Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt
id-IDJurnal Penelitian Multidisiplin TerpaduINOVASI DIGITALISASI PELAYANAN KEKAYAAN INTELEKTUAL MELALUI DGIP.GO.ID: ANALISIS EFEKTIVITAS LAYANAN DI KEMENTERIAN HUKUM KANTOR WILAYAH BALI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18400
<p><em>Digital transformation in public services has become a strategic necessity to enhance efficiency, effectiveness, and the overall quality of government services. This study aims to analyze the innovation of digitalizing Intellectual Property services through the dgip.go.id platform at the Regional Office of the Ministry of Law in Bali and to assess its effectiveness in supporting modern public service delivery. The research employs a descriptive qualitative approach with purposive sampling techniques. Data were collected through interviews, observations, and document analysis, and were analyzed using the Miles and Huberman data analysis model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The analytical framework is based on Everett M. Rogers’ Diffusion of Innovation theory, which emphasizes five key indicators of innovation success: relative advantage, compatibility, complexity, trialability, and observability. The findings indicate that the digitalization of Intellectual Property services through dgip.go.id provides significant relative advantages, including easier access, faster service processes, improved transparency, and increased public satisfaction. The innovation is considered compatible with public needs and the socio-economic characteristics of Bali, which has a strong creative economy potential, although challenges related to digital literacy among certain user groups remain. The complexity of the service is relatively low due to simplified procedures and continuous assistance from service officers. Furthermore, the innovation demonstrates strong trialability and observability, as reflected by the increasing number of users and the tangible outcomes of the digital services. Overall, the digital innovation of Intellectual Property services at the Regional Office of the Ministry of Law in Bali is considered effective and contributes to the realization of modern, efficient, and citizen-oriented public service governance.</em></p> <p>Transformasi digital dalam pelayanan publik menjadi kebutuhan strategis untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas layanan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi digitalisasi pelayanan Kekayaan Intelektual melalui platform dgip.go.id di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali serta menilai efektivitas penerapannya dalam mendukung pelayanan publik modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis data Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kerangka analisis penelitian mengacu pada teori Diffusion of Innovation dari Everett M. Rogers yang menekankan lima indikator keberhasilan inovasi, yaitu relative advantage, compatibility, complexity, trialability, dan observability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi layanan Kekayaan Intelektual melalui dgip.go.id memberikan keunggulan relatif berupa kemudahan akses, percepatan proses layanan, serta peningkatan transparansi dan kepuasan masyarakat. Inovasi ini dinilai kompatibel dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik wilayah Bali yang memiliki potensi ekonomi kreatif tinggi, meskipun masih terdapat kendala terkait literasi digital bagi sebagian pengguna. Aspek kompleksitas layanan relatif rendah karena adanya penyederhanaan prosedur dan pendampingan dari petugas. Selain itu, layanan digital ini memiliki tingkat trialability dan observability yang baik, ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah pengguna dan hasil layanan yang dapat diamati secara langsung. Secara keseluruhan, inovasi digital pelayanan Kekayaan Intelektual di Kanwil Kementerian Hukum Bali dinilai efektif dan berkontribusi dalam mewujudkan tata kelola pelayanan publik yang modern, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan Masyarakat.</p>Ni Putu Galih SrijanakiNi Putu Karnhura Wetarani
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PERBANDINGAN PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM IBN KHALDUN DENGAN KAPITALISME DALAM PERSPEKTIF PERTUMBUHAN DAN SIKLUS EKONOMI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18561
<p>Kajian ini berupaya menelusuri perbedaan mendasar antara pemikiran ekonomi Islam yang dirumuskan Ibn Khaldun dan konsep ekonomi Kapitalisme, khususnya terkait teori pertumbuhan serta dinamika siklus ekonomi. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang memanfaatkan berbagai sumber ilmiah mutakhir. Dari analisis yang dilakukan, tampak bahwa Ibn Khaldun menekankan pentingnya integritas moral, stabilitas sosial, serta kebijakan negara yang adil sebagai faktor utama penggerak kemajuan ekonomi sekaligus penentu naik-turunnya peradaban. Sebaliknya, Kapitalisme membangun landasannya pada mekanisme pasar bebas, dorongan kompetisi, dan penguatan kepemilikan individu sebagai motor pertumbuhan ekonomi. Perbandingan kedua pendekatan ini menunjukkan adanya perbedaan orientasi: pemikiran Ibn Khaldun lebih menitikberatkan keterpaduan antara aspek moral, sosial, dan kebijakan publik, sementara Kapitalisme lebih berfokus pada efisiensi pasar tetapi rentan menciptakan ketimpangan dan gejolak ekonomi. Temuan penelitian ini memberikan gambaran yang lebih luas mengenai alternatif model ekonomi yang dapat menawarkan stabilitas serta keadilan yang lebih berkelanjutan.</p> <p><em>This study seeks to explore the fundamental differences between Ibn Khaldun’s Islamic economic thought and the capitalist economic framework, particularly regarding theories of growth and the dynamics of economic cycles. The research employs a qualitative approach using a literature study method that draws on a range of contemporary scholarly sources. The analysis reveals that Ibn Khaldun emphasizes moral integrity, social stability, and just governance as the core drivers of economic progress and the determining factors behind the rise and decline of civilizations. In contrast, Capitalism is grounded in free-market mechanisms, competitive incentives, and the strengthening of private ownership as engines of economic growth. The comparison between the two perspectives highlights a divergence in orientation: Ibn Khaldun’s framework integrates moral, social, and public policy dimensions, whereas Capitalism focuses primarily on market efficiency but tends to generate inequality and economic volatility. The findings of this study provide broader insights into alternative economic models that may offer more sustainable stability and justice.</em></p>Nurul HildayaniAbustan NurUmi UlhusnaAnggun PratiwiKarmilah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PERLINDUNGAN HUKUM KONSUMEN TERHADAP BARANG CACAT DALAM TRANSAKSI JUAL BELI ONLINE
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18884
<p>Perkembangan teknologi informasi telah mendorong perubahan besar dalam pola transaksi jual beli, dari yang semula dilakukan secara langsung (offline) menjadi berbasis elektronik melalui platform online. Di balik kemudahan dan efisiensi tersebut, muncul berbagai permasalahan hukum, salah satunya terkait dengan barang cacat yang diterima konsumen. Konsumen sering kali berada pada posisi lemah ketika barang yang diterima tidak sesuai, rusak, atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi konsumen terhadap barang cacat dalam transaksi jual beli online di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual.Hasil kajian menunjukkan bahwa perlindungan hukum konsumen telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik beserta perubahannya, serta peraturan terkait lainnya. Namun, dalam praktiknya, masih terdapat berbagai kendala dalam penegakan hak konsumen, terutama terkait tanggung jawab pelaku usaha dan mekanisme penyelesaian sengketa.</p> <p><em>The development of information technology has driven a major shift in buying and selling transaction patterns, from traditional offline transactions to electronic transactions via online platforms. Despite this convenience and efficiency, various legal issues have emerged, one of which relates to defective goods received by consumers. Consumers are often in a vulnerable position when goods received are not as expected, damaged, or not functioning as intended. This article aims to analyze the forms of legal protection for consumers regarding defective goods in online buying and selling transactions in Indonesia. This research uses a normative juridical method with a statutory and conceptual approach. The results of the study indicate that consumer legal protection is regulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions and its amendments, and other related regulations. However, in practice, various obstacles remain in enforcing consumer rights, particularly regarding business actors' responsibilities and dispute resolution mechanisms.</em></p>NurussyifaEnjum JumahanaSatrio Yudha Pratama HerkaZaskia Alya PutriAvivah Zhia ZaqilaAdi RuhiyatRestu MaturidiHeratunafisahNiken Kuratu Vega
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERBANTUAN MEDIA REALIA TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA PESERTA DIDIK KELAS II DI SD GANESHA NUSANTARA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19433
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas II di SD Ganesha Nusantara, di mana 12 dari 22 siswa belum mencapai kriteria ketuntasan. Masalah utama yang diidentifikasi meliputi metode pembelajaran yang masih konvensional (ceramah), kurangnya variasi model pembelajaran, dan penggunaan media yang terbatas pada buku cetak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Snowball Throwing berbantuan media realia terhadap hasil belajar siswa. Snowball Throwing adalah model pembelajaran kooperatif yang melibatkan permainan melempar bola kertas berisi pertanyaan untuk melatih keaktifan dan kemampuan menjawab pertanyaan siswa. Media realia adalah penggunaan benda nyata dari lingkungan sekitar untuk memberikan rangsangan belajar yang konkrit. Kajian ini menduga bahwa perpaduan keduanya akan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan meningkatkan pemahaman materi.Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental dengan desain One Group Pretest-Posttest pada sampel jenuh sebanyak 22 siswa. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar berupa isian yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji hipotesis melalui Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai rata-rata siswa, dari 66,14 saat pretest menjadi 90,23 saat post test. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal (sig > 0,05). Berdasarkan uji-t, ditemukan nilai signifikansi < 0,05 yang berarti H_0 ditolak. Hal ini membuktikan bahwa penerapan model Snowball Throwing berbantuan media realia berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila.</p> <p><em>This research was motivated by the low learning outcomes of second-grade students in Pancasila Education at Ganesha Nusantara Elementary School, where 12 out of 22 students had not yet achieved the completion criteria. The main problems identified included conventional learning methods (lecturing), a lack of variety in learning models, and the limited use of media, often textbooks. This study aimed to analyze the effect of the Snowball Throwing model, supported by realia media, on student learning outcomes.Snowball Throwing is a cooperative learning model that involves throwing paper balls containing questions to foster student engagement and question-answering skills. Realia media uses real objects from the surrounding environment to provide concrete learning stimuli. This study hypothesizes that the combination of the two will create a fun learning environment and enhance understanding of the material.This study used a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design on a saturated sample of 22 students. Data were collected through a learning outcome test in the form of a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis used the Kolmogorov-Smirnov normality test, and hypothesis testing used a paired sample t-test. The results of the study showed a significant increase in students' average scores, from 66.14 in the pretest to 90.23 in the posttest. A normality test indicated a normally distributed data (sig > 0.05). A t-test found a significance value < 0.05, indicating that H_0 was rejected. This proves that the implementation of the Snowball Throwing model with the aid of realia media has a positive and significant effect on improving learning outcomes in Pancasila Education.</em></p>Ni Made Novani MahyundariNi Ketut Srie Kusuma WardhaniAnak Agung Ngurah Budiadnyana
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA Nn.A USIA 22 TAHUN DENGAN DEMAM TIFOID DI RUANGAN SHAFA-MARWA RSU HAJI MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19534
<p>Demam tifoid masih menjadi tantangan kesehatan yang signifikan di Indonesia, khususnya di RSU Haji Medan di mana prevalensi pada kelompok usia remaja menunjukkan angka yang cukup tinggi pada tahun 2024. Penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi ini memerlukan penanganan yang tepat untuk mencegah komplikasi serius seperti perforasi usus. Laporan kasus ini bertujuan untuk menerapkan manajemen asuhan kebidanan secara komprehensif pada Nn. A (22 tahun) yang sedang menjalani perawatan di Ruang Shafa-Marwa dengan menggunakan pendekatan tujuh langkah Varney sebagai kerangka kerja sistematis dalam pengambilan keputusan klinis. Metodologi yang digunakan dalam penyusunan laporan ini adalah deskriptif melalui pengumpulan data primer secara langsung dari pasien serta data sekunder dari rekam medis rumah sakit. Hasil asuhan menunjukkan bahwa melalui pemantauan tanda-tanda vital yang ketat, pemberian terapi antibiotik yang sesuai, dan pengaturan diet lunak rendah serat, kondisi pasien mengalami kemajuan yang signifikan menuju pemulihan. Kesimpulan dari laporan ini menegaskan bahwa penerapan standar asuhan kebidanan yang terintegrasi dengan kolaborasi tenaga kesehatan lainnya terbukti efektif dalam menangani kasus demam tifoid pada pasien remaja tanpa menimbulkan komplikasi lebih lanjut.</p> <p><em>Typhoid fever remains a significant health challenge in Indonesia, particularly at RSU Haji Medan, where the prevalence among adolescents showed considerable figures in 2024. This systemic infectious disease, triggered by Salmonella typhi bacteria, demands precise clinical management to prevent severe complications such as intestinal perforation. This case report aims to implement comprehensive midwifery care management for Ms. A (22 years old) currently treated in the Shafa-Marwa Ward, utilizing Varney’s seven-step approach as a systematic framework for clinical decision-making. The methodology employed in this report is descriptive, involving primary data collection directly from the patient and secondary data retrieved from hospital medical records. The clinical results indicate that through rigorous monitoring of vital signs, administration of appropriate antibiotic therapy, and the implementation of a low-fiber soft diet, the patient’s condition showed significant progress toward recovery. In conclusion, the application of integrated midwifery care standards, combined with professional healthcare collaboration, has proven effective in managing typhoid fever in adolescent patients without leading to further complications.</em></p>Nur Ainun Baru SetepuLisa AlfiantikaLaura SitorusRahma AyuniLince Abelia SimbolonYesica Geovany SianiparDesfi Saihani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PENTINGNYA ILMU DAN KEDUDUKAN ULAMA DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK PERSPEKTIF HADITS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18359
<p>Penelitian ini mengkaji secara tematik pentingnya ilmu serta kedudukan ulama dalam membentuk karakter peserta didik perspektif Hadits. Kajian dilakukan melalui studi pustaka dengan menelusuri berbagai literatur klasik dan kontemporer yang membahas konsep pendidikan Islam, keutamaan ilmu, dan peran ulama sebagai pewaris nilai-nilai profetik. Pertama menyoroti keutamaan menuntut ilmu sebagai aktivitas yang mengangkat derajat seorang muslim dan membuka jalan menuju pengembangan diri. Kedua menegaskan kedudukan ulama sebagai pewaris ajaran kenabian yang memikul tanggung jawab menjaga kemurnian ilmu serta membimbing masyarakat menuju pemahaman yang benar. Ketiga menekankan kewajiban setiap muslim untuk terus belajar dan mengajarkan ilmu sebagai bagian dari proses pembinaan karakter dan moralitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara perspektif Hadits memberikan fondasi filosofis bagi pembentukan karakter peserta didik melalui penguatan akhlak, pemahaman nilai, dan komitmen terhadap proses pencarian ilmu sepanjang hayat. Selain itu, peran ulama ditempatkan sebagai pilar penting dalam sistem pendidikan Islam karena fungsi mereka sebagai pendidik, teladan moral, dan penjaga integritas keilmuan. Dengan demikian, kajian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam tidak hanya menekankan penguasaan pengetahuan, tetapi juga pembinaan karakter yang berkelanjutan melalui hubungan harmonis antara pencari ilmu dan para ulama yang membimbingnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan konsep pendidikan karakter dalam perspektif Islam.</p> <p><em>This study presents a thematic analysis of knowledge and the role of Islamic scholars in shaping students' character from a Hadith perspective. The study was conducted through a literature review, exploring various classical and contemporary literature that discusses the concept of Islamic education, the virtue of knowledge, and the role of Islamic scholars as inheritors of prophetic values. The first section highlights the virtue of seeking knowledge as an activity that elevates a Muslim's status and paves the way for self-development. The second section emphasizes the position of Islamic scholars as inheritors of prophetic teachings who bear the responsibility of maintaining the purity of knowledge and guiding society towards correct understanding. The third section emphasizes the obligation of every Muslim to continue learning and teaching knowledge as part of the process of character and moral development. The research findings indicate that, from a Hadith perspective, the Hadith provides a philosophical foundation for student character formation through strengthening morals, understanding values, and commitment to the lifelong pursuit of knowledge. Furthermore, the role of Islamic scholars is placed as a crucial pillar in the Islamic education system due to their function as educators, moral role models, and guardians of scientific integrity. Thus, this study confirms that Islamic education emphasizes not only the mastery of knowledge but also the ongoing development of character through a harmonious relationship between knowledge seekers and the scholars who guide them. This research is expected to contribute to the development of the concept of character education from the perspective of the Hadith according to Islamic teaching sources.</em></p>Siti Maulidiya AgustinIlyasAlfiah
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101ANALISIS PENGARUH GREEN INNOVATION, ENVIRONMENTAL MANAGEMENT ACCOUNTING, DAN INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2022–2024
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18481
<p>Penelitian ini mengkaji dampak inovasi hijau, akuntansi manajemen lingkungan (EMA), dan modal intelektual (IC) dalam kaitannya dengan kinerja keuangan sektor pertambangan yang tergabung dalam Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan keberlanjutan dan tahunan. Uji hipotesis klasik dan analisis regresi berganda digunakan dalam analisis data, yang dilakukan menggunakan program SPSS 26. Menurut penelitian, akuntansi manajemen lingkungan, modal intelektual, dan inovasi hijau memiliki efek positif pada kinerja keuangan. Variabel EMA memiliki tingkat signifikansi 0,001 dan koefisien regresi 0,311. Ketiga variabel ini menunjukkan bahwa mereka dapat menjelaskan 64,2% variasi kinerja keuangan. Ini menunjukkan bahwa nilai R2 adalah 0,642.</p> <p><em>This study looks at how green innovation, environmental management accounting (EMA), and mining companies listed on the Indonesian Stock Exchange (IDX) have different financial results depending on their intellectual capital (IC). Mining has a large environmental impact, thus enterprises must follow sustainable practices. This study takes a quantitative approach, using secondary data from sustainability and yearly reports. The data was analyzed using SPSS version 26, this comprised multiple regression analysis and traditional hypothesis testing. The findings show that three independent variables—green innovation, financial success is positively impacted by environmental management accounting and intellectual capital. It was discovered that EMA is the most significant variable. 0.311 was the regression coefficient, and the significance level was 0.001. These three factors explain 64.2% of the variation in financial success. This shows a R² value of 0.642.</em></p>Maftuhin Agung PrasetiaReinatto Yakobus Pati Agon AtakelanMaria Yovita R. Pandin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PELAKSANAAN PENGAJIAN ANTARA MAGHRIB DAN ISYA’ (PAMI) DENGAN MENGGUNAKAN METODE ATTAQI DIPOSKO KKN DESA TEBAT PATAH INSTITUT ISLAM MA’ARIF JAMBI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18624
<p>Kegiatan Pengajian Antara Maghrib dan Isya’ (PAMI) merupakan salah satu bentuk pendidikan keagamaan nonformal yang memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan PAMI dengan menggunakan Metode Attaqi di Posko KKN Desa Tebat Patah Institut Islam Ma’arif Jambi serta mengetahui dampaknya terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an dan pembentukan karakter religius peserta. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sasaran kegiatan adalah anak-anak dan remaja di Desa Tebat Patah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan Metode Attaqi dalam PAMI mampu meningkatkan kelancaran dan ketepatan bacaan Al-Qur’an peserta serta menumbuhkan minat belajar Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan PAMI juga berkontribusi dalam membentuk sikap disiplin, sopan, dan religius pada peserta. Pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh peran aktif mahasiswa KKN sebagai fasilitator serta kerja sama yang baik dengan masyarakat setempat. Dengan demikian, PAMI dengan Metode Attaqi dapat dijadikan sebagai alternatif model pendidikan keagamaan yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di masyarakat.</p> <p><em>The Pengajian Antara Maghrib and Isya’ (PAMI) program is a form of non-formal religious education that plays an important role in improving the understanding and practice of Islamic teachings within the community. This article aims to describe the implementation of the PAMI program using the Attaqi Method at the Community Service (KKN) Post in Tebat Patah Village, Institut Islam Ma’arif Jambi, and to examine its impact on participants’ Qur’an reading skills and the development of religious character. This study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The participants of this program were children and adolescents in Tebat Patah Village. The results indicate that the application of the Attaqi Method in the PAMI program significantly improved participants’ fluency and accuracy in reading the Qur’an and increased their motivation to learn. In addition, the program contributed to the development of discipline, good manners, and religious attitudes among the participants. The successful implementation of this program was supported by the active role of KKN students as facilitators and the strong collaboration with the local community. Therefore, the PAMI program using the Attaqi Method can be considered an effective alternative model of religious education to enhance the quality of Qur’anic learning in the community.</em></p>KailaniSatma Nur FitriNabilah Amanda MeizuriNadiratunnisaChanda Khairun NisaMuhammad Alfi NurdinM. ArdaArbanik
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PERAN SISWA DALAM MENCEGAH RADIKALISME DAN BAHAYA DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19233
<p>Radikalisme masih menjadi persoalan serius yang dihadapi Indonesia, terutama ketika paham tersebut mulai menyasar lingkungan pendidikan. Siswa sebagai bagian dari generasi muda berada pada posisi yang rentan karena masih berada dalam proses pembentukan karakter dan mudah terpengaruh oleh lingkungan sosial maupun informasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk membahas peran siswa dalam mencegah radikalisme serta mengkaji bahaya yang ditimbulkan oleh paham radikal di lingkungan pendidikan. Penelitian dilakukan menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa radikalisme di lingkungan pendidikan tidak selalu muncul dalam bentuk kekerasan, tetapi lebih sering berkembang melalui sikap intoleran, pandangan eksklusif, dan penolakan terhadap nilai-nilai kebangsaan. Dalam konteks ini, siswa memiliki peran penting sebagai agen pencegahan melalui penguatan sikap toleransi, pendidikan karakter, internalisasi nilai Pancasila, serta kemampuan literasi digital. Peran aktif siswa yang didukung oleh pendidik dan lingkungan sekolah yang inklusif dinilai mampu meminimalkan penyebaran paham radikal di lingkungan pendidikan.</p> <p><em>Radicalism remains a serious issue in Indonesia, particularly as it has begun to penetrate educational environments. Students, as part of the younger generation, are considered vulnerable because they are still in the process of character development and are easily influenced by their social surroundings and digital information. This study aims to discuss the role of students in preventing radicalism and to examine the potential dangers posed by radical ideology within educational settings. The research employs a literature review method with a descriptive qualitative approach, drawing on relevant academic sources published within the last five years. The findings indicate that radicalism in education does not always appear in the form of physical violence, but more commonly emerges through intolerant attitudes, exclusivist views, and resistance to national values. In this context, students play an important role as agents of prevention by promoting tolerance, strengthening character education, internalizing Pancasila values, and developing digital literacy skills. Active student involvement, supported by educators and an inclusive school environment, is considered effective in reducing the spread of radical ideology in educational institutions.</em></p>Muzdhalifah LubisNabila Aulia RamadhaniMutiara AdindaLarasati AsnawiSyarafinaAthifa nesha FayolaShindy SativaFitri Auliya Muslimah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101SOSIALISASI EDUKASI DAMPAK POLITIK IDENTITAS DALAM PILKADA SERENTAK 2024 OLEH MAHASISWA KKNT UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDIRA KUPANG DI DESA ILEBOLI, KABUPATEN LEMBATA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19465
<p>Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang melaksanakan sebuah program pengabdian masyarakat berupa sosialisasi edukasi dampak politik identitas menyongsong Pilkada Serentak 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya politik identitas dan pentingnya menjaga keberagaman serta persatuan dalam proses demokrasi lokal.</p>Arsenius Setiawan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEKERJA PEREMPUAN DITINJAU BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2023 TENTANG CIPTA KERJA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19706
<p>Perlindungan hukum bagi pekerja perempuan merupakan bagian penting dalam mewujudkan<br>kesetaraan dan keadilan di bidang ketenagakerjaan. Meskipun Undang-Undang Nomor 6 Tahun<br>2023 tentang Cipta Kerja telah mengatur prinsip persamaan hak dan larangan diskriminasi, dalam<br>praktiknya masih ditemukan berbagai bentuk pelanggaran hak terhadap pekerja perempuan di dunia<br>kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi pekerja<br>perempuan atas kesetaraan serta menilai efektivitas norma dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun<br>2023 tentang Cipta Kerja dalam memberikan kepastian hukum bagi pekerja perempuan yang<br>berpotensi mengalami pelanggaran hak di tempat kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah<br>penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), yang<br>bersumber pada bahan hukum primer, sekunder, dan tersier melalui studi kepustakaan. Teknik<br>analisis dilakukan secara kualitatif dengan metode sistematisasi dan deskriptif analitis. Hasil<br>penelitian menunjukkan bahwa secara normatif Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 telah<br>memberikan dasar perlindungan hukum bagi pekerja perempuan, terutama terkait prinsip kesetaraan,<br>larangan diskriminasi, serta perlindungan hak-hak dasar dalam hubungan kerja. Namun demikian,<br>efektivitas penerapan norma tersebut belum sepenuhnya optimal akibat adanya kesenjangan antara<br>ketentuan hukum dan implementasi di lapangan, rendahnya pengawasan, serta kurangnya kesadaran<br>hukum dari pihak pemberi kerja. Oleh karena itu, diperlukan penguatan peran pemerintah,<br>peningkatan pengawasan ketenagakerjaan, serta upaya penegakan hukum yang konsisten agar<br>perlindungan hukum bagi pekerja perempuan dapat terwujud secara nyata dan berkeadilan.</p> <p>Legal protection for female workers is an essential aspect in realizing equality and justice in the<br>field of employment. Although Law Number 6 of 2023 on Job Creation has regulated the principles<br>of equal rights and non-discrimination, various violations of female workers’ rights are still found<br>in practice. This study aims to analyze the forms of legal protection for female workers regarding<br>equality and to examine the effectiveness of the norms contained in Law Number 6 of 2023 on Job<br>Creation in providing legal certainty for female workers who are vulnerable to rights violations in<br>the workplace. This research employs a normative legal research method using a statutory<br>approach, supported by primary, secondary, and tertiary legal materials collected through library<br>research. The data were analyzed qualitatively using a descriptive-analytical and systematic<br>approach. The results indicate that normatively, Law Number 6 of 2023 has provided a legal basis<br>for the protection of female workers, particularly concerning the principles of equality, nondiscrimination, and the protection of fundamental rights in employment relationships. However, the<br>effectiveness of its implementation has not been fully optimal due to the gap between legal norms<br>and their application in practice, weak supervision, and the lack of legal awareness among<br>employers. Therefore, it is necessary to strengthen the role of the government, enhance labor<br>supervision, and ensure consistent law enforcement so that legal protection for female workers can<br>be realized fairly and effectively.</p>I Made Dendi Septa PianaI Made SutaNi Ketut Kantriani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101REFLECTIVE STUDY ON TESOL PRACTICES IN EFL TEACHING: COMPARING KURIKULUM 2013 AND KURIKULUM MERDEKA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18393
<p><em>This article discusses the reflection of a teacher's experience in teaching, especially teaching English, using the 2013 curriculum and the independent curriculum in Indonesia. This reflection applies TESOL practices to the Communicative Language Teaching (CLT) approach at the supra, macro, micro, and nano levels in learning. The results of this reflection indicate that the 2013 curriculum tends to limit teacher flexibility in planning learning, as well as motivating students to be more silent. In addition, the independent curriculum provides enormous flexibility for teachers to adjust learning methods and techniques according to students' abilities and needs, so that ultimately, this can also increase active participation, as well as the confidence of the students who speak English. At the end of this article, the independent curriculum can be more helpful in implementing communicative and student-focused TESOL practices. So that second language (EFL) teachers are expected to be able to think flexibly when choosing learning strategies and methods that are in line with the context in the classroom and the needs of students.</em></p>Ina Safitri SiregarKalayo Hasibuan
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101DAMPAK SUSTAINABILITY DISCLOSURE, INOVASI PRODUK RAMAH LINGKUNGAN, DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18551
<p>Penelitian ini berfokus pada pemeriksaan bagaimana pelaporan keberlanjutan, pengembangan produk ramah lingkungan, dan kepemilikan institusional memengaruhi nilai perusahaan di sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI dari tahun 2020 hingga 2024. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif, mengumpulkan data sekunder dari laporan tahunan dan dokumen keberlanjutan perusahaan, dengan mengikuti kriteria yang ditetapkan oleh Global Reporting Initiative (2020). Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 26, menerapkan teknik regresi linier berganda dan pengecekan asumsi tradisional (Sugiyono, 2022). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaporan keberlanjutan, pengembangan produk ramah lingkungan, dan kepemilikan institusional secara positif dan signifikan memengaruhi nilai perusahaan, baik secara individual maupun kolektif. Pelaporan keberlanjutan muncul sebagai prediktor yang paling signifikan, dengan koefisien 0,372 dan tingkat signifikansi 0,000 (Sari dan Rahman, 2024). Dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,674, ketiga variabel independen ini menjelaskan 67,4% perubahan nilai perusahaan. Jika praktik keberlanjutan diadopsi, inovasi hijau diperkenalkan, dan kerangka kepemilikan yang efektif dibentuk, pasar modal Indonesia dapat melihat peningkatan kepercayaan investor dan peningkatan nilai bisnis jangka panjang (Barney, 1991; Jensen dan Meckling, 1976).</p> <p><em>This research focuses on examining how sustainability reporting, eco-friendly product development, and institutional ownership influence the value of companies in the food and beverage sector listed on the IDX from 2020 to 2024. The study utilized quantitative approaches, gathering secondary data from annual reports and sustainability documents of companies, adhering to the criteria set by the Global Reporting Initiative (2020). Data analysis was performed using SPSS version 26, applying multiple linear regression techniques and traditional assumption checks (Sugiyono, 2022). The results reveal that sustainability reporting, eco-friendly product development, and institutional ownership positively and significantly affect company value, both individually and collectively. Sustainability reporting emerged as the most significant predictor, with a coefficient of 0. 372 and a significance level of 0. 000 (Sari and Rahman, 2024). With a determination coefficient (R2) of 0. 674, these three independent variables account for 67. 4% of the changes in firm value. If sustainability practices are adopted, green innovations are introduced, and effective ownership frameworks are established, the Indonesian capital market could see enhanced investor trust and boosted long-term business value (Barney, 1991; Jensen and Meckling, 1976).</em></p>Farhan AdityaSudarynianto NSMaria Yovita R. Pandin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR LENGKAP MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN DI POSYANDU CEMPAKA 1 DESA BANGBAYANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18789
<p>Imunisasi dasar lengkap merupakan upaya pencegahan penyakit menular yang sangat penting bagi bayi dan balita. Namun, masih terdapat ibu yang memiliki pengetahuan rendah mengenai jenis, jadwal, dan manfaat imunisasi, sehingga berpotensi menyebabkan ketidaklengkapan imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap di Posyandu Cempaka 1 Desa Bangbayang. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 32 ibu yang memiliki bayi dan balita usia 0–5 tahun. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (53,1%), sedangkan setelah penyuluhan mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (81,3%). Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 54,38 menjadi 84,06 dengan nilai p < 0,001, yang menunjukkan perbedaan signifikan. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap. Oleh karena itu, penyuluhan kesehatan perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap di posyandu.</p> <p><em>Complete basic immunization is one of the most important preventive measures to protect infants and toddlers from infectious diseases. However, some mothers still have limited knowledge regarding the types, schedules, and benefits of immunization, which may lead to incomplete immunization coverage. This study aimed to determine the effect of health education on improving mothers’ knowledge about complete basic immunization at Cempaka 1 Integrated Health Post, Bangbayang Village. This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 32 mothers who had infants and toddlers aged 0–5 years. Data were collected using a structured questionnaire to assess mothers’ knowledge before and after the health education intervention. Data analysis was conducted descriptively and inferentially using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that before health education, most respondents had poor knowledge (53.1%), while after the intervention, the majority of respondents had good knowledge (81.3%). The mean knowledge score increased from 54.38 to 84.06, with a p-value < 0.001, indicating a statistically significant difference. In conclusion, health education was effective in improving mothers’ knowledge regarding complete basic immunization. Therefore, regular and continuous health education is recommended to increase complete basic immunization coverage at integrated health posts.</em></p>Silva Dwi RahmizaniIrma MulyaniMelanie JuliantiWidiyawatiErni Nur LaelasariMilka Shaliha NugrohoFetra Dhantri PoppylyanaAmi LestariRena Mariska
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP MINAT BELAJAR IPAS PESERTA DIDIK KELAS IV TOPIK GAYA DISEKITAR KITA DISD SARASWATI 6 DENPASAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19426
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video animasi terhadap minat belajar IPAS peserta didik kelas IV pada topik “Gaya di Sekitar Kita” di SD Saraswati 6 Denpasar Tahun Ajaran 2025/2026. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: "Apakah ada pengaruh penggunaan media video animasi terhadap minat belajar IPAS topik gaya di sekitar kita pada peserta didik kelas IV di SD Saraswati 6 Denpasar?" Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar peserta didik dalam pembelajaran IPAS yang masih menggunakan metode konvensional tanpa media interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimen dan desain nonequivalent control group. Sampel penelitian berjumlah 66 peserta didik, terdiri dari 33 peserta didik kelas eksperimen dan 33 peserta didik kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan uji-t (independent sample t-test).Hasil uji-t diperoleh nilai thitung sebesar -3486 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan media video animasi terhadap minat belajar IPAS peserta didik. Dengan demikian, media video animasi dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan minat belajar peserta didik di sekolah dasar</p> <p><em>This study aims to determine the effect of animated video media on fourth-grade students' interest in learning science on the topic "Forces Around Us" at Saraswati 6 Elementary School, Denpasar, in the 2025/2026 academic year. The research question is: "Is there an effect of animated video media on fourth-grade students' interest in learning science on the topic of forces around us?" This research is motivated by the low learning interest of students in science lessons that still use conventional methods without interactive media. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental method and a nonequivalent control group design. The sample size was 66 students, consisting of 33 students in the experimental class and 33 students in the control class. Data were collected through a questionnaire and analyzed using an independent sample t-test.The t-test results obtained a t-value of -3486 with a significance level of 0.000 <0.05. This indicates a significant influence of the use of animated video media on students' interest in learning science. Therefore, animated video media can be used as an effective alternative learning medium to increase student interest in learning in elementary schools.</em></p>Ni Luh Gede Diah PradnyawatiDra Luh Dewi PuspariniI Ketut Manik Asta Jaya
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) BERBANTUAN MEDIA EDUCANDY TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SD NEGERI 2 SANUR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19503
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan media Educandy terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi “Gaya di Sekitar Kita” mata pelajaran IPAS kelas IV di SD Negeri 2 Sanur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental design dan rancangan One-Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV sebanyak 32 siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes essay untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan uji-t dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test lebih tinggi dibandingkan pre-test, dan hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,001 < 0,05, sehingga H₀ ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan media Educandy terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan menyenangkan dapat meningkatkan motivasi belajar serta keterampilan berpikir kritis siswa.</p> <p><em>This study aims to examine the effect of the Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model assisted by Educandy media on students’ critical thinking skills in the topic “Forces Around Us” in the Social and Natural Sciences (IPAS) subject for fourth-grade students at SD Negeri 2 Sanur. This research employed a quantitative approach with a pre-experimental design using a One-Group Pretest-Posttest Design. The subjects were all 32 fourth-grade students. The instrument used was an essay test to measure critical thinking skills. Data analysis was conducted using descriptive statistics and a paired-sample t-test with the assistance of SPSS. The results showed that the post-test mean score was higher than the pre-test, and the t-test revealed a significance value of 0.001 < 0.05, leading to the rejection of H₀. This indicates a significant effect of the CTL learning model assisted by Educandy on students’ critical thinking skills. Therefore, applying a contextual, interactive, and enjoyable learning model can enhance students’ motivation and critical thinking abilities.</em></p>Ni Putu Ayu Bintang Pradilla PutriNi Ketut Srie Kusuma WardhaniAnak Agung Ngurah Budiadnyana
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SDN 1 KANOMAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18477
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Komite Sekolah dalam implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SDN 1 Kanoman. Manajemen Berbasis Sekolah merupakan pendekatan pengelolaan pendidikan yang memberikan otonomi lebih luas kepada sekolah dengan menekankan prinsip partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Keberhasilan penerapan MBS sangat dipengaruhi oleh keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, salah satunya adalah Komite Sekolah sebagai representasi partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan informan utama kepala sekolah, guru, dan pengurus komite sekolah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Komite Sekolah di SDN 1 Kanoman telah dilaksanakan melalui empat fungsi utama, yaitu sebagai badan pertimbangan (advisory agency), pendukung (supporting agency), pengontrol (controlling agency), dan mediator (mediating agency). Namun demikian, pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal. Peran komite masih lebih dominan pada aspek administratif dan dukungan pendanaan, sementara fungsi pengawasan, evaluasi mutu pendidikan, serta pemberian pertimbangan strategis masih perlu ditingkatkan. Faktor pendukung pelaksanaan peran komite meliputi hubungan yang cukup baik antara sekolah dan komite, sedangkan faktor penghambatnya antara lain keterbatasan pemahaman anggota komite terhadap konsep MBS dan kurangnya pembinaan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sinergi antara sekolah dan komite melalui peningkatan komunikasi, sosialisasi, dan pelatihan agar implementasi MBS dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.</p> <p><em>This study aims to analyze the role of the School Committee in the implementation of School-Based Management (SBM) at SDN 1 Kanoman. School-Based Management is an educational management approach that provides greater autonomy to schools by emphasizing the principles of participation, transparency, and accountability to improve the quality of education. The success of SBM implementation is greatly influenced by the involvement of various stakeholders, one of which is the School Committee as a representative of community participation. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, observations, and documentation studies with key informants, namely the principal, teachers, and school committee administrators. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, while data validity was tested using source and technique triangulation. The results of the study indicate that the role of the School Committee at SDN 1 Kanoman has been implemented through four main functions, namely as an advisory agency, supporting agency, controlling agency, and mediating agency. However, its implementation has not been fully optimal. The committee's role is still more dominant in administrative aspects and financial support, while the functions of supervision, evaluation of educational quality, and providing strategic considerations still need to be improved. Supporting factors for the implementation of the committee's role include a fairly good relationship between the school and the committee, while inhibiting factors include the committee members' limited understanding of the SBM concept and the lack of ongoing guidance. This study recommends strengthening the synergy between the school and the committee through increased communication, outreach, and training so that the implementation of SBM can run more effectively and sustainably.</em></p>Yulinda Anggun PrasastiSofwan Adi PutraArman
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BIMBINGAN KONSELING DALAM MENGATASI PERMASALAHAN ADAB DAN MORAL SISWA DI SDN 086 DESA TEBAT PATAH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18602
<p>Permasalahan adab dan moral siswa di sekolah dasar menjadi perhatian penting dalam pembentukan karakter sejak usia dini. Siswa SDN 086 Desa Tebat Patah menunjukkan perilaku kurang sopan, rendahnya kedisiplinan, serta kurangnya tanggung jawab dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan bimbingan konseling dalam mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur dan observasi dokumen sekolah untuk memahami strategi pembinaan adab dan moral siswa. Analisis menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam berfungsi sebagai landasan nilai dan pembiasaan perilaku religius, sedangkan bimbingan konseling membantu siswa memahami diri, mengelola emosi, dan memperbaiki perilaku melalui pendekatan personal dan humanis. Sinergi kedua peran tersebut memungkinkan pembinaan adab dan moral siswa berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi PAI dan bimbingan konseling dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia.</p> <p><em>The issue of students’ manners and moral values in elementary schools is a crucial aspect of character development from an early age. Students at SDN 086 Desa Tebat Patah often display behaviors such as lack of politeness, low discipline, and limited responsibility in daily activities. This study aims to analyze the role of Islamic Religious Education (PAI) and counseling in addressing these problems. The research employed a qualitative descriptive approach using literature review and school document observation to understand strategies for fostering students’ manners and moral values. The analysis shows that Islamic Religious Education serves as a foundation of values and a practice for religious behaviors, while counseling helps students understand themselves, manage emotions, and improve behavior through a personal and humanistic approach. The synergy of these two roles allows the development of students’ manners and morals to be effective and sustainable. This study emphasizes the importance of integrating PAI and counseling in shaping students into individuals with noble character.</em></p>Muhammad ArifinSatma Nur FitriNabillah Amanda MeizuriNadiratunnisaChanda Khairun NisaMuhammad Alfi NurdinM. ArdaArbanik
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 6 DENPASAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19118
<p>Kedisiplinan merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter siswa di sekolah, disiplin mencerminkan sikap tanggung jawab, ketekunan, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Dalam hal ini peran guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti menjadi sangat krusial dalam membentuk kedisiplinan siswa. Adapun masalah yang akan dibahas antara lain: (1) Bagaimana peran guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dalam membentuk karakter disiplin pada siswa kelas XI di SMA Negeri 6 Denpasar, (2) Bagaimanakah proses guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dalam membentuk karakter disiplin pada siswa kelas XI di SMA Negeri 6 Denpasar, (3) Bagaimana implikasi Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dalam membentuk karakter disiplin pada siswa kelas XI di SMA Negeri 6 Denpasar Teori yang digunakan untuk menganalisis masalah adalah teori peran dan teori konstruktivisme. Subjek penelitian adalah guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti, siswa Hindu kelas XI, serta kepala sekolah di SMA Negeri 6 Denpasar. Jenis penelitian yang dipergunakan yakni kualitatif melalui pendekatannya berupa fenomenologi. Kemudian, sumber datanya mempergunakan data primer serta sekunder, data primer : wawancara dan observasi. data sekunder : jurnal-jurnal, artikel dan internet. Teknik penentuan informan melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan datanya mempergunakan observasi, wawancara semi terstruktur, studi pustaka dan dokumentasi yang kemudian dianalisis mempergunakan metode deskriptif kualitatif melalui tahap pengumpulan datanya berupa redaksi data, penyajian data serta kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru berperan dalam membentuk karakter disiplin siswa dimana guru berperan sebagai pendidik, motivator, dan teladan, (2) Proses pembentukan karakater disiplin mencakup perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam pembelajaran, (3) Implikasi Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti dalam membentuk karakter disiplin siswa diantaranya berimplikasi dalam sikap dan prilaku siswa di kelas, interaksi sosial, dan praktik keagamaan.</p>I Kadek Angga Dwi PradantaNi Nyoman PerniPutu Ayu Septiari Dewi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101KONFLIK INTERPERSONAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19452
<p>Konflik interpersonal merupakan fenomena yang umum terjadi dalam interaksi antarindividu, baik dalam lingkungan keluarga, pendidikan, maupun organisasi. Konflik ini muncul akibat perbedaan persepsi, kepentingan, nilai, sikap, serta pola komunikasi antara individu yang terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep konflik interpersonal, faktor-faktor penyebab terjadinya konflik, serta dampaknya terhadap hubungan sosial dan kinerja individu. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan mengenai konflik interpersonal dan manajemen konflik. Hasil kajian menunjukkan bahwa konflik interpersonal dapat berdampak negatif apabila tidak dikelola dengan baik, namun juga berpotensi memberikan dampak positif apabila diselesaikan melalui komunikasi yang efektif dan strategi penyelesaian konflik yang tepat. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif mengenai konflik interpersonal sangat penting untuk membangun hubungan yang harmonis dan produktif.</p>Kartika WulandariRivatul MunirohNur Ayu Oktalia Safitri
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV DI SD N 4 TULIKUP KABUPATEN GIANYAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19652
<p>Pembelajaran IPAS merupakan mata pelajaran penting di sekolah dasar, namun hasil belajar peserta didik kelas IV SD Negeri 4 Tulikup masih berada di bawah KKTP dan proses pembelajaran cenderung bersifat satu arah. Kondisi ini menunjukkan perlunya inovasi dalam memilih model serta media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model PBL berbantuan media video pembelajaran terhadap hasil belajar IPAS peserta didik kelas IV SD Negeri 4 Tulikup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian one group pre test-post test design. Subjek penelitian yaitu 30 siswa kelas IV. Penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 63,67 menjadi 88,53. Hasil pengujian hipotesis uji paired sample t-test menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan Model Pembelajaran PBL Berbantuan Media Video Pembelajaran terhadap hasil belajar IPAS peserta didik kelas IV di SD Negeri 4 Tulikup Gianyar. Oleh karena itu, Model Pembelajaran PBL Berbantuan Media Video Pembelajaran efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS.</p> <p><em>Science learning is an important subject in elementary school, but the learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 4 Tulikup are still below the KKTP (Qualifications for Learning) and the learning process tends to be one-way. This condition indicates the need for innovation in choosing more interesting and interactive learning models and media. This study aims to determine the effect of implementing the PBL model assisted by learning video media on the science learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 4 Tulikup. This study uses a quantitative approach with a one-group pre-test-post-test design. The research subjects were 30 fourth-grade students. The study showed an increase in the average score from 63.67 to 88.53. The results of the paired sample t-test hypothesis test showed a significant effect of the PBL Learning Model Assisted by Learning Video Media on the science learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 4 Tulikup Gianyar. Therefore, the PBL Learning Model Assisted by Learning Video Media is effective in improving science learning outcomes.</em></p>Ni Kadek Sri DarmayantiNi Gusti Ayu Made Yeni LestariNi Nyoman Suastini
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101TEACHERS' PERCEPTIONS OF ENGLISH TEACHING STRATEGIES IN THE CONTEXT OF CURRICULUM CHANGES IN INDONESIA: A LITERATURE REVIEW
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18390
<p><em>The curriculum used plays a crucial role in determining the approach, methods, and practices of classroom learning. However, several challenges emerged during its implementation, such as the heavy administrative workload for teachers and limited flexibility in accommodating students’ diverse learning needs. A country certainly understands and recognizes that curriculum reform is a viable effort to improve education in that country. In recent years, many countries have implemented curriculum reform with the goal of equipping children with the knowledge, skills, and competencies needed for tomorrow. In Indonesia, the purpose of this study is to explore how teachers perceive the transition from a K-13 curriculum to an independent curriculum. And this study is a literature review which analyzes curriculum reform in Indonesia with the aspects contained therein.</em></p>Fitri RahmiKalayo Hasibuan
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101INTOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI INDONESIA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18546
<p>Penelitian ini membahas fenomena intoleransi antar umat beragama di Indonesia, yang muncul akibat berbagai faktor sosial, budaya, politik, dan teknologi, termasuk fanatisme, konservatisme keagamaan, serta pengaruh media sosial. Indonesia sebagai negara multikultural memiliki enam agama resmi, namun keberagaman ini tidak selalu diterima secara harmonis, sehingga menimbulkan konflik dan diskriminasi dalam praktik beribadah serta kehidupan sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, mengumpulkan data dari jurnal akademik, laporan lembaga penelitian, berita kasus intoleransi, dan dokumen pemerintah. Analisis menunjukkan bahwa faktor penyebab intoleransi meliputi fanatisme, ideologi keagamaan konservatif, pengaruh media sosial, dan rendahnya pendidikan toleransi. Upaya penanggulangan yang dilakukan meliputi program pendidikan toleransi di sekolah, regulasi dan perlindungan hukum, dialog antarumat beragama, kampanye publik melalui media sosial, serta pelibatan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Penelitian ini menekankan pentingnya kesadaran kolektif dan pendidikan multikultural dalam membentuk masyarakat yang toleran, harmonis, dan menghargai perbedaan agama.</p> <p><em>This study examines the phenomenon of interreligious intolerance in Indonesia, which arises from various social, cultural, political, and technological factors, including fanaticism, religious conservatism, and the influence of social media. As a multicultural country with six official religions, Indonesia has six official religions, but this diversity is not always harmoniously accepted, leading to conflict and discrimination in religious practices and social life. The study used a descriptive qualitative method with a literature review approach, collecting data from academic journals, research institute reports, news reports on intolerance cases, and government documents. The analysis shows that the causal factors of intolerance include fanaticism, conservative religious ideology, the influence of social media, and low tolerance education. Mitigation efforts include tolerance education programs in schools, legal regulations and protections, interfaith dialogue, public campaigns through social media, and the involvement of community and religious leaders. This study emphasizes the importance of collective awareness and multicultural education in creating a tolerant, harmonious society that respects religious differences.</em></p>Nike TisesaShafa ZaharaniNadiya Pratiwi YubeMuhammad Fatih ArdhiJelita Pija AlqudrianiAlya RahmadaniFathia Deanova Anwar Reisha Khairani RiandaClarissa Vania IndriatiNovia Anggini Putri
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101ANALISIS FRAMING MEDIA: STUDI KOMPERATIF MEDIA ONLINE ‘KOMPAS.COM’ DAN ‘PIKIRAN RAKYAT’ TERKAIT PEMBERITAAN MBG DI BANDUNG BARAT PRIODE 22 SEPTEMBER – 5 OKTOBER 2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18704
<p>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Namun, dalam pelaksanaannya di Kabupaten Bandung Barat pada September–Oktober 2025, program ini dihadapkan pada kasus keracunan massal yang menimbulkan perhatian dan kekhawatiran publik. Media massa berperan penting dalam membentuk persepsi publik terhadap peristiwa tersebut melalui proses framing pemberitaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan framing media online Kompas.com sebagai media nasional dan Pikiran Rakyat.com sebagai media lokal dalam memberitakan kasus keracunan MBG di Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis framing model Robert N. Entman yang meliputi empat elemen, yaitu pendefinisian masalah (define problems), identifikasi penyebab (diagnose causes), penilaian moral (make moral judgements), dan rekomendasi penyelesaian (treatment recommendation). Data penelitian berupa delapan artikel berita yang dipublikasikan oleh kedua media selama periode 22 September hingga 5 Oktober 2025, dengan fokus analisis pada headline dan lead berita. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan framing yang signifikan antara kedua media. Kompas.com cenderung membingkai kasus keracunan MBG sebagai peristiwa insidental dengan menekankan kronologi kejadian, dampak kesehatan korban, serta respons dan langkah penanganan dari otoritas terkait. Sebaliknya, Pikiran Rakyat.com membingkai peristiwa tersebut dalam konteks yang lebih luas dengan menyoroti keresahan sosial masyarakat, lemahnya pengawasan program, serta aspek struktural dan kebijakan publik yang melatarbelakangi terjadinya kasus keracunan. Temuan ini menunjukkan bahwa karakteristik dan orientasi media berpengaruh terhadap konstruksi realitas pemberitaan kebijakan publik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kajian komunikasi massa, khususnya dalam memahami peran framing media dalam membentuk interpretasi publik terhadap isu kesehatan dan keamanan pangan.</p>NabilaMaulia RahmahKleofas SihomingElvia SapitriDwi Rodzotul FitriWardatunnisaAditya Anna M
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101EFIKASI DIRI DAN STRES AKADEMIK: STUDI PADA MAHASISWA BEKERJA YANG SEDANG MENGHADAPI SKRIPSI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19418
<p>Tingginya tuntutan akademik yang dihadapi mahasiswa bekerja dalam proses penyusunan skripsi, yang berpotensi menimbulkan stres akademik. Efikasi diri dipandang sebagai salah satu faktor psikologis yang berperan dalam menghadapi tekanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara efikasi diri dan stres akademik pada mahasiswa bekerja yang sedang menyusun skripsi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Partisipan berjumlah 93 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari skala stres akademik dan skala efikasi diri. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara efikasi diri dan stres akademik (r = 0,928; p < 0,01). Penelitian ini menyimpulkan bahwa efikasi diri merupakan faktor psikologis penting yang berkaitan dengan stres akademik pada mahasiswa bekerja yang sedang menyusun skripsi.</p> <p><em>The high academic demands experienced by working students during the thesis completion process, which may lead to academic stress. Self-efficacy is considered a psychological factor related to how individuals manage academic pressure. This study aims to empirically examine the relationship between self-efficacy and academic stress among working students completing their thesis. A quantitative correlational design was employed. The participants were 93 working undergraduate students from the Faculty of Psychology at Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, selected using purposive sampling. Research instruments included an academic stress scale and a self-efficacy scale. Data were analyzed using Pearson Product Moment correlation. The results indicated a positive and significant relationship between self-efficacy and academic stress (r = 0.928; p < 0.01). In conclusion, self-efficacy plays an important role in the academic stress experienced by working students during the thesis completion process.</em></p>Muhammad Riezal Guntara WibawaSurosoIsrida Yul Arifiana
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PENTINGNYA PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBETUK KARAKTER DAN NILAI BUDAYA GENERASI MUDA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19495
<p><em>Christian religious education plays a crucial role in shaping the character and cultural values of the younger generation amidst the complex currents of globalization. This education goes beyond simply understanding doctrine, but also fosters Christian values such as love, honesty, and social responsibility. Through Christian religious education, young people can understand their identity as children of God, develop a strong spirituality, and establish a solid moral foundation for facing life's challenges. This is crucial for preventing young people from falling into deviant behavior and building a civilized and dignified nation. Effective Christian religious education teaches the importance of tolerance, hard work, and contribution to society. Thus, young people will grow into individuals of faith, noble character, and active participation in national development. Mastery of Christian values will shape a young generation of wisdom and integrity, capable of establishing harmonious relationships with others and their environment. Therefore, Christian religious education is a vital investment for the nation's future. </em></p> <p>Pendidikan agama Kristen memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan nilai budaya generasi muda di tengah arus globalisasi yang kompleks. Pendidikan ini tidak hanya sebatas pemahaman doktrin, tetapi juga pembentukan nilai-nilai Kristiani seperti kasih, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Melalui pendidikan agama Kristen, generasi muda dapat memahami jati diri mereka sebagai anak Allah, mengembangkan spiritualitas yang kuat, serta memiliki landasan moral yang kokoh dalam menghadapi tantangan kehidupan. Hal ini penting untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam perilaku menyimpang dan membangun bangsa yang beradab dan bermartabat. Pendidikan agama Kristen yang efektif mengajarkan pentingnya toleransi, kerja keras, dan kontribusi bagi masyarakat. Dengan demikian, generasi muda akan tumbuh menjadi individu yang beriman, berakhlak mulia, dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Penguasaan nilai-nilai Kristiani akan membentuk generasi muda yang bijak dan berintegritas, mampu menjalin hubungan harmonis dengan sesama dan lingkungannya. Oleh karena itu, pendidikan agama Kristen merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa.</p>Hever TaneoFeni Adolrista Ni'abFriska Mince BenuIvana Clairine MailauYenry Anastasia Pellondou
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101KERESAHAN KOLEKTIF (COLLECTIVE ANXIETY) PADA MASYARAKAT SEKITAR DAERAH PERTAMBANGAN TANPA IZIN (PETI)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18440
<p>Pertambangan Tanpa Izin (PETI) merupakan persoalan sosial-ekologis yang berdampak luas, tidak hanya pada kerusakan lingkungan, tetapi juga pada kehidupan sosial dan kondisi psikologis masyarakat di sekitarnya. Aktivitas PETI memicu pencemaran lingkungan, konflik horizontal, serta ketidakpastian ekonomi yang pada akhirnya melahirkan keresahan kolektif di tingkat komunitas. Keresahan ini tidak sekadar muncul sebagai kecemasan individu, melainkan berkembang menjadi emosi sosial yang dialami dan dirasakan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena keresahan kolektif (collective anxiety) pada masyarakat sekitar wilayah PETI melalui pendekatan literature review. Berbagai literatur yang relevan dalam bidang psikologi sosial, psikologi lingkungan, dan kajian pertambangan dianalisis untuk memahami faktor penyebab, pola kemunculan, serta implikasi psikososial dari keresahan kolektif. Hasil kajian menunjukkan bahwa keresahan kolektif dipengaruhi oleh interaksi antara degradasi lingkungan, konflik sosial, lemahnya kepercayaan terhadap institusi, serta perasaan tidak berdaya secara komunal. Keresahan kolektif berdampak pada menurunnya kesejahteraan psikologis masyarakat, melemahnya kohesi sosial, dan meningkatnya ketegangan antarwarga. Namun, dalam kondisi tertentu, keresahan ini juga berpotensi menjadi dasar munculnya solidaritas dan kesadaran kolektif. Oleh karena itu, pemahaman terhadap dinamika keresahan kolektif penting sebagai landasan dalam merancang intervensi psikososial dan kebijakan publik yang lebih berorientasi pada kesejahteraan komunitas di wilayah terdampak PETI.</p> <p><em>Illegal mining (Pertambangan Tanpa Izin/PETI) is a persistent socio-ecological issue that affects not only environmental sustainability but also the social and psychological well-being of surrounding communities. Environmental degradation, social conflict, and economic uncertainty caused by illegal mining activities often generate collective anxiety within affected communities. This form of anxiety goes beyond individual psychological responses and develops into a shared emotional experience shaped through social interaction and group identification. This study aims to examine the phenomenon of collective anxiety among communities living near illegal mining areas through a literature review approach. Relevant studies in social psychology, environmental psychology, and mining-related research were analyzed to explore the contributing factors, patterns, and psychosocial consequences of collective anxiety. The findings indicate that collective anxiety is influenced by a complex interaction of ecological damage, social conflict, low institutional trust, and a sense of collective helplessness. Collective anxiety has significant implications, including decreased psychological well-being, weakened social cohesion, and heightened social tension. However, the literature also suggests that collective anxiety may function as a potential source of social solidarity when communities are able to transform shared concerns into collective action. Understanding this dynamic is essential for developing community-based psychological interventions and public policies that address not only environmental damage but also the psychosocial needs of communities affected by illegal mining activities.</em></p>Imam ZulkhairiAhmaddin Ahmad Tohar
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101KAJIAN FILOLOGI TERHADAP KESALAHAN TEKS SURAH AL-BAQARAH DALAM NASKAH AL-QUR’AN NB 1838 KOLEKSI IPUSNAS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18585
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesalahan dan kekurangan penulisan dalam naskah Al-Qur’an NB 1838 koleksi iPusnas, dengan fokus pada Surah Al-Baqarah ayat 196–286. Kajian ini menggunakan pendekatan filologis dan kodikologis guna menelusuri karakteristik fisik naskah serta bentuk-bentuk variasi teks yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mushaf ini tergolong parsial, karena hanya menyisakan sebagian kecil surah dan mengalami kerusakan pada beberapa bagian seperti sobekan, lubang, dan bekas air. Analisis teks menemukan adanya kesalahan penulisan huruf, penghilangan lafadz, serta penggunaan tinta berwarna yang menandai proses koreksi atau penyalinan ulang. Temuan-temuan tersebut memperlihatkan bahwa proses penyalinan mushaf pada masa lampau bersifat manusiawi dan dipengaruhi oleh kondisi material serta keterampilan penyalin. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya mengungkap nilai tekstual dari naskah Al-Qur’an NB 1838, tetapi juga memperkaya pemahaman terhadap sejarah penyalinan dan tradisi penulisan Al-Qur’an di Nusantara.</p>Anisa CantikaKhalisa Nurul Fitri ArfanNur Saiba PulunganLukmanul Hakim
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PENGARUH LITERASI TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 MUNDUKTEMU PUPUAN TABANAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19036
<p>Pendidikan literasi sangat penting untuk dikembangkan sejak dini di sekolah dasar sebagai dasar penguasaan keterampilan berbahasa, terutama dalam menulis puisi. Melalui kegiatan literasi yang konsisten, siswa diharapkan mampu meningkatkan kreativitas dan kemampuan mengekspresikan ide serta perasaan melalui karya puisi. Adapun masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana langkah – langkah penerapan literasi di SD Negeri 1 Munduktemu ? (2) Apakah literasi berpengaruh terhadap keterampilan menulis puisi di kelas IV SD Negeri 1 Munduktemu?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) langkah – langkah penerapan literasi di SD Negeri 1 Munduktemu, (2) pengaruh literasi terhadap keterampilan menulis puisi di kelas IV SD Negeri 1 Munduktemu. Teori yang digunakan untuk menganalisis masalah ini adalah teori keterpaduan keterampilan berbahasa yang menyatakan bahwa kemampuan membaca dan menulis saling memperkuat. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 1 Munduktemu yang berjumlah 20 orang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui angket, tes menulis puisi, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode mixed methods dengan analisis statistik kuantitatif serta analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Langkah – langkah penerapan literasi di SD Negeri 1 Munduktemu dilaksanakan secara bertahap dan terencana, meliputi kegiatan pembiasaan membaca, kegiatan pengembangan melalui diskusi dan pemahaman bacaan, serta kegiatan penerapan yang mendorong siswa untuk mengekspresikan ide dan perasaan dalam bentuk tulisan, khususnya puisi. Sehingga tingkat literasi siswa tergolong cukup baik. (2) Pengaruh signifikan antara literasi terhadap keterampilan menulis puisi dengan . Nilai t hitung sebesar 7,427 dengan signifikansi 0,000 dan nilai t tabel sebesar 1,72472. Semakin baik penerapan literasi, maka semakin meningkat keterampilan menulis puisi siswa.</p> <p><em>Literacy education is very important to be developed early in elementary school as a basis for mastering language skills, especially in writing poetry. Through consistent literacy activities, students are expected to be able to increase their creativity and ability to express ideas and feelings through poetry. The problems that will be discussed in this study are: (1) What are the steps for implementing literacy in SD Negeri 1 Munduktemu? (2) Does literacy affect poetry writing skills in grade IV of SD Negeri 1 Munduktemu? This study aims to determine: (1) the steps for implementing literacy in SD Negeri 1 Munduktemu, (2) the effect of literacy on poetry writing skills in grade IV of SD Negeri 1 Munduktemu. The theory used to analyze this problem is the theory of language skills integration which states that reading and writing skills strengthen each other. The subjects of this study were all 20 grade IV students of SD Negeri 1 Munduktemu. The data collection method was carried out through questionnaires, poetry writing tests, interviews, observations, and documentation. The data obtained were analyzed using mixed methods with quantitative statistical analysis and qualitative descriptive analysis. The results of the study indicate that: (1) The steps for implementing literacy at SD Negeri 1 Munduktemu were implemented in stages and in a planned manner, including reading habituation activities, development activities through discussion and reading comprehension, and implementation activities that encourage students to express ideas and feelings in written form, especially poetry. Therefore, the level of student literacy is quite good. (2) There is a significant influence between literacy and poetry writing skills. The calculated t-value is 7.427 with a significance of 0.000 and a t-table value of 1.72472. The better the implementation of literacy, the more students' poetry writing skills improve.</em></p>Ni Komang Sintha Sasmita UtamiNi Nengah SelasihNi Nyoman Suastini
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101AL-QUR’AN DAN SUNNAH SEBAGAI SUMBER ILMU PENGETAHUAN DAN SAINS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19446
<p>Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis ayat-ayat Al-Quran dan hadits yang berkaitan dengan sumber ilmu pengetahuan dan sains serta menelaah epistemologis dan relevensinya di era kontemporer.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui metode studi kepustakaan (library research). Pendekatan ini dipilih karena fokus kajian bersifat konseptual dan normatif, yakni menelaah Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber epistemologi ilmu pengetahuan dalam Islam. Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti untuk memahami secara mendalam makna, nilai, dan prinsip-prinsip keilmuan yang terkandung dalam teks-teks keagamaan serta relevansinya dalam konteks perkembangan sains dan teknologi kontemporer.Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer meliputi ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan perintah menuntut ilmu, penggunaan akal, dan dorongan untuk mengamati fenomena alam semesta. Data sekunder diperoleh dari kitab tafsir klasik dan kontemporer, buku filsafat ilmu Islam, karya para ulama dan pemikir Muslim, serta artikel jurnal ilmiah dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema kajian.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran dan inventarisasi sumber-sumber pustaka yang relevan, baik dalam bentuk teks keagamaan maupun literatur ilmiah. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui beberapa tahapan, yaitu: (1) reduksi data, dengan menyeleksi dan memfokuskan data yang relevan dengan tujuan penelitian; (2) kategorisasi, dengan mengelompokkan data ke dalam tema-tema utama epistemologi Islam dan sumber-sumber pengetahuan; (3) interpretasi kritis, dengan mengaitkan teks wahyu dan pemikiran para ulama dengan konteks keilmuan kontemporer; dan (4) sintesis konseptual, untuk merumuskan secara integratif peran Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber ilmu pengetahuan yang holistik, beretika, dan berkelanjutan.Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa Al-Qur’an dan Sunnah memuat fondasi epistemologis ilmu pengetahuan yang bersifat komprehensif dan integratif. Wahyu tidak hanya berfungsi sebagai sumber normatif-teologis, tetapi juga sebagai kerangka konseptual dalam pengembangan ilmu dan sains. Al-Qur'an dan Sunnah merupakan sumber ilmu utama dalam Islam, mendorong manusia untuk membaca, berpikir, dan meneliti alam semesta (ayat-ayat kauniyah), seperti dalam QS. Al-'Alaq (96): 1-5 tentang perintah membaca sebagai kunci ilmu, QS. Shad (38): 29 tentang merenungi ayat-ayat Allah, dan QS. Al-A'raf (7): 185 tentang memperhatikan penciptaan langit dan bumi, yang semuanya mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan sains sebagai wujud keimanan. Sunnah Nabi Muhammad SAW memperkuatnya dengan sabda, "Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya," menekankan pentingnya ilmu secara umum. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi prinsip-prinsip universal yang memperkuat paradigma keilmuan Islam, yaitu amanah, musyawarah, keadilan, profesionalisme (itqān), dan tawakal. Prinsip amanah menegaskan bahwa ilmu merupakan titipan ilahi yang harus digunakan secara bertanggung jawab, sedangkan musyawarah mencerminkan pentingnya dialog ilmiah dan kolaborasi. Keadilan menuntut objektivitas dan integritas dalam proses keilmuan, profesionalisme (itqān) menekankan mutu dan ketelitian kerja ilmiah, serta tawakal menegaskan bahwa ikhtiar rasional dan empiris harus disertai kesadaran transendental. Dengan demikian, Al-Qur’an dan Sunnah menyediakan fondasi epistemologis bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan sains yang tidak hanya valid secara metodologis, tetapi juga berorientasi pada etika, kemaslahatan, dan keberlanjutan di era kontemporer.Kesimpulan: Dikotomi antara ilmu pengetahuan dan agama merupakan problem klasik yang hingga kini masih memengaruhi paradigma keilmuan modern. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber ilmu pengetahuan dan sains dalam perspektif epistemologi Islam serta menelaah relevansinya dalam menjawab tantangan sains dan teknologi kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an, hadis Nabi Muhammad SAW, serta literatur klasik dan modern terkait filsafat ilmu Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an dan Sunnah tidak hanya berfungsi sebagai sumber normatif-teologis, tetapi juga sebagai fondasi epistemologis yang mengintegrasikan wahyu, akal, dan pengalaman empiris. Integrasi ini membentuk paradigma ilmu yang teosentris, etis, dan berorientasi pada kemaslahatan. Artikel ini menegaskan bahwa Al-Qur’an dan Sunnah tetap relevan sebagai sumber inspirasi, etika, dan kerangka berpikir ilmiah dalam menghadapi tantangan digitalisasi, krisis lingkungan, bioetika, dan transformasi sosial di era modern.</p>NurjanahDede Rubai Misbahul AlamSulmiahIda Saidah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS 3 SD NEGERI 2 NYALIAN KLUNGKUNG TAHUN PELAJARAN 2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19588
<p>Pembelajaran IPAS di sekolah dasar memerlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir siswa secara optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Mind Mapping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Mind Mapping terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas III SD N 2 Nyalian Klungkung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SD N 2 Nyalian yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampel jenuh, yaitu dengan melibatkan seluruh populasi sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui metode tes untuk mengukur hasil belajar IPAS siswa. Instrumen penelitian terlebih dahulu diuji validitas, reliabilitas, serta tingkat kesukaran butir soal dengan bantuan program Microsoft Excel dan SPSS Statistics 23. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-Test. Hasil analisis menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,002 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPAS siswa yang dibelajarkan menggunakan model Problem Based Learning berbantuan Mind Mapping dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Mind Mapping berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas III SD N 2 Nyalian Klungkung.</p> <p><em>Science learning in elementary schools requires a learning model that can optimally enhance students' conceptual understanding and thinking skills. One effort that can be made is by implementing the Problem Based Learning model assisted by Mind Mapping. This study aims to determine the effect of the Problem Based Learning model assisted by Mind Mapping on the science learning outcomes of third-grade students at SD N 2 Nyalian Klungkung. This study employed a quasi-experimental research design with a control group. The population of this study consisted of all third-grade students at SD N 2 Nyalian, totaling 28 students. The sampling technique used was saturated sampling, which involved the entire population as the research sample. Data collection was conducted through a test method to measure students' science learning outcomes. The research instrument was first tested for validity, reliability, and item difficulty level using Microsoft Excel and SPSS Statistics 23. The obtained data were analyzed using the Independent Sample t-Test. The analysis results showed a Sig. (2-tailed) value of 0.002 < 0.05, which means there was a significant difference between the science learning outcomes of students taught using the Problem Based Learning model assisted by Mind Mapping and students taught using the conventional learning model. Based on these research findings, it can be concluded that the Problem Based Learning model assisted by Mind Mapping has a positive and significant effect on the science learning outcomes of third-grade students at SD N 2 Nyalian Klungkung.</em></p>I Gusti Ngurah Bagus Khrisna Wahyu SamudraI Made Wiguna YasaI Made Sukariawan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101TENTANG PERMASALAHAN KREDIT DALAM PERBANKAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18372
<p>Bank merupakan lembaga keuangan yang berfungsi melayani masyarakat dengan cara menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan atau deposito yang kemudian disalurkan kembali kepada mayarakat. Lembaga keuangan berfungsi memberikan kredit atau bentuk-bentuk lainnya. Idealnya dalam suatu proses pemberian kredit, bank lebih banyak aktif dan berperan mulai dari saat analisa pendahuluan sampai pada pencairannya. Bank dalam menjalankan perannya wajib berdasar pada suatu kebijakan untuk selalu tetap memelihara keseimbangan yang tepat antara keinginan untuk memperoleh keuntungan dalam bentuk tingkat bunga dengan tujuan likuidasi dan solvabilitas bank. Pentingnya diperhatikan segi likuiditas menyangkut kemampuan bank dalam menjamin pembayaran hutang jangka pendek debitur, sedangkan dari segi solvabilitas diharapkan mempunyai kemampuan untuk melunasi semua hutang debitur baik hutang jangka panjang maupun jangka pendek. Hal ini perlu mendapat perhatian guna mencegah terjadinya kredit bermasalah</p> <p><em>Banks are financial institutions that function to serve the public by collecting funds from the community in the form of savings or deposits, which are then redistributed back to the public. Financial institutions serve to provide credit or other forms of financing. Ideally, in the credit granting process, banks play a more active and comprehensive role, from the initial analysis stage to the disbursement phase. In carrying out their role, banks must be guided by policies that consistently maintain an appropriate balance between the desire to generate profit through interest rates and the objectives of bank liquidity and solvency. The aspect of liquidity is crucial, as it relates to the bank's ability to ensure the repayment of short-term debts by borrowers, while from the solvency perspective, the bank is expected to have the capability to repay all borrower debts, both long-term and short-term. This requires careful attention to prevent the occurrence of non-performing loans.</em></p>Faisal RahendraNur Rahmadina LubisSheara Athalia Az Zahra HasibuanCut Putri SabrinaRafi Akbar Sitakar
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PBL DENGAN BERBANTUAN ALAT UKUR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PENGUKURAN LUAS BANGUN DATAR PADA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 9 SESETAN DENPASAR TAHUN AJARAN 2024-2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18524
<p>Minat belajar matematika masih menjadi tantangan di jenjang pendidikan dasar, khususnya pada materi pengukuran luas bangun datar. Di kelas IV SD Negeri 9 Sesetan, dominasi pendekatan teacher-centered menyebabkan siswa kurang aktif, tidak kreatif, dan pasif dalam pemecahan masalah. Meskipun semua siswa mencapai KKM, 26,92% masih berada pada kategori cukup (C), sehingga diperlukan model pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan alat ukur terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi tersebut. Teori yang digunakan meliputi konstruktivisme, behavioristik, dan model PBL. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas IV SD Negeri 9 Sesetan. Teknik analisis data meliputi perhitungan rata-rata nilai, persentase ketuntasan belajar, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 73,73 menjadi 81,90 dan seluruh siswa mencapai nilai di atas KKM, sehingga disimpulkan bahwa model PBL berbantuan alat ukur efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.</p> <p><em>Interest in learning mathematics remains a challenge in elementary education, especially in the area measurement of flat shapes. In the fourth grade of SD Negeri 9 Sesetan, the dominance of the teacher-centered approach causes students to be less active, less creative, and passive in problem solving. Although all students achieved the Minimum Competency (KKM), 26.92% were still in the sufficient category (C), so a more interactive and student-centered learning model is needed. This study aims to determine the effect of implementing the Problem Based Learning (PBL) model assisted by measuring instruments on student activity and learning outcomes in the material. The theories used include constructivism, behaviorism, and the PBL model. This study used a quantitative approach with a one-group pretest-posttest design. The subjects were 30 fourth-grade students of SD Negeri 9 Sesetan. Data analysis techniques included calculating the average value, percentage of learning completion, and t-test. The results showed an increase in the average value from 73.73 to 81.90 and all students achieved scores above the Minimum Competency (KKM). Therefore, it is concluded that the PBL model assisted by measuring instruments is effective in improving student learning outcomes.</em></p>Ni Komang Ayu Tirta SariI Made WigunayasaI Made Putra Aryana
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101IMPLEMENTASI DIGITALISASI PERANGKAT PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 2 KOTA AGUNG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18655
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi digitalisasi alat pembelajaran di SMA Negeri 2 Kotaagung dalam meningkatkan efektivitas dan kualitas proses pembelajaran. Digitalisasi alat pembelajaran meliputi perencanaan, implementasi, evaluasi, dan identifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan tim teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan yang ditarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan digitalisasi alat pembelajaran di SMA Negeri 2 Kotaagung telah dilakukan secara sistematis melalui analisis kebutuhan, pemilihan platform digital, dan penyusunan alat pembelajaran dalam format digital. Implementasi digitalisasi alat pembelajaran berjalan cukup baik, ditandai dengan penggunaan media digital, penyimpanan dokumen pembelajaran secara online, dan kolaborasi antar guru dengan dukungan kepala sekolah dan tim TIK. Faktor pendukung dalam implementasi digitalisasi antara lain ketersediaan infrastruktur, dukungan manajemen sekolah, dan motivasi guru, sedangkan faktor penghambat antara lain keterbatasan kompetensi teknologi beberapa guru dan kendala jaringan internet. Digitalisasi alat pembelajaran berdampak positif terhadap efektivitas kerja guru dan kualitas proses pembelajaran, meskipun masih perlu perbaikan dalam aspek monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Dengan demikian, penerapan digitalisasi alat pembelajaran di SMA Negeri 2 Kotaagung bisa dikatakan cukup efektif, namun tetap membutuhkan penguatan dalam pengawasan dan pengembangan kompetensi digital pendidik.</p> <p><em>This study aims to describe and analyze the implementation of digitization of learning tools at SMA Negeri 2 Kotaagung in improving the effectiveness and quality of the learning process. Digitization of learning tools includes planning, implementation, evaluation, and identification of supporting and inhibiting factors in their implementation. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, observations, and documentation studies with research subjects including school principals, vice principals, teachers, and information and communication technology (ICT) teams. Data analysis was carried out using the Miles and Huberman interactive model which included data reduction, data presentation, and conclusions drawn. The results of the study show that the planning of the digitization of learning tools at SMA Negeri 2 Kotaagung has been carried out systematically through needs analysis, the selection of digital platforms, and the preparation of learning tools in digital format. The implementation of digitization of learning tools is going quite well, characterized by the use of digital media, online storage of learning documents, and collaboration between teachers with the support of the principal and the ICT team. Supporting factors in the implementation of digitalization include the availability of infrastructure, school management support, and teacher motivation, while inhibiting factors include the limited technological competence of some teachers and internet network constraints. The digitization of learning tools has a positive impact on the effectiveness of teachers' work and the quality of the learning process, although there is still a need for improvement in the aspects of continuous monitoring and evaluation. Thus, the implementation of digitization of learning tools at SMA Negeri 2 Kotaagung can be said to be quite effective, but it still needs to be strengthened in the supervision and development of educators' digital competencies.</em></p>Endang PrihatinSofwan Adi PutraArman
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101SOSIALISASI PENGGUNAAN MEDIA ULAR TANGGA UNTUK MENINGKATKAN PROSES PEMBELAJARAN INTERAKTIF SISWA SMP NEGERI 1 KAMBERA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19401
<p>Pembelajaran interaktif merupakan salah satu pendekatan yang penting dalam meningkatkan kualitas proses belajar peserta didik, khususnya pada mata pelajaran Matematika dan IPA. Namun, proses pembelajaran di tingkat SMP masih banyak yang bersifat konvensional dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran interaktif serta kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui pemanfaatan media permainan ular tangga di SMP Negeri 1 Kambera. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan pendampingan, yang dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi dan wawancara, perencanaan, persiapan, pelaksanaan, praktik peserta, diskusi dan refleksi, serta evaluasi. Subjek kegiatan adalah siswa kelas VIII dengan dukungan guru mata pelajaran Matematika dan IPA. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa, di mana persentase ketuntasan belajar pada pre-test sebesar 53% meningkat menjadi 87% pada post-test. Selain peningkatan hasil belajar, penggunaan media permainan ular tangga juga mampu meningkatkan keaktifan, motivasi, serta interaksi siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, media permainan ular tangga efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran interaktif dan direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di SMP Negeri 1 Kambera.</p> <p><em>Interactive learning is an important approach to improving the quality of the learning process for students, particularly in Mathematics and Science subjects. However, the learning process at the junior high school level is still largely conventional and does not sufficiently engage students actively. This community service activity aims to enhance interactive learning processes as well as students’ literacy and numeracy skills through the use of a snakes and ladders game as a learning medium at SMP Negeri 1 Kambera. The method employed was socialization and mentoring, implemented through several stages, namely observation and interviews, planning, preparation, implementation, participant practice, discussion and reflection, and evaluation. The subjects of the activity were eighth-grade students with the support of Mathematics and Science teachers. The evaluation results indicate an improvement in students’ learning outcomes, with the percentage of learning mastery increasing from 53% in the pre-test to 87% in the post-test. In addition to improved learning outcomes, the use of the snakes and ladders game media also enhanced students’ activeness, motivation, and interaction during the learning process. Therefore, the snakes and ladders game media is effective as an alternative interactive learning approach and is recommended for sustainable implementation at SMP Negeri 1 Kambera.</em></p>Rambu Loda WaniErwin Danga NgaraSurpi Bitu MejaNancy MaraweliStefania KilimanduRenolsius Lu WilaYoin Meissy MatulessyFirgiano Waldamer Walangara
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101ANALISIS RESIKO KECELAKAAN KERJA MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) DI PT. XYZ
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19470
<p>Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam kegiatan industri, khususnya pada industri tekstil yang memiliki potensi bahaya tinggi akibat penggunaan mesin dan bahan kimia. Penelitian ini dilaksanakan di PT Xyz dengan fokus pada pengoperasian mesin Stenter di bagian PFN (Preparation Finishing Number), yang bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta menentukan upaya pengendalian risiko kecelakaan kerja menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Metode penelitian meliputi observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan penilaian risiko dilakukan berdasarkan tingkat kemungkinan (likelihood) dan tingkat keparahan (severity) untuk mengklasifikasikan risiko ke dalam kategori rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi bahaya berupa paparan debu serat kain, bagian mesin yang bergerak, suhu tinggi, uap bahan kimia, kebisingan, serta bahan kimia finishing, dengan sebagian besar aktivitas berada pada tingkat risiko sedang dan aktivitas pengisian bahan kimia finishing memiliki tingkat risiko tinggi. Upaya pengendalian yang direkomendasikan meliputi pengendalian teknis, administratif, serta penggunaan alat pelindung diri (APD) yang diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman.</p> <p><em>Occupational Safety and Health (OSH) is a crucial aspect in industrial activities, particularly in the textile industry, which involves various potential hazards arising from machinery operation and chemical usage. This study was conducted at PT Xyz and focuses on the operation of the Stenter machine in the PFN (Preparation Finishing Number) section, aiming to identify potential hazards, assess risk levels, and determine appropriate risk control measures using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) method. Data were collected through field observations, interviews, and documentation, while risk assessment was carried out by evaluating likelihood and severity to classify risks into low, medium, and high categories. The results show that potential hazards include exposure to fabric fiber dust, moving machine components, high temperatures, chemical vapors, noise, and finishing chemicals, with most activities categorized as medium risk and the filling of finishing chemicals identified as high risk. Recommended control measures consist of engineering controls, administrative controls, and the use of appropriate personal protective equipment (PPE), which are expected to reduce occupational accident risks and improve workplace safety.</em></p>Muhammad Rafli Aqsha Ramadhan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT INFLASI DI INDONESIA TAHUN 2013-2024
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20035
<p>Indonesia sebagai negara berkembang menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas ekonomi, salah satunya melalui pengendalian inflasi. Inflasi yang tidak terkendali dapat berdampak terhadap daya beli masyarakat, investasi, dan stabilitas makro ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tingkat suku bunga, transaksi belanja e-money, nilai ekspor, dan nilai tukar terhadap terhadap tingkat inflasi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif untuk menguji hubungan antar variabel secara statistik. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa time series (runtun waktu) selama periode 2013-2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI). Analisis data dilakukan dengan bantuan software SPSS menggunakan uji asumsi klasik (normalitas, heteroskedastisitas, dan multikolinearitas) untuk memastikan kelayakan model dan uji hipotesis (uji T, uji F, dan koefisien determinasi) untuk melihat pengaruh variabel bebas terhadap inflasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial hanya variabel nilai tukar yang memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat inflasi. Sementara itu, tingkat suku bunga, transaksi belanja e-money, dan nilai ekspor tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara individual. Namun, secara simultan keempat variabel tersebut berupa tingkat suku bunga, transaksi belanja e-money, nilai ekspor, dan nilai tukar terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat inflasi di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa stabilitas inflasi dipengaruhi oleh kombinasi faktor-faktor moneter, digital, dan eksternal.</p> <p><em>Indonesia as a developing country faces challenges in maintaining economic stability, one of which is through controlling inflation. Uncontrolled inflation can have an impact on people’s purchasing power, investment, and macroeconomic stability. This study aims to determine how much influence interest rates, e-money shopping transactions, export values, and exchange rates on the inflation rate in Indonesia. The method used is a quantitative approach to test the relationship between variables statistically. This study uses secondary data in the form of time series for the period 2013-2024 obtained from BPS and BI. Data analysis was carried out with the help of SPSS software using classical assumption tests (normality, heteroscedasticity, and multicollinearity) to ensure the feasibility of the model and hypothesis tests (T test, F test, and coefficient of determination) to see the effect of independent variables on inflation. The results of the study show that partially only the exchange rate variable has a significant effect on the inflation rate. Meanwhile, interest rates, e-money shopping transactions, and export values do not show a significant effect individually. However, simultaneously the four variables, namely interest rates, e-money shopping transactions, export values, and exchange rates, have been shown to have a significant effect on the inflation rate in Indonesia. This shows that inflation stability is influenced by a combination of monetary, digital, and external factors.</em></p>Windy Astika DewiAnzu Elvia Zahara
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-02-092026-02-09101THE PERCEPTION OF THE ENGLISH TEACHERS ON THE ADOPTION OF MERDEKA CURRICULUM AT MTS MUHAMMADIYAH 02 PEKANBARU
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18417
<p><em>This study investigates English teachers’ perceptions of the adoption of the Merdeka Curriculum at MTs Muhammadiyah 02 Pekanbaru. Employing a qualitative descriptive approach with an evaluation research design, data were gathered through interviews and questionnaires involving English teachers as key participants. The findings indicate that teachers generally perceive the Merdeka Curriculum positively, highlighting its flexibility and potential to enhance meaningful English language learning. However, several challenges were also identified, including limited understanding of the curriculum structure, insufficient training, and inadequate digital literacy and technological infrastructure, particularly among senior teachers. Despite these challenges, teachers view the Merdeka Curriculum as a progressive framework that promotes inclusive, creative, and student-centered learning. They also acknowledge that successful implementation requires additional preparation, adaptation, and continuous professional development. Overall, the study concludes that while the Merdeka Curriculum presents opportunities for educational improvement, it demands sustained institutional support and teacher capacity-building to ensure effective application.</em></p>Ade Aulia Mutiara MunawarohKalayo hasibuan
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PENGARUH SOCIAL MEDIA MARKETING, DAN KUALITAS DESTINASI TERHADAP REVISIT INTENTION WISATAWAN DENGAN E-WOM SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA TREASURE BAY BINTAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18567
<p>Perubahan pola perilaku wisatawan di zaman digital telah membuat platform media sosial dan ulasan daring sangat berpengaruh dalam keputusan perjalanan, termasuk keinginan untuk kembali berkunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak social media marketing serta kualitas destinasi terhadap revisit intention, dan juga untuk melihat bagaimana e-WOM berfungsi sebagai variabel moderasi di Treasure Bay Bintan. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melakukan survei kepada wisatawan yang pernah berkunjung, yang kemudian dianalisis menggunakan metode SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social media marketing dan kualitas destinasi memengaruhi revisit intention, serta e-WOM dapat memperkuat hubungan antara kedua variabel tersebut dengan revisit intention. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman positif di destinasi dan interaksi digital yang baik dapat mendorong wisatawan untuk datang kembali. Penelitian ini merekomendasikan pengelola destinasi untuk meningkatkan layanan, menghadirkan konten media sosial yang menarik, dan mendorong ulasan yang positif dari para wisatawan.</p> <p><em>Changing tourist behavior patterns in the digital era have made social media platforms and bold reviews highly influential in travel decisions, including the desire to revisit. This study aims to explore the impact of social media marketing and destination quality on revisit intention, and also to examine how e-WOM functions as a moderating variable at Treasure Bay Bintan. This research methodology uses a quantitative approach by conducting a survey of previous tourists, which was then analyzed using the SEM-PLS method. The results show that social media marketing and destination quality influence revisit intention, and e-WOM can strengthen the relationship between these two variables and revisit intention. These findings suggest that positive experiences at a destination and good digital interactions can encourage tourists to return. This study recommends that destination managers improve services, provide engaging social media content, and encourage positive reviews from tourists.</em></p>Febi RosariaAbdul JalalSufnirayanti
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PERAN LINGKUNGAN KELUARGA DAN MASYARAKAN DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18912
<p>Kekerasan seksual terhadap anak merupakan permasalahan serius yang terus meningkat dan memberikan dampak jangka Panjang terhadap perkembangan psikologis, sosial dan emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran lingkungan keluarga dan masyarakat dalam upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap anak. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan analisis, yang melalui penelusuran berbagai artikel ilmiah dan jurnal nasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keluarga memiliki peran utama sebagai lingkungan pertama dalam memberikan pendidikan seksualitas, membangun komunikasi terbuka, serta melakukan pengawasan terhadap aktivitas anak. Sementara itu, masyarakat berperan sebagai sistem pendukung melalui penguatan norma sosial, kepedulian kolektf, erta keterlibatan aktif dalam edukasi dan pencegahan kekerasan seksual. Sinergi antara keluarga dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan protektif bagi anak. Oleh karena itu, pencegahan kekerasan seksual harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai elemen sosial.</p> <p><em>Sexual violence against children is a serious problem that continues to increase and has long-term impacts on children’s psychological, social, and emotional development. This study aims to examine the role of family and community environments in preventing sexual violence against children. The research method used is a literature review with an analytical approach, conducted through the examination of relevant scientific articles and national journals. The findings indicate that families play a crucial role as the primary environment in providing sexuality education, fostering open communication, and supervising children’s activities. Meanwhile, communities function as a support system by strengthening social norms, enhancing collective awareness, and actively participating in educational and preventive efforts. The synergy between family and community is a key factor in creating a safe and protective environment for children. Therefore, effective prevention of sexual violence requires a comprehensive and sustainable approach involving multiple social stakeholders.</em></p>Muzdhalifah LubisNabila Aulia RamadhaniMutiara AdindaLarasati AsnawiSyarafinaAthifa Nesha FayolaShindy SativaFitri Auliya Muslimah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA DENGAN PENDEKATAN PRECEDE-PROCEED MODEL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19438
<p>Malaria hingga kini berperan sebagai termasuk persoalan kesehatan penduduk utama di Indonesia, terutama di wilayah endemis seperti Papua, Nusa Tenggara Timur, dan daerah pesisir serta pedalaman. Penyakit ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor biologis, tetapi juga oleh berbagai determinan perilaku, lingkungan, sosial, dan sistem pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif untuk memahami faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian malaria berdasarkan pendekatan PRECEDE–PROCEED Model melalui metode literature review. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif. Sumber data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada rentang tahun 2012–2025 melalui database Google Scholar, Garuda, dan jurnal open access. Sebanyak lebih dari 30 artikel diidentifikasi dan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga diperoleh minimal 20 artikel yang dianalisis. Data diekstraksi dan dikelompokkan ke dalam faktor predisposisi, pendukung, dan penguat sesuai dengan kerangka PRECEDE–PROCEED Model. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor predisposisi seperti pengetahuan, sikap, dan persepsi risiko penduduk berhubungan signifikan dengan kejadian malaria. Faktor pendukung yang dominan meliputi kondisi lingkungan dan fisik rumah, ketersediaan sarana pencegahan seperti kelambu berinsektisida, serta akses terhadap pelayanan kesehatan. Faktor penguat, termasuk dukungan keluarga, peran tokoh penduduk, tenaga kesehatan, serta keberlanjutan kebijakan dan program pemerintah, berperan penting dalam mempertahankan perilaku pencegahan malaria. Kesimpulannya, PRECEDE–PROCEED Model merupakan pendekatan yang relevan dan komprehensif dalam perencanaan dan pengendalian malaria, serta berpotensi meningkatkan efektivitas upaya eliminasi malaria secara berkelanjutan di Indonesia.</p>Christianus Ridwan Aling
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI MATA PELAJARAN IPAS MATERI WUJUD ZAT DAN PERUBAHANNYA KELAS IV DI SD NEGERI 1 SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19551
<p>Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut adanya pembelajaran yang berpihak pada peserta didik melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi menjadi strategi penting dalam mengakomodasi keberagaman kesiapan belajar, minat, dan profil belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) yang bersifat integratif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran IPAS materi wujud zat dan perubahannya di kelas IV SD Negeri 1 Sukawati, Kabupaten Gianyar, serta mengidentifikasi kendala dan manfaat yang muncul dalam proses implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif fenomenologis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan subjek penelitian meliputi guru kelas IV dan siswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi telah diterapkan melalui diferensiasi konten, proses, dan produk pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Guru melakukan pemetaan awal kemampuan siswa, merancang strategi pembelajaran yang variatif, serta memberikan penilaian yang fleksibel. Penerapan pembelajaran berdiferensiasi memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman konsep siswa, motivasi belajar, keaktifan dalam pembelajaran, serta sikap percaya diri siswa. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan sarana pendukung dan perlunya penguatan kompetensi guru dalam pengelolaan pembelajaran berdiferensiasi secara optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan acuan bagi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran IPAS di sekolah dasar.</p> <p><em>The implementation of the Merdeka Curriculum emphasizes student-centered learning through the application of differentiated instruction. Differentiated learning is considered a crucial strategy to accommodate students’ diverse levels of readiness, interests, and learning profiles, particularly in the Integrated Natural and Social Sciences (IPAS) subject, which is integrative and contextual in nature. This study aims to describe the implementation of differentiated learning in the IPAS subject on the topic of states of matter and their changes for fourth-grade students at SD Negeri 1 Sukawati, Gianyar Regency, as well as to identify the challenges and benefits encountered during its implementation. This study employed a qualitative approach with a descriptive phenomenological research design. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews, and documentation involving the fourth-grade teacher and students as research participants. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings indicate that differentiated learning was implemented through content, process, and product differentiation tailored to students’ characteristics and learning needs. Teachers conducted initial assessments to map students’ abilities, designed varied learning strategies, and applied flexible assessment methods. The implementation of differentiated learning had a positive impact on students’ conceptual understanding, learning motivation, classroom participation, and self-confidence. However, challenges included limited supporting facilities and the need for further enhancement of teachers’ competencies in managing differentiated instruction effectively. This study is expected to serve as a reference for educators in implementing differentiated learning in IPAS subjects at the elementary school level.</em></p>Desak Ayu Made Puspita PutriI Nyoman LinggihNi Nyoman Suastini
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101RELEVANSI PENDIDIKAN AL-QUR’AN TERHADAP SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18360
<p>Penelitian ini bertujuan menelaah relevansi pendidikan Al-Qur’an terhadap sistem pendidikan nasional melalui pendekatan studi pustaka. Pendidikan Al-Qur’an dipandang sebagai fondasi spiritual, moral, dan intelektual yang memiliki pengaruh penting terhadap pembentukan karakter peserta didik di Indonesia. Dengan menelusuri berbagai literatur tentang konsep pendidikan Al-Qur’an, nilai-nilai dasar ajarannya, serta arah kebijakan pendidikan nasional, penelitian ini menemukan adanya titik temu yang signifikan antara keduanya. Pendidikan Al-Qur’an mengajarkan prinsip ketauhidan, akhlak mulia, keadilan, disiplin, serta tanggung jawab sosial yang sejalan dengan tujuan pendidikan nasional dalam mencetak manusia beriman, berilmu, berkarakter, dan berdaya saing. Selain itu, pendekatan pembelajaran Al-Qur’an yang menekankan aspek pemahaman, penghayatan, dan pengamalan juga mendukung pengembangan kompetensi spiritual dan sikap yang menjadi bagian dari standar kompetensi lulusan. Integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam sistem pendidikan nasional tidak dimaksudkan untuk mengganti kurikulum yang ada, melainkan memperkaya proses pendidikan melalui penguatan moral, etika, dan pembentukan karakter. Penelitian ini menegaskan bahwa relevansi pendidikan Al-Qur’an terlihat nyata pada kontribusinya dalam membentuk peserta didik yang mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas moral dan spiritual. Dengan demikian, pendidikan Al-Qur’an memiliki posisi strategis dalam mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang berkepribadian kuat, berwawasan luas, serta berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.</p> <p><em>This study examines the relevance of Qur’anic education to the national education system through a library-based approach. Qur’anic education is viewed as a spiritual, moral, and intellectual foundation that significantly influences the character formation of students in Indonesia. By reviewing literature on the principles of Qur’anic education, its core values, and the direction of national education policies, the study identifies substantial points of convergence between the two. Qur’anic teachings emphasize monotheism, noble character, justice, discipline, and social responsibility, which align with the national education goals of forming students who are faithful, knowledgeable, ethical, and competitive. Moreover, the Qur’anic learning model, which focuses on understanding, internalization, and practical application, supports the development of spiritual and attitudinal competencies required in national learning standards. The integration of Qur’anic values into the national education system is not intended to replace existing curricula but to enrich the educational process through strengthened moral and ethical dimensions. The study concludes that the relevance of Qur’anic education is evident in its contribution to shaping learners capable of navigating modern challenges without losing their moral and spiritual identity. Thus, Qur’anic education holds a strategic position in supporting the development of human resources who are strong in character, broad-minded, and committed to societal well-being.</em></p>Siti Maulidiya AgustinKadar M. Yusuf
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101KETERKAITAN KUALITAS PROJECT MANAGER DAN KERJA SAMA TIM TERHADAP KEBERHASILAN PROYEK MANAJEMEN PADA PENGEMBANGAN PRODUK BARU
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18514
<p>Kualitas manager proyek dan kerja sama tim memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan suatu proyek yang dijalankan. Pengaruh terbesar diberikan oleh kualitas manajer proyek terhadap keberhasilan proyek dibandingkan dengan kerja sama tim. Penelitian yang dilakukan ini memiliki tujuan untuk mengetahui keterkaitan antara kualitas manajer proyek dan kerja sama tim terhadap keberhasilan proyek. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan kuesioner menggunakan skala Likert (15 pertanyaan) yang divalidasi dan diisi oleh 44 responden. Uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji Anova Test for Equal Variances dan regresi linier digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator di setiap variabel adalah valid (r hitung lebih besar dari r tabel (r=0.297)), reliabel (Cronbach’s Alpha lebih besar 0.7), H0 tidak diterima (P-value<0.005) dan data tidak mengikuti distribusi normal. Dengan uji Anova Test for Equal Variances diketahui H0 untuk kualitas manajer proyek ditolak dan terdapat perbedaan yang signifikan antar deviasi standar secara statistic. Sedangkan untuk kerja sama tim, H0 diterima dan terdapat perbedaan yang tidak signifikan antar deviasi standar secara statistik.</p> <p><em>The quality of project managers and teamwork have a significant influence on the success of a project. The quality of project managers has the greatest influence on project success compared to teamwork. This study aims to determine the relationship between the quality of project managers and teamwork on project success. The method used is a quantitative approach with a questionnaire using a Likert scale (15 questions) that was validated and completed by 44 respondents. Validity tests, reliability tests, normality tests, ANOVA Test for Equal Variances and linear regression were used for data analysis. The results showed that all indicators in each variable were valid (r count greater than r table (r = 0.297)), reliable (Cronbach's Alpha greater than 0.7), H0 was not accepted (P-value <0.005) and the data did not follow a normal distribution. The ANOVA Test for Equal Variances showed that H0 for project manager quality was rejected and there was a statistically significant difference between standard deviations. Meanwhile, for teamwork, H0 was accepted and there was a statistically insignificant difference between standard deviations.</em></p>Dian Mardiana
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PENGARUH FRAUD PENTAGON TERHADAP FRAUDULENT FINANCIAL REPORTING DENGAN KOMITE AUDIT SEBAGAI VARIABEL MODERASI (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN SEKTOR PROPERTY, REAL ESTATE, DAN BANGUNAN YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2021-2024)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18625
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji elemen-elemen dari fraud dalam teori fraud pentagon terhadap indikasi adanya fraudulent financial reporting dengan menambahkan Kembali komite audit sebagai variabel moderasi dalam penelitian ini. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah financial stability, ineffective monitoring, change in auditor, change in directors, dan frequent number frequency of CEO’s picture. Sedangkan variabel dependen yang digunakan adalah fraudulent financial reporting. Penelitian ini menggunakan 168 sampel yang berasal dari 42 perusahaan sektor property, real estate, dan bangunan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2021-2024. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan data sekunder. Data sekunder tersebut berasal dari annual report yang diunduh dari website Perusahaan dan BEI. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini memperlihatkan jika terdapat 3 variabel berpengaruh positif dalam mendeteksi terjadinya fraudulent financial reporting, antara lain financial stability, change in director, dan frequent number frequency of CEO’s picture. Sedangkan terdapat 2 variabel berpengaruh negatif dalam mendeteksi terjadinya fraudulent financial reporting, antara lain ineffective monitoring dan change in auditor. Komite audit dapat memoderasi financial stability dan ineffective monitoring. Dan komite audit tidak dapat memoderasi change in auditor, change in director, dan frequent number frequency of CEO’s picture.</p> <p><em>This study aims to test the elements of fraud in the fraud pentagon theory against indications of fraudulent financial reporting by reintroducing the audit committee as a moderating variable. The independent variables used in this study are financial stability, ineffective monitoring, change in auditors, change in directors, and frequent number frequency of CEO pictures. The dependent variable is fraudulent financial reporting. This study used 168 samples from 42 companies in the property, real estate, and building sectors listed on the Indonesia Stock Exchange, 2021-2024. This research was conducted using quantitative methods using secondary data. The secondary data came from annual reports downloaded from the company's website and the Indonesia Stock Exchange (IDX). The sampling method used was purposive sampling. The results of this study indicate that three variables have a positive effect on detecting fraudulent financial reporting: financial stability, change in directors, and the frequency of CEO portraits. Meanwhile, two variables have a negative effect on detecting fraudulent financial reporting: ineffective monitoring and change in auditors. The audit committee can moderate financial stability and ineffective monitoring, while the audit committee cannot moderate change in auditors, change in directors, and the frequency of CEO portraits.</em></p>Rumiati Ratna SapitriAsmaul HusnaNurul Yusyawiru
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PENGARUH KUALITAS LAPORAN KEUANGAN DAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TERHADAP EFISIENSI INVESTASI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19391
<p>Kajian ini dirancang untuk mengkaji dampak yang ditimbulkan oleh mutu laporan keuangan serta sistem pengaturan perusahaan dalam meningkatkan efektivitas alokasi modal investasi. Efisiensi investasi dipahami sebagai tingkat kesesuaian antara investasi aktual perusahaan dengan tingkat investasi optimal yang seharusnya dilakukan. Kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengolah data panel yang dihimpun dari entitas bisnis di sektor industri manufaktur yang terdaftar sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021 hingga 2024. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara selektif menggunakan purposive sampling yang menghasilkan 32 perusahaan sebagai unit analisis dengan jumlah total pengamatan mencapai 128 data. Kualitas pelaporan keuangan diproksikan menggunakan nilai absolut total accruals, sedangkan tata kelola perusahaan diukur melalui indeks tata kelola yang dibentuk dari proporsi komisaris independen dan komite audit berbasis keahlian keuangan. Proses analisis data dilaksanakan dengan menerapkan teknik regresi data panel. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa mutu pelaporan keuangan memberikan dampak yang signifikan terhadap tingkat efisiensi investasi, yang mencerminkan bahwa laporan keuangan yang berkualitas dapat menjadi dasar yang kuat bagi pengambilan keputusan investasi yang tepat. Di sisi lain, penerapan tata kelola perusahaan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap efisiensi investasi. Hasil ini menguatkan pandangan bahwa kualitas informasi akuntansi memiliki kontribusi yang lebih besar dibandingkan dengan mekanisme pengawasan formal dalam menciptakan efisiensi pada aktivitas investasi perusahaan.</p> <p><em>This study is designed to examine the impact of financial statement quality and corporate governance systems on improving the effectiveness of investment capital allocation. Investment efficiency is understood as the degree of alignment between a company's actual investment and the optimal level of investment that should be made. This study uses a quantitative approach by processing panel data collected from business entities in the manufacturing sector listed as issuers on the Indonesia Stock Exchange during the period 2021 to 2024. The sampling technique was carried out selectively using purposive sampling, which resulted in 32 companies as units of analysis with a total of 128 data observations. The quality of financial reporting was proxied using the absolute value of total accruals, while corporate governance was measured through a governance index formed from the proportion of independent commissioners and audit committees based on financial expertise. The data analysis process was carried out by applying panel data regression techniques. The findings reveal that the quality of financial reporting has a significant impact on the level of investment efficiency, reflecting that quality financial reports can be a strong basis for making appropriate investment decisions. On the other hand, the implementation of corporate governance does not show a significant effect on investment efficiency. These results reinforce the view that the quality of accounting information has a greater contribution than formal oversight mechanisms in creating efficiency in corporate investment activities.</em></p>SusantiaHafizhah RisnafitriLinda Rahmazaniati
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101TARI MAEKAT SEBAGAI EKSPRESI IDENTITAS BUDAYA LOKAL DAN MEDIA PELESTARIAN NILAI TRADISI MASYARAKAT ADAT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19467
<p>Tari Maekat adalah sebuah tarian tradisional yang berasal dari masyarakat Suku Dawan (Atoni Meto atau Pah Meto) di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, khususnya di kawasan Amanuban, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Tarian ini muncul dari tradisi konflik antar kerajaan di masa lalu, yang sering kali disebabkan oleh pelanggaran norma atau tindakan kriminal, di mana tanah dianggap sebagai simbol utama kehormatan suku yang berarti "orang dari tanah kering.Secara filosofi, Tari Maekat merepresentasikan keberanian, semangat untuk berjuang, rasa syukur atas kemenangan dalam pertempuran, serta penghormatan terhadap nenek moyang. Gerakannya dipengaruhi oleh sosok elang yang perkasa, dengan dua pola utama: Kolteme (gerakan menyerang) dan Kolisu (gerakan bertahan), di mana penari—biasanya laki-laki berpasangan atau dalam kelompok genap—berhadapan seolah-olah sedang berduel di medan perang. Mereka saling menghadang, melangkah pelan sambil menjaga keseimbangan tubuh seperti sayap elang yang terbentang, sampai salah satu dianggap "kalah. "Iringan musik yang mengiringi terdiri dari gong, tambur, dan sorakan semangat, dengan tempo yang dimulai lambat, kemudian cepat di bagian tengah, dan kembali melambat di akhir; seringkali diiringi dengan doa dari perempuan. Pakaian yang dikenakan penari terdiri dari kain tenun Timor yang berfungsi sebagai mahkota kepala, sarung, kalung, serta kostum tradisional di badan dan kaki.Saat ini, fungsinya telah berkembang menjadi hiburan, sosial, ekonomi, dan pendidikan, ditampilkan dalam acara penyambutan tamu, perayaan adat, serta sebagai sarana untuk mendidik generasi muda tentang nilai-nilai estetika, etika, filosofi, dan sosiokultural. Meskipun sudah dikenal luas di Pulau Timor (termasuk variasi seperti Makafo? di Amanatun), Tari Maekat tetap terjaga keberadaannya sebagai warisan suku Dawan, memperkuat ikatan persaudaraan setelah konflik.</p> <p><em>The Maekat Dance is a traditional dance originating from the Dawan (Atoni Meto or Pah Meto) tribe on Timor Island, East Nusa Tenggara, specifically in the Amanuban area of South Central Timor Regency. This dance emerged from the tradition of inter-kingdom conflict in the past, often caused by violations of norms or criminal acts, where land was considered a primary symbol of tribal honor, meaning "people of the dry land." Philosophically, the Maekat Dance represents courage, the spirit of struggle, gratitude for victory in battle, and respect for ancestors. Its movements are influenced by the figure of a mighty eagle, with two main patterns: Kolteme (attacking movements) and Kolisu (defensive movements), in which the dancers—usually male in pairs or even groups—face each other as if dueling on a battlefield. They block each other, stepping slowly while maintaining their body balance like an eagle's outstretched wings, until one is deemed "defeated." The accompanying music consists of gongs, drums, and enthusiastic cheers, with a tempo that starts slowly, speeds up in the middle, and slows down again at the end; often accompanied by prayers from women. The dancers' attire consists of Timorese woven cloth that serves as a crown, sarongs, necklaces, and traditional costumes for the body and feet. Today, its functions have evolved into entertainment, social, economic, and educational performances, performed at welcoming guests and traditional celebrations, and as a means of educating the younger generation about aesthetic, ethical, philosophical, and sociocultural values. Although widely known on Timor Island (including variations such as Makafo? i in Amanatun), the Maekat Dance remains a Dawan heritage, strengthening bonds of brotherhood after the conflict.</em></p>Junias SelanIvoni Christin NomleniLedi Kristin EllyKeren Hapukh Hupi Rohi KanaYenry Anastasia Pellondou
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA PESERTA DIDIK KELAS IV SD NEGERI 4 LUKLUK TAHUN AJARAN 2024/2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19710
<p>Rendahnya pencapaian hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila menjadi perhatian utama di SD Negeri 4 Lukluk, khususnya pada kelas IV. Berdasarkan nilai ujian, lebih dari separuh peserta didik memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), yang menunjukkan lemahnya pemahaman terhadap materi. Salah satu faktor yang diduga adalah rendahnya minat belajar peserta didik terhadap mata pelajaran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat belajar dengan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Pancasila pada peserta didik kelas IV SD Negeri 4 Lukluk Tahun Ajaran 2024/2025. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan ex post facto. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 peserta didik, yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh karena jumlah populasi yang kecil. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner untuk mengukur minat belajar dan dokumentasi nilai ulangan harian untuk mengukur hasil belajar. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara minat belajar dan hasil belajar, dengan koefisien sebesar 0,377 dan nilai signifikansi 0,040. Meskipun demikian, hubungan ini termasuk dalam kategori rendah, sehingga dapat disimpulkan bahwa minat belajar berkontribusi terhadap hasil belajar artinya, semakin tinggi minat belajar peserta didik, semakin baik pula hasil belajar yang mereka dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Namun, dengan rendahnya nilai hubungan menunjukkan bahwa minat belajar bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi guru dan pihak sekolah untuk terus mendorong dan mengembangkan strategi pembelajaran yang mampu menumbuhkan minat belajar peserta didik.</p> <p><em>The low achievement of students’ learning outcomes in the subject of Pancasila Education has become a major concern at SD Negeri 4 Lukluk, particularly in Grade IV. Based on examination results, more than half of the students obtained scores below the Minimum Mastery Criterion (MMC), indicating a weak understanding of the subject matter. One of the factors presumed to contribute to this condition is the low level of students’ learning interest in the subject. This study aimed to examine the relationship between learning interest and learning outcomes in the Pancasila Education subject among Grade IV students at SD Negeri 4 Lukluk in the 2024/2025 academic year. The research employed a quantitative correlational method with an ex post facto approach. The sample consisted of 30 students, selected using a saturated sampling technique due to the small population size. The research instruments included a questionnaire to measure students’ learning interest and documentation of daily test scores to assess learning outcomes. Data analysis was conducted using descriptive statistics and the Pearson Product Moment correlation test. The results of the Pearson correlation analysis revealed a positive and significant relationship between learning interest and learning outcomes, with a correlation coefficient of 0.377 and a significance value of 0.040. However, the strength of the relationship was categorized as low. Therefore, it can be concluded that learning interest contributes to students’ learning outcomes; in other words, the higher the students’ learning interest, the better their learning outcomes in the Pancasila Education subject. Nevertheless, the low correlation value indicates that learning interest is not the only factor influencing students’ learning outcomes. These findings have important implications for teachers and schools to continuously encourage and develop learning strategies that can foster students’ learning interest.</em></p>Ni Putu Atik NariswariNi Wayan AriniI Gusti Ayu Agung Riesa Mahendradhani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101REFLECTION ON TEACHING ENGLISH IN PRIMARY SCHOOL: A COMPARISON BETWEEN THE 2013 CURRICULUM AND THE INDEPENDENT CURRICULUM FROM A TESOL PERSPECTIVE
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18396
<p><em>Curriculum modifications have a direct impact on students' learning and teachers' methods of instruction. Elementary school English instruction was also impacted by these modifications. The purpose of this study was to contrast my experiences teaching English in primary schools using the Independent Curriculum and the 2013 Curriculum. The TESOL framework, which comprised the supra, macro, meso, micro, and nano levels, served as the basis for the comparison. My actual classroom experiences served as the basis for my presective. The result demonstrated that compared to the 2013 curriculum and Independent curriculum offered a more flexible, relevant, and transparent English learning experience that better suited the needs of students in primary schools</em></p>Ananda Suraiya RamdaniKalayo Hasibuan
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101ANALISIS PENGARUH GAYA KOMUNIKASI MELALUI PESAN SINGKAT WHATSAPP TERHADAP KUALITAS HUBUNGAN ANTARPRIBADI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18553
<p>Perkembangan teknologi komunikasi digital telah mengubah cara individu berinteraksi, salah satunya melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp. Gaya komunikasi yang digunakan dalam pesan singkat, seperti pemilihan kata, penggunaan emotikon, kejelasan pesan, serta kecepatan respon, berpotensi memengaruhi kualitas hubungan antarpribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya komunikasi melalui pesan singkat WhatsApp terhadap kualitas hubungan antarpribadi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden pengguna aktif WhatsApp. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis statistik untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara variabel gaya komunikasi dan kualitas hubungan antarpribadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi melalui pesan singkat WhatsApp berpengaruh signifikan terhadap kualitas hubungan antarpribadi. Gaya komunikasi yang jelas, sopan, dan empatik cenderung meningkatkan kepercayaan, kedekatan, serta kepuasan dalam hubungan. Dengan demikian, penggunaan gaya komunikasi yang tepat dalam pesan singkat sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan kualitas hubungan antarpribadi di era digital.</p>AndiniPutri Naylla PriandaniAisyah Suci RamadhaniAzzahrah Nur KholilahSabrina Amelia
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN OUTDOOR STUDY DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL SISWA KELAS IV DI SD NEGERI 1 SUKAWATI GIANYAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18857
<p>Pembelajaran IPAS di SD Negeri 1 Sukawati masih didominasi metode ceramah yang menyebabkan siswa pasif dan motivasi belajar rendah. Padahal lingkungan sekolah memiliki potensi sebagai sumber belajar melalui penerapan metode outdoor study. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode outdoor study, faktor pendukung dan penghambat, serta implikasinya dalam pembelajaran IPAS siswa kelas IV. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta didukung teori kognitivisme dan konstruktivisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi outdoor study meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Faktor pendukung mencakup ketersediaan sumber belajar, sarana prasarana, lingkungan yang aman, dan media pembelajaran, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, pengelolaan kelas, cuaca, dan konsentrasi siswa. Penerapan metode outdoor study berdampak positif dalam mengurangi kebosanan, meningkatkan antusiasme dan rasa ingin tahu, memperkaya pengalaman belajar, meningkatkan interaksi sosial, serta menstimulasi kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa.</p> <p><em>Learning of IPAS at SD Negeri 1 Sukawati is still dominated by the lecture method, which causes students to be passive and have low learning motivation. In fact, the school environment has the potential to be used as a learning resource through the implementation of the outdoor study method. This study aims to describe the implementation of the outdoor study method, the supporting and inhibiting factors, and its implications for IPAS learning of fourth-grade students. This research employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation, supported by cognitive and constructivist learning theories. The results show that the implementation of the outdoor study method includes the stages of preparation, implementation, and evaluation. Supporting factors include the availability of learning resources, facilities and infrastructure, a safe learning environment, and learning media, while inhibiting factors consist of limited time, difficulties in classroom management, weather conditions, and students’ lack of concentration. The implementation of the outdoor study method has positive implications in reducing boredom, increasing learning enthusiasm and curiosity, enriching learning experiences, improving social interaction and collaboration, and stimulating students’ critical and creative thinking skills.</em></p>Ni Putu Listya DiandoniI Made Wiguna YasaNi Kadek Supadmini
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA BENDA KONKRET TERHADAP PEMAHAMAN SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SD NEGERI 2 BLAHKIUH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19429
<p>Matematika di sekolah dasar berperan penting dalam membangun pemahaman konsep, kemampuan berpikir logis, dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, masih banyak siswa yang menganggapnya sulit karena metode pembelajaran yang konvensional dan kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning berbantuan media benda konkret berupa uang mainan terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas V di SD Negeri 2 Blahkiuh. Pendekatan Problem Based Learning dipadukan dengan media konkret berupa uang mainan digunakan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Nonequivalent Control Group Design (Pretest- Posttest). Instrumen penelitian berupa tes dengan jumlah 20 soal essay, pemahaman konsep matematika yang dianalisis berdasarkan indikator dari taksonomi Bloom, yaitu penerjemahan, penafsiran, dan ekstrapolasi. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas V di SD Negeri 2 Blahkiuh dengan total populasi yaitu 36 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kelas eksperimen, dari rata-rata pretest 59,74 menjadi 80,65 pada posttest, dibanding kelas kontrol yang hanya naik dari 62,89 ke 74,42. Uji normalitas dan homogenitas menunjukkan data terdistribusi normal dan varians homogen. Didukung oleh hasil uji-t yang menunjukkan nilai signifikansi 0,004 (<0,05), artinya terdapat perbedaan signifikan antar kelompok. Kesimpulannya, model Problem Based Learning berbantuan media konkret efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa dibandingkan pembelajaran konvensional.</p> <p><em>Mathematics in elementary school plays an important role in developing conceptual understanding, logical thinking, and real-life application. However, many students still perceive mathematics as difficult due to the use of conventional and less engaging teaching methods. This study aims to examine the effect of the Problem Based Learning model assisted by concrete object media in the form of play money on the conceptual understanding of mathematics among fifth-grade students at SD Negeri 2 Blahkiuh. The Problem Based Learning approach was combined with concrete media to create more contextual and engaging learning. This quantitative study used a Nonequivalent Control Group Design (Pretest-Posttest). The research instrument consisted of 20 essay questions, and students’ conceptual understanding was analyzed using Bloom's taxonomy indicators: translation, interpretation, and extrapolation. The study involved 36 fifth-grade students. Results showed a significant improvement in the experimental class, with the average pretest score increasing from 59.74 to 80.65 in the posttest, compared to the control class which only increased from 62.89 to 74.42. Normality and homogeneity tests confirmed that the data were normally distributed and homogeneous. The T-test showed a significance value of 0.004 (<0.05), indicating a statistically significant difference between the two groups. In conclusion, the Problem Based Learning model assisted by concrete object media is effective in improving students’ conceptual understanding in mathematics compared to conventional teaching methods.</em></p>Gusti Ayu SetyaningsihNi Made AnggreniGusti. A.A Reisa Mahendradhani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PENGGUNAAN ICE BREAKING TEPUK TANGAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS II SD NEGERI 3 KELUSA KECAMATAN PAYANGAN KABUPATEN GIANYAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19524
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan Ice breaking Tepuk Tangan, kendala dan solusi guru, serta implikasinya terhadap minat belajar peserta didik kelas II di SD Negeri 3 Kelusa, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Ice breaking Tepuk Tangan dilaksanakan secara terencana dan variatif sesuai dengan karakteristik peserta didik, sehingga mampu meningkatkan semangat, fokus, dan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran. Kendala yang dihadapi guru antara lain keterbatasan waktu dan perbedaan karakter peserta didik, namun dapat diatasi melalui kreativitas guru serta kerja sama dengan pihak sekolah. Penggunaan Ice breaking Tepuk Tangan memberikan implikasi positif terhadap minat belajar peserta didik yang ditunjukkan melalui meningkatnya keaktifan, antusiasme, dan hasil belajar peserta didik.</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of hand-clapping Ice breaking Tepuk Tangan activities, the challenges and solutions faced by teachers, and their implications for students’ learning interest in Grade II at SD Negeri 3 Kelusa, Payangan District, Gianyar Regency. This research employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, literature review, and documentation study. The collected data were analyzed using descriptive qualitative analysis through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of hand-clapping Ice breaking Tepuk Tangan activities was carried out in a planned and varied manner according to students’ characteristics, which effectively increased students’ enthusiasm, focus, and participation in learning. The challenges faced by teachers included time constraints and differences in students’ characteristics; however, these obstacles were addressed through teachers’ creativity and collaboration with the school. The implementation of hand-clapping Ice breaking Tepuk Tangan activities had a positive implication for students’ learning interest, as reflected in increased activeness, enthusiasm, and overall learning outcomes.</em></p>Desak Putu Nadila PutriNi Nyoman MarianiPutu Ayu Septiari Dewi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN DIGITAL DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITALGURU DI SMK NURUL FALAH PUGUNG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18479
<p>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong dunia pendidikan untuk meningkatkan kemampuan digital para guru, terutama di sekolah menengah kejuruan. Masalah literasi digital guru yang rendah masih menjadi tantangan di sekolah-sekolah di daerah pedesaan, sehingga diperlukan peran penting kepala sekolah melalui kepemimpinan digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana kepemimpinan digital kepala sekolah diterapkan untuk meningkatkan kemampuan digital para guru di SMK Nurul Falah Pugung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek yang diteliti meliputi kepala sekolah, guru, dan staf pendidik. Data diperoleh melalui wawancara, pengamatan langsung, serta studi terhadap dokumen. Proses analisis data dilakukan secara interaktif dengan langkah reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data juga diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah sudah menerapkan kepemimpinan digital dengan cara kepemimpinan transformasional, kepemimpinan berbasis teknologi, kepemimpinan inklusif, serta kepemimpinan kolaboratif. Implementasinya terlihat dari pemberian semangat kerja, penyediaan pelatihan, penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar, serta penguatan kerja sama antar guru. Kepemimpinan digital ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan digital guru, meski masih ada kendala seperti keterbatasan sarana pendukung dan perbedaan tingkat kemampuan digital para guru. Penelitian menyimpulkan bahwa kepemimpinan digital kepala sekolah sangat penting dalam meningkatkan kemampuan digital guru dan membutuhkan dukungan kebijakan serta bimbingan yang terus menerus.</p> <p><em>The development of information and communication technology is driving the education sector to improve the digital skills of teachers, particularly in vocational high schools. Low teacher digital literacy remains a challenge in rural schools, necessitating the crucial role of principals through digital leadership. This study aims to analyze how principals' digital leadership is implemented to improve teachers' digital skills at SMK Nurul Falah Pugung. This research used a qualitative approach with a case study method. The subjects studied included principals, teachers, and educational staff. Data were obtained through interviews, direct observation, and document review. The data analysis process was conducted interactively, using data reduction, presentation, and drawing conclusions. Data validity was also tested through triangulation. The results show that principals have implemented digital leadership through transformational leadership, technology-based leadership, inclusive leadership, and collaborative leadership. This implementation is evident in encouraging work motivation, providing training, using technology in the teaching and learning process, and strengthening collaboration among teachers. This digital leadership has had a positive impact on improving teachers' digital skills, although challenges remain, such as limited supporting facilities and differences in the level of digital skills among teachers. The study concluded that principals' digital leadership is crucial for improving teachers' digital skills and requires ongoing policy support and guidance.</em></p>Dian WidiastutiSofwan Adi PutraArman
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101IMPLEMENTASI FESTIVAL ANAK SHOLEH ISLAMI BERBASIS PAI DAN BKPI DALAM PEMBINAAN KARAKTER RELIGIUS ANAK DI DESA TEBAT FATAH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18623
<p>Pembinaan karakter religius anak menjadi kebutuhan penting dalam pendidikan Islam di tengah dinamika sosial yang memengaruhi perilaku anak. Salah satu upaya yang dilakukan masyarakat adalah melalui kegiatan keagamaan berbasis komunitas, seperti Festival Anak Sholeh Islami. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Festival Anak Sholeh Islami berbasis Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bimbingan Keagamaan dan Pengembangan Islam (BKPI) dalam pembinaan karakter religius anak di Desa Tebat Fatah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan anak peserta festival, panitia, pendidik PAI, pembimbing BKPI, serta tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Festival Anak Sholeh Islami diimplementasikan secara terencana dengan melibatkan masyarakat dan mengintegrasikan nilai-nilai PAI serta pendekatan BKPI. Kegiatan ini berkontribusi positif dalam pembinaan karakter religius anak, terutama pada aspek keimanan, praktik ibadah, dan akhlak.</p> <p><em>The development of children’s religious character is an essential need in Islamic education amid social dynamics that influence children’s behavior. One community-based effort to address this issue is through religious activities such as the Islamic Righteous Children Festival. This study aims to describe the implementation of the Islamic Righteous Children Festival based on Islamic Religious Education (PAI) and Islamic Guidance and Development (BKPI) in fostering children’s religious character in Tebat Fatah Village. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving festival participants, organizing committees, PAI educators, BKPI mentors, and community leaders. The findings indicate that the Islamic Righteous Children Festival was implemented in a well-planned manner with active community involvement and the integration of PAI values and BKPI approaches. The festival contributed positively to the development of children’s religious character, particularly in strengthening faith, improving religious practices, and fostering Islamic moral behavior.</em></p>KailaniElsya TiraninggayuFahria Nahdiatul FatihahAnisa RamadhansyahIrmawati SaidKahirur RiskyAsep HidayatMuhammad Hanafi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101EVALUASI IMPLEMENTASI PEER MENTORING DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN GURU DI UPT SMP NEGERI 4 PRINGSEWU
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19135
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program peer mentoring dalam meningkatkan kualitas pembelajaran guru di UPT SMP Negeri 4 Pringsewu. Program peer mentoring dipandang sebagai strategi pengembangan profesional berkelanjutan yang menekankan kolaborasi sejawat, refleksi praktik pembelajaran, dan saling berbagi pengalaman antarguru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai kesesuaian program dengan kebutuhan sekolah, kesiapan sumber daya, proses pelaksanaan, serta hasil dan keberlanjutan program. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru mentor, dan guru peserta peer mentoring. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara konteks, implementasi peer mentoring relevan dengan kebutuhan peningkatan kualitas pembelajaran dan penguatan budaya kolaboratif di sekolah. Pada aspek input, kompetensi mentor, dukungan manajemen sekolah, serta ketersediaan perangkat ajar dinilai memadai meskipun masih terdapat keterbatasan waktu dan beban kerja guru. Pada aspek proses, program peer mentoring terlaksana secara partisipatif melalui kegiatan diskusi, observasi sejawat, dan refleksi pembelajaran, namun konsistensi pelaksanaan perlu ditingkatkan. Pada aspek produk, program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, kepercayaan diri guru, serta budaya berbagi praktik baik. Berdasarkan temuan tersebut, program peer mentoring dinilai efektif dan layak untuk dilanjutkan dengan penguatan sistem monitoring, penjadwalan yang lebih fleksibel, serta dukungan kebijakan sekolah yang berkelanjutan.</p> <p><em>This study aims to evaluate the implementation of the peer mentoring program in improving the quality of teacher learning at the UPT SMP Negeri 4 Pringsewu. The peer mentoring program is seen as a continuous professional development strategy that emphasizes peer collaboration, reflection on learning practices, and sharing experiences among teachers. This study uses a qualitative approach with the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model to obtain a comprehensive picture of the program's suitability to school needs, resource readiness, implementation process, and program outcomes and sustainability. Data collection techniques include in-depth interviews, observations, and documentation studies involving the principal, mentor teachers, and peer mentoring participant teachers. Data analysis was conducted thematically through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing.The research results indicate that, contextually, the implementation of peer mentoring is relevant to the need to improve the quality of learning and strengthen a collaborative culture in schools. In terms of input, mentor competency, school management support, and the availability of teaching materials were deemed adequate, despite limitations on time and teacher workload. In terms of process, the peer mentoring program was implemented in a participatory manner through discussions, peer observation, and learning reflection, but consistency of implementation needs to be improved. In terms of product, the program had a positive impact on improving the quality of learning planning and implementation, teacher confidence, and a culture of sharing good practices. Based on these findings, the peer mentoring program was deemed effective and worthy of continuation with a strengthened monitoring system, more flexible scheduling, and ongoing school policy support.</em></p>Nasib SuheriSofwan AdiputraArmanSiswoyo
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101ESENSIALISME: LANDASAN FILOSOFIS DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19462
<p>Esensialisme merupakan salah satu aliran filsafat pendidikan yang menekankan pentingnya nilai-nilai dasar, pengetahuan inti, dan pembentukan karakter melalui pendidikan yang terarah dan disiplin. Aliran ini muncul sebagai reaksi terhadap pendidikan yang dianggap terlalu fleksibel dan kurang berlandaskan nilai-nilai yang bersifat tetap dan universal. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep esensialisme secara komprehensif, meliputi latar belakang historis, hakikat esensialisme, prinsip-prinsip pendidikan dan kurikulum menurut pandangan esensialisme, serta relevansinya dalam konteks pendidikan Kristen. Melalui kajian ini diharapkan pembaca memperoleh pemahaman yang utuh mengenai peran esensialisme sebagai landasan filosofis dalam pengembangan pendidikan yang berorientasi pada nilai, pengetahuan fundamental, dan pembentukan karakter peserta didik.</p> <p><em>Essentialism is a school of educational philosophy that emphasizes the importance of basic values, core knowledge, and character building through focused and disciplined education. This school emerged as a reaction to education that was considered too flexible and not based on fixed and universal values. This article aims to comprehensively examine the concept of essentialism, covering its historical background, the nature of essentialism, the principles of education and curriculum according to the essentialist view, and its relevance in the context of Christian education. Through this study, readers are expected to gain a comprehensive understanding of the role of essentialism as a philosophical foundation in developing education that is oriented towards values, fundamental knowledge, and the formation of student character.</em></p>Kezia Homesti BahanAngreini Jenice Putri LadaPutri Marsanda BareutCarlos Steven LayIreni Irnawati Pellokila
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN MEDIA WORDWALL FITUR OPEN THE BOX PADA MATA PELAJARAN PEDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS III SD NEGERI 2 SUMERTA DENPASAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19659
<p>Penelitian ini mengungkap bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT) berbantuan media Wordwall fitur Open the Box pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas III SD Negeri 2 Sumerta berlangsung secara aktif, menyenangkan, dan terstruktur. Dengan pendekatan teori behaviorisme, guru memberikan stimulus berupa permainan skor dan penguatan positif, sehingga lebih dari 80% siswa terlibat aktif secara kognitif, afektif, dan psikomotorik. Meskipun terdapat kendala seperti pengaturan waktu, guru mampu mengatasinya melalui dukungan emosional dan komunikasi kelompok. Model ini juga terbukti efektif dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa dan meningkatkan pemahaman nilai menghargai keberagaman, sesuai prinsip dasar teori motivasi.</p> <p><em>This study revealed that the implementation of the Team Game Tournament (TGT) cooperative learning model assisted by the Wordwall media feature Open the Box in the Pancasila Education subject for third-grade students at SD Negeri 2 Sumerta was active, enjoyable, and structured. Using a behaviorist approach, the teacher provided stimuli in the form of score-based games and positive reinforcement, resulting in over 80% of students showing active cognitive, affective, and psychomotor engagement. Despite challenges such as time management, the teacher overcame them through emotional support and group communication. The model also proved effective in increasing students’ learning motivation and understanding of the value of respecting diversity, in line with the basic principles of motivation theory.</em></p>Ni Made Bela Dwi SundariI Made Wirahadi KusumaGusti Ayu Dewi Setiawati
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101STRATEGI MANAJERIAL ADMINISTRASI SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SD NEGERI 200412 JORING LOMBANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18392
<p><em>This study aims to analyze school administrative management strategies in efforts to improve the quality of education at SD Negeri 200412 Joring Lombang. The main issues examined include the implementation of school administrative managerial strategies as well as the inhibiting and supporting factors in administrative management to enhance educational quality at SD Negeri 200412 Joring Lombang. This research employed a qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that school administrative managerial strategies in improving educational quality at SD Negeri 200412 Joring Lombang are implemented through goal-oriented planning, organizational structuring through task distribution, the implementation of mobilization by providing motivation and communication with administrative staff, as well as supervision and evaluation of administrators’ performance. Inhibiting factors in school administrative management include the limited competencies of administrative personnel, an insufficient number of administrative staff resulting in suboptimal performance, and a level of work discipline that still requires improvement. Meanwhile, supporting factors in school administrative management include the availability of facilities and infrastructure that support administrative processes, adequate facilities according to current needs, and the optimization of available facilities to facilitate the execution of administrative tasks.</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan administrasi sekolah dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di SD Negeri 200412 Joring Lombang. Permasalahan utama yang dikaji meliputi penerapan strategi manajerial administrasi sekolah serta faktor-faktor yang menjadi penghambat dan pendukung dalam pengelolaan administrasi guna meningkatkan mutu pendidikan di SD Negeri 200412 Joring Lombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajerial administrasi sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan di SD Negeri 200412 Joring Lombang dilaksanakan melalui perencanaan yang berorientasi pada pencapaian tujuan, pengorganisasian dalam pembagian tugas, pelaksanaan penggerakan melalui pemberian motivasi dan komunikasi dengan tenaga administrasi, serta pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja administrator. Faktor penghambat dalam manajerial administrasi sekolah meliputi keterbatasan kompetensi yang dimiliki tenaga administrasi, jumlah tenaga administrasi yang belum memadai sehingga kinerja belum optimal, serta tingkat kedisiplinan kerja yang masih perlu ditingkatkan. Adapun faktor pendukung pengelolaan administrasi sekolah mencakup ketersediaan sarana dan prasarana yang menunjang proses administrasi, fasilitas yang memadai sesuai kebutuhan, serta optimalisasi pemanfaatan fasilitas yang ada untuk mempermudah pelaksanaan tugas administrasi.</p>Irda surianiImelda putri hsb hsbNur lanni harahapRiri wulanda sari
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101REPRESENTASI KEPERCAYAAN DIRI DALAM LIRIK LAGU “LIKE JENNIE” OLEH JENNIE: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18547
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kepercayaan diri dalam lirik dan video musik Like Jennie karya Jennie menggunakan pendekatan semiotik Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis tanda melalui tiga tingkat makna: denotasi, konotasi, dan mitos, yang didukung oleh teori komunikasi nonverbal dan teori representasi Stuart Hall. Temuan menunjukkan bahwa video musik Like Jennie secara konsisten merepresentasikan kepercayaan diri perempuan melalui elemen visual seperti posisi tubuh, formasi spasial, diferensiasi kostum, dan relasi kekuasaan yang menempatkan Jennie sebagai figur sentral, dominan, dan berwibawa. Representasi ini diperkuat oleh lirik lagu, yang menekankan penegasan identitas, kemandirian, dan penolakan terhadap validasi eksternal. Pada tingkat mitologis, video musik tersebut membangun ideologi pemberdayaan perempuan dengan menantang stereotip patriarki yang sering menempatkan perempuan sebagai objek pasif dalam industri hiburan. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademis pada studi semiotika dan komunikasi media serta berfungsi sebagai referensi praktis bagi para kreator konten, lembaga pendidikan, dan masyarakat umum dalam memahami peran media audiovisual dalam membentuk makna sosial dan identitas perempuan secara lebih kritis dan reflektif.</p> <p><em>This study aims to analyze the representation of self-confidence in the lyrics and music video of Like Jennie by Jennie using Roland Barthes’ semiotic approach. This research employs a qualitative descriptive method with sign analysis through three levels of meaning: denotation, connotation, and myth, supported by nonverbal communication theory and Stuart Hall’s theory of representation. The findings indicate that the music video Like Jennie consistently represents female self-confidence through visual elements such as body positioning, spatial formations, costume differentiation, and power relations that place Jennie as a central, dominant, and authoritative figure. This representation is reinforced by the song’s lyrics, which emphasize identity affirmation, independence, and resistance to external validation. At the mythological level, the music video constructs an ideology of female empowerment by challenging patriarchal stereotypes that often position women as passive objects within the entertainment industry. This study is expected to contribute academically to semiotic and media communication studies and to serve as a practical reference for content creators, educational institutions, and the general public in understanding the role of audiovisual media in shaping social meanings and female identity in a more critical and reflective manner. </em></p>Karmila N ParenrengiMelky AndreasDinda Wulandari HantokoMuhammad Devry AryananthDennis PangestuPetrus Ferdinand AlwerMuhammad Rizky Syahputra
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101ANALISIS DAN PEMODELAN BENTUK WAJAH PELANGGAN UNTUK OPTIMASI PILIHAN KACAMATA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18717
<p>Pemilihan bingkai kacamata merupakan aspek krusial dalam menunjang penampilan dan estetika, namun seringkali dilakukan secara subjektif oleh pelanggan maupun petugas optik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membangun sebuah sistem otomatis pengklasifikasi bentuk wajah manusia guna memberikan rekomendasi bingkai kacamata yang akurat dan objektif. Metode yang diusulkan mengintegrasikan teknologi Computer Vision dan Deep Learning dengan fokus utama pada penggunaan algoritma Convolutional Neural Network (CNN) dan MediaPipe Face Mesh. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental dengan memanfaatkan dataset citra wajah yang mencakup kategori Oval, Bulat, Persegi, Hati, dan Panjang. Proses dimulai dengan ekstraksi 468 titik landmark wajah menggunakan MediaPipe untuk memperoleh rasio geometri yang presisi, diikuti dengan tahap pra-pemrosesan citra (grayscaling dan resizing 224x224 piksel). Model CNN kemudian dilatih untuk mengekstraksi fitur visual melalui lapisan konvolusi dan melakukan klasifikasi akhir menggunakan aktivasi Softmax. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CNN berhasil mencapai akurasi rata-rata sebesar 90% pada data uji. Kategori wajah "Panjang" memperoleh skor F1-Score tertinggi sebesar 0,95, sementara kategori "Hati" menunjukkan skor terendah sebesar 0,84 akibat kemiripan struktur geometri dengan kategori lain. Implementasi sistem pakar berbasis "Teori Kontras" pada output model secara efektif memberikan rekomendasi bingkai kacamata yang sesuai secara estetika, seperti bingkai persegi untuk wajah bulat dan bingkai bulat untuk wajah persegi. Penggunaan MediaPipe terbukti meningkatkan akurasi sistem sebesar 12% melalui isolasi objek yang lebih bersih. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi CNN dan analisis geometri wajah mampu mengoptimalkan layanan digital pada industri optik dengan memberikan rekomendasi yang cepat, konsisten, dan dipersonalisasi.</p>Giatika ChrisnawatiRamdan Al FariziRiyadh Khairi ArdhaniIkmal Azizun HakimIksan Sahidan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBASIS VIDIO ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPAS TOPIK BAGIAN TUMBUH TUMBUHAN FASE B KELAS IV DI SD NEGERI 17 DAUH PURI DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2024/2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19423
<p>Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang terjadi pada peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Salah satu upaya untuk meningkatkannya adalah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis vidio animasi terhadap hasil belajar peserta didik kelas IV pada mata pelajaran IPAS di SD Negeri 17 Dauh Puri Denpasar.Penelitian ini di rancang menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode pre-eksperimen jenis one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah seluruh peserta didik kelas IV Tahun Pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 30 peserta didik dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes objektif pilihan ganda.Hasil uji paired sample t-test menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,000< 0,05, sehingga hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Rata – rata skor hasil belajar peserta didik sebelum perlakuan adalah 59,17 dan sesudah diberikan perlakuan menjadi 90,67 dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan pada rata-rata. Hasil ini menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis vidio animasi berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Model pembelajaran ini menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, serta mendorong keterlibatan aktif serta kerja sama peserta didik selama proses pembelajaran.</p> <p><em>Learning outcomes are behavioral changes that occur in students after participating in the learning process, encompassing cognitive, affective, and psychomotor aspects. One effort to improve these outcomes is by using the STAD cooperative learning model based on animated videos to assess the learning outcomes of fourth-grade students in science at SD Negeri 17 Dauh Puri, Denpasar.This study was designed using a quantitative research method with a one-group pre-experimental pretest-posttest design. The subjects were all 30 fourth-grade students in the 2024/2025 academic year, using a purposive sampling technique. The instrument used was an objective multiple-choice test.</em></p> <p><em>The paired sample t-test showed a significance value of 0.000<0.05, thus rejecting the null hypothesis (H0) and accepting the alternative hypothesis (Ha). The average student learning outcome score before treatment was 59.17, and after treatment it increased to 90.67, indicating an increase in the average. These results indicate that the implementation of the animated video-based STAD cooperative learning model has an impact on student learning outcomes. This learning model creates a more engaging learning environment and encourages active student involvement and cooperation throughout the learning process.</em></p>Ni Wayan Diah TiksnawatiNi Ketut Srie Kusuma WardhaniAnak Agung Ngurah Budiadnyana
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101STUDI AL-QUR’AN DAN HADITS “TAZKIYYATUN NUFUS : SENI MENGELOLA HATI, JIWA, DAN AKAL MANUSIA”
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19501
<p>Tazkiyyatun nufus merupakan konsep fundamental dalam ajaran Islam yang berorientasi pada proses penyucian jiwa guna mencapai kesempurnaan iman dan ketakwaan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep tazkiyyatun nufus berdasarkan perspektif Al-Qur’an dan Hadis serta menganalisis relevansinya dalam kehidupan individu dan sosial. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan menelaah sumber-sumber primer berupa Al-Qur’an dan Hadis, serta sumber sekunder dari karya para ulama klasik seperti Imam Al-Ghazali, Ibn Qayyim, dan Ibn Khaldun. Hasil kajian menunjukkan bahwa tazkiyyatun nufus tidak hanya berfungsi sebagai upaya pembinaan spiritual personal, tetapi juga memiliki implikasi signifikan dalam bidang kepemimpinan, pendidikan, ekonomi, dan kehidupan sosial. Tahapan-tahapan tazkiyyatun nufus meliputi muraqabah, muhasabah, mujahadah, ihsan, dan tawakkal, yang apabila diterapkan secara konsisten mampu membentuk karakter manusia yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab. Dengan demikian, tazkiyyatun nufus menjadi konsep integral dalam membangun keseimbangan antara dimensi spiritual, intelektual, dan sosial manusia.</p>Dede Rubai Misbahul AlamTeuku Raybian RevaiAto SaripudinDhiya ‘Ulhaq Atsaury
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101KINERJA DEPARTEMEN MARKETING COMMUNICATION DALAM PEMANFAATAN E-COMMERCE PADA PEMASARAN INDUSTRI HIBURAN TRANS STUDIO THEME PARK BALI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18459
<p>Keberhasilan pemanfaatan e-commerce oleh departemen Marketing Communication dalam menjangkau wisatawan dan pemasaran industri hiburan Trans Studio Theme Park Bali merepresentasikan secara langsung kualitas kinerja departemen tersebut, khususnya dalam menyusun, mengelola, dan mengimplementasikan strategi komunikasi digital yang berperan mendukung dan memperkuat kegiatan pemasaran perusahaan. Penelitian ini menganalisis masing-masing peran dan strategi tim marketing communication yaitu social media, public relations dan desain grafis dalam melakukan aktivitas komunikasi pemasaran dengan pemanfaatan e-commerce untuk meningkatkan jumlah pembelian. Metode penelitian ini mencakup observasi, wawancara dan analisis melalui studi pustaka penelitian terdahulu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja departemen Marketing Communication dalam memanfaatkan e-commerce sebagai media pemasaran pada industri hiburan, dengan lokus penelitian di Trans Studio Theme Park Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja dari marketing communication telah melakukan pemanfaat e-commerce dengan baik, output nya sesuai dengan input yang dilakukan. Pemanfaatan e-commerce dan platform digital merupakan strategi utama dari tim marketing untuk meningkatkan pemasaran. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan strategi komunikasi pemasaran digital di industri hiburan maupun destinasi pariwisata lainnya, serta menjadi landasan bagi upaya pembenahan yang berkelanjutan serta pengembangan strategi lebih lanjut bagi Trans Studio Theme Park Bali.</p> <p><em>The successful use of e-commerce by the Marketing Communication Department in reaching tourists and marketing the entertainment industry of Trans Studio Theme Bali directly represents the quality of the department's performance, especially in developing, managing, and implementing digital communication strategies that play a role in supporting and strengthening the company's marketing activities. This study analyzes each role and strategy of the marketing communication team, namely social media, public relations and graphic design in carrying out marketing communication activities by utilizing e-commerce to increase the number of purchases. This research method includes observation, interviews and analysis through previous research literature studies. This study aims to analyze the performance of the Marketing Communication Department in utilizing e-commerce as a marketing medium in the entertainment industry, with the research locus at Trans Studio Theme Park Bali. The results of the study indicate that the marketing communications team has effectively utilized e-commerce, with output results consistent with the inputs. Utilizing e-commerce and digital platforms is a key strategy for marketing teams to increase sales. This research is expected to serve as a reference for developing communication strategies. This research is expected to serve as a reference for developing digital marketing communications strategies in the entertainment industry and other tourism destinations, as well as a foundation for ongoing improvement efforts and further strategic development for Trans Studio Theme Park Bali.</em></p>Ni Putu Yuki AgastiaI Dewa Ayu Putri Wirantari
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS MODERASI BERAGAMA DALAM MENINGKATKAN SIKAP TOLERANSI SISWA SD NEGERI 086 TEBAT PATAH KECAMATAN TAMAN RAJO KABUPATEN MUARO JAMBI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18599
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran berbasis moderasi beragama dalam meningkatkan sikap toleransi siswa SD Negeri 086 Tebat Patah Kecamatan Taman Rajo Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (quasi-experimental) dan desain one-group pretest–posttest. Subjek penelitian adalah seluruh siswa pada satu kelas yang dipilih secara purposive sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran berbasis moderasi beragama, sedangkan variabel terikatnya adalah sikap toleransi siswa. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, serta N-Gain untuk mengukur tingkat peningkatan sikap toleransi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis moderasi beragama efektif dalam meningkatkan sikap toleransi siswa. Terdapat peningkatan skor sikap toleransi dari pretest ke posttest, yang ditunjukkan oleh perubahan perilaku siswa dalam menghargai perbedaan, bekerja sama, dan bersikap adil terhadap teman sebaya. Peningkatan ini didukung oleh peran guru sebagai teladan moderasi, integrasi nilai toleransi dalam kegiatan pembelajaran yang kontekstual, serta lingkungan sekolah yang kondusif. Nilai N-Gain menunjukkan kategori sedang hingga tinggi, yang mengindikasikan efektivitas pembelajaran berbasis moderasi beragama dalam membentuk karakter toleran siswa. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis moderasi beragama merupakan strategi yang relevan dan efektif untuk meningkatkan sikap toleransi siswa sekolah dasar, serta berkontribusi pada pengembangan karakter dan kompetensi sosial peserta didik.</p> <p><em>This study aims to examine the effectiveness of religion-based moderation learning in improving students' tolerance attitudes at SD Negeri 086 Tebat Patah, Taman Rajo District, Muaro Jambi Regency. This research employs a quantitative approach with a quasi-experimental design using a one-group pretest–posttest method. The research subjects were all students in one purposively selected class. The independent variable in this study is religion-based moderation learning, while the dependent variable is students’ tolerance attitudes. Data were collected through questionnaires, observations, and documentation, and were analyzed using descriptive and inferential statistics, as well as N-Gain to measure the level of improvement in students’ tolerance attitudes. The findings indicate that religion-based moderation learning is effective in enhancing students’ tolerance attitudes. There was a significant increase in posttest scores compared to pretest scores, reflecting positive changes in students’ behaviors in appreciating differences, cooperating with peers, and acting fairly. The improvement was supported by the role of teachers as moderation role models, the integration of tolerance values into contextual learning activities, and a supportive school environment. The N-Gain scores were categorized as moderate to high, indicating the effectiveness of religion-based moderation learning in shaping students’ tolerant character. Based on these findings, it can be concluded that religion-based moderation learning is a relevant and effective strategy for improving tolerance attitudes among elementary school students and contributes to character development and social competence.</em></p>Muhammad ArifinElsya TiraninggayyuFahria Nahdiatul FatihahAnisa RamadhansyahIrmawati SaidKhairur RiskyAsep HidayatMuhammad Hanafi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101SYNTACTIC UNIT ANALYSIS IN THE TULAMBEN TOURISM AREA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19060
<p><em>This study examines the syntactic units employed in public signs within the Tulamben tourist area, East Bali. The focus of the study is on the linguistic structures that form messages in the linguistic landscape. Using a descriptive qualitative approach, the study identifies five categories of syntactic units, namely words, phrases, clauses, sentences, and texts, from a total of 63 documented public signs. The findings show that phrases are the most dominant unit, followed by words and texts. An in-depth discussion reveals that the choice of syntactic form is influenced not only by communicative function but also by aesthetic considerations, readability, and promotional needs in the context of international tourism.</em></p>Dewa Gede Wahyuna PutraI Wayan SwandanaDewa Putu Ramendra
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101TENTANG IDEALISME
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19449
<p>Idealisme merupakan salah satu aliran filsafat yang menempatkan ide, pikiran, atau kesadaran sebagai dasar utama dalam memahami realitas. Aliran ini beranggapan bahwa kenyataan tidak sepenuhnya berdiri secara independen dari subjek yang mengetahui, melainkan dibentuk dan dimaknai melalui proses mental manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep idealisme, perkembangan pemikirannya, serta implikasinya dalam bidang filsafat, pendidikan, dan kehidupan sosial. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber literatur klasik dan kontemporer yang membahas idealisme. Hasil kajian menunjukkan bahwa idealisme memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang manusia terhadap pengetahuan, nilai, dan kebenaran, serta memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan pemikiran kritis dan reflektif. Dengan demikian, idealisme tidak hanya relevan sebagai teori filsafat, tetapi juga sebagai landasan dalam memahami realitas dan tindakan manusia.</p>Eduar Markus MaikariHirsius AtamaIreni Irnawati PellokilaRainer Sabat
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101TEORI BEHAVIORISME DAN PROGRESIVISME SERTA IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19605
<p>Behaviorisme berfokus pada perubahan tingkah laku yang dapat diamati sebagai hasil dari interaksi stimulus dan respons, menekankan penguatan (reinforcement) untuk membentuk karakter siswa. Dalam PAK, pendekatan ini diimplementasikan melalui pembiasaan ibadah, disiplin, dan pengajaran nilai-nilai Kristiani yang terukur. Sebaliknya, progresivisme menekankan pembelajaran berpusat pada siswa (student-centered), berfokus pada pengalaman langsung, berpikir kritis, dan adaptasi dengan kehidupan nyata, sejalan dengan pedagogi Yesus yang mengaktifkan potensi pribadi. Implementasi behaviorisme dalam PAK terlihat dalam metode pengajaran terstruktur, hafalan ayat, dan pemberian reward/punishment untuk membentuk moralitas. Sementara itu, implementasi progresivisme dalam PAK melibatkan diskusi etika, pembelajaran berbasis proyek sosial, dan refleksi pengalaman hidup untuk memecahkan masalah. Artikel ini menyimpulkan bahwa penggabungan (eklektik) antara behaviorisme (untuk disiplin moral) dan progresivisme (untuk pemahaman aktif dan kritis) diperlukan dalam PAK untuk mengembangkan peserta didik yang tidak hanya tahu ajaran iman, tetapi juga menghidupinya secara aktif dan dinamis dalam situasi modern.</p> <p><em>Behaviorism focuses on observable behavioral changes resulting from the interaction of stimulus and response, emphasizing reinforcement to shape students' character. In PAK, this approach is implemented through habituation of worship, discipline, and the teaching of measurable Christian values. In contrast, progressivism emphasizes student-centered learning, focusing on direct experience, critical thinking, and adaptation to real life, in line with Jesus' pedagogy that activates personal potential. The implementation of behaviorism in PAK is seen in structured teaching methods, memorization of verses, and the provision of rewards/punishments to shape morality. Meanwhile, the implementation of progressivism in PAK involves ethical discussions, social project-based learning, and reflection on life experiences to solve problems. This article concludes that an (eclectic) combination of behaviorism (for moral discipline) and progressivism (for active and critical understanding) is needed in PAK to develop students who not only know the teachings of faith, but also live them actively and dynamically in modern situations.</em></p>Tatia Marince BengnguPaulina Mariana OttuSince Safira Sanae
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101FILSAFAT SEBUAH PENGANTAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18385
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis filsafat sebuah pengantar melalui pendekatan studi pustaka. Pembahasan ini mengkaji filsafat sebagai aktivitas intelektual fundamental manusia yang berorientasi pada pencarian kebijaksanaan dan kebenaran hakiki. Filsafat dipahami tidak hanya sebagai cinta akan kebijaksanaan, tetapi juga sebagai proses berpikir rasional, kritis, sistematis, dan reflektif dalam memahami realitas secara menyeluruh. Kajian ini menguraikan definisi filsafat menurut berbagai tokoh Barat dan Islam, yang menunjukkan bahwa filsafat memiliki dua dimensi utama, yakni sebagai proses berpikir dan sebagai produk pemikiran. Ruang lingkup filsafat mencakup ontologi, epistemologi, dan aksiologi, yang masing-masing membahas hakikat keberadaan, cara memperoleh pengetahuan, serta nilai dan tujuan penggunaan pengetahuan. Objek filsafat dibedakan menjadi objek material dan objek formal, yang menegaskan kekhasan filsafat dibandingkan disiplin ilmu lainnya. Selain itu, dipaparkan karakteristik dan metode berpikir filsafat yang meliputi sifat radikal, holistik, kritis, rasional, dan sistematis, serta beragam pendekatan metodologis seperti kritis, empiris, fenomenologis, dialektis, dan transendental. Pembahasan juga mencakup cabang-cabang kajian filsafat, mulai dari ontologi, epistemologi, dan aksiologi hingga filsafat ilmu, etika, politik, hukum, agama, dan pendidikan. Lebih lanjut, hubungan antara filsafat, ilmu, dan agama dianalisis sebagai relasi yang saling melengkapi, di mana filsafat memberikan dasar reflektif dan maknawi, ilmu berperan menjelaskan aspek empiris, dan agama memberi orientasi nilai serta keyakinan transenden. Dengan demikian, filsafat berfungsi sebagai kompas intelektual dan moral yang mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan manusia menuju kebijaksanaan dan tanggung jawab etis.</p> <p><em>This study aims to analyze an introductory philosophy through a literature study approach. This discussion examines philosophy as a fundamental human intellectual activity oriented towards the search for wisdom and ultimate truth. Philosophy is understood not only as a love of wisdom, but also as a rational, critical, systematic, and reflective thought process in understanding reality as a whole. This study outlines the definitions of philosophy according to various Western and Islamic figures, which show that philosophy has two main dimensions: namely as a thought process and as a product of thought. The scope of philosophy includes ontology, epistemology, and axiology, which each discuss the nature of existence, how to acquire knowledge, and the value and purpose of using knowledge. The objects of philosophy are divided into material objects and formal objects, which emphasizes the uniqueness of philosophy compared to other disciplines. In addition, the characteristics and methods of philosophical thinking are explained, including radical, holistic, critical, rational, and systematic nature, as well as various methodological approaches such as critical, empirical, phenomenological, dialectical, and transcendental. The discussion also covers the branches of philosophical studies, ranging from ontology, epistemology, and axiology to the philosophy of science, ethics, politics, law, religion, and education. Furthermore, the relationship between philosophy, science, and religion is analyzed as a complementary relationship, where philosophy provides a reflective and meaningful foundation, science plays a role in explaining empirical aspects, and religion provides value orientation and transcendent beliefs. Thus, philosophy functions as an intellectual and moral compass that directs the development of science and human life toward wisdom and ethical responsibility.</em></p>Siti Maulidiya AgustinAlimuddin
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI INSTRUMEN STRATEGIS DALAM PENCEGAHAN RADIKALISME DI INDONESIA: ANALISIS SOSIAL, POILITIK, PSIKOLOGIS, DAN DIGITAL PADA GENERASI MUDA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18537
<p>Radikalisme di Indonesia mengalami peningkatan terutama pada generasi muda seiring perkembangan teknologi digital yang mempercepat penyebaran ideologi ekstrem. Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) memiliki posisi strategis sebagai instrumen pembentukan karakter kebangsaan, literasi ideologi, serta kemampuan berpikir kritis. Artikel ini bertujuan meninjau peran PKN dalam pencegahan radikalisme melalui tinjauan literatur dari berbagai penelitian nasional maupun internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa PKN berkontribusi signifikan dalam penguatan ideologi Pancasila, peningkatan kemampuan berpikir kritis, moderasi beragama, literasi digital, serta penguatan karakter kebangsaan pada mahasiswa. Berbagai program implementatif seperti Civics Education for Resilience dan Duta Moderasi Beragama terbukti menurunkan intoleransi serta meningkatkan ketahanan ideologi generasi muda. Dengan demikian, penguatan PKN di pendidikan tinggi merupakan strategi kunci dalam membangun daya tangkal terhadap radikalisme.</p> <p><em>Radicalism in Indonesia is increasing, especially among the younger generation, along with the development of digital technology which accelerates the spread of extremist ideology. Civic Education (PKN) has a strategic position as an instrument for forming national character, ideological literacy, and critical thinking skills. This article aims to review the role of Civic Education in the prevention of radicalism through a literature review of various national and international studies. The results of the study indicate that Civic Education contributes significantly to the strengthening of Pancasila ideology, the improvement of critical thinking skills, religious moderation, digital literacy, and the strengthening of national character among students. Various implementative programs such as Civics Education for Resilience and Religious Moderation Ambassador have been proven to reduce intolerance and increase the ideological resilience of the younger generation. Thus, strengthening Civic Education in higher education is a key strategy in building resilience against radicalism.</em></p>Ingga Wahyu HanggoroNovia Az-Zahra GesangRayhan Atthaya PridataNabila Nuril AzkiaElby Dea NoveliZuhra Syailina RamadaniZasqia Hafifa MarseliaHardiana Syafitri NasutionDimas HerganugrohoMuhammad Nabil Musyaffa
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101DAMPAK STRUKTUR ORGANISASI DAN BUDAYA KERJA TERHADAP MENTAL HEALTH PEKERJA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18698
<p>Penelitian ini bertujuan untuk memahami pentingnya kesehatan mental di lingkungan kerja serta dampaknya terhadap kinerja karyawan, khususnya pada sektor pekerjaan yang memiliki tuntutan fisik dan emosional yang tinggi. Fokus penelitian diarahkan pada pengalaman pekerja dalam menghadapi tekanan kerja, beban tugas, serta kondisi psikologis yang memengaruhi produktivitas mereka. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap informan yang mengalami stres kerja dan burnout, sehingga diperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi mental pekerja dari perspektif subjektif mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja yang berlangsung dalam jangka panjang dapat memicu berbagai dampak negatif, seperti kelelahan fisik, gangguan tidur, penurunan konsentrasi, perubahan suasana hati, serta berkurangnya motivasi dan kepuasan kerja. Kondisi burnout juga terbukti berdampak langsung pada penurunan produktivitas, meningkatnya risiko kesalahan kerja, serta tingginya sensitivitas emosional dalam interaksi kerja. Selain itu, temuan penelitian mengindikasikan bahwa dukungan organisasi terhadap kesehatan mental karyawan masih tergolong minim, sehingga pekerja cenderung mengandalkan strategi coping pribadi tanpa adanya sistem pendukung formal. Kesimpulannya, kesehatan mental memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kualitas kinerja karyawan, sehingga organisasi perlu menyediakan kebijakan, fasilitas, serta layanan kesehatan mental yang komprehensif dan berkelanjutan.</p>Salwa Anisa Nuzulul AiniSalwa Anisa Nuzulul AiniDidin Syarifuddin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101REALISME: REALITAS, PENGALAMAN, DAN KEBENARAN ALLAH DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19415
<p>Realisme dalam pendidikan menegaskan bahwa realitas objektif ada secara nyata dan dapat diketahui melalui pengalaman dan penalaran rasional. Dalam pendidikan, realisme menekankan pembelajaran berbasis fakta, ilmu, dan dunia nyata, sehingga peserta didik dilatih untuk menghadapi realitas sebagaimana adanya. Dalam konteks iman Kristen, realisme memandang Allah sebagai Realitas yang nyata dan objektif, yang kebenaran-Nya terungkap dalam ciptaan, hukum alam, dan Firman-Nya, sehingga pendidikan harus membimbing anak untuk beriman kepada Allah yang hidup dan nyata, bukan hanya kepada ide atau tradisi belaka.</p> <p><em>Realism in education asserts that objective reality exists and can be known through experience and rational reasoning. In education, realism emphasizes learning based on facts, science, and the real world, so that students are trained to face reality as it is. In the context of Christian faith, realism views God as a real and objective Reality, whose truth is revealed in creation, natural law, and His Word, so that education must guide children to believe in the living and real God, not just in mere ideas or traditions.</em></p>Yulti Meliana LeoGetrida Patricia BiafAna Sufance NubatonisFitri BeukliuCrisens Okter NenoliuIreni Irnawati Pellokila
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101LANGUAGE DISTRIBUTION AND MULTILINGUAL TYPOLOGY ON CULINARY SIGNBOARDS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19493
<p><em>This study examines the distribution of languages on culinary business signboards in Negara City, Jembrana Regency, Bali. The focus of the study is on identifying the types of languages used and their patterns of appearance within the local linguistic landscape. Using a descriptive qualitative approach, the study analyzes 124 culinary signboards collected through field observation and photographic documentation. The findings reveal that Indonesian is the most dominant language, followed by English, regional languages, and other foreign languages. Language use on the signboards appears in monolingual, bilingual, and multilingual forms, with English–Indonesian combinations being the most prevalent. Further discussion indicates that communicative needs, commercial strategies, and sociocultural values in a semi-urban context shape the distribution of language on culinary signboards. These findings highlight how language choices in public signage reflect the interaction between local orientation, modern commercial practices, and broader linguistic dynamics.</em></p>Ni Komang Feby Wahyu Purna DewiI Made Suta ParamartaDewa Ayu Eka Agustini
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SUPERVISOR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18437
<p>Peran kepala sekolah sebagai supervisor memiliki posisi strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru di sekolah. Supervisi tidak hanya dipahami sebagai kegiatan pengawasan, tetapi juga sebagai proses pembinaan, pendampingan, dan evaluasi yang berkelanjutan untuk membantu guru mengembangkan kompetensi pedagogik dan kinerja profesionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai supervisor dalam pelaksanaan supervisi akademik serta dampaknya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan aktif dalam merencanakan, melaksanakan, dan menindaklanjuti kegiatan supervisi secara sistematis. Pelaksanaan supervisi dilakukan melalui kunjungan kelas, diskusi individual, serta pembinaan kelompok guru. Supervisi yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan mampu meningkatkan motivasi guru, memperbaiki proses pembelajaran, dan mendorong terciptanya iklim sekolah yang kondusif. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas peran kepala sekolah sebagai supervisor sangat ditentukan oleh kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan komitmen kepala sekolah dalam melakukan pembinaan profesional terhadap guru.</p> <p><em>The role of the principal as a supervisor has a strategic position in improving the quality of learning and teacher professionalism in schools. Supervision is not merely understood as an activity of control, but as a continuous process of guidance, assistance, and evaluation aimed at helping teachers develop pedagogical competence and professional performance. This study aims to describe the role of the principal as a supervisor in the implementation of academic supervision and its impact on improving learning quality. The research method used is a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results show that the principal plays an active role in planning, implementing, and following up supervision activities systematically. Supervision is carried out through classroom observations, individual discussions, and group teacher coaching. Well-planned and continuous supervision is able to increase teacher motivation, improve the learning process, and create a conducive school climate. The conclusion of this study emphasizes that the effectiveness of the principal’s role as a supervisor is strongly influenced by leadership skills, communication abilities, and commitment in providing professional guidance to teachers.</em></p>Irda SuryaniAisyah PutriRoslia HasibuanAnisa Khoiriah Ritonga
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PENGARUH GREEN MARKETING DAN INOVASI PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DENGAN BRAND IMAGE SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA KOPI KENANGAN TANJUNGPINANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18570
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh green marketing dan inovasi produk terhadap keputusan pembelian dengan brand image sebagai variabel intervening pada Kopi Kenangan Tanjungpinang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 96 responden yang merupakan konsumen Kopi Kenangan Tanjungpinang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan aplikasi SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green marketing tidak memiliki pengaruh signifikan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui brand image. Inovasi produk tidak berpengaruh langsung terhadap keputusan pembelian, namun memberikan pengaruh signifikan terhadap brand image. Brand image tidak mampu memediasi hubungan antara green marketing dan keputusan pembelian, tetapi berhasil memediasi hubungan antara inovasi produk dan keputusan pembelian</p> <p><em>This study aims to analyse the effect of green marketing and product innovation on purchasing decisions with brand image as an intervening variable at Kopi Kenangan Tanjungpinang. The research method used is a quantitative approach. Data was obtained by distributing questionnaires to 96 respondents who were consumers of Kopi Kenangan Tanjungpinang. The sampling technique used purposive sampling, while data analysis was performed using the Partial Least Squares–Structural Equation Modelling (PLS-SEM) method using the SmartPLS 4.0 application. The results showed that green marketing had no significant effect, either directly or indirectly through brand image. Product innovation does not directly influence purchasing decisions, but it does have a significant influence on brand image. Brand image is unable to mediate the relationship between green marketing and purchasing decisions, but it successfully mediates the relationship between product innovation and purchasing decisions</em></p>Lusiana PurbaBunga ParamitaFirmansyah Kusasi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENDATAAN DAN MONITORING HAFALAN AL-QUR’AN BERBASIS WEBSITE PADA RUMAH TAHFIDZ SAHABAT QUR’AN ALKARIM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18922
<p>Digitalisasi pengelolaan data menjadi kebutuhan penting bagi lembaga pendidikan, termasuk lembaga keagamaan seperti rumah tahfidz. Rumah Tahfidz Sahabat Qur’an Alkarim masih melakukan pendataan dan monitoring hafalan Al-Qur’an secara manual menggunakan buku catatan, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan seperti risiko kehilangan data, kesulitan pemantauan perkembangan hafalan, serta keterbatasan akses informasi. Penelitian ini bertujuan merancang sistem informasi pendataan dan monitoring hafalan Al-Qur’an berbasis website untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan data. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Waterfall dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem menggunakan Unified Modeling Language (UML), implementasi menggunakan PHP dengan framework Laravel dan basis data MySQL, serta pengujian menggunakan Blackbox Testing dan User Acceptance Test (UAT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu mempermudah pencatatan dan pemantauan hafalan santri secara real-time, meningkatkan akurasi data, serta memudahkan akses informasi bagi guru, wali santri, dan pihak yayasan. Sistem ini dinilai layak diterapkan sebagai solusi digital dalam pengelolaan hafalan Al-Qur’an.</p> <p><em>Digitalization of data management has become an essential requirement for educational institutions, including religious institutions such as tahfidz houses. Sahabat Qur’an Alkarim Tahfidz House still records and monitors Qur’an memorization manually using logbooks, causing issues such as data loss risk, difficulty in monitoring progress, and limited information access. This study aims to design a website-based information system for recording and monitoring Qur’an memorization to improve effectiveness and efficiency. The system was developed using the Waterfall method, including requirement analysis, system design with Unified Modeling Language (UML), implementation using PHP with the Laravel framework and MySQL database, and testing using Blackbox Testing and User Acceptance Test (UAT). The results indicate that the system facilitates real-time memorization recording and monitoring, improves data accuracy, and enhances information accessibility for teachers, students’ guardians, and foundation management. The system is feasible to be implemented as a digital solution for Qur’an memorization management.</em></p>Muhamad Taufik AzhariAhmad NasukhaAlbet Triadi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA ALAM AIR PANAS TANAH MERAH SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA TAALIBURA, KECAMATAN TALIBURA.
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19443
<p>Pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan perekonomian daerah dan pemberdayaan masyarakat. Desa Talibura, Kecamatan Talibura, memiliki potensi wisata alam berupa Air Panas Tanah Merah yang belum dikelola secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pengembangan destinasi Wisata Alam Air Panas Tanah Merah serta perannya dalam pemberdayaan masyarakat Desa Talibura. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif yang dilaksanakan selama kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada tanggal 30 Juni hingga 30 Juli 2025. Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kunjungan wisatawan masih tergolong rendah akibat belum optimalnya penataan kawasan, keterbatasan fasilitas pendukung, serta minimnya promosi wisata. Meskipun demikian, terdapat keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan awal destinasi wisata yang menunjukkan potensi pengembangan wisata berbasis masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang terarah, peningkatan kualitas fasilitas, serta dukungan pemerintah desa dan pemangku kepentingan terkait agar destinasi Wisata Alam Air Panas Tanah Merah dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Talibura.</p> <p><em>The development of tourism destinations based on local potential is an important strategy to enhance regional economic growth and community empowerment. Talibura Village, located in Talibura District, has a natural tourism potential in the form of the Tanah Merah Hot Spring, which has not been optimally managed. This study aims to examine the development condition of the Tanah Merah Hot Spring natural tourism destination and its role in empowering the local community of Talibura Village. This research employed a descriptive qualitative method conducted during the Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) from June 30 to July 30, 2025. Data were collected through field observations, in-depth interviews, and documentation. The results indicate that tourist visitation remains low due to inadequate spatial planning, limited supporting facilities, and a lack of tourism promotion. However, community involvement in the initial management of the tourism destination demonstrates the potential for community-based tourism development. Therefore, more structured planning, improvement of supporting facilities, and strong support from the village government and relevant stakeholders are required to ensure sustainable tourism development and to enhance economic benefits for the local community of Talibura Village.</em></p>Maria YohanistaReginaldus LaduYuniaria Lindriani Sika
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PANCASILA DI KELAS IV SD NEGERI 1 KAWAN BANGLI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19586
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model discovery learning, mengidentifikasi kendala dan upaya yang dilakukan guru, serta menganalisis dampak penerapan model tersebut dalam pembelajaran Pancasila di kelas IV SD Negeri 1 Kawan Bangli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan dengan informan kepala sekolah, guru kelas IV, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model discovery learning telah dilaksanakan dengan baik melalui tahapan stimulus, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian, dan penarikan kesimpulan. Model ini menjadikan siswa lebih aktif, kritis, dan mampu mengaitkan nilai-nilai Pancasila dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan discovery learning memberikan dampak positif terhadap aspek kognitif, afektif, dan psikomotor siswa, terutama dalam meningkatkan kemampuan bernalar kritis, kemandirian, kerja sama, serta pembentukan karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu, kemampuan berpikir abstrak siswa, dan media pembelajaran, guru telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya. Dengan demikian, model discovery learning efektif digunakan dalam pembelajaran Pancasila di sekolah dasar.</p> <p><em>This study aims to describe the implementation of the discovery learning model, identify the challenges and efforts made by teachers, and analyze the impact of its application in Pancasila Education for fourth-grade students at SD Negeri 1 Kawan Bangli. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature study involving the principal, fourth-grade teacher, and students as informants. Data analysis was conducted through data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the discovery learning model was implemented effectively through the stages of stimulation, problem identification, data collection, data processing, verification, and generalization. This model encourages students to become active learners who are able to think critically and connect Pancasila values with real-life experiences. The application of discovery learning has a positive impact on students’ cognitive, affective, and psychomotor aspects, particularly in improving critical thinking skills, independence, collaboration, and character development in line with the Pancasila Student Profile. Although several challenges were encountered, such as limited instructional time, students’ abstract thinking abilities, and learning media, teachers made various efforts to address these issues. Therefore, discovery learning is considered effective for Pancasila education at the elementary school level.</em></p>Ni Kadek Mila ApriyantiI Made Wirahadi KusumaKd Jayanthi Riva Prathiwi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DISKRIT DI SMAN 1 PARMAKSIAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18363
<p>Proyek pembelajaran Matematika Diskrit di SMAN 1 Parmaksian ini dilaksanakan untuk membantu siswa memahami konsep dasar himpunan, fungsi, dan matriks melalui pendekatan berbasis proyek yang terstruktur dan aplikatif. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya kemampuan siswa dalam menghubungkan teori Matematika Diskrit dengan penerapannya pada pemecahan masalah nyata. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman konseptual, keterampilan analitis, serta kemampuan siswa dalam menerapkan operasi himpunan, memetakan relasi fungsi, dan mengolah matriks dalam konteks praktis. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, penyusunan modul terapan, pendampingan kerja kelompok, serta evaluasi berbasis tugas proyek. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan siswa dalam mengidentifikasi elemen himpunan, merepresentasikan fungsi secara diagram maupun aljabar, serta melakukan operasi matriks seperti perkalian dan invers dalam konteks sederhana. Selain itu, siswa menjadi lebih aktif, kolaboratif, dan mampu menyimpulkan hubungan antar konsep secara mandiri. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan proyek dapat menjadi strategi efektif dalam Pembelajaran matematika Diskrit di Tingkat sekolah menengah pertama</p>Masterian B. A LumbantoruanDeanissa Margareth SitorusSatria Van Louis PanjaitanApostel Mangara SimatupangEskiel Troy ManaluJels For Yanti Doloksaribu
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PBL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA PADA TOPIK OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN CACAH DI KELAS II SDN 8 DAUH PURI TAHUN PELAJARAN 2024-2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18517
<p>Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terbukti efektif dalam meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan siswa kelas II SD Negeri 8 Dauh Puri dalam menyelesaikan soal cerita matematika, khususnya pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah. Melalui pembelajaran yang berpusat pada pemecahan masalah, siswa menjadi lebih aktif, terlibat, dan mampu memahami konsep secara lebih bermakna. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata siswa dari Siklus I ke Siklus II serta tercapainya ketuntasan belajar secara menyeluruh. Dengan demikian, PBL dapat dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar matematika di sekolah dasar.</p> <p><em>The implementation of the Problem Based Learning (PBL) learning model has proven effective in improving the learning activities and abilities of second-grade students of SD Negeri 8 Dauh Puri in solving mathematical story problems, especially on the addition and subtraction of whole numbers. Through problem-centered learning, students become more active, engaged, and able to understand concepts more meaningfully. This is demonstrated by the increase in students' average scores from Cycle I to Cycle II and the achievement of overall learning mastery. Thus, PBL can be used as an alternative effective learning model to improve mathematics learning outcomes in elementary schools.</em></p>Putu SutaI Made WigunayasaI Made Putra Aryana
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101RANCANG BANGUN ALAT PAKAN IKAN OTOMATIS BERBASIS IoT MENGGUNAKAN SETTING WAKTU TELEGRAM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/18629
<p>Pemberian pakan secara teratur dan sesuai takaran merupakan faktor penting dalam keberhasilan budidaya ikan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun alat pakan ikan otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan aplikasi Telegram. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk mengontrol dan memantau jadwal pemberian pakan dari jarak jauh secara real-time melalui perangkat seluler. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, perancangan sistem (hardware dan software), implementasi alat dengan komponen seperti NodeMCU, motor servo, RTC DS3231, serta integrasi dengan Telegram Bot. Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap fungsi alat, termasuk ketepatan waktu dan keakuratan pemberian pakan. Hasil dari sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu, mengurangi pemborosan pakan, dan mempermudah pengelolaan budidaya ikan secara modern dan praktis. Dengan pendekatan ini, diharapkan alat dapat meningkatkan efisiensi waktu dan sumber daya, serta meminimalisir resiko pemborosan pakan akibat pemberian yang tidak teratur.</p> <p><em>Regular feeding in appropriate amounts is an important factor in successful fish farming. This study aims to design and build an Internet of Things (IoT)-based automatic fish feeding device integrated with the Telegram application. This system allows users to control and monitor feeding schedules remotely in real-time via mobile devices. The research methods used include literature study, system design (hardware and software), implementation of tools with components such as NodeMCU, servo motor, RTC DS3231, and integration with Telegram Bot. Furthermore, testing of the tool's functions, including timing accuracy and feeding accuracy, was carried out. The results of this system are expected to increase time efficiency, reduce feed waste, and facilitate modern and practical fish farming management. With this approach, it is hoped that the device can increase time and resource efficiency, as well as minimize the risk of feed waste due to irregular feeding.</em></p>Ivan IrsandiAnton Breva Yunanda
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101KETELADANAN NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI GURU PROFESIONAL DAN PEMIMPIN PENDIDIKAN: MENGUNGKAP SIFAT SHIDDIQ, AMANAH, FATHANAH, DAN TABLIGH DALAM PENGAJARAN KEPADA SAHABAT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19398
<p>Artikel ini membahas peran Nabi Muhammad SAW bukan hanya sebagai utusan Allah, tetapi juga sebagai pendidik (mu’allim) profesional dan pemimpin pendidikan yang visioner. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka (library research), jurnal ini menganalisis metode pengajaran Nabi yang melampaui zamannya serta gaya kepemimpinan beliau dalam membangun ekosistem pendidikan di Madinah. Hasil kajian menunjukkan bahwa profesionalisme Nabi tercermin dalam kompetensi kepribadian, sosial, dan pedagogik yang terintegrasi dengan nilai-nilai ketuhanan.</p>Dede Rubai Misbahul AlamMuhammad Imran RevanzaDedi WijayaKhoirul
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101PENGARUH LITERASI KEUANGAN SYARIAH DAN SHARIAH GOVERNANCE TERHADAP KEPUTUSAN MAHASISWA DALAM BERINVESTASI DI PASAR MODAL SYARIAH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19468
<p><em>Introduction: This study aims to examine the influence of financial literacy and Shariah governance on investment decisions among students in the Shariah capital market. Financial literacy and Shariah governance are considered important factors in shaping investment decisions based on Shariah principles. Methods: The research design employs a quantitative approach with a survey method, where data was collected through questionnaires distributed to students at the Faculty of Economics and Islamic Business, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. The variables investigated include financial literacy, Shariah governance, and investment decisions. Data analysis was performed using Structural Equation Modeling (SEM). Results: The results show that both financial literacy and Shariah governance have a significant effect on investment decisions, both directly and indirectly. These findings suggest that enhancing financial literacy and improving the implementation of Shariah governance can encourage more rational investment decisions in line with Shariah principles. The implications of this study are the need for strengthened educational programs on financial literacy among students and improved oversight and transparency in the implementation of Shariah governance. This research contributes by highlighting the significant relationship between financial literacy, Shariah governance, and investment decisions, which has been less explored in previous literature.</em></p>Imroatun HaniyaLidya Anggraeni
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101THE EXPLORATION OF TYPES AND REASON OF CODE-SWITCHING APPLIED IN ENGLISH LEARNING PROCESS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/19712
<p><em>Code-switching is a linguistic feature which is used as a learning strategy in language learning process. Code-switching has been studied by some researchers in various topic. The types of code-switching used in language learning and the reason why English educators and learners apply code-switching in learning process is such an interesting topic to be discussed. This research was conducted to collect the information about types of code-switching used in English classroom at a university in Indonesia and the reasons why it was used in English language learning. A qualitative research design was applied in this study. The data was analyzed through a narrative thematic analysis. The result showed that all types of code-switching are used and the reasons why it was used were vary depend on the lecturers’ and students’ arguments.</em></p>Made Mahendra DharmajayaI Wayan SwandanaPutu Adi Krisna Juniarta
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu
2026-01-302026-01-30101