>The phenomenon of social jealousy among adolescents is intensifying with increased social interaction and exposure to digital media, which encourages a culture of self-comparison. This condition also impacts adolescents' mental health, social relationships, self-confidence, and identity formation. This study aims to analyze the role of guidance and counseling services in reducing social jealousy in adolescents, with the hypothesis that appropriate interventions can help adolescents manage emotions and build healthier social relationships. The method used was descriptive qualitative, through a literature review of scientific articles from 2020–2026, with thematic analysis covering reduction, presentation, and drawing conclusions. Various services such as individual counseling, group guidance, and cognitive restructuring techniques were deemed effective in addressing this condition. These findings emphasize the important role of guidance and counseling teachers in addressing, preventing, and developing the emotional and social aspects of adolescents through a humanistic, reflective, and sustainable approach</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23436KONFLIK LAHAN DAN PERAN ADAT MELAYU DALAM PENYELESAIAN SENGKETA AGRARIA DI KECAMATAN MUARO SEBO KABUPATEN MUARO JAMBI TAHUN 2000–20242026-06-23T12:58:13+00:00Jumarnijumarnijumarni49@gmail.comAyu Munawarohayumuna275@gmail.comElda Suriani Sitoruseldasuryanisitorus490@gmail.com<p>Kajian ini membahas konflik lahan dan peran adat Melayu dalam penyelesaian sengketa agraria di Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, pada tahun 2000–2024. Permasalahan utama dalam penelitian ini berangkat dari tumpang tindih klaim penguasaan lahan antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah, khususnya dalam konflik yang melibatkan masyarakat Desa Danau Lamo yang tergabung dalam Kelompok Tani Pantang Mundur dengan PT Wira Karya Sakti. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan sejarah sosial melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber yang digunakan terdiri atas sumber primer berupa data lapangan, keterangan masyarakat, berita lokal, serta dokumen terkait konflik lahan, dan sumber sekunder berupa buku, artikel jurnal, serta penelitian terdahulu mengenai konflik agraria, hukum adat, dan Lembaga Adat Melayu Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik lahan di Kecamatan Muaro Sebo berkembang seiring perluasan perkebunan dan Hutan Tanaman Industri yang menyebabkan perubahan penguasaan serta pemanfaatan tanah masyarakat. Bentuk sengketa yang muncul meliputi perbedaan klaim kepemilikan, hilangnya akses masyarakat terhadap lahan, serta benturan antara hukum adat dan hukum formal. Dalam penyelesaian sengketa, adat Melayu berperan sebagai mekanisme sosial yang menekankan musyawarah, mufakat, perdamaian, dan pemulihan hubungan sosial. Lembaga adat berfungsi sebagai mediator, penjaga harmoni sosial, serta penguat legitimasi historis masyarakat terhadap tanah. Namun, efektivitas penyelesaian melalui adat masih menghadapi hambatan, seperti lemahnya kekuatan hukum keputusan adat, minimnya dokumen kepemilikan tanah masyarakat, dan dominasi legalitas formal perusahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa penyelesaian konflik agraria di Muaro Sebo memerlukan kolaborasi antara hukum adat dan hukum formal agar hak masyarakat lokal dapat dilindungi secara lebih adil dan berkelanjutan.</p> <p><em>This Study discusses land conflict and the role of Malay customary institutions in resolving agrarian disputes in Muaro Sebo District, Muaro Jambi Regency, from 2000 to 2024. The main issue examined in this study arises from overlapping claims of land control among local communities, companies, and the government, particularly in the conflict involving the people of Danau Lamo Village, who are members of the Pantang Mundur Farmers Group, and PT Wira Karya Sakti. This study employs the historical method with a social history approach through the stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The sources used consist of primary sources, including field data, community testimonies, local news, and documents related to land conflicts, as well as secondary sources, including books, journal articles, and previous studies on agrarian conflict, customary law, and the Jambi Malay Customary Institution. The findings show that land conflict in Muaro Sebo District developed alongside the expansion of plantations and Industrial Plantation Forests, which caused changes in land control and land use among local communities. The forms of dispute include differences in ownership claims, the loss of community access to land, and conflicts between customary law and formal law. In resolving these disputes, Malay custom plays a role as a social mechanism that emphasizes deliberation, consensus, peace, and the restoration of social relations. Customary institutions function as mediators, guardians of social harmony, and sources of historical legitimacy for community claims over land. However, the effectiveness of customary dispute resolution still faces several obstacles, such as the weak legal force of customary decisions, the limited availability of formal land ownership documents among local communities, and the dominance of corporate legal-formal claims. This study shows that resolving agrarian conflict in Muaro Sebo requires collaboration between customary law and formal law so that the rights of local communities can be protected more fairly and sustainably</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22407FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG MINAT WISATAWAN UNTUK MENGUNJUNGI DESTINASI PANTAI NEMBERALA KECAMATAN ROTE BARAT2026-05-31T12:26:43+00:00Yunita Huberta Siska Henukhsiskahenukh23@gmail.comYosep E. Jelahutyosep.jelahut@staf.undana.acImanta Imanuel Perangin Anginimanta.perangin.angin@staf.undana.acChristine E. Mekamekachristin@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong minat wisatawan untuk mengunjungi destinasi pantai Nemberala Kecamatan Rote Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari wisatawan lokal dan mancanegara, pelaku usaha, serta tokoh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mendorong minat wisatawan mengunjungi pantai Nemberala meliputi keindahan alam dan daya tarik pantai, keinginan wisatawan untuk relaksasi dan mencari pengalaman baru, aksesibilitas, fasilitas pendukung wisata, pengaruh informasi dan media sosial, serta keramahan masyarakat lokal. Faktor-faktor tersebut memberikan pengalaman positif bagi wisatawan sehingga meningkatkan minat kunjungan ke pantai Nemberala.</p> <p><em>This study aims to determine the factors that drive tourist interest in visiting Nemberala Beach destination, West Rote District. The research utilizes a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques were conducted through observation, in-depth interviews, and documentation. The research informants consisted of local and international tourists, business operators, and local community leaders. The results indicate that the factors driving tourist interest in visiting Nemberala Beach include natural beauty and beach attractions, tourists' desire for relaxation and new experiences, accessibility, supporting tourism facilities, the influence of information and social media, and the hospitality of the local community. These factors provide positive experiences for tourists, thereby increasing visiting interest to Nemberala Beach.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22967STRATEGI BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR MELALUI PERMAINAN TERPADU2026-06-13T04:15:01+00:00Azkya Yusryya Kurniaazkyayusryya29@student.upi.eduDinda Yulianidindayuliani20@student.upi.eduCarrisa Putri Ashafa Firdauscarrisashaf27@student.upi.eduVirani Rikza Oktaviaviranirikza@student.upi.eduAurellia Endrini Marsaaurelmarsa41@student.upi.eduMuthia Raisya Yanwar Rahmamuthiaraisyayr@student.upi.edu<p>Bimbingan dan konseling karier memiliki peran strategis dalam memfasilitasi kematangan karier peserta didik di jenjang sekolah menengah atas. Kematangan karier—yang mencakup dimensi perencanaan, eksplorasi, kompetensi informasional, pengambilan keputusan, dan orientasi realitas—merupakan capaian perkembangan yang perlu difasilitasi secara sistematis oleh guru bimbingan dan konseling. Salah satu inovasi yang relevan adalah penggunaan permainan terpadu (game-based guidance) sebagai media layanan yang interaktif, reflektif, dan bermakna bagi siswa generasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, implementasi, kompetensi guru BK dalam merancang permainan, dan hambatan penggunaan permainan terpadu dalam layanan bimbingan dan konseling karier di SMA, dengan studi kasus di SMAN 6 Bandung. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan guru bimbingan dan konseling. Hasil kajian menunjukkan bahwa layanan BK karier di SMAN 6 Bandung telah berjalan secara terstruktur sesuai jenjang kelas, namun penggunaan permainan yang secara khusus dirancang untuk tujuan karier belum diimplementasikan secara optimal. Efektivitas permainan karier sangat ditentukan oleh kompetensi guru BK dalam merancang, memfasilitasi, dan mengevaluasi permainan secara sistematis menggunakan kerangka backward design. Kendala utama meliputi keterbatasan waktu layanan, minimnya dukungan pendanaan sekolah, serta belum adanya panduan khusus pengembangan permainan karier. Artikel ini merekomendasikan modifikasi permainan berbasis karier, pelaksanaan layanan dua sesi, penguatan kompetensi perancangan permainan melalui pelatihan kolaboratif, serta penguatan dukungan institusional sebagai upaya optimalisasi layanan BK karier melalui pendekatan permainan terpadu.</p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23025MODEL KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: TINJAUAN SISTEMATIS TERHADAP EFEKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA2026-06-14T13:31:12+00:00Abdul Azizabdul.azis@uin-palangkaraya.ac.idCandra Adlaniacanwer321@gmail.comYaya Rianayayariana07@gmail.comSilvia Rahma Mutmainahslvyyrhm0512@gmail.comNidatul Jannahnidatuljanah629@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis efektivitas model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Meskipun CTL telah banyak dikaji di berbagai konteks pendidikan, belum terdapat tinjauan sistematis yang secara spesifik mengintegrasikan temuan-temuan dari berbagai studi empiris mengenai penerapannya dalam PAI di jenjang SMA. Metode yang digunakan adalah beberapa Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA, melibatkan b artikel dari jurnal ilmiah terakreditasi yang dipublikasikan antara 2019–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) CTL secara konsisten meningkatkan hasil belajar pada domain kognitif, afektif, dan psikomotorik; (2) implementasi CTL di SMK terbukti meningkatkan relevansi materi PAI dengan dunia kerja dan kehidupan sehari-hari; (3) faktor pendukung keberhasilan CTL meliputi kompetensi pedagogi guru, sarana sekolah yang memadai, dan motivasi intrinsik siswa; (4) CTL selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran bermakna dan berpusat pada peserta didik. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi guru PAI dalam merancang pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berkarakter. </p> <p><em>This study aims to systematically examine the effectiveness of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model in Islamic Religious Education (PAI) learning at the Senior High School (SMA) level. Although CTL has been widely studied in various educational contexts, there has not been a systematic review that specifically integrates findings from various empirical studies regarding its application in PAI at the senior high school level. The method used is a Systematic Literature Review (SLR) with the PRISMA protocol, involving several articles from accredited scientific journals published between 2019–2026. The results of the study indicate that: (1) CTL consistently improves learning outcomes in the cognitive, affective, and psychomotor domains; (2) the implementation of CTL in vocational schools has been proven to increase the relevance of PAI material to the world of work and daily life; (3) supporting factors for the success of CTL include teacher pedagogical competence, adequate school facilities, and students' intrinsic motivation; (4) CTL is in line with the principles of the Independent Curriculum which emphasizes meaningful and student-centered learning. These findings have important implications for Islamic Education teachers in designing innovative, contextual, and character-based learning.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23206PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KECERDASAN BUATAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP TRANSFORMASI DIGITAL2026-06-18T10:32:53+00:00Rizki Ramadhanikyramadhan1200@gmail.comShelina Azzahra Pulunganshelinaapulungan@gmail.comMuhammad Danu Pratamapratamamuhammaddanu5@gmail.com<p>Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) telah menjadi salah satu pendorong utama transformasi digital di berbagai sektor kehidupan masyarakat. Kemajuan teknologi komputasi, ketersediaan data dalam jumlah besar, serta pengembangan algoritma pembelajaran mesin mendorong pemanfaatan AI dalam bidang pendidikan, ekonomi digital, layanan publik, kesehatan, dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan teknologi kecerdasan buatan serta dampaknya terhadap transformasi digital masyarakat Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa jurnal ilmiah, buku, laporan resmi pemerintah, dan publikasi akademik yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi berbagai bentuk pemanfaatan AI, dampak yang ditimbulkan, serta tantangan yang dihadapi dalam proses transformasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan efisiensi kerja, akses informasi, inovasi pendidikan, pengembangan ekonomi digital, dan kualitas layanan publik. Meskipun demikian, pemanfaatan AI juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti kesenjangan digital, rendahnya literasi digital, risiko keamanan dan privasi data, serta potensi penyebaran disinformasi. Keberhasilan transformasi digital memerlukan penguatan sumber daya manusia, peningkatan literasi digital, pengembangan infrastruktur teknologi, serta regulasi yang mampu mengakomodasi perkembangan AI secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.</p> <p><em>The development of Artificial Intelligence (AI) technology has become one of the primary drivers of digital transformation across various sectors of society. Advances in computing technology, the availability of large-scale data, and the development of machine learning algorithms have accelerated the adoption of AI in education, digital economy, public services, healthcare, and communication. This study aims to analyze the development of artificial intelligence technology and its impact on the digital transformation of Indonesian society. The research employs a qualitative approach using a library research method. Data were collected from secondary sources, including scientific journals, books, government reports, and other academic publications relevant to the research topic. Data analysis was conducted using content analysis techniques to identify the forms of AI utilization, its impacts, and the challenges encountered in the digital transformation process. The findings indicate that AI contributes significantly to improving work efficiency, expanding access to information, fostering educational innovation, supporting the growth of the digital economy, and enhancing public service quality. However, the implementation of AI also faces several challenges, including digital inequality, limited digital literacy, data security and privacy concerns, and the potential spread of misinformation. Successful digital transformation requires strengthening human resources, improving digital literacy, expanding technological infrastructure, and developing adaptive regulations to ensure the sustainable and responsible use of AI.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22500PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR TROPIS PADA RUMAH TINGGAL DI INDONESIA2026-06-03T07:23:54+00:00Sarah Aidillahsarah.210160090@mhs.unimal.ac.idDenideni@unimal.ac.idFidyatifidyati@unimal.ac.id<p>Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis yang memiliki karakteristik suhu tinggi, kelembaban udara tinggi, curah hujan melimpah, dan radiasi matahari yang intens sepanjang tahun. Kondisi ini menuntut penerapan konsep arsitektur yang mampu merespons tantangan iklim secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep dan prinsip-prinsip arsitektur tropis serta penerapannya pada rumah tinggal di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research) yang menganalisis berbagai sumber kepustakaan berupa jurnal ilmiah nasional, buku arsitektur, dan artikel ilmiah nasional. Analisis dilakukan melalui pendekatan deskriptif dan komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip arsitektur tropis—mencakup ventilasi alami, pencahayaan alami, orientasi bangunan, overstek dan pelindung matahari, serta pemilihan material lokal—terbukti mampu meningkatkan kenyamanan termal penghuni secara signifikan sekaligus mengurangi konsumsi energi bangunan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa arsitektur tropis bukan sekadar gaya estetika melainkan merupakan pendekatan ilmiah yang responsif terhadap konteks iklim lokal Indonesia, dan perlu terus dipromosikan dalam praktik perancangan rumah tinggal nasional.</p> <p><em>Indonesia is a country with a tropical climate characterized by high temperatures, high humidity, abundant rainfall, and intense solar radiation throughout the year. These conditions demand the application of architectural concepts that can optimally respond to climatic challenges. This study aims to comprehensively examine the concepts and principles of tropical architecture and their application to residential buildings in Indonesia. The method employed is qualitative research with a library research approach, analyzing various literary sources including national scientific journals, architectural books, and national scientific articles. Analysis was conducted through descriptive and comparative approaches. The findings indicate that the application of tropical architecture principles—including natural ventilation, natural lighting, building orientation, overhangs and sun shading, and selection of local materials—has been proven to significantly improve the thermal comfort of occupants while simultaneously reducing building energy consumption. The study concludes that tropical architecture is not merely an aesthetic style but rather a scientific approach responsive to Indonesia's local climatic context, and should be continuously promoted in national residential design practice.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22992ANALISIS PERSEPSI NASABAH TERHADAP KONVERSI BANK PENGKREDITAN RAKYAT KE BANK PEREKONOMIAN RAKYAT SYARIAH2026-06-13T11:42:31+00:00Indra Ramadhanindraramadhan2108@gmail.comAsyariasyari@iainbukittinggi.ac.id<p>Penulisan skripsi ini bertujuan untuk melihat dan menganalisa persepsi nasabah konversi Bank Perkreditan rakyat ke Bank Perekonomian rakyat syariah di PT .BPRS Guguk Mas Makmur. Latar belakang penulis memilih judul ini yaitu karena terjadinya pergeseran jumlah portofolio asset dan kewajiban bank akibat terjadinya konversi di PT.BPRS Guguk Mas Makmur dan terjadinya banyaknya nasabah yang belum sepenuhnya memahami antara bank konvensional dan syariah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengabalisa persepsi nasabah terhadap konversi BPR dari konvensional ke BPRS syariah,serta menganalisa kendala yang terjadi apabila Bank perkreditan rakyat konversi menjadi Bank perekomian rakyat syariah. Metode penelitian adalah penelitian lapangan (field research), teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan dokumentasi dan teknik Analisis data yaitu menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa persepsi nasabah bank BPRS bervariasi.mayoritas nasabah memiliki pemahaman dasar tentang perbedaan antara bank konvensional dan syariah,dan sebagian besar menyadari adanya konversi.sentimen nasabah cendrung positif dan mereka merasa senang dengan konversi ini,terutama karena kesesuaian dengan prinsip syariah dan terhindar dari riba.meskipun ada nasabah yang awalnya cemas ,banyak yang merasa lebih nyaman bertransaksi di BPRS dan cendrung tetap menggunakan layanan bank karena kenyamanan dan pelayanan yang baik. Kelebihan utama yang dirasakan dengan istilah syariah baru dan proses akad terkadang lebih panjang.</p> <p><em>The purpose of this thesis is to observe and analyze the customer perceptions of the conversion of Rural Banks to Sharia People's Economic Banks at PT. BPRS Guguk Mas Makmur. The author's background in choosing this title is because of the shift in the number of asset portfolios and bank liabilities due to the conversion at PT. BPRS Guguk Mas Makmur and the large number of customers who do not fully understand the differences between conventional and sharia banks. The purpose of this study is to analyze customer perceptions of the conversion of Rural Banks from conventional to Sharia BPRS, as well as to analyze the obstacles that occur when Rural Banks convert to Sharia People's Economic Banks. The research method is field research, data collection techniques using in-depth interviews and documentation and data analysis techniques using qualitative descriptive analysis methods. The results of the study showed that the perceptions of BPRS bank customers varied. The majority of customers had a basic understanding of the differences between conventional and sharia banks, and most were aware of the conversion. Customer sentiment tended to be positive and they were happy with this conversion, especially because it was in accordance with sharia principles and avoided usury. Although there were customers who were initially anxious, many felt more comfortable transacting at BPRS and tended to continue using bank services because of the convenience and good service. The main advantages felt with the new sharia term and the contract process were sometimes longer.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23054EKSPLORASI KARIER BERBASIS GENOGRAM DAN SINERGITAS PROGRAM DI SMA LABSCHOOL UPI 2026-06-15T09:10:31+00:00Nadia Oktaviasyifanadiaoktaviasyifa7@student.upi.eduImelda Fitriyandaimeldafit27@student.upi.eduRaysha Komala Yuhardimanrayshakomalayuhardiman@student.upi.eduNavila Naurinissanavilanrs@student.upi.eduSaffana Fauzia Hasnasaffanafauzia14@student.upi.eduSalsabila Nur Faizahsalsabilanurfaizah6@student.upi.edu<p>Eksplorasi karier merupakan bagian penting dalam layanan bimbingan dan konseling untuk membantu peserta didik memahami potensi diri serta merencanakan masa depan. Artikel ini bertujuan mengkaji pemanfaatan genogram sebagai media eksplorasi karier serta sinergitas program layanan karier di SMA Labschool UPI. Penulisan artikel menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa hasil wawancara dan studi literatur. Wawancara dilakukan untuk memperoleh data primer dari informan, sedangkan studi literatur digunakan untuk memperoleh data sekunder yang mendukung analisis penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun genogram tidak digunakan dalam bentuk diagram formal, prinsip-prinsip genogram tetap diterapkan melalui wawancara dan penggalian informasi mengenai latar belakang keluarga siswa. Pendekatan tersebut membantu siswa memahami pengaruh keluarga terhadap pilihan pendidikan dan karier, sekaligus mendorong pengambilan keputusan. Selain itu, pengembangan karier siswa didukung melalui sinergi antara guru BK dan guru mata pelajaran dalam berbagai kegiatan yang berorientasi pada pengembangan keterampilan, pola pikir kritis, serta kesiapan menghadapi dunia kerja. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa layanan karier yang efektif tidak hanya bergantung pada peran guru BK, tetapi juga memerlukan dukungan berbagai pihak di lingkungan sekolah. Dengan demikian, pemanfaatan genogram dan sinergitas program menjadi strategi yang relevan dalam mendukung kematangan karier peserta didik.</p> <p><em>Career exploration is an important part of guidance and counseling services to help learners understand their potential and plan for the future. This article aims to examine the use of genograms as a medium for career exploration and the synergy of career services programs at UPI Labschool high school. Article writing using descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of interviews and literature studies. Interviews were conducted to obtain primary data from informants, while literature studies were used to obtain secondary data that support research analysis. The results showed that although genograms were not used in the form of formal diagrams, the principles of genograms were still applied through interviews and extracting information about students ' family backgrounds. The approach helps students understand the influence of family on educational and career choices, while encouraging decision making. In addition, students ' career development is supported through synergy between BK teachers and subject teachers in various activities oriented to skill development, critical mindset, and readiness to face the world of work. The collaboration shows that effective career services not only depend on the role of the BK teacher, but also require the support of various parties in the school environment. Thus, the utilization of genograms and program synergies become relevant strategies in supporting the career maturity of learners. </em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23348ANALISIS PENERAPAN PSAK 116 TENTANG SEWA SEBAGAI PENGEMBANGAN PSAK 73 DAN DAMPAKNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PT MATAHARI DEPARTMENT STORE TBK: PENDEKATAN CASE BASED LEARNING2026-06-22T06:52:00+00:00Veline Raphaella Hartonovelineraphaella@gmail.comRimi Gusliana Maisrimi_gusliana@stei.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan PSAK 116 tentang sewa sebagai pengembangan PSAK 73 serta dampaknya terhadap laporan keuangan PT Matahari Department Store Tbk. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Case Based Learning (CBL) melalui studi kasus berdasarkan Annual Report dan laporan keuangan PT Matahari Department Store Tbk tahun 2024–2025. Teknik analisis dilakukan secara deskriptif untuk mengidentifikasi pengakuan, pengukuran, dan penyajian transaksi sewa serta dampaknya terhadap laporan keuangan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan PSAK 73 melalui pengakuan aset hak guna dan liabilitas sewa dalam laporan posisi keuangan. Penerapan standar tersebut meningkatkan transparansi laporan keuangan karena seluruh kewajiban sewa diakui secara langsung dalam laporan posisi keuangan. Selain itu, penerapan standar sewa memengaruhi struktur aset, liabilitas, beban bunga, serta rasio keuangan perusahaan, terutama rasio leverage dan profitabilitas. Dari perspektif teori agensi, penerapan standar ini mampu mengurangi asimetri informasi antara manajemen dan pemilik perusahaan. Sementara itu, dari perspektif teori kepatuhan, implementasi standar mencerminkan komitmen perusahaan dalam memenuhi ketentuan akuntansi yang berlaku. Dengan demikian, penerapan PSAK 73 yang dianalisis dalam konteks pengembangan PSAK 116 berkontribusi terhadap peningkatan kualitas, transparansi, dan akuntabilitas laporan keuangan perusahaan.</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of PSAK 116 on leases as a development of PSAK 73 and its impact on the financial statements of PT Matahari Department Store Tbk. The research employs a qualitative method using a Case Based Learning (CBL) approach through a case study based on the 2024–2025 Annual Reports and financial statements of PT Matahari Department Store Tbk. Data were analyzed descriptively to identify the recognition, measurement, and presentation of lease transactions and their effects on the company’s financial statements. The results indicate that the company has implemented PSAK 73 through the recognition of right-of-use assets and lease liabilities in its statement of financial position. The implementation of the lease accounting standard enhances financial reporting transparency by requiring lease obligations to be recognized directly in the financial statements. Furthermore, the standard affects the company’s asset structure, liabilities, interest expenses, and financial ratios, particularly leverage and profitability ratios. From the perspective of Agency Theory, the implementation of the standard helps reduce information asymmetry between management and shareholders. Meanwhile, from the perspective of Compliance Theory, the implementation reflects the company’s commitment to complying with applicable accounting standards. Therefore, the implementation of PSAK 73, analyzed within the context of the development of PSAK 116, contributes to improving the quality, transparency, and accountability of the company’s financial reporting</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22403PERSEPSI MAHASISWA KAWASAN GEGERKALONG TERHADAP ASPEK KESEHATAN DAN KANDUNGAN GIZI PADA MENU AYAM GEPREK2026-05-31T10:07:09+00:00Rahadian Abimanyu Kusumadijayaaabiimny@student.upi.eduFabio Orlandoorlandofabio28@gmail.comOka Adam Arestaokaadam29@gmail.comMuhammad Ibrahim Qurataayunibrahimqurataayun@gmail.comSuci Sundusiahsucisundusiah@upi.edu<p>Ayam geprek merupakan salah satu menu makanan cepat saji yang paling banyak diminati mahasiswa, khususnya di kawasan Gegerkalong, Bandung. Meski begitu, tingginya minat terhadap menu ini belum dibarengi dengan pemahaman yang memadai mengenai nilai gizi dan implikasinya terhadap kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi mahasiswa kawasan Gegerkalong terhadap kandungan gizi dan dampak kesehatan dari konsumsi ayam geprek. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen kuesioner yang disebarkan secara daring kepada 51 mahasiswa aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor keseluruhan mencapai 3,68 (kategori sedang-tinggi). Mahasiswa memiliki persepsi gizi yang relatif baik (rata-rata 4,01), namun keputusan konsumsi mereka tidak ditentukan oleh pertimbangan gizi (rata-rata 2,63). Fenomena knowledge-behavior gap berhasil teridentifikasi, yakni kondisi di mana mahasiswa mengenali risiko kesehatan (Q11=4,33; Q13=4,45) tetapi tidak secara konsisten membatasi frekuensi konsumsinya. Rasa, keterjangkauan harga, dan kemudahan akses menjadi faktor penentu utama. Di sisi lain, keterbukaan mahasiswa terhadap edukasi gizi terbilang cukup tinggi (rata-rata dimensi kesadaran 4,11). Temuan ini diharapkan menjadi pijakan dalam merancang program edukasi gizi yang efektif dan kontekstual bagi mahasiswa.</p> <p><em>Ayam geprek is among the most popular fast food choices among university students, particularly in the Gegerkalong area of Bandung. Despite its widespread consumption, this popularity is not yet accompanied by adequate understanding of its nutritional value and health implications. This study aims to examine students' perceptions of the nutritional content and health effects of consuming ayam geprek in the Gegerkalong area. A descriptive quantitative approach was employed using an online questionnaire administered to 51 active students. Results revealed an overall mean score of 3.68 (medium-high category). Students demonstrated relatively high nutritional perceptions (mean 4.01), yet their consumption decisions were not guided by nutritional considerations (mean 2.63). A knowledge-behavior gap was identified, wherein students recognized health risks (Q11=4.33; Q13=4.45) but did not consistently limit their consumption. Taste, affordability, and ease of access emerged as the primary determining factors. Nonetheless, students showed a notably high openness toward nutritional education (mean 4.11 on the awareness dimension). These findings are expected to serve as a foundation for developing targeted and effective nutrition education programs for university students.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22934ANALISIS AKURASI CHATGPT DALAM MENERJEMAHKAN ISTILAH TEKNIS TEKNIK ENERGI TERBARUKAN: PENDEKATAN HUMAN-IN-THE-LOOP2026-06-12T08:17:18+00:00Nando Febriano Sevanandoseva@student.upi.eduMelsya Azka Aqilamelsyaazka@student.upi.eduMuhamad Rajibmjibrut@student.upi.eduMuhammad Kemal Pasyaruhiatkemalruhiat@student.upi.eduNasya Adzany Hidayantinasyaadz@student.upi.eduMochamad Whilky Rizkyanfiwilkysgm@upi.edu<p>Penggunaan Large Language Model (LLM) seperti ChatGPT dalam penerjemahan mesin menawarkan efisiensi tinggi, namun menghadapi tantangan signifikan terkait akurasi terminologi domain-specific. Penelitian ini bertujuan mengukur akurasi ChatGPT dalam menerjemahkan istilah rekayasa teknik energi terbarukan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, serta mengevaluasi efektivitas pendekatan Human-in-the-Loop (HITL) dalam memvalidasi dan memperbaiki kesalahan terjemahan tersebut. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain eksperimen evaluatif, menguji 48 istilah teknis yang diekstraksi dari glosarium standar IRENA dan IEA. Dataset dibagi ke dalam empat sub-domain: tenaga surya, tenaga angin, biomassa, dan penyimpanan energi. Pengujian dilaksanakan melalui empat fase HITL: zero-shot translation, validasi pakar, iterative prompt engineering, dan verifikasi akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi zero-shot, akurasi dasar ChatGPT mencapai 83,33%. Sebanyak 39,6% istilah menunjukkan deviasi makna yang didominasi oleh Kesalahan Terminologi (68,4%), Kesalahan Konseptual (26,3%), dan Halusinasi Leksikal (5,3%), di mana domain penyimpanan energi mencatat tingkat kesalahan teknis tertinggi. Intervensi HITL oleh pakar terbukti efektif mengeliminasi seluruh kesalahan tersebut dan meningkatkan akurasi akhir secara absolut menjadi 100,00% melalui satu siklus iterasi koreksi. Disimpulkan bahwa ChatGPT layak digunakan sebagai alat terjemahan awal (first-pass translation), namun verifikasi pakar mutlak diperlukan guna mencegah risiko miskomunikasi pada dokumen rekayasa kritis. Penelitian ini turut menyoroti urgensi standardisasi glosarium nasional untuk sektor energi terbarukan.</p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23021PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN DI ACEH BARAT2026-06-14T12:15:27+00:00Cut Meurawancutmaurawan@gmail.com<p>Keberhasilan sebuah perusahaan dalam mencapai tujuan yang sudah ditentukan sangat bergantung pada kinerja karyawannya. Menurut kajian ini, motivasi kerja merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap kinerja, sehingga menjadi fokus utama dalam berbagai penelitian tentang peningkatan kinerja organisasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik deskriptif dan verifikatif. Jumlah karyawan yang menjadi objek penelitian adalah 250 orang, dan dari jumlah tersebut diambil sampel sebanyak 154 responden menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan menggunakan metode penyebaran kuesioner berskala Likert. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan SPSS yang meliputi uji validitas, uji reliabilitas, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian memperlihatkan terdapat motivasi kerja memiliki pengaruh yang positif dan nyata terhadap kinerja karyawan, dengan nilai t-hitung sebesar 12,431 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,517 mengindikasikan adanya motivasi kerja berhasil menyampaikan bahwa variasi kinerja karyawan bernilai 51,7%, sementara itu 48,3% ditentukan melalui faktor-faktor lain yang tidak terbatas dalam penelitian ini. berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan adanya peningkatan pada motivasi kerja menjadikan sebagai salah satu upaya yang berkontribusi terhadap kinerja karyawan. </p> <p><em>The success of a company in achieving its set goals heavily depends on its employees' performance. According to this study, work motivation is one of the important factors that affects performance, making it a major focus in various research on improving organizational performance. This research was conducted to examine the impact of work motivation on employee performance in companies located in the West Aceh Regency area. The study uses a quantitative method with descriptive and verificative techniques. The number of employees who were the research subjects was 250, and from that number, a sample of 154 respondents was taken using the Slovin formula with a 5% error rate. Data was collected using a Likert-scale questionnaire method. The collected data was then analyzed using SPSS, which included validity tests, reliability tests, simple linear regression, t-tests, and the coefficient of determination. The results of the study showed that work motivation has a positive and significant effect on employee performance, with a t-value of 12.431 and a significance level of 0.000. The coefficient of determination (R²) of 0.517 indicates that work motivation successfully explains 51.7% of the variation in employee performance, while the remaining 48.3% is determined by other factors not covered in this study. Based on these findings, it can be concluded that increasing work motivation is one way that contributes to employee performance.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23150SISTEM TANAH MARGO DALAM HUKUM ADAT MELAYU JAMBI2026-06-17T09:31:27+00:00Besse Nailahbs.naih12@gmail.comZaskia Novianazaskianoviana4@gmail.comNadhil Kasyfulhaqfcnadil@gmail.comWahyu Akbarwhyakbr2006@gmail.comM. Rizki Ardiansyahrmuhammad1426@gmail.comFatonahfatonah.nurdin@unja.ac.idDenny Defriantiddefrianti@unja.ac.id<p>Tanah memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Melayu karena tidak hanya berfungsi sebagai sumber ekonomi, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya. Dalam hukum adat Melayu dikenal adanya tanah adat dan tanah margo yang diatur berdasarkan norma serta ketentuan adat yang berlaku dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep tanah adat, memahami sistem tanah margo, serta menganalisis proses penguasaan dan kepemilikan perorangan atas tanah margo dalam masyarakat Melayu Jambi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui pengkajian berbagai literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tanah margo merupakan tanah yang dikuasai secara komunal oleh masyarakat adat, namun dapat dimanfaatkan oleh individu dengan batasan tertentu sesuai aturan adat. Dalam praktiknya, sistem ini menunjukkan adanya keseimbangan antara kepentingan bersama dan hak individu, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik akibat pengaruh hukum nasional dan perubahan sosial.</p> <p><em>Land has an important role in the life of Malay society as it is not only a source of economic livelihood but also carries social and cultural values. In Malay customary law, there are concepts of customary land and tanah margo, which are regulated based on traditional norms. This study aims to explain the concept of customary land, analyze the system of tanah margo, and examine the process of individual control and ownership within the Malay community of Jambi. This research uses a qualitative method with a literature study approach. The results show that tanah margo is communal land controlled by customary communities but can be managed by individuals under certain customary rules. This system reflects a balance between communal interests and individual rights, although it also has the potential to create conflicts due to the influence of national law and social change.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22461ANALISIS MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN SUPERVISI KURIKULUM TERHADAP PROFESIONALISME GURU: STUDI KASUS MISMATCH GURU DI SMAS YAPIM MABAR2026-06-02T09:08:57+00:00Ilham Pranatailhampranata.7253341010@mhs.unimed.ac.idJekonia Tambaekonia.7253141006@mhs.unimed.ac.idNatasyanatasya.7253141004@mhs.unimed.ac.idRosalina Ronaulika Simanjuntakrosalina.7253141031@mhs.unimed.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lemahnya manajemen pendidikan dan supervisi kurikulum yang memengaruhi profesionalisme tenaga pendidik, khususnya terkait fenomena mismatch guru di SMAS YAPIM MABAR. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen pendidikan dan supervisi kurikulum terhadap profesionalisme tenaga pendidik serta mengetahui persepsi siswa terhadap proses pembelajaran, kedisiplinan sekolah, hubungan sosial, dan fasilitas pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner menggunakan skala likert, dan wawancara semi terstruktur. Subjek penelitian terdiri atas siswa dan salah satu guru di SMAS YAPIM MABAR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memberikan penilaian positif terhadap kompetensi pedagogi, profesional, sosial, dan kepribadian guru. Namun, hasil wawancara menunjukkan masih terdapat kendala berupa ketidaksesuaian kompetensi guru, keterbatasan fasilitas pembelajaran, dan supervisi kurikulum yang belum berjalan optimal sehingga pembelajaran masih didominasi metode ceramah dan kurang inovatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa profesionalisme tenaga pendidik tidak hanya dipengaruhi oleh kompetensi individu guru, tetapi juga dipengaruhi oleh manajemen pendidikan, supervisi kurikulum, fasilitas sekolah, dan lingkungan sosial sekolah.</p> <p><em>This study was motivated by weak educational management and curriculum supervision that affect the professionalism of educators, particularly the phenomenon of teacher mismatch at SMAS YAPIM MABAR. The study aimed to analyze the influence of educational management and curriculum supervision on teacher professionalism and to identify students’ perceptions of the learning process, school discipline, social relationships, and learning facilities. This research employed a descriptive mixed-methods approach. Data were collected through observation, questionnaires using a likert scale, and semi-structured interviews. The research subjects consisted of students and one teacher at SMAS YAPIM MABAR. The results showed that most students gave positive assessments regarding teachers’ pedagogical, professional, social, and personal competencies. However, interview findings revealed several obstacles, including teacher mismatch, limited learning facilities, and curriculum supervision that had not been optimally implemented, causing the learning process to still be dominated by lecture methods and lacking innovation. This study concludes that teacher professionalism is influenced not only by individual teacher competencies but also by educational management, curriculum supervision, school facilities, and the social environment of the school.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22987ANALISIS KOMPONEN EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA: STUDI PUSTAKA2026-06-13T08:33:23+00:00Kabrina Jesika Br Sihombingkabrina@student.undiksha.ac.id<p>Evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran karena berfungsi untuk memperoleh informasi mengenai ketercapaian tujuan pembelajaran sekaligus menjadi dasar dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dalam pembelajaran bahasa, evaluasi tidak hanya berorientasi pada hasil belajar peserta didik, tetapi juga pada proses perkembangan kompetensi berbahasa yang meliputi keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis komponen evaluasi dalam pembelajaran bahasa melalui kajian pustaka. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai buku dan artikel ilmiah yang relevan mengenai evaluasi pembelajaran, asesmen, serta evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa komponen evaluasi dalam pembelajaran bahasa terdiri atas tujuan evaluasi, prinsip evaluasi, teknik dan instrumen penilaian, serta pelaksanaan evaluasi formatif dan sumatif yang saling berkaitan dalam mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Selain itu, penerapan evaluasi yang sistematis dan berkesinambungan mampu memberikan informasi mengenai kemampuan, kesulitan belajar, dan perkembangan peserta didik sehingga dapat menjadi dasar bagi guru dalam memperbaiki proses pembelajaran. Dengan demikian, komponen evaluasi memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa dan pencapaian kompetensi peserta didik.</p> <p><em>Evaluation is an inseparable part of the learning process because it provides information on the achievement of learning objectives and serves as the basis for improving the quality of instruction. In language learning, evaluation is not only oriented toward learning outcomes but also toward the development of language competencies, including listening, speaking, reading, and writing skills. This article aims to analyze the components of evaluation in language learning through a literature review. The study employed a library research method by examining books and scientific articles related to educational evaluation, assessment, and Indonesian language learning evaluation. The findings indicate that the components of evaluation in language learning include evaluation objectives, evaluation principles, assessment techniques and instruments, as well as formative and summative evaluation. These components are interconnected in supporting the achievement of learning objectives. Furthermore, systematic and continuous evaluation provides information about students' abilities, learning difficulties, and learning progress, enabling teachers to improve instructional practices. Therefore, evaluation components play a significant role in enhancing the quality of language learning and students' learning achievement.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23046ANALISIS PENERAPAN ETIKA BISNIS ISLAM PADA TOKO MAHABBATULLAH II KOTA JAMBI2026-06-15T07:21:51+00:00Ermalia Febrian Diraermaliafebriandira15@gmail.comHansen Ruslianimuhammadhansenrusliani@gmail.comAztyara Ismadharlianiaztyaraisma@uinjambi.ac.id<p>Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui analisis penerapan Etika Bisnis Islam pada Toko Mahabbatullah II Kota Jambi dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam menerapkan Etika Bisnis Islam dan faktor pendukung dalam menerapkan Etika Bisnis Islam. Metode penelitian ini yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai instrument pengumpulan data. Hasil peneltian menunjukkan bahwa secara umum Toko Mahabbatullah II Kota Jambi telah menerapkan Etika Bisnis Islam dalam kegiatan usahanya. Prinsisp shiddiq tercemin dalam kejujuran penetapan harga dan penyampaian kondisi barang. Prinsip amanah terlihat dari tanggung jawab pemilik dan karyawan dalam menjaga kepercayaan pelanggan, mengelola modal, serta memenuhi hak karyawan. Prinsip tabligh diwujudkan melalui keterbukaan dalam menyampaikan informasi harga, kualitas, dan ketersediaan stok barang kepada pembeli. Namun, penerapan prinsip fathanah belum sepenuhnya optimal, karena masih terdapat keterbatasan pengetahuan produk pada sebagian pengelola dan karyawan yang mempengaruhi kualitas pelayanan. Kendala yang dihadapi dalam menerapkan Etika Bisnis Islam meliputi keterbatasan sumber daya manusi, perbedaan tingkat pemahaman karyawan terhadap Etika Bisnis Islam, serta tuntutan pelayanan cepat dari pelanggan. Faktor pendukung dalam menerapkan Etika Bisnis Islam Toko Mahabbatullah II Kota Jambi yaitu faktor tabligh (keterbukaan/ transparansi). Dengan demikian, dapat simpulkan bahwa analisis penerapan Etika Bisnis Islam di Toko Mahabbatullah II Kota Jambi telah memberikan dampak positif terhadap kepercayaan dan kepuasan pelanggan, namun masih diperlukan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar penerapannya dapat berjalan lebih optimal.</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of Islamic Business Ethics at the Mahabbatullah II store in Jambi City and to identify the obstacles encountered in implementing Islamic Business Ethics as well as the supporting factors in implementing Islamic Business Ethics. The research method used is qualitative with a descriptive approach, through interviews, observation, and documentation as data collection instruments. The research results show that, in general, the Mahabbatullah II store has implemented Islamic Business Ethics in its business activities. The principle of shiddiq is reflected in the honesty of pricing and the delivery of goods. The principle of amanah is evident in the responsibility of the owner and employees in maintaining customer trust, managing capital, and fulfilling employee rights. The principle of tabligh is realized through openness in conveying information about prices, quality, and stock availability to buyers. However, the implementation of the fathanah principle is not yet fully optimal, because there is still limited product knowledge among some managers and employees, which affects service quality. Obstacles faced in implementing Islamic Business Ethics include limited human resources, differences in employee understanding of Islamic Business Ethics, and demands for fast service from customers. Supporting factors in implementing Islamic Business Ethics at the Mahabbatullah II store in Jambi City are tabligh (openness/transparency) factors. Thus, it can be concluded that the analysis of the implementation of Islamic Business Ethics at the Mahabbatullah II store has had a positive impact on customer trust and satisfaction, but efforts are still needed to improve the quality of human resources so that its implementation can run more optimally.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23331ANALISIS SIKAP BELAJAR SISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP NEGERI 30 MUARO JAMBI2026-06-22T01:39:16+00:00Frendi Winata Ringo Ringofrendiputra039@gmail.comYesiyoka Agustina Naibahoyesiyokanaibaho@gmail.comAmeliaamelliaamel832@gmail.comMiftahul Jannahmipthe41@gmail.comNovfermanovferma@unja.ac.idHusni Sabilhusni.sabil@unja.ac.id<p>Sikap belajar merupakan salah satu faktor afektif yang berperan penting dalam keberhasilan pembelajaran matematika. Sikap belajar yang positif dapat meningkatkan motivasi, keaktifan, serta kemampuan siswa dalam memahami konsep-konsep matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen penelitian berupa angket sikap belajar matematika yang terdiri atas 30 butir pernyataan. Subjek penelitian berjumlah 17 siswa. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dengan mengelompokkan skor siswa ke dalam kategori sikap belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 9 siswa (52,94%) memiliki sikap belajar positif dan 8 siswa (47,06%) memiliki sikap belajar cukup positif. Tidak terdapat siswa yang termasuk dalam kategori negatif maupun sangat negatif. Temuan ini menunjukkan bahwa secara umum siswa memiliki sikap belajar yang baik terhadap pembelajaran matematika. Sikap positif tersebut terlihat dari adanya perhatian terhadap penjelasan guru, motivasi untuk memperoleh hasil belajar yang baik, keaktifan dalam proses pembelajaran, serta kesungguhan dalam menyelesaikan tugas dan latihan matematika. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sikap belajar siswa terhadap pembelajaran matematika berada pada kategori positif sehingga dapat mendukung tercapainya tujuan pembelajaran matematika secara optimal.</p> <p><em>Learning attitude is one of the affective factors that plays an important role in the success of mathematics learning. A positive learning attitude can improve students’ motivation, participation, and ability to understand mathematical concepts. This study aims to describe students’ learning attitudes toward mathematics learning. The research employed a quantitative descriptive method using a mathematics learning attitude questionnaire consisting of 30 statement items. The subjects of this study were 17 students. The data were analyzed using descriptive statistical techniques by classifying students’ scores into learning attitude categories. The results revealed that 9 students (52.94%) had positive learning attitudes, while 8 students (47.06%) had moderately positive learning attitudes. No students were categorized as having negative or very negative learning attitudes. These findings indicate that, in general, students possess good learning attitudes toward mathematics. Such positive attitudes are reflected in students’ attention to teachers’ explanations, motivation to achieve good learning outcomes, active participation in learning activities, and seriousness in completing mathematics assignments and exercises. Therefore, it can be concluded that students’ learning attitudes toward mathematics learning are in the positive category and can support the achievement of optimal mathematics learning objectives</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22388PERKEMBANGAN BUDAYA MASYARAKAT MELAYU PADA MASA AKHIR KESULTANAN JAMBI (AKHIR ABAD KE-19 HINGGA AWAL ABAD KE-20): KAJIAN IDENTITAS DAN RITUAL ADAT DI WILAYAH TANJUNG JABUNG BARAT DAN SEKITARNYA2026-05-31T05:11:30+00:00Andi Nurul Qaushahandinurul99jambi@gmail.comLaily Diva Handayanidivalaily27@gmail.comPredly Numberypredlynumbery955@gmail.comFatonah Nurdinfatonah.nurdin@unja.ac.id<p>Penelitian ini membahas perkembangan budaya masyarakat Melayu Jambi pada masa akhir Kesultanan, terutama dalam kaitannya dengan identitas budaya dan ritual adat. Intervensi kolonial Belanda pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 menyebabkan melemahnya kekuasaan kesultanan serta perubahan dalam sistem sosial dan pemerintahan. Meskipun demikian, masyarakat Melayu tetap mempertahankan berbagai tradisi dan ritual adat sebagai sarana menjaga identitas budaya dan memperkuat solidaritas sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui kajian buku dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual adat seperti mintak ahi ujan, mandi shafar, dan tradisi lainnya memiliki makna simbolis yang penting dalam mempertahankan nilai budaya, memperkuat hubungan sosial, serta menjaga keberlangsungan identitas masyarakat Melayu Jambi.</p> <p><em>This study examines the cultural development of the Malay community in Jambi during the late period of the Sultanate, particularly regarding cultural identity and traditional rituals. Dutch colonial intervention in the late nineteenth to early twentieth centuries weakened the authority of the Sultanate and altered the social and political structures of society. Nevertheless, the Malay community continued to preserve traditional rituals as a way to maintain cultural identity and strengthen social solidarity. This research uses a qualitative approach with a literature study method by reviewing books and academic journals. The results show that rituals such as mintak ahi ujan and mandi shafar hold important symbolic meanings in preserving cultural values, strengthening social relations, and maintaining the identity of the Jambi Malay community.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22756ANALISIS BUSINESS MODEL CANVAS PADA USAHA KERIPIK TEMPE D’KRIUK2026-06-09T08:16:59+00:00Adel Meru Auliaadelmeru38@gmail.comHamida Puspitahamidapuspita90@gmail.comKarlina Ameliakarlinaamelia52@gmail.comNurfitriani Azaminurfitrianiazami973@gmail.comRetno Purwani Setyaningrumretno.purwani.setyaningrum@pelitabangsa.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bisnis pada usaha Kripik Tempe D’Kriuk menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC). Usaha D’Kriuk merupakan usaha makanan ringan yang memproduksi kripik tempe dengan berbagai varian rasa dan dipasarkan secara langsung maupun melalui media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha D’Kriuk memiliki segmentasi pelanggan yang cukup luas, terutama kalangan pelajar dan masyarakat umum. Nilai utama yang ditawarkan berupa rasa yang beragam, harga terjangkau, dan kualitas produk yang baik. Selain itu, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi membantu usaha dalam menjangkau konsumen lebih luas. Analisis Business Model Canvas membantu menggambarkan komponen bisnis usaha secara lebih terstruktur sehingga dapat menjadi dasar dalam pengembangan usaha.</p> <p><em>This study aims to analyze the business model of the D'Kriuk Tempe Chips business using the Business Model Canvas (BMC) approach. D'Kriuk is a snack business that produces tempe chips with various flavors and is marketed directly and through social media. The research method used is a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The results show that the D'Kriuk business has a fairly broad customer segmentation, especially among students and the general public. The main values offered are a variety of flavors, affordable prices, and good product quality. In addition, the use of social media as a promotional tool helps the business reach a wider consumer base. Business Model Canvas analysis helps describe the business components in a more structured manner so that it can serve as a basis for future business development.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23018ANALISIS KEBUTUHAN LAYANAN KONSELING KARIER SISWA SMA NEGERI 1 LEMBANG DALAM PERSPEKTIF PENDEKATAN CLIENT-CENTERED CARL ROGERS2026-06-14T11:38:10+00:00Muhammad Barra Abdurrahmanabdrahmanbarra@student.upi.eduMuhammad Irgiyan Rizqullahm.irgiyanrizq12@gmail.comBunga Aprillia Nafishabungaaprillian04@student.upi.eduMuhammad Hasan Nashrullohhasannashrulloh20@student.upi.eduFawwaz S Ramadhan Panjaitanfawwazsyarif04@student.upi.eduThania Lis Shabilathanialis13@student.upi.edu<p>Perencanaan karier merupakan salah satu tugas perkembangan penting yang perlu dicapai oleh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun, tidak semua siswa memiliki kematangan karier yang memadai untuk menentukan pilihan pendidikan dan pekerjaan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan layanan konseling karier siswa SMA Negeri 1 Lembang berdasarkan perspektif pendekatan Client-Centered Carl Rogers. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan melibatkan 66 siswa kelas X dan XI sebagai responden. Data dikumpulkan melalui angket yang terdiri atas 20 pernyataan tertutup menggunakan skala Likert serta tiga pertanyaan terbuka terkait faktor yang memengaruhi pilihan karier, hambatan perencanaan karier, dan kebutuhan layanan bimbingan dan konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memiliki gambaran mengenai cita-cita dan pilihan karier yang diinginkan. Akan tetapi, masih ditemukan kebingungan dalam menentukan pilihan karier, kekhawatiran terhadap masa depan, keterbatasan informasi karier, serta kebutuhan yang tinggi terhadap layanan konseling karier. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Client-Centered relevan diterapkan dalam layanan bimbingan dan konseling karier karena membantu siswa mengembangkan pemahaman diri, konsep diri yang positif, dan kemampuan mengambil keputusan secara mandiri.</p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23105PERAN LABORATORIUM FDKTV DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BROADCASTING MAHASISWA KPI DI ERA DIGITAL2026-06-16T11:46:14+00:00Winda Kustiawanwindakustiawan@uinsu.ac.idSiti Azizahsitiazizah24112004@gmail.comNabila Azriazrinabila915@gmail.comAlfila Primadinialfilaprimadini14@gmail.comNadiah Setianisetianinadia9@gmail.comChiko Rosi AlHakimchikorossi2004@gmail.comM.Raihan Habibirhanhabibii@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Laboratorium FDKTV dalam mengintegrasikan teori dan praktik teknologi penyiaran berdasarkan perspektif mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UINSU. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap tiga narasumber yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Laboratorium FDKTV berperan efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis (broadcasting) dan kepercayaan diri mahasiswa melalui produksi nyata seperti podcast dan pembuatan konten. Namun, efektivitas pemanfaatan fasilitas ini masih menghadapi kendala operasional berupa keterbatasan luas ruang studio, durasi praktikum yang singkat, dan risiko bentrok jadwal antar-kelompok. Penelitian ini menyarankan perlunya penataan ulang tata letak studio, penambahan alat, serta optimalisasi manajemen penjadwalan.</p> <p><em>This study aims to analyze the role of the FDKTV Laboratory in integrating theory and broadcasting technology practice from the perspective of Islamic Communication and Broadcasting (KPI) students at UINSU. The method used is descriptive qualitative with a case study approach through observation and in-depth interviews with three informants selected via purposive sampling. The results indicate that the FDKTV Laboratory effectively enhances students' technical broadcasting skills and self-confidence through real productions such as podcasts and content creation. However, the effectiveness of using this facility still faces operational constraints, including limited studio room size, short practical duration, and scheduling conflicts between groups. This study suggests the need for studio layout rearrangement, equipment addition, and optimization of scheduling management.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22423KECERDASAN BUATAN: ANTARA POTENSI, PERAN, DAN TANTANGAN ETIKA DI ERA MODERN2026-06-01T07:42:13+00:00Muhammad Imam Suday Algiffariimamgifari80@gmail.comArafat Febriandirzaarafat@uhamka.ac.id<p>Penelitian mengeksplorasi faktor-faktor spesifik yang mendorong pertumbuhan Artificial Intelligence (AI) pada periode kontemporer. Teknologi ini memicu perubahan mendasar di beberapa domain, seperti sekolah, kedokteran, produksi industri, dan perbankan. Makalah ini mengkaji kapasitas dan fungsi AI saat ini sekaligus mengidentifikasi kesulitan moral dalam pelaksanaannya. Selain itu, ia menyelidiki inisiatif legislatif yang diperlukan untuk mengamankan manajemen teknologi yang adil dan andal. Metodologi ini menggunakan tinjauan pustaka deskriptif. Pendekatan ini mengambil data dari terbitan berkala akademik, artikel ilmiah, buku teks, dan dokumen penelitian formal. Hasilnya mengungkapkan bahwa AI memberikan keuntungan besar. Manfaat ini termasuk pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan, peningkatan produktivitas administrasi, dan kemajuan eksplorasi ilmiah. Namun, di sisi lain, penerapan AI juga menimbulkan tantangan serius, antara lain ancaman hilangnya pekerjaan akibat otomatisasi, kesenjangan digital, pelanggaran privasi, dan penyalahgunaan teknologi seperti deepfake. Etika AI mencakup tiga dimensi perhatian: perlindungan data pribadi, dampak pada pekerjaan, dan potensi munculnya superintelligence. Untuk mengatasi berbagai dampak negatif, perlu dilakukan peningkatan literasi digital di masyarakat, penguatan regulasi oleh pemerintah, adopsi keterampilan baru, dan pengembangan sumber daya manusia yang selaras dengan kemajuan AI. Dengan kerangka etika yang komprehensif dan kebijakan yang tepat, AI juga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia pada umumnya</p> <p><em>Research explores specific factors that drive artificial intelligence (AI) growth in the contemporary period. This technology triggers fundamental changes in several domains, such as schooling, medicine, industrial production, and banking. This paper examines the capacity and function of AI today while identifying moral difficulties in its execution. Furthermore, it investigates legislative initiatives required to secure just and reliable technology management. The methodology utilizes a descriptive literature review. This approach draws data from academic periodicals, scholarly articles, textbooks, and formal research documents. The outcomes reveal that AI delivers substantial advantages. These benefits include custom-tailored education, improved administrative productivity, and the progression of scientific exploration. However, on the other hand, the application of AI also raises serious challenges, including the threat of job losses due to automation, the digital divide, privacy violations, and misuse of technology such as deepfakes. The ethics of AI encompasses three dimensions of concern: personal data protection, impact on employment, and the potential emergence of superintelligence. To overcome various negative impacts, it is necessary to increase digital literacy in society, strengthen regulations by the government, adopt new skills, and develop human resources that are aligned with the progress of AI. With a comprehensive ethical framework and appropriate policies, AI can also be optimally utilized for the welfare of Indonesian society at large.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22982PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES BAHASA TULIS BERBASIS LITERASI DIGITAL UNTUK MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA2026-06-13T08:07:16+00:00Nur Lailinur.laili@student.undiksha.ac.id<p>Rendahnya kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan akademik, khususnya dalam menulis Bahasa Indonesia, menjadi tantangan dalam era pendidikan saat ini. Mahasiswa umumnya hanya menggunakan media digital untuk kebutuhan komunikasi dan hiburan, sementara pemanfaatnnya sebagai sarana literasi akademik masih terbatas. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan instrument yang mampu mengukur kemampuan bahasa tulis sekaligus mendukung penguatan literasi digital mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrument tes bahasa tulis berbasis literasi digital mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data penelitian diperoleh melalui analisis kebutuhan, validasi ahli, dan uji coba instrument kepada mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrument yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan reliabel sehingga layak digunakan sebagai alat evaluasi kemampuan bahasa tulis mahasiswa. Instrumen ini diharapkan dapat mendukung peningkatan keterampilan menulis dan literasi digital mahasiswa dalam menghadapi tuntunan pembelajaran di era digital.</p> <p><em>The low ability of students to utilize digital technology for academic activities, particularly in writing Indonesian, is a challenge in the current era of education. Students generally only use digital media for communication and entertainment needs, while its use as a means of academic literacy is still limited. This condition encourages the need to develop an instrument capable of measuring written language skills while supporting the strengthening of students' digital literacy. This study aims to develop a written language test instrument based on digital literacy for Indonesian Language Education students. This study uses the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Research data were obtained through needs analysis, expert validation, and instrument trials on Indonesian Language Education students. The results show that the developed instrument meets the criteria of validity and reliability, making it suitable for use as an evaluation tool for students' written language skills. This instrument is expected to support the improvement of students' writing skills and digital literacy in facing the demands of learning in the digital era.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23033PENGARUH PEMBERDAYAAN, EFEKTIVITAS DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM BANK SAMPAH PENSOSMAS KELURAHAN TANJUNG UBAN SELATAN KABUPATEN BINTAN2026-06-15T03:04:27+00:00Siti Maisarah2204020089@student.umrah.ac.idNurhasanahnurhasanah@umrah.ac.idEzky Tiyasiningsihezkytiyasiningsih@umrah.ac.id<p>Program Bank Sampah merupakan salah satu upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, mengurangi volume sampah, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Keberhasilan program Bank Sampah sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pemberdayaan masyarakat, efektivitas pelaksanaan program, dan tingkat partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberdayaan, efektivitas, dan partisipasi masyarakat terhadap keberhasilan Program Bank Sampah Pensosmas di Kelurahan Tanjung Uban Selatan, Kabupaten Bintan.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat yang terlibat dalam Program Bank Sampah Pensosmas. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap keberhasilan program. Variabel yang diteliti meliputi pemberdayaan masyarakat, efektivitas program, dan partisipasi masyarakat sebagai variabel bebas, serta keberhasilan Program Bank Sampah sebagai variabel terikat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat, efektivitas program, dan partisipasi masyarakat memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan Program Bank Sampah Pensosmas. Partisipasi masyarakat menjadi faktor yang paling dominan dalam mendukung keberlanjutan program, diikuti oleh efektivitas pelaksanaan program dan pemberdayaan masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan keterlibatan masyarakat, penguatan kapasitas masyarakat, serta pengelolaan program yang efektif merupakan faktor penting dalam mewujudkan keberhasilan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pemerintah daerah dan pengelola Bank Sampah terus meningkatkan kegiatan pemberdayaan masyarakat, memperkuat sistem pengelolaan program, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.. </p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23292KONSEP DASAR TIK DALAM PENDIDIKAN PAUD2026-06-20T12:44:05+00:00Aulia Mawaddahauliamawaddahh01@gmail.comRizky Ameliara8184006@gmail.comNadia Putri Rahmadani Hasibuannp864415@gmail.comSalsabila Wahyunisalsabilaw458@gmail.comAswandiaswandinasution635@gmail.com<p>Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan salah satu komponen penting dalam dunia pendidikan yang berkembang seiring dengan kemajuan teknologi digital. Dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TIK dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran yang mendukung perkembangan aspek kognitif, bahasa, sosial-emosional, kreativitas, serta keterampilan dasar anak. Penerapan TIK dalam pembelajaran PAUD harus disesuaikan dengan karakteristik dan tahap perkembangan anak agar penggunaannya tetap aman, menyenangkan, dan edukatif. Tujuan artikel ini adalah untuk mengkaji konsep dasar TIK dalam pendidikan PAUD, meliputi pengertian, fungsi, manfaat, prinsip penerapan, serta tantangan dalam penggunaannya. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal, artikel, dan dokumen terkait TIK dalam pendidikan anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan TIK yang tepat dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, mempermudah guru dalam menyampaikan materi, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik bagi anak. Namun demikian, pemanfaatan TIK dalam PAUD memerlukan pendampingan guru dan orang tua agar anak terhindar dari dampak negatif penggunaan teknologi yang berlebihan. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang baik mengenai konsep dasar TIK agar penerapannya dapat mendukung perkembangan anak secara optimal.