https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/issue/feedJejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan2026-03-30T14:32:20+00:00Open Journal Systemshttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20449PENGARUH PENERAPAN MODEL CHILDREN LEARNING IN SCIENCE (CLIS) TERHADAP PEMBENAHAN MISKONSEPSI DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SDN ANDONGSARI 05 AMBULU SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-20252026-03-05T12:13:46+00:00Eva Fadilahjemberdarma@gmail.comA. Zaki Emyusjemberdarma@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) terhadap pembenahan miskonsepsi dan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Andongsari 05 Ambulu pada semester genap tahun pembelajaran 2024-2025. Masalah utama yang diangkat adalah adanya prakonsepsi siswa yang tidak akurat (miskonsepsi) yang menghambat penyerapan materi IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu (Quasi-Experimental Design) tipe Non-equivalent Control Group Design. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi tes diagnostik Three-Tier Test untuk mengidentifikasi miskonsepsi dan tes objektif untuk mengukur hasil belajar. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa model CLIS efektif mereduksi tingkat miskonsepsi siswa melalui fase rekonstruksi gagasan yang menciptakan konflik kognitif positif. Penurunan tingkat miskonsepsi tersebut berkorelasi linier dengan peningkatan hasil belajar kognitif siswa karena struktur kognitif menjadi lebih stabil. Simpulan penelitian ini adalah model CLIS merupakan strategi pedagogis yang efektif untuk memperbaiki struktur berpikir dan meningkatkan capaian akademik siswa melalui pengalaman belajar yang berpusat pada siswa (student-centered).</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20350ETIKA PROFESI GURU PPKN SEBAGAI FONDASI PENDIDIKAN KARAKTER2026-02-27T10:57:43+00:00Anis Safritaanissafrita@gmail.comDebora Simamoradsimamora732@gmail.comElvredo Banjarnahorelvredobanjarnahor48@gmail.comLensi Sigalingginglensisigalingging69@gmail.comNatalia Nadeaknatalianadeak645@gmail.comNatanael Naibahonaibahonatanael09@gmail.com<p><em>This study aims to examine the role of professional ethics of Civic Education (PPKn) teachers as a foundation in shaping students’ character education. This research employs a library research method with a descriptive qualitative approach through the analysis of various scientific literature relevant to teacher professional ethics and character education. The results of the study indicate that the professional ethics of PPKn teachers function as a moral guideline in carrying out educational duties oriented toward Pancasila values. Teachers’ personality competence, professional role modeling, and consistency in implementing the code of ethics are proven to have a significant influence on the internalization of civic values such as responsibility, honesty, tolerance, and discipline among students. In the era of digital transformation, PPKn teachers also face moral and technological challenges that require strengthening integrity and digital literacy. Therefore, the consistent implementation of professional ethics can create a conducive educational environment and support the sustainable development of students’ character.</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran etika profesi guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sebagai fondasi dalam pembentukan pendidikan karakter peserta didik. Penelitian menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai literatur ilmiah yang relevan dengan etika profesi guru dan pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa etika profesi guru PPKn berfungsi sebagai pedoman moral dalam menjalankan tugas pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai Pancasila. Kompetensi kepribadian guru, keteladanan profesional, serta konsistensi dalam menerapkan kode etik terbukti berpengaruh signifikan terhadap internalisasi nilainilai kewarganegaraan seperti tanggung jawab, kejujuran, toleransi, dan kedisiplinan pada peserta didik. Di era transformasi digital, guru PPKn juga menghadapi tantangan moral dan teknologi yang menuntut penguatan integritas dan literasi digital. Dengan demikian, penerapan etika profesi secara konsisten mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan mendukung pembentukan karakter peserta didik secara berkelanjutan.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20447PENGARUH PEMBELAJARAN IPAS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DAN PENDEKATAN PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR RASIONAL SISWA KELAS 5 SDN SUKOWIRYO 02 SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-20252026-03-05T11:43:57+00:00Dwi Ratnasarijemberdarma@gmail.comKustiyowatijemberdarma@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) yang dipadukan dengan pendekatan Problem Posing terhadap kemampuan berpikir rasional siswa kelas 5 SDN Sukowiryo 02 pada mata pelajaran IPAS semester genap tahun ajaran 2024-2025. Latar belakang penelitian ini adalah dominasi pendekatan konvensional yang membatasi keterlibatan aktif siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu (Quasi-Experimental Design) tipe Non-equivalent Control Group Design. Sampel dipilih melalui teknik Purposive Sampling, terdiri dari kelas eksperimen yang menerapkan sinergi TAI dan Problem Posing, serta kelas kontrol dengan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui instrumen tes esai kemampuan berpikir rasional yang telah divalidasi, mencakup indikator pembedaan fakta dan opini, penