Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt id-ID Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu INOVASI PEMBELAJARAN PAUD PENERAPAN MODEL PROYEK MINI UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21163 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya tingkat kemandirian anak usia dini yang terlihat dari ketergantungan terhadap guru, kurangnya inisiatif, dan tanggung jawab yang belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menguji efektivitas model pembelajaran berbasis proyek mini dalam meningkatkan kemandirian anak. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&amp;D) dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, uji coba, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah 15 anak usia 5–6 tahun di salah satu lembaga PAUD selama 4 minggu. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, yaitu 80% anak mampu menyelesaikan tugas secara mandiri, 75% menunjukkan inisiatif, dan 85% memiliki tanggung jawab. Disimpulkan bahwa model proyek mini efektif dan layak diterapkan sebagai inovasi pembelajaran di PAUD.</p> <p><em>This research is motivated by the low level of independence in early childhood, indicated by dependence on teachers, lack of initiative, and insufficient responsibility. The study aims to develop and test the effectiveness of a mini project-based learning model to improve children's independence. This study used the Research and Development (R&amp;D) method, consisting of needs analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The subjects were 15 children aged 5–6 years in an Early Childhood Education institution over a period of 4 weeks. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results showed a significant improvement, with 80% of children able to complete tasks independently, 75% showing initiative, and 85% demonstrating responsibility. It is concluded that the mini project model is effective and suitable for implementation as a learning innovation in early childhood education</em><em>.</em></p> Ermelinda Bahus Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 ANALISA UPAYA PETANI KERAMBA IKAN DALAM MEMAKSIMALKAN PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21300 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pendapatan petani keramba menurun karena jumlah produksi yang kurang maksimal, bahkan beberapa kali mengalami kerugian atau gagal panen. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan petani keramba dalam mengelola keramba ikan dengan baik dan tidak adanya teknologi ramah lingkungan yang digunakan petani keramba dalam menjalankan usaha budidaya ikan menjadi permasalahn utama bagi penambak ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis upaya-upaya yang dilakukan petani keramba dalam memaksimalkan produksi untuk meningkatkan pendapatan serta memngidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan hambatan dalam usaha budidaya ikan mereka. Permasalahan utama yang dihadapi petani meliputi Kurangnya pengetahuan petani keramba dalam mengelola usaha budidaya ikan, Tidak adanya teknologi ramah lingkungan yang digunakan dalam menjalankan usaha budidaya ikan, ketidakstabilan iklim yang mempengaruhi produksi, serta keterbatasan akses terhadap modal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Tenik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara langsung dengan petani keramba serta dokumentasi dengan responden utama para petani keramba. Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan untuk memaksimalkan produksi untuk meningkatkan pendapatan melalui manajemen pakan makanan ikan yaitu dengan memberi pakan ikan alami dan buatan pabrik 3 kali dalam sehari di waktu yang sama, pemilihan bibit ikan yang tepat, serta kepadatan ikan dalam 1 petak keramba jaring apung agar hasil produksi maksimal dan manajemen pemasaran hasil produksi dengan cara melalui distributor dan juga menjual langsung ke pasar.</p> <p><em>This research was motivated by the declining income of cage farmers due to suboptimal production, even experiencing losses or crop failures on several occasions. This is due to the lack of knowledge among cage farmers in managing fish cages properly and the lack of environmentally friendly technology used by cage farmers in their fish farming operations, which is a major problem for fish farmers. This study aims to identify and analyze the efforts made by cage farmers to maximize production to increase income and identify factors that influence the success and obstacles in their fish farming efforts. The main problems faced by farmers include a lack of knowledge of cage farmers in managing fish farming businesses, the absence of environmentally friendly technology used in running fish farming businesses, climate instability that affects production, and limited access to capital. The research method used is a descriptive qualitative approach with a case study approach. Data collection techniques through field observations, direct interviews with cage farmers and documentation with the main respondents of cage farmers. This research was conducted in Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya District. The results of the study indicate that efforts made to maximize production to increase income through fish feed management are by providing natural and factory-made fish feed 3 times a day at the same time, selecting the right fish seeds, and fish density in 1 floating net cage plot to maximize production results and marketing management of production results by means of through distributors and also selling directly to the market.</em></p> Debi Salsabila Khadijah Nurani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 PENGARUH LITERASI KEUANGAN, PENGETAHUAN FINTECH TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20744 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh literasi, pengetahuan fintech terhadap perilaku konsumtif mahasiswa (Studi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan data primer melalui penyebaran kuisioner skala likert. Adapun populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa FEBI UIN STS Jambi yang berjumlah 1.401 orang pada angkatan tahun 2021 – 2022. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dengan teknik Probability Sampling&nbsp; melalui metode Solvin dengan jumlah sampel atau responden sebanyak 94 orang. Dalam menghitung dan analisis data, peneliti menggunakan program SemPLS 4.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa literasi keuangan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif (Y). Hal ini dibuktikan dengan dengan nilai t-statistik 3,019 &gt; 1,96 dan p-value dengan nilai 0,003 &lt; 0,05 sehingga menghasilkan pengaruh positif dan signifikan. Pengetahuan fintech (X2) menunjukkan bahwa berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif (Y). Hal ini dibuktikan dengan nilai t-statistik 5,512 &gt; 1,96 dan p-value&nbsp; 0,000 &lt; 0,05 sehingga menghasilkan pengaruh positif dan signifikan.</p> <p><em>This study aims to determine and analyze the effect of literacy, fintech knowledge on student consumptive behavior (Study on students of the Faculty of Economics and Islamic Business, Sulthan Thaha Saifuddin State Islamic University Jambi). The method used in this research is quantitative method with primary data through the distribution of Likert scale questionnaires. The population used in this study were FEBI UIN STS Jambi students totaling 1,401 people in the 2021 - 2022 batch. The sampling technique in this study was Probability Sampling technique through the Solvin method with a total sample or respondents of 94 people. In calculating and analyzing data, researchers used the SemPLS 4.0 program.&nbsp; The results of this study indicate that financial literacy (X1) has a positive and significant effect on consumptive behavior (Y). This is evidenced by the t-statistic value of 3.019&gt; 1.96 and the p-value with a value of 0.003 &lt;0.05, resulting in a positive and significant effect. Fintech knowledge (X2) shows that it has a positive and significant effect on consumptive behavior (Y). This is evidenced by the t-statistic value of 5.512&gt; 1.96 and a p-value of 0.000 &lt;0.05, resulting in a positive and significant effect.</em></p> Khairun Nisa Firman Syah Noor Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 HUBUNGAN IMPLEMENTASI PROTOKOL TRIASE DAN RESPON TIME DENGAN KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RSUD MARIA WALANDA MARAMIS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21248 <p>Respon time atau kecepatan dalam menangani pasien dalam situasi darurat mempunyai peranan yang sangat penting dalam penyelamatan nyawa. Hal ini mencakup waktu yang diperlukan sejak pasien mengalami kejadian darurat hingga pasien menerima respons medis yang sesuai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penerapan Protokol Triage dan Respon Time dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Maria Walanda Maramis. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi korelasional cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien IGD berjumlah 34 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proposive sampling. Berdasarkan hasil analisa uji Chi Square menunjukan nilai p value = 0,002 dimana hasil ini lebih kecil dari nilai signifikan ɑ = ≤ 0.05 dengan demikian maka dapat dikatakan pada penelitian ini Ha dapat di terima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan implementasi protokol triase dan respon time dengan kepuasan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Maria Walanda Maramis. Ada hubungan implementasi protokol triase dan respon time dengan kepuasan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Maria Walanda Maramis. Diharapkan implementasi protokol triase sesuai dengan SOP yang ada di IGD, kemudian semakin cepat waktu respon maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan pasien, sesuai dengan temuan penelitian sebelumnya.</p> <p><em>Response time, or the speed with which patients are managed in emergencies, plays a critical role in saving lives. It encompasses the interval from the onset of an emergency until the patient receives appropriate medical intervention. The objective of this research was to examine the relationship between the implementation of triage protocols and response time with patient satisfaction in the Emergency Department (ED) of Maria Walanda Maramis Regional Hospital.</em> <em>This research employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The population consisted of 34 patients in the ED, selected using purposive sampling. Data were analyzed using the Chi-Square test at a significance level of α ≤ 0.05.</em> <em>The Chi-Square analysis yielded a p-value of 0.002, which is less than the significance threshold (α ≤ 0.05). This result indicates a significant relationship between triage protocol implementation and response time with patient satisfaction. The findings suggest that adherence to triage protocols and faster response times are associated with higher levels of patient satisfaction.</em> <em>The study concludes that the implementation of triage protocols and response time significantly influences patient satisfaction in the Emergency Department of Maria Walanda Maramis Regional Hospital. It is recommended that triage protocols be consistently applied according to established standard operating procedures (SOPs). Furthermore, reducing response time is expected to enhance patient satisfaction, aligning with findings from previous research.</em></p> Junaidi Jasman Suwandi I Luneto Rahmat H Djalil Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 PERAN DIMENSI KEPRIBADIAN DALAM MEMPREDIKSI PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21509 <p>Prokrastinasi akademik merupakan fenomena yang sering terjadi pada mahasiswa dan dapat berdampak pada rendahnya prestasi belajar serta kesejahteraan psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dimensi kepribadian dalam memprediksi perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Islam. Instrumen penelitian menggunakan skala prokrastinasi akademik serta skala kepribadian berdasarkan model Big Five Personality yang meliputi openness, conscientiousness, extraversion, agreeableness, dan neuroticism. Analisis data menggunakan teknik regresi linear untuk mengetahui kontribusi masing-masing dimensi kepribadian terhadap prokrastinasi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi conscientiousness memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap prokrastinasi akademik, sedangkan dimensi neuroticism memiliki pengaruh positif terhadap perilaku menunda tugas akademik. Dimensi extraversion, openness, dan agreeableness menunjukkan hubungan yang relatif lemah dalam memprediksi prokrastinasi akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa karakter kepribadian individu memiliki peran penting dalam menjelaskan kecenderungan mahasiswa dalam menunda tugas akademik. Oleh karena itu, layanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi perlu mempertimbangkan aspek kepribadian mahasiswa dalam upaya mengurangi perilaku prokrastinasi akademik.</p> <p><em>Academic procrastination is a common phenomenon among university students and can negatively affect academic achievement and psychological well-being. This study aims to analyze the role of personality dimensions in predicting academic procrastination among university students. The study employed a quantitative approach using a survey method involving students from the Islamic Guidance and Counseling program. The research instruments consisted of an academic procrastination scale and a personality scale based on the Big Five Personality model, including openness, conscientiousness, extraversion, agreeableness, and neuroticism. Data were analyzed using regression analysis to determine the contribution of personality dimensions in predicting academic procrastination. The results indicate that conscientiousness has a significant negative effect on academic procrastination, while neuroticism shows a positive effect on procrastination. behavior. Other personality dimensions such as extraversion, openness, and agreeableness show weaker relationships with academic procrastination. These findings suggest that personality traits play an important role in explaining students’ tendency to delay academic tasks. Therefore, counseling services in higher education institutions should consider personality factors in developing strategies to reduce academic procrastination</em></p> Sugeng Sejati Nur Fitri Ananda Riri Dwi Ardianti Dina Olivia Meihesya Bella Oktori Ramadan Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-30 2026-04-30 10 4 PEMAKNAAN DAN PRAKTIK NILAI-NILAI PANCASILA (TOLERANSI, KEMANUSIAAN, DAN PERSATUAN) DALAM KEHIDUPAN MAHASISWA DI LINGKUNGAN KAMPUS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20977 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna dan praktik nilai-nilai Pancasila, khususnya toleransi, kemanusiaan, dan persatuan dalam kehidupan mahasiswa di kampus, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya dan upaya untuk memperkuatnya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, studi jurnal, dan dokumentasi mahasiswa Pendidikan Geografi di Universitas Negeri Medan. Hasil penelitianT menunjukkan bahwa mahasiswa umumnya memahami nilai toleransi sebagai sikap menghormati perbedaan, nilai kemanusiaan sebagai bentuk empati dan kepedulian sosial, dan nilai persatuan sebagai upaya untuk menjaga kebersamaan. Praktik nilai-nilai tersebut terlihat dalam interaksi sosial seperti kerja sama, saling membantu, dan tidak diskriminatif dalam interaksi sosial. Namun, penerapannya belum sepenuhnya optimal karena pengaruh faktor lingkungan, kurangnya kesadaran individu, dan pengaruh media sosial. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif dari lingkungan kampus melalui pendidikan, kegiatan mahasiswa, dan pembiasaan nilai-nilai untuk memperkuat penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan mahasiswa.</p> <p><em>This study aims to analyze the meaning and practice of Pancasila values, particularly tolerance, humanity, and unity in the lives of students on campus, as well as to identify the factors that influence them and efforts to strengthen them. The method used is qualitative research with a descriptive approach through in-depth interviews, observations, journal studies, and documentation of Geography Education students at Medan State University. The results of the study indicate that students generally understand the value of tolerance as an attitude of respecting differences, the value of humanity as a form of empathy and social concern, and the value of unity as an effort to maintain togetherness. The practice of these values ​​is seen in social interactions such as cooperation, mutual assistance, and non-discrimination in social interactions. However, their implementation has not been fully optimal due to the influence of environmental factors, lack of individual awareness, and the influence of social media. Therefore, an active role is needed from the campus environment through education, student activities, and habituation of values ​​to strengthen the application of Pancasila values ​​in student life.</em></p> Fitri Khoirunnisaa Butar Butar Nora Laini Yulia Mahrani Perawati Sormin Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 ANALISIS PENGGUNAAN SINGKATAN DAN AKRONIM DALAM MEDIA SOSIAL SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA BAKU PADA SISWA SMA DI PEKALONGAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21275 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan singkatan dan akronim dalam media sosial serta implikasi terhadap penggunaan bahasa baku pada siswa SMA di Pekalongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa SMA yang aktif menggunakan media sosial. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan singkatan dan akronim sangat dominan dalam komunikasi siswa, seperti “akamsi”, “maksi”, “gamon”, “cegil”, “YTTA”, dan “BU”. Penggunaan tersebut dipengaruhi oleh faktor efisiensi, kebiasaan, dan identitas sosial. Implikasinya, siswa cenderung mengalami kesulitan dalam penggunaan bahasa baku, terutama dalam aspek ejaan, pemilihan kata, dan penyusunan kalimat dalam konteks formal. Meskipun demikian, penggunaan singkatan dan akronim juga memberikan dampak positif berupa kreativitas berbahasa. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran bahasa Indonesia yang kontekstual agar siswa mampu menggunakan bahasa secara tepat sesuai situasi formal dan informal.</p> <p><em>This study aims to analyze the use of abbreviations and acronyms in social media and its implications for the use of standard language among high school students in Pekalongan. This study used a qualitative, descriptive approach. The subjects were high school students who actively use social media. Data were obtained through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing using triangulation to ensure data validity. The results indicate that the use of abbreviations and acronyms is very dominant in student communication, such as "akamsi," "maksi," "gamon," "cegil," "YTTA," and "BU." This use is influenced by factors of efficiency, habit, and social identity. Consequently, students tend to experience difficulties in using standard language, particularly in spelling, word choice, and sentence structure in formal contexts. However, the use of abbreviations and acronyms also has a positive impact in terms of language creativity. Therefore, contextual Indonesian language learning is needed so that students can use language appropriately in formal and informal situations.</em></p> Dhirfa Sofa Fuada Erwan Kustriyono Etika Widi Utami Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 PENGARUH PEMBERIAN JUS KELOR SEBAGAI UPAYA PREVENTIF HIPERTENSI PADA KELOMPOK USIA 45 – 60 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUMUKMAS JEMBER https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21241 <p>Hipertensi merupakan masalah kesehatan serius dengan prevalensi yang tinggi. Penggunaan bahan alam berbasis fitofarmaka menjadi penting sebagai upaya pengendalian tekanan darah. Daun kelor (<em>Moringa oleifera</em>) mengandung kalium, potasium, kalsium, magnesium, dan quercetin yang berpotensi menurunkan tekanan darah secara non-farmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus daun kelor terhadap tekanan darah sebagai upaya preventif hipertensi pada kelompok usia 45–60 tahun di wilayah kerja Puskesmas Gumukmas Jember. Penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimen <em>one group pretest-posttest</em>. Sampel berjumlah 20 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Intervensi berupa pemberian jus daun kelor 200 ml per hari selama tiga hari berturut-turut. Tekanan darah diukur sebanyak empat kali (pre, post-1, post-2, post-3) menggunakan <em>sphygmomanometer</em> dan stetoskop. Data dianalisis menggunakan uji Friedman dengan kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan rerata tekanan darah sistolik menurun secara progresif dari 117,95 mmHg menjadi 110,35 mmHg. Rerata tekanan darah diastolik menurun dari 85,55 mmHg menjadi 80,10 mmHg. Hasil analisis menunjukkan perbedaan bermakna pada tekanan darah sistolik (χ² = 55,106; p&lt;0,001) dan diastolik (χ² = 43,825; p&lt;0,001). Pemberian jus daun kelor 200 ml per hari selama tiga hari berturut-turut berpengaruh signifikan dalam menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik pada kelompok usia 45–60 tahun. Jus daun kelor berpotensi dijadikan terapi komplementer non-farmakologis dalam upaya preventif hipertensi di masyarakat.</p> <p><em>Hypertension is a serious health problem with a high prevalence. The use of natural products based on phytopharmaceuticals is important as an effort to control blood pressure. Moringa leaves (Moringa oleifera) contain potassium, calcium, magnesium, and quercetin, which are known to possess non-pharmacological antihypertensive properties. This study aim to determine the effect of moringa leaf juice administration on blood pressure as a preventive effort for hypertension in the 45–60 year age group in the working area of Gumukmas Primary Health Center, Jember. Methods in this study was a quantitative study using a pre-experimental one group pretest-posttest design. A total of 20 respondents were selected through purposive sampling from population in Purwoasri Village, Gumukmas District. The intervention consisted of 200 ml of moringa leaf juice administered once daily for three consecutive days. Blood pressure was measured at four time points (pre, post-1, post-2, post-3) using a sphygmomanometer and stethoscope. Data were analyzed using the Friedman test with a significance level of α=0.05. Results in this study mean systolic blood pressure decreased progressively from 117.95 mmHg to 110.35 mmHg. Mean diastolic blood pressure declined from 85.55 mmHg&nbsp; to 83.25 mmHg 80.10 mmHg. The Friedman test revealed statistically significant differences in systolic blood pressure (χ² = 55.106; p&lt;0.001) and diastolic blood pressure (χ² = 43.825; p&lt;0.001). Nearly all pairwise comparisons demonstrated a large effect size (r = 0.72–0.884). Administration of 200 ml of moringa leaf juice per day for three consecutive days significantly reduced both systolic and diastolic blood pressure in the 45–60 year age group. Moringa leaf juice has the potential to serve as a non-pha.</em></p> Hermawan Prasetyo Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN BERINTEGRITAS SEBAGAI FONDASI AKUNTABILITAS KEARSIPAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21372 <p>Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis kepemimpinan pendidikan dalam mewujudkan akuntabilitas kearsipan di lembaga pendidikan. Kepemimpinan pendidikan dipahami sebagai kemampuan memengaruhi dan mengarahkan seluruh elemen organisasi untuk mencapai tujuan pendidikan secara efisien. Akuntabilitas kearsipan merupakan bentuk tanggung jawab institusi dalam menyediakan informasi yang autentik dan sah sebagai alat bukti kinerja serta transparansi publik. Tantangan utama yang dihadapi meliputi kompleksitas sistem, keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya pemanfaatan teknologi, serta kurangnya kesadaran organisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa akuntabilitas kearsipan berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pengambilan keputusan, mutu layanan administrasi, dan pemenuhan standar akreditasi. Kepemimpinan yang berintegritas berperan kunci dalam membangun budaya organisasi yang tertib arsip untuk menjamin transparansi dan supremasi hukum. Simpulan artikel ini menekankan perlunya strategi terintegrasi melalui pengembangan kompetensi SDM dan standarisasi sistem kearsipan berbasis teknologi.</p> <p><em>This article aims to analyze the strategic role of educational leadership in achieving archival accountability in educational institutions. Educational leadership is defined as the ability to influence and direct all organizational elements to achieve educational goals efficiently. Archival accountability is a form of institutional responsibility in providing authentic and valid information as evidence of performance and public transparency. The main challenges faced include system complexity, limited human resources, low technology utilization, and a lack of organizational awareness. The study results show that archival accountability significantly impacts the quality of decision-making, administrative service quality, and fulfillment of accreditation standards. Leadership with integrity plays a key role in building an organized archival culture to ensure transparency and the rule of law. The conclusion emphasizes the need for an integrated strategy through human resource competency development and technology-based archival system standardization.</em></p> Dewi Anjani Reva Yumna Mafaza Asri Wida Ningsih Siswadi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 ANALISIS DIMENSI EKOESKATOLOGIS DALAM LAGU DERE NGKIONG DARI DAERAH MANGGARAI NUSA TENGGARA TIMUR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20974 <p>Krisis ekologis menempatkan alam dan manusia dalam kondisi yang sama-sama berbahaya.&nbsp; Oleh karena itu, persoalan ini perlu ditangani serius dengan mencari solusi yang tepat. Lagu daerah sebagai kearifan lokal dan dibentuk oleh nilai budaya masyarakat lokal sebenarnya sudah mengambil bagian dalam mempromosikan kesadaran ekologis demi keberlanjutan hidup manusia dan alam. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis dimensi ekoeskatologis dalam lagu "Dere Ngkiong", lagu daerah dari Manggarai, Nusa Tenggara Timur.&nbsp; Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa lagu ini mengajarkan pelestarian alam demi menjaga keberlansungan eksistensi manusia. Hal ini memiliki kecocokan dengan ajaran ekoeskatologis Gereja Katolik terkait pemeliharaan alam dan keutuhan ciptaan serta keselamatan eskatologis mereka. Dengan demikian, dapat dijadikan sebagai media promosi nilai budaya yang mampu membangkitkan kesadaran ekologis, demi keutuhan dan keberlanjutan ciptaan.</p> Fidelis Situ Jhon Petrus Sihite Geoferi Letsoin Haman Karolus Borromeus Riwu Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 MODERNISASI PENDIDIKAN PESANTREN: ANALISIS DAN REKONTRUKSI PEMIKIRAN KH IMAM ZARKASYI TENTANG KONSEP PESANTREN MODERN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21267 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran KH Imam Zarkasyi tentang modernisasi pendidikan pesantren serta merekonstruksinya dalam konteks pendidikan kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan pendekatan tokoh yang dipadukan dengan analisis historis-filosofis dan content analysis kontekstual-kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi pesantren dalam perspektif Zarkasyi merupakan rekonstruksi paradigma pendidikan Islam yang bersifat integratif, mencakup tiga komponen utama: nilai, sistem, dan kurikulum. Modernisasi tersebut bersifat value-driven, dengan penekanan pada internalisasi nilai sebagai fondasi transformasi pendidikan. Namun, konsep tersebut memiliki keterbatasan dalam merespons disrupsi digital dan tuntutan pendidikan era Society 5.0. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan model Integratif-Transformatif Pesantren Modern (ITPM) dengan penambahan Adaptive Transformation Layer sebagai mekanisme adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan global. Model ini diharapkan mampu menjadi kerangka konseptual pengembangan pesantren yang lebih adaptif, kompetitif, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman.</p> <p><em>This study aims to analyze KH Imam Zarkasyi’s thought on the modernization of Islamic boarding school (pesantren) education and reconstruct it within the contemporary educational context. The research employs a qualitative approach through library research, using a figure study combined with historical-philosophical analysis and contextual-critical content analysis. The findings reveal that pesantren modernization in Zarkasyi’s perspective represents a reconstruction of the Islamic education paradigm that is integrative in nature, consisting of three main components: values, system, and curriculum. This modernization is fundamentally value-driven, emphasizing the internalization of values as the foundation of educational transformation. However, the concept shows limitations in addressing digital disruption and the demands of the Society 5.0 era. Therefore, this study proposes the Integrative-Transformative Modern Pesantren Model (ITPM) by incorporating an Adaptive Transformation Layer to respond to technological advancements and global competencies. This model is expected to serve as a conceptual framework for developing pesantren that are adaptive, competitive, and firmly rooted in Islamic values.</em></p> Isa Faizul Haq Diantoro Abdussyukur Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 HUBUNGAN PENGETAHUAN KELUARGA DAN PERAN PENGAWASAN MINUM OBAT (PMO) DENGAN KEPATUHAN TERAPI PADA PASIEN TB PARU DI RS PRIMA MEDIKA PEMALANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21213 <p>Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global. Kepatuhan terapi merupakan faktor utama dalam keberhasilan pengobatan TB. Pengetahuan keluarga dan peran Pengawas Minum Obat (PMO) diduga berpengaruh terhadap kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga dan peran PMO dengan kepatuhan terapi pada pasien TB paru di RS Prima Medika Pemalang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross sectional dengan total sampling sebanyak 40 responden. Instrumen penelitian meliputi kuesioner pengetahuan keluarga, kuesioner peran PMO, dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (65%), peran PMO kurang (60%), dan kepatuhan rendah (62,5%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan keluarga (p=0,001) dan peran PMO (p=0,001) dengan kepatuhan terapi. Disimpulkan bahwa peningkatan edukasi keluarga dan optimalisasi peran PMO diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan TB.</p> <p><em>Tuberculosis (TB) remains a major public health problem. Treatment adherence is a key determinant of successful TB therapy. Family knowledge and the role of Treatment Supervisors (PMO) are assumed to influence patient adherence. This study aimed to determine the relationship between family knowledge and the role of PMO with treatment adherence among pulmonary TB patients at RS Prima Medika Pemalang. A quantitative cross-sectional design was used with total sampling of 40 respondents. Instruments included family knowledge questionnaires, PMO role questionnaires, and the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Data were analyzed using the Chi-Square test. Results showed that most respondents had poor family knowledge (65%), inadequate PMO role (60%), and low adherence (62.5%). There was a significant relationship between family knowledge (p=0.001) and PMO role (p=0.001) with treatment adherence. Improving family education and optimizing PMO roles are essential to enhance TB treatment success.</em></p> Singgih Sutisna Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 SMART SPENDING, GREEN LIVING: STRATEGI PENGELUARAN SURABAYA UNTUK AKSI IKLIM YANG NYATA SDGS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21358 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengeluaran pemerintah Kota Surabaya dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan teknologi sebagai bentuk nyata aksi iklim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan data yang diperoleh melalui studi literatur, laporan kebijakan, dan data sekunder dari berbagai sumber terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi smart spending yang diterapkan pemerintah mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah serta mendorong partisipasi aktif masyarakat. Program seperti bank sampah, rumah kompos, dan TPS 3R terbukti efektif dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, sementara inovasi teknologi seperti aplikasi pengelolaan sampah meningkatkan akurasi data dan efisiensi operasional. Selain itu, keberadaan fasilitas PSEL Benowo menunjukkan bahwa sampah dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. Dari sisi ekonomi, pengelolaan sampah organik menjadi kompos mampu menghemat anggaran daerah secara signifikan. Namun demikian, masih terdapat tantangan berupa ketimpangan partisipasi masyarakat serta keterbatasan sumber daya dan infrastruktur di beberapa wilayah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas, pemerataan program, serta penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi kebijakan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pengelolaan sampah berkelanjutan yang berpotensi direplikasi di daerah lain di Indonesia.</p> <p><em>This study aims to analyze the Surabaya City government's spending strategy in supporting community-based and technology-based waste management as a concrete form of climate action. The research used a qualitative approach with a case study method, with data obtained through literature reviews, policy reports, and secondary data from various reliable sources. The results show that the government's smart spending strategy is able to improve waste management efficiency and encourage active community participation. Programs such as waste banks, compost houses, and TPS 3R have proven effective in reducing the volume of waste entering the landfill, while technological innovations such as waste management applications improve data accuracy and operational efficiency. Furthermore, the existence of the Benowo PSEL facility demonstrates that waste can be used as an alternative energy source. From an economic perspective, processing organic waste into compost can significantly save regional budgets. However, challenges remain in the form of unequal community participation and limited resources and infrastructure in some areas. Therefore, capacity building, program equity, and strengthened collaboration between stakeholders are needed. Overall, this study confirms that the integration of policy, technology, and community empowerment is key to the success of sustainable waste management that has the potential to be replicated in other regions in Indonesia. </em></p> Rifda Hasanah Aulia Fariza Eva Hany Fanida Melda Fadiyah Hidayat Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM SUPERVISI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS MANAJEMEN MUTU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20960 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kepala sekolah dalam supervisi layanan Bimbingan dan Konseling (BK) berbasis manajemen mutu. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi kepala sekolah yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan, dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip manajemen mutu seperti continuous improvement, fokus pada peserta didik, keterlibatan seluruh komponen sekolah, serta pengambilan keputusan berbasis data, mampu meningkatkan kualitas layanan Bimbingan dan Konseling (BK) secara signifikan. Penerapan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) dalam supervisi juga terbukti efektif dalam menciptakan perbaikan layanan yang berkelanjutan. Namun, masih terdapat kendala dalam implementasi supervisi, seperti keterbatasan pemahaman kepala sekolah terhadap layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dan belum optimalnya penerapan manajemen mutu. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi kepala sekolah serta penguatan integrasi prinsip manajemen mutu dalam supervisi layanan BK guna meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh.</p> <p><em>This study examines guidance and counseling (GC) services based on quality management. The research employs a qualitative approach using library research by analyzing relevant scientific literature. Data collection was conducted through documentation study, while data analysis used content analysis techniques. The results indicate that systematic and continuous supervision by school principals, integrated with quality management principles such as continuous improvement, student focus, total involvement, and data-driven decision-making, significantly improves the quality of guidance and counseling services. The implementation of the PDCA (Plan-Do-Check-Act) cycle in supervision has also proven effective in fostering continuous service improvement. However, several challenges remain, including the limited understanding of principals regarding guidance and counseling services and the suboptimal implementation of quality management. Therefore, it is necessary to enhance principals’ competencies and strengthen the integration of quality management principles in supervising GC services to improve the overall quality of education.</em></p> Salsabila Nurul Muthmainnah Olivia Adiva Syafitri Gusman Lesmana Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 ANALISIS FLUKS ANGIN PERMUKAAN BERDASARKAN DATA BMKG MENGGUNAKAN INTEGRAL PERMUKAAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21257 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fluks medan vektor angin permukaan berdasarkan data cuaca menggunakan pendekatan integral garis dan metode numerik. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa kecepatan dan arah angin di Kota Medan pada tanggal 11 April 2026 yang dicatat secara diskret setiap tiga jam . Data tersebut kemudian diolah menjadi bentuk medan vektor dua dimensi untuk merepresentasikan arah dan besar kecepatan angin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis numerik, yaitu menggunakan metode Simpson gabungan (Simpson 3/8 dan Simpson 1/3) sebagai metode utama, serta metode trapesium sebagai pembanding. Perhitungan dilakukan untuk memperoleh nilai fluks sepanjang lintasan tertentu yang merepresentasikan aliran udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Simpson menghasilkan nilai fluks sebesar 4,40 yang bernilai positif, yang mengindikasikan adanya fenomena divergensi, yaitu aliran udara yang menyebar keluar dari suatu wilayah. Sementara itu, metode trapesium menghasilkan nilai fluks sebesar -0,09 yang mendekati nol, sehingga kurang mampu menggambarkan kondisi aliran udara secara akurat. Perbedaan hasil ini menunjukkan bahwa metode Simpson lebih efektif dalam menangkap perubahan data yang bersifat non-linear dibandingkan metode trapesium.</p> <p><em>This study aims to analyze the surface wind vector field flux based on weather data using a line integral approach and numerical methods. The data used are secondary data in the form of wind speed and direction in Medan City on April 11, 2026, which were recorded discretely every three hours. The data were then processed into a two-dimensional vector field to represent the direction and magnitude of the wind speed. The method used in this study is a quantitative approach with numerical analysis, namely using the combined Simpson method (Simpson 3/8 and Simpson 1/3) as the main method, and the trapezoidal method as a comparison. Calculations were carried out to obtain flux values along certain paths that represent air flow. The results show that the Simpson method produces a flux value of 4.40 which is positive, indicating the presence of a divergence phenomenon, namely air flow spreading outward from an area. Meanwhile, the trapezoidal method produces a flux value of -0.09 which is close to zero, so it is less able to describe air flow conditions accurately. This difference in results indicates that the Simpson method is more effective in capturing non-linear data changes than the trapezoidal method.</em></p> Alvi Sahrin Nasution Hamidah Nasution Alya Dwi Lestari Zahra Marsanda Mahisa Riamonda Riby Tamara Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 ANALISIS KESULITAN KONSENTRASI ANAK USIA DINI ALAM PROSES PEMBELAJARAN DI PAUD TK SANTA CLARA RUTENG. https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21190 <p>Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan tahap penting dalam perkembangan anak, khususnya dalam aspek kognitif dan perhatian. Konsentrasi menjadi salah satu kemampuan dasar yang sangat dibutuhkan anak dalam mengikuti proses pembelajaran. Namun, dalam praktik di lapangan, masih banyak anak usia dini yang mengalami esulitan dalam mempertahankan konsentrasi selama kegiatan belajar berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan konsentrasi anak usia dini dalam proses pembelajaran di PAUD. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan konsentrasi anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti karakteristik perkembangan anak, metode pembelajaran yang kurang variatif, lingkungan belajar yang kurang kondusif, serta kurangnya media pembelajaran yang menarik. Dampak dari kesulitan konsentrasi tersebut terlihat pada kurangnya keterlibatan anak dalam pembelajaran, mudah terdistraksi, serta rendahnya kemampuan menyelesaikan tugas. Dengan demikian, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi mereka dalam proses pembelajaran.</p> <p>Early Childhood Education (ECE) is a crucial stage in children’s development, especiallyin cognitive and attention aspects. Concentration is a fundamental ability required for children to engage in learning activities. However, in practice, many young children experience difficulties in maintaining concentration during learning processes. This study aims to analyze concentration difficulties among early childhood students in learning activities at PAUD. The research uses a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation.The results show that children's concentration difficulties are influenced by several factors, including developmental characteristics, less varied teaching methods, unconducive learning environments, and limited learning media. These difficulties result in low engagement, easy distraction, and limited ability to complete tasks. Therefore, more interactive and developmentally appropriate learning strategies are needed toimprove children's concentration in learning activities.</p> Flafiana Kartika Kaiman Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 KRISIS PSIKOSOSIAL PADA REMAJA: STUDI PERBANDINGAN SISWA KELAS X SMA AZ-ZAHRA PALEMBANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21307 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat dan perbedaan krisis psikososial di antara siswa kelas X di SMA Az-Zahra Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif komparatif, dengan melibatkan 38 siswa melalui teknik pengambilan sampel total sampling, yakni menjadikan seluruh populasi sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner skala Guttman yang mencakup empat aspek, yaitu aspek individu dan psikologis, aspek keluarga, aspek akademik, serta aspek sosial dan relasional, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif serta uji Independent Samples t-test. Temuan dari penelitian ini menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,202 (p &gt; 0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa kelas X.1 dan X.3. Hasil ini menunjukkan bahwa krisis psikososial dialami oleh siswa dengan cara yang relatif sama. Oleh sebab itu, layanan bimbingan dan konseling harus diberikan secara menyeluruh kepada seluruh siswa.</p> <p><em>This study aims to analyze the level and differences of psychosocial crises among tenth-grade students at Az-Zahra High School, Palembang. The method used in this study is comparative quantitative, involving 38 students through a total sampling technique, namely making the entire population as a research sample. The instrument used is a Guttman scale questionnaire that covers four aspects, namely individual and psychological aspects, family aspects, academic aspects, and social and relational aspects, which have been tested for validity and reliability. The data analysis process was carried out using descriptive statistics and the Independent Samples t-test. The findings of this study showed a significance value of 0.202 (p &gt; 0.05), so there was no significant difference between students in grades X.1 and X.3. These results indicate that psychosocial crises are experienced by students in a relatively similar way. Therefore, guidance and counseling services must be provided comprehensively to all students. </em></p> Kerin Ari Chaniago Latiffa Amanda Putri Nur Dhieta Rizky Palupi Prameswari Innaya Aulia Putri Wahdania Keisyah Nadya Zahroh Dwi Erma Nadhifa Yusuf Hartono Khadijah Lubis Anisa Siti Nurjanah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 FENOMENA BAHASA GAUL GENERASI Z DALAM KOMUNIKASI MEDIA SOSIAL TIKTOK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20911 <p>Perkembangan teknologi digital telah memengaruhi cara masyarakat berkomunikasi, termasuk dalam penggunaan bahasa di media sosial. Salah satu fenomena yang terlihat adalah penggunaan bahasa gaul oleh generasi Z dalam berinteraksi di media sosial, khususnya di TikTok. Bahasa gaul tersebut sering digunakan&nbsp; untuk mengekspresikan diri, emosi, serta membangun kedekatan antar pengguna. Fenomena ini menunjukkan adanya variasi bahasa yang berkembang seiring dengan perubahan sosial dan budaya di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk bahasa gaul yang digunakan oleh generasi Z di TikTok serta memahami makna penggunaannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa komentar pengguna pada beberapa video TikTok. Data dikumpulkan melalui dokumentasi tangkapan layar, kemudian dicatat dan diklasifikasikan. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, klasifikasi data, interpretasi makna, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa gaul generasi Z di TikTok meliputi kata gaul dan pelesetan, istilah serapan bahasa Inggris, singkatan, serta variasi penulisan untuk menekankan emosi. Selain itu, terdapat campur kode yang mencerminkan pengaruh budaya global. Secara makna, bahasa gaul digunakan secara ekspresif dan kontekstual untuk menyampaikan emosi, penilaian, dan identitas sosial.</p> <p><em>The development of digital technology has influenced the way people communicate, including the use of language on social media. One observable phenomenon is the use of slang by Generation Z in their interactions on social media, particularly on TikTok. This slang is often used to express oneself, convey emotions, and build closeness among users. This phenomenon indicates the emergence of language variation alongside social and cultural changes in the digital era. This study aims to describe the forms of slang used by Generation Z on TikTok and to understand the meanings behind their usage. The study employs a descriptive qualitative method, with data sources in the form of user comments on several TikTok videos. Data were collected through screenshot documentation, then recorded and classified. The data analysis technique was conducted through stages of data reduction, data classification, interpretation of meaning, and drawing conclusions. The results show that Generation Z slang on TikTok includes slang words and wordplay, borrowed English terms, abbreviations, and variations in spelling to emphasize emotions. In addition, code-mixing was found, reflecting the influence of global culture. In terms of meaning, slang is used in an expressive and contextual manner to convey emotions, judgments, and social identity.</em></p> Ajeng Pristiana Stefani Voni Aprilya Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 URGENSI REKREASI DALAM MENSTIMULASI ASPEK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21249 <p>Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan tahap fundamental dalam perkembangan anak yang mencakup aspek kognitif, sosial-emosional, bahasa, dan motorik. Berdasarkan berbagai kajian literatur dari teori perkembangan anak seperti Jean Piaget, Lev Vygotsky, dan Friedrich Froebel, serta hasil penelitian empiris, kegiatan rekreasi memiliki peran penting dalam menstimulasi perkembangan anak secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi rekreasi dalam menstimulasi aspek perkembangan anak usia dini melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi literatur dan observasi lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta kajian terhadap 30 sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan rekreasi memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan motorik melalui aktivitas fisik, perkembangan sosial-emosional melalui interaksi sosial, perkembangan bahasa melalui komunikasi, serta perkembangan kognitif melalui pengalaman langsung (learning by doing). Selain itu, rekreasi juga berperan dalam meningkatkan kreativitas, kemandirian, serta kesehatan mental anak. Dengan demikian, rekreasi memiliki urgensi yang tinggi dalam pembelajaran anak usia dini dan perlu diintegrasikan secara sistematis dalam kurikulum PAUD sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.</p> <p><em>Early Childhood Education (ECE) is a fundamental stage in child development, encompassing cognitive, social-emotional, language, and motor aspects. Based on various literature reviews of child development theories such as Jean Piaget, Lev Vygotsky, and Friedrich Froebel, as well as empirical research findings, recreational activities play an important role in stimulating children’s development holistically.</em> <em>This study aims to analyze the urgency of recreation in stimulating early childhood developmental aspects through a qualitative descriptive approach based on literature studies and field observations. Data were collected through observation, interviews, documentation, and a review of 30 relevant scientific sources.</em> <em>The results of the study indicate that recreational activities make significant contributions to motor development through physical activities, social-emotional development through social interaction, language development through communication, and cognitive development through direct experience (learning by doing). In addition, recreation also plays a role in enhancing children's creativity, independence, and mental well-being.</em> <em>Therefore, recreation has a high level of urgency in early childhood learning and needs to be systematically integrated into the ECE curriculum as part of an effective and enjoyable learning strategy.</em></p> Oktavianus Januarius Mahal Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 TRANSFORMASI BUDAYA ORGANISASI DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DIGITAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20987 <p>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada era digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Lembaga pendidikan Islam sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional menghadapi tantangan untuk mampu beradaptasi dengan dinamika perubahan tersebut tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai keislaman yang menjadi dasar pengelolaannya. Budaya organisasi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan lembaga pendidikan dalam merespons perubahan lingkungan strategis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi budaya organisasi dalam lembaga pendidikan Islam di era digital melalui pendekatan studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research yang memanfaatkan berbagai sumber literatur berupa buku ilmiah, jurnal akademik, serta publikasi terkait yang relevan dengan tema penelitian. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi konsep, teori, serta temuan penelitian terdahulu mengenai budaya organisasi dan transformasi digital dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi budaya organisasi dalam lembaga pendidikan Islam perlu diarahkan pada penguatan nilai-nilai religius yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, pengembangan budaya inovasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam memanfaatkan teknologi digital secara efektif. Selain itu, kepemimpinan transformasional dan kolaboratif juga menjadi faktor penting dalam mendorong perubahan budaya organisasi yang lebih responsif terhadap tuntutan era digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan manajemen lembaga pendidikan Islam yang adaptif, inovatif, dan tetap berlandaskan pada nilai-nilai Islam.</p> Masyhuri Najamuddin Junita Eka Shindi Muhammad Salman Alfarisyi Na'in Krisdiana Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN GOLDEN PERIOD PADA PENANGANAN AWAL STROKE DI RUMAH SAKIT PRIMA MEDIKA PEMALANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21289 <p>Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia yang memerlukan penanganan cepat dalam periode emas (golden period) untuk meminimalkan kerusakan jaringan otak. Keterlambatan dalam penanganan awal stroke masih menjadi masalah yang sering terjadi dan berdampak pada buruknya luaran klinis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan golden period pada penanganan awal stroke di Rumah Sakit Prima Medika Pemalang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap pasien stroke yang datang ke instalasi gawat darurat. Data dikumpulkan melalui wawancara dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tingkat pengetahuan pasien dan keluarga, akses transportasi, jarak ke fasilitas kesehatan, pengambilan keputusan dalam keluarga, serta kondisi sosial ekonomi memiliki pengaruh signifikan terhadap keterlambatan penanganan. Selain itu, kurangnya kesadaran terhadap gejala awal stroke juga menjadi faktor dominan yang menyebabkan keterlambatan. Kesimpulan penelitian ini adalah keterlambatan golden period dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, sehingga diperlukan peningkatan edukasi masyarakat, perbaikan sistem rujukan, serta akses layanan kesehatan yang lebih cepat dan merata untuk mengurangi keterlambatan penanganan stroke.</p> <p>Stroke is one of the leading causes of death and disability worldwide and requires rapid management within the golden period to minimize brain tissue damage. Delays in the initial treatment of stroke remain a common problem and contribute to poor clinical outcomes. This study aims to analyze the factors influencing delays in the golden period during early stroke management at Prima Medika Hospital Pemalang. The research employed a quantitative approach with a cross-sectional design involving stroke patients who presented to the emergency department. Data were collected through interviews and medical records, and analyzed using statistical tests to determine the relationships between variables. The results indicate that factors such as patients’ and families’ level of knowledge, access to transportation, distance to healthcare facilities, family decision-making, and socioeconomic conditions significantly influence treatment delays. In addition, a lack of awareness of early stroke symptoms was identified as a dominant factor contributing to delays. In conclusion, delays in the golden period are influenced by both internal and external factors; therefore, improving public education, strengthening referral systems, and enhancing timely and equitable access to healthcare services are essential to reduce delays in stroke management.</p> Nurul Fitriani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 ANALISIS UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI SAYUR (STUDI KASUS JORONG BINGKUDU NAGARI CANDUANG KOTO LAWEH, KABUPATEN AGAM) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21246 <p>Penelusuran ini dimaksudkan guna menelaah strategi yang diinisiasi oleh petani hortikultura dalam memacu peningkatan penghasilan di kawasan Jorong Bingkudu, Nagari Canduang Koto Laweh, Kabupaten Agam. Latar belakang riset ini berpijak pada ketidakpastian pendapatan petani akibat variabilitas iklim, ketidaktetapan harga komoditas, dan hambatan dalam memperoleh dukungan modal maupun piranti teknologi agrikultur. Kenyataan tersebut mengisyaratkan urgensi penemuan pendekatan adaptif yang mampu menunjang kestabilan ekonomi petani secara jangka panjang. Kajian ini mengadopsi paradigma deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung, wawancara bersifat eksploratif, serta pelacakan dokumen pendukung. Informan kunci meliputi pelaku utama dalam sektor pertanian lokal serta tokoh adat setempat. Fokus pengamatan diarahkan pada ragam strategi yang diadopsi petani, seperti pengembangan varietas tanaman yang beragam meliputi bawang merah, kol, cabai, dan tomat pemanfaatan pupuk berbasis hayati, optimalisasi ruang pekarangan untuk budidaya tambahan, serta distribusi hasil panen secara langsung kepada konsumen akhir tanpa perantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya diversifikasi tanaman dan inovasi dalam pemasaran memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan. Namun, ketergantungan pada kondisi iklim dan fluktuasi harga pasar tetap menjadi hambatan utama. Selain itu, keberhasilan usaha tani juga ditentukan oleh faktor modal, tenaga kerja, lokasi usaha, serta peran keluarga dalam kegiatan pertanian.</p> <p><em>This inquiry endeavors to elucidate the manifold undertakings initiated by horticultural cultivators in augmenting their pecuniary yields within the locale of Jorong Bingkudu, Nagari Canduang Koto Laweh, situated in Agam Regency. The impetus for this exploration stems from the erratic nature of agrarian revenues, engendered by climatic unpredictability, mercurial commodity valuations, and constricted avenues to financial instruments and agrotechnological advancements.</em> <em>Employing a qualitative-descriptive framework, empirical data were procured through immersive field immersion, incisive interlocutions, and curated archival materials. Principal interlocutors encompassed indigenous vegetable growers and prominent societal figures. The focal discourse illuminates multifaceted stratagems such as varietal cultivation (including shallots, brassicas, chilies, and solanaceous crops), incorporation of bio-based soil enrichers, tactical appropriation of domestic land parcels, and disintermediated commerce wherein produce is conveyed straight to end consumers.</em> <em>The findings reveal that although these strategies contribute to improved income, dependency on weather conditions and market prices remains a significant challenge. Success in increasing farmer income also depends on capital availability, labor use, business location, and family participation in farming activities.</em></p> Sry Nadia Agustin Khadijah Nurani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 HUBUNGAN TINGKAT KEGAWATDARURATAN (TRIASE) DENGAN KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD MARIA WALANDA MARAMIS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21376 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pasien yang datang ke IGD akan dilakukan triase. Pengkategorian pasien berdasarkan triase seringkali menimbulkan kecemasan pada keluarga pasien. Kecemasan merupakan kondisi psikologis seseorang dengan rasa takut disertai keluhan fisik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kegawatdaruratan pasien dengan kecemasan keluarga pasien di instalasi gawat darurat RSUD Maria Walanda Maramis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga pasien berjumlah 34 responden. Teknik penegambilan sampling menggunakan purposive sampling</p> <p>Hasil penelitian ini adalah berdasarkan hasil analisa uji korelasi Gamma menunjukan nilai p value = 0,005 dimana hasil ini lebih kecil dari nilai signifikan ɑ = ≤0.05 dengan demikian maka dapat dikatakan pada penelitian ini Ha dapat di terima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan Tingkat Kegawatdaruratan dengan kecemasan keluarga pasien di instalasi gawat darurat RSUD Maria Walanda Maramis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan Tingkat Kegawatdaruratan dengan kecemasan keluarga pasien di instalasi gawat darurat RSUD Maria Walanda Maramis. Diharapkan bagi tenaga kesehatan, khsususnya perawat di IGD, agar tidak hanya berfokus pada penanganan medis pasien, tetapi juga memberikan komunikasi terapeutik dan informasi yang jelas mengenai kondisi pasien guna meminimalkan kecemasan keluarga.</p> <p><em>Patients arriving at the emergency department (ED) undergo triage, which categorizes them based on the severity of their condition. This process often generates anxiety among patients’ families. Anxiety is a psychological state characterized by fear accompanied by physical complaints. The objective of this research was to examine the relationship between patient emergency levels and family anxiety in the ED of Maria Walanda Maramis Regional Hospital. A descriptive-analytic study with a cross-sectional approach was conducted. The population consisted of 34 family members of patients, selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Gamma correlation test at a significance level of α = 0.05.</em></p> <p><em>Analysis revealed a ρ-value of 0.005, which is smaller than the significance threshold (α ≤ 0.05). Thus, the alternative hypothesis (Ha) was accepted, and the null hypothesis (H0) was rejected. These findings indicate a significant relationship between patient emergency levels and family anxiety in the ED of Maria Walanda Maramis Regional Hospital. There is a significant relationship between patient emergency levels and family anxiety in the ED. Health professionals, particularly nurses, are encouraged not only to focus on medical management but also to provide therapeutic communication and clear information regarding patient conditions to minimize family anxiety.</em></p> Arya Pratama Suwandi I Luneto Rahmat H Djalil Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 LITERASI EKONOMI SYARIAH DAN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH DAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU STAI SILIWANGI BANDUNG KEPADA MASYARAKAT/JAMAAH DI MASJID ISTIQOMAH CISANGKAN GIRANG CIMAHI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20976 <p>Kegiatan sosialisasi mengenai literasi ekonomi syariah dan lembaga keuangan syariah ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan serta pemahaman masyarakat terhadap prinsip-prinsip ekonomi berbasis syariah, sekaligus memperkenalkan berbagai lembaga keuangan syariah yang beroperasi di Indonesia. Pogram ini diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Siliwangi Bandung sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan sebagai sarana promosi penerimaan mahasiswa baru. Sosialisasi dilaksanakan di Masjid Istiqomah Cisangkan Girang Cimahi dengan peserta terdiri atas jamaah dan masyarakat sekitar. Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi melalui ceramah, diskusi interaktif serta sesi tanya jawab. Hasil kegiatan ini menunjukan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai konsep ekonomi syariah dan produk keuangan syariah, disertai dengan tingginya minat terhadap pendidikan tinggi berbasis Islam. Diharapkan kegiatan ini dapat memperkuat literasi ekonomi syariah masyarakat serta memperluas jangkauan penerimaan mahasiswa baru STAI Siliwangi Bandung.</p> Depi Purnamasari Yana Maulana Ariyanto Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 PRILAKU SOSIAL ANAK USIA DINI DI LINGKUNGAN SEKOLAH DI PAUD HAMBA MARIAPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku sosial anak usia dini di lingkungan sekolah di PAUD Hamba Maria berdasarkan kajian literatur dari 30 jurnal ilmiah. Metode yang https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21268 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku sosial anak usia dini di lingkungan sekolah di PAUD Hamba Maria berdasarkan kajian literatur dari 30 jurnal ilmiah. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai penelitian terkait perkembangan sosial anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku sosial anak meliputi kemampuan bekerja sama, berbagi, empati, komunikasi, dan kepatuhan terhadap aturan. Berdasarkan hasil observasi di PAUD Hamba Maria, sebagian anak telah menunjukkan perilaku sosial yang baik, namun masih terdapat beberapa kendala seperti kurangnya kemampuan berbagi, konflik antar teman, dan rendahnya disiplin. Faktor yang mempengaruhi perilaku sosial anak antara lain lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, serta peran guru. Oleh karena itu, diperlukan upaya melalui pembelajaran berbasis bermain, pembiasaan perilaku positif, serta kerja sama antara guru dan orang tua untuk mengembangkan perilaku sosial anak secara optimal.</p> <p><em>This study aims to describe the social behavior of early childhood in the school environment at PAUD Hamba Maria based on a literature review of 30 scientific journals. The method used is a literature study by analyzing various studies related to early childhood social development. The results show that children's social behavior includes cooperation, sharing, empathy, communication, and compliance with rules. Based on observations at PAUD Hamba Maria, some children have shown good social behavior, but there are still several problems such as lack of sharing, peer conflicts, and low discipline. Factors influencing children's social behavior include family environment, school environment, and the role of teachers. Therefore, efforts are needed through play-based learning, positive behavior habituation, and collaboration between teachers and parents to optimally develop children's social behavior.</em></p> Dominika Sariana Kasih Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS MENGGUNAKAN METODE PROTOTYPE DI KLINIK PRATAMA HJ. EVI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21238 <p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi rekam medis berbasis web di Klinik Pratama Hj. Evi guna meningkatkan efisiensi pengelolaan data pasien. Sistem yang berjalan sebelumnya masih dilakukan secara manual menggunakan media kertas, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan seperti keterlambatan pelayanan, risiko kehilangan data, serta kesulitan dalam pencarian informasi pasien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode prototype, yang memungkinkan interaksi langsung antara pengembang dan pengguna melalui tahapan pengumpulan kebutuhan, pembuatan prototype, serta pengujian oleh pengguna. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Sistem dikembangkan menggunakan framework CodeIgniter dan diuji menggunakan metode black-box testing serta uji kelayakan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu meningkatkan efisiensi proses pendaftaran pasien, pencatatan rekam medis, serta pencarian data secara real-time. Tingkat kepuasan pengguna juga menunjukkan hasil yang baik, sehingga sistem layak diimplementasikan untuk mendukung pelayanan kesehatan di klinik.</p> Kiki Nurasari Mutamassikin Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 DESAIN LINGKUNGAN BELAJAR BERBASIS PAIKEM UNTUK MEMACU KREATIVITAS SISWA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21359 <p>Pembelajaran yang efektif menuntut adanya keterlibatan aktif peserta didik dalam proses belajar mengajar. Kenyataannya, masih banyak pembelajaran yang berlangsung secara monoton sehingga kurang mampu menarik perhatian dan partisipasi siswa. Kondisi ini menuntut adanya inovasi dalam strategi pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan bermakna. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan), yang menekankan pada keaktifan, kreativitas, serta kenyamanan peserta didik dalam belajar. Kajian ini bertujuan untuk menguraikan berbagai aspek dalam PAIKEM, mulai dari konsep dasar hingga penerapannya dalam pembelajaran, khususnya pada Pendidikan Agama Islam (PAI). Pendekatan ini didukung oleh berbagai metode pembelajaran yang bervariasi yang dirancang untuk meningkatkan interaksi dan keterlibatan siswa. Metode-metode tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dan mendorong siswa untuk berpikir kritis serta bekerja sama.Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penerapan PAIKEM mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih hidup, meningkatkan motivasi belajar, serta membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam. Dengan demikian, PAIKEM dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama pada materi yang membutuhkan pemahaman dan penghayatan yang lebih luas.</p> Hana Rahmawati Tizahara Onma Reskinta Gusmanelli Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 POSITIVISASI FATWA DSN-MUI TERHADAP PENGUATAN AKAD-AKAD PERBANKAN SYARIAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20967 <p>Perkembangan perbankan syariah di Indonesia menunjukkan kebutuhan yang semakin besar terhadap kepastian hukum dalam penerapan prinsip-prinsip syariah. Fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) berperan sebagai pedoman normatif dalam menentukan kehalalan produk dan aktivitas keuangan. Namun, secara formal fatwa tidak memiliki kekuatan mengikat dalam sistem hukum nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses positivisasi fatwa DSN-MUI ke dalam hukum positif serta implikasinya terhadap penguatan akad-akad dalam perbankan syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatwa DSN-MUI mengalami transformasi menjadi hukum positif melalui adopsi dalam regulasi oleh otoritas seperti Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia. Proses ini memperkuat legitimasi akad-akad syariah seperti murabahah, mudharabah, dan musyarakah dalam praktik perbankan. Namun demikian, terdapat tantangan berupa keterbatasan daya ikat fatwa, perbedaan interpretasi, serta dinamika perkembangan produk keuangan modern. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sinergi antara lembaga fatwa dan regulator guna memastikan kepastian hukum dan kepatuhan syariah dalam industri perbankan syariah.</p> <p><em>The development of Islamic banking in Indonesia has increased the need for legal certainty in implementing Sharia principles. Fatwas issued by the National Sharia Council of the Indonesian Ulama Council (DSN-MUI) serve as normative guidelines in determining the permissibility of financial products and activities. However, formally, fatwas do not have binding legal force within the national legal system. This study aims to analyze the positivization process of DSN-MUI fatwas into positive law and its implications for strengthening Islamic contracts in banking practices. This research employs a normative legal method with statutory and conceptual approaches. The findings indicate that DSN-MUI fatwas are transformed into positive law through their adoption into regulations by authorities such as the Financial Services Authority and Bank Indonesia. This process strengthens the legitimacy of contracts such as murabahah, mudharabah, and musyarakah. However, challenges remain, including the non-binding nature of fatwas, interpretative differences, and the rapid evolution of financial innovation. Therefore, stronger synergy between fatwa institutions and regulators is necessary to ensure legal certainty and Sharia compliance in the Islamic banking industry.</em></p> Ummul Faida Aas Nasyiatul Aisyah Ainun Jariah Ilham Gani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 ANAK SEBAGAI PELAKU PENCEMARAN NAMA BAIK DALAM MEDIA SOSIAL DI KOTA SAMARINDA PERSEPEKTIF KRIMINOLOGI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21266 <p>Penelitian ini diajukan untuk menjawab dua pertanyaan: pertama, ingin mengetahui dan menganalisis faktor-faktor kriminologis yang mempengaruhi anak menjadi pelaku pencemaran nama baik melalui media sosial. Kedua, ingin mengetahui prosedur penanganan diversi terhadap anak pelaku pencemaran nama baik di media sosial oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda. Jenis penelitian menggunakan pendekatan yuridis empiris yang dimaksud yuridis empiris adalah penelitian yang berbasiskan terjun ke lapangan penelitian sendiri dan teori-teori hukum yang relevan termasuk asas-asas hukum, ketentuan, dan doktrin. Dalam penelitian ini juga membutuhkan dasar hukum lainnya dengan tujuan untuk memberikan kejelasan mengenai faktor-faktor kriminologis yang melatarbelakangi keterlibatan anak dalam kasus pencemaran nama baik serta efektivitas mekanisme diversi yang dilaksanakan oleh DP2PA Samarinda. Faktor-faktor kriminologis yang mempengaruhi anak menjadi pelaku pencemaran nama baik melalui media sosial terdiri dari dua kategori utama: pertama, faktor internal meliputi minimnya pemahaman tentang konsekuensi hukum, ketidakmatangan emosional dan kontrol diri, keinginan mendapatkan perhatian dan pengakuan, serta impulsivitas tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang. Kedua, faktor eksternal meliputi minimnya pengawasan dan pendampingan orang tua, pengaruh kelompok sebaya dan lingkungan pergaulan, serta kemudahan akses terhadap teknologi dan internet tanpa literasi digital yang memadai. Mengenai penanganan diversi oleh DP2PA Samarinda dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dengan tahapan meliputi asesmen awal, pendampingan penyidikan, fasilitasi musyawarah diversi, penyusunan kesepakatan diversi, pelaksanaan kesepakatan, monitoring dan evaluasi, serta penutupan kasus dengan follow-up. Sehingga kesimpulan dari permasalahan tersebut yaitu upaya preventif melalui penguatan program literasi digital yang masif dan peningkatan peran orang tua dalam pengawasan digital harus lebih ditingkatkan lagi, serta koordinasi antar lembaga yang lebih intensif untuk memfasilitasi reintegrasi sosial anak secara efektif.</p> <p><em>This research is proposed to answer two questions: first, to identify and analyze the criminological factors that influence children to become perpetrators of defamation through social media. Second, to understand the diversion handling procedures for child perpetrators of defamation on social media by the Office of Women's Empowerment and Child Protection (DP2PA) in Samarinda City. This research employs an empirical juridical approach, which is research based on field investigation and relevant legal theories including legal principles, provisions, and doctrines. This research also requires other legal foundations with the aim of providing clarity regarding the criminological factors behind children's involvement in defamation cases and the effectiveness of diversion mechanisms implemented by DP2PA Samarinda.The criminological factors influencing children to become perpetrators of defamation on social media consist of two main categories: first, internal factors including lack of understanding of legal consequences, emotional immaturity and self-control, desire for attention and recognition, and impulsivity without considering long-term impacts. Second, external factors including minimal parental supervision and guidance, peer group influence and social environment, and ease of access to technology and internet without adequate digital literacy. Regarding the diversion handling by DP2PA Samarinda, it is carried out based on Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Justice System with stages including initial assessment, investigation support, facilitation of diversion deliberations, drafting diversion agreements, implementation of agreements, monitoring and evaluation, and case closure with follow-up</em></p> Tiara Cristin Sianturi Agustina Wati Nur Aripkah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN KEPUTUSAN MAHASISWA PERBANKAN SYARIAH UIN SJECH M. DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI ANGKATAN 2021 DALAM MENGGUNAKAN ARISAN ONLINE MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21203 <p>Arisan online telah menjadi fenomena yang berkembang pesat pada kalangan mahasiswa, termasuk pada Prodi Perbankan Syariah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan arisan online menjadikannya pilihan populer sebagai alat menabung dan memenuhi kebutuhan finansial, terutama karena tantangan dalam menabung secara mandiri dan keinginan untuk mengontrol pengeluaran. Namun, praktik arisan online ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaiannya dengan prinsip Ekonomi Islam, khususnya terkait adanya denda dan uang administrasi yang berpotensi mengandung unsur riba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan mahasiswa Prodi Perbankan Syariah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi angkatan 2021 dalam menggunakan arisan online, serta meninjau pandangan Ekonomi Islam terhadap keputusan tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) yaitu mencari data langsung ke lapangan dengan melihat dari dekat objek penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang menghubungkan teori dengan fakta menggunakan sumber data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi serta metode analisis data yaitu menggunakan reduksi data, penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini melibatkan wawancara dengan 15 mahasiswa sebagai informan kunci.&nbsp; Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal, seperti motivasi dan persepsi, lebih dominan memengaruhi keputusan mahasiswa dibandingkan faktor eksternal seperti pengaruh sosial dan budaya. Mahasiswa memandang arisan online sebagai solusi efektif untuk menabung dan memenuhi kebutuhan, serta menganggap uang administrasi dan denda sebagai hal yang wajar untuk kelancaran sistem.Dalam perspektif Ekonomi Islam, arisan online secara umum dianggap boleh (mubah) karena didasarkan pada prinsip tolong-menolong (ta'awun) dan tidak mengandung unsur riba, gharar, atau maysir, asalkan kesepakatan dipatuhi. Konsep-konsep ekonomi Islam seperti keberkahan, konsumsi sosial, dan kemanfaatan juga terpenuhi dalam praktik ini. Namun, pada arisan online terdapat aspek denda yang dikenakan untuk anggota arisan karena keterlambatan pembayaran yang berpotensi dikategorikan sebagai riba jahiliyah, yang diharamkan dalam Islam. Oleh karena itu, mekanisme denda perlu diperbaiki agar sesuai dengan prinsip kebersihan (thaharah) dalam Ekonomi Islam, misalnya dengan menyalurkan denda untuk kepentingan umum. Penelitian ini memberikan wawasan tentang perilaku ekonomi mahasiswa dalam konteks digital dan relevansinya dengan prinsip-prinsip syariah.</p> <p><em>Online arisan (social savings and credit) has become a rapidly growing phenomenon among students, including those in the Islamic Banking Study Program at UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. The convenience and practicality offered by online arisan make it a popular choice for saving and meeting financial needs, especially given the challenges of saving independently and the desire to control spending. However, this online arisan practice also raises questions about its compliance with Islamic Economic principles, particularly regarding fines and administration fees that potentially contain elements of usury. This study aims to analyze the factors influencing the decision of students in the Islamic Banking Study Program at UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, class of 2021, to use online arisan and to review Islamic Economics' perspectives on this decision. This study used field research, namely gathering data directly in the field by closely observing the research object. The method used in this study is a qualitative descriptive approach that connects theory with facts using primary and secondary data sources. Data collection methods include interviews, observation, and documentation. Data analysis methods include data reduction, data presentation (data display), and drawing conclusions. This study involved interviews with 15 university students as key informants. The results showed that internal factors, such as motivation and perception, were more dominant in influencing student decisions than external factors such as social and cultural influences. Students viewed online arisan (society) as an effective solution for saving and meeting needs, and considered administration fees and fines to be normal for the smooth running of the system. From an Islamic economic perspective, online arisan is generally considered permissible (mubah) because it is based on the principle of mutual assistance (ta'awun) and does not contain elements of usury, gharar, or maysir, as long as the agreement is adhered to. Islamic economic concepts such as blessing, social consumption, and benefit are also fulfilled in this practice. However, online arisan includes fines imposed on members for late payments, which could potentially be categorized as usury of the Jahiliyah (pre-Islamic) and is forbidden in Islam. Therefore, the fine mechanism needs to be improved to align with the principle of cleanliness (thaharah) in Islamic economics, for example by channeling fines for the public good. This research provides insight into students' economic behavior in the digital context and its relevance to sharia principles. </em></p> Arfan Surya Syaputra Ismail Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 PENGARUH PENGANGGURAN DAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI SUMATERA BARAT https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21327 <p>Fluktuasi perkembangan jumlah penduduk miskin selama 30 tahun terakhir, serta menunjukkan perkembangan pengangguran yang tidak sesuai dengan perkembangan jumlah penduduk miskin dimana tidak menunjukkan hubungan positif, dan didorong oleh perkembangan jumlah penduduk yang tidak sesuai dengan perkembangan jumlah penduduk miskin dimana tidak menunjukkan hubungan positif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tingkat pengangguran dan jumlah penduduk terhadap kemiskinan di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun teknik pengumpulan data ini yaitu dalam bentuk time series dari tahun 1995-2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji autokorelasi, uji heterokedastisitas, uji multikolinieritas, kemudian analisis regresi linier berganda, uji koefisien determinasi, uji t serta uji f. Pengolahan data ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistik Versi 27. Hasil analisis regresi linier berganda di peroleh hasil persamaan Y = 982,697+7,31X1+(-1,22)X2. Dari hasil Uji t bahwa tingkat pengangguran tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah penduduk miskin dengan nilai signifikan (0,112&gt;0,05) dengan nilai t hitung lebih kecil dari t tabel (1,644&lt;1,70329), kemudian jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap jumlah penduduk miskin dengan nilai signifikan (0,001&lt;0,05) dengan nilai t hitung lebih besar dari t tabel (5,972&gt;1,70329). Uji f menunjukkan bahwa tingkat pengangguran dan jumlah penduduk mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai (0,001&lt;0,05), yang berarti tingkat pengangguran dan jumlah penduduk secara simultan berpengaruh terhadap jumlah penduduk miskin. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,635 yang berarti tingkat pengangguran dan jumlah penduduk memiliki hubungan yang besar terhadap jumlah penduduk miskin sebesar 63,5%. Sedangkan sisanya 36,5% dipengaruhi oleh variabel yang tidak digunakan dalam penelitian ini.</p> <p><em>Fluctuations in the development of the number of poor people over the past 30 years, as well as showing the development of unemployment that is not in accordance with the development of the number of poor people which does not show a positive relationship, and is driven by the development of the number of population that is not in accordance with the development of the number of poor people which does not show a positive relationship. The purpose of this study is to determine how much influence the unemployment rate and population have on poverty in West Sumatra Province. This study uses a quantitative approach. The data collection technique is in the form of a time series from 1995-2024 obtained from the Central Statistics Agency of West Sumatra Province. The data analysis technique used is the classical assumption test consisting of a normality test, autocorrelation test, heteroscedasticity test, multicollinearity test, then multiple linear regression analysis, determination coefficient test, t test and f test. This data processing was carried out using the IBM SPSS Statistics Version 27 application. The results of the multiple linear regression analysis obtained the equation Y = 982.697 + 7.31X1 + (-1.22)X2. From the results of the t-test, the unemployment rate does not have a significant effect on the number of poor people with a significant value (0.112&gt;0.05) with a calculated t value smaller than the t-table (1.644&lt;1.70329), then the population has a significant effect on the number of poor people with a significant value (0.001&lt;0.05) with a calculated t value greater than the t-table (5.972&gt;1.70329). The f-test shows that the unemployment rate and population have a significant effect with a value (0.001&lt;0.05), which means that the unemployment rate and population simultaneously affect the number of poor people. The coefficient of determination value is 0.635, which means that the unemployment rate and population have a large relationship with the number of poor people by 63.5%. While the remaining 36.5% is influenced by variables not used in this study.</em></p> Ike Nurjanah Novera Martilova Rika Widianita Gina Havieza Elmizan Elmizan Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 TRADISI MAMBALIAKKAN PAMBAWOAN WALIMATUL ‘URSY PADA MASYARAKAT NAGARI LADANG PANJANG BARAT KECAMATAN TIGO NAGARI DALAM PERSPEKTIF MAQASYID SYARI’AH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/20952 <p>Skripsi ini berjudul “Tradisi <em>Mambaliakkan Pambawoan Walimatul ‘Ursy </em>pada Masyarakat Nagari ladang Panjang Barat Kecamatan Tigo Nagari Dalam Perspektif Maqasyid Syari’ah”, yang ditulis oleh Satrio Rinaldi, dengan NIM 1121081, Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini dilatar belakangi adanya tradisi <em>mambaliakkan </em><em>p</em><em>ambawoan</em> pada pesta pernikahan di Nagari Ladang Panjang Barat, karna di dalam syari’ah Islam tidak ada dalil atau perintah&nbsp; untuk membawa Pambawoan atau sumbangan serta mengembalikannya <em>pambawoan</em> tersebut. Adapun tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Tradisi <em>Mambaliakkan Pambawoan</em> di Nagari Ladang Panjang Barat Kecamatan Tigo Nagari dilihat dari pandangan <em>maqasyid syari’ah. </em>Penelitian ini merupakan penelitian lapangan <em>(field research)</em> yang bersifat kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung di lapangan dan wawancara dengan informan, penelitian yang terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, ninik mamak, dan masyarakat setempat selaku sumber data primer. Sedangkan sumber data sekunder yang penulis gunakan dalam hal ini berupa buku, jurnal serta literatur yang berhubungan dengan penelitian, lalu melakukan teknik analisis data dengan telaah data, reduksi data, penyusunan satuan, kategorisasi dan penafsiran data. Berdasarkan hasil penelitian terhadap Tradisi <em>Mambaliakkan Pambawoan</em> dalam <em>walimatul ursy</em> di Nagari Ladang Panjang Barat, Kecamatan Tigo Nagari, adalah membalas sumbangan pada pesta pernikahan merupakan suatu bentuk tradisi gotong royong dalam masyarakat Minangkabau di Nagari Ladang Panjang Barat. Tujuan tradisi ini membantu meringankan beban ekonomi keluarga yang mengadakan hajatan atau modal hajatan pernikahan, dan juga sabagai sarana dalam mendapatkan keuntungan ekonomi. dalam perspektif <em>Maqashid Syariah,</em> Tradisi <em>mambaliakkan pambawoan </em>merupakan praktik yang mengandung banyak kemaslahatan dan sejalan dengan hukum Islam bahwa tradisi ini <em>urf shohih</em>, yang mendukung nilai-nilai agama seperti (adanya saling membantu, nilai-nilai gotong royong, menjaga silaturahmi), mendapatkan keuntungan ekonomi serta perputaran harta yang bermanfaat dalam Masyarakat Nagari Ladang Panjang Barat.</p> <p><em>This thesis is titled “The Tradition of Mambaliakkan Pambawoan Walimatul 'Ursy in the Community of Nagari Ladang Panjang Barat, Tigo Nagari District, from the Perspective of Maqasyid Syari'ah,” written by Satrio Rinaldi, with student ID number 1121081, Islamic Family Law Program (Ahwal Syakhshiyyah) Faculty of Sharia, State Islamic University (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. This thesis is motivated by the tradition of mambaliakkan pambawoan at weddings in Nagari Ladang Panjang Barat, because in Islamic law there is no argument or command to bring pambawoan or donations and return them. The purpose of this study is to understand how the tradition of mambaliakkan pambawoan is practiced in Nagari Ladang Panjang Barat, Tigo Nagari District, from the perspective of maqasyid syari'ah. Based on research into the Mambaliakkan Pambawoan tradition in walimatul ursy in Nagari Ladang Panjang Barat, Tigo Nagari District, repaying contributions at wedding parties is a form of mutual cooperation tradition in the Minangkabau community in Nagari Ladang Panjang Barat, where everyone invited to the walimah ursy event brings contributions in the form of cloth, money, gifts, gold, goods, or other forms of assistance as a manifestation of social solidarity. The purpose of this tradition is to help alleviate the economic burden on the family hosting the wedding or wedding ceremony, as well as to serve as a means of obtaining economic benefits. From the perspective of Maqashid Syariah, the mambaliakkan pambawoan tradition is a practice that contains many benefits and aligns with Islamic law, as it is a valid custom (urf shohih) that supports religious values such as mutual assistance, cooperative values, maintaining social ties, economic benefits, and the beneficial circulation of wealth within the community of Nagari Ladang Panjang Barat.</em></p> Satrio Rinaldi Raymond Dantes Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4 HUBUNGAN SUPERVISI KEPALA RUANGAN DENGAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RS TK. II R.W. MONGISIDI TELING MANADO https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21254 <p>Dokumentasi asuhan keperawatan adalah bukti tertulis dari seluruh proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Ketidaklengkapan dokumentasi dapat berdampak pada menurunnya mutu pelayanan serta resiko hukum bagi perawat. Pelaksanaan supervisi yang tidak optimal dapat mempengaruhi kepatuhan perawat dalam melakukan pendokumentasian sesuai standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Hubungan Supervisi Kepala Ruangan Dengan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RS Tk. II R.W. Mongisidi Teling Manado. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 80 perawat dengan sampel 44 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner supervisi kepala ruangan dan kuesioner pendokumentasian asuhan keperawatan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α ≤ 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa supervisi kepala ruangan baik dengan pendokumentasian asuhan keperawatan lengkap berjumlah 36 responden (81,8%), sedangkan supervisi kepala ruangan kurang baik dengan pendokumetasian asuhan keperawatan kurang lengkap berjumlah 7 responden (9,1%).Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan hasil nilai p value = 0,01. Kesimpulan pada penelitian ini semakin baik pelaksanaan supervisi kepala ruangan, maka semakin lengkap pendokumentasian asuhan keperawatan. Disarankan agar rumah sakit meningkatkan pelaksanaan supervisi secara terstruktur dan berkelanjutan, serta kepala ruangan memberikan pembinaan dan evaluasi rutin untuk meningkatkan kepatuhan perawat dalam pendokumentasian sesuai standar.</p> <p><em>Background: Nursing care documentation is the written evidence of the entire nursing process, including assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Incomplete documentation may reduce the quality of care and pose legal risks for nurses. Suboptimal supervision can affect nurses’ compliance with documentation standards. The objective of this research was to analyze the relationship between head nurse supervision and the completeness of nursing care documentation in the inpatient wards of RS Tk. II R.W. Mongisidi Teling Manado. Methods: This study employed a quantitative cross-sectional design. The population consisted of 80 nurses, with a sample of 44 respondents selected using purposive sampling. Data were collected using questionnaires on head nurse supervision and nursing care documentation. Statistical analysis was conducted using the Chi-Square test at a significance level of α ≤ 0.05. Results: The findings showed that 36 respondents (81.8%) reported good head nurse supervision with complete nursing documentation, while 7 respondents (9.1%) reported poor supervision with incomplete documentation. Chi-Square analysis yielded a ρ-value of 0.01, indicating a significant relationship between head nurse supervision and documentation completeness. Conclusion: The study concludes that better head nurse supervision is associated with more complete nursing care documentation. Hospitals are advised to strengthen structured and continuous supervision, with head nurses providing regular guidance and evaluation to improve nurses’ compliance with documentation standards.</em></p> Irma M. Yahya Aprilia Kesumaningrum Silvia D. Mayasari Riu Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-04-29 2026-04-29 10 4