</p> <p><em>Information and Communication Technology (ICT) has become an essential component in education alongside the rapid development of digital technology. In Early Childhood Education (ECE), ICT can be utilized as a learning tool that supports children's cognitive, language, social-emotional, creative, and basic skill development. The implementation of ICT in ECE should be adapted to children's characteristics and developmental stages to ensure that its use remains safe, enjoyable, and educational. This article aims to examine the basic concepts of ICT in early childhood education, including its definition, functions, benefits, implementation principles, and challenges. This article employs a library research method by reviewing various scholarly sources such as books, journals, articles, and relevant documents concerning ICT in early childhood education. The findings indicate that the appropriate use of ICT can improve the quality of learning, assist teachers in delivering instructional materials, and create more interactive and engaging learning experiences for children. Nevertheless, the utilization of ICT in ECE requires guidance from teachers and parents to prevent children from the negative impacts of excessive technology use. Therefore, a comprehensive understanding of the basic concepts of ICT is necessary to ensure its effective implementation in supporting children's optimal development</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22604ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM LAPORAN MINI RISET MAHASISWA PADA MATA KULIAH MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA2026-06-06T03:00:11+00:00Josua Anly Hendra Sinagasinagaj037@gmail.comGrace Nurlela Napitupulugracenurlela.4243121046@mhs.unimed.ac.idAnita Pakpahanpakpahananita810@gmail.comLerin Erzianlerinerzian289@gmail.comUlil Hidayahulilhidayah397@gmail.comYolani Erawatiyolani@unimed.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan berbahasa dalam laporan mini riset mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Medan pada mata kuliah Media Pembelajaran Fisika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis dokumen. Sumber data berupa lima laporan mini riset mahasiswa yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis berdasarkan kaidah PUEBI Edisi V dan KBBI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima kategori kesalahan berbahasa, yaitu kesalahan ejaan, tanda baca, diksi, kalimat efektif, dan struktur paragraf. Kesalahan yang paling dominan ditemukan pada aspek ejaan, terutama penggunaan huruf kapital, penulisan kata depan, dan penggunaan kata tidak baku. Selain itu, ditemukan pula penggunaan diksi informal, kalimat yang tidak efektif, serta paragraf yang kurang kohesif. Faktor penyebab kesalahan meliputi kurangnya pemahaman terhadap kaidah bahasa baku, pengaruh bahasa informal dalam komunikasi digital, serta minimnya proses penyuntingan mandiri. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan kemampuan penulisan ilmiah mahasiswa, khususnya pada program studi nonbahasa.</p> <p><em>This study aims to analyze language errors found in mini research reports written by students of the Physics Education Study Program at Universitas Negeri Medan in the Physics Learning Media course. This research employed a descriptive qualitative approach using document analysis methods. The data sources consisted of five student mini research reports selected purposively. Data were collected through documentation techniques and analyzed based on the Indonesian Spelling Guidelines (PUEBI Edition V) and the Indonesian Dictionary (KBBI). The results showed five categories of language errors, namely spelling, punctuation, diction, effective sentences, and paragraph structure. The most dominant errors were found in spelling aspects, particularly the use of capital letters, prepositions, and non-standard words. In addition, informal diction, ineffective sentences, and less cohesive paragraphs were also identified. The factors causing these errors include a lack of understanding of standard language rules, the influence of informal language in digital communication, and the lack of self-editing practices. This study is expected to serve as a basis for improving students’ academic writing skills, especially in non-language study programs.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23009PENGARUH PENGHARGAAN, PELATIHAN, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA UMKM SEKTOR JASA DI KABUPATEN ACEH BARAT2026-06-14T05:05:09+00:00Putri Keumala Iman umaaaumaaa83@gmail.com<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor jasa memegang peranan strategis dalam perekonomian daerah, termasuk di Kabupaten Aceh Barat. Namun demikian, produktivitas karyawan UMKM sektor jasa masih menjadi tantangan serius yang memerlukan perhatian dari berbagai pihak, baik pelaku usaha maupun akademisi. Rendahnya kinerja karyawan pada UMKM sektor jasa sering dikaitkan dengan minimnya sistem penghargaan yang terstruktur, terbatasnya akses terhadap program pelatihan yang berkualitas, serta kondisi lingkungan kerja yang belum mampu memberikan dukungan maksimal terhadap produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penghargaan, pelatihan, dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada UMKM sektor jasa di Kabupaten Aceh Barat, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan UMKM sektor jasa yang beroperasi di Kabupaten Aceh Barat, dengan jumlah sampel sebanyak 120 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghargaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (β = 0,38; t = 4,12; p < 0,001). Pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (β = 0,31; t = 3,67; p < 0,001). Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (β = 0,27; t = 3,14; p = 0,002). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai F = 28,47 dan koefisien determinasi R² = 0,612, yang menunjukkan bahwa 61,2% variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan literatur manajemen sumber daya manusia pada konteks UMKM sektor jasa, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi pelaku UMKM dalam merancang strategi pengelolaan sumber daya manusia yang lebih efektif.</p> <p><em>Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the service sector play a strategic role in the regional economy, including in West Aceh Regency. However, employee productivity in service-sector MSMEs remains a serious challenge requiring attention from both business actors and academics. Low employee performance in service MSMEs is frequently associated with the absence of a structured reward system, limited access to quality training programs, and work environments that do not fully support productivity. This study aims to analyze the effect of rewards, training, and work environment on employee performance in service-sector MSMEs in West Aceh Regency, both partially and simultaneously. A quantitative approach with an explanatory survey method was employed. The study population comprised all employees of service-sector MSMEs operating in West Aceh Regency, with a sample of 120 respondents selected through stratified random sampling. Data were collected multiple linear regression analysis was conducted using SPSS. The analysis shows that rewards positively and significantly contribute to employee performance (β = 0.38; t = 4.12; p < 0.001). Similarly, training is found to have a positive and statistically significant effect on employee performance. (β = 0.31; t = 3.67; p < 0.001). Similarly, work environment has a positive and significant effect on employee performance (β = 0.27; t = 3.14; p = 0.002). Simultaneously, all three variables significantly affect employee performance (F = 28.47; R² = 0.612), indicating that 61.2% of the variation in employee performance is explained by these variables. This study contributes to the human resource management literature in the context of service MSMEs and provides practical implications for MSME owners in designing more effective human resource management strategies.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23065ANALISIS MISKONSEPSI MATERI ALJABAR DENGAN THREE TIER DIAGNOSTIC TEST DI SMPN 30 MUARO JAMBI2026-06-15T13:53:18+00:00Nia Yuliahniayuliah2810@gmail.comTiara Maharanimaharanitiara359@gmail.comResmita Idayati Sinagaresmitaasinagaa@gmail.comAndini Br Karoandinibrkaro02@gmail.comNovfermanovferma@unja.ac.idHusni Sabilhusni.sabil@unja.ac.id<p>Miskonsepsi pada materi aljabar merupakan salah satu faktor yang menghambat pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi siswa pada materi aljabar menggunakan instrumen Three-Tier Diagnostic Test di SMP Negeri 30 Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan siswa sekolah menengah pertama sebagai partisipan penelitian. Data dikumpulkan melalui instrumen Three-Tier Diagnostic Test yang terdiri atas pilihan jawaban, alasan jawaban, dan tingkat keyakinan siswa untuk mengidentifikasi pemahaman konsep secara lebih akurat. Data dianalisis dengan mengelompokkan siswa ke dalam kategori memahami konsep, mengalami miskonsepsi, menebak jawaban, dan tidak memahami konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian siswa mengalami miskonsepsi pada beberapa submateri aljabar, terutama pada operasi bentuk aljabar, konsep variabel, dan penyederhanaan bentuk aljabar. Penggunaan Three-Tier Diagnostic Test terbukti efektif dalam membedakan antara miskonsepsi, ketidaktahuan konsep, dan jawaban tebakan. Temuan penelitian ini menunjukkan perlunya strategi pembelajaran yang tepat untuk mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman konsep aljabar siswa. Oleh karena itu, guru diharapkan dapat memanfaatkan tes diagnostik sebagai alat evaluasi untuk mengidentifikasi dan mengatasi miskonsepsi siswa dalam pembelajaran matematika.</p> <p><em>Misconceptions in algebra are one of the factors that hinder students’ understanding of mathematical concepts and problem-solving abilities. This study aims to analyze students’ misconceptions on algebraic material using the Three-Tier Diagnostic Test at SMP Negeri 30 Muaro Jambi. The research employed a descriptive quantitative approach involving junior high school students as research participants. Data were collected through a Three-Tier Diagnostic Test instrument consisting of answer choices, reasoning, and confidence levels to identify students’ conceptual understanding accurately. The data were analyzed by categorizing students into groups that understood the concept, experienced misconceptions, guessed answers, and did not understand the concept. The results indicated that a considerable proportion of students experienced misconceptions in several algebra topics, particularly in algebraic operations, variable concepts, and simplification of algebraic expressions. The Three-Tier Diagnostic Test proved effective in distinguishing misconceptions from a lack of understanding and random guessing. The findings suggest the need for appropriate instructional strategies to minimize misconceptions and improve students’ conceptual understanding of algebra. Therefore, teachers are expected to utilize diagnostic assessments as an evaluation tool to identify and address students’ misconceptions in mathematics learning.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23583KONSEP DASAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS)Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu bidang kajian dalam pendidikan yang membahas kehidupan manusia sebagai makhluk sosial serta hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Pembelajaran IPS memili2026-06-26T09:26:32+00:00Rizki Ramadhanramadhanriski88012@gmail.comTasya Nursyalikanursalikatasya@gmail.comOvi Fitriaovifitria2025@gmail.comSiti Agustriaagustriasiti@gmail.comIin Gusmananiingusmana2@gmail.com<p>Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu bidang kajian dalam pendidikan yang membahas kehidupan manusia sebagai makhluk sosial serta hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Pembelajaran IPS memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik agar mampu memahami berbagai fenomena sosial, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta mampu berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan konsep dasar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), hakikat IPS, serta tujuan pendidikan IPS dalam membentuk pengetahuan, sikap, dan keterampilan sosial peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yaitu dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber seperti buku dan jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa IPS merupakan bidang studi yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu sosial seperti sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, dan ilmu politik untuk memahami kehidupan masyarakat secara menyeluruh. IPS tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga bertujuan menanamkan nilai sosial seperti tanggung jawab, kerja sama, toleransi, kepedulian, dan keadilan sosial. Dengan demikian, pembelajaran IPS menjadi salah satu sarana penting dalam membentuk warga negara yang memiliki pengetahuan sosial dan karakter yang baik.</p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22410PENGARUH PINJAMAN MIKRO TERHADAP NASABAH DENGAN PENDAPATAN DIBAWAH UMR (UPAH MINIMUM REGIONAL)2026-05-31T13:49:54+00:00Putri R. Acikac6738@gmail.comEnda Noviyanti Simorangkir Pui Financeendanoviyantisimorangkir@unprimdn.ac.idDina Anggrianiendanoviyantisimorangkir@unprimdn.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pinjaman mikro terhadap kondisi ekonomi nasabah dengan pendapatan di bawah Upah Minimum Regional (UMR) di Desa Hutapaung Utara, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan. Pinjaman mikro menjadi salah satu alternatif pembiayaan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah untuk memenuhi kebutuhan usaha maupun rumah tangga. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah penerima pinjaman mikro pada lembaga keuangan PT. Bina Artha Ventura beralamat di Jl. Siliwangi No.45, Sirisirisi, Kec. Dolok sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara 22457. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria nasabah (1) Nasabah aktif produk Bina Usaha (Bulanan) (2) Memiliki pendapatan rata-rata di bawah UMR daerah setempat (sebelum pinjaman) (3) Sudah menjadi nasabah minimal 1 Tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, analisis regresi linear sederhana, uji t, serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa pinjaman mikro berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan, perkembangan usaha, serta stabilitas keuangan nasabah. Dengan demikian, pinjaman mikro dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpendapatan rendah apabila dikelola secara produktif dan berkelanjutan.</p> <p><em>This study aims to analyze the effect of micro loans on the economic conditions of customers with income below the Regional Minimum Wage (UMR) in Hutapaung Utara Village, Pollung District, Humbang Hasundutan Regency. Micro loans are one of the financing alternatives widely used by low-income communities to meet business and household needs. The research method used is a quantitative approach with a causal associative type of research. The population in this study consists of all customers receiving micro loans at the financial institution PT. Bina Artha Ventura located at Jl. Siliwangi No.45, Sirisirisi, Dolok Sanggul District, Humbang Hasundutan Regency, North Sumatra 22457. The sampling technique uses purposive sampling with the criteria that customers (1) are active customers of the Bina Usaha (Monthly) product, (2) have an average income below the local UMR (before the loan), and (3) have been customers for at least 1 year. Data were collected through questionnaires and documentation, then analyzed using descriptive statistics, validity and reliability tests, Kolmogorov-Smirnov normality test, simple linear regression analysis, t-test, and coefficient of determination (R²). The results of the study are expected to show that micro loans have a positive and significant effect on increasing income, business development, and the financial stability of customers. Thus, micro loans can become an important instrument in improving the welfare of low-income communities if managed productively and sustainably. </em></p>2026-05-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22969PERAN SUNGAI BATANGHARI SEBAGAI JALUR DISTRIBUSI BATU BARA DI PROVINSI JAMBI2026-06-13T04:36:59+00:00Andi Nurul Hadrahndynrlhdraa@gmail.comAndiniandinidenev@gmail.comSugandi Putrasugandiptr00@gmail.comDino Edwardodinoedwardo8@gmail.com<p>Sungai Batanghari memiliki peran strategis sebagai jalur transportasi dan distribusi ekonomi di Provinsi Jambi, terutama dalam pengangkutan komoditas batu bara dari wilayah tambang menuju pelabuhan ekspor. Artikel ini bertujuan menganalisis peran sungai Batanghari sebagai jalur distribusi batu bara melalui tiga aspek utama, yakni posisi Sungai Batanghari dalam sistem transportasi dan distribusi batu bara, mekanisme dan infrastruktur distribusi batu bara melalui alur sungai, serta dampak ekonomi dan tantangan lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas distribusi tersebut. Makalah ini menggunakan metode penelitian sejarah, dimana dalam prosedur penyusunannya melalui empat tahapan, yaitu: heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Analisa data yang digunakan adalah analisa historis, dengan penekanan pada ketajaman dalam menginterpretasi fakta sejarah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pemanfaatan Sungai Batanghari sebagai jalur distribusi batu bara yang dsinyalir dapat memberikan manfaat ekonomi signifikan, namun dismping itu tetap memerlukan tata kelola yang lebih ketat untuk meminimalkan dampak lingkungan dan sosial.</p> <p><em>The Batanghari River plays a strategic role as a transportation and economic distribution route in Jambi Province, particularly in transporting coal commodities from mining areas to export ports. This article aims to analyze the role of the Batanghari River as a coal distribution route through three main aspects: its position in the coal transportation and distribution system, the mechanisms and infrastructure for coal distribution through the river, and the economic impacts and environmental challenges arising from these distribution activities. This paper utilizes a historical research method, with four stages in its preparation: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The data analysis employed is historical analysis, with an emphasis on discernment in interpreting historical facts. The results of this study are expected to provide a better understanding of the use of the Batanghari River as a coal distribution route, which is suspected to provide significant economic benefits, but also requires stricter governance to minimize environmental and social impacts.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23026PENGARUH EFIKASI DIRI, ADAPTABILITAS KARIER, DAN KETERAMPILAN INTERPERSONAL TERHADAP KESIAPAN KERJA MAHASISWA ANGKATAN 2022 UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI2026-06-14T13:23:45+00:00Vanessa Patricya Tambunan2204020127@student.umrah.ac.idNurhasanahnurhasanah@umrah.ac.idRoni Kurniawanronik@umrah.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efikasi diri, adaptabilitas karier, dan keterampilan interpersonal terhadap kesiapan kerja mahasiswa Angkatan 2022 Universitas Maritim Raja Ali Haji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi sebanyak 1.303 mahasiswa aktif Angkatan 2022. Sampel penelitian berjumlah 93 responden yang ditentukan menggunakan teknik proportionate sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja (t = 2,417; Sig. = 0,018), adaptabilitas karier berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja (t = 2,215; Sig. = 0,029), serta keterampilan interpersonal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja (t = 2,585; Sig. = 0,011). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja (F = 11,420; Sig. = 0,000). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,254 menunjukkan bahwa efikasi diri, adaptabilitas karier, dan keterampilan interpersonal mampu menjelaskan 25,4% variasi kesiapan kerja, sedangkan 74,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, ketiga variabel tersebut berkontribusi dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa.</p> <p><em>This study aims to analyze the influence of self-efficacy, career adaptability, and interpersonal skills on the work readiness of the 2022 cohort of students at Raja Ali Haji Maritime University. This study employs a quantitative approach with a population of 1,303 active students from the 2022 cohort. The study sample consisted of 93 respondents selected using proportionate sampling. Data were collected via a questionnaire and analyzed using multiple linear regression analysis with the aid of SPSS version 23. The results indicate that self-efficacy has a positive and significant effect on work readiness (t = 2.417; Sig. = 0.018), career adaptability has a positive and significant effect on work readiness (t = 2.215; Sig.= 0.029), and interpersonal skills have a positive and significant effect on work readiness (t = 2.585; Sig. = 0.011). Simultaneously, all three variables have a positive and significant effect on work readiness (F = 11.420; Sig. = 0.000). The Adjusted R-Square value of 0.254 indicates that self-efficacy, career adaptability, and interpersonal skills account for 25.4% of the variation in work readiness, while 74.6% is influenced by other factors outside the scope of this study. Thus, these three variables contribute to enhancing students’ work readiness.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23247HAK, KEWAJIBAN, DAN SEMANGAT BELA NEGARA GENERASI DIGITAL DI ERA MODERN2026-06-19T12:16:06+00:00Putri Delimaputridelimadelima13@gmail.comNayyara Defana Putrinayyadefanaputri@gmail.comSalsabila Putri Handayanisalsabilaputrih4@gmail.comHazhiyah Sarfina Warvivinawarvi5@gmail.comFedya Jelila Caniagofedyajelilacaniago78@gmail.comSyahidah Albani Ruhiatsyahidahalbaniruhiataal@gmail.comAlkausar Dhafa Hakumullahdafa11326@gmail.comIlham Hudiilhamhudi@umri.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keselarasan kerangka hukum kewarganegaraan dengan praktik bela negara di era siber, serta mengevaluasi dampak program sosialisasi literasi digital terhadap siswa. Pendekatan yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods) yang menggabungkan analisis literatur normatif terhadap regulasi negara dan studi kuantitatif deskriptif berbasis Teori Kognitif Sosial (Albert Bandura) pada 30 siswa SMA. Evaluasi empiris menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang sangat signifikan, di mana mayoritas siswa berhasil mengidentifikasi disinformasi secara tepat. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi digital memiliki pengaruh kausal sebesar 38,9% terhadap perkembangan wawasan kebangsaan. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjamin hak fundamental warga negara sekaligus membebankan kewajiban pertahanan negara secara seimbang. Seiring penetrasi teknologi, konsepsi bela negara mengalami pergeseran paradigma dari bentuk militeristik tradisional menjadi ketahanan digital non-fisik. Generasi Z sebagai konsumen utama internet menghadapi tantangan disinformasi (hoaks) yang dapat merusak stabilitas nasional. Penelitian ini mengkaji kerangka hukum bela negara kontemporer dan mengintegrasikan data empiris program sosialisasi kepada 30 siswa sekolah menengah atas (SMA). Pendekatan yang digunakan mencakup analisis normatif undang-undang serta studi kuantitatif deskriptif berbasis Teori Kognitif Sosial dari Albert Bandura. Hasil evaluasi empiris melalui kuis tanya jawab hoaks/fakta menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang sangat signifikan, di mana mayoritas siswa berhasil mengidentifikasi disinformasi secara tepat. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi digital memiliki pengaruh kausal sebesar 38,9% terhadap perkembangan wawasan kebangsaan, menjadikannya fondasi utama bela negara di era siber. Rekomendasi penelitian difokuskan pada pembaruan kurikulum pendidikan kewarganegaraan digital yang interaktif dan kolaboratif.</p> <p><em>This study aims to examine the alignment of the legal framework of citizenship with the practice of national defense in the cyber era, as well as to evaluate the impact of a digital literacy outreach program on students. The approach used is a mixed methods approach, combining normative literature analysis on state regulations and a descriptive quantitative study based on Albert Bandura's Social Cognitive Theory in 30 high school students. Empirical evaluation shows a very significant increase in understanding, where the majority of students successfully identified disinformation correctly. This finding confirms that strengthening digital literacy has a causal influence of 38.9% on the development of national insight. The 1945 Constitution of the Republic of Indonesia guarantees the fundamental rights of citizens while imposing a balanced obligation for national defense. With the penetration of technology, the concept of national defense has undergone a paradigm shift from traditional militaristic forms to non-physical digital resilience. Generation Z, as primary internet consumers, faces the challenge of disinformation (hoaxes) that can undermine national stability. This study examines the legal framework of contemporary national defense and integrates empirical data from an outreach program with 30 high school students. The approach used included a normative analysis of the law and a descriptive quantitative study based on Albert Bandura's Social Cognitive Theory. The results of an empirical evaluation using a question-and-answer quiz on hoaxes/facts showed a significant increase in understanding, with the majority of students successfully identifying disinformation. These findings confirm that strengthening digital literacy has a causal influence of 38.9% on the development of national insight, making it a key foundation for national defense in the cyber era. The research recommendations focus on updating the digital citizenship education curriculum to be interactive and collaborative<strong>.</strong></em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22513ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN ISTILAH ENERGI TERBARUKAN ANTARA MEDIA MASSA DAN JURNAL ILMIAH2026-06-03T13:27:44+00:00Agis Rivaldi Haryantogisrifalharianto@student.upi.eduDeo Randal Brahmanabrahmanadeo@student.upi.eduRajasa Adi Muzarajasamuza23@student.upi.eduShilvi Agnestaliashilviagnestalia07@student.upi.eduSyazqia Rahma Taliasyazqiarahmataliaa@student.upi.eduMochamad Whilky Rizkyanfiwilkysgm@upi.edu<p>Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan istilah energi terbarukan antara media massa dan jurnal ilmiah bereputasi di Indonesia pada rentang tahun 2020–2026. Kesenjangan antara target kebijakan energi nasional dan realisasinya sebagian dipengaruhi oleh lemahnya pemahaman publik, yang salah satunya bersumber dari inkonsistensi penggunaan istilah di berbagai ranah komunikasi. Metode yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) deskriptif-komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Data bersumber dari dua media massa daring (Kompas.com dan Tempo.co) serta lima jurnal ilmiah dari berbagai universitas di Indonesia. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi dan menghitung frekuensi kemunculan sembilan istilah kunci, antara lain "energi terbarukan", "EBT", "energi hijau", "energi bersih", dan "microgrid". Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah "energi terbarukan" mendominasi kedua ranah dengan total 103 dari 218 kemunculan. Media massa cenderung menggunakan istilah yang umum dan mudah dipahami, sedangkan jurnal ilmiah lebih sering menggunakan istilah teknis seperti "microgrid" (56 kemunculan). Ditemukan kesenjangan terminologis yang nyata antara kedua sumber, di mana media massa menggunakan istilah seperti "energi bersih" dan "energi hijau" secara bergantian tanpa pembedaan yang jelas. Kesenjangan ini berpotensi memengaruhi literasi energi masyarakat dan efektivitas komunikasi kebijakan transisi energi nasional. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan glosarium istilah energi terbarukan berbasis bahasa Indonesia yang baku sebagai acuan bersama bagi jurnalis, komunikator sains, dan akademisi.</p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23003BAHASA TULIS GENERASI Z DALAM KOMUNIKASI DIGITAL PADA PLATFORM X: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK2026-06-14T03:02:50+00:00Laura Oktavia Ramadhanilauraoktavia422@students.unnes.ac.idDiah Helmalia Watidiahhelmaliawati@students.unnes.ac.idDiah Widya Nanda Ardinwidyanandaa29@students.unnes.ac.idSeptiana Dwi Rahayuseptianadwirahayu28@students.unnes.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital memengaruhi cara Generasi Z berkomunikasi, termasuk dalam penggunaan bahasa tulis di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk variasi bahasa tulis Generasi Z serta menjelaskan fungsi sosial penggunaannya dalam komunikasi digital pada platform X melalui perspektif sosiolinguistik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa 42 unggahan dan balasan (reply) pengguna platform X yang mengandung variasi bahasa khas Generasi Z. Data dikumpulkan melalui teknik observasi nonpartisipatif dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat bentuk variasi bahasa tulis Generasi Z, yaitu bahasa gaul (slang) sebanyak 22 data, campur kode sebanyak 9 data, singkatan dan akronim sebanyak 5 data, serta bentuk ekspresif sebanyak 6 data. Variasi bahasa tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai penanda identitas kelompok, pembentuk solidaritas sosial, sarana humor, serta media ekspresi emosi. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi digital turut memengaruhi perkembangan bahasa tulis Generasi Z dan melahirkan berbagai bentuk kreativitas linguistik yang mencerminkan dinamika sosial budaya masyarakat digital.</p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23055PERAN TEKNIK MULTI-CAMERA DALAM PRODUKSI PROGRAM TELEVISI MODERN: STRATEGI PRODUKSI DAN PERSIAPAN MENUJU SIARAN BERKUALITAS 2026-06-15T09:29:52+00:00Winda Kustiawanwindakustiawan@uinsu.ac.idWidya Ramayani Siregarwidyaramayani37@gmail.comVindi Fanesa Ningrumvindiningrum@gmail.comRaissa Harenzi Hutabaratraissaharenzi@gmail.comAhmad Fauziahmadfauziix@gmail.comMuhammad Rahman Hanifmrahmanhanif1705@gmail.comManan Malik Rambemananmalikrambe@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital dan persaingan dengan platform streaming menuntut industri televisi menghadirkan program yang dinamis dan berkualitas. Teknik multi-camera menjadi strategi kunci dalam produksi televisi modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran teknik multi-camera dalam produksi program televisi modern, mencakup strategi produksi dan persiapan menuju siaran berkualitas. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan menganalisis dua makalah terkait produksi multi-camera yang disintesis dengan dua belas referensi tambahan dari jurnal internasional terbitan 2018-2026. Hasil analisis menunjukkan bahwa teknik multi-camera menawarkan efisiensi waktu produksi dan variasi visual yang kaya melalui penggunaan beberapa kamera simultan, sangat relevan untuk program live atau semi-live seperti talk show, konser musik, dan siaran olahraga. Tantangan utama terletak pada kompleksitas koordinasi antar kru, biaya produksi tinggi, serta kebutuhan perencanaan teknis yang matang. Strategi optimal mencakup penyusunan rundown detail, pembagian fungsi kamera (floor plan), technical meeting, dan rehearsal menyeluruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan produksi multi-camera sangat bergantung pada perencanaan sistematis, penguasaan teknis, dan komunikasi efektif antar tim produksi.</p> <p><em>The development of digital technology and competition with streaming platforms demand that the television industry present dynamic and quality programs. Multi-camera techniques have become a key strategy in modern television production. This study aims to analyze the role of multi-camera techniques in modern television program production, covering production strategies and preparations towards quality broadcasting. The method used is a systematic literature review by analyzing two papers related to multi-camera production synthesized with twelve additional references from international journals published in 2018-2026. The analysis results show that multi-camera techniques offer production time efficiency and rich visual variation through the simultaneous use of multiple cameras, highly relevant for live or semi-live programs such as talk shows, music concerts, and sports broadcasts. The main challenges lie in the complexity of crew coordination, high production costs, and the need for mature technical planning. Optimal strategies include detailed rundown preparation, camera function division (floor plan), technical meetings, and comprehensive rehearsals. This study concludes that the success of multi-camera production highly depends on systematic planning, technical mastery, and effective communication among the production team. </em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23389ANALISIS DEBIT AIR DAN KECEPATAN ARUS SUNGAI PEMANDIAN SOSA MENGGUNAKAN METODE APUNG2026-06-23T02:30:58+00:00Andre Septino Sihombingandresihombingwwzz@gmail.comSheren Kiranasherenkirana17@gmail.comYuni Yolandayuni.yolanda@unimed.ac.id<p>Debit aliran sungai merupakan salah satu parameter hidrologi paling mendasar yang dibutuhkan dalam perencanaan sistem irigasi dan bangunan air. Tanpa data debit lapangan yang akurat, perancangan saluran irigasi, bendung, dan bangunan pengendali banjir berpotensi menghasilkan dimensi yang tidak proporsional dan tidak aman secara teknis. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kecepatan arus dan menghitung debit aliran Sungai Pemandian Sosa, sungai pegunungan berbatu yang terletak di Sumatera Utara, Indonesia, pada koordinat Lintang 3°35'05,7" LU dan Bujur 98°35'52,8" BT, dengan total koridor pengukuran sepanjang 3,02 km. Metode apung diterapkan menggunakan botol plastik yang diisi air hingga seperempat bagian pada tujuh segmen sungai (S1–S7) dengan jarak tempuh pelampung sejauh 428 meter per segmen. Kecepatan arus dicatat di tiga titik penampang yaitu tepi kiri (A1), tengah (A2), dan tepi kanan (A3). Kecepatan rata-rata dihitung menggunakan v̄ = s/t̄ dan luas penampang menggunakan A = L × d̄. Hasil menunjukkan kecepatan rata-rata 0,809 m/s dengan debit rata-rata 3,5463 m³/detik (212,777 m³/menit). Debit tertinggi tercatat pada segmen S6 sebesar 5,1254 m³/detik akibat luas penampang terbesar, sementara terendah pada segmen S7 sebesar 2,4632 m³/detik. Temuan ini menyediakan data dasar hidrologi yang dapat mendukung perencanaan sistem irigasi dan bangunan air di kawasan Sungai Pemandian Sosa</p> <p><em>River discharge is one of the most fundamental hydrological parameters required in the planning of irrigation systems and hydraulic structures. Without accurate field-based discharge data, the design of channels, weirs, and flood control structures may be proportionally inaccurate and technically inadequate. This study aims to measure flow velocity and calculate the water discharge of Pemandian Sosa River, a rocky mountain river located in North Sumatra, Indonesia, at coordinates Latitude 3°35'05.7" N and Longitude 98°35'52.8" E, with a total measurement corridor of 3.02 km. The float method was applied using a plastic bottle filled to one-quarter capacity at seven river segments (S1–S7) with a float travel distance of 428 meters per segment. Flow velocity was recorded at three cross-sectional points: left bank (A1), center (A2), and right bank (A3). The average velocity was calculated as v̄ = s/t̄ and the cross-sectional area as A = L × d̄. Results show an average flow velocity of 0.809 m/s and an average discharge of 3.5463 m³/second (212.777 m³/minute). The highest discharge was recorded at segment S6 (5.1254 m³/second) due to its largest cross-sectional area, while the lowest was at segment S7 (2.4632 m³/second). These findings provide baseline hydrological data that can support the planning of irrigation systems and hydraulic structures in the Pemandian Sosa River area.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22406STRATEGI LITERASI KEUANGAN DIGITAL DALAM MENCEGAH KONFLIK RUMAH TANGGA AKIBAT JUDI ONLINE2026-05-31T12:21:34+00:00Nida Nadifatun Nafiahnidanadii123@gmail.comAnggi Nagita Sharaniangginagitasharani@gmail.comAgniatun Nissaagniatunisa123@gmail.comTatu Neli Nurfarihahtatunelinurfarihah@gmail.comNovia Nasya Hartininovianasya829@gmail.comRatna Sari Dewiratnasaridewi@untirta.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital mempermudah akses ke platform judi online sehingga menimbulkan dampak ekonomi, psikologis, dan sosial pada keluarga, termasuk penelantaran nafkah, gangguan komunikasi, kekerasan rumah tangga, dan perceraian. Rendahnya literasi keuangan digital memperbesar kerentanan individu terhadap praktik perjudian daring karena ketidakmampuan mengelola anggaran, menilai risiko, dan mengendalikan transaksi digital. Melalui studi kepustakaan kualitatif, artikel ini menelaah faktor penyebab judi online dan strategi pencegahan berbasis literasi keuangan digital. Rekomendasi strategi meliputi edukasi pengelolaan keuangan keluarga (penggunaan aplikasi budgeting dan rekening bersama), kontrol penggunaan aplikasi digital (screen time, app blocker, parental control), peran pemerintah dan OJK dalam regulasi, pemblokiran, serta program literasi dan inklusi keuangan, dan integrasi literasi keuangan digital dalam lembaga pendidikan. Penguatan sinergi antara regulasi, edukasi, teknologi perbankan, dan komunitas menjadi kunci untuk mencegah konflik rumah tangga akibat judi online dan menjaga ketahanan keluarga di era digital.</p> <p><em>The rise of digital technology has increased access to online gambling platforms, causing economic, psychological, and social harms within families, including neglect of livelihood, impaired spousal communication, domestic violence, and divorce. Low digital financial literacy heightens vulnerability to online gambling due to poor budgeting, limited risk awareness, and weak control over digital transactions. Using a qualitative literature-review approach, this paper analyzes causes of online gambling and preventive strategies based on digital financial literacy. Recommended measures include family financial education (use of budgeting apps and joint accounts), control of app usage (screen time, app blockers, parental controls), active roles for government and the Financial Services Authority (OJK) in regulation, blocking and national literacy programs, and integrating digital financial literacy into formal education. Strengthening synergy among regulation, education, banking technology, and community actors is essential to prevent household conflicts from online gambling and to maintain family resilience in the digital age.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22959MODEL PENDIDIKAN PADA MASA NABI MUHAMMAD DAN IMPLIKASINYA BAGI PENDIDIKAN ISLAM MODERN2026-06-13T01:31:57+00:00Ikram Humaidiikramhumaidi12@gmail.comErfan Maulanamaulanaerfan62@gmail.comNaila Puteri Adinatanailaadinataputri@gmail.comAndini Savitri savitriandini1@gmail.comRindiyah Watirindiyahwari123@gmail.comNur Sakirin Amandanursakirinamanda@gmail.comFriska Ramadanifriskaramadani199@gmail.comArpin Apriansyaharpin.smanda@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pendidikan pada masa Nabi Muhammad SAW serta implikasinya terhadap pengembangan pendidikan Islam modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan yang bersumber dari berbagai literatur ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan pada masa Nabi Muhammad SAW memiliki karakteristik holistik, integratif, dan kontekstual, yang mencakup sumber ajaran Al-Qur’an dan Hadis, nilai-nilai dasar seperti tauhid, akhlak, keadilan, serta metode pembelajaran yang beragama seperti keteladanan, dialog, ceramah, kisah, dan pembiasaan. Selain itu, lingkungan pendidikan yang fleksibel dan inklusif turut mendukung efektivitas proses pembelajaran. Pendidikan pada masa Nabi tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter, spiritualitas, dan keterampilan sosial. Relevansi model pendidikan ini dengan pendidikan Islam modern terletak pada pentingnya integrasi antara aspek intelektual, moral, dan spiritual, serta perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih humanis dan kontekstual. Oleh karena itu, konsep pendidikan pada masa Nabi Muhammad SAW dapat dijadikan sebagai landasan dalam merekonstruksi sistem pendidikan islam yang lebih komprehensif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.</p> <p><em>This study aims to analyze the educational model during the time of Prophet Muhammad SAW and its implications for the development of modern islamic education. The research employs a qualitative approach using a library research method, drawing on various relevant scientifict literature. The findings reveal that eduucation during the time of Prophet Muhammad was characterized by a holistic, integrative, and contextual nature, encompassing primary sources such as the Qur-an and Hadith, as well as fundamental values including monotheism (tawhid), morality, and justice. In addition, diverse teaching methods were applied, such as exemplification, dialogue, lectures, storytelling, and habituation. The educational environment was also flexible and inclusive, which supported the effectiveness of the learning process. Education during this period was not only oriented toward cognitive aspects but also emphasized character building, spirituality, and social skills. The relevance of this educational model to modern Islamic education lies in the importance of integrating intellectual, moral, and spiritual dimensions, as well as adopting more humanistic and contextual learning approaches. Therefore, the educational concept during the time of Propht Muhammad SAW can serve as a foundational framework in reconstructing a more comprehensive and adaptive islamic education system in response to contemporary developments.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23022STRATEGI KREATIF DAN PENENTUAN FORMAT PROGRAM TELEVISI DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN INDUSTRI PENYIARAN2026-06-14T12:50:21+00:00Winda Kustiawanwindakustiawan@uinsu.ac.idSinny Aliviani Zaharasinny0101232052@uinsu.ac.idAlika Syafitrialika0101232049@uinsu.ac.idWidya Ariskawidya0101232046@uinsu.ac.idSigit Cinta Enjelikasigit0101232045@uinsu.ac.idSyifa Khairafasha Syukrisyifa0101232068@uinsu.ac.idAshabul Kahfi Siraitkahfiashabul251@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap industri penyiaran televisi di Indonesia. Kehadiran berbagai platform digital dan layanan streaming menyebabkan persaingan media semakin kompleks serta memengaruhi pola konsumsi informasi dan hiburan masyarakat. Kondisi tersebut menuntut lembaga penyiaran untuk mengembangkan strategi kreatif dan menentukan format program yang mampu menarik perhatian audiens sekaligus mempertahankan daya saing di tengah perubahan lanskap media. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kreatif yang diterapkan dalam produksi program televisi serta mengkaji pertimbangan yang digunakan dalam menentukan format program sebagai upaya menghadapi persaingan industri penyiaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan produser program televisi, manajer program, dan tim kreatif yang terlibat dalam proses produksi program. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kreatif berperan penting dalam menciptakan program yang inovatif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan audiens. Proses kreatif dilakukan melalui riset tren, pengembangan konsep, pemanfaatan teknologi digital, serta integrasi konten pada berbagai platform media. Penentuan format program dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik audiens, tujuan program, potensi pasar, dan keberlanjutan produksi. Hubungan antara strategi kreatif dan format program menunjukkan keterkaitan yang saling mendukung dalam membangun identitas program serta meningkatkan daya saing lembaga penyiaran. </p> <p><em>The development of digital technology has significantly transformed the television broadcasting industry in Indonesia. The emergence of various digital platforms and streaming services has intensified media competition and influenced the way audiences consume information and entertainment. This situation requires broadcasting institutions to develop creative strategies and determine appropriate program formats that can attract audiences while maintaining competitiveness in a rapidly changing media environment. This study aims to analyze the creative strategies implemented in television program production and examine the considerations involved in determining program formats as an effort to face competition within the broadcasting industry. The study employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation and in-depth interviews with television program producers, program managers, and creative team members involved in the production process. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that creative strategy plays a crucial role in producing innovative, relevant, and audience-oriented television programs. The creative process involves trend research, concept development, the utilization of digital technology, and content integration across multiple media platforms. Program format determination is based on audience characteristics, program objectives, market potential, and production sustainability. The relationship between creative strategy and program format demonstrates a complementary connection in building program identity and enhancing the competitiveness of broadcasting institutions.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23177CYBERBULLYING DAN DAMPAKNYA TERHADAP SELF-ESTEEM SISWA: IMPLIKASI LAYANAN BK DI SEKOLAH2026-06-18T04:23:55+00:00Bunga Aprillia Nafishabungaaprillian04@student.upi.eduNaila Alma Muzfiranlaalmaa07@student.upi.eduAzzahra Shafitri Andrianitaazzahraashan24@student.upi.eduDzihni Keisya Athifadzihnikeisya@student.upi.eduLaila Putri Nurhusnalailaputri@student.upi.eduIsah Cahyaniisahcahyani@upi.edu<p>Fenomena cyberbullying yang semakin meningkat di kalangan siswa berdampak signifikan terhadap aspek psikologis, khususnya self-esteem. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji dampak cyberbullying, masih terdapat kesenjangan dalam penerapannya pada layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep cyberbullying, bentuk-bentuknya, dampaknya terhadap self-esteem siswa, serta implikasinya bagi layanan BK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur dengan teknik analisis isi (content analysis) untuk menganalisis berbagai sumber, seperti buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa cyberbullying dapat berdampak negatif terhadap self-esteem, melalui internalisasi pesan-pesan negatif, terganggunya penerimaan sosial, serta menurunnya rasa aman dan kontrol diri. Dampak tersebut bersifat timbal balik dan berpotensi membentuk siklus negatif tanpa intervensi yang tepat. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penguatan layanan preventif, responsif, perencanaan individual, serta dukungan sistem melalui edukasi digital, pengembangan keterampilan sosial-emosional, dan konseling berbasis pendekatan kognitif-perilaku, penguatan resiliensi, serta kolaborasi dengan orang tua dan pemangku kepentingan sekolah. Selain itu, konselor sekolah perlu memiliki kompetensi literasi digital dan asesmen psikologis. Dengan demikian, penanganan cyberbullying memerlukan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif untuk mendukung perkembangan self-esteem siswa serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman secara digital.</p> <p><em>The phenomenon of cyberbullying has increasingly emerged among students and has significant impacts on psychological aspects, particularly self-esteem. Although various studies have examined the effects of cyberbullying, there is still a gap in its implementation within school Guidance and Counseling (GC) services. This study aims to examine the concept of cyberbullying, its forms, its impact on students’ self-esteem, and its implications for Guidance and Counseling services. This study employed a literature review approach using content analysis techniques to analyze various sources, including books, scholarly journals, and relevant previous studies. The findings indicate that cyberbullying can negatively affect self-esteem through the internalization of negative messages, disrupted social acceptance, and a reduced sense of security and self-control. These impacts are reciprocal in nature and have the potential to create a negative cycle without proper intervention. The implications of this study emphasize the importance of strengthening preventive and responsive services, individual planning, and system support through digital education, the development of social-emotional skills, counseling based on cognitive-behavioral approaches, resilience strengthening, as well as collaboration with parents and school stakeholders. In addition, school counselors need to possess competencies in digital literacy and psychological assessment. Therefore, addressing cyberbullying requires a comprehensive and collaborative approach to support the development of students’ self-esteem and to create a digitally safe school environment</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22492TABOO LANGUAGE AND MORAL TRANSGRESSION IN LEILA S. CHUDORI’S LAUT BERCERITA (2017)2026-06-03T04:36:20+00:00Tatang Tolana321424095@mahasiswa.ung.ac.idSelvia Mallu Moitoselviamallu93@gmail.comAdriansyah Abu Katiliadriansyahkatili@ung.ac.id<p><em>Leila S. Chudori’s novel Laut Bercerita (2017), translated into English as The Sea Speaks His Name (2022), presents a harrowing account of the forced disappearances of Indonesian student activists during the final years of the New Order regime under President Suharto. This article examines the taboo language and morally transgressive themes embedded in the novel through the lens of Indonesian sociocultural moral framework, drawing on frameworks of literary taboo theory, postcolonial trauma studies, and Javanese-Islamic ethical constructs. The analysis identifies four primary domains of taboo: state-sanctioned violence and its narration, bodily transgression and sexual coercion, the disruption of familial and communal bonds, and the silencing of political speech. Employing a qualitative textual analysis informed by Kristeva’s concept of abjection and Bourdieu’s theory of symbolic violence, this study argues that Chudori’s strategic deployment of taboo language and imagery serves not as sensationalism but as a moral imperative, a form of bearing witness that challenges the normative Indonesian moral framework while simultaneously reaffirming it. Central to this analysis is the role of Islamic ethics and Javanese adat as twin pillars of Indonesian normativity that the novel must navigate. The novel’s transgressive content is ultimately framed within an ethics of remembrance that demands justice and restores human dignity to those erased by history.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22988PERKEMBANGAN EKONOMI DI KOTABARU PADA TAHUN 20102026-06-13T08:46:01+00:00Andre Manikandrejambi3311@gmail.comAnisa Daffa Rifdaanisadaffarifda@gmail.comRapiana Natasya Purbarapiananatasya@gmail.comAhmad Fikrimadfik321@gmail.com<p>Perkembangan ekonomi di Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, pada tahun 2010 menunjukkan pertumbuhan yang cukup pesat. Hal ini dipengaruhi oleh peningkatan jumlah penduduk akibat migrasi, pembangunan infrastruktur, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode kepustakaan dengan pendekatan penelitian sejarah. Peningkatan jumlah penduduk mendorong kebutuhan terhadap perumahan, konsumsi, dan layanan. Pembangunan infrastruktur seperti jalan dan fasilitas umum memperlancar mobilitas serta distribusi barang dan jasa. Selain itu, sektor perdagangan dan jasa berkembang pesat, membuka peluang kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Keberadaan lembaga pendidikan juga menciptakan peluang ekonomi baru. Faktor lain seperti investasi, tenaga kerja, sektor pertanian dan perkebunan, serta kebijakan pemerintah turut mendukung perkembangan ekonomi di Kotabaru. Secara keseluruhan, perkembangan ekonomi di wilayah ini mengalami peningkatan yang signifikan.</p> <p><em>Economic development in Kotabaru District, Jambi City, in 2010 showed significant growth. This condition was influenced by population increase due to migration, infrastructure development, and community economic activities. The method used was a literature study supported by a historical research approach. Population growth increased the demand for housing, consumption, and services. Infrastructure development such as roads and public facilities improved mobility and the distribution of goods and services. In addition, the trade and service sectors developed rapidly, creating job opportunities and increasing community income. The presence of educational institutions also generated new economic opportunities. Other factors such as investment, labor, the agricultural and plantation sectors, and government policies also supported economic development in Kotabaru. Overall, economic development in this area experienced significant improvement.