https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/issue/feed Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-07-30T15:21:48+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23920 KEGIATAN KHITAN MASSAL SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN EMPATI MAHASISWA KEDOKTERAN 2026-07-05T03:31:19+00:00 Tengku Regent 251001037@student.umri.ac.id Allya Mukhbita Prazuva 251001048@student.umri.ac.id Allya Mukhbita Prazuva 251001048@student.umri.ac.id Perawati 251001048@student.umri.ac.id <p>Empati merupakan salah satu sikap penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa kedokteran karena berperan dalam membangun komunikasi yang efektif dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung pengembangan empati adalah melalui keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada mahasiswa kedokteran melalui pelaksanaan khitan massal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Riau pada tanggal 21 Juni 2026 yang dilaksanakan di Gedung Fakultas Kedokteran serta bekerja sama dengan Rumah Sakit Andini, Rumah Sakit Hermina, dan Rumah Sakit Universitas Riau. Sebanyak 32 mahasiswa kedokteran yang terlibat sebagai panitia dalam kegiatan tersebut dengan jumlah peserta khitan sebanyak 57 orang anak. Mahasiswa berpartisipasi dalam proses registrasi, pendampingan peserta, mendampingi dokter, serta memberikan edukasi kepada orang tua mengenai perawatan luka pascakhitan. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar berbasis pengalaman (experiential learning) yang mendukung pengembangan kemampuan komunikasi, kepedulian, profesionalisme, dan empati mahasiswa kedokteran. Dengan demikian, kegiatan khitan massal dapat menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pembentukan karakter calon dokter yang berempati kepada pasien.</p> <p><em>Empathy is one of the essential attributes that medical students should possess, as it plays a crucial role in establishing effective communication and improving the quality of healthcare services. One approach to fostering empathy is through students' involvement in community service activities. This community service program aimed to provide experiential learning opportunities for medical students through the implementation of a mass circumcision program. The activity was conducted by the Faculty of Medicine, Universitas Muhammadiyah Riau, on June 21, 2026, at the Faculty of Medicine building, in collaboration with Andini Hospital, Hermina Hospital, and Universitas Riau Hospital. A total of 32 medical students participated as organizing committee members, while 57 children took part in the circumcision program. The students were involved in participant registration, assisting and accompanying the children, supporting physicians during the procedures, and providing education to parents regarding post-circumcision wound care. This activity offered an experiential learning opportunity that enhanced students' communication skills, compassion, professionalism, and empathy. Therefore, the mass circumcision program can serve as an effective form of community service that benefits the community while supporting the development of empathetic and professional future physicians.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/24268 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN VULVA HYGIENE TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM DI KLINIK MIFTAHUL JANNAH KOTA JAMBI TAHUN 2026 2026-07-15T04:42:09+00:00 Sulastri mahiraanindhita49@gmail.com Vera Melani vrmlni28@gmail.com Desy Susanti desisusanti.081282@gmail.com Nisa Kartika Ningsih nisakartika64@gmail.com <p>Luka perineum merupakan robekan pada daerah perineum akibat persalinan yang dapat memperlambat pemulihan ibu apabila tidak dirawat dengan baik. Di Indonesia, sekitar 75% ibu yang melahirkan secara pervaginam mengalami ruptur perineum, sehingga berisiko mengalami infeksi dan keterlambatan penyembuhan apabila perawatan luka tidak dilakukan secara benar. Salah satu faktor yang memengaruhi proses penyembuhan luka perineum adalah pengetahuan ibu serta praktik vulva hygiene. Namun, masih terdapat ibu post partum yang memiliki pengetahuan dan praktik vulva hygiene yang kurang baik sehingga berpotensi memperlambat penyembuhan luka perineum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan vulva hygiene terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu post partum di Klinik Pratama Miftahul Jannah Kota Jambi Tahun 2026.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu post partum di Klinik Pratama Miftahul Jannah Kota Jambi sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar ceklis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil Penelitian yang telah didapat dari analisi data menggunakan uji statistik uji chi-squeare menunjukan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan penyembuhan luka perineum (p-value &lt; 0,001) serta hubungan antara vulva hygiene dengan penyembuhan luka perineum (p-value&nbsp; &lt; 0,001).Disimpulkan bahwa pengetahuan dan vulva hygiene berhubungan dengan penyembuhan luka perineum pada ibu post partum. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi mengenai perawatan luka perineum dan praktik vulva hygiene yang benar untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah komplikasi.</p> <p><em>Perineal wounds are tears in the perineal area caused by childbirth that may delay maternal recovery if they are not properly managed. In Indonesia, approximately 75% of women who deliver vaginally experience perineal rupture, placing them at risk of infection and delayed wound healing if proper wound care is not provided. Maternal knowledge and appropriate vulvar hygiene practices are important factors influencing the healing process of perineal wounds. However, some postpartum mothers still have inadequate knowledge and poor vulvar hygiene practices, which may contribute to delayed perineal wound healing. This study aimed to determine the relationship between maternal knowledge and vulvar hygiene practices and perineal wound healing among postpartum mothers at Miftahul Jannah Primary Clinic, Jambi City, in 2026.This study employed a quantitative research method with a cross-sectional design. The study population consisted of all postpartum mothers at Miftahul Jannah Primary Clinic, Jambi City, totaling 30 respondents. The sampling technique used was total sampling. Data were collected using questionnaires and checklist forms and were analyzed using the Chi-Square test.The results of the statistical analysis using the Chi-Square test showed a significant relationship between maternal knowledge and perineal wound healing (p-value &lt; 0.001) as well as between vulvar hygiene practices and perineal wound healing (p-value &lt; 0.001).It can be concluded that maternal knowledge and vulvar hygiene practices are associated with perineal wound healing among postpartum mothers. Health care providers are expected to enhance education regarding proper perineal wound care and vulvar hygiene practices to promote faster wound healing and prevent complications.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23680 KARAKTERISASI MIKROORGANISME DARI AIR DANAU SIPIN BERDASARKAN PERTUMBUHAN PADA MEDIA KULTUR AGAR SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MIKROBIOLOGI FARMASI 2026-06-29T07:32:23+00:00 Ardiansyah diansyah18007@gmail.com Ardi Mustakim ardimustakim95@gmail.com Sri Nanda srinanda383@gmail.com <p>Danau merupakan sumber air tawar yang memiliki kemungkinan adanya pertumbuhan mikroorganisme.&nbsp; Mikroorganisme pada air tawar dapat berupa&nbsp; bakteri, jamur, arkea, dll. Mikroorganisme tersebut memiliki peran masing- masing dalam menjaga keseimbangan ekologi, siklus nutrisi serta pembersihan lingkungan alami.&nbsp; Untuk mengetahui adanya pertumbuhan mikroorganisme, dilakukan pengamatan dengan menggunakan beberapa parameter seperti parameter makroskopis, mikroskopis, dan pengecatan Gram. Hasil pengamatan dan pengecatan menunjukkan adanya bakteri Bacillus subtilis yang bersifat gram positif. Adanya bakteri Bacillus&nbsp; spp. Dalam air menandakan bahwa bakteri tersebut masih memiliki kualitas yang baik dikarenakan Bacillus spp.&nbsp; Mampu menjadi probiotik untuk ekosistem danau dengan mendegradasi logam berat, sehingga cemaran logam berat pada Danau Sipin dapat teratasi dengan mudah. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi sumber referensi bagi pembelajaran mikrobiologi di bidang farmasi.</p> <p><em>Lakes are freshwater sources that have the potential for the growth of microorganisms. Microorganisms in freshwater can be bacteria, fungi, archaea, etc. These microorganisms have their respective roles in maintaining ecological balance, nutrient cycles, and cleaning the natural environment. To determine the growth of microorganisms, observations were carried out using several parameters, such as macroscopic, microscopic parameters, and Gram staining. The results of observations and staining showed the presence of Bacillus subtilis bacteria, which are gram-positive. The presence of Bacillus spp. Bacteria in the water indicate that the bacteria still have good quality because Bacillus spp. are able to be probiotics for the lake ecosystem by degrading heavy metals, so that heavy metal contamination in Lake Sipin can be easily overcome. This research is expected to be a reference source for learning microbiology in the pharmaceutical field</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/24074 MOTIVASI BELAJAR DAN SELF-REGULATED LEARNING SEBAGAI FAKTOR PSIKOLOGIS DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA 2026-07-10T01:50:02+00:00 Nurhayati nurhayati@usimar.id Alya Dina alyadina.mahasiswa@gmail.com Nurul Nahdayana nurulnahdayana@gmail.com Nurul Fadila Zalzabilah nurulfadilazalzabilah@gmail.com Nur Faidah nurfdhh97@gmail.com Khusnul Khatimah hslhtmah@gmail.com <p>Keberhasilan belajar mahasiswa tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan kognitif, tetapi juga oleh faktor psikologis internal, khususnya motivasi belajar dan self-regulated learning (SRL). Artikel ini bertujuan untuk menganalisis motivasi belajar, menganalisis self-regulated learning, serta menjelaskan hubungan keduanya sebagai faktor psikologis dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang bersumber dari buku, jurnal nasional, dan jurnal internasional terbitan tahun 2020-2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi belajar berfungsi sebagai daya penggerak yang menumbuhkan ketekunan, keterlibatan aktif, dan daya tahan mahasiswa dalam menghadapi kesulitan belajar, sedangkan self-regulated learning berperan mengarahkan proses belajar melalui perencanaan, pemantauan, dan evaluasi diri secara mandiri. Kedua faktor tersebut terbukti saling menguatkan: motivasi menjadi energi awal yang mendorong regulasi diri, sementara keberhasilan regulasi diri memperkuat motivasi intrinsik melalui rasa kompeten dan efikasi diri. Ketika motivasi belajar dan self-regulated learning berada pada tingkat yang tinggi secara bersamaan, hasil belajar mahasiswa cenderung meningkat secara signifikan, tercermin dari kedisiplinan, kemandirian, dan pencapaian akademik yang lebih optimal. Artikel ini merekomendasikan agar dosen dan institusi pendidikan tinggi merancang strategi pembelajaran yang secara eksplisit menumbuhkan motivasi intrinsik sekaligus melatih keterampilan regulasi diri mahasiswa.</p> <p><em>Student learning success is not solely determined by cognitive ability but also by internal psychological factors, particularly learning motivation and self-regulated learning (SRL). This article aims to analyze learning motivation, analyze self-regulated learning, and explain the relationship between the two as psychological factors in improving student learning outcomes. This study employs a library research method with a descriptive qualitative approach, drawing on books, SINTA-accredited national journals, and international journals published between 2020 and 2026. The findings show that learning motivation functions as a driving force that fosters persistence, active engagement, and resilience in facing learning difficulties, while self-regulated learning directs the learning process through independent planning, monitoring, and evaluation. Both factors reinforce one another: motivation provides the initial energy for self-regulation, while successful self-regulation strengthens intrinsic motivation through a sense of competence and self-efficacy. When learning motivation and self-regulated learning are simultaneously high, student learning outcomes tend to improve significantly, reflected in greater discipline, independence, and academic achievement. This article recommends that lecturers and higher education institutions design instructional strategies that explicitly foster intrinsic motivation while training students' self-regulation skills.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23895 FUNGSI BALAGHAH USLŪB AN-NIDĀ' "YĀ BUNAYYA" (يَا بُنَيَّ) DALAM AL-QUR'AN 2026-07-04T06:43:59+00:00 Ida Mawaddah Ahmad imawaddah410@gmail.com Andi Miswar andi.miswar@uin-alauddin.ac.id Mohamad Harjum mohamad.harjum@uin-alauddin.ac.id <p>Uslūb al-nidā' merupakan salah satu gaya bahasa dalam Al-Qur'an yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana memanggil, tetapi juga mengandung tujuan retoris (aghrāḍ al-nidā') yang beragam sesuai dengan konteks tuturan. Salah satu bentuk nida' yang memiliki karakteristik kebahasaan dan nilai balaghah yang khas ialah panggilan yā bunayya (يَا بُنَيَّ). Ungkapan ini merupakan bentuk taṣghīr dari kata ibn yang mengandung makna kasih sayang, kelembutan, kedekatan emosional, serta nilai pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, konteks penggunaan, serta makna-makna balaghah yang terkandung dalam seluruh ayat yang menggunakan panggilan yā bunayya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data primer berupa enam ayat Al-Qur'an yang memuat lafaz yā bunayya, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab Asālīb Al-Khiṭāb Fī Al-Qur’ān Al-Karīm karya Ibrahim Khalifah, kitab balaghah lainnya, dan penelitian ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan melalui pendekatan ilmu balaghah dengan menelaah konteks ayat serta tujuan retoris dari penggunaan uslūb al-nidā'. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panggilan yā bunayya tidak hanya berfungsi sebagai alat panggil, tetapi juga menjadi strategi retoris Al-Qur'an dalam membangun komunikasi yang efektif antara ayah dan anak. Makna balaghah yang ditemukan meliputi at-taḥannun (kasih sayang), asy-syafaqah (kelembutan), an-naṣḥ (nasihat), at-tarbiyah (pendidikan), al-irsyād (bimbingan), at-taḥżīr (peringatan), at-targhīb (motivasi), al-ḥimāyah (perlindungan), al-musyāwarah (dialog), serta penguatan akidah dan spiritualitas. Dengan demikian, penggunaan yā bunayya dalam Al-Qur'an menunjukkan bahwa komunikasi yang dibangun di atas kasih sayang dan kelembutan merupakan metode pendidikan yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai keimanan, akhlak, dan ibadah.</p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/24221 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PARITAS IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN TERHADAP KEPATUHAN ANTENATAL CARE (ANC) PADA IBU HAMIL DI PMB AZIMAH KOTA JAMBI 2026 2026-07-14T06:38:43+00:00 Elly Cia Ardila ellyciaardila025@gmail.com Sunarti Lubis sunartilubis14@gmail.com Nisa Kartika Ningsih nisakartika64@gmail.com Dwi Haryanti juwiga2014@gmail.com <p>Tanda bahaya kehamilan merupakan tanda atau gejala adanya komplikasi selama kehamilan yang memerlukan penanganan segera. Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2024, angka kematian ibu (AKI) secara global tahun 2021 mencapai 395 per 100.000 kelahiran hidup. Di Indonesia, jumlah kematian ibu tahun 2023 tercatat sebanyak 4.129 kasus, dengan penyebab utama yaitu hipertensi (30%). Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan serta perbedaan pengalaman kehamilan berdasarkan paritas dapat memengaruhi kepatuhan ibu dalam melakukan kunjungan Antenatal Care (ANC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan paritas ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan terhadap kepatuhan Antenatal Care (ANC) pada ibu hamil di PMB Azimah Kota Jambi Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 44 ibu hamil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi/Buku KIA, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p &lt; 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik, mayoritas termasuk kelompok multipara, dan sebagian besar patuh melakukan kunjungan ANC sesuai standar. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan ANC (p-value = 0,003) serta terdapat hubungan yang bermakna antara paritas dengan kepatuhan Antenatal Care (ANC) (p-value = 0,021) di PMB Azimah Kota Jambi Tahun 2026. Disimpulkan bahwa pengetahuan dan paritas berhubungan dengan kepatuhan Antenatal Care (ANC) pada ibu hamil. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi tentang tanda bahaya kehamilan pada setiap kunjungan ANC agar kepatuhan ibu hamil semakin meningkat.</p> <p><em>Pregnancy danger signs are signs or symptoms indicating complications during pregnancy that require immediate medical attention. According to the World Health Organization (WHO) 2024, the global maternal mortality ratio in 2021 reached 395 per 100,000 live births. In Indonesia, 4,129 maternal deaths were recorded in 2023, with hypertension accounting for the highest proportion (30%). Insufficient knowledge of pregnancy danger signs and differences in pregnancy experience based on parity may influence pregnant women's compliance with Antenatal Care (ANC) visits. This study aimed to determine the relationship between pregnant women's knowledge and parity regarding pregnancy danger signs and their compliance with Antenatal Care (ANC) at PMB Azimah, Jambi City, in 2026. This study employed a quantitative method with a cross-sectional design. The study population consisted of 44 pregnant women selected using the total sampling technique. Data were collected using a knowledge questionnaire and observation sheets/Maternal and Child Health (MCH) books, then analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test at a significance level of p &lt; 0.05. The results showed that most respondents had good knowledge, the majority were multiparous, and most were compliant with the recommended ANC visits. Bivariate analysis revealed a significant relationship between pregnant women's knowledge of pregnancy danger signs and ANC compliance (p-value = 0.003), as well as a significant relationship between parity and ANC compliance (p-value = 0.021) at PMB Azimah, Jambi City, in 2026. In conclusion, knowledge and parity were significantly associated with pregnant women's compliance with Antenatal Care (ANC). Health care providers are expected to enhance education on pregnancy danger signs during every ANC visit to improve maternal compliance with ANC services. References: 48 (2013–2024).</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23968 FENOMENA TAWURAN REMAJA JAKARTA TIMUR YANG DIPICU KONTEN MEDIA SOSIAL: PERSPEKTIF EKOLOGI BUDAYA 2026-07-06T12:29:03+00:00 Aulia Azra auliaazra@student.uns.ac.id Salwa Wardhatul Ghaisa salwaghaisa.1723@student.uns.ac.id Abdullah Ahmad Aulia ahmadaulia999666@student.uns.ac.id Dwina Isnaini Fajrin dwinaisna@student.uns.ac.id Athallariqa Yusrasendria athallariqayusra@student.uns.ac.id Suryo Ediyono ediyonosuryo@staff.uns.ac.id <p>Penelitian ini membahas fenomena tawuran remaja di Jakarta yang dipicu oleh penggunaan media sosial dalam perspektif ekologi budaya. Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mengubah pola interaksi sosial remaja dari ruang sosial nyata menuju ruang virtual. Media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga digunakan sebagai media provokasi, tantangan antarkelompok, hingga glorifikasi kekerasan yang memicu tawuran remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara budaya digital dan perubahan perilaku sosial remaja Jakarta serta dampaknya terhadap nilai sosial masyarakat perkotaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur melalui analisis berita, jurnal, dan dokumentasi digital terkait tawuran remaja di Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram, TikTok, dan platform digital lainnya menjadi media penyebaran ajakan tawuran, pembentukan identitas kelompok, serta sarana mencari pengakuan sosial di kalangan remaja. Selain itu, lingkungan perkotaan yang individualistis, rendahnya pengawasan keluarga, dan tingginya intensitas penggunaan media sosial memperkuat perubahan budaya sosial remaja. Dalam perspektif ekologi budaya, perubahan lingkungan teknologi memengaruhi pola perilaku dan nilai sosial generasi muda sehingga memunculkan bentuk interaksi sosial baru yang cenderung mengarah pada perilaku agresif dan kekerasan kelompok. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital, pengawasan penggunaan media sosial, serta revitalisasi nilai sosial dan budaya di lingkungan remaja untuk menekan fenomena tawuran di Jakarta.</p> <p><em>This study examines the phenomenon of juvenile brawls in Jakarta triggered by social media use from the perspective of cultural ecology. The development of digital technology and social media has transformed adolescents’ patterns of social interaction from real social spaces to virtual spaces. Social media functions not only as a means of communication but also as a medium for provocation, intergroup challenges, and the glorification of violence that can trigger juvenile delinquency and street fights. This research aims to analyze the relationship between digital culture and changes in the social behavior of adolescents in Jakarta, as well as its impact on urban social values. The study employs a descriptive qualitative method with a literature study approach through the analysis of news reports, academic journals, and digital documentation related to juvenile brawls in Jakarta. The findings indicate that Instagram, TikTok, and other digital platforms have become media for spreading invitations to brawls, forming group identities, and seeking social recognition among adolescents. In addition, urban individualism, lack of family supervision, and the high intensity of social media use further reinforce changes in adolescents’ social culture. From the perspective of cultural ecology, changes in the technological environment influence the behavioral patterns and social values of the younger generation, leading to new forms of social interaction that tend to promote aggressive behavior and group violence. Therefore, strengthening digital literacy, monitoring social media use, and revitalizing social and cultural values within adolescent environments are necessary to reduce the phenomenon of juvenile brawls in Jakarta.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/24474 IDENTIFIKASI KONSEP ARSITEKTUR TIMUR TENGAH BERDASARKAN ELEMEN MASJID PADA MASJID AGUNG KOTA TEBING TINGGI 2026-07-21T04:20:19+00:00 Adinda Hayun Nisa adinda.220160138@mhs.unimal.ac.id Armelia Dafrina armelia@unimal.ac.id Hendra Aiyub hendraaiyub@unimal.ac.id <p>Masjid merupakan bangunan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan dan simbol perkembangan arsitektur Islam. Seiring berkembangnya arsitektur masjid di Indonesia, konsep arsitektur Timur Tengah banyak diterapkan pada bangunan masjid modern, termasuk Masjid Agung Kota Tebing Tinggi. Masjid ini memiliki elemen-elemen seperti kubah, minaret, lengkungan, dan ornamen yang menunjukkan karakteristik arsitektur Timur Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep arsitektur Timur Tengah berdasarkan elemen-elemen masjid yang diterapkan pada Masjid Agung Kota Tebing Tinggi serta menganalisis keterkaitan elemen-elemen tersebut dengan karakteristik arsitektur Timur Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis dilakukan terhadap elemen-elemen masjid berdasarkan teori dan dibandingkan dengan karakteristik arsitektur masjid pada beberapa periode perkembangan arsitektur Islam. Hasil penelitian diharapkan dapat mengidentifikasi konsep arsitektur Timur Tengah yang dominan diterapkan pada Masjid Agung Kota Tebing Tinggi serta menjadi referensi dalam pengembangan kajian arsitektur masjid dan pelestarian identitas arsitektur Islam di Indonesia.</p> <p><em>Mosques are structures that serve not only as places of worship but also as hubs for religious activities and symbols of the evolution of Islamic architecture. As mosque architecture in Indonesia has evolved, Middle Eastern architectural concepts have been widely adopted in modern mosque designs, including the Great Mosque of Tebing Tinggi City. This mosque incorporates features such as domes, minarets, arches, and ornamentation that reflect Middle Eastern architectural characteristics. This study aims to identify the Middle Eastern architectural concepts applied to the Great Mosque of Tebing Tinggi City through its architectural elements and to analyze the relationship between these elements and the characteristics of Middle Eastern architecture. A qualitative descriptive approach was employed, utilizing data collection methods such as observation, documentation, and literature review. The mosque's elements were analyzed based on architectural theory and compared with the characteristics of mosque architecture from various periods of Islamic architectural history. The findings are expected to identify the dominant Middle Eastern architectural concepts applied to the Great Mosque of Tebing Tinggi City and serve as a reference for the further study of mosque architecture and the preservation of Islamic architectural identity in Indonesia.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23881 IDENTITAS VISUAL MASJID AGUNG DARUL FALAH KOTA LANGSA 2026-07-03T12:12:22+00:00 Fathiya Haura fathiya.210160016@mhs.unimal.ac.id Armelia Dafrina armelia@unimal.ac.id Fidyati fidyati@unimal.ac.id <p>Masjid Agung Darul Falah Kota Langsa merupakan salah satu bangunan keagamaan yang memiliki peran penting sebagai pusat ibadah sekaligus landmark Kota Langsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkaji identitas visual pada masjid ini. Metode yang digunakan yaitu pendekatan mixed methods dengan mengombinasikan metode kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas visual bangunan terlihat dari penggunaan bentuk geometris sederhana, dominasi kubah utama, penggunaan dinding berwarna terang dengan ornamen kaligrafi, serta penerapan kolom yang memerikan kesan monumental. Hasil analisis kuesioner menunjukkan bahwa seluruh indikator identitas visual memperoleh kategori sangat baik, yang menunjukkan bahwa masyarakat memberikan persepsi positif terhadap karakter arsitektur Masjid Agung Darul Falah. Integrasi hasil observasi dan hasil kuesioner memperlihatkan bahwa identitas visual saling mendukung dalam membentuk karakter bangunan sebagai masjid agung sekaligus memperkuat citranya sebagai salah satu landmark Kota Langsa.</p> <p><em>The Darul Falah Grand Mosque in Langsa is one of the city's most significant religious buildings, serving not only as a place of worship but also as a prominent urban landmark. This study aims to identify and examine the visual identity of the mosque. A mixed-methods approach was employed by integrating qualitative and quantitative methods. Qualitative data were collected through field observations, documentation, and interviews, while quantitative data were obtained through questionnaire surveys. The findings indicate that the mosque's visual identity is characterized by the use of simple geometric forms, the dominance of the main dome, light-colored wall finishes complemented by Islamic calligraphic ornaments, and the application of monumental columns that reinforce its architectural character. The questionnaire results show that all visual identity indicators were rated in the "very good" category, indicating that the community holds a highly positive perception of the architectural character of the Darul Falah Grand Mosque. The integration of observational findings and questionnaire results demonstrates that the mosque's visual elements collectively contribute to shaping its architectural identity as a grand mosque while strengthening its image as one of the prominent landmarks of Langsa City.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/24167 ANALISIS RISIKO REPUTASI TERHADAP KEPERCAYAAN NASABAH PADA BANK SYARIAH 2026-07-13T03:41:10+00:00 Andi Hunafa Iskandar andihunafaiskandar@gmail.com Wanda Dwi Lestari wandadwilestari10@gmail.com Lutfiah Maysarah lutfiahmaysarah2@gmail.com Sayyid Haiqal Akbar sayyidhaikall@gmail.com Kamaruddin Arsyad dr.kamaruddin46@gmail.com <p>Bank syariah beroperasi dengan basis kepercayaan ganda, yaitu kepercayaan terhadap kinerja bisnis dan konsistensi penerapan prinsip syariah. Konsekuensinya, bank syariah rentan terhadap risiko reputasi yang dapat memicu penurunan kepercayaan nasabah secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara reputasi bank syariah dan loyalitas nasabah dengan menelaah sumber risiko reputasi, mekanisme pembentukan kepercayaan, serta peran nilai religius dalam menjaga stabilitas bank. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan. Data dikumpulkan dari berbagai penelitian terdahulu mengenai manajemen risiko reputasi, kepercayaan, dan loyalitas nasabah pada perbankan syariah di Indonesia. Teknik analisis data dilakukan dengan cara memilah, mengelompokkan sesuai tema, dan menarik kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa reputasi menjadi dasar utama dalam membangun kepercayaan nasabah, yang selanjutnya membentuk loyalitas baik secara langsung maupun melalui kepuasan nasabah. Lebih lanjut, kepercayaan yang berlandaskan nilai religius menjadi faktor paling kuat dalam menjaga stabilitas bank. Hal ini karena nasabah cenderung lebih memaklumi gangguan layanan teknis, namun sangat sensitif terhadap indikasi penyimpangan prinsip syariah. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi literatur manajemen risiko serta masukan praktis bagi bank syariah dalam merancang strategi mitigasi risiko berbasis penguatan nilai syariah dan kualitas layanan.</p> <p><em>Islamic banks operate on a dual foundation of trust: trust in business performance and consistency in applying Sharia principles. Consequently, Islamic banks are vulnerable to reputation risk, which can rapidly erode customer trust. This study aims to analyze the relationship between the reputation of Islamic banks and customer loyalty by examining the sources of reputation risk, the mechanisms of trust formation, and the role of religious values in maintaining bank stability. The method used is descriptive qualitative through a literature review. Data were collected from various previous studies on reputation risk management, trust, and customer loyalty in Indonesian Islamic banking. The data analysis technique involved sorting, grouping by themes, and drawing conclusions. The analysis shows that reputation serves as the primary foundation for building customer trust, which subsequently shapes loyalty both directly and through customer satisfaction. Furthermore, trust based on religious values is the strongest factor in maintaining bank stability. This is because customers tend to tolerate technical service disruptions but are highly sensitive to indications of Sharia non-compliance. This study provides theoretical contributions to risk management literature as well as practical insights for Islamic banks in designing risk mitigation strategies based on strengthening Sharia values and service quality</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23936 PERAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGATASI KRISIS MORAL GENERASI Z DI ERA DIGITAL 2026-07-05T12:45:09+00:00 Akmir akmirakmir@gmail.com Alya Dina alyadina.mahasiswa@gmail.com Nur Faidah nurfdhh97@gmail.com Resti restyrustam496@gmail.com Ummul Khaeriah ummulkhaeriah0@gmail.com Khusnul Khatimah hslhtmah@gmail.com Adinda Permana Putri adindapermanaputri@gmail.com <p>Perkembangan teknologi digital memberikan berbagai kemudahan, tetapi juga menimbulkan tantangan moral bagi Generasi Z, seperti menurunnya etika komunikasi, rendahnya kepedulian sosial, meningkatnya perilaku individualistik, serta melemahnya nilai-nilai agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan faktor penyebab krisis moral Generasi Z di era digital serta mengkaji peran pendidikan Islam dalam mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian berbagai buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis moral dipengaruhi oleh faktor keluarga, lingkungan pergaulan, serta dampak negatif globalisasi dan teknologi digital. Pendidikan Islam berperan penting dalam mengatasi permasalahan tersebut melalui penanaman nilai akidah dan akhlak, pendidikan karakter Islami, serta literasi digital berbasis nilai-nilai Islam. Melalui upaya tersebut, peserta didik diharapkan mampu menggunakan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, pendidikan Islam menjadi salah satu solusi strategis dalam membentuk Generasi Z yang berakhlak mulia dan berkarakter kuat di era digital.</p> <p><em>The development of digital technology has provided various conveniences, but it has also created moral challenges for Generation Z, such as declining communication ethics, reduced social awareness, increasing individualistic behavior, and weakening religious values. This study aims to analyze the forms and causes of the moral crisis among Generation Z in the digital era and examine the role of Islamic education in addressing these issues. This research employs a library research method with a descriptive qualitative approach through the review of books, journals, and scientific articles. The findings indicate that the moral crisis is influenced by family factors, peer environments, and the negative impacts of globalization and digital technology. Islamic education plays an important role in overcoming these challenges through the cultivation of faith (aqidah) and moral values (akhlaq), Islamic character education, and digital literacy based on Islamic values. Through these efforts, students are expected to use technology wisely, responsibly, and in accordance with Islamic principles. Therefore, Islamic education serves as a strategic solution for developing a morally upright and strong-character Generation Z in the digital era.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/24396 HUBUNGAN USIA DAN PENDIDIKAN TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA IBU HAMIL DI PMB AZIMAH TAHUN 2026 2026-07-18T03:43:39+00:00 Dwi Haryanti juwiga2014@gmail.com Sapira Apriyani safiraapriyani6@gmail.com Rahmah rahmahkelasb@gmail.com Putri Lestari putrilest98@gmail.com <p>Hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. Menurut WHO tahun 2023, sekitar 14% kematian ibu di dunia disebabkan oleh hipertensi dalam kehamilan. Faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil di antaranya adalah usia dan tingkat pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan pendidikan terhadap kejadian hipertensi pada ibu hamil di PMB Bidan Azimah Tahun 2026.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia dan pendidikan terhadap kejadian hipertensi pada ibu hamil di PMB Azimah kota jambi tahun 2026. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian kuantatif dengan pendekatan cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung dan melakukan pemeriksaan di PMB Bidan Azimah sebanyak 34 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampiling sebanyak 34 orang.Hasil Penelitian yang telah didapat dari analisis data menggunakan uji statistik uji chi-squeare menunjukan bahwa terdapat hubungan antara usia dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil dengan (p-value 0,005) dan ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil dengan (p-value 0,006) di PMB Azimah kota jambi tahun 2026.Dapat disimpulkan bahwa usia dan pendidikan berhubungan dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil di PMB Bidan Azimah Tahun 2026. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan deteksi dini serta edukasi kepada ibu hamil, terutama pada kelompok usia berisiko dan berpendidikan rendah, guna mencegah terjadinya hipertensi selama kehamilan.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23867 PENGARUH LEVERAGE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN EKSPOR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA 2026-07-03T08:25:22+00:00 Esri Tambunan esri.tambunan@student.uhn.ac.id Pintasari Nainggolan pintasari.nainggolan@student.uhn.ac.id Agnes Mastaulina Ambarita agnesmastaulina@student.uhn.ac.id Kevin Marcello Hasibuan kevin.hasibuan@student.uhn.ac.id Novia Sianipar noviasianipar@student.uhn.ac.id Elinsya Sitompul elinsyasitompul@student.uhn.ac.id Desrina Simamora desrinasimamora2004@gmail.com Raya Panjaitan rayapanjaitan15@uhn.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh leverage terhadap kinerja keuangan perusahaan ekspor yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2019–2023. Leverage diukur menggunakan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR), sedangkan kinerja keuangan diproksikan melalui Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE). Populasi penelitian mencakup 87 perusahaan ekspor yang terdaftar di BEI, dengan 52 perusahaan terpilih sebagai sampel menggunakan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan regresi panel data menggunakan pendekatan Random Effects Model (REM) yang dipilih berdasarkan Uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DER berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA (β = -0,142; p &lt; 0,01) dan ROE (β = -0,211; p &lt; 0,01). Begitu pula DAR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA (β = -0,189; p &lt; 0,05) dan ROE (β = -0,253; p &lt; 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan utang yang berlebihan pada perusahaan ekspor cenderung menurunkan profitabilitas perusahaan, yang didukung oleh teori trade-off dan teori pecking order.</p> <p><em>This study aims to analyze the effect of leverage on the financial performance of export companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2019–2023. Leverage is measured using the Debt to Equity Ratio (DER) and Debt to Asset Ratio (DAR), while financial performance is proxied through Return on Assets (ROA) and Return on Equity (ROE). The research population comprises 87 export companies listed on the IDX, with 52 companies selected as samples using purposive sampling. Data analysis was conducted using panel data regression with the Random Effects Model (REM) selected based on the Hausman Test. The results indicate that DER has a significant negative effect on ROA (β = -0.142; p &lt; 0.01) and ROE (β = -0.211; p &lt; 0.01). Similarly, DAR has a significant negative effect on ROA (β = -0.189; p &lt; 0.05) and ROE (β = -0.253; p &lt; 0.05). These findings suggest that excessive use of debt in export companies tends to reduce profitability, supported by trade-off theory and pecking order theory.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/24153 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI USIA 12-24 BULAN DI KLINIK PRATAMA MIFTATAHUL JANNAH KOTA JAMBI 2026 2026-07-12T08:33:28+00:00 Risma Sapitri rismasapitri24@gmail.com Rahmah rahmahkelasb@gamil.com Nisa Kartika Ningsih nisakartika64@gmail.com Silvia Mariana silviamariana130383@gmail.com <p>Imunisasi dasar lengkap merupakan upaya pencegahan penyakit menular pada bayi yang terbukti efektif. Cakupan imunisasi dasar lengkap masih menjadi perhatian karena masih terdapat bayi yang belum memperoleh imunisasi sesuai jadwal. Salah satu faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar adalah pengetahuan dan sikap ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 12–24 bulan di Klinik Pratama Miftahul Jannah Kota Jambi Tahun 2026. (WHO, 2024) Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 12–24 bulan di Klinik Pratama Miftahul Jannah Kota Jambi dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Data diolah menggunakan aplikasi SPSS. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square, diperoleh bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu terhadap kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 12–24 bulan dengan nilai P-value = 0,035 (p &lt; 0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu terhadap kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 12–24 bulan di Klinik Pratama Miftahul Jannah Kota Jambi Tahun 2026. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan kegiatan penyuluhan dan edukasi kepada ibu mengenai pentingnya imunisasi dasar lengkap sehingga cakupan imunisasi pada bayi dapat terus meningkat.</p> <p><em>Complete basic immunization is an effective measure for preventing infectious diseases in infants. However, the coverage of complete basic immunization remains a concern because there are still infants who do not receive immunization according to the recommended schedule. One of the factors associated with the completeness of basic immunization is maternal knowledge and attitudes. This study aimed to determine the relationship between maternal knowledge and attitudes and the completeness of basic immunization among infants aged 12–24 months at Miftahul Jannah Primary Clinic, Jambi City, in 2026 (WHO, 2024). This study employed a quantitative research method using a cross-sectional design. The study population consisted of mothers who had infants aged 12–24 months at Miftahul Jannah Primary Clinic, Jambi City. A total of 30 respondents were included in the study using the total sampling technique. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test at a 95% confidence level (α = 0.05). The data were processed using SPSS software. Based on the results of the Chi-Square statistical analysis, there was a significant relationship between maternal knowledge and attitudes and the completeness of basic immunization among infants aged 12–24 months, with a p-value of 0.035 (p &lt; 0.05). In conclusion, there is a significant relationship between maternal knowledge and attitudes and the completeness of basic immunization among infants aged 12–24 months at Miftahul Jannah Primary Clinic, Jambi City, in 2026. The findings of this study are expected to provide valuable input for healthcare professionals in improving health education and counseling activities for mothers regarding the importance of complete basic immunization, thereby increasing immunization coverage among infants.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23929 HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN BERGIZI GRATIS (MBG) DENGAN PERILAKU JAJAN SISWA DI SDN WONOASRI 02 TEMPUREJO KABUPATEN JEMBER 2026-07-05T08:52:48+00:00 Devi Agustini Rahayu agustinirahayudevi@gmail.com Susi Wahyuning Asih susiwahyuningasih@unmuhjember.ac.id Sri Wahyuni sriwahyuni@unmuhjember.ac.id <p>Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah gizi akibat pola konsumsi yang kurang sehat, termasuk tingginya perilaku jajan. Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan status gizi sekaligus membentuk perilaku makan sehat pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan perilaku jajan siswa di SDN Wonoasri 02 Tempurejo Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV dan V di SDN Wonoasri 02 Tempurejo Kabupaten Jember sebanyak 102 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji korelasi Spearman pada tingkat signifikansi α ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai pemberian makanan bergizi gratis baik, yaitu sebanyak 71 siswa (69,6%), mayoritas responden memiliki perilaku jajan sehat sebanyak 75 siswa (73,5%). Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p-value sebesar 0,005 dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,274 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan pemberian makanan bergizi gratis dengan perilaku jajan siswa dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan lemah. Simpulan penelitian ini adalah Semakin baik program pemberian makanan bergizi gratis, maka kecenderungan perilaku jajan siswa menjadi semakin sehat. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar dalam penyusunan program promosi kesehatan, edukasi gizi seimbang, serta pengawasan jajanan sehat di lingkungan sekolah. Dampak dari penerapan program MBG yang didukung edukasi kesehatan diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi anak usia sekolah, membentuk perilaku konsumsi yang sehat, dan mencegah berbagai masalah kesehatan akibat kebiasaan jajan yang tidak sehat.</p> <p><em>Elementary school children were a group that was vulnerable to nutritional problems due to unhealthy dietary patterns, including a high frequency of snack consumption. The Free Nutritious Meal (MBG) program was one of the government's initiatives to improve children's nutritional status while promoting healthy eating behaviors. This study aimed to analyze the relationship between the Free Nutritious Meal (MBG) program and the snacking behavior of students at SDN Wonoasri 02 Tempurejo, Jember Regency. This study employed a quantitative method with a correlational design and a cross-sectional approach. The study population consisted of all fourth- and fifth-grade students at SDN Wonoasri 02 Tempurejo, Jember Regency, totaling 102 students. The total sampling technique was applied. Data were collected using a questionnaire and were analyzed using the Spearman correlation test with a significance level of α ≤ 0.05. The results showed that most respondents perceived the implementation of the Free Nutritious Meal program as good, accounting for 71 students (69.6%), while the majority of respondents demonstrated healthy snacking behavior, accounting for 75 students (73.5%). The Spearman correlation test yielded a p-value of 0.005 and a correlation coefficient (r) of 0.274, indicating a statistically significant positive relationship with a weak correlation between the Free Nutritious Meal program and students' snacking behavior. It was concluded that the better the implementation of the Free Nutritious Meal program, the more likely students were to exhibit healthy snacking behavior. The findings of this study could serve as a basis for developing health promotion programs, balanced nutrition education, and healthy snack monitoring in the school environment. Furthermore, the implementation of the MBG program, supported by health education, was expected to improve the nutritional status of school-aged children, promote healthy dietary behaviors, and prevent various health problems associated with unhealthy snacking habits.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/24314 PENGARUH EDUKASI MEDIA LEAFLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PUSKESMAS PUTRI AYU KOTA JAMBI TAHUN 2026 2026-07-16T04:47:20+00:00 Mey Mey Kusumawati meymeykusumawati10@gmail.com Deliana Br Karo delianabrkaro4@gmail.com Reni Haryanti renihariyanti913@gmail.com Putri Lestari putrilest98@gmail.com <p>Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak terjadi dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi bagi ibu maupun janin. Rendahnya tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia selama kehamilan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil adalah melalui edukasi kesehatan menggunakan media <em>leaflet</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi media <em>leaflet</em> terhadap tingkat pengetahuan tentang anemia pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 43 ibu hamil trimester I yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan tentang anemia. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup sebanyak 26 orang (60,5%) dan pengetahuan kurang sebanyak 17 orang (39,5%), serta tidak ada responden yang memiliki pengetahuan baik. Setelah diberikan edukasi menggunakan media <em>leaflet</em>, terjadi peningkatan pengetahuan dimana sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 41 orang (95,3%) dan pengetahuan cukup sebanyak 2 orang (4,7%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi media <em>leaflet</em> terhadap tingkat pengetahuan tentang anemia pada ibu hamil trimester I. Dapat disimpulkan bahwa edukasi menggunakan media <em>leaflet</em> efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan ibu hamil trimester I tentang anemia. Oleh karena itu, media <em>leaflet</em> dapat digunakan sebagai salah satu sarana edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam upaya pencegahan anemia selama kehamilan.</p> <p><em>Anemia in pregnant women remains a common health problem and can lead to various complications for both the mother and the fetus. The low level of pregnant women's knowledge about anemia is one of the factors that can increase the risk of anemia during pregnancy. One effort that can be made to improve pregnant women's knowledge is through health education using leaflet media. This study aimed to determine the effect of leaflet-based educational media on the level of knowledge about anemia among first-trimester pregnant women at Putri Ayu Public Health Center, Jambi City, in 2026. This study employed a quantitative research method with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 43 first-trimester pregnant women selected through purposive sampling. The research instrument was a questionnaire measuring knowledge about anemia. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of α = 0.05. The results showed that before receiving the educational intervention, most respondents had a moderate level of knowledge, totaling 26 respondents (60.5%), while 17 respondents (39.5%) had a low level of knowledge, and none had a good level of knowledge. After receiving education through leaflet media, there was a significant improvement in knowledge, with 41 respondents (95.3%) demonstrating a good level of knowledge and 2 respondents (4.7%) demonstrating a moderate level of knowledge. Statistical analysis showed a p-value of 0.000 (p &lt; 0.05), indicating a significant effect of leaflet-based education on the level of knowledge about anemia among first-trimester pregnant women. In conclusion, education using leaflet media is effective in improving the knowledge level of first-trimester pregnant women regarding anemia. Therefore, leaflet media can be utilized as one of the health education tools to enhance pregnant women's knowledge in preventing anemia during pregnancy.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23722 INTERNALISASI NILAI PEDULI LINGKUNGAN DAN PERLINDUNGAN ANAK MELALUI PEMBELAJARAN ADWIYATA DISEKOLAH DASAR 2026-06-30T03:19:33+00:00 Ovi Fitria ovifitria2025@gmail.com Rahmadani Hasbi rahmadanihasbi83@gmail.com Suci Mayang Sari sucimayangsari14@gmail.com Surma Hayani hayanisurma6@gmail.com <p>Pendidikan karakter di sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter, peduli terhadap lingkungan, serta memahami pentingnya perlindungan hak-hak anak. Program Adiwiyata merupakan salah satu kebijakan yang dikembangkan untuk mewujudkan sekolah yang berbudaya lingkungan melalui integrasi pendidikan lingkungan ke dalam seluruh aktivitas pembelajaran. Di sisi lain, pemenuhan hak anak di lingkungan sekolah menjadi aspek penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai peduli lingkungan dan perlindungan anak melalui pembelajaran Adiwiyata di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui kajian terhadap berbagai literatur ilmiah yang meliputi artikel jurnal, buku, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan karakter, Program Adiwiyata, dan perlindungan anak. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai peduli lingkungan dan perlindungan anak dapat dilakukan melalui integrasi nilai dalam kurikulum, pembiasaan perilaku positif, keteladanan guru, kegiatan partisipatif, serta penciptaan budaya sekolah yang mendukung. Implementasi pembelajaran Adiwiyata tidak hanya meningkatkan kepedulian peserta didik terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat penghormatan terhadap hak-hak anak melalui terciptanya lingkungan belajar yang aman, sehat, dan ramah anak. Sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan proses internalisasi kedua nilai tersebut. Dengan demikian, pembelajaran Adiwiyata dapat menjadi strategi yang efektif dalam membentuk peserta didik yang berkarakter, bertanggung jawab terhadap lingkungan, serta mampu menghargai hak-hak setiap anak dalam kehidupan sehari-hari.</p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/24128 PENGARUH TEKNIK MARMET TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI IBU POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALANG BAKUNG 2026 2026-07-11T07:48:34+00:00 Hasvia Berliani hsv.berliani@gmail.com Firdha Aulia Noverina Dewi firdhaaulianoverina858@gmail.com Rosa Riya rossariya9@gmail.com Sulastri mahiraanindhita49@gmail.com <p>Kelancaran produksi Air Susu Ibu (ASI) merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Data World Health Or-ganization (WHO) menunjukkan bahwa cakupan ASI eksklusif di dunia masih sekitar 48%. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kelancaran produksi ASI adalah dengan penerapan teknik Marmet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik Marmet terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu post partum di wilayah kerja Puskesmas Talang Bakung Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan posttest only with control group design. Populasi penelitian berjumlah 220 ibu nifas dengan sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar checklist dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). &nbsp;Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden, sebanyak 19 responden (63,3%) mengalami kelancaran produksi ASI dan 11 responden (36,7%) mengalami produksi ASI tidak lancar. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,001 (p&lt;0,05), sehingga penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh teknik Marmet terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu post partum di wilayah kerja Puskesmas Talang Bakung Tahun 2026. &nbsp;Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh teknik Marmet terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu post partum di wilayah kerja Puskesmas Talang Bakung Tahun 2026. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan acuan dan sumber bacaan dalam meningkatkan wawasan serta pengetahuan ibu mengenai kelancaran produksi ASI.</p> <p><em>Smooth breast milk production is an important factor in the success of exclu-sive breastfeeding. Data from the World Health Organization (WHO) indicate that the global rate of exclusive breastfeeding is approximately 48%. One of the efforts to improve breast milk production is the application of the Marmet technique. This study aimed to determine the effect of the Marmet technique on breast milk produc-tion among postpartum mothers in the working area of Talang Bakung Public Health Center in 2026. This study employed a quantitative method with a quasi-experimental design us-ing a posttest-only with control group design. The study population consisted of 220 postpartum mothers, with a sample of 30 respondents selected using simple random sampling. Data were collected using a checklist and an observation sheet and were analyzed using the Chi-Square test with the Statistical Package for the Social Sci-ences (SPSS). The results showed that, of the 30 respondents, 19 (63.3%) experienced smooth breast milk production, while 11 (36.7%) experienced insufficient breast milk pro-duction. The Chi-Square test yielded a p-value of 0.001 (p&lt;0.05), indicating a sig-nificant effect of the Marmet technique on breast milk production among postpartum mothers in the working area of Talang Bakung Public Health Center in 2026. The findings of this study are expected to serve as a reference and educational resource for improving mothers' knowledge regarding breast milk production.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23919 MODEL PEMBELAJARAN PAK YANG INKLUSIF DAN KONTEKSTUAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL INDONESIA 2026-07-05T03:18:06+00:00 Fransiska Nggeong fnggeong@gmail.com Yanri Tahun yanritahun17@gmail.com Pinky Meilinda Adoe adoepinky06@gmail.com <p>Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan model pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) dengan mendasarkan pada nilai-nilai teologis dari 1 Korintus 12:12–25. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan metode hermeneutik historis-kritis untuk menafsirkan teks Alkitab secara kontekstual serta metode deskriptif lapangan untuk menggali realitas pendidikan PAK di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara nilai inklusif dalam teks Alkitab dan praktik di lapangan, khususnya dalam hal keterbatasan guru tetap, rendahnya partisipasi siswa Kristen, serta belum adanya strategi pembelajaran yang mengakomodasi keberagaman secara utuh. Artikel ini menegaskan bahwa prinsip tubuh Kristus dapat menjadi dasar untuk membangun ekosistem pendidikan yang menghargai setiap siswa sebagai anggota yang bermartabat. Artikel ini merekomendasikan perlunya penguatan peran guru sebagai mediator inklusivitas, pengembangan strategi pembelajaran kontekstual yang berbasis nilai Alkitabiah, serta kolaborasi antara sekolah, gereja, dan keluarga demi terwujudnya pendidikan PAK yang membebaskan dan mempersatukan.</p> <p><em>This article aims to examine and formulate an inclusive model of Christian Religious Education (PAK), grounded in the theological values of 1 Corinthians 12:12–25. The study uses a qualitative approach, employing the historical-critical hermeneutic method to interpret the biblical text contextually, alongside descriptive field research to explore the actual practices of PAK in the school setting. The findings indicate a gap between the inclusive ideals of the biblical text and the current reality, particularly in the absence of a permanent PAK teacher, low participation among Christian students, and the lack of instructional strategies that accommodate diversity holistically. The article concludes that the body of Christ metaphor can serve as a foundation for building an educational ecosystem that values every student as a dignified member of the learning community. It recommends strengthening the teacher’s role as a mediator of inclusiveness, developing contextual learning strategies based on biblical values, and fostering collaboration between school, church, and family to achieve a liberating and unifying Christian education.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/24224 PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG GIZI DAN ASI EKSLUSIF PADA BALITA STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG KAWAT TAHUN 2026 2026-07-14T07:22:04+00:00 Putri Lestari putrilest98@gmail.com Lena Afriani lenaafriani10@gmail.com Hasvia Berliani hsv.berliani@gmail.com Rosa Riya rossariya9@gmail.com <p>Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak yang terjadi akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta kurangnya stimulasi psikososial (WHO, 2020). Jumlah anak stunting di Puskesmas Simpang Kawat pada tahun 2024 sebanyak 40 orang dan pada tahun 2025 sebanyak 39 orang, survey awal peneliti diketahui bahwa masih ada ibu yang belum mengetahui tentang gizi dan ASI eksklusif pengaruhnya terhadap stunting pada Balita. Sehingga peneliti tertarik meneliti tentang pengaruh edukasi terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang Gizi dan ASI Eksklusif pada Balita Stunting di Puskesmas Simpang Kawat Tahun 2026. Metode penelitian menggunakan metode kuatitatif dengan desain pra experiment. Proses penelitian dilakukan dengan pengisian kuesioner pengetahuan dan sikap ibu sebelum pelaksanaan edukasi dan kemudian diukur kembali pengetahuan dan sikap ibu setelah pelaksanaan edukasi. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki Balita stunting pada Tahun 2025 sebanyak 39 responden dan jumlah sampel sama dengan populasi sebesar 39 responden. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Mei Tahun 2026. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner. Data di analisis secara univariat dan bivariat menggunaka uji Paired samples test. Hasil penelitian diketahui bahwa rata- rata nilai pengetahuan ibu sebelum dilaksanakan edukasi sebesar 12,21 dan 14,78 setelah dilaksanakan edukasi, rata- rata nilai sikap ibu sebelum dilaksanakan edukasi sebesar 30,21 dan 54,36 setelah dilaksanakan edukasi. Ada pengaruh edukasi tentang gizi dan ASI eksklusif pada balita stunting di Puskesmas Simpang Kawat Tahun 2026 terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu (p-value 0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh edukasi terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang Gizi dan ASI Eksklusif pada Balita Stunting di Puskesmas Simpang Kawat Tahun 2026. Diharapkan bagi semua pihak terkait untuk dapat memberikan dukungan dengan meningkatkan edukasi tentang gizi dan ASI eksklusif sehingga dapat menanggulangi dan mencegah stunting.</p> <p><em>Stunting is a growth and development disorder in children that occurs due to chronic malnutrition, repeated infections, and lack of psychosocial stimulation (WHO, 2020). The number of stunted children at Simpang Kawat Community Health Center in 2024 was 40 people and in 2025 was 39 people. The researcher's initial survey found that there were still mothers who did not know about nutrition and its effect on stunting in toddlers. Therefore, the researcher was interested in examining the effect of education on mothers' knowledge and attitudes about nutrition and exclusive breastfeeding in stunted toddlers at Simpang Kawat Community Health Center in 2026. The research method used a quantitative method with a pre-experimental design. The research process was conducted by completing a questionnaire on mothers' knowledge and attitudes before the education program was implemented, and then re-measured after the program. The population consisted of all mothers with stunted toddlers in 2025, totaling 39 respondents, and the sample size was the same as the population of 39 respondents. The research will be conducted in May 2026. Data collection was conducted by completing a questionnaire. Data were analyzed univariately and bivariately using paired samples tests. The results of the study showed that the average value of maternal knowledge before education was 12.21 and 14.78 after education, the average value of maternal attitudes before education was 30.21 and 54.36 after education. There was an effect of education about nutrition and exclusive breastfeeding on stunted toddlers at Simpang Kawat Health Center in 2026 on increasing maternal knowledge and attitudes (p-value 0.000). Therefore, it can be concluded that education has an impact on mothers' knowledge and attitudes regarding nutrition and exclusive breastfeeding for stunted toddlers at Simpang Kawat Community Health Center in 2026. All relevant parties are expected to provide support by increasing education on nutrition and exclusive breastfeeding to address and prevent stunting.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/24010 PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM MITIGASI RISIKO PEMBIAYAAN BANK SYARIAH 2026-07-08T06:57:29+00:00 Rindiani rindianirauf05@gmail.com Aliah Reski Yanti reskiyan004@gmail.com Sri Masdiana srimasdiana123@gmail.com Kamaruddin Arsyad dr.kamaruddin46@gmail.com <p>Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam manajemen risiko pembiayaan mampu meningkatkan akurasi penilaian kelayakan nasabah dan mendeteksi potensi gagal bayar lebih dini. Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas machine learning dalam credit risk management pada bank syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi literatur (Library Research) dengan mwnganalisis berbagai publikasi ilmiah terkini mengenai penerapan AI dan mechine learning dalam manajemen risiko pembiayaan, baik pada perbankan syariah maupun konvensional sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI mampu meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko pembiayaan bermasalah secara signifikan melalui penerapan automated credit scoring, early warnig system berbasis mechine learning, dan model algoritma seperti random forest serta Gradient Boosting yang tebukti memiliki akurasi prediksi gagal bayar yang tinggi. Selain itu, pendekatan Explainable Artificial Intelligence (XAI) memungkinkan bank syariah untuk memenuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan pembiayaan, sejalan dengn nilai-nilai syariah. Penelitian ini merekomendasikan agar bank syarih mengembangkan model AI yang tidak hanya akurat secara prediktif, tetapi juga interpretable dan compliant terhadap prinsip syariah guna mendukung mitigasi risiko pembiayaan yang lebih proaktif efisien dan akuntabel.</p> <p><em>The use of Artificial Intelligence (AI) in financing risk management can improve the accuracy of customer feasibility assessment and detect potential defaults at an earlier stage. This study explores the effectiveness of machine learning in credit risk management wthin Islamic banks. A descriptive qualitative method was employed through a library research approach, analyzing recent scientific publication on the application of Al and machine learning in financing risk management. Both in Islamic and conventional banking as a comparison. The results show that Al signicantly improves efficiency and reduces non-performing financing risk throught the implementation of automated credit scoring, machine learning-based early warning systems, and algorithmic models such as Random Forest and Gradient Boosting, which have proven to have high accuracy in predicting defaults risk. Furthermore, the Explainanble Artificial Intelligence (XAI) approach enables Islamic banks to maintain the principles of transparency and accountability in financing decision-making, in line with sharia values. This study recommends that Islamic banks develop AI models that are not only predictively accurate but also interpretable and sharia-compliant, in order to support more proactive, efficient, and accountable financing risk mitigation.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23891 PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SEBAGAI PONDASI PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISWA DI TENGAH KEMAJEMUKAN BUDAYA KAMPUS 2026-07-04T04:06:48+00:00 Rofus Benu rofusbenu@gmail.com Desti Dairu Milar destidairumilar@gmail.com Fransiska Yanti Nggeong fnggeong@gmail.com <p>Pendidikan Agama Kristen (PAK) di perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas, berempati, dan mampu hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman budaya. Kemajemukan budaya kampus, yang meliputi keragaman suku, bahasa, latar belakang sosial, dan pandangan dunia, menuntut adanya fondasi moral dan spiritual yang kokoh. Artikel ini mengkaji peran PAK sebagai pondasi pembentukan karakter mahasiswa di tengah kemajemukan budaya kampus melalui kajian literatur dari tahun 2019 hingga 2025. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis (systematic literature review) terhadap jurnal-jurnal teologi, pendidikan, dan sosiologi budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAK yang kontekstual, dialogis, dan transformatif secara signifikan berkontribusi dalam membentuk karakter mahasiswa yang toleran, bertanggung jawab, dan memiliki identitas iman yang kuat. Nilai-nilai Kristiani seperti kasih, keadilan, pengampunan, dan kerendahan hati menjadi pilar yang relevan dalam konteks kemajemukan budaya kampus masa kini. Penelitian ini merekomendasikan integrasi pendekatan multikultural dalam pembelajaran PAK di perguruan tinggi.</p> <p><em>Christian Religious Education (CRE) in higher education plays a strategic role in shaping students' characters toward integrity, empathy, and the ability to live harmoniously amid cultural diversity. The cultural plurality of campus life, encompassing ethnic, linguistic, social, and worldview diversity, demands a solid moral and spiritual foundation. This article examines the role of CRE as a foundation for student character formation within the context of campus cultural diversity through a literature review from 2019 to 2025. The method used is a systematic literature review of journals in theology, education, and cultural sociology. The results indicate that contextual, dialogical, and transformative CRE significantly contributes to forming students of tolerant, responsible character with strong faith identities. Christian values such as love, justice, forgiveness, and humility serve as relevant pillars in today's multicultural campus context. This study recommends the integration of multicultural approaches in CRE teaching in higher education.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/24172 STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBINA KARAKTER DISIPLIN SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 10 KUPANG 2026-07-13T04:31:11+00:00 Flonia Jedida Missa jedidhamissa@gmail.com Ferofianes Linda Tandjung lindatandjung0457@gmail.com Deviana devisibulo@gmail.com <p>Karakter disiplin siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) di SMA Negeri 10 Kupang masih rendah, ditandai dengan keterlambatan, keributan di kelas, keluar-masuk tanpa izin, serta keterlambatan pengumpulan tugas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru PAK dalam membina karakter disiplin siswa kelas XI-C di SMA Negeri 10 Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan satu guru PAK sebagai informan kunci dan lima siswa berlatar tingkat kedisiplinan berbeda sebagai informan pendukung; data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan guru PAK menerapkan lima strategi utama, yaitu keteladanan guru dalam bersikap dan berperilaku, integrasi nilai-nilai Kristiani dan Firman Tuhan, pembiasaan nilai karakter Kristen, pendampingan dan pembimbingan personal-rohani, serta penggunaan metode dan media pembelajaran yang kreatif dan kontekstual. Strategi keteladanan terbukti paling dominan karena dilaksanakan secara konsisten setiap hari dan dirasakan dampaknya oleh seluruh siswa, sementara pendampingan personal-rohani dan penggunaan metode kreatif masih diterapkan secara tidak merata dan tidak konsisten. Efektivitas kelima strategi bervariasi menurut tingkat kedisiplinan siswa: siswa berdisiplin tinggi menginternalisasi nilai secara penuh, siswa kurang disiplin memahami secara kognitif namun belum konsisten, dan siswa tidak disiplin memerlukan intervensi yang lebih intensif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi guru PAK yang konsisten dan menyeluruh berperan penting dalam membina karakter disiplin siswa, meskipun pemerataan pendampingan personal dan konsistensi metode kreatif masih perlu ditingkatkan.</p> <p><em>The discipline character of students in Christian Religious Education (CRE) learning at SMA Negeri 10 Kupang remains low, marked by tardiness, classroom disturbances, unauthorized movement in and out of class, and late assignment submission. This study aims to describe the strategies employed by CRE teachers in fostering discipline character among Grade XI-C students at SMA Negeri 10 Kupang. The study employed a descriptive qualitative approach involving one CRE teacher as the key informant and five students with varying discipline levels as supporting informants; data were collected through semi-structured interviews, non-participatory observation, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model, with data validity maintained through source and technique triangulation. The findings reveal that the teacher applied five main strategies: role modeling in attitude and behavior, integration of Christian values and Biblical teachings, habituation of Christian character values, personal-spiritual mentoring and guidance, and the use of creative and contextual learning methods and media. Role modeling proved to be the most dominant strategy, as it was practiced consistently every day and its impact was felt by all students, whereas personal-spiritual mentoring and creative methods were applied unevenly and inconsistently. The effectiveness of the five strategies varied according to students' discipline levels: highly disciplined students fully internalized the values, less disciplined students understood them cognitively without consistent application, and undisciplined students required more intensive intervention. The study concludes that consistent and comprehensive teacher strategies play a vital role in fostering students' discipline character, although the equitable distribution of personal mentoring and the consistency of creative methods still require improvement.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23955 KETERKAITAN EFIKASI DIRI DAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SIMPANG IV SIPIN KOTA JAMBI 2026-07-06T08:22:16+00:00 Ayu Seftiana ayuseftiana05@gmail.com Jelly Permatasari permatasarijelly14@gmail.com Nurhayati nurhayatiusman2886@gmail.com <p>Tuberkulosis (TB) paru masih merupakan salah satu penyakit infeksi menular yang menjadi perhatian utama global dan nasional dengan angka morbiditas yang tinggi. Keberhasilan terapi TB Paru ditentukan oleh kepatuhan minum obat pasien dalam jangka waktu minimal 6 bulan berturut-turut tanpa putus. Salah satu faktor psikologis internal yang dianggap strategis dalam menumbuhkan kepatuhan ini adalah efikasi diri (self-efficacy). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam keterkaitan antara efikasi diri dan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif korelatif melalui pendekatan belah lintang (cross-sectional). Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh penderita TB paru yang terdaftar aktif menjalani pengobatan di Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi, dengan jumlah sampel akhir didapatkan sebanyak 37 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi baku. Pengumpulan data primer dilakukan melalui pengisian kuesioner modifikasi General Self-Efficacy Scale (GSES) untuk mengukur tingkat efikasi diri dan kuesioner terstandar untuk memetakan indeks kepatuhan minum obat pasien. Analisis data dilakukan secara bertahap melalui analisis univariat dan analisis bivariat memanfaatkan uji korelasi non-parametrik Spearman Rho dibantu program SPSS. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat efikasi diri yang tinggi yakni sebesar 56,8% (21 responden) dan tingkat kepatuhan minum obat dalam kategori tinggi sebesar 43,2% (16 responden). Berdasarkan hasil analisis bivariat uji korelasi Spearman Rho, diperoleh nilai p &lt; 0,001 (p &lt; 0,05) yang secara statistik membuktikan penolakan terhadap H0. Nilai koefisien korelasi (r) yang didapatkan adalah sebesar 0,877, mengindikasikan adanya hubungan atau keterkaitan positif yang signifikan dengan tingkat keeratan hubungan yang sangat kuat antara efikasi diri dan kepatuhan minum obat. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa efikasi diri berkorelasi linear positif secara signifikan dengan kepatuhan terapi; semakin tinggi tingkat efikasi diri yang dimiliki oleh pasien TB paru, maka akan semakin tinggi pula derajat kepatuhannya dalam mengonsumsi obat anti tuberkulosis hingga fase penyembuhan tuntas.</p> <p><em>Pulmonary tuberculosis (TB) remains a globally and nationally critical infectious disease with high morbidity rates. The success of pulmonary TB therapy is heavily determined by patient compliance in taking medication for a minimum duration of six consecutive months without interruption. One of the internal psychological factors considered strategic in fostering this adherence is self-efficacy. This study aims to analyze in depth the correlation between self-efficacy and medication adherence among pulmonary tuberculosis patients at the Simpang IV Sipin Public Health Center, Jambi City. The research design employed was a quantitative descriptive correlational approach with a cross-sectional study design. The research population included all active pulmonary TB patients registered for treatment at Simpang IV Sipin Public Health Center, Jambi City, with a final sample size of 37 respondents selected using a purposive sampling technique based on established inclusion criteria.Primary data collection was conducted via a modified General Self-Efficacy Scale (GSES) questionnaire to measure self-efficacy levels and a standardized adherence questionnaire to map the patients' medication compliance index. Data were systematically processed through univariate analysis and bivariate analysis using the non-parametric Spearman Rho correlation test via SPSS software. The univariate analysis indicated that the majority of respondents possessed a high level of self-efficacy at 56.8% (21 respondents) and high-category medication adherence at 43.2% (16 respondents). Based on the bivariate Spearman Rho correlation test, a p-value &lt; 0.001 (p &lt; 0.05) was obtained, which statistically proves the rejection of H0. The correlation coefficient (r) was found to be 0.877, demonstrating a significant positive relationship with a very strong level of association between self-efficacy and medication adherence. The conclusion of this study confirms that self-efficacy correlates linearly and positively with therapeutic compliance; higher self-efficacy in pulmonary TB patients directly corresponds to a higher level of adherence in consuming anti-tuberculosis drugs until complete recovery.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/24418 RESILIENSI AKADEMIK PELAJAR PASCABENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN GAYO LUES 2026-07-18T13:30:14+00:00 Ranaya Putri Wardhaya ranaya.putri24@mhs.uinjkt.ac.id Najwa Hafizhah najwa.hafizhah24@mhs.uinjkt.ac.id Dea Sri Ayu dea.sri24@mhs.uinjkt.ac.id Muhammad Bintang Anugrah muhammad.bintang24@mhs.uinjkt.ac.id Mochammad Noviadi Nugroho adienugroho@uinjkt.ac.id <p>Kabupaten Gayo Lues merupakan salah satu wilayah di Provinsi Aceh yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana tanah longsor akibat kondisi geografis berupa pegunungan dengan curah hujan yang tinggi. Bencana tersebut tidak hanya mengakibatkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak psikologis terhadap pelajar yang berpengaruh pada motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak psikologis tanah longsor terhadap motivasi belajar pelajar di Kabupaten Gayo Lues serta merumuskan strategi pemulihan pendidikan pascabencana. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui telaah berbagai jurnal ilmiah, laporan pemerintah, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma, kecemasan, stres, dan learning loss menjadi faktor utama yang menyebabkan menurunnya motivasi belajar siswa. Kondisi tersebut diperparah oleh keterbatasan akses pendidikan, minimnya layanan psikososial, serta belum optimalnya penerapan pendidikan mitigasi bencana di sekolah. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemulihan melalui pembelajaran yang peka terhadap trauma, penguatan kapasitas guru dalam pendampingan psikososial, serta integrasi pendidikan mitigasi bencana berbasis kearifan lokal guna mendukung keberlanjutan pendidikan di wilayah rawan bencana.</p> <p><em>Gayo Lues Regency is one of the regions in Aceh Province that is highly vulnerable to landslides due to its mountainous topography and high rainfall. These disasters not only cause damage to infrastructure but also have psychological impacts on students, affecting their learning motivation. This study aims to analyze the psychological effects of landslides on students' learning motivation in Gayo Lues Regency and to formulate appropriate post-disaster educational recovery strategies. The research employed a qualitative approach using the library research method by reviewing relevant scientific journals, government reports, and policy documents. The findings indicate that psychological trauma, anxiety, stress, and learning loss are the primary factors contributing to the decline in students' learning motivation. These impacts are further aggravated by limited access to education, inadequate psychosocial support services, and the insufficient implementation of disaster mitigation education in schools. Therefore, educational recovery should emphasize trauma-informed learning, strengthening teachers' capacity to provide psychosocial support, and integrating local wisdom-based disaster mitigation education to ensure sustainable learning in disaster-prone areas.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23870 STANDARISASI FORMULASI, REKAYASA TERMAL, DAN DIVERSIFIKASI PRODUK KONTEMPORER BERBASIS KULINER NUSANTARA - INTERNASIONAL PADA DOKUMEN BUKU RESEP BERBASIS PENGALAMAN MAGANG DI GUMAYA TOWER HOTEL SEMARANG 2026-07-03T09:15:10+00:00 Gaosil Alam gocil31@students.unnes.ac.id Adlina Izah Zalfa A adlinazalfa01@students.unnes.ac.id Ella Shafrilliana Putri ellashafrillianaputri165@students.unnes.ac.id Nina Ferani ninaferani404@gmail.com <p>Penyusunan resep standar (standardized recipe) memainkan peran sentral dalam menentukan konsistensi sensoris, efisiensi bahan baku, dan minimalisasi produk cacat dalam industri pangan berskala komersial. Penelitian ini bertujuan untuk membedah aspek fungsional, parameter kontrol bio-kimia, serta kompleksitas rekayasa termal yang tertuang dalam dokumen produksi berupa buku resep karya Kelompok Magang Mahasiswa Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Semarang. Metode penelitian menggunakan analisis isi deskriptif (descriptive content analysis) terhadap 20 resep yang dikelompokkan ke dalam kluster patiseri, minuman herbal terintegrasi (fusion drink), serta hidangan utama (main course) lintas regional. Hasil analisis menunjukkan adanya pemahaman mendalam mengenai manipulasi mekanis, pemanfaatan bahan pengkondisi adonan (dough conditioner), pemanfaatan transfer panas presisi rendah (sous vide), serta modifikasi organoleptik jamu tradisional menggunakan pendekatan teknik bar modern. Rekonsiliasi antara khazanah lokal dan teknik modern ini membuktikan bahwa luaran dokumen magang mahasiswa telah mencapai standar operasional baku yang valid bagi pengembangan usaha kuliner terstandardisasi.</p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/24158 ANALISIS KARAKTERISTIK PADA ARSITEKTUR HUNIAN TRADISIONAL MELAYU KABUPATEN LANGKAT 2026-07-12T13:28:06+00:00 Salsabila Syahida salsabila.210160031@mhs.unimal.ac.id Armelia Dafrina armelia@unimal.ac.id Aris Munandar arismunandar@unimal.ac.id <p>Arsitektur Melayu merupakan salah satu bentuk warisan budaya yang berkembang seiring dengan kehidupan masyarakat Melayu dan dipengaruhi oleh nilai-nilai adat, agama, lingkungan, serta kondisi sosial setempat. Ciri khas arsitektur ini tampak pada bentuk rumah panggung, pemanfaatan material alami, pembagian ruang yang memiliki fungsi sosial dan simbolik, serta keberadaan ornamen yang mengandung makna budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pada arsitektur hunian tradisional Melayu di Kabupaten Langkat, dengan studi kasus di Dusun Ampera, Desa Stabat Lama Barat. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk fisik bangunan, elemen arsitektural, serta nilai-nilai budaya yang tercermin dalam hunian tradisional Melayu sebagai bagian dari identitas masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memperoleh gambaran yang mendalam mengenai karakteristik arsitektur hunian tradisional Melayu berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap informan yang dianggap mengetahui secara mendalam objek penelitian. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu dengan mempertimbangkan kesesuaian informan dan objek yang memiliki informasi relevan terhadap fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hunian tradisional Melayu di Dusun Ampera memiliki ciri khas pada bentuk rumah panggung, penggunaan material lokal, pembagian ruang yang mencerminkan nilai adat dan sosial, serta elemen ornamen yang menunjukkan identitas budaya Melayu. Karakteristik tersebut tidak hanya berfungsi secara fungsional, tetapi juga mengandung makna simbolik yang memperlihatkan hubungan antara arsitektur, budaya, dan kehidupan masyarakat Melayu. Dengan demikian, arsitektur hunian tradisional Melayu di Dusun Ampera merupakan wujud ekspresi budaya yang memiliki nilai historis, sosial, dan arsitektural yang penting untuk dilestarikan.</p> <p><em>Malay architecture is a form of cultural heritage that has evolved alongside the lives of the Malay people and is influenced by traditional values, religion, the environment, and local social conditions. The distinctive features of this architecture are evident in the design of stilt houses, the use of natural materials, the division of spaces that serve both social and symbolic functions, and the presence of ornamentation imbued with cultural significance. This study aims to analyze the characteristics of traditional Malay residential architecture in Langkat Regency, with a case study in Ampera Hamlet, Stabat Lama Barat Village. The research focuses on the physical form of the buildings, architectural elements, and cultural values reflected in traditional Malay dwellings as part of the local community’s identity. This study employs a descriptive qualitative method to obtain an in-depth understanding of the characteristics of traditional Malay residential architecture based on actual conditions in the field. Data collection was conducted through observation, documentation, and interviews with informants considered to have in-depth knowledge of the research subject. The sample was selected using purposive sampling, which involves considering the suitability of informants and subjects who possess information relevant to the research focus. The research findings indicate that traditional Malay dwellings in Ampera Hamlet are characterized by stilted house structures, the use of local materials, spatial arrangements that reflect customary and social values, and ornamental elements that signify Malay cultural identity. These characteristics serve not only functional purposes but also carry symbolic meanings that illustrate the relationship between architecture, culture, and the lives of the Malay community. Thus, the architecture of traditional Malay dwellings in Ampera Hamlet is a form of cultural expression possessing historical, social, and architectural value that is important to preserve.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23932 ASWAJA SEBAGAI BASIS MODERASI BERAGAMA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN KEBERAGAMAAN DI INDONESIA 2026-07-05T09:34:39+00:00 Novriyansyah Aby Putra Pratama novryaby98@gmail.com Edi Sulaiman sulaimanedi14@gmail.com Subandi subandi@radenintan.ac.id <p>Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat keberagaman yang sangat tinggi, baik dari aspek agama, suku, budaya, bahasa, maupun tradisi. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan kehidupan yang harmonis. Namun, di era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi saat ini, masyarakat Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan keberagamaan, seperti meningkatnya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, penyebaran ujaran kebencian, serta polarisasi sosial yang dipengaruhi oleh media digital. Kondisi tersebut menuntut adanya penguatan nilai-nilai moderasi beragama sebagai fondasi dalam menjaga persatuan bangsa.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sebagai basis moderasi beragama dalam menghadapi berbagai tantangan keberagamaan di Indonesia. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi terhadap buku, artikel ilmiah, dokumen pemerintah, serta berbagai literatur yang relevan mengenai konsep Aswaja dan moderasi beragama.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Aswaja yang meliputi tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleransi), i'tidal (adil), dan amar ma'ruf nahi munkar memiliki relevansi yang sangat kuat dalam memperkuat kehidupan beragama yang damai dan harmonis. Nilai-nilai tersebut mampu menjadi landasan dalam menangkal paham radikal, memperkuat sikap toleransi, menjaga persatuan bangsa, serta mendukung implementasi moderasi beragama di Indonesia. Oleh karena itu, penguatan pendidikan Aswaja di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat luas menjadi langkah strategis dalam membangun kehidupan beragama yang inklusif, damai, dan berkeadaban.</p> <p><em>Indonesia is a country with extraordinary diversity in religion, ethnicity, culture, language, and traditions. This diversity represents a national asset that must be preserved through mutual respect, tolerance, and harmonious coexistence. However, globalization and rapid technological development have created various religious challenges, including intolerance, radicalism, extremism, hate speech, and social polarization influenced by digital media. These challenges require strengthening religious moderation as a foundation for maintaining national unity.This study aims to analyze the role of Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) as the foundation of religious moderation in addressing religious challenges in Indonesia. This research employs a qualitative approach using library research methods by examining books, scientific journals, government publications, and other relevant literature.The findings indicate that the values of Aswaja, namely tawassuth (moderation), tawazun (balance), tasamuh (tolerance), i'tidal (justice), and amar ma'ruf nahi munkar, are highly relevant in strengthening peaceful and harmonious religious life. These principles serve as effective instruments for preventing radicalism, promoting tolerance, maintaining national unity, and supporting the implementation of religious moderation. Therefore, strengthening Aswaja education in families, educational institutions, and society is essential to building an inclusive, peaceful, and civilized religious life.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/24386 FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS PAAL V KOTA JAMBI TAHUN 2026 2026-07-17T12:42:48+00:00 Silvia Mariana silviamariana130383@gmail.com Devi Aprimini apridevimini@gmail.com Rosa Riya rossariya9@gmail.com Redha Ulfa redhaulfa@gmail.com <p>Anemia defisiensi besi juga dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin baik selama kehamilan maupun setelah kelahiran. Penyebab anemia pada ibu hamil antara lain usia ibu, paritas, status gizi yang tidak normal. kekurangan zat besi, infeksi, penyakit kronis, menstruasi berat, dan kehamilan yang berdekatan. Metode penelitian ini menggunakan metode kuatitatif dengan desain crossectional. Populasi adalah seluruh ibu hamil di Puskesmas Paal V Kota Jambi sebanyak 226 orang, Besar sampel sebanyak 53 orang. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Paal V Kota Jambi pada bulan Juni tahun 2026. Pengambilan data dengan menggunakan lembar kuesioner. Data dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibu hamil anemia (34,0 %), usia berisiko (37,7 %), multipara (39,6 %), status gizi tidak normal (32,1 %), tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe (34,0 %), Ada hubungan usia ibu (p- 0,027), paritas (p- 0,046), status gizi (p-0,021), konsumsi tablet Fe (p- 0,038.) dengan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Paal V Kota Jambi tahun 2026. Kesimpulan dari penelitian usia ibu, paritas, status gizi dan konsumsi tablet Fe merupakan faktor yang mempengaruhi anemia pada ibu hamil di Puskesmas Paal V Kota Jambi tahun 2026. Diharapkan penelitian ini digunakan sebagai masukan dan pertimbangan bagi perumusan kebijakan program kesehatan khususnya untuk menurunkan angka kejadian anemia pada ibu hamil.</p> <p><em>Iron deficiency anemia can also affect fetal growth and development both during pregnancy and after birth. Causes of anemia in pregnant women include maternal age, parity, abnormal nutritional status, iron deficiency, infection, chronic disease, heavy menstruation, and close pregnancies. This research used a quantitative method with a cross-sectional design. The population was all 226 pregnant women at Paal V Public Health Center in Jambi City. The sample size was 53. The study was conducted at Paal V Public Health Center in Jambi City in June 2026. Data were collected using a questionnaire. Data were analyzed univariately using frequency distribution and bivariate analysis using the chi-square test. The results showed that pregnant women were anemic (34.0%), at-risk age (37.7%), multiparous (39.6%), had abnormal nutritional status (32.1%), and were non-compliant with iron tablet consumption (34.0%). There was a relationship between maternal age (p-0.027), parity (p-0.046), nutritional status (p-0.021), and iron tablet consumption (p-0.038) with anemia in pregnant women at the Paal V Community Health Center in Jambi City in 2026. The study concludes that maternal age, parity, nutritional status, and iron (Fe) tablet consumption are factors influencing anemia among pregnant women at the Paal V Community Health Center in Jambi City in 2026. It is hoped that this research will serve as input and a basis for consideration in formulating health program policies, particularly those aimed at reducing the incidence of anemia among pregnant women.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/23769 IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA (PPPK) PADA GURU SMA NEGERI DI KABUPATEN KARIMUN 2026-07-01T02:35:31+00:00 Ranti Marshanda Sintiana ranti3151@gmail.com <p>Implementasi kebijakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan melalui penataan tenaga pendidik yang profesional. Namun, pelaksanaan kebijakan ini di daerah kepulauan seperti Kabupaten Karimun masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan akses informasi, ketimpangan distribusi guru, serta perbedaan kondisi daerah dengan kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan PPPK pada guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kabupaten Karimun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model implementasi kebijakan Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan PPPK telah berjalan cukup baik dan memberikan kontribusi terhadap penataan tenaga pendidik. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti belum optimalnya penyampaian informasi pada tahap awal pelaksanaan, distribusi guru yang belum merata, keterbatasan akibat kondisi geografis wilayah kepulauan, serta koordinasi antarinstansi yang masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan komunikasi, peningkatan koordinasi antar lembaga, pemerataan distribusi guru, serta penyesuaian implementasi kebijakan dengan karakteristik daerah agar pelaksanaan kebijakan PPPK dapat berlangsung secara lebih efektif dan berkelanjutan.</p> <p><em>The implementation of the Government Employee with a Work Agreement (PPPK) policy is one of the Indonesian government's strategies to improve the quality of human resources in the education sector through the professional management of teaching personnel. However, the implementation of this policy in archipelagic regions such as Karimun Regency continues to face several challenges, including limited access to information, unequal teacher distribution, and discrepancies between centrally formulated policies and local conditions. This study aims to analyze the implementation of the PPPK policy for public senior high school teachers in Karimun Regency. A qualitative approach with a descriptive method was employed. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using Edward III's policy implementation framework, which consists of communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The findings indicate that the implementation of the PPPK policy has generally been carried out effectively and has contributed positively to the management of teaching personnel. Nevertheless, several challenges remain, including limited dissemination of information during the initial implementation stage, unequal teacher distribution, geographical constraints associated with the archipelagic area, and the complexity of inter-agency coordination. Therefore, strengthening communication, improving institutional coordination, ensuring a more equitable distribution of teachers, and adapting policy implementation to local characteristics are necessary to enhance the effectiveness and sustainability of the PPPK policy</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/24142 EFEKTIVITAS PENGUATAN POSITIF DALAM MENGURANGI FREKUENSI KONSUMSI ALKOHOL PADA MAHASISWA 2026-07-11T13:11:52+00:00 Arsatun Nisa Salsabilla 230401110182@student.uin-malang.ac.id Najwa Shalsabil Akbar Yusuf 230401110184@student.uin-malang.ac.id Muhammad Jamaluddin jamaluddin@psi.uin-malang.ac.id <p>Konsumsi alkohol di kalangan mahasiswa menimbulkan risiko kesehatan dan akademik yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektifitas penguatan positif (positive reinforcement) dalam mengurangi frekuensi konsumsi alkohol pada mahasiswa. Menggunakan desain Single-Subject Research (SSR) tipe A-B-A selama 23 hari, tiga partisipan dipilih melalui purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan memberikan penguatan positif berupa afirmasi dan motivasi harian melalui WhatsApp. Data dianalisis menggunakan analisis tren visual (metode split-middle) dan analisis statistik Tau-U. Hasil analisis visual menunjukkan tren penurunan konsumsi pada subjek dengan frekuensi awal yang tinggi, mencapai median 0. Selain itu, hasil klinis dari skala AUDIT menunjukkan penurunan dari kategori “berisiko” menjadi “risiko rendah” pada dua subjek. Namun, analisis Tau-U menunjukkan bahwa efek gabungan tidak signifikan secara statistik (p &gt;0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun penguatan positif melalui platform digital menunjukkan potensi perubahan perilaku, efektivitas statistikanya dibatasi oleh durasi intervensi yang singkat dan faktor internal individu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan periode intervensi yang lebih lama dan ukuran sampel yang lebih besar.&nbsp;</p> <p><em>Alcohol consumption among college students poses significant health and academic risks. This study aims to evaluate the effectiveness of positive reinforcement in reducing alcohol consumption frequency among students. Using a Single-Subject Research (SSR) A-B-A design over 23 days, three participants were selected through purposive sampling. The intervention involved providing positive reinforcement in the form of daily affirmations and motivation via WhatsApp. Data were analyzed using visual trend analysis (split-middle method) and Tau-U statistical analysis. Visual analysis results showed a downward trend in consumption for subjects with high initial frequencies, reaching a median of 0. Additionally, clinical results from the AUDIT scale showed a reduction from "at risk" to "low risk" categories for two subjects. However, the Tau-U analysis indicated that the combined effect was not statistically significant (p &gt; 0.05). The study concludes that while positive reinforcement via digital platforms shows potential for behavioral change, its statistical effectiveness is limited by short intervention duration and individual internal factors. Future research should consider longer intervention periods and larger sample sizes.</em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu