https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/issue/feedJurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu2026-02-28T04:32:47+00:00Open Journal Systemshttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20065PERHITUNGAN TEGANGAN BACK FLASHOVER AKIBAT SAMBARAN PETIR LANGSUNG PADA SALURAN TRANSMISI 150 kV BENGKAYANG-SINGKAWANG2026-02-10T12:47:59+00:00Hizkia Anggrid1021201083@student.untan.ac.idUsman A. Ganiusmanagani@ymail.comRudi Kurniantorudi.kurnianto@ee.untan.ac.id<p>Petir merupakan penyebab utama gangguan pada saluran transmisi udara tegangan tinggi, terutama di Indonesia yang memiliki aktivitas petir tinggi. Salah satu gangguan yang sering terjadi adalah back flashover, yaitu loncatan api pada isolator akibat tegangan lebih dari sambaran petir ke menara atau kawat tanah yang melampaui kekuatan isolasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui probabilitas back flashover dan jumlah gangguan akibat sambaran petir langsung pada saluran transmisi 150 kV Bengkayang–Singkawang menggunakan metode gelombang berjalan dengan mempertimbangkan parameter petir, karakteristik menara, konfigurasi saluran, dan variasi tahanan pentanahan kaki menara. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai probabilitas jumlah sambaran yang dapat mengakibatkan back flashover (P_FL) pada menara, seperempat jarak dari menara, dan setengah jarak dari menara adalah identik, yaitu 0Ω - 10.25Ω = 0%; 10.5Ω = 0.04%; 10.75Ω - 11Ω = 0.31%; 11.25Ω = 0.43%; 11.5Ω - 15.25Ω = 0.56%; 15.5Ω - 16.5Ω = 1.42%; 16.75Ω - 18.5Ω = 1.82%; 18.75Ω - 23.75Ω = 2.23%; 24Ω - 31.75Ω = 2.36%; 32Ω - 36Ω = 7.43%; 36.25Ω - 44.5Ω = 9.75%; 44.75Ω - 45Ω = 18.88%; 45.25Ω - 50Ω = 21.31%. Berdasarkan hasil perhitungan, jumlah gangguan kilat pada saluran transmisi adalah sebagai berikut: 0Ω - 10.25Ω = 0 gangguan/73.653 km saluran/tahun; 10.5Ω = 0 gangguan/73.653 km saluran/tahun; 10.75Ω - 11Ω = 0.07 gangguan/73.653 km saluran/tahun; 11.25Ω = 0.09 gangguan/73.653 km saluran/tahun; 11.5Ω - 15.25Ω = 0.11 gangguan/73.653 km saluran/tahun; 15.5Ω - 16.5Ω = 0.28 gangguan /73.653 km saluran/tahun; 16.75Ω - 18.5Ω = 0.36 gangguan/73.653 km saluran/tahun; 18.75Ω - 23.75Ω = 0.43 gangguan/73.653 km saluran/tahun; 24Ω - 31.75Ω = 0.47 gangguan/73.653 km saluran/tahun; 32Ω - 36Ω = 1.46 gangguan/73.653 km saluran/tahun; 36.25Ω - 44.5Ω = 1.90 gangguan/73.653 km saluran/tahun; 44.75Ω - 45Ω = 3.69 gangguan/73.653 km saluran/tahun; 45.25Ω - 50Ω = 4.17 gangguan/73.653 km saluran/tahun.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20320JURNAL ARTIKEL LUARAN PROGRAM KULIAH KERJA PRAKTEK (KKP) PROSEDUR PENGADAAN BARANG DAN JASA PADA SATKER BIRO LOGISTIK POLDA BANTEN2026-02-26T06:35:59+00:00Asep Munir Hidayatasepmunir7@gmail.comM Fernanda Andriansyah fernanda.andriansyah@gmail.com<p>Pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah adalah alat penting dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas instansi publik. Dalam hal kepolisian, dukungan dalam hal logistik sangat penting untuk keberhasilan operasi di lapangan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji proses pengadaan barang dan jasa di Satuan Kerja Biro Logistik Polda Banten, serta untuk mengidentifikasi masalah yang timbul dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, analisis dokumen, dan keterlibatan dalam kegiatan sosialisasi tentang penginputan Rencana Umum Pengadaan (RUP). Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses pengadaan sudah sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 yang telah direvisi oleh Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021, terutama terkait dengan perencanaan dan pengumuman RUP melalui sistem elektronik. Namun, dalam praktiknya masih terdapat tantangan administrasi dan teknis yang membutuhkan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pemanfaatan sistem informasi yang lebih baik.</p> <p><em>Government procurement of goods and services is a crucial tool for enhancing the effectiveness of public agencies. For the police, logistical support is crucial for successful field operations. This paper aims to examine the procurement process within the Banten Regional Police Logistics Bureau and identify issues arising during its implementation. The research method employed is a qualitative descriptive approach through direct observation, document analysis, and participation in outreach activities on the input of the General Procurement Plan (RUP). The findings indicate that the procurement process complies with the provisions of Presidential Regulation Number 16 of 2018, as revised by Presidential Regulation Number 12 of 2021, particularly regarding the planning and announcement of the RUP through electronic systems. However, in practice, administrative and technical challenges remain, requiring enhanced human resource capacity and improved utilization of information systems.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19725PENERAPAN LATIHAN ROM (RANGE OF MOTION) TERHADAP MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK PADA LANSIA DENGAN STROKE DI DESA PANCURAN GADING, KEC. TAPUNG, KAB. KAMPAR2026-01-31T07:46:58+00:00Ning Baizuraningbaizura05@gmail.comEzalinaezalin44@gmail.comCandra Saputramahadabrata@gmail.com<p>Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering terjadi pada lansia dan dapat menimbulkan gangguan fungsi motorik, salah satunya gangguan mobilitas fisik akibat penurunan kekuatan otot dan kekakuan sendi. Gangguan tersebut dapat menyebabkan ketergantungan lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah latihan Range of Motion (ROM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan latihan ROM terhadap masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik pada lansia dengan stroke di Desa Pancuran Gading, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Metode yang digunakan adalah Evidence Based Practice dengan pendekatan studi kasus pada dua orang lansia penderita stroke. Intervensi latihan ROM diberikan selama enam hari berturut-turut dengan durasi 10–15 menit setiap sesi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pengukuran kekuatan otot menggunakan muscle power scale serta indikator keberhasilan berdasarkan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Hasil penerapan menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot dari skala 3 menjadi skala 4, penurunan kekakuan sendi, penurunan nyeri, serta peningkatan kemampuan gerak ekstremitas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan latihan ROM efektif dalam mengatasi gangguan mobilitas fisik pada lansia dengan stroke. Latihan ROM direkomendasikan sebagai salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan secara rutin dan mandiri dengan dukungan keluarga.</p> <p><em>Stroke is one of the most common non-communicable diseases among older adults and can lead to motor function impairment, particularly physical mobility disorders caused by decreased muscle strength and joint stiffness. These conditions often result in increased dependence in performing daily activities. One non-pharmacological nursing intervention that can be applied to overcome this problem is Range of Motion (ROM) exercise. This study aimed to describe the application of ROM exercises in addressing physical mobility impairment among older adults with stroke in Pancuran Gading Village, Tapung District, Kampar Regency. This study employed an Evidence-Based Practice approach using a case study design involving two older adults with stroke. ROM exercises were administered for six consecutive days, with a duration of 10–15 minutes per session. Data were collected through interviews, observations, and muscle strength assessment using the muscle power scale, as well as outcome indicators based on the Indonesian Nursing Outcome Standards (Standar Luaran Keperawatan Indonesia). The results showed an improvement in muscle strength from scale 3 to scale 4, a reduction in joint stiffness and pain, and an improvement in extremity movement. In conclusion, the application of ROM exercises was effective in improving physical mobility among older adults with stroke. ROM exercises are recommended as a nursing intervention that can be performed routinely and independently with family support.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20103ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PENERAPAN MODEL SELF CARE OREM SEBAGAI INTERVENSI KETIDAKEFEKTIFAN MANAJEMEN KESEHATAN DALAM KELUARGA DI RT 009 DESA PANCURAN GADING2026-02-11T13:30:24+00:00Sinarhati Laolisinarlaoli191@gmail.comCandra Saputramahadabrata@gmail.comEzalinaezalin44@gmail.com<p>Ketidakefektifan manajemen kesehatan dalam keluarga masih menjadi masalah signifikan, terutama pada keluarga dengan anggota yang menderita Diabetes Mellitus (DM). Faktor penyebab meliputi rendahnya dukungan keluarga, keterbatasan literasi kesehatan, kondisi ekonomi, serta kompleksitas regimen pengobatan. Penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam memutuskan dan melaksanakan perawatan anggota keluarga yang sakit DM. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek penelitian terdiri dari dua keluarga di RT 009 Desa Pancuran Gading yang memiliki anggota keluarga sakit DM. Intervensi dilaksanakan selama tiga hari dengan durasi 45 menit setiap kunjungan. Pelaksanaan intervensi berfokus pada TUK 2, yakni membimbing keluarga memutuskan perawatan, mencakup diskusi mengenai pengaturan diet, kepatuhan pengobatan, peran seluruh anggota keluarga sebagai caregiver, dan pembangunan harapan agar perawatan mandiri berjalan konsisten. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi hasil intervensi, serta dianalisis secara deskriptif menggunakan indikator Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan keluarga secara bertahap, peningkatan skor SLKI dari hari pertama hingga hari ketiga menunjukkan perubahan positif pada aspek pemahaman, keterlibatan, dan kesiapan keluarga dalam melakukan perawatan mandiri secara berkelanjutan. Kesimpulannya, penerapan Model Self-Care Orem melalui sistem Supportive– Educative efektif meningkatkan kemampuan keluarga dalam memutuskan dan melaksanakan perawatan anggota keluarga yang sakit DM, sehingga manajemen kesehatan keluarga menjadi lebih efektif.</p> <p><em>Ineffective family health management remains a significant issue, particularly in families with members suffering from Diabetes Mellitus (DM). Contributing factors include low family support, limited health literacy, economic constraints, and complex medication regimens. This study aimed to improve the family’s ability to make decisions and carry out care for family members with DM. A case study design using the nursing process approach was employed. The subjects were two families in RT 009, Desa Pancuran Gading, each having a family member with DM. The intervention was conducted over three consecutive days, with 45- minute sessions per visit. The implementation focused on TUK 2, guiding families in making care decisions, including discussions on diet regulation, medication adherence, the role of all family members as caregivers, and fostering hope to ensure consistent self-care. Data were collected through interviews, observation, physical examination, and documentation of intervention results, and analyzed descriptively using the Indonesian Nursing Outcome Standards (SLKI) indicators. The results showed a gradual improvement in family capability. SLKI scores increased from the first to the third day, indicating positive changes in family understanding, engagement, and readiness to perform sustainable self-care. In conclusion, the implementation of the Self-Care Orem Model through a Supportive–Educative system effectively enhanced family ability in decisionmaking and performing care for family members with DM, leading to more effective family health management.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20057“THE SERVICE PROFIT CHAIN” RUMAH SAKIT2026-02-10T10:36:57+00:00Anastasia Budimandok.anast.01@gmail.comChristin Natalichristinnatalia_dr@yahol.comHasna Desriyantihasnadesriyanti90@gmail.comLaode Muh. Ebit Wijaya Tamsilalaodejaya@gmail.comNonince Purnamasari Silalahisilalahinonince41@gmail.comYoana Periskila Winartoyoana_periskila@yahoo.comA. Rohendiarohendi@ars.ac.id<p>Artikel ini mengadaptasi konsep Service Profit Chain ke konteks rumah sakit dengan basis teori layanan dari Christopher Lovelock - Wirtz, J (Service Marketing). Service Profit Chain menjelaskan hubungan kausal antara praktik internal organisasi (employee satisfaction, internal service quality), kualitas layanan eksternal (service quality), kepuasan pelanggan (patient satisfaction), loyalitas pasien (patient loyalty), dan hasil organisasi (profitability & growth). Artikel ini menggunakan metode resensi deskriptif/ naratif. Dengan meninjau prinsip-prinsip layanan Lovelock, artikel ini menyajikan kerangka konseptual, dan rekomendasi manajerial untuk meningkatkan kinerja rumah sakit melalui penguatan setiap simpul rantai. Implikasi kebijakan, taktis, dan metrik pengukuran juga dibahas untuk membantu praktisi layanan kesehatan menerapkan pendekatan terpadu demi meningkatkan mutu layanan dan keberlanjutan finansial.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20312PENGARUH KEYAKINAN DIRI DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIER SMA SEDERAJAT2026-02-25T07:50:24+00:00Didit Darmawandr.diditdarmawan@gmail.comAbdullah Hilmiabdullah.hilmi.2574@gmail.comMuhammad Bustanul Arifinmuhammadbusyanul@gmail.com<p>Peserta didik remaja yang berada di tingkat SMA, menghadapi masa kritis dalam membuat keputusan karier, namun banyak di antara nya mengalami kebingungan dan kecemasan selama fase tersebut. Studi ini bermaksud untuk mengeksplorasi bagaimana efikasi diri dan dukungan keluarga memengaruhi pengambilan keputusan karier di kalangan peserta didik SMA atau sederajat. Metode studi kualitatif digunakan melalui tinjauan pustaka, mengumpulkan data dari berbagai sumber termasuk jurnal, studi ilmiah, dan buku-buku terkait. Hasil studi menunjukkan bahwa efikasi diri secara signifikan meningkatkan kematangan dan kejelasan peserta didik dalam memilih jalur karier mereka. Selain itu, dukungan keluarga, baik emosional maupun praktis, memainkan peran penting dalam meningkatkan kepercayaan diri dan keteguhan peserta didik dalam memilih karier. Interaksi antara unsur internal (efikasi diri) dan faktor eksternal (dukungan keluarga) sangat memengaruhi proses pengambilan keputusan karier. Studi ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam memberikan bimbingan karier, pengembangan keterampilan sosial, dan komunikasi yang efektif agar peserta didik dapat membuat keputusan karier yang tepat dan realistis sesuai dengan kemampuan dan tuntutan pasar kerja. Kemauan peserta didik dibentuk oleh pengaruh internal seperti efikasi diri dan pengaruh eksternal seperti dukungan keluarga. Studi ini penting untuk memahami peran kedua faktor ini dalam pengambilan keputusan karier peserta didik SMA.</p> <p><em>Teenage students in secondary school face a critical period in making career decisions, but many of them experience confusion and anxiety during this phase. This study aims to explore how self-efficacy and family support influence career decision-making among high school students or their equivalents. Qualitative research methods were used through a literature review, collecting data from various sources including journals, scientific studies, and related books. The results of the study show that self-efficacy significantly increases students' maturity and clarity in choosing their career paths. In addition, family support, both emotional and practical, plays an important role in increasing students' confidence and determination in choosing a career. The interaction between internal elements (self-efficacy) and external factors (family support) greatly influences the career decision-making process. This study highlights the importance of collaboration between schools and families in providing career guidance, social skills development, and effective communication so that students can make appropriate and realistic career decisions in line with their abilities and the demands of the job market. Students' willingness is shaped by internal influences such as self-efficacy and external influences such as family support. This study is important for understanding the role of these two factors in the career decision-making of high school students.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20092PENGARUH MODAL USAHA TERHADAP PENDAPATAN UMKM KECAMATAN PUJUT DENGAN PERSAINGAN PASAR SEBAGAI VARIABEL MODERASI2026-02-11T10:20:06+00:00R. Ayu Ida Aryaniayu.aryani@universitasbumigora.ac.idLayali Ihyanilayali@universitasbumigora.ac.idArsi Sahrul Pakenarsipaken@gmail.com<p>UMKM memiliki peranan penting dalam mendukung perekonomian daerah, termasuk di Desa Pujut, Lombok Tengah. Namun, pendapatan UMKM sangat dipengaruhi oleh ketersediaan modal usaha dan kondisi persaingan pasar yang semakin ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal usaha terhadap pendapatan UMKM serta menguji peran persaingan pasar sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei pada pelaku UMKM Desa Pujut. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan jumlah sampel 96 UMKM dan dianalisis menggunakan regresi moderasi (Moderated Regression Analysis/MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM dengan nilai koefisien 1,300 dan signifikansi 0,001; kedua, persaingan pasar berpengaruh positif terhadap pendapatan UMKM dengan nilai koefisien 1,325 dan signifikansi 0,010; dan ketiga, persaingan pasar memoderasi hubungan antara modal usaha dan pendapatan dengan arah negatif, yang ditunjukkan oleh nilai koefisien –0,068 dan signifikansi 0,004.Temuan ini mendukung Grand Theory Produksi yang menekankan bahwa modal merupakan faktor penting dalam menghasilkan output, tetapi juga menegaskan bahwa kondisi eksternal seperti persaingan pasar dapat memperlemah pengaruh positif modal terhadap pendapatan. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya pengelolaan modal usaha yang efektif, inovasi produk, dan strategi diferensiasi dalam menghadapi persaingan. Selain itu, pemerintah daerah perlu memperluas akses permodalan, memberikan pendampingan manajerial, serta menciptakan ekosistem usaha yang mendukung daya saing UMKM di Desa Pujut.</p> <p><em>Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in supporting the regional economy, including in Pujut Village, Central Lombok. However, MSME income is strongly influenced by the availability of business capital and increasingly intense market competition. This study aims to analyze the effect of business capital on MSME income and to examine the role of market competition as a moderating variable. A quantitative approach was employed using a survey method involving 96 MSME actors in Pujut Village. Data were collected through questionnaires and analyzed using Moderated Regression Analysis (MRA). The results of the study indicate that, first, business capital has a positive and significant effect on MSME income with a coefficient value of 1.300 and a significance level of 0.001; second, market competition has a positive effect on MSME income with a coefficient value of 1.325 and a significance level of 0.010; and third, market competition moderates the relationship between business capital and income in a negative direction, as indicated by a coefficient value of –0.068 and a significance level of 0.004. These findings support the Grand Theory of Production, which emphasizes capital as a crucial factor in generating output, but also highlight that external conditions such as market competition can weaken the positive impact of capital on income. The implications of this study suggest the importance of effective capital management, product innovation, and differentiation strategies in facing competition. In addition, local governments need to expand access to financing, provide managerial assistance, and create a supportive business ecosystem to strengthen the competitiveness of MSMEs in Pujut Village.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20345PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KAKU PADA RUAS JALAN MEMBURA–CEMBA SAMPAI BATAS PINRANG, KABUPATEN ENREKANG2026-02-27T08:41:40+00:00Ardiansyaharsiansyah32416@mail.comSalehsaleh.irkab@gmail.comRusmawatirusmawati0990@gmail.com<p>Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang memiliki peranan strategis dalam mendukung mobilitas manusia dan distribusi barang. Konstruksi jalan harus direncanakan agar mampu menahan beban lalu lintas serta memiliki stabilitas struktur yang memadai. Salah satu jenis perkerasan yang memiliki daya dukung tinggi dan umur layan panjang adalah perkerasan kaku (rigid pavement). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan dan tebal perkerasan kaku yang sesuai pada ruas Jalan Membura–Cemba sampai batas Pinrang, Kabupaten Enrekang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan mengacu pada Manual Desain Perkerasan Jalan Bina Marga. Data yang digunakan meliputi data lalu lintas harian rata-rata (LHR), nilai CBR tanah dasar, serta parameter desain lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai CBR tanah dasar sebesar 29,53%, LHR sebesar 51 smp/hari, dan umur rencana 20 tahun menghasilkan tebal pelat beton minimum 160 mm berdasarkan analisis kelelahan dan erosi. Untuk memenuhi faktor keamanan, tebal pelat yang digunakan adalah 180 mm dengan mutu beton K-250. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan perkerasan kaku pada jalan kabupaten dengan kondisi lalu lintas rendah hingga sedang.</p> <p><em>Roads are land transportation infrastructure that play a strategic role in supporting human mobility and the distribution of goods. Road construction must be designed to withstand traffic loads and to possess adequate structural stability. One type of pavement that has high load-bearing capacity and a long service life is rigid pavement. This study aims to determine the required thickness of rigid pavement on the Membura–Cemba Road section up to the Pinrang boundary, Enrekang Regency.</em></p> <p><em>The research method employed is a quantitative approach referring to the Bina Marga Pavement Design Manual. The data used include Average Daily Traffic (ADT), subgrade CBR values, and other design parameters. The analysis results indicate that a subgrade CBR value of 29.53%, an ADT of 51 PCU/day, and a design life of 20 years produce a minimum concrete slab thickness of 160 mm based on fatigue and erosion analyses. To satisfy safety factors, the adopted slab thickness is 180 mm using K-250 concrete quality.The results of this study are expected to serve as a reference for rigid pavement planning on regency roads with low to moderate traffic conditions.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20042PENERAPAN TERAPI BUTTERFLY HUG TERHADAP TINGKAT ANSIETAS PADA PASIEN NSTEMI PRE ELEKTIF PCI DI RUANG CVCU RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU2026-02-10T04:52:20+00:00Nurma Selanurmasela995@gmail.com Rizka Febtrinarizka.febtrina@payungnegeri.ac.idDendy Kharisnadendy.kharisna@payungnegeri.ac.id<p>Pasien Non-ST Elevation Myocardial Infarction (NSTEMI) yang menjalani prosedur Percutaneous Coronary Intervention (PCI) elektif sering mengalami ansietas pre-operatif yang kompleks. Kecemasan ini memicu pelepasan katekolamin yang meningkatkan beban kerja miokard, sehingga diperlukan manajemen non-farmakologis yang aman dan efektif. Butterfly Hug merupakan teknik stimulasi taktil bilateral yang dapat menstabilkan emosi melalui aktivasi sistem saraf parasimpatis. Menerapkan teknik Butterfly Hug untuk menurunkan tingkat ansietas pada pasien NSTEMI pre-PCI elektif di Ruang CVCU RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada empat pasien (Tn. E, Tn. H, Tn. S, dan Ny. M). Instrumen evaluasi menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dan indikator Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Intervensi dilakukan dalam satu sesi dengan durasi bervariasi (8–20 menit) sesuai dinamika operasional ruang intensif. Implementasi menunjukkan penurunan skor VAS ansietas pada seluruh pasien (rata-rata turun 3–4 poin). Hasil paling optimal dicapai oleh Ny. M (durasi 20 menit) dan Tn. E (durasi 15 menit) dengan seluruh indikator SLKI mencapai skor 5 (Menurun). Sebaliknya, pada Tn. H (12 menit) dan Tn. S (8 menit), indikator perilaku gelisah dan tegang tertahan pada skor 4 (Cukup Menurun). Kendala teknis berupa hambatan pergerakan tangan akibat selang infus ditemukan pada beberapa pasien, yang diatasi dengan penghentian sementara aliran infus guna memfasilitasi gerakan tapping yang adekuat. Teknik Butterfly Hug efektif dalam menurunkan tingkat ansietas pasien NSTEMI pre-PCI. Keberhasilan regulasi emosi yang mendalam sangat bergantung pada durasi pemberian (minimal 15 menit) dan keleluasaan gerak motorik pasien selama melakukan stimulasi bilateral.</p> <p><em>Patients with Non-ST Elevation Myocardial Infarction (NSTEMI) undergoing elective Percutaneous Coronary Intervention (PCI) often experience complex pre-operative anxiety. This anxiety triggers catecholamine release, which increases myocardial workload, necessitating safe and effective non-pharmacological management. The Butterfly Hug is a bilateral tactile stimulation technique designed to stabilize emotions by activating the parasympathetic nervous system. To apply the Butterfly Hug technique to reduce anxiety levels in NSTEMI patients pre-elective PCI in the CVCU ward of RSUD Arifin Achmad, Riau Province. This study utilized a case study approach involving four patients (Mr. E, Mr. H, Mr. S, and Mrs. M). Evaluation instruments included the Visual Analog Scale (VAS) and the Indonesian Nursing Outcome Standard (SLKI) indicators. The intervention was conducted in a single session with varying durations (8–20 minutes), adjusted to the operational dynamics of the intensive care unit. Implementation showed a decrease in VAS anxiety scores across all patients (an average reduction of 3–4 points). Optimal results were achieved by Mrs. M (20-minute duration) and Mr. E (15-minute duration), with all SLKI indicators reaching a score of 5 (Decreased). Conversely, in Mr. H (12 minutes) and Mr. S (8 minutes), indicators of restless and tense behavior remained at a score of 4 (Slightly Decreased). A technical constraint identified was the restriction of hand movement due to intravenous (IV) lines, which was managed by temporarily pausing the IV flow to facilitate adequate tapping movements. The Butterfly Hug technique is effective in reducing anxiety levels in pre-PCI NSTEMI patients. The success of profound emotional regulation significantly depends on the duration of the intervention (minimum 15 minutes) and the patient's motor freedom during the bilateral stimulation.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20134INTEGRASI KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM DAN SAINS: UPAYA MENGHAPUS DIKOTOMI ILMU DI ERA MODERN2026-02-13T03:41:05+00:00Sarah Syarifah Muharromahsarahsyarifah2805@gmail.comVialinda Siswativialindaiaidalwa@gmail.com<p>Masalah mendasar dalam sistem pendidikan Islam kontemporer adalah adanya dikotomi ilmu yang memisahkan antara ilmu agama (uhrwi) dan ilmu umum (duniawi). Pemisahan ini mengakibatkan terjadinya dualisme kepribadian pada lulusan dan ketidakmampuan pendidikan Islam dalam merespons tantangan sains dan teknologi secara teologis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi integrasi kurikulum sebagai solusi fundamental untuk menghapus dikotomi keilmuan serta merumuskan model implementasinya di era modern. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Analisis dilakukan terhadap berbagai literatur kurikulum, pemikiran tokoh pendidikan Islam, dan dokumen kebijakan pendidikan terkait. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi integrasi kurikulum harus dilakukan melalui rekonstruksi epistemologi, di mana sains dipandang sebagai manifestasi ayat-ayat kauniyah yang setara dengan ayat-ayat qauliyah. Artikel ini merumuskan tiga model integrasi, yaitu: 1) Model Restorasi (internalisasi nilai tauhid dalam sains), 2) Model Dialogis (membangun komunikasi antara teks agama dan fakta ilmiah), dan 3) Model Integratif-Interkonektif. Kesimpulan: Penghapusan dikotomi ilmu melalui kurikulum terintegrasi bukan hanya memperkaya wawasan kognitif santri/siswa, tetapi juga membentuk karakter ilmuwan yang religius. Implementasi ini menjadi syarat mutlak bagi lembaga pendidikan Islam untuk tetap relevan dan kompetitif di era Society 5.0.</p> <p><em>Integrating Islamic Education and Science Curriculum: An Effort to Eliminate the Dichotomy of Knowledge in the Modern Era. Background: A fundamental problem in the contemporary Islamic education system is the dichotomy of knowledge that separates religious sciences (ukhrawi) and general sciences (worldly). This separation results in a dualism of personality in graduates and the inability of Islamic education to respond to scientific and technological challenges theologically. Objective: This study aims to analyze curriculum integration strategies as a fundamental solution to eliminate the scientific dichotomy and formulate its implementation model in the modern era. Methods: This study employs a qualitative approach with a literature research method. Analysis was conducted on various curriculum literatures, the thoughts of Islamic education figures, and related education policy documents. Results: The research findings indicate that the curriculum integration strategy must be carried out through epistemological reconstruction, where science is viewed as a manifestation of "kauniyah" verses (natural signs) equivalent to "qauliyah" verses (revelation). This article formulates three integration models: 1) The Restoration Model (internalizing tawhid values in science), 2) The Dialogic Model (building communication between religious texts and scientific facts), and 3) The Integrative-Interconnective Model. Conclusion: Eliminating the dichotomy of knowledge through an integrated curriculum not only enriches the cognitive insight of students/santri but also forms the character of religious scientists. This implementation is an absolute requirement for Islamic educational institutions to remain relevant and competitive in the Society 5.0 era.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20078PERAN DIRECTOR OF PHOTOGRAPHY DALAM PEMBUATAN KARYA FILM PENDEK BERJUDUL "SALAH KABAR BIKIN BUBAR"2026-02-11T03:27:44+00:00Aero Stefano Gabriel Tobingaerostevano99@gmail.com<p>Film merupakan sebuah kumpulan foto yang diprojeksikan dalam urutan yang sempurna. Film diyakini sebagai media yang sangat efektif dalam menyampaikan atau membangunkan sebuah emosi.Film pendek bukan sebuah potongan dari sebuah film panjang. Film pendek umumnya dibuat karena kurangnya media atau aksesibilitas yang biasa dimiliki di film panjang. Namun, film pendek memiliki kebebasan dalam bentuknya yang membuat film pendek sangat bervariasi Program Karya yang diambil berbentuk Film Pendek dengan teknik pengambilan gambar video. Film pendek ini berjudul "SALAH KABAR BIKIN BUBAR". Film ini menceritakan persahabatan mahasiswa yang sudah lama dekat namun berakhir karena kesalahpahaman yang masing-masing terima di sosial media. Film ini menggunakan pendekatan karakter untuk menceritakan sifat dari karakter tersebut agar penonton dapat mengerti bagaimana karakter tersebut menjalani kehidupannya. Dalam pembahasan hasil karya ini, pencipta sudah menciptakan film pendek. Pada proses pembuatan film pendek ini pencipta memiliki tanggung jawab atas persiapan perlengkapan pada tahap Pra Produksi, Produksi, dan Pasca Produksi. Semua kegiatan/adegan dan tokoh pada cerita film pendek ini merupakan cerita belaka atau tidak nyata yang ditulis oleh pengarang cerita. Berdasarkan hasil karya akhir film pendek yang telah dibuat, pencipta sebagai Director of Photography memastikan bahwa tugas dari seorang DoP dilakukan dengan tanggung jawab yang penuh selama proses syuting berlangsung. Harapan pencipta karya film pendek ini yaitu film pendek ini dapat diterima oleh masyarakat dan dapat menjadi hiburan dan pesan yang positif secara langsung maupun tidak langsung oleh masyarakat</p> <p><em>Film is a collection of photographs projected in perfect sequence. Film is believed to be a very effective medium in conveying or developing an emotion. A short film is not a fragment of along film. Short films are generally made due to the lack of media or accessibility that feature films usually have. However, short films have freedom in their form which makes short films very varied. The Work Program taken is in the form of Short Films with video shooting techniques. This short film is entitled "SALAH KABAR BIKIN BUBAR". This film tells of student friendships that have been close for a long time but ended because of misunderstandings that each received on social media. This film uses a character approach to tell the nature of these characters so that the audience can understand how these characters live their lives. In discussing the results of this work, the creator has created a short film. In the process of making this short film, the creator is responsible for preparing equipment at the Pre-Production, Production, and Post-Production stages. All activities/scenes and characters in this short film are mere stories or not real stories written by the author of the story. Based on the final work of the short film that has been made, the creator as the Director of Photography ensures that the duties of a DoP are carried out with full responsibility during the shooting process. The hope of the creators of this short film work is that this short film can be accepted by the public and can be entertainment and a positive message, directly or indirectly by the public. </em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20326TINJAUAN SIKAP MASYARAKAT PENGGUNA RODA DUA DALAM MENGUTAMAKAN KESELAMATAN BERLALU LINTAS DI KOTA ENREKANG2026-02-26T09:20:17+00:00Nurul Adha Safitriuyungyuy@gmail.comMuflihah Mantasamufly508@gmail.comGusniyati Buharigusniyatibuhari@gmail.com<p>Keselamatan berlalu lintas merupakan aspek penting dalam sistem transportasi, khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau sikap masyarakat pengguna roda dua dalam mengutamakan keselamatan berlalu lintas di Kota Enrekang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pengguna sepeda motor yang beraktivitas di kawasan lampu merah simpang empat Kota Enrekang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum masyarakat telah memiliki pengetahuan dasar mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas, namun dalam praktiknya belum sepenuhnya diwujudkan dalam perilaku berkendara yang aman. Faktor lingkungan sosial, kebiasaan, serta lemahnya penegakan hukum menjadi penyebab utama rendahnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan keselamatan berlalu lintas tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada pembentukan sikap dan budaya tertib berlalu lintas di masyarakat.</p> <p><em>Traffic safety is a crucial aspect of the transportation system, particularly for motorcycle users who are highly susceptible to accidents. This study aims to examine the attitudes of motorcycle users in prioritizing traffic safety in Enrekang City. The study employed a qualitative approach with a case study approach. Data collection techniques included observation, in-depth interviews, and documentation. The informants were motorcycle users operating in the traffic light area of the Enrekang City intersection. The results indicate that, in general, the public has a basic understanding of the importance of traffic safety, but in practice, this has not been fully translated into safe driving behavior. Social environmental factors, habits, and weak law enforcement are the main causes of low compliance with traffic regulations. This study concludes that improving traffic safety depends not only on regulations but also on the formation of attitudes and a culture of orderly traffic within the community.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20029HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 4-6 TAHUN2026-02-09T10:53:50+00:00Surdayantisurdayanti82@gmail.comAfifah Nur Hidayahafifahnurhidayah@uho.ac.idDamsir D.damsir@uho.ac.id<p>Penelitian ini memiliki rumusan masalah yang mengarah pada Apakah ada hubungan antara status gizi terhadap perkembangan motorik anak usia dini?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak usia 4-6 tahun di Kel. Mandati III Kec. Wangi-Wangi Selatan kab. Wakatobi. Status gizi diukur dengan berat badan per umur serta tinggi badan badan per umur yang dikelompokkan menjadi kategori normal dan abnormal. Sedangkan perkembangan motorik kasar diukur berdasarkan kemampuan anak dalam melakukan aktivitas fisik yang melibatkan otot besar seperti berlari, melompat, dan melempar. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian ini terdiri dari 57 responden yang dipilih secara acak dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi pengukuran status gizi, tes perkembangan motorik kasar dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan komparasi data dan uji instrument yang melibatkan uji validitas, uji reliabilitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak (p<0.05). anak dengan status gizi baik menunjukkan perkembangan motorik kasar yang lebih baik dibandingkan dengan anak yang memilliki status gizi abnormal. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan uji t dimana apabila thitung > ttabel maka H0 ditolak dan Ha di terima dan jika sebaliknya antara thitung < ttabel maka H0 diterima dan Ha ditolak. Sehingga diperoleh hasil thitung = 2.509 dan ttabel = 1.672, yang berarti hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima sehingga ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak usia dini di Kelurahan Mandati III Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi.</p> <p><em>This research has a problem that leads there a relationship between nutritional status and the motor development of early childhood?. This research aims to determine the relationship between nutritional status and gross motor development of children aged 4–6 years in Mandati III Sub-district, South Wangi-Wangi District, Wakatobi Regency.Nutritional status was measured using weight-for-age and height-for-age indicators, which were categorized into normal and abnormal groups. Gross motor development was assessed based on the children’s ability to perform physical activities involving large muscles, such as running, jumping, and throwing.This study used a quantitative research design with a correlational approach. The sample consisted of 57 randomly selected respondents using a simple random sampling technique. Data collection techniques included nutritional status measurements, gross motor development tests, and documentation. The data were analyzed using comparative data analysis and instrument testing, including validity tests, reliability tests, and hypothesis testing. The results of the study showed a significant relationship between nutritional status and gross motor development in children (p < 0.05). Based on the results of the hypothesis test conducted using the t test where if t count > t table then H0 is rejected and Ha is accepted and if vice versa between t count < t table then H0 is accepted and Ha is rejected. So the results obtained t count = 2.509 and t table = 1.672, which means the null hypothesis is rejected and the alternative hypothesis is accepted so that there is a significant relationship between nutritional status and gross motor development of early childhood in Mandati III Sub-district, South Wangi-Wangi District, Wakatobi Regency.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20115PERBANDINGAN SISTEM EKONOMI ISLAM DAN SISTEM EKONOMI KAPITALIS DALAM MEWUJUDKAN KEADILAN SOSIAL2026-02-12T04:13:42+00:00Aiedil Pebri Suwarnaaidil.febri@usimar.ac.idNurul Hildayaninurulhildayani88@gmail.comIftitah Amanah Bachtiariftitahamanahb@gmail.comAnggun Pratiwianggunngapa@gmail.comKarmilahkarmilahramju@gmail.com<p>Keadilan sosial merupakan tujuan penting dalam pembangunan ekonomi, namun pencapaiannya sangat dipengaruhi oleh sistem ekonomi yang diterapkan. Sistem ekonomi kapitalis yang banyak digunakan dalam perekonomian modern dinilai mampu mendorong pertumbuhan dan efisiensi ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketimpangan distribusi kesejahteraan. Di sisi lain, sistem ekonomi Islam menawarkan pendekatan ekonomi yang menekankan nilai moral dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan sistem ekonomi Islam dan sistem ekonomi kapitalis dalam mewujudkan keadilan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, di mana data diperoleh dari berbagai literatur berupa buku dan jurnal ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan komparatif terhadap landasan filosofis, tujuan ekonomi, dan mekanisme distribusi kekayaan dari kedua sistem ekonomi. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem ekonomi kapitalis unggul dalam mendorong pertumbuhan dan efisiensi ekonomi, namun memiliki keterbatasan dalam pemerataan kesejahteraan. Sementara itu, sistem ekonomi Islam memiliki kerangka yang lebih terstruktur dalam mendorong keadilan sosial melalui integrasi nilai moral dan instrumen redistribusi kekayaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman terhadap karakteristik kedua sistem ekonomi penting sebagai dasar pengembangan kebijakan ekonomi yang lebih berorientasi pada keadilan sosial.</p> <p><em>Social justice is an important objective in economic development, yet its achievement is strongly influenced by the economic system applied. The capitalist economic system, which is widely implemented in modern economies, is considered effective in promoting economic growth and efficiency, but it also has the potential to create inequality in the distribution of welfare. In contrast, the Islamic economic system offers an economic approach that emphasizes moral values and social responsibility. This study aims to analyze the comparison between the Islamic economic system and the capitalist economic system in achieving social justice. This research employs a qualitative approach using a library research method, with data collected from relevant books and academic journals. Data analysis is conducted through a comparative approach by examining the philosophical foundations, economic objectives, and wealth distribution mechanisms of both economic systems. The findings indicate that the capitalist economic system excels in fostering economic growth and efficiency but faces limitations in ensuring equitable welfare distribution. Meanwhile, the Islamic economic system provides a more structured framework for promoting social justice through the integration of moral values and wealth redistribution instruments. This study concludes that understanding the characteristics of both economic systems is essential as a basis for developing economic policies that are more oriented toward social justice.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20066PENDEKATAN KOLABORATIF DENGAN GURU, ORANG TUA, DAN MASYARAKAT DALAM BIMBINGAN KONSELING INKLUSIF2026-02-10T13:14:59+00:00Rahmadani Hasbirahmadanihasbi83@gmail.comSuci Mayang Sarisucimayangsari14@gmail.comSiti Agustriaagustriasiti9@gmail.comTita Amanda Syahrianiamandatita56@gmail.comMustika Sariah Siagiansariahsiagian94@gmail.com<p>Kolaborasi antara guru, orangtua, dan masyarakat merupakan faktor penting dalam menciptakan proses pendidikan yang efektif dan berkelanjutan. Pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapai juga mmbutuhkan peran aktif keluarga dan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kolaboratif antara guru, orangtua, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pada jenjang pendidikan dasar. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai jurnal, buku, dan dokumen kebijakan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kolaborasi yang baik dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, membentuk karakter positif, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Oleh karena itu, diperlukan strategi kolaboratif yang sistematis dan berkesinambungan antara ketiga pihak tersebut.</p> <p><em>Collaboration between teachers, parents, and the community is an important factor in creating an effective and sustainable educational process. Education is not only the responsibility of schools but also requires the active involvement of families and the surrounding environment. This study aims to examine the collaborative roles of teachers, parents, and the community in improving the quality of education, particularly at the elementary education level. The method used in this study is library research by analyzing various journals, books, and educational policy documents. The results of the review indicate that effective collaboration can increase students’ learning motivation, foster positive character development, and create a conducive learning environment. Therefore, systematic and sustainable collaborative strategies among these three parties are necessary.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20322HAKIKAT FILSAFAT PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAN PANDANGAN HIDUP BANGSA INDONESIA2026-02-26T07:15:55+00:00Miriam Cahaya Zebuazebuamiriamcahaya@gmail.comAstuti Telaumbanuaastutitelaumbanua14@gmail.comDomma Wati Klara Sitinjakdommasitinjak070207@gmail.comGrace Shinta Ori Simamoraorigrace10@gmail.comMeliana Ormeta Angelika Sinagameilianaormeta@gmail.comSri Ayunisr.yunita@unimed.ac.id<p>Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pandangan hidup bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai filosofis yang mendalam. Sebagai sistem filsafat, Pancasila memiliki landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat filsafat Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yaitu dengan mengkaji berbagai literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila merupakan sistem filsafat yang bersumber dari nilai-nilai budaya, agama, dan pengalaman sejarah bangsa Indonesia. Secara ontologis, Pancasila menempatkan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki martabat dan kedudukan yang tinggi. Secara epistemologis, Pancasila bersumber dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang digali dari kehidupan masyarakat. Secara aksiologis, Pancasila mengandung nilai-nilai moral dan etika yang menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Selain itu, Pancasila memiliki kedudukan sebagai dasar negara yang menjadi sumber dari segala sumber hukum serta sebagai pandangan hidup bangsa yang memberikan arah dan pedoman dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, Pancasila memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter bangsa, menjaga persatuan, dan mewujudkan kehidupan yang adil, makmur, dan sejahtera.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19732MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 20252026-01-31T08:32:04+00:00Titis Jernih Wati Geatitisgea123@gmail.comAylinda Harahapaylindahrp1605@gmail.comTesya Ledistri Sibaranitesya425@gmail.comDea Agustinadgstn@gmail.comZulfa Zahirazulfazahira21@gmail.comMarlianimarliani@gmail.comHilda Irmayanihildaimayani@gmail.com<p>Asfiksia neonatorum merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal, terutama pada bayi yang memerlukan perawatan di Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Kondisi ini terjadi akibat kegagalan bayi baru lahir untuk bernapas secara spontan dan efektif segera setelah lahir, yang dapat mengakibatkan hipoksia jaringan dan gangguan fungsi organ vital. Pelayanan keperawatan di NICU memiliki peran yang san- gat penting dalam mendukung keselamatan pasien, stabilitas fisiologis, serta peningkatan kualitas hidup bayi dengan asfiksia neonatorum. Penelitian ini bertujuan untuk menggam- barkan faktor risiko asfiksia neonatorum serta pelaksanaan pelayanan keperawatan pada bayi yang dirawat di NICU Rumah Sakit Haji, Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pengumpulan data melalui observasi langsung dan telaah rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bayi dengan asfiksia neonatorum memiliki faktor risiko berupa prematuritas, berat badan lahir rendah, dan skor APGAR rendah. Pelayanan keperawatan di NICU telah dilak- sanakan sesuai dengan standar, meliputi resusitasi neonatal segera, pemantauan tanda vital secara ketat, serta pemberian dukungan respirasi dan nutrisi. Kesimpulan peneli- tian ini menegaskan bahwa pelayanan keperawatan NICU yang cepat, tepat, dan terstan- darisasi berperan penting dalam menurunkan risiko komplikasi dan meningkatkan kese- lamatan serta kualitas hidup bayi baru lahir dengan asfiksia neonatorum.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20106PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK CANGKANG TELUR TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON NORMAL2026-02-12T02:13:39+00:00Muhammad Afwan Elytely176@gmail.comVera Th C Siahayaverasiahaya6@gmail.comMusper David Soumokilmusper230378@gmail.com<p>Cangkang telur ayam di Jalan A. M. Sangadji, Kelurahan Honipopu, Kec. Sirimau, Kota Ambon Maluku, banyak ditemukan di tempat – tempat pembuatan kue atau pabrik roti. Dalam penilitian ini, dapat memanfaatkan serbuk cangkang telur ayam untuk penggunaan sebagian jumlah berat semen dalam proporsi campuran penyusun beton. Tujuan dari penilitian ini yaitu menentukan kadar presentase kuat tarik belah beton yang dapat mencapai nilai optimum dan menentukan keefektifan penggunaan serbuk cangkang telur sebagai pengganti sebagian semen.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. kemudian analisa data menggunakan pengujian analisa saringan agregat halus dan agregat kasar mengacu pada (SNI 03-1968-1990), pemeriksaan berat jenis dan penyerapan agregat mengacu pada (BS 812), pemeriksaan kadar lumpur mengacu pada (SII 0052-80), pemeriksaan bobot isi agregat halus dan agregat kasar mengacu pada (ASTM C-33), pemeriksaan kadar air mengacu pada (SII 0052-80), komposisi campuran beton mengacu pada Mix Design Beton (SNI 03-2834-2000). Berdasarkan hasil pengujian beton normal tanpa serbuk cangkang telur memperoleh nilai kuat tarik belah beton sebesar 1,37 Mpa dan hasil pengujian dengan penambahan serbuk cangkang telur 2%, 4%, dan 6% mengahasilkan kuat tarik belah beton sebesar 1,46 MPa, 1,84 MPa, dan 1,93 MPa.</p> <p><em>Chicken eggshells on A. M. Sangadji Street, Honipopu Sub-district, Sirimau District, Ambon City, Maluku, are commonly found at cake or bread factories. In this study, chicken eggshell powder can be utilized as a partial replacement for cement by weight in the concrete mix composition. The purpose of this study is to determine the percentage of split tensile strength that can reach its optimum value and to evaluate the effectiveness of using eggshell powder as a partial substitute for cement.The method used in this research is the experimental method. The data analysis included testing the sieve analysis of fine and coarse aggregates referring to SNI 03-1968-1990, specific gravity and water absorption tests based on BS 812, mud content examination according to SII 0052-80, unit weight of fine and coarse aggregates according to ASTM C-33, moisture content testing referring to SII 0052-80, and the concrete mix design based on SNI 03-2834-2000.Based on the test results, normal concrete without eggshell powder achieved a splitting tensile strength of 1.37 MPa, while the results for concrete with the addition of 2%, 4%, and 6% eggshell powder showed splitting tensile strengths of 1.46 MPa, 1.84 MPa, and 1.93 MPa, respectively.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20061KRISIS EPISTEMOLOGI DALAM PENDIDIKAN ISLAM: TANTANGAN SEKULARISASI ILMU DAN URGENSI ISLAMISASI PENGETAHUAN SEBAGAI JAWABAN ATAS GHAZWUL FIKRI2026-02-10T12:04:19+00:00Sarah Syarifah Muharromahsarahsyarifah2805@gmail.com<p>Ghazwul Fikri (perang pemikiran) telah bertransformasi dari sekadar infiltrasi budaya menjadi tantangan epistemologis yang serius dalam dunia pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis krisis epistemologi yang dialami umat Islam akibat sekularisasi ilmu pengetahuan dan bagaimana hal tersebut menjadi instrumen utama dalam Ghazwul Fikri. Dengan menggunakan pendekatan epistemologis (filsafat ilmu), penelitian ini mengeksplorasi dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum serta dampaknya terhadap cara pandang dunia (worldview) mahasiswa Muslim. Hasil kajian menunjukkan bahwa untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan langkah strategis berupa Islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer yang mengintegrasikan wahyu, rasio, dan empiris secara harmonis.</p> <p><em> hazwul Fikri (thought warfare) has transformed from mere cultural infiltration into a serious epistemological challenge within Islamic education. This article aims to analyze the epistemological crisis experienced by Muslims due to the secularization of knowledge and how it serves as a primary instrument in thought warfare. Utilizing an epistemological approach, this study explores the dichotomy between religious and general sciences and its impact on the Islamic worldview of Muslim students. The findings suggest that to address this challenge, a strategic step in the form of the Islamization of contemporary knowledge is required, harmoniously integrating revelation, reason, and empirical observation.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20319PENERAPAN TERAPI MINYAK JAHE PADA PASIEN POST KEMOTERAPI DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NAUSEA DI RUANGAN TULIP RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU2026-02-26T06:17:45+00:00Arifa Rahmaarifarahma816@gmail.comDendy Kharisnadendykharisna@gmail.comSri Yantiguest@jurnalhst.comBayu Azharguest@jurnalhst.com<p>Kemoterapi adalah pengobatan yang menggunakan bahan kimia untuk menghentikan pertumbuh dan perkembangan sel kanker serta menghancurkannya. Adapun salah satu dampak yang ditimbulkan dari kemoterapi yakni mual muntah. Penerapan intervensi ini bertujuan untuk mengevaluasi efek terapi aromaterapi jahe terhadap pasien dengan masalah keperawatan nausea post kemoterapi. Studi kasus ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental jenis one-group pre-post test. Subjek penelitian terdiri dari dua orang yang mengalami mual muntah post kemoterapi. Pengukuran intensitas mual dilakukan menggunakan skala mual (INVR), Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan yang signifikan mual muntah pada psien post kemoterapi, maupun setelah diberikan terapi aromaterapi jahe selama tiga hari. Terapi ini terbukti efektif sebagai metode non- farmakologis untuk mengurangi mual. Diharapkan, metode ini dapat digunakan sebagai alternatif perawatan mandiri dan pelengkap terapi medis konvensional.</p> <p><em>Chemotherapy is a treatment that uses chemical agents to stop the growth and development of cancer cells and to destroy them. One of the side effects of chemotherapy is nausea and vomiting. This intervention aims to evaluate the effect of ginger aromatherapy on patients with nursing problems of post- chemotherapy nausea. This case study used a quantitative method with a pre- experimental one-group pre–post test design. The research subjects consisted of two patients who experienced nausea and vomiting after chemotherapy. The intensity of nausea was measured using the nausea scale (INVR). The results showed a significant reduction in nausea and vomiting in post-chemotherapy patients after receiving ginger aromatherapy for three days. This therapy has proven to be effective as a non-pharmacological method to reduce nausea. It is expected that this method can be used as an alternative self-care treatment and as a complementary therapy to conventional medical treatment.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20101PERBANDINGAN PREDIKSI FINANSIAL DISTRESS DENGAN MODEL FULMER DAN TAFFLER2026-02-11T13:02:43+00:00Aurelia Jeslina Kening Keloreaureliajeslina@gmail.comR. Ayu Ida Aryaniayu.aryani@universitasbumigora.ac.idLayali Ihyanilayali@universitasbumigora.ac.idAlfian Sayutialfian@universitasbumigora.ac.idKhairunnisanisa@universitasbumigora.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil prediksi financial distress antara model Fulmer dan model Taffler serta menentukan model yang memiliki tingkat akurasi tertinggi dalam memprediksi potensi kebangkrutan pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitaif dengan pendekatan komparatif. Penelitian menggunakan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling sebanyak 170 sampel pengolahan data dilakukan dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan model Taffler memiliki tingkat akurasi sebesar 90,59% dengan tingkat error 9,41% dan model Fulmer memiliki tingkat akurasi sebesar 64,71% dengan tingkat error 35,29%. Berdasarkan hal tersebut, model Taffler merupakan model yang paling akurat. Secara implikatif, hasil ini dapat menjadi dasar bagi manajemen perusahaan, investor, dan regulator pasar modal dalam menggunakan model Taffler sebagai alat peringatan dini (early warning system) untuk mengevaluasi keberlanjutan usaha dan meminimalkan risiko kebangkrutan.</p> <p><em>This study aims to analyze the differences in financial distress prediction results between the Fulmer model and the Taffler model and to determine which model has the highest level of accuracy in predicting potential bankruptcy in property and real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange. This research is classified as quantitative research with a comparative approach. The study uses secondary data obtained from the companies’ annual financial statements. The sample was selected using a purposive sampling method, resulting in 170 observations, and the data were processed using SPSS. The results indicate that the Taffler model has an accuracy rate of 90.59% with an error rate of 9.41%, while the Fulmer model shows an accuracy rate of 64.71% with an error rate of 35.29%. Based on these findings, the Taffler model is considered the most accurate. Implicatively, these results may serve as a basis for company management, investors, and capital market regulators to utilize the Taffler model as an early warning system in evaluating business sustainability and minimizing the risk of bankruptcy.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20347EVALUASI PENYEBAB DAN PENANGANAN SISA MATERIAL KONSTRUKSI PADA PROYEK 2026-02-27T09:59:32+00:00Muh Aslam Hashasaslamhas@gmail.comGusniyati Buharigusniyatibuhari@gmail.comInarmiwatiinarmiwati11@gmail.com<p>Proyek konstruksi pelaksanaan Proyek Rabat Beton Dusun Bibang Desa Bolang Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang menghasilkan sisa material (waste), seperti semen, sirtu dan yang tidak terpakai, menimbulkan kerugian finansial signifikan dan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan karakteristik sisa material konstruksi pada Proyek Rabat Beton, untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya sisa material konstruksi pada proyek yang dilaksanakan secara swakelola oleh masyarakat desa.dan merumuskan alternatif penanganan sisa material konstruksi yang sesuai dengan kondisi, kapasitas, dan karakteristik proyek Dana Desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Metode Kualitatif, dengan pengumpulan data melalui Metode: wawancara dan observasi di lokasi Proyek Rabat Beton. Hasil analisis menunjukkan bahwa Jenis dan karakteristik sisa material yang paling dominan adalah pasir beton dan agregat kasar, sedangkan sisa semen terjadi dalam jumlah yang relatif kecil. Selain itu, ditemukan sisa material non-permanen berupa plastik alas cor dan papan bekisting. Sebagian besar sisa material permanen masih dalam kondisi layak pakai, sedangkan papan bekisting tidak dapat dimanfaatkan kembali akibat kerusakan selama proses pekerjaan. Penyebab terjadinya sisa material konstruksi disebabkan oleh gabungan beberapa faktor, yaitu perencanaan kebutuhan material yang belum rinci, perbedaan satuan antara RAB dan satuan pembelian material di pasaran, sistem penyimpanan material yang sederhana, pelaksanaan pekerjaan dengan penakaran manual, serta pengawasan dan pengendalian material yang belum terstruktur. Penanganan sisa material dilakukan secara sederhana, dengan memanfaatkan kembali material yang masih layak pakai dan membuang material yang sudah tidak dapat digunakan. Meskipun cara ini cukup membantu mengurangi pemborosan material, penanganannya belum dilakukan secara sistematis dan belum didukung oleh prosedur tertulis serta pencatatan yang jelas.</p> <p><em>Evaluation of the Causes and Management of Construction Material Waste in a Project (A Case Study of the Rabat Beton Project in Bibang Hamlet, Bolang Village, Alla District, Enrekang Regency). The construction project for the Bibang Hamlet Concrete Rebate Project in Bolang Village, Alla District, Enrekang Regency, produced waste materials such as cement, gravel, and unused materials, causing significant financial losses and environmental impacts.This study aims to identify the types and characteristics of construction material waste in the Concrete Rabat Project, to analyze the factors causing construction material waste in projects carried out independently by village communities, and to formulate alternatives for handling construction material waste that are appropriate to the conditions, capacity, and characteristics of the Village Fund project. This study uses a village-based approach.Qualitative method, with data collection through the following methods: interviews and observations at the Concrete Rebate Project site. The analysis results show that the most dominant types and characteristics of remaining materials are concrete sand and coarse aggregate, while cement residue occurs in relatively small amounts. In addition, non-permanent material residues were found in the form of cast base plastic and formwork boards. Most of the remaining permanent materials are still in usable condition, while the formwork boards cannot be reused due to damage during the work process. The causes of construction material waste are caused by a combination of factors, namely the lack of detailed material requirements planning, differences between the RAB units and the material purchasing units on the market, a simple material storage system, the implementation of work with manual measurements, and unstructured material supervision and control. Handling of remaining materials is carried out simply, by reusing materials that are still usable and discarding materials that are no longer usable. Although this method is quite helpful in reducing material waste, its handling is not carried out systematically and is not supported by written procedures and clear records</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20049PERBANDINGAN AKURASI MRI DAN CT SCAN DALAM DETEKSI HERNIA NUKLEUS PULPOSUS2026-02-10T07:52:30+00:00Devi Marliyasari deviakbar160@gmail.comNursama Heru Apriantoroguest@ojs.com<p>Latar Belakang: Hernia nukleus pulposus merupakan kondisi patologis kolumna vertebralis yang memerlukan diagnosis akurat untuk penatalaksanaan optimal. Magnetic Resonance Imaging dan Computed Tomography Scan merupakan modalitas pencitraan utama dalam evaluasi hernia diskus, namun perbandingan akurasi keduanya masih menjadi perdebatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan akurasi diagnostik MRI dan CT Scan dalam mendeteksi hernia nukleus pulposus melalui studi pustaka komprehensif. Metode: Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data dikumpulkan dari basis data elektronik PubMed, ScienceDirect, Scopus, dan Google Scholar dengan kriteria inklusi publikasi sepuluh tahun terakhir. Analisis dilakukan secara tematik dan komparatif terhadap parameter akurasi diagnostik. Hasil: MRI menunjukkan sensitivitas 87-97% dan spesifisitas 83-95%, superior dibandingkan CT Scan dengan sensitivitas 75-90% dan spesifisitas 70-90%. MRI unggul dalam visualisasi jaringan lunak, deteksi hernia kecil, dan komplikasi neurologis. CT Scan superior dalam evaluasi struktur tulang dan kasus dengan kalsifikasi. Kesimpulan: MRI merupakan modalitas pilihan utama dengan akurasi lebih tinggi, namun CT Scan tetap relevan sebagai alternatif pada kondisi tertentu. Pemilihan modalitas harus mempertimbangkan konteks klinis, ketersediaan, dan biaya.</p> <p><em>Background: Herniated nucleus pulposus represents a pathological condition of the vertebral column requiring accurate diagnosis for optimal management. Magnetic Resonance Imaging and Computed Tomography Scan are the primary imaging modalities in disc herniation evaluation, yet comparison of their accuracy remains debatable. Objective: This study aims to analyze and compare the diagnostic accuracy of MRI and CT Scan in detecting herniated nucleus pulposus through comprehensive literature review. Methods: The study employed qualitative design with literature review approach. Data were collected from electronic databases including PubMed, ScienceDirect, Scopus, and Google Scholar with inclusion criteria of publications from the last ten years. Analysis was conducted thematically and comparatively on diagnostic accuracy parameters. Results: MRI demonstrated sensitivity of 87-97% and specificity of 83-95%, superior to CT Scan with sensitivity of 75-90% and specificity of 70-90%. MRI excelled in soft tissue visualization, small herniation detection, and neurological complications. CT Scan was superior in bone structure evaluation and calcified cases. Conclusion: MRI represents the primary modality choice with higher accuracy, however CT Scan remains relevant as alternative in specific conditions. Modality selection should consider clinical context, availability, and cost-effectiveness.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20272HUBUNGAN TINGKAT NYERI DISMENOREA DENGAN KUALITAS TIDUR REMAJA PUTRI PADA SISWA KELAS XI MAN 1 SLEMAN2026-02-22T02:59:06+00:00Putri Azahiraptrazahira@gmail.comWarsitiwarsitirishadi@unisayogya.ac.idDiah Nur Annisadiahnuranisa@unisayogya.ac.id<p>Latar belakang: Kualitas tidur merupakan ukuran dimana seseorang dapat mengalami kemudahan dalam memulai tidur dan mempertahankan tidur tanpa terjaga. Kualitas tidur seseorang digambarkan dengan lamanya waktu tidur dan keluhan-keluhan yang dirasakan sewaktu tidur nya, dan dismenorea di pengaruhi oleh beberapa hormon yang berperan dalam perjalanan nyeri dismenorea dan mempengaruhi kualitas tidur. Tujuan: Tujuan dari penelitian untuk Mengetahui hubungan Tingkat Nyeri Dismenorea dengan Kualitas Tidur pada remaja putri di MAN 1 Sleman, Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi, dan pendekatan waktu yang digunakan adalah cross-sectional. Hasil: Hasil analisa data menggunakan spearman rank diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar -0,786 dengan signifikansi p (value) = 0,000 (p < 0,05) dengan interpretasi nilai p (value) < 0,05. Maka hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat nyeri dismenorea dengan kualitas tidur remaja putri kelas XI MAN 1 Sleman. sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara Tingkat Nyeri Dismenorea dengan Kuallitas Tidur Remaja Putri Pada Siswa Kelas XI MAN 1 Sleman.</p> <p><em>Background: Sleep quality is a measure of how easily a person can fall asleep and stay asleep without waking up. Sleep quality is defined by the length of sleep and any symptoms experienced during sleep. Dysmenorrhea is influenced by several hormones that play a role in the course of dysmenorrheal pain and affect sleep quality. Objective: This study aimed to determine the relationship between the level of dysmenorrhea pain and sleep quality in female adolescents at MAN 1 Sleman, Yogyakarta. Methods: This study employed a quantitative research method with a descriptive correlational design and a cross-sectional approach. Results: The results of data analysis using Spearman rank obtained a correlation coefficient value of -0.786 with a significance of p (value) = 0.000 (p < 0.05) with an interpretation of p (value) < 0.05. So this shows that there is a significant relationship between the level of dysmenorrhea pain and the sleep quality of female adolescents in class XI MAN 1 Sleman. so it can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted. Conclusion: There is a relationship between the level of dysmenorrhea pain and the quality of sleep of female adolescents in class XI students at MAN 1 Sleman.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20087PERAN NEGARA DALAM SYSTEM EKONOMI; STUDI PERBANDINGAN ANTARA KAPITALISME, SOSIALISME, DAN ISLAM2026-02-11T08:37:57+00:00Aiedil Pebri Suwarnaaidil.febri@usimar.ac.idAmil Malikamilmalik402@gmail.comNurul Arabiaarabianurul45@gmail.comNahda Afniatul Atayaafniatulnahda@gmail.comUmi Ulhusnaumyulhusna@gmail.com<p>Peran negara dalam sistem ekonomi merupakan aspek penting yang menentukan arah pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Perbedaan pandangan mengenai keterlibatan negara melahirkan berbagai sistem ekonomi, di antaranya kapitalisme, sosialisme, dan sistem ekonomi Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan peran negara dalam ketiga sistem ekonomi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan, menggunakan data sekunder yang diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan literatur relevan lainnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam sistem kapitalisme, peran negara cenderung terbatas sebagai regulator pasar, sementara dalam sistem sosialisme negara berperan dominan dalam pengelolaan dan distribusi sumber daya ekonomi. Adapun sistem ekonomi Islam menempatkan negara pada posisi moderat sebagai pengatur dan pengawas untuk menjamin keadilan, keseimbangan, dan kemaslahatan masyarakat. Dengan pendekatan integratif antara mekanisme pasar dan nilai-nilai etika, sistem ekonomi Islam dinilai memiliki relevansi dalam menjawab tantangan ketimpangan dan ketidakadilan ekonomi kontemporer.</p> <p><em>The role of the state in an economic system is a crucial aspect that shapes development policies and social welfare. Differences in perspectives regarding state intervention have led to the emergence of various economic systems, including capitalism, socialism, and the Islamic economic system. This study aims to analyze and compare the role of the state within these three economic systems. The research employs a qualitative approach using a library research method, relying on secondary data obtained from books, academic journals, and other relevant literature. Data analysis is conducted through a descriptive-comparative method. The findings indicate that in capitalism, the state plays a limited role primarily as a market regulator, whereas in socialism, the state assumes a dominant role in managing and distributing economic resources. Meanwhile, the Islamic economic system positions the state in a moderate role as a regulator and supervisor to ensure justice, balance, and social welfare. By integrating market mechanisms with ethical and moral values, the Islamic economic system offers a relevant alternative in addressing contemporary economic inequality and social injustice.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20330ASUHAN KEPERAWATAN TERAPI AFIRMASI POSITIF PADA REMAJA DENGAN HARGA DIRI RENDAH2026-02-26T11:07:53+00:00Rahayu Rarzatullahrahayumarzatullah29@gmail.comEmul Yaniemulyaniemulyani@gmail.comYureya Nitayureya.nita@payungnegeri.ac.id<p>Harga diri rendah situasional merupakan gangguan konsep diri yang sering dialami remaja akibat tekanan sosial, pengalaman kegagalan, perundungan, serta perbandingan dari lingkungan sekitar. Kondisi ini dapat menimbulkan perasaan tidak berharga, minder, menarik diri, dan menurunkan kepercayaan diri. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan adalah terapi afirmasi positif. Tujuan karya ilmiah ini adalah untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan berbasis Evidence Based Practice melalui terapi afirmasi positif pada remaja dengan harga diri rendah situasional. Metode yang digunakan adalah penerapan intervensi dengan pendekatan one group pretest-posttest pada 8 remaja yang teridentifikasi mengalami harga diri rendah situasional dari total 34 siswa yang dilakukan skrining menggunakan kuesioner Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Intervensi dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 10 menit setiap sesi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor harga diri pada seluruh responden setelah diberikan terapi afirmasi positif dengan peningkatan skor 25,6% denngan menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Kesimpulan terapi afirmasi positif efektif diterapkan sebagai intervensi keperawatan berbasis bukti untuk meningkatkan harga diri pada remaja dengan harga diri rendah situasional. Intervensi ini direkomendasikan sebagai salah satu pendekatan promotif dan preventif dalam pelayanan keperawatan jiwa di lingkungan sekolah.</p> <p><em>Situational low self-esteem is a self-concept disturbance commonly experienced by adolescents due to social pressure, experiences of failure, bullying, and comparisons within their environment. This condition can lead to feelings of worthlessness, insecurity, social withdrawal, and decreased self-confidence. One non-pharmacological intervention that can be provided is positive affirmation therapy.This scientific paper aims to describe the implementation of nursing care based on Evidence-Based Practice through positive affirmation therapy in adolescents with situational low self-esteem. The method used was an intervention with a one-group pretest–posttest approach involving 8 adolescents identified with situational low self-esteem out of 34 students who were screened using the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) questionnaire. The intervention was conducted for 3 consecutive days, with a duration of 10 minutes for each session.The results showed an increase in self-esteem scores among all respondents after receiving positive affirmation therapy, with an improvement of 25.6% as measured by the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). In conclusion, positive affirmation therapy is effective as an evidence-based nursing intervention to improve self-esteem in adolescents with situational low self-esteem. This intervention is recommended as a</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20041UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN SENDUDUK (MELASTOMA MALABATHRICUM L) BERBASIS NADES (NATURAL DEEP EUTECTIC SOULVENT) DENGAN METODE DPPH2026-02-10T03:56:43+00:00Habib Maulana Iqbalhabibmaulana58016@gmail.comRizky Yulion Putrariszkyyulionputra10@gmail.comRuri Putri Mariskaruripu3mariska@gmail.com<p>Tumbuhan senduduk (Melastoma malabathricum L.) merupakan tumbuhan yang memiliki banyak khasiat yang sering digunakan masyarakat sekitar untuk pengobatan tradisional. Senduduk (Melastoma malabathricum L) telah digunakan dalam pengobatan untuk luka dan borok, diare, disentri dan juga penanggulangan hipertensi (digunakan selurah bagian tumbuhan), sakit gigi, kumur-kumur (akarnya). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada daun senduduk menggunakan metode DPPH. Metode penelitian ini yaitu eksperimental laboratorium. Sampel yang digunakan adalah daun senduduk yang dilakukan dengan proses ekstraksi menggunakan pelarut NADES. Ekstrak dilakukan pengujian aktivitas antioksidan. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun senduduk mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin. Ekstrak pada daun senduduk memiliki nilai IC50 sebesar 2,60 µg/ml. Dapat disimpulkan bahwa daun senduduk memiliki aktivitas antioksidan yang sangat tinggi.</p> <p><em>Senduduk plant (Melastoma malabathricum L.) is a plant that has many properties that are often used by the surrounding community for traditional medicine. Senduduk (Melastoma malabathricum L) has been used in the treatment of wounds and ulcers, diarrhea, dysentery and also hypertension management (used all parts of the plant), toothache, gargle (the root). This study aims to determine the antioxidant activity of senduduk leaves using the DPPH method. This research method is laboratory experimental. The samples used were senduduk leaves which were extracted using NADES solvent. The extract was tested for antioxidant activity. The results of phytochemical screening showed that the extracts of senggani leaves and flowers contained flavonoid, alkaloid, tannin, and saponin compounds. The extract of senduduk leaves has an IC50 value of 2.60 µg/ml. It can be concluded that senduduk leaves have very high antioxidant activity.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20133PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN BPKAD KOTA SAWAHLUNTO DENGAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING2026-02-13T03:39:29+00:00Putri Nursyabillahputrinursyabilah@gmail.comMarta Widian Sarimartawidiansari@upiyptk.ac.idAi Elis Karlindaguest@jurnalhst.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan BPKAD kota sawahlunto dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening. (Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 54 orang karyawan bpkad kota sawahlunto sebagai responden. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi di bpkad kota sawahlunto, motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi di bpkad Kota sawahlunto, kepemimpina transformasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di bpkad kota sawahlunto, motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di bpkad kota sawahlunto, komitme organisasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan di BPKAD Kota sawalunto, kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening, motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening.</p> <p><em>This study aims to examine the effect of transformational leadership and work motivation on employee performance at the Regional Financial and Asset Management Agency (BPKAD) of Sawahlunto City, with organizational commitment as an intervening variable. This research uses primary data collected through the distribution of questionnaires to 54 employees of BPKAD Sawahlunto City as respondents. The data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with the Partial Least Squares (PLS) approach. The results indicate that transformational leadership has a significant effect on organizational commitment at BPKAD Sawahlunto City, and work motivation also has a significant effect on organizational commitment. Transformational leadership has a significant effect on employee performance, while work motivation does not have a significant direct effect on employee performance. Organizational commitment has a significant effect on employee performance. Furthermore, transformational leadership has a significant effect on employee performance through organizational commitment as an intervening variable, and work motivation also has a significant effect on employee performance through organizational commitment as an intervening variable.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20067STUDI ENERGI SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA ON GRID 371 kWp DI DESA TEMAJUK2026-02-10T13:48:23+00:00Yudha Pratama Putrad1021201005@student.untan.ac.idAyong Hiendroayong.hiendro@ee.untan.ac.idKho Hie Khweekhohiekhwee@untan.ac.id<p>Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak dekat garis khatulistiwa yang berarti matahari bersinar sepanjang tahun dan hal inilah yang membuat pembangkit listrik tenaga surya menjadi salah satu wujud pemanfaatan energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah energi yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga surya di Desa Temajuk, dengan memanfaatkan energi matahari sebagai sumber daya energi terbarukan. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan survei langsung ke PLTS Temajuk guna mendapatkan beberapa data yang diperlukan seperti, panel surya, inverter, dan baterai serta menghitung tegangan dan arus pada panel surya dan baterai. PLTS Temajuk terdiri dari 844 panel surya dan 3 inverter, efektif untuk memenuhi kebutuhan listrik Desa Temajuk. Berdasarkan hasil perhitungan, energi yang dihasilkan PLTS sebesar 9.003,28 kWh dan energi yang dihasilkan PLTD sebesar 34.928,04 kWh. Dari hasil perhitungan PLTS dan PLTD dapat disimpulkan bahwa dengan jumlah energi tersebut mampu menangani beban sebesar 32. 843,06 kW.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20324ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA YANG MENGALAMI ANSIETAS DENGAN PENERAPAN TERAPI RELAKSASI PERNAPASAN DALAM DI KELURAHAN KARYA INDAH2026-02-26T08:33:15+00:00Nurjanahnurjanahsyam0@gmail.comYeni Devitayenidevita@payungnegeri.ac.idRina Herniyantirinaherniyanti23@gmail.com<p>Ansietas merupakan masalah psikologis yang sering dialami oleh lansia akibat perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang terjadi seiring proses penuaan. Kondisi ini dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup apabila tidak ditangani secara tepat. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah terapi relaksasi pernapasan dalam. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan dan hasil asuhan keperawatan pada lansia dengan ansietas melalui penerapan terapi relaksasi pernapasan dalam berbasis Evidence Based Nursing Practice (EBNP).Asuhan keperawatan dilaksanakan pada lima orang lansia yang mengalami ansietas ringan hingga sedang di Kelurahan Karya Indah selama satu minggu, dengan durasi terapi 10–15 menit setiap hari. Pengukuran tingkat ansietas dilakukan menggunakan Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS) sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan perubahan tingkat ansietas sebelum dan sesudah terapi.Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar lansia berada pada kategori ansietas sedang (80%) dan ansietas ringan (20%). Setelah diberikan terapi relaksasi pernapasan dalam, terjadi penurunan tingkat ansietas pada seluruh responden, dengan hasil post-test menunjukkan 80% lansia berada pada kategori ansietas ringan dan 20% mencapai kondisi normal atau tidak cemas. Secara subjektif, lansia melaporkan perasaan lebih tenang dan rileks, serta kualitas tidur yang membaik. Secara objektif, tampak perbaikan pola pernapasan, ekspresi wajah lebih rileks, dan penurunan perilaku gelisah. Dapat disimpulkan bahwa terapi relaksasi pernapasan dalam efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam menurunkan tingkat ansietas pada lansia dan dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan keluarga maupun komunitas.</p> <p><em>Anxiety is a common psychological problem experienced by older adults as a result of physical, psychological, and social changes associated with the aging process. If not properly managed, anxiety may negatively affect the quality of life of the elderly. One non-pharmacological nursing intervention that can be applied is deep breathing relaxation therapy. This Final Nursing Project aimed to describe the implementation and outcomes of nursing care for elderly clients with anxiety through the application of deep breathing relaxation therapy based on Evidence-Based Nursing Practice (EBNP).Nursing care was conducted on five elderly individuals experiencing mild to moderate anxiety in Karya Indah Village over a one-week period, with the therapy administered daily for 10–15 minutes. Anxiety levels were measured using the Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS) before (pre-test) and after (post-test) the intervention. Data were analyzed descriptively by comparing changes in anxiety levels before and after the therapy. Pre-test results showed that most elderly participants experienced moderate anxiety (80%), while 20% experienced mild anxiety. After the implementation of deep breathing relaxation therapy, a reduction in anxiety levels was observed in all participants. Post-test results indicated that 80% of the elderly were categorized as having mild anxiety, while 20% reached a normal or non-anxious condition. Subjectively, the elderly reported feeling calmer and more relaxed, with improved sleep quality. Objectively, improvements were observed in breathing patterns, facial expressions, and a decrease in restless behavior. In conclusion, deep breathing relaxation therapy is an effective non-pharmacological nursing intervention in reducing anxiety levels among the elderly and can be independently applied in family and community settings.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19742PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN POP UP BOOK DALAM MEMOTIVASI SISWA BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA TOPIK KOMPAK DAN BERSATU DI SD NEGERI 2 TONJA DENPASAR2026-01-31T09:31:14+00:00Ni Kadek Yuliantarikadekyuliantari25@gmail.comI Made Wiguna Yasawigunayasa16@gmail.comI Gusti Ayu Agung Riesa Mahendradhaniagungriesa@uhnsugriwa.ac.id<p>Pandemi COVID-19 membawa dampak besar terhadap dunia pendidikan, termasuk menurunnya motivasi belajar siswa karena mempertahankan pembelajaran dari tatap muka beralih menjadi online / belajar dirumah. Kondisi ini juga dialami di SD Negeri 2 Tonja Denpasar, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila yang sering dianggap kurang menarik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan inovasi media pembelajaran yang mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Salah satu alternatif yang diterapkan adalah penggunaan media Pop up book , Pop up book merupakan media pembelajaran berbentuk buku tiga dimensi yang dirancang dengan unsur visual interaktif untuk merangsang minat dan motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran, pemahaman, serta informasi yang jelas dan akurat mengenai penggunaan media pembelajaran Pop up book dalam memotivasi siswa belajar pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila topik Kompak dan Bersatu di kelas IV SD Negeri 2 Tonja Denpasar. Penelitian ini membahas mengenai: (1) strategi guru dalam penggunaan media Pop up book pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, (2) persepsi guru terhadap efektivitas Pop up book dalam memotivasi siswa belajar, dan (3) implikasi motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah penggunaan media Pop up book. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tiga tahap yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Informan dalam penelitian ini dipilih secara purposive, meliputi Kepala Sekolah, Guru Kelas IV, dan siswa kelas IV SD Negeri 2 Tonja Denpasar. Penggunaan Pop up book juga memperlihatkan peningkatan motivasi belajar siswa secara signifikan, sesuai dengan teori moivasi, konstruktivisme dan behaviorisme, di mana pengalaman belajar konkret dan penguatan positif mampu meningkatkan semangat belajar. Selain itu, media ini turut mendukung pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan kontekstual sesuai arah Kurikulum Merdeka dan tujuan pembentukan karakter Profil Pelajar Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan Pop up book dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Media ini terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa, mempermudah pemahaman materi, serta menumbuhkan minat belajar. Guru memberikan penilaian positif terhadap Pop up book karena membuat pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan. Siswa juga menunjukkan peningkatan motivasi belajar yang signifikan setelah penggunaan media ini. Dengan demikian, Pop up book efektif digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, mendukung pembelajaran yang kreatif, dan sejalan dengan tujuan Kurikulum Merdeka dalam pembentukan Profil Pelajar Pancasila.</p> <p><em>The COVID-19 pandemic has had a major impact on the world of education, including a decline in students’ learning motivation due to the shift from face-to-face learning to online or home based learning. This situation also occurred at SD Negeri 2 Tonja Denpasar, particularly in the subject of Pancasila Education, which is often considered less engaging. To address this issue, there is a need for innovative learning media that can enhance students’ interest and motivation to learn. One alternative implemented is the use of Pop up book media a three-dimensional learning book designed with interactive visual elements to stimulate students’ interest and motivation. This study aims to obtain a clear and accurate understanding and information regarding the use of Pop up book learning media in motivating students to learn in the Pancasila Education subject, specifically the topic “Unity and Togetherness” in grade IV of SD Negeri 2 Tonja Denpasar. The study discusses: (1) teachers’ strategies in using Pop up book media in Pancasila Education, (2) teachers’ perceptions of the effectiveness of Pop up books in motivating students to learn, and (3) the implications of students’ learning motivation before and after using the Pop up book media. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data were analyzed through three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Informants were selected purposively, consisting of the principal, the grade IV teacher, and grade IV students of SD Negeri 2 Tonja Denpasar. The use of Pop up books also showed a significant increase in students’ learning motivation, in line with the theories of motivation, constructivism, and behaviorism, where concrete learning experiences and positive reinforcement can enhance learning enthusiasm. Moreover, this medium supports creative, enjoyable, and contextual learning aligned with the Merdeka Curriculum and the goal of developing the Pancasila Student Profile. The results of the study indicate that learning using Pop up book media is implemented through the stages of planning, implementation, and evaluation. This media has been proven to increase student engagement, facilitate material understanding, and foster learning interest. Teachers gave positive evaluations of the Pop up book because it makes learning more interactive and enjoyable. Students also demonstrated a significant increase in learning motivation after using this medium. Therefore, Pop up book media is effective in enhancing students’ learning motivation, supporting creative learning, and aligning with the Merdeka Curriculum objectives in developing the Pancasila Student Profile.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20109PENGARUH BEBAN KERJA DAN PELATIHAN TERHADAP PRODUKTIVITAS PEGAWAI DENGAN KOMPETENSI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA DINAS PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PEMUKIMAN DAN PERTANAHAN KOTA PADANG2026-02-12T02:51:01+00:00Kinta Rafnediaskintarafnedias123@gmail.comMarta Widian Sarimartawidiansari@upiyptk.ac.idMuhammad Pondrinalm.pondrinal01@gmail.com<p>Penelitian ini mengatasi penurunan produktivitas pegawai Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kota Padang (capaian kinerja 93% tahun 2023 dari target 90%), yang dipicu beban kerja tidak merata, pelatihan kurang tepat, dan variasi kompetensi.mengunakan Metode Penelitian Pendekatan kuantitatif PLS- SEM pada 57 pegawai (sensus) menggunakan kuesioner Likert 5 poin, dianalisis SmartPLS untuk menguji pengaruh beban kerja dan pelatihan terhadap produktivitas dengan mediasi kompetensi.Beban kerja optimal dan pelatihan relevan meningkatkan kompetensi signifikan, namun tidak berdampak langsung pada produktivitas. Kompetensi gagal memediasi hubungan tersebut, menunjukkan dominasi faktor eksternal seperti motivasi dan sistem manajemen.Diperlukan strategi holistik mengintegrasikan pengembangan kompetensi dengan dukungan organisasi untuk konversi optimal menjadi produktivitas pelayanan publik</p> <p><em>This study addresses the decline in employee productivity at the Padang City Public Housing, Settlement, and Land Agency (performance achievement of 93% in 2023 from a target of 90%), which was triggered by uneven workloads, inappropriate training, and variations in competence. Using the PLS-SEM quantitative research method A quantitative PLS-SEM approach was applied to 57 employees (census) using a 5-point Likert scale questionnaire, analyzed with SmartPLS to test the influence of workload and training on productivity with competency mediation. Optimal workload and relevant training significantly enhance competency, but do not directly impact productivity. Competency failed to mediate this relationship, indicating the dominance of external factors such as motivation and management systems. A holistic strategy integrating competency development with organizational support is needed for optimal conversion into public service productivity.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu