Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt id-ID Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu URGENSI ETIKA PROFESI HUKUM DALAM PENEGAKAN KEADILAN: ANALISIS TERHADAP INTEGRITAS DAN TANGGUNG JAWAB MORAL APARAT PENEGAK HUKUM DI INDONESIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21878 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi etika profesi hukum dalam penegakan keadilan melalui kajian terhadap integritas dan tanggung jawab moral aparat penegak hukum di Indonesia. Etika profesi hukum memiliki peranan penting dalam menjaga profesionalisme, independensi, serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegakan hukum. Dalam praktiknya, masih ditemukan berbagai pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, seperti hakim, jaksa, advokat, dan aparat kepolisian, yang berdampak pada menurunnya legitimasi hukum dan kepercayaan publik terhadap sistem peradilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual (conceptual approach) dan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Sumber bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan mengkaji norma hukum, teori etika profesi, serta berbagai peraturan yang berkaitan dengan profesi hukum di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika profesi hukum merupakan fondasi utama dalam mewujudkan penegakan hukum yang adil, profesional, dan berintegritas. Kode etik profesi hukum berfungsi sebagai pedoman moral dan alat kontrol sosial untuk mencegah penyalahgunaan kewenangan serta menjaga martabat profesi hukum. Selain itu, perkembangan teknologi digital dan globalisasi turut menghadirkan tantangan baru dalam penerapan etika profesi hukum sehingga diperlukan penguatan pengawasan etik, pendidikan moral profesi, serta reformasi budaya hukum yang berbasis integritas dan tanggung jawab moral. Dengan demikian, penguatan etika profesi hukum menjadi langkah penting dalam membangun sistem penegakan hukum yang berkeadilan dan dipercaya masyarakat.</p> <p><em>This study aims to analyze the urgency of legal professional ethics in the enforcement of justice through an examination of the integrity and moral responsibility of law enforcement officials in Indonesia. Legal professional ethics play an important role in maintaining professionalism, independence, and public trust in law enforcement institutions. In practice, various violations of the code of ethics are still committed by law enforcement officials, such as judges, prosecutors, advocates, and police officers, which have an impact on the decline of legal legitimacy and public trust in the judicial system. This study uses a normative legal research method with a conceptual approach and a statutory approach. The legal materials consist of primary, secondary, and tertiary legal materials obtained through library research. The analysis was conducted qualitatively by examining legal norms, theories of professional ethics, and various regulations related to legal professions in Indonesia. The results of the study indicate that legal professional ethics are the main foundation in realizing fair, professional, and integrity-based law enforcement. The code of ethics for legal professions functions as a moral guideline and a social control instrument to prevent abuse of authority and maintain the dignity of the legal profession. In addition, the development of digital technology and globalization has also created new challenges in the implementation of legal professional ethics, thus requiring the strengthening of ethical supervision, professional moral education, and legal culture reform based on integrity and moral responsibility. Therefore, strengthening legal professional ethics is an important step in building a justice-oriented law enforcement system that is trusted by society.</em></p> Alfan Maulana Titi Atiyatul Alawiyah Dedi Agustin Achmad Ridwan Hamdihi Firman Adi Candra Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PEMANFAATAN NASI SISA SEBAGAI BAHAN DASAR TTEOKBOKKI: INOVASI PRODUK SIAP JUAL BERBASIS KONSEP ZERO WASTE PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22238 <p>Pemborosan pangan merupakan permasalahan serius yang berdampak pada dimensi lingkungan, ekonomi, dan ketahanan pangan. Indonesia menjadi salah satu penyumbang food waste terbesar di kawasan ASEAN, dengan estimasi timbulan sampah makanan mencapai 55 kg per kapita per tahun, dan sekitar 80% di antaranya bersumber dari rumah tangga. Nasi sisa merupakan salah satu komponen utama dalam timbulan limbah makanan rumah tangga tersebut. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi pemanfaatan nasi sisa sebagai bahan dasar tteokbokki sebagai wujud implementasi konsep zero waste dalam inovasi kuliner. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan memanfaatkan nasi matang sisa yang telah mengalami retrogradasi pati, di mana rantai amilosa dan amilopektin membentuk struktur kristalin yang lebih teratur sehingga menghasilkan tekstur lebih padat dan kurang lengket karakteristik yang menguntungkan dalam pembentukan adonan kue beras. Retrogradasi pati juga terbukti meningkatkan kandungan resistant starch serta memperbaiki sifat reologi produk. Hasil menunjukkan bahwa ukuran pori yang lebih kecil pada adonan menghasilkan tekstur lebih kenyal dengan penilaian organoleptik yang lebih tinggi secara statistik. Pemanfaatan kembali sisa makanan yang layak konsumsi terbukti efektif mengurangi timbulan limbah sekaligus mendorong pola makan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nasi sisa berpotensi signifikan sebagai bahan dasar tteokbokki melalui pendekatan zero waste, sekaligus menawarkan solusi praktis atas permasalahan pemborosan pangan di tingkat rumah tangga di Indonesia.</p> <p><em>Food waste is a serious problem that impacts the environment, the economy, and food security. Indonesia is one of the largest contributors to food waste in the ASEAN region, with an estimated 55 kg of food waste generated per capita per year, and approximately 80% of that coming from households. Leftover rice is one of the main components of this household food waste. This study aims to explore the potential use of leftover rice as a base ingredient for tteokbokki as a form of applying the zero-waste concept in culinary innovation. This study employs an experimental approach utilizing cooked rice leftovers that have undergone starch retrogradation, where the amylose and amylopectin chains form a more ordered crystalline structure, resulting in a denser texture and reduced stickiness characteristics advantageous for forming rice cake dough. Starch retrogradation has also been shown to increase resistant starch content and improve the product’s rheological properties. The results indicate that smaller pore sizes in the dough produce a chewier texture with statistically higher organoleptic scores. The reuse of edible food scraps has proven effective in reducing waste production while promoting sustainable eating habits. This study concludes that rice leftovers have significant potential as a base ingredient for tteokbokki through a zero-waste approach, while offering a practical solution to the problem of food waste at the household level in Indonesia.</em></p> Annisa Putri Nurul Aini Citra Aprilia Tri Lestari Mutia Khaira Manty Syahira Hanin Hanifa Suci Sundusiah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 RESOLUSI KONFLIK AGRARIA DI PULAU TIMOR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21452 <p>Penelitian ini berjudul Resolusi Konflik Agraria Di Pulau Timor Studi Kasus Di Desa Linamnutu Kabupaten Timor Tengah Selatan. Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah Bagaimana resolusi konflik agraria yang terjadi antara masyarakat adat yang hidup dalam kawasan hutan adat Pubabu dengan Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Peneliti menggunakan teori resolusi konflik agraria untuk memecahkan masalah penelitian. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data primer berupa informan, sedangkan data sekunder berupa dokumen terkait variabel penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). <strong>Aspek mediasi</strong>, penyelesaian konflik agraria di Besipae telah dilakukan melalui penetapan mediator dari unsur tokoh adat yang dipercaya dan memahami nilai serta sejarah tanah adat, serta melalui penawaran berbagai alternatif solusi oleh pemerintah, namun belum sepenuhnya diterima karena belum menyentuh tuntutan utama masyarakat yaitu pengakuan hak atas tanah ulayat. (2) <strong>Aspek negosiasi</strong>, upaya mencapai kompromi damai masih mengalami hambatan akibat perbedaan dasar klaim antara pemerintah yang berlandaskan hukum formal dan masyarakat yang berpegang pada sejarah penguasaan adat, meskipun proses negosiasi telah melibatkan berbagai pihak. Oleh karena itu, penyelesaian konflik memerlukan pendekatan yang lebih inklusif, partisipatif, dan mampu mengintegrasikan hukum formal dengan pengakuan terhadap nilai serta hak masyarakat adat agar tercapai kesepakatan yang adil dan berkelanjutan. Berdasarkan hasil analisis diatas, penulis menyimpulkan bahwa proses penyelesaian konflik agraria di wilayah Pubabu–Besipae telah dilakukan melalui dua pendekatan utama, yaitu aspek mediasi dan aspek negosiasi</p> <p><em>This research is entitled Agrarian Conflict Resolution in Timor Island: A Case Study in Linamnutu Village, South Central Timor Regency. The research question addressed in this thesis is: How is agrarian conflict resolved between the indigenous community living within the Pubabu customary forest area and the Regional Government of East Nusa Tenggara Province? The researcher employs agrarian conflict resolution theory to address the research problem. This study uses a descriptive qualitative method. Primary data sources consist of informants, while secondary data consist of documents related to the research variables. Data collection techniques include interviews, observation, and documentation. Data analysis was conducted through reduction, data presentation, conclusion drawing, and descriptive qualitative analysis. The findings indicate that: (1) Regarding the mediation aspect, the resolution of the agrarian conflict in Besipae has been carried out through the appointment of mediators drawn from customary leaders who are trusted and knowledgeable about the values and history of customary land, as well as through the government's offer of various alternative solutions; however, these efforts have not been fully accepted, as they have yet to address the community's primary demand, namely the recognition of their communal land rights. (2) Regarding the negotiation aspect, efforts to reach a peaceful compromise continue to face obstacles due to the fundamental differences in claims between the government, which is grounded in formal law, and the community, which adheres to the history of customary tenure, despite the negotiation process having involved multiple parties. Therefore, conflict resolution requires a more inclusive and participatory approach that is capable of integrating formal law with the recognition of indigenous community values and rights, in order to achieve a fair and sustainable agreement. Based on the analysis above, the author concludes that the agrarian conflict resolution process in the Pubabu–Besipae area has been carried out through two main approaches, namely the mediation aspect and the negotiation aspect.</em></p> Ohad Yohanis Tanesab Rodriques Servatius Veronika Ina Assan Boro Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PENERAPAN TERAPI MUSIK LANGGAM JAWA PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSA RISIKO PERILAKU KEKERASAN (RPK) DI RUANG LARASATI DI RSJD DR. ARIF ZAINUDIN SURAKARTA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21962 <p>Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang sering disertai perilaku agresif seperti Risiko Perilaku Kekerasan (RPK) dan berdampak pada fungsi sosial pasien. Penanganan tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga melalui pendekatan nonfarmakologis seperti terapi musik. Terapi musik langgam Jawa memiliki karakteristik irama lembut dan tempo lambat yang memberikan efek relaksasi serta membantu mengontrol emosi pasien.. Tujuan: Mengetahui efektivitas terapi musik langgam Jawa dalam menurunkan Risiko Perilaku Kekerasan (RPK) pada pasien gangguan jiwa. Metode: Studi kasus deskriptif dengan pendekatan pre-test dan post-test pada dua responden di Bangsal Larasati RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta menggunakan skala RUFA selama tiga hari. Hasil: Terjadi perbaikanskor Risiko Perilaku Kekerasan pada kedua responden dari kategori sedang menjadi ringan. Skor responden pertama menurun dari 13 menjadi 6, dan responden kedua dari 17 menjadi 7. Kesimpulan: Terapi musik langgam Jawa efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan Risiko Perilaku Kekerasan (RPK) pada pasien gangguan jiwa.</p> <p><em>Background: Schizophrenia is a chronic mental disorder often accompanied by aggressive behavior such as Risk of Violent Behavior (RVB) and has an impact on patients' social functioning. Management is not only carried out pharmacologically but also through non-pharmacological approaches such as music therapy. Javanese langgam music therapy is characterized by soft rhythms and slow tempo, providing a relaxation effect and helping to control patients' emotions. Objective: To determine the effectiveness of Javanese langgam music therapy in reducing the Risk of Violent Behavior (RVB) in patients with mental disorders.Methods: This study used a descriptive case study design with a pre-test and post-test approach on two respondents in the Larasati Ward at RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta using the RUFA scale for three days. Results: There was a decrease in the Risk of Violent Behavior scores in both respondents from moderate to mild categories. The first respondent's score decreased from 13 to 6, and the second respondent's score decreased from 17 to 7. Conclusion: Javanese langgam music therapy is effective as a non-pharmacological intervention in reducing the Risk of Violent Behavior (RVB) in patients with mental disorders.</em></p> Dinda Putri Rachmawati Norman Wijaya Gati Suyatno Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PENERAPAN KOMPRES DINGIN NACL 0,9% UNTUK MENURUNKAN SKALA EDEMA PERIORBITAL PADA PASIEN POST CRANIOTOMY DI RUANG ICU CEMPAKA ANGGOTA 3 RUMAH SAKIT DR. MOEWARDI PROVINSI JAWA TENGAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22352 <p>Latar Belakang; Edema periorbital sering terjadi pada pasien post craniotomy sebagai akibat dari respon inflamasi setelah tindakan pembedahan. Kondisi ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan serta menghambat proses pemantauan neurologis, khususnya dalam pemeriksaan pupil. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman, sederhana, dan efektif, salah satunya adalah kompres dingin NaCl 0,9%. Tujuan; Mengetahui perkembangan skala edema periorbital pada dua responden pasien post craniotomy sebelum dan sesudah diberikan kompres dingin NaCl 0,9%. Metode; Penerapan ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada dua pasien post craniotomy dengan edema periorbital di ruang ICU. Intervensi berupa kompres dingin NaCl 0,9% diberikan selama 3 hari dengan durasi 15 menit setiap 8 jam, kemudian dilakukan pengukuran skala edema periorbital sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen Periorbital Sequelae Grading. Hasil; Sebelum dilakukan intervensi, edema periorbital pada kedua responden berada pada tingkat sedang hingga sangat berat. Setelah diberikan kompres dingin NaCl 0,9%, terjadi penurunan edema hingga menjadi ringan. Hasil ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi setelah intervensi diberikan. Kesimpulan; Kompres dingin NaCl 0,9% efektif dalam menurunkan edema periorbital pada pasien post craniotomy dan dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis.</p> <p><em>Background; Periorbital edema frequently occurs in post-craniotomy patients as a result of the inflammatory response following surgery. This condition can cause discomfort and hinder the neurological monitoring process, particularly during pupil examination. Therefore, a safe, simple, and effective nonpharmacological intervention is needed, one of which is a NaCl 0.9% cold compress. Objective; To determine the development of the periorbital edema scale in two patients post craniotomy before and after being given a NaCl 0,9% cold compress. Methods; This study employed a descriptive case study design involving two post-craniotomy patients with periorbital edema in the ICU. The intervention consisted of NaCl 0.9 % cold compresses administered for three days with duration 15 minute every 8 hours, followed by measurement of the periorbital edema scale before and after the intervention using the Periorbital Sequelae Grading instrument. Results; Before the intervention, periorbital edema in both patients was at a moderate to very severe level. After the application of NaCl 0.9% cold compresses, the edema decreased to a mild level. These results indicate an improvement in condition following the intervention. Conclusion; NaCl 0.9% cold compresses are effective in reducing periorbital edema in post-craniotomy patients and can be used as one of the nonpharmacological nursing interventions.</em></p> Uun Listiani Hermawati Isti Wulandari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PERSPEKTIF PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR TERHADAP PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLGENCE (AI) DALAM PROSES PEMBELAJARAN TAHUN 2026 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21870 <p>Perkembangan teknologi digital pada tahun 2026 membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk pada jenjang Sekolah Dasar (SD). Salah satu inovasi yang paling berpengaruh adalah Artificial Intelligence (AI) yang mulai diterapkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif pendidikan sekolah dasar terhadap penggunaan AI dalam proses pembelajaran tahun 2026, manfaat yang ditimbulkan, tantangan implementasi, serta strategi penerapan yang tepat pada pendidikan dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui jurnal nasional dan internasional, buku pendidikan, artikel ilmiah, serta kebijakan pemerintah terkait transformasi digital pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memberikan dampak positif berupa peningkatan efektivitas pembelajaran, personalisasi materi belajar, peningkatan kreativitas siswa, dan efisiensi kerja guru. Namun demikian, penggunaan AI juga menimbulkan tantangan seperti ketergantungan teknologi, kesenjangan digital, menurunnya interaksi sosial, serta kurangnya kesiapan guru dan sekolah dalam mengintegrasikan teknologi AI secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara guru, sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam mengembangkan penggunaan AI yang bijak, aman, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar.</p> <p><em>The development of digital technology in 2026 will bring significant changes to the world of education, including at the elementary school level. One of the most influential innovations is Artificial Intelligence (AI), which is beginning to be implemented in various learning activities. This study aims to analyze the perspectives of elementary school education on the use of AI in the learning process in 2026, its benefits, implementation challenges, and appropriate implementation strategies in elementary education. The research method used is a literature review with a descriptive qualitative approach. Data was obtained from national and international journals, educational books, scientific articles, and government policies related to the digital transformation of education. The results show that AI has a positive impact in the form of increased learning effectiveness, personalized learning materials, enhanced student creativity, and teacher work efficiency. However, the use of AI also poses challenges such as technology dependency, the digital divide, decreased social interaction, and a lack of teacher and school readiness to optimally integrate AI technology. Therefore, collaboration between teachers, schools, parents, and the government is needed to develop the wise, safe, and appropriate use of AI for elementary school students.</em></p> Mangasi Malatua Alaris Pasaribu Renni purba Wytrisnawaty Saragih Meliaty Christy Sembiring Bryan Harun Jiwanta Pardosi Christopta purba Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU AKIDAH AHLAK DALAM MEMBINA AKHLAK PESERTA DIDIK DI MADRASAH TSANAWIYAH DARUL HUDA KECAMATAN BUAY PEMACA KABUPATEN OKU SELATAN TAHUN PELAJARAN 2022/2023 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22177 <p>Kualitas sumber daya manusia sangat erat kaitannya dengan keberhasilan lembaga pendidikan dalam mencetak output (lulusannya) yang berkompeten mempunyai daya tawar dalam masyarakat. Memahami hal tersebut, diperlukan pendidikan yang dapat menghasilkan sumber daya manusia berkemampuan dan berkemauan untuk senantiasa meningkatkan kualitasnya secara terus menerus dan berkesinambungan (qontinous quality improvement). Maka dari itu, kebutuhan akan guru profesional merupakan sebuah tuntutan yang harus dipenuhi dalam rangka meningkatkan kualitas proses pendidikan di sekolah. Ini artinya guru mempunyai peranan penting manakala berkaitan dengan pendidikan sebagai tempat mengembangkan profesinya. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naturalistik yang menunjukkan bahwa pelaksanaan penelitian terjadi secara alamiah, apa adanya, dalam situasi normal yang tidak dimanipulasi keadaan dan kondisinya, menekankan pada deskripsi secara alami. Pengambilan data atau penjaringan fenomena dilakukan dari keadaan yang sewajarnya yang dikenal dengan sebutan ”pengambilan secara alami dan natural”. Dengan sifatnya ini maka peneliti dituntut terlibat secara langsung di lapangan dengan melihat bagaimana profesionalitas guru pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.</p> Muhammad Nurhadi Tamyis Abdul Roni Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 STRATEGI GURU DALAM PEMANFAATAN VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK OPTIMALISASI KONSENTRASI BELAJAR SISWA IPS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21909 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam memanfaatkan video pembelajaran guna mengoptimalkan konsentrasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII di MTsN 8 Blitar. Rendahnya konsentrasi siswa akibat metode ceramah yang monoton menjadi latar belakang utama penelitian ini. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan guru IPS, waka kurikulum, dan siswa, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi tiga tahap secara sistematis: tahap pra-pemutaran (pre-viewing) dengan penyampaian tujuan, pembagian LKPD, dan pertanyaan pemantik; tahap saat pemutaran (while-viewing) melalui pemilihan video durasi 5-8 menit, jeda strategis (pause), dan pemantauan aktif; serta tahap pasca-pemutaran (post-viewing) melalui diskusi, refleksi, dan evaluasi formatif. Strategi tersebut berdampak positif terhadap konsentrasi siswa, ditunjukkan dengan 93,75% siswa fokus pada layar, 87,5% terlibat aktif mencatat, serta peningkatan pemahaman mencapai 85%. Faktor pendukung meliputi kualitas video dan antusiasme siswa, sementara faktor penghambat adalah keterbatasan waktu dan sarana LCD. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi terstruktur dalam pemanfaatan video pembelajaran efektif untuk mengoptimalkan konsentrasi belajar IPS siswa MTs.</p> <p><em>This study aims to analyze teacher strategies in utilizing learning videos to optimize student learning concentration in social studies subjects for class VII at MTsN 8 Blitar. The low student concentration due to monotonous lecture methods was the main background of this research. A qualitative approach with a case study type was employed. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with social studies teachers, the curriculum deputy, and students, as well as documentation. The results showed that the teacher implemented a systematic three-stage strategy: the pre-viewing stage (conveying objectives, distributing worksheets, and providing provocative questions); the while-viewing stage (selecting videos of 5-8 minutes duration, strategic pauses, and active monitoring); and the post-viewing stage (discussions, reflection, and formative evaluation). This strategy had a positive impact on student concentration, evidenced by 93.75% of students focusing on the screen, 87.5% actively taking notes, and an increase in understanding reaching 85%. Supporting factors include video quality and student enthusiasm, while inhibiting factors are time and LCD facility limitations. This study concludes that a structured strategy in utilizing learning videos is effective in optimizing the concentration of junior high school students in learning social studies.</em></p> Satria Raihan Anwar Dita Hendriani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 ANALISIS PENGARUH HARGA BERAS NASIONAL DAN UMP TERHADAP KONSUMSI BERAS DI SUMATERA UTARA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22350 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga beras dan pendapatan masyarakat yang diukur melalui Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap konsumsi beras di Sumatera Utara periode 2010–2025. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sumber literatur lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga beras dan UMP mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sedangkan konsumsi beras masyarakat cenderung mengalami penurunan. Kenaikan harga beras memengaruhi daya beli masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah. Sementara itu, peningkatan UMP membantu mempertahankan kemampuan konsumsi masyarakat, meskipun belum sepenuhnya mampu mengimbangi inflasi pangan dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Penurunan konsumsi beras juga dipengaruhi oleh perubahan pola konsumsi, diversifikasi pangan, dan perubahan gaya hidup masyarakat. Secara keseluruhan, harga beras dan pendapatan masyarakat memiliki pengaruh terhadap konsumsi beras di Sumatera Utara.</p> <p><em>This study aims to analyze the effect of rice prices and community income measured through the Provincial Minimum Wage (UMP) on rice consumption in North Sumatra during the 2010–2025 period. The study used a library research method with a quantitative descriptive approach. The data used were secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) and other supporting literature. The results showed that rice prices and the Provincial Minimum Wage increased from year to year, while rice consumption tended to decline. Rising rice prices affected people's purchasing power, especially low-income communities. Meanwhile, the increase in UMP helped maintain the community’s consumption ability, although it was not fully able to offset food inflation and rising prices of basic necessities. The decline in rice consumption was also influenced by changes in consumption patterns, food diversification, and lifestyle changes. Overall, rice prices and community income have an influence on rice consumption in North Sumatra.</em></p> Jekonia Tamba Natasya Rosalina Ronaulika Simanjuntak Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 ANALISIS EKOLOGIS ANTARA TANAMAN KELAPA SAWIT DAN GULMA PAKU-PAKUAN DI LAHAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21860 <p>Kelapa sawit Elaeis guineensis Jacq. merupakan komoditas strategis yang berperan besar terhadap perekonomian nasional melalui kontribusi devisa, penyediaan lapangan kerja, dan pengembangan wilayah pedesaan. Produktivitas tanaman dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan tumbuh, serta pengelolaan budidaya, termasuk pengendalian gulma. Selain kelompok rumput, teki, dan daun lebar, gulma paku-pakuan banyak ditemukan di perkebunan kelapa sawit, terutama pada lahan lembap, tanah bereaksi asam, lahan gambut, dan areal dengan intensitas cahaya sedang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan ekologis antara tanaman kelapa sawit dan gulma paku-pakuan melalui kajian pustaka dari berbagai jurnal nasional dan internasional bereputasi. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa jenis paku yang umum dijumpai antara lain Nephrolepis biserrata, Dicranopteris linearis, Stenochlaena palustris, Lygodium microphyllum, dan Pteridium aquilinum. Pada populasi tinggi, gulma paku berpotensi menurunkan pertumbuhan tanaman muda melalui kompetisi unsur hara, air, cahaya, dan ruang tumbuh serta menghambat operasional kebun. Namun pada populasi terkendali, vegetasi tersebut dapat berfungsi sebagai penutup tanah alami yang membantu konservasi tanah, menjaga kelembapan, dan menambah bahan organik. Strategi pengelolaan terbaik adalah pengendalian gulma terpadu berbasis ekologi melalui pemetaan vegetasi, pengendalian selektif, dan pemeliharaan spesies penutup tanah yang bermanfaat.</p> Nurdiansyah Algar Tegar Haidar Rizky Meydinata Yulius Zefanya Edi Sastra Ginting Tri Lanang Aulia Maulana Hasbi Asidiqi Purba Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PENGARUH JUMLAH PELANGGAN DAN DISTRIBUSI ENERGI LISTRIK TERHADAP PENDAPATAN PT PLN (PERSERO) TAHUN 2004–2024 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22143 <p>Sektor ketenagalistrikan di Indonesia memiliki struktur pasar monopoli yang ditandai dengan dominasi PT PLN (Persero) sebagai penyedia utama layanan listrik bagi masyarakat. Dalam pasar monopoli, jumlah konsumen dan distribusi output produksi menjadi indikator penting yang dapat memengaruhi pendapatan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah pelanggan listrik dan distribusi energi listrik terhadap pendapatan PT PLN (Persero) periode 2004–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan PT PLN (Persero). Variabel yang dianalisis terdiri atas jumlah pelanggan listrik sebagai variabel independen (X1), distribusi energi listrik sebagai variabel independen (X2), dan pendapatan perusahaan sebagai variabel dependen (Y). Analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif yang didukung oleh tabel dan grafik untuk melihat perkembangan serta hubungan antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pelanggan, distribusi energi listrik, dan pendapatan perusahaan mengalami peningkatan yang relatif konsisten selama periode pengamatan. Peningkatan kebutuhan listrik masyarakat serta perluasan distribusi energi listrik memberikan kontribusi positif terhadap kenaikan pendapatan PT PLN (Persero). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pertumbuhan pelanggan listrik dan peningkatan distribusi energi listrik memiliki peranan penting dalam memperkuat kinerja pendapatan PT PLN (Persero) dalam struktur pasar monopoli ketenagalistrikan di Indonesia.</p> <p><em>The electricity sector in Indonesia is characterized by a monopoly market structure in which PT PLN (Persero) acts as the primary provider of electricity services for the community. In a monopoly market, the number of consumers and the distribution of production output become important indicators that may influence company revenue. This study aims to analyze the effect of the number of electricity customers and the distribution of electrical energy on the revenue of PT PLN (Persero) during the period 2004–2024. The research employed a quantitative descriptive approach using secondary time series data obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS) and PT PLN (Persero). The variables analyzed include the number of electricity customers as the independent variable (X1), distributed electrical energy as the independent variable (X2), and company revenue as the dependent variable (Y). Data analysis was conducted through descriptive analysis supported by tables and graphs to identify trends and relationships among variables. The findings indicate that the number of customers, distributed electrical energy, and company revenue consistently increased throughout the observation period. The growth in electricity demand and expansion of distribution services contributed positively to the increase in PLN’s revenue. The study concludes that the expansion of electricity consumers and the increase in distributed electrical energy have an important role in strengthening the revenue performance of PT PLN (Persero) within Indonesia’s monopoly electricity market structure.</em></p> Arin Acha Uliarta Sinurat Dian Icha Uliarta Sinurat Gina Virginatha Br Sinuhaji Fitrawaty Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PERAN RUMAH SEBAGAI BASIS PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI ERA DIGITAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21903 <p style="margin: 0in; text-align: justify;"><span lang="EN-ID" style="font-size: 11.0pt;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran rumah sebagai basis pendidikan Islam dalam pembentukan karakter anak di era digital. Pendidikan Islam merupakan proses pembinaan yang mencakup aspek akidah, ibadah, dan akhlak dalam membentuk kepribadian anak secara menyeluruh. Di sisi lain, era digital ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi yang berdampak pada perubahan pola perilaku, interaksi sosial, serta cara belajar anak (Ajusman &amp; Asman, 2024). Kondisi ini menuntut peran aktif keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama dalam membentuk karakter anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yaitu dengan mengkaji berbagai literatur berupa buku dan jurnal ilmiah terbaru yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif-kualitatif dengan menekankan pada interpretasi dan sintesis konsep (Creswell, 2014). <strong><span style="font-weight: normal;">Hasil penelitian menegaskan bahwa rumah tidak hanya berfungsi sebagai lingkungan pendidikan awal, tetapi sebagai pusat kontrol nilai (value control center) yang menentukan arah pembentukan karakter anak di era digital. Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas pendidikan karakter berbasis keluarga sangat ditentukan oleh integrasi sistematis antara pendekatan preventif dan represif yang tidak berjalan secara parsial, melainkan saling melengkapi dalam membentuk kesadaran internal sekaligus kontrol eksternal pada diri anak. Selain itu, ditemukan bahwa kegagalan pendidikan karakter di era digital umumnya disebabkan oleh ketidakseimbangan kedua pendekatan tersebut serta lemahnya adaptasi orang tua terhadap dinamika teknologi.</span></strong> <strong><span style="font-weight: normal;">Kontribusi penelitian ini terletak pada perumusan kerangka konseptual pendidikan keluarga berbasis Islam yang integratif dan kontekstual, dengan menempatkan rumah sebagai pusat internalisasi nilai sekaligus ruang kontrol sosial anak di tengah arus digitalisasi. Penelitian ini juga memberikan implikasi praktis berupa penguatan peran orang tua dalam mengembangkan pola Islamic parenting yang adaptif, tidak hanya berorientasi pada penanaman nilai, tetapi juga pada pengelolaan perilaku digital anak secara terarah dan berkelanjutan.</span></strong> Dengan demikian, rumah sebagai basis pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak agar mampu menghadapi tantangan era digital tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman.</span></p> Eni Nopia Adelia Putri Pratiwi Angger Wahyu Pratama Dwi Nova Anggraini Ahmad Ghozan Imam Nur Ashari Novendra Adam Maral Rizki Rahmadani Shinta Ayu Tambat Aditama Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 EXPLORING CONSTRUCTIVE ALIGNMENT BETWEEN LEARNING OUTCOMES AND ENGLISH ASSESSMENT PRACTICES UNDER THE MERDEKA CURRICULUM: A QUALITATIVE CASE STUDY IN PEKANBARU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22337 <p><em>This qualitative case study investigates constructive alignment between stated English language learning outcomes and assessment practices in three public junior secondary schools (SMP Negeri) in Pekanbaru, Riau, under Indonesia's Merdeka Curriculum framework. Grounded in Biggs and Tang's (2007) constructive alignment theory, the study draws on document analysis of teacher-designed Modul Ajar and assessment instruments, non-participant classroom observations, and semi-structured interviews with eight English teachers. Thematic analysis of the data reveals predominantly partial alignment: while learning outcomes are frequently articulated at higher-order cognitive levels, corresponding assessment tasks disproportionately target recall and lower-order comprehension. Classroom instructional activities often demonstrate richer alignment with intended outcomes than do the formal assessment instruments that follow. Facilitating factors include participation in school-based professional learning communities and structured in-house training (IHT), while hindering factors include limited assessment literacy, time constraints, and insufficient curriculum implementation guidance. The findings contribute to growing scholarship on Merdeka Curriculum implementation and offer implications for EFL assessment design, teacher professional development, and curriculum policy in Indonesian secondary education.</em></p> Ade Aulia Mutiara Munawaroh Nur Aisyah Zulkifli Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PENERAPAN TERAPI GUIDED IMAGERY TERHADAP PERUBAHAN SKALA NYERI POST SECTIO CAESAREA DI BANGSAL CEMPAKA RSUD DR. SOEHADI PRIJONEGORO SRAGEN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21699 <p>Latar Belakang: Persalinan Sectio Caesarea adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk melahirkan bayi melalui sayatan yang dibuat di perut dan rahim ibu yang menimbulkan munculnya keluhan nyeri. Nyeri post sectio caesarea dapat memperlambat proses pemulihan. Terapi guided imagery merupakan terapi nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri. Tujuan: Mengetahui hasil dari penerapan terapi guided imagery terhadap perubahan skala nyeri post sectio caesaea di Bangsal Cempaka RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Metode: Menggunakan metode studi kasus dengan quasy eksperimental dengan one group pre-post test design. Subjek penelitin merupakan 2 ibu post sectio caesarea yang memenuhi kriteria inklusi. Terapi guided imagery dilakukan selama 2 hari dimana penerapan dilakukan 1 kali/hari selama ±15 menit. Hasil: Terdapat perubahan skala nyeri pada kedua responden setelah dilakukan terapi guided imagery. Pada hari ke-1 skala nyeri responden pertama dan kedua mengalami penurunan yang sama dari skala 6 menjadi 5. Hari ke-2 skala nyeri responden pertama mengalami penurunan dari 5 menjadi 3 dan responden kedua dari skala 5 menjadi 2. Kesimpulan: Terapi guided imagery dapat menurunkan nyeri pada pasien post sectio caesarea.</p> <p><em>Background: Cesarean section is a surgical procedure performed to deliver a baby through an incision made in the mother's abdomen and uterus, which can cause postoperative. Post cesarean section pain may slow down the recovery process. Guided imagery therapy is nonpharmacological intervention that can be reduce pain. Objective: the results of the application of guided imagery therapy on changes in pain scale among post cesarean section patients in the Cempaka Ward Dr. Soehadi Prijonegoro Hospital, Sragen. Methods: Used case study method with quasy experimental one-group pre posttest design. The subjects were 2 post cesarean section mothers who met the inclusion criteria. Guided imagery therapy was conducted for 2 consecutive days, with 1 session/day ± 15 minutes. Results: There was a change in the pain scale in both respondents after the implementation of guided imagery therapy. On the first day, the pain scale of both respondents decreased from scale 6 to 5. On the second day, the pain scale of the first respondent decreased from 5 to 3, while the second respondent experienced decrease from scale 5 to 2. Conclusion: Guided imagery therapy can reduce pain post cesarean section patients. </em></p> Oktaviani Nur Hayati Dyah Rahmawatie Ratna Budi Utami Neny Utami Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DI GEOGRAFI SEBAGAI UPAYA MENGHUBUNGKAN MATERI DENGAN KEHIDUPAN NYATA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22125 <p>Artikel ini bertujuan untuk menganalisis contextual teaching and learning (CTL) sebagai metode untuk menghubungkan konten geografi dengan pengalaman dunia nyata murid. Studi ini berlandaskan pada kebutuhan pendidikan globalisasi, menyoroti pentingnya berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah, serta kesenjangan yang terus-menerus antara pengetahuan akademis dan penerapan praktis di lapangan. Metodologi yang digunakan adalah riset literatur yang memanfaatkan teknik kualitatif deskriptif, yang dicapai melalui analisis literatur yang relevan. Temuan studi memperlihatkan jika CTL memprioritaskan proses pembelajaran yang signifikan melalui keterlibatan aktif murid, yang menggabungkan elemen-elemen penting seperti konstruktivisme, penyelidikan, bertanya, komunitas pembelajaran, pemodelan, refleksi, dan evaluasi yang tulus. Metodologi ini menawarkan manfaat dalam meningkatkan pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, dan penerapan praktis pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari, namun menghadapi berbagai tantangan, termasuk kebutuhan akan peningkatan waktu dan tuntutan peran yang lebih intensif bagi pendidik. Akibatnya, pembelajaran kontekstual dianggap efektif dalam memfasilitasi proses pendidikan geografi yang lebih relevan, menarik, dan dapat diterapkan.</p> <p><em>In order to help students make connections between what they study in geography class and their everyday lives, this article will take a look at contextual learning, also known as contextual teaching and learning (CTL). This research is grounded on the current knowledge gap between classroom theory and real-world practice, as well as the needs of modern education, which place an emphasis on students' ability to think critically, creatively, and problem-solving. A descriptive qualitative literature evaluation based on an examination of pertinent sources is used as the methodology. According to the findings, constructivism, enquiry, questioning, learning communities, modelling, reflection, and genuine assessment are essential tenets of contextual teaching and learning (CTL), which enable students to actively participate in the learning process. While there are benefits to this technique, such as better conceptual comprehension, critical thinking abilities, and knowledge application, there are also obstacles, such the need for more time and a more active participation from instructors. In order to make geography lessons more engaging, relevant, and practical, contextual learning is seen successful.</em></p> Irmawaty Hadi Astin Lukum Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PERAN AL QURAN DAN HADIST DALAM MEINTOLERASI PECINTA LGBT DI INDONESIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22368 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Al-Qur’an dan Hadis dalam membentuk pandangan penolakan terhadap praktik LGBT dalam perspektif Islam serta implikasinya dalam kehidupan sosial di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka terhadap sumber-sumber primer (Al-Qur’an dan Hadis) serta literatur klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, praktik LGBT dipandang tidak sesuai dengan ajaran Islam berdasarkan interpretasi mayoritas ulama. Namun demikian, ajaran Islam tetap menekankan prinsip keadilan, kasih sayang, dan larangan berbuat zalim terhadap individu. Oleh karena itu, penting untuk membedakan antara penolakan terhadap praktik dan perlakuan terhadap individu dalam kehidupan sosial.</p> Eni Nopia Agnes Nabila Putri Hafizah Fikriyah Hanifah Enji Arsah Erni Rahmawati Sigit Yulianto Diah Alvionita Rosadi Buyung Zulhidayat M Galang Aparatama Iskandar Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 CAMPUR KODE DALAM RAPAT SEKAA TRUNA JAYA PARANDHITA BANJAR BANDUNG, DESA GUNAKSA, DAWAN, KLUNGKUNG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21887 <p>Campur kode adalah penggunaan bahasa dari satu bahasa ke bahasa lain yang menghasilkan variasi gaya bahasa dengan memanfaatkan kata, klausa, idiom, sapaan, dan lainnya. Seiring perkembangan zaman, fenomena ini semakin sering muncul di kalangan anak muda, baik di media sosial maupun dalam kegiatan organisasi. Penelitian ini dilakukan pada sekaa truna truni Jaya Parandhita Banjar Bandung, Desa Gunaksa, Dawan, Klungkung. Rapat pengurus dan anggota sekaa truna truni dipilih sebagai lokasi penelitian karena ditemukan banyak penggunaan campur kode dalam komunikasi. Anggota dan pengurus merasa lebih nyaman menggunakan bahasa campuran, sehingga jarang sekali menggunakan bahasa Bali secara penuh dalam rapat. Dalam penelitian ini terdapat tiga rumusan masalah yang diangkat meliputi, Bagaimana bentuk campur kode yang muncul dalam rapat sekaa truna Jaya Parandhita Banjar Bandung, Desa Gunaksa, Dawan, Klungkung? Apa faktor penyebab campur kode yang ditemukan dalam rapat sekaa truna Jaya Parandhita Banjar Bandung, Desa Gunaksa, Dawan, Klungkung? Apa fungsi penggunaan campur kode dalam rapat di lingkungan sekaa truna Jaya Parandhita Banjar Bandung, Desa Gunaksa, Dawan, Klungkung? Teori yang digunakan Adalah teori campur kode, teori sosiolinguistik, dan teori pemertahanan Bahasa. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Kulatiatif dengan jenis penelitian Deskritif Kualitatif. Data diperoleh menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah bentuk campur kode yang muncul adalah bentuk campur kode dalam tataran kata, frasa, dan klausa. Faktor penyebabnya adalah (1) faktor usia, (2) faktor Pendidikan, dan (3) faktor pergaulan. Fungsi dari campur kode adalah (1) fungsi keakraban, (2) fungsi identitas kelompok, dan (3) fungsi praktis.</p> <p><em>Code-switching is the use of elements from one language to another, producing variations in linguistic style through words, clauses, idioms, greetings, and other forms. Along with the development of modern communication, this phenomenon has become increasingly common among young people, both in social media and organizational activities. This study was conducted at Sekaa Truna Truni Jaya Parandhita, Banjar Bandung, Gunaksa Village, Dawan District, Klungkung Regency. Meetings of the youth organization were chosen as the research setting because code-switching was frequently observed in communication. Members and administrators felt more comfortable using mixed language, which resulted in the limited use of Balinese language during formal meetings. This research raises three main questions: What forms of code-switching appear in organizational meetings? What factors cause the occurrence of code-switching? And what functions does code-switching serve in the meetings of Sekaa Truna Truni Jaya Parandhita? The theories applied include code-switching theory, sociolinguistics theory, and language maintenance theory. The study uses a qualitative descriptive approach, with data collected through observation, interviews, documentation, and literature review. The findings show that the forms of code-switching identified include word-level, phrase-level, and clause-level code-switching. The factors causing code-switching are (1) age, (2) education, and (3) social interaction. The functions of code-switching are (1) fostering familiarity, (2) strengthening group identity, and (3) practical communication.</em></p> Ni Kadek Sri Wahyuni I Made Dian Saputra I Putu Suweka Oka Sugiharta Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 TABOO, POWER, AND IDEOLOGY DOMINION: A SOCIOLINGUISTIC READING OF CANNIBALISM DISCOURSE IN SUZANNE COLLINS’ THE BALLAD OF SONGBIRDS AND SNAKES https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22250 <p>Artikel ini mengkaji bagaimana wacana kanibalisme berfungsi sebagai teknologi pembedaan kelas dalam novel The Ballad of Songbirds and Snakes (2020) karya Suzanne Collins. Dengan menggunakan teori sosiolinguistik tentang bahasa tabu, kerangka pascakolonial mengenai antropofagi, dan analisis naratif Labovian, penelitian ini berargumen bahwa pengelolaan verbal Capitol atas kanibalisme pada masa pengepungan secara sistematis mengalihkan stigma moral kepada subjek-subjek Distrik, khususnya para tribute, sambil melindungi warga Capitol dari atribusi yang sama. Penelitian ini menerapkan kerangka analisis wacana untuk mengidentifikasi asimetri evaluatif dalam perlakuan novel terhadap pelanggaran Capitol versus Distrik, dan menunjukkan bagaimana Hunger Games berfungsi sebagai ritual pemurnian yang mengubah pembunuhan anak yang disanksi negara menjadi tontonan kebiadaban Distrik. Temuan mengungkapkan tiga mekanisme yang saling terkait: evaluasi mitigatif atas pelanggaran Capitol, pembingkaian ontologis atas kekerasan Distrik, dan pengalihan rasa bersalah mendasar melalui pertunjukan kebiadaban yang dipaksakan di arena. Mekanisme-mekanisme ini menerangi pola-pola yang lebih luas dalam retorika otoriter dan dominasi berbasis kelas yang melampaui dunia fiksi Panem.</p> <p><em>This article examines how cannibalism discourse functions as a technology of class distinction in Suzanne Collins The Ballad of Songbirds and Snakes (2020). Drawing on sociolinguistic theories of taboo language, postcolonial frameworks of anthropophagy, and Labovian narrative analysis, the study argues that the Capitol’s verbal management of siege-era cannibalism systematically displaces moral stigma onto District subjects, particularly the tributes, while insulating Capitol citizens from the same attribution. The research applies a discourse-analytic framework to identify evaluative asymmetries in the novel’s treatment of Capitol versus District transgression, demonstrating how the Hunger Games function as a purification ritual that transforms state-sanctioned child murder into a spectacle of District savagery. Findings reveal three interlocking mechanisms: mitigating evaluation of Capitol transgression, ontological framing of District violence, and the ritual displacement of foundational guilt onto coerced performances of savagery in the arena. These mechanisms illuminate broader patterns in authoritarian rhetoric and class-based domination that extend beyond the fictional world of Panem.</em></p> Berliani Isabel K. Mohamad Suci Ramadhany Sain Adriansyah Abu Katili Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 ANALISIS INTERAKSI GURU DAN SISWA DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21571 <p>Interaksi antara guru dan siswa merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Namun, dalam praktik di kelas, pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru sehingga keterlibatan siswa belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk interaksi antara guru dan siswa serta dampaknya terhadap keaktifan belajar siswa kelas II sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari satu orang guru dan 25 siswa kelas II sekolah dasar. Data dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk interaksi pembelajaran, yaitu interaksi satu arah, dua arah, dan multi arah. Interaksi satu arah cenderung membuat siswa pasif, sedangkan interaksi dua arah mulai meningkatkan partisipasi siswa meskipun belum merata. Interaksi multi arah melalui diskusi kelompok dan kegiatan kolaboratif terbukti paling efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa. Hal ini terlihat dari meningkatnya keterlibatan siswa dalam bertanya, menjawab, dan berdiskusi. Keaktifan siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu metode pembelajaran, motivasi belajar, dan kepercayaan diri siswa. Oleh karena itu, guru perlu menerapkan pembelajaran yang interaktif, komunikatif, dan berpusat pada siswa agar keaktifan belajar dapat meningkat secara optimal.</p> <p><em>Teacher–student interaction is one of the key factors in determining the quality of learning in elementary schools. However, in classroom practice, learning still tends to be teacher-centered, resulting in suboptimal student engagement. This study aims to analyze the forms of interaction between teachers and students and their impact on the learning activeness of second-grade elementary school students. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of one teacher and 25 second-grade students. Data were analyzed through three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that there are three forms of instructional interaction, namely one-way, two-way, and multi-way interactions. One-way interaction tends to make students passive, while two-way interaction begins to increase student participation, although it is not evenly distributed. Multi-way interaction, implemented through group discussions and collaborative activities, is proven to be the most effective in enhancing student activeness. This is reflected in the increased student involvement in asking questions, responding, and participating in discussions. Student activeness is influenced by several factors, including teaching methods, learning motivation, and students’ self-confidence. Therefore, teachers need to implement interactive, communicative, and student-centered learning to improve student engagement optimally.</em></p> Adelia Selviana Hutasuhut Anggi Brigita Cesaria Saragih Laurencia Stephanie Gregoria G. Purba Mhd Gagah Prajaya Nabila Aprilia Nurmayani Yuni Hajar Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 DAMPAK POSITIF POLA ASUH ORANG TUA DAN KELUARGA TERHADAP PERKEMBANGAN ABK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21981 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dampak positif pola asuh orang tua dan keluarga terhadap perkembangan anak berkebutuhan khusus (ABK), khususnya anak down syndrome. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah seorang anak down syndrome bernama Muhammad Ammar yang berusia 10 tahun dan tinggal di Ajun, Aceh Besar, beserta keluarga yang terlibat langsung dalam pengasuhan anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang penuh kasih sayang, perhatian, kesabaran, pendidikan agama, serta ketegasan memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial, emosional, spiritual, dan kemandirian anak. Anak menunjukkan perilaku yang baik, seperti rajin bersekolah, melaksanakan salat lima waktu, rutin pergi ke musala, membantu orang tua, bersikap sopan, serta mampu memahami lawan bicara dengan baik. Selain itu, cara keluarga dalam menghadapi tantrum dengan pendekatan yang lembut dan tanpa kekerasan membantu menjaga kondisi emosional anak tetap stabil. Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan pola asuh yang positif memiliki peran penting dalam membantu perkembangan anak down syndrome agar mampu berkembang secara optimal dalam kehidupan sehari-hari.</p> <p><em>This study aims to determine and analyze the positive impact of parenting patterns and family support on the development of children with special needs, especially children with Down syndrome. This study used a qualitative method with a descriptive approach. The research subject was a 10-year-old child with Down syndrome named Muhammad Ammar who lives in Ajun, Aceh Besar, along with family members directly involved in the child’s caregiving process. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The results showed that parenting characterized by affection, attention, patience, religious education, and firmness had a positive impact on the child’s social, emotional, spiritual, and independent development. The child demonstrated positive behaviors such as attending school regularly, performing the five daily prayers, routinely going to the mosque, helping parents at home, being polite, and being able to understand conversations well. In addition, the family’s gentle and non-violent approach in handling tantrums helped maintain the child’s emotional stability. This study indicates that family support and positive parenting play an important role in helping children with Down syndrome develop optimally in their daily lives.</em></p> Rizka Amanda Hayaton Najwa Arini Farhana Kamila Hijriati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 ANALISIS POTENSI SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK UNTUK PERBAIKAN JALAN LINGKUNGAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22354 <p>Setiap hari, jumlah sampah yang dihasilkan oleh masyarakat terus meningkat dan menjadi masalah besar bagi lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu cara cerdas untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memanfaatkan kembali sampah tersebut menjadi bahan yang berguna, contohnya untuk memperbaiki jalan-jalan di lingkungan sekitar kita. Artikel ini membahas tentang bagaimana sampah organik (seperti sisa tumbuhan atau bahan alami) dan sampah anorganik (khususnya sampah plastik) memiliki potensi besar untuk digunakan dalam pembuatan jalan.Berdasarkan hasil pembahasan, sampah organik dapat diolah secara tidak langsung untuk membantu memperkuat tanah dasar jalan agar tidak mudah ambles. Sementara itu, sampah anorganik seperti botol plastik bekas memiliki potensi yang jauh lebih kuat untuk dijadikan bahan campuran beton. Plastik-plastik ini bisa dihancurkan menjadi serat atau dicairkan untuk menggantikan batu pecah, sehingga menghasilkan beton yang lebih ringan namun tetap kokoh. Bahkan, campuran plastik ini sangat bagus untuk membuat jalanan pemukiman yang memiliki rongga, sehingga air hujan bisa langsung meresap ke dalam tanah dan mencegah terjadinya genangan air atau banjir lokal. Selain itu, plastik bekas juga bisa dilelehkan bersama pasir untuk membuat paving block yang tahan lama. Agar ide ini bisa berjalan lancar di lapangan, peran aktif masyarakat melalui kegiatan Bank Sampah sangat diperlukan untuk mengumpulkan dan memilah bahan baku. Kesimpulannya, memanfaatkan sampah organik dan anorganik untuk perbaikan jalan adalah solusi kreatif yang tidak hanya membuat lingkungan pemukiman menjadi lebih rapi dan bebas banjir, tetapi juga membantu mengurangi penumpukan sampah di bumi.</p> <p><em>Every day, the volume of waste generated by society continues to rise, posing a major threat to the environment if not managed properly. One smart approach to addressing this issue is by repurposing waste into useful materials such as for repairing local roads in our neighborhoods. This article discusses how organic waste (such as plant residue or natural materials) and inorganic waste (specifically plastic) hold great potential for road construction.Based on the discussion, organic waste can be processed indirectly to help stabilize and reinforce the subgrade (underlying soil) so that it does not easily collapse. Meanwhile, inorganic waste, such as used plastic bottles, has even greater potential to be used as a concrete mixture ingredient. These plastics can be shredded into fibers or melted to substitute crushed stone, resulting in concrete that is lighter yet remains highly durable. Furthermore, this plastic mixture is excellent for constructing porous residential roads, allowing rainwater to seep directly into the ground and preventing puddles or localized flooding. In addition, recycled plastic can be melted down with sand to produce long-lasting paving blocks. For this concept to be successfully implemented on the ground, the active participation of the community through Waste Bank (Bank Sampah) initiatives is highly essential for collecting and sorting the raw materials. In conclusion, utilizing organic and inorganic waste for road maintenance is a creative solution that not only makes residential areas tidier and flood-free, but also helps reduce the accumulation of waste on Earth.</em></p> Meilinda Suriani Harefa Selvia Ananda Mtd Jonhenki Lumban Gaol Ramadhan Situmorang Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 TRANSFORMASI DIGITAL PERADILAN MELALUI IMPLEMENTASI E-COURT DALAM MEWUJUDKAN AKSES KEADILAN DI INDONESIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21877 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis transformasi digital peradilan melalui implementasi e-Court dalam mewujudkan akses keadilan di Indonesia, serta mengidentifikasi berbagai hambatan yang memengaruhi efektivitas penerapan sistem peradilan elektronik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Sumber bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Analisis bahan hukum dilakukan secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi e-Court yang meliputi e-Filing, e-Payment, e-Summons, dan e-Litigation telah memberikan perubahan signifikan dalam sistem administrasi perkara di Indonesia. Penerapan sistem elektronik mampu meningkatkan efisiensi pelayanan peradilan, mempercepat proses penyelesaian perkara, mengurangi biaya administrasi, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas lembaga peradilan. Selain itu, e-Court turut mendukung perluasan akses keadilan bagi masyarakat karena layanan pengadilan dapat diakses secara daring tanpa terbatas jarak dan waktu. Namun demikian, implementasi e-Court masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain keterbatasan infrastruktur teknologi informasi, gangguan jaringan internet, rendahnya literasi digital masyarakat, serta belum meratanya kesiapan sumber daya manusia di lingkungan peradilan. Kondisi tersebut menyebabkan akses terhadap layanan peradilan elektronik belum sepenuhnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan infrastruktur teknologi, peningkatan kapasitas aparatur pengadilan, perlindungan keamanan data elektronik, serta sosialisasi yang lebih intensif kepada masyarakat agar implementasi e-Court dapat mewujudkan akses keadilan yang inklusif, efektif, dan berkeadilan.</p> <p><em>The purpose of this study is to analyze the digital transformation of the judiciary through the implementation of e-Court in realizing access to justice in Indonesia, as well as to identify various obstacles affecting the effectiveness of the implementation of the electronic court system. This study employs a normative legal research method using both statutory and conceptual approaches. The legal materials consist of primary, secondary, and tertiary legal sources obtained through library research. The analysis of legal materials is conducted qualitatively using a descriptive-analytical method. The results of the study indicate that the implementation of e-Court, which includes e-Filing, e-Payment, e-Summons, and e-Litigation, has brought significant changes to the case administration system in Indonesia. The implementation of the electronic system has improved the efficiency of judicial services, accelerated case settlement processes, reduced administrative costs, and enhanced the transparency and accountability of judicial institutions. In addition, e-Court has supported the expansion of access to justice for the public, as court services can be accessed online without limitations of distance and time. However, the implementation of e-Court still faces various obstacles, including limitations in information technology infrastructure, internet network disruptions, low levels of digital literacy among the public, and the uneven readiness of human resources within judicial institutions. These conditions have resulted in unequal access to electronic judicial services across Indonesian society. Therefore, it is necessary to strengthen technological infrastructure, improve the capacity of court personnel, ensure the protection of electronic data security, and intensify public outreach and education programs so that the implementation of e-Court can realize inclusive, effective, and equitable access to justice.</em></p> Alfan Maulana Titi Atiyatul Alawiyah Dedi Agustin Achmad Ridwan Hamdihi Firman Adi Candra Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PERLINDUNGAN HUKUM ATAS DUGAAN EKSPLOITASI EKONOMI PADA ANAK KORBAN DALAM KONTEN MEDIA SOSIAL UNTUK TUJUAN KOMERSIAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22210 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kasus dugaan eksploitasi ekonomi yang dilakukan kepada anak di media sosial. Hal ini disebabkan oleh perkembangan teknologi yang semakin masif dan tidak dibarengi dengan edukasi serta penegakakn hukum yang mumpuni. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perlindungan hukum pada anak korban dugaan eksploitasi ekonomi pada anak yang terjadi di media sosial. Metode penelitian yang digunakan ialah penelitian hukum doktrinal atau yuridis normatif dengan mengkaji aturan, asas, dan doktrin hukum untuk memecahkan isu hukum yang dihadapi. Hasil menunjukkan perlindungan hukum eksploitasi ekonomi anak dalam konten media sosial belum secara efektif melindungi anak dikarenakan tidak adanya unsur eksploitasi ekonomi anak di ruang digital dan jenis tindakan eksploitasi ekonomi dalam Undang-Undang Perlindungan Anak.</p> <p><em>This research is motivated by cases of alleged economic exploitation of children occurring on social media. This issue arises due to the rapid development of technology that is not accompanied by adequate education and effective law enforcement. The purpose of this study is to identify and analyze the legal protection afforded to child victims of alleged economic exploitation taking place on social media.The research method used is doctrinal or normative legal research, which examines legal rules, principles, and doctrines to resolve the legal issues at hand. The findings indicate that legal protection against the economic exploitation of children in social media content has not been effectively implemented, due to the absence of clear elements of digital economic exploitation of children and the lack of specific classifications of economic exploitation acts within the Child Protection Law.</em></p> Indah Rosshiana Putri Siti Kotijah Nur Aripkah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PEMANFAATAN FOOD WASTE MELALUI REPURPOSING BAHAN MAKANAN UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN KREATIVITAS DALAM INDUSTRI PERHOTELAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21922 <p>Praktik Industri (PI) merupakan salah satu mata kuliah wajib yang bertujuan untuk memberikan pemahaman langsung mengenai teori di kampus dengan realita operasional di industri perhotelan. Salah satu Hotel bintang 4 di Semarang dipilih sebagai lokasi pengamatan sekaligus tempat praktik industri penulis berlangsung didasari oleh reputasi hotel tersebut sebagai hotel bintang empat ini memiliki aktivitas operasional yang tinggi, sehingga sangat relevan untuk mempelajari manajemen bahan makanan.Tujuan utama dari pengamatan ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses bahan makanan sisa produksi yang masih layak konsumsi diolah kembali (repurposing) guna meminimalisir pembuangan makanan (food waste). Manfaat dari kegiatan ini adalah menambah wawasan penulis mengenai efisiensi operasional di Hot Kitchen serta melatih kreativitas dalam mengolah bahan makanan tanpa mengurangi standar kualitas rasa bagi tamu hotel. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam laporan ini meliputi observasi partisipatif di mana penulis terlibat langsung dalam kegiatan produksi harian di departemen Food and Beverage Product untuk mengamati pemanfaatan sisa bahan makanan dari proses persiapan hingga pelayanan.Selain itu, dilakukan adanya wawancara mendalam dengan Executive Chef dan staf dapur terkait kebijakan pengelolaan limbah makanan yang diterapkan. Studi pustaka dilakukan dengan mencari referensi dari jurnal ilmiah dan buku teks yang membahas mengenai keberlanjutan pangan (food sustainability) dan teknik pengolahan makanan untuk mendukung analisis yang diamati selama masa praktik guna memperleh data pendukung. Isi dari laporan ini menguraikan analisis tentang praktik pemanfaatan kembali bahan makanan di Hot Kitchen, seperti pengolahan sisa potongan sayuran (trimming) menjadi stok dasar (base stock) atau pemanfaatan kelebihan bahan protein untuk menu staff meal. Penulis juga mengamati standar "layak konsumsi" yang diterapkan hotel agar proses repurposing tetap memenuhi aspek keamanan pangan. Selain itu, dibahas pula mengenai faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya food waste di dapur, mulai dari kesalahan estimasi porsi hingga teknik penyimpanan yang kurang tepat. Bukan&nbsp; hanya dalam rangka penghematan biaya,tetapi analisis ini menunjukkan bahwa langkah repurposing juga merupakan bentuk tanggung jawab hotel terhadap isu lingkungan. Simpulan dari laporan ini menyatakan,pemanfaatan kembali bahan makanan di hotel bintang 4 Semarang telah berjalan dengan cukup baik. Strategi repurposing terbukti mampu menekan biaya bahan makanan (food cost) secara signifikan tanpa perlu mengorbankan kepuasan tamu. Penulis menyarankan agar pihak hotel memberikan pelatihan khusus bagi staf mengenai variasi menu kreatif dari bahan repurposing dan disarankan untuk lebih teliti dalam memantau setiap siklus bahan makanan agar dapat memberikan rekomendasi inovasi yang lebih aplikatif dalam upaya pengurangan sampah makanan di industri perhotelan.</p> Muhammad Ansori Asyifa Meisya Bintang Arwa Tsalis Tsuroya Nabila Rahma Annisa Hidayatunnisa Lainufar Inayatul Maula Maulida Salsa Bella Anggun Nabila Berlianti Dyas Kartika Cahya Wardhani Susanto Justo Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 STANDAR GANDA MORALITAS GENDER DALAM MASYARAKAT: ANALISIS KRITIS TERHADAP KETIMPANGAN NORMA ANTARA PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22351 <p>Penelitian ini mengkaji standar ganda moralitas gender dalam masyarakat dengan analisis kritis terhadap ketimpangan norma antara perempuan dan laki-laki. Standar ganda moralitas muncul dari budaya patriarki yang menempatkan laki-laki sebagai subjek otonom diruang publik, sementara perempuan dikonstruksi sebagai penjaga moral domestik. Akibatnya perilaku yang sama dinilai berbeda, laki-laki dianggap wajar, atau tegas ketika agresif dan aktif secara seksual, sedangkan perempuan di cap nakal atau tidak bermoral untuk perilaku serupa. Fenomena ini disebut Sexual Double Standard dan berdampak pada kesenjangan relasional, termasuk orgasm gap dan beban kerja domestik yang tidak diakui. Melalui pendekatan teologi penviptaan dan ekofemini, studi ini mau menunjukan bahwa ketimpangan norma bukan kodrat, melainkan akibat dosa yang merusak relasi setara yang dikehendaki Allah sejak awal. Kitab kejadian 2:18 menyebut hawa sebagai penolong yang sepadan, menunjuk pada relasi sederajat. Roma 8:22 menggambarkan bahwa dosa seluruh ciptaan mengeluh, termasuk relasi gender yang retak. Penderitaan Kristus disalib menjadi titik pemulihan, Ia solider dengan yang tertindas, menolak hierarki patriarkal dengan membela perempuan, dan bangkit sebagai ‘buah sulung’ bagi tata ciptaan baru tanpa dominasi. Ajaran Gereja, mulai dari aktekismus Gereja katolik no. 2334 (1992), surat kepada kaum wanita (1995), hingga laudato si’ (2015), menegaskan martabat setara dan menolak diskriminasi gender sebagai struktur dosa, konferensi wali Gereja Indonesia dalam nota pastoral (2016) juga menyatakan bahwa beban domestik harus menjadi tanggung jawab bersama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa membongkar standar ganda memiliki manfaat teologis, sosial, dan ekologis: memulihkan relasi manusia sesuai rencana Allah. Meningkatkan kesehatan mental dan partisipasi perempuan, serta melemahkan logika eksploitasi terhadap bumi. Implikasinya, jika standar ganda dibiarkan, gereja kehilangan kredibilitas injil dan siklus kekerasan berlanjut. Rekomendasi yang diajukan meliputi pendidikan iman kritis, pembagian peran domestik yang adil, kepemimpinan perempuan di struktur Gereja, dan advokasi kebijakan publik yang sensitif Gender. Dengan demikian, komunitas beriman dipanggil menjadi tanda bahwa “di dalam Kristus tidak ada laki-laki atau perempuan” (Gal 3:28), melainkan satu tubuh dan sederajat.</p> <p><em>The doble standard og gender morality stems from a patriarchal culture that judges the same behavior differently: men are considered normal, women are labeled immoral. This sexual double standard phenomenon creates an orgasm gap and unacknowledged domestic burdens. In creation theology, this inequality is not natiural but rather the result of sin that destroys equal relationships. Genesis 1:27 affirms taht men and women are equal as images of god. Eve is called a “suitable helper” indicating an equal relationship. Romans 8:22 depicts the groaning of all creation, including fractured gender relations. The cross of Christ becomes the restoration. Jesus stands in solidarits of a new creation without domination. Church Teaching, KGK No. 2334, Letter to women 1995, Laudati Si’ 2015, and KWI pastoral Note 2016 reject gender discrimination as a “structure of sin”. Dismantling double standards offers theological benefits. If left unchecked, the Church loses its Gospel credibility. The reccommendations: critical faith education, a fair division of domestic roles, women’s leadership, and advocacy for gender sensitive policies. In this way, the community of faith lives out Galatians 3:28. </em></p> Elisabeth Dyah Permata Jurinus Adrianus Yuvando Yono Yasinta Fatima Setia Bonifasius Hibur Yustinus Edison Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 KAJIAN PSIKOLOGI TOKOH SASTRA RING SATUA CUTET I KUCIL, IDUP LARA, TURMANING PAJALAN KENEH RING SAJERONING BUKU NIMBANG RASA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21867 <p>Penelitian ini berjudul "Kajian Psikologi Tokoh Sastra Ring Satua Cutet I Kucil, Idup Lara, Turmaning Pajalan Keneh Ring Sajeroning Buku Nimbang Rasa." Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur intrinsik dan menganalisis aspek psikologi tokoh utama pada ketiga satua cutet tersebut berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data berupa teks tiga satua cutet dalam buku antologi Nimbang Rasa, yaitu I Kucil karya I Komang Tri Nanda Defhayana, Idup Lara karya Ni Wayan Esa Juliantini, dan Pajalan Keneh karya Ni Putu Ayu Ari Astiti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca, mencatat, dan mengidentifikasi aspek psikologi tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur intrinsik ketiga satua cutet menggunakan alur maju, dengan tema ketekunan, ketabahan, dan keberanian. Analisis psikologi berdasarkan teori id, ego, dan superego Freud mengungkapkan bahwa tokoh I Kucil didominasi dorongan id berupa emosi agresif akibat ketidakadilan; tokoh Ani menampilkan ego yang kuat dalam menahan tekanan sosial serta superego yang kukuh dalam mempertahankan nilai moral; sedangkan tokoh Gékyu memperlihatkan keseimbangan antara ego dan superego dalam menghadapi kekerasan dari seorang guru. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam studi sastra Bali, khususnya dalam bidang psikologi sastra.</p> <p><em>This research is entitled "Literary Character Psychology Study in Short Stories (Satua Cutet) I Kucil, Idup Lara, and Pajalan Keneh in the Book Nimbang Rasa." This study aims to describe the intrinsic structure and analyze the psychological aspects of the main characters in the three short stories based on Sigmund Freud's psychoanalytic theory. The research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data sources are texts from three satua cutet in the Nimbang Rasa anthology: I Kucil by I Komang Tri Nanda Defhayana, Idup Lara by Ni Wayan Esa Juliantini, and Pajalan Keneh by Ni Putu Ayu Ari Astiti. Results show that the intrinsic structure of all three stories employs a linear plot, with themes of diligence, perseverance, and courage. Psychological analysis based on Freud's id, ego, and superego theory reveals that I Kucil is dominated by id impulses in the form of aggressive emotion due to injustice; Ani demonstrates a strong ego in withstanding social pressure and a firm superego in upholding moral values; while Gékyu shows a balance between ego and superego when facing abuse from a teacher. This research is expected to serve as a reference in Balinese literary studies, particularly in the field of literary psychology.</em></p> I Putu Suyasa Adi Putra Gek Diah Desi Sentana I Putu Suweka Oka Sugiharta Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PENGARUH DAKWAH MELALUI MEDIA SOSIAL TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU REMAJA MUSLIM DALAM MEMPRAKTIKKAN AJARAN ISLAM PADA PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INFORMASI SEMESTER IV INSTITUT TEKNOLOGI DAN SAINS NAHDLATUL ULAMA LAMPUNG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22151 <p>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam metode penyampaian dakwah Islam. Media sosial kini menjadi sarana utama dalam menyebarkan pesan keagamaan kepada masyarakat luas, khususnya remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dakwah melalui media sosial terhadap perubahan perilaku remaja Muslim dalam mempraktikkan ajaran Islam. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dari berbagai jurnal ilmiah dan buku terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah digital memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan religiusitas, kesadaran beribadah, dan pembentukan akhlak remaja. Namun demikian, dampak negatif juga muncul akibat kurangnya validasi sumber dan literasi digital. Oleh karena itu, diperlukan strategi dakwah yang tepat dan edukasi penggunaan media sosial secara bijak.</p> Eni Nopia Dwi Ningsih Indah Lestari Burhanuddin Saputro Rio Ronaldo Doni Kurniawan Rista Irawan Lola Vitaloka Irhamzah Riyan Suhendar Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PENGARUH PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP MASYARAKAT MELAYU DI SEBERANG KOTA JAMBI TAHUN(1900-1942) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21904 <p>Studi ini mengkaji dampak pendidikan Islam terhadap komunitas Melayu di wilayah Seberang Kota Jambi antara tahun 1900 hingga 1942. Kajian ini menerapkan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif melalui beberapa tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pendidikan Islam di Seberang Kota Jambi awalnya berkembang melalui surau, langgar, dan masjid dengan pendekatan pembelajaran yang tradisional. Seiring berjalannya waktu, muncul berbagai madrasah seperti Madrasah Nurul Iman, Madrasah Sa’adatuddarain, Madrasah Nurul Islam, Madrasah Al-Jauharain, dan Madrasah As’ad yang membawa perubahan signifikan dalam sistem pendidikan Islam menjadi lebih teratur dan modern. Perkembangan madrasah ini dipengaruhi oleh para ulama dari Jambi yang belajar di Mekkah dan membawa inovasi dalam pendidikan Islam ke daerah mereka. Kehadiran pendidikan Islam memiliki dampak yang besar pada kehidupan masyarakat Melayu, baik di bidang sosial, budaya, maupun agama. Nilai pendidikan Islam berpengaruh terhadap dalam membentuk karakter religius masyarakat, memperkuat identitas Melayu-Islam, serta menghasilkan ulama dan tokoh masyarakat yang berpengaruh. Selain itu, pendidikan Islam juga berfungsi sebagai alat untuk mempertahankan nilai-nilai budaya dan saling solidaritas di kalangan masyarakat Melayu Seberang Kota Jambi, di tengah arus modernisasi dan kolonialisme.</p> <p><em>This study examines the impact of Islamic education on the Malay community in the Seberang Kota Jambi region between 1900 and 1942. This study applies historical methods with a qualitative approach through several stages, namely heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Islamic education in Seberang Kota Jambi initially developed through surau (Islamic prayer hall), langgar (prayer hall), and mosque with a traditional learning approach. Over time, various madrasas emerged such as Madrasah Nurul Iman, Madrasah Sa'adatuddarain, Madrasah Nurul Islam, Madrasah Al-Jauharain, and Madrasah As'ad, which brought significant changes to the Islamic education system, making it more organized and modern. The development of these madrasas was influenced by scholars from Jambi who studied in Mecca and brought innovations in Islamic education to their region. The presence of Islamic education had a significant impact on the lives of the Malay community, both in the social, cultural, and religious fields. The value of Islamic education influenced the formation of the religious character of the community, strengthened the Malay-Islamic identity, and produced influential scholars and community leaders. Furthermore, Islamic education also serves as a tool to maintain cultural values and foster solidarity among the Malay community of Seberang Kota Jambi, amidst the tides of modernization and colonialism.</em></p> Maria Mardalena Yulita Sari Rentiana Lestari Kristina Desy Mayang Sari Fatonah Padhil Hudaya Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI INDONESIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22348 <p>Penyalahgunaan narkotika merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di Indonesia dan memberikan dampak buruk bagi kehidupan masyarakat, terutama terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda. Penyalahgunaan narkotika tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga dapat memengaruhi lingkungan sosial dan meningkatkan angka kriminalitas. Oleh karena itu, diperlukan penegakan hukum yang tegas untuk mengurangi tindak pidana penyalahgunaan narkotika di Indonesia. Pengaturan mengenai narkotika diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan hukum mengenai penyalahgunaan narkotika serta penegakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dan berbagai sumber hukum lain yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika dilakukan melalui proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan, hingga persidangan di pengadilan. Selain pidana penjara, pelaku penyalahgunaan narkotika juga dapat menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial sebagai upaya pemulihan. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa hambatan, seperti meningkatnya peredaran narkotika, kurangnya kesadaran masyarakat, dan terbatasnya fasilitas rehabilitasi. Dengan demikian, diperlukan kerja sama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan narkotika agar tercipta kehidupan masyarakat yang aman dan sehat</p> <p><em>Drug abuse is a persistent problem in Indonesia and has a negative impact on people's lives, especially on the health and future of the younger generation. Drug abuse not only harms individuals but also impacts the social environment and increases crime rates. Therefore, strict law enforcement is needed to reduce drug abuse crimes in Indonesia. Regulations regarding narcotics are regulated in Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics. This study aims to determine the legal regulations regarding drug abuse and law enforcement against drug abusers in Indonesia. The research method used is normative legal research with a literature study approach. Data were obtained from laws and regulations, books, journals, and various other legal sources related to drug crimes. The results show that law enforcement against drug abusers is carried out through the process of investigation, prosecution, and trial in court. In addition to imprisonment, drug abusers can also undergo medical rehabilitation and social rehabilitation as a recovery effort. However, several obstacles remain in its implementation, such as increased drug trafficking, lack of public awareness, and limited rehabilitation facilities. Therefore, collaboration between the government, law enforcement officials, and the community is necessary to prevent and eradicate drug abuse to create a safe and healthy community.</em></p> Salsabila Nandhyta Zhafira Balqis Febriant Suci Retno Wulandari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 EVALUASI PENGANGGARAN PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA DALAM MEWUJUDKAN AKUNTABILITAS KEUANGAN DAERAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21728 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi penganggaran pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan akuntabilitas keuangan daerah. Penganggaran daerah merupakan salah satu instrumen penting dalam pengelolaan keuangan publik yang harus dilaksanakan secara transparan, efektif, dan akuntabel. Namun, dalam praktiknya masih terdapat berbagai tantangan, seperti ketidaksesuaian antara perencanaan dan realisasi anggaran, keterbatasan pengawasan, serta potensi ketidakefisienan dalam penggunaan anggaran. Oleh karena itu, evaluasi terhadap proses penganggaran menjadi penting untuk mengetahui sejauh mana kebijakan dan pelaksanaan anggaran mampu mendukung terciptanya akuntabilitas keuangan daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui studi literatur dari jurnal ilmiah, buku, serta dokumen resmi terkait pengelolaan dan penganggaran keuangan daerah di Provinsi DKI Jakarta. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengkaji dan membandingkan berbagai sumber untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai implementasi penganggaran daerah.</p> <p><em>This study aims to analyze the evaluation of the DKI Jakarta Provincial Government's budgeting in realizing regional financial accountability. Regional budgeting is a crucial instrument in public financial management that must be implemented transparently, effectively, and accountably. However, in practice, various challenges remain, such as mismatches between budget planning and implementation, limited oversight, and potential inefficiencies in budget utilization. Therefore, an evaluation of the budgeting process is crucial to determine the extent to which budget policies and implementation support regional financial accountability. This study employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were obtained through a literature review of scientific journals, books, and official documents related to regional financial management and budgeting in DKI Jakarta Province. Data analysis techniques were conducted by reviewing and comparing various sources to gain a comprehensive understanding of regional budgeting implementation.</em></p> Ferlintang Naya Ridha Nayla Zhafirah Abadi Eva Hany Fanida Melda Fadiyah Hidayat Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PENERAPAN KONTEKSTUAL PEMBELAJARAN GEOGRAFI PARIWISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL: KAJIAN LITERATUR PANTAI WISATA MOLOTABU KABUPATEN BONE BOLANGO https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22132 <p>Pemanfaatan Pantai Molotabu sebagai sumber belajar geografi pariwisata masih belum banyak dikaji dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran geografi pariwisata berbasis kearifan lokal di kawasan pantai wisata Molotabu. Melalui kajian literatur, ditemukan bahwa kearifan lokal, seperti sistem navigasi tradisional, teknik pembuatan kapal, dan praktik konservasi lingkungan, dapat menjadi sumber belajar kontekstual yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal meningkatkan pemahaman siswa, keterampilan berpikir spasial, serta kesadaran budaya. Namun, implementasi model&nbsp;&nbsp; ini&nbsp;&nbsp; menghadapi tantangan, seperti&nbsp;&nbsp; kurangnya dokumentasi sistematis dan keterbatasan kompetensi guru. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan bagi pendidik dan kolaborasi dengan komunitas lokal.&nbsp; Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum fleksibel serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperkaya pembelajaran. Pendekatan ini, diharapkan pembelajaran geografi pariwisata menjadi lebih kontekstual, relevan, dan bermakna bagi siswa.</p> <p><em>The use of Molotabu Beach as a learning resource for tourism geography remains understudied in education. This study aims to analyze the implementation of local wisdom-based tourism geography learning in the Molotabu tourist beach area. Through a literature review, it was found that local wisdom, such as traditional navigation systems, shipbuilding techniques, and environmental conservation practices, can be an effective contextual learning resource. The results indicate that the integration of local wisdom improves students' understanding, spatial thinking skills, and cultural awareness. However, the implementation of this model faces challenges, such as a lack of systematic documentation and limited teacher competency. Therefore, training for educators and collaboration with the local community are needed. This study recommends the development of a flexible curriculum and the use of digital technology to enrich learning. This approach is expected to make tourism geography learning more contextual, relevant, and meaningful for students.</em></p> Regina Putri Podu Astin Lukum Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM DI WILAYAH BATANG HARI JAMBI PADA MASA KOLONIAL BELANDA (1922-1942) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21888 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan sumber daya alam di Batang Hari, Jambi, selama periode penjajahan Belanda dari tahun 1922 hingga 1942 serta efeknya terhadap lingkungan, masyarakat, dan ekonomi lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan sejarah dengan cara deskriptif-kualitatif melalui pengkajian literatur. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa Belanda mengeksploitasi kekayaan alam Jambi, terutama hasil hutan, tanaman karet, dan minyak bumi, untuk kepentingan ekonomi mereka. Perkebunan karet mengalami perkembangan yang pesat dan menjadi produk utama untuk ekspor, sedangkan penambangan minyak bumi dilakukan oleh perusahaan asing seperti NV NIAM di Bajubang sejak tahun 1922. Sungai Batang Hari memiliki peran yang krusial sebagai jalur perdagangan dan transportasi hasil dari kebun serta tambang. Eksploitasi ini mengakibatkan dampak negatif seperti kerusakan lingkungan, perubahan dalam pola ekonomi masyarakat, dan ketidakadilan sosial akibat sistem kerja kolonial. Meskipun sektor karet memberikan dorongan bagi ekonomi masyarakat, sebagian besar keuntungan masih dikuasai oleh pemerintah kolonial dan perusahaan dari luar negeri. Penelitian ini menggarisbawahi bahwa exploitasi sumber daya alam pada masa penjajahan meninggalkan dampak pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan yang masih terasa hingga kini.</p> <p><em>This study aims to examine the use of natural resources in Batang Hari, Jambi, during the Dutch colonial period from 1922 to 1942 and its impact on the environment, society, and local economy. The method used is a historical approach with a descriptive-qualitative approach through a literature review. The research findings indicate that the Dutch exploited Jambi's natural resources, particularly forest products, rubber plants, and petroleum, for their economic interests. Rubber plantations experienced rapid growth and became a primary export product, while petroleum mining was carried out by foreign companies such as NV NIAM in Bajubang starting in 1922. The Batang Hari River played a crucial role as a trade route and transportation route for plantation and mining products. This exploitation resulted in negative impacts such as environmental damage, changes in community economic patterns, and social injustice due to the colonial labor system. Although the rubber sector provided a boost to the community's economy, the majority of profits were still controlled by the colonial government and foreign companies. This study underscores that the exploitation of natural resources during the colonial period left economic, social, and environmental impacts that are still felt today. </em></p> Sabrina Rhamadhany Putri Dila Fatma Gita Zuraidah Fatonah Nurdin Padhil Padhil Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 STUDI PENGELOLAAN LIMBAH LINGKUNGAN PADA TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH PADA BANK SAMPAH INDUK NEW NORMAL KOTA MEDAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22331 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan limbah lingkungan pada Bank Sampah Induk New Normal Kota Medan serta menganalisis dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat. Penelitian dilaksanakan di Bank Sampah Induk New Normal yang beralamat di Ring Road, Jalan Setia Budi Gang Mekar Mulyo No.24 Pasar 1, Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah di Bank Sampah Induk New Normal telah menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui kegiatan pengumpulan, pemilahan, penimbangan, penyimpanan, dan penjualan sampah yang masih memiliki nilai ekonomis. Pengelolaan tersebut memberikan dampak positif terhadap lingkungan, yaitu mengurangi volume sampah rumah tangga dan meningkatkan kebersihan lingkungan sekitar. Selain itu, keberadaan bank sampah juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat melalui peningkatan kesadaran lingkungan dan tambahan pendapatan dari hasil tabungan sampah. Penelitian ini juga menemukan beberapa kendala dalam pengelolaan limbah, antara lain rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam memilah sampah, keterbatasan sarana dan prasarana, serta fluktuasi harga jual sampah daur ulang. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Bank Sampah Induk New Normal Kota Medan memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan limbah berbasis masyarakat dan pengurangan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan dari masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait guna meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah secara berkelanjutan.</p> <p><em>This study aims to determine the environmental waste management system at the New Normal Main Waste Bank in Medan City and analyze its impact on the environment and society. The study was conducted at the New Normal Main Waste Bank located at Ring Road, Jalan Setia Budi Gang Mekar Mulyo No. 24 Pasar 1, Tanjung Sari, Medan Selayang District, Medan City, North Sumatra. The research method used was a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that waste management at the New Normal Main Waste Bank has implemented the 3R principle (Reduce, Reuse, Recycle) through the collection, sorting, weighing, storage, and sale of waste that still has economic value. This management has a positive impact on the environment, namely reducing the volume of household waste and improving the cleanliness of the surrounding environment. In addition, the existence of the waste bank also provides social and economic benefits to the community through increased environmental awareness and additional income from waste savings. This study also found several obstacles in waste management, including low awareness of some people in sorting waste, limited facilities and infrastructure, and fluctuations in the selling price of recycled waste. Based on the research results, it can be concluded that the Medan City New Normal Main Waste Bank plays a crucial role in supporting community-based waste management and reducing environmental pollution. Therefore, ongoing support from the community, government, and relevant parties is needed to improve the effectiveness of sustainable waste management.</em></p> Intan Dira Azzahra Amrisyah Putri Amanda Pasaribu Syifa Ananda Fatimah Syam BR. Sibarani Luthfia Hasanah Zuriah Ridho Insani Arya Fahrezi Raja Pakantan Lubis Adelyna Okatavia Nasution Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PENERAPAN TEKNIK MARMET TERHADAP KELANCARAN ASI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA (SC) RSUD KARTINI KARANGANYAR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/21614 <p>Latar Belakang : Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik bagi bayi dan dianjurkan diberikan secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan karena dapat meningkatkan kesehatan bayi dan menurunkan risiko berbagai penyakit. Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih belum mencapai target nasional. Salah satu penyebabnya adalah kendala pada masa awal menyusui, seperti produksi ASI yang belum lancar, terutama pada ibu pasca persalinan Sectio Caesarea (SC). Upaya yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kelancaran ASI adalah dengan teknik Marmet, yaitu metode pemijatan dan pemerasan payudara secara manual yang dapat merangsang hormon prolaktin dan oksitosin sehingga membantu refleks pengeluaran ASI. Oleh karena itu, penerapan teknik Marmet dapat menjadi salah satu intervensi sederhana dan efektif untuk membantu meningkatkan kelancaran ASI pada ibu post sectio caesarea (SC). Tujuan : Mengetahui hasil implementasi penerapan Teknik Marmet Terhadap Kelancaran Asi Pada Ibu Post Sectio Caesarea (SC) RSUD Kartini Karanganyar. Metode : Jenis studi kasus dengan rancangan metode deskriptif.. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat adanya peningkatan kelancaran ASI setelah diberikan teknik Marmet. Kesimpulan : Penerapan teknik marmet dapat dijadikan terapi untuk meningkatkan kelancaran ASI pada ibu post sectio caesarea&nbsp; (sc)</p> <p><em>Background: Breast Milk (ASI) is the best nutrition for babies and is recommended to be given exclusively for the first 6 months of life because it can improve the baby's health and reduce the risk of various diseases. However, the coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia has not yet reached the national target. One of the causes is the challenges during the early breastfeeding period, such as insufficient breast milk production, especially in mothers after a Cesarean section (CS). Efforts that can be made to help improve the smoothness of breast milk (ASI) include the Marmet technique, which is a method of manual breast massage and compression that can stimulate the hormones prolactin and oxytocin, thereby aiding the milk ejection reflex. Therefore, the application of the Marmet technique can be one of the simple and effective interventions to help improve the smoothness of breast milk in mothers post-cesarean section (SC). Objective: To determine the results of implementing the Marmet Technique on the smoothness of breast milk in post-cesarean section (CS) mothers at RSUD Kartini Karanganyar. Method: Case study type with a descriptive method design. Results: The results of this study indicate that there is an increase in the smoothness of breast milk after the Marmet technique was applied. Conclusion: The application of the Marmet technique can be used as a therapy to improve the smoothness of breast milk in mothers post-cesarean section (CS).</em></p> Galuh Ajeng Srirahmaji Khukma Ilya Rohmawati Dewi Listyorini Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA GEOGRAFI SEBAGAI UPAYA MENGHUBUNGKAN KONSEP GEOSFER DENGAN KEHIDUPAN NYATA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22121 <p>Penelitian ini mengkaji pentingnya pendidikan geografi dalam memfasilitasi pemahaman siswa tentang interaksi antara manusia dan lingkungan melalui analisis fenomena geosfer. Geografi mengkaji komponen litosfer, atmosfer, hidrosfer, biosfer, dan antroposfer, yang berinteraksi dalam kehidupan manusia. Namun demikian, pendidikan geografi di sekolah sebagian besar menekankan hafalan ide, yang menghambat kemampuan siswa untuk menghubungkan informasi dengan konteks kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembelajaran konseptual dalam geografi untuk menghubungkan gagasan geosfer dengan pengalaman kehidupan nyata siswa. Penelitian ini menggunakan metodologi tinjauan pustaka dengan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Peneliti mengumpulkan, memeriksa, dan mengevaluasi beragam literatur ilmiah yang relevan untuk mendapatkan wawasan yang komprehensif. Temuan memperlihatkan jika pembelajaran konseptual meningkatkan pemahaman siswa tentang hubungan antara unsur-unsur geosfer dan peristiwa sehari-hari, termasuk banjir, tanah longsor, perubahan iklim, polusi lingkungan, deforestasi, kekurangan air bersih, dan urbanisasi. Pembelajaran konseptual meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, kemampuan pemecahan masalah, dan kesadaran lingkungan. Para pendidik dapat memfasilitasi pembelajaran ini melalui pendidikan berbasis lingkungan, observasi lapangan, diskusi kelompok, analisis kasus, dan problem based learning.</p> <p><em>One of the most essential functions of geography education is to introduce students to geosphere phenomena so that they may better comprehend the interdependence of people and their natural surroundings. When it comes to human existence, the interplay between the lithosphere, atmosphere, hydrosphere, biosphere, and anthroposphere is what geographers study. Unfortunately, students still struggle to make connections between what they learn in class and their real-life experiences since school-based geography instruction primarily emphasises memorisation of ideas. As an attempt to bridge the gap between students' theoretical understanding of the geosphere and their practical experiences, this research seeks to examine geographical conceptual learning. The methodology of this study is a qualitative descriptive analysis based on a literature review. An in-depth knowledge is attained by the researcher via the collection, evaluation, and analysis of several pertinent scientific sources. Student comprehension of the interconnections between geosphere components and real-world occurrences including urbanisation, water shortages, deforestation, climate change, pollution, and landslides is enhanced via conceptual learning, according to the findings. Improved critical thinking, problem-solving, and environmental awareness are further benefits of conceptual learning. Methods such as environmental learning, problem-based learning, case studies, group discussions, and field observation may be used by teachers to accomplish this method.</em></p> Dewi Sartika Machmud Astin Lukum Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PEMANFAATAN SAMPAH SUNGAI SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN DALAM PENAMBALAN JALAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpmt/article/view/22356 <p>Permasalahan sampah di kawasan bantaran sungai masih menjadi salah satu isu lingkungan yang banyak ditemukan di berbagai daerah. Penumpukan sampah di aliran sungai umumnya disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta kurang memadainya sarana dan prasarana pengelolaan sampah. Kondisi tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan mengganggu fungsi sungai sebagai sumber daya yang penting bagi kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan sampah di bantaran sungai, mengevaluasi efektivitas infrastruktur pengelolaan sampah, serta mengkaji pemanfaatan sampah sebagai material tambahan dalam penambalan jalan. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai literatur ilmiah yang relevan mengenai pengelolaan sampah sungai, perilaku masyarakat bantaran, dan pemanfaatan limbah padat dalam bidang konstruksi. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi masyarakat dan terbatasnya fasilitas pengelolaan sampah menjadi faktor utama terjadinya penumpukan sampah di sungai. Selain itu, pemanfaatan sampah plastik sebagai bahan tambahan campuran aspal untuk penambalan jalan memiliki potensi yang baik dalam mengurangi jumlah sampah sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan sampah yang terintegrasi melalui penyediaan sarana yang memadai, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penerapan inovasi pemanfaatan sampah untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.</p> <p><em>The problem of waste in riverbank areas remains a prevalent environmental issue in various regions. Waste accumulation in rivers is generally caused by low public awareness of environmental cleanliness and inadequate waste management facilities and infrastructure. This condition can cause environmental pollution and disrupt the river's function as a vital resource for community life. This study aims to analyze the problem of waste in riverbanks, evaluate the effectiveness of waste management infrastructure, and examine the use of waste as an additional material in road patching. The research method used was a Systematic Literature Review (SLR), which collected and analyzed various relevant scientific literature on river waste management, riverbank community behavior, and the use of solid waste in construction. The study results indicate that low community participation and limited waste management facilities are the main factors contributing to waste accumulation in rivers. Furthermore, the use of plastic waste as an additional material in asphalt mixtures for road patching has good potential to reduce waste volume and improve the quality of road infrastructure. Therefore, integrated waste management is needed through the provision of adequate facilities, increased public awareness, and the implementation of waste utilization innovations to support sustainable environmental management. </em></p> Meilinda Suryani Harefa Aulia Syakirah Hutahaean Nazwa Salsabila Ais Azla Humayra Chandra Aryanto Marbun Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5