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23052STRUKTUR KALIMAT SYARTHIYYAH DALAM SURAH AL-KAHFI: PERSPEKTIF ILMU NAHWU2026-06-15T08:47:39+00:00Aang Saeful Milahaang.saefulmilah@uinbanten.ac.idMuhamad Surya Maulanasurrryaaa0066@gmail.comMuhamad Raissa Evwira Akmal241360034.m.raisa@uinbanten.ac.idAbdul Muiz241360026.abdulmuiz@uinbanten.ac.idHayuniyuniha924@gmail.com<p>Penelitian ini mengkaji jumlah syarṭiyyah (kalimat bersyarat) dalam Surah Al-Kahfi melalui perspektif sintaksis bahasa Arab (nahwu). Latar belakang penelitian ini bermula dari kebutuhan mendasar akan ketepatan gramatikal dalam memahami linguistik Al-Qur'an, guna mengisi kekosongan literatur terdahulu terkait analisis sintaksis integratif pada struktur kondisional tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi partikel syarat, mengklasifikasikannya secara taksonomis, menganalisis relasi dependensi antara prasyarat dan konsekuensi, serta menyintesiskan mekanika tata bahasa tersebut dengan implikasi tafsirnya. Menggunakan metode penelitian kepustakaan kualitatif, studi ini menerapkan pendekatan deskriptif-analitis yang berlandaskan pada epistemologi nahwu klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalimat bersyarat bukan sekadar sisipan retoris, melainkan berfungsi sebagai tulang punggung argumentatif yang menggerakkan narasi epik surah tersebut, dengan memanfaatkan partikel jāzimah dan ghair jāzimah secara strategis. Kesimpulannya, nahwu bertindak sebagai fondasi absolut dalam interpretasi teks, di mana modifikasi tata bahasa sekecil apa pun, seperti perubahan harakat atau pembuangan klausa, memicu dampak semantis mendalam yang mengonstruksi makna teologis secara presisi</p> <p><em>This study examines the jumlah syarṭiyyah (conditional sentences) in Surah Al-Kahfi through the lens of Arabic syntax (nahwu). The background stems from the fundamental need for grammatical precision in understanding Qur'anic linguistics, addressing a clear gap in previous literature concerning integrative syntactic analyses of these conditional structures. The research aims to identify conditional particles, classify them taxonomically, analyze structural dependencies between conditions and consequences, and synthesize these grammatical mechanics with their exegetical implications. Employing a qualitative library research method, this study utilizes a descriptive-analytical approach grounded in classical nahwu epistemology. The results demonstrate that conditional sentences are not mere rhetorical insertions but serve as the argumentative backbone driving the surah's epic narratives, strategically utilizing both jāzimah and ghair jāzimah particles. In conclusion, nahwu serves as the absolute foundation for textual interpretation, where even minor grammatical modifications, such as vowel shifts or clause omissions, trigger profound semantic impacts that construct precise theological meanings.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23341IMPLEMENTASI STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) DAN INTEGRASI PERANGKAT TEKNIS DALAM PRODUKSI SIARAN LANGSUNG TELEVISI2026-06-22T04:32:33+00:00Winda Kustiawanwindakustiawan@uinsu.ac.idNur Hafizhafiznur088@gmail.comAhmad Hidayat Sinulinggaahmadsinulingga6@gmail.comSri Lestarisl.lestari665@gmail.comListia Sari Siregarsiregarlistia@gmail.comNurherayaninurherayani19@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Prosedur Operasional Standar (POS) serta pengintegrasian alat teknis dalam produksi acara siaran langsung di televisi. Metode yang diterapkan dalam studi ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui tinjauan pustaka. Data dikumpulkan dari beragam sumber referensi seperti buku, artikel ilmiah, dan dokumen yang relevan dengan bidang penyiaran televisi, kemudian dianalisis melalui langkah-langkah penyederhanaan data, penyajian data, dan perumusan kesimpulan. Temuan dari penelitian ini mengisyaratkan bahwa keberhasilan dalam siaran langsung televisi sangat ditentukan oleh pelaksanaan POS yang terbagi ke dalam tiga fase, yakni pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Pada fase pra produksi, master rundown berperan sebagai komponen kunci dalam mengatur kerjasama antar divisi. Pada fase produksi, kerjasama antara produser, sutradara program, dan tim teknis sangat penting dalam menjaga mutu siaran. Di sisi lain, fase pasca produksi difokuskan pada penilaian program guna meningkatkan mutu siaran yang akan datang. Selain itu, pengintegrasian alat teknis seperti sistem multi kamera, pemilih video, mixer audio, pencahayaan, serta Ruang Kontrol Utama (MCR) menjadi elemen krusial dalam memastikan kelancaran dan mutu siaran langsung. Dengan demikian, koordinasi antar tim dan optimalisasi peralatan teknis adalah kunci untuk kesuksesan produksi siaran langsung televisi.</p> <p><em>This study aims to evaluate the implementation of Standard Operating Procedures (SOPs) and the integration of technical tools in the production of live television broadcasts. The method applied in this study is qualitative research with a descriptive approach through a literature review. Data were collected from various reference sources such as books, scientific articles, and documents relevant to the field of television broadcasting, then analyzed through the steps of data simplification, data presentation, and formulation of conclusions. The findings of this study suggest that the success of live television broadcasts is largely determined by the implementation of SOPs, which are divided into three phases: pre-production, production, and post-production. In the pre-production phase, the master rundown plays a key role in managing cooperation between divisions. In the production phase, cooperation between producers, program directors, and the technical team is crucial in maintaining broadcast quality. On the other hand, the post-production phase focuses on program assessment to improve the quality of future broadcasts. In addition, the integration of technical tools such as multi-camera systems, video selectors, audio mixers, lighting, and the Main Control Room (MCR) is a crucial element in ensuring the smoothness and quality of live broadcasts. Thus, coordination between teams and optimization of technical equipment are key to the success of live television broadcast production</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22394CODE-SWITCHING IN THE FILM UPTOWN GIRLS (2003): A SOCIOLINGUISTIC STUDY OF COMMUNICATIVE FUNCTIONS IN CHARACTER DIALOGUE2026-05-31T06:59:28+00:00Resti Azzani N. Abbas321424093@mahasiswa.ung.ac.idKlara Buolo321424097@mahasiswa.ung.ac.idAdriansyah Abu Katiliadriansyahkatili@ung.ac.id<p>Alih kode merupakan fenomena sosiolinguistik di mana penutur berganti antara dua bahasa atau lebih dalam satu percakapan. Penelitian ini mengkaji fungsi komunikatif alih kode yang tercermin dalam dialog antarkarakter dalam film Amerika Uptown Girls (2003) karya sutradara Boaz Yakin. Sepengetahuan para peneliti, belum ada studi sosiolinguistik sebelumnya yang mengkaji film ini. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menerapkan kerangka fungsional dari Appel dan Muysken (1987), Gumperz (1982), Poplack (1980), dan Holmes (2013) untuk menganalisis dua puluh tuturan terpilih yang dikutip secara verbatim dari transkrip resmi film. Hasil penelitian menunjukkan empat fungsi komunikatif utama: ekspresif (35%), fatik (30%), referensial (20%), dan direktif (15%). Penelitian ini memperluas kajian alih kode ke ranah bahasa Inggris monolingual berbasis kelas sosial.</p> <p><em>Code-switching is a sociolinguistic phenomenon in which speakers shift between two or more languages or language varieties within the same conversation. This study examines the communicative functions of code-switching as reflected in character dialogue in the American film Uptown Girls (2003), directed by Boaz Yakin. To the best of the researchers’ knowledge, no previous sociolinguistic study has examined this film, representing a gap this work addresses. Using a qualitative descriptive approach, the study applies functional frameworks drawn from Appel and Muysken (1987), Gumperz (1982), Poplack (1980), and Holmes (2013) to analyse twenty selected utterances quoted verbatim from the film’s published transcript. Data were classified by structural type and communicative function through a three-stage analytical procedure. Results show four primary communicative functions: expressive (35%), phatic (30%), referential (20%), and directive (15%). The study also finds that characters use language alternation to construct social identities, manage power relations, and express emotional states. These findings extend code-switching research into a class-inflected monolingual English setting.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22845PENEGAKAN HUKUM TERHADAP KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP DI KAWASAN EKOSISTEM MANGROVE DI MUARA BADAK2026-06-10T11:02:19+00:00Tiesa Meirizka Santosotisameirizka02@gmail.comSiti Kotijahsitikotijah@fh.unmul.ac.idNur Aripkahnuraripkah@fh.unmul.ac.id<p>Penelitian ini mengkaji penegakan hukum terhadap kerusakan lingkungan hidup di kawasan ekosistem mangrove di Muara Badak dengan fokus pada pertanggungjawaban pidana pelaku serta hambatan yang dihadapi dalam upaya penegakan hukum. Kerusakan ekosistem mangrove yang terjadi akibat alih fungsi lahan dan pemanfaatan kawasan tanpa izin menimbulkan dampak ekologis, sosial, dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat pesisir. Penelitian ini menggunakan pendekatan socio-legal research dengan memanfaatkan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi lapangan serta data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, literatur, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku perusakan mangrove yang melakukan pembukaan dan pemanfaatan kawasan tanpa izin telah memenuhi unsur pertanggungjawaban pidana berdasarkan ketentuan hukum lingkungan yang berlaku. Namun demikian, penegakan hukum belum berjalan secara optimal karena sanksi yang dijatuhkan cenderung bersifat administratif dan belum memberikan efek jera yang memadai. Selain itu, terdapat berbagai hambatan yang memengaruhi efektivitas penegakan hukum, antara lain lemahnya koordinasi antarinstansi, keterbatasan sarana dan prasarana, minimnya pengawasan, serta rendahnya kesadaran hukum dan lingkungan masyarakat. Ketergantungan masyarakat terhadap pemanfaatan kawasan mangrove dan terbatasnya alternatif mata pencaharian juga menjadi faktor yang mendorong terjadinya kerusakan mangrove secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan penegakan hukum, peningkatan pengawasan, serta pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan perlindungan dan pelestarian ekosistem mangrove secara berkelanjutan.</p> <p><em>This study examines law enforcement against environmental damage in the mangrove ecosystem area of Muara Badak, focusing on the criminal liability of perpetrators and the obstacles encountered in law enforcement efforts. Damage to the mangrove ecosystem caused by land conversion and unauthorized utilization of mangrove areas has generated significant ecological, social, and economic impacts on coastal communities. This research employs a socio-legal approach by utilizing primary data obtained through interviews and field observations, as well as secondary data derived from legislation, literature, and related documents. The findings indicate that individuals responsible for mangrove destruction through unauthorized land clearing and utilization have fulfilled the elements of criminal liability under applicable environmental laws. However, law enforcement has not been fully effective, as the sanctions imposed tend to be administrative in nature and have not created a sufficient deterrent effect. Furthermore, several obstacles hinder effective law enforcement, including weak inter-agency coordination, limited facilities and infrastructure, inadequate supervision, and low levels of legal and environmental awareness among local communities. The dependence of communities on mangrove resources and the lack of alternative livelihoods also contribute to the continued degradation of mangrove ecosystems. Therefore, strengthening law enforcement mechanisms, enhancing supervision, and empowering local communities are essential to ensure the sustainable protection and conservation of mangrove ecosystems.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23020PENERAPAN TERAPI FOOT MASSAGE PADA STATUS HEMODINAMIK PASIEN TERPASANG VENTILATOR DI ICU CEMPAKA RS DR MOEWARDI SURAKARTA2026-06-14T12:03:44+00:00Raditya Fajar Pratamarfajarp31@gmail.comHermawatihermawatifarid.hf@gmail.comIsti Wulandariguest@jurnalhrst.com<p>Latar Belakang: Pasien kritis di Intensive Care Unit (ICU) yang terpasang ventilator sering mengalami instabilitas hemodinamik akibat aktivasi sistem saraf simpatis sebagai respons stres tubuh. Manajemen hemodinamik saat ini masih didominasi intervensi farmakologis, sehingga diperlukan terapi non-farmakologis seperti foot massage sebagai intervensi mandiri keperawatan untuk menstimulasi sistem saraf parasimpatis. Tujuan: Mendeskripsikan perkembangan status hemodinamik pada 2 responden sebelum dan setelah pemberian foot massage. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada dua pasien pengguna ventilator. Intervensi diberikan selama 2 hari berturut-turut dengan durasi 30 menit per sesi (15 menit pada masing-masing kaki). Data dipantau melalui bedside monitor pada tahap sebelum dan sesudah. Hasil: Hasil penerapan menunjukkan adanya tren perbaikan parameter hemodinamik yang positif pada seluruh responden setelah diberikan intervensi. Teramati adanya penurunan rata-rata Mean Arterial Pressure (MAP) hingga 15 mmHg dan penurunan frekuensi nadi yang konsisten antara 10–12 x/menit serta perbaikan saturasi oksigen. Kesimpulan: Terapi foot massage efektif mendukung stabilitas hemodinamik pasien kritis yang terpasang ventilator melalui respons relaksasi yang menekan aktivitas saraf simpatis.</p> <p><em>Background: Critically ill patients in the Intensive Care Unit (ICU) who are on mechanical ventilation often experience hemodynamic instability due to activation of the sympathetic nervous system in response to the body’s stress response. Current hemodynamic management is still dominated by pharmacological interventions, thus necessitating non-pharmacological therapies such as foot massage as an independent nursing intervention to stimulate the parasympathetic nervous system. Objective: To describe changes in hemodynamic status in 2 participants before and after foot massage. Methods: This study employed a descriptive case study design involving two ventilator-dependent patients. The intervention was administered for 2 consecutive days, with each session lasting 30 minutes (15 minutes per foot). Data were monitored via a bedside monitor before and after the intervention. Results: The results showed a positive trend in the improvement of hemodynamic parameters in all participants following the intervention. A decrease in Mean Arterial Pressure (MAP) of up to 15 mmHg and a consistent decrease in pulse rate of 10–12 beats per minute, as well as improved oxygen saturation, were observed. Conclusion: Foot massage therapy effectively supports the hemodynamic stability of critically ill patients on ventilators through a relaxation response that suppresses sympathetic nervous system activity.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23143PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENJUALAN DAN STOK BARANG BERBASIS WEB PADA USAHA TOKO SEMBAKO2026-06-17T08:02:43+00:00Suhenda Guntarasuhendaguntara230@gmail.comNisa Ramadhanirmdhninisa51@gmail.comAfninur.afni132005@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi manajemen penjualan dan stok barang berbasis web pada usaha toko sembako. Toko sembako sebagai salah satu bentuk usaha mikro yang bergerak di bidang perdagangan kebutuhan pokok masyarakat masih banyak mengandalkan pencatatan manual yang rentan terhadap kesalahan dan ketidakakuratan data. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan sistem SDLC dengan pendekatan waterfall yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Hasil penelitian ini berupa rancangan sistem yang meliputi flowchart alur sistem, use case diagram, activity diagram, desain antarmuka pengguna, serta rancangan struktur database. Dengan adanya sistem informasi ini, diharapkan pengelolaan penjualan dan stok barang pada toko sembako dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan efisien sehingga meningkatkan produktivitas usaha secara keseluruhan.</p> <p><em>This study aims to design a web-based sales and inventory management information system for grocery store businesses (toko sembako). Grocery stores, as one form of micro-enterprise engaged in trading daily necessities, still largely rely on manual recording methods that are prone to errors and data inaccuracies. The method used in this study is the SDLC system development method with a waterfall approach, covering the stages of requirements analysis, system design, implementation, testing, and maintenance. The results of this study include a system design comprising a system flowchart, use case diagram, activity diagram, user interface design, and database structure design. With this information system, it is hoped that the management of sales and inventory at grocery stores can be carried out more quickly, accurately, and efficiently, thereby improving overall business productivity.</em></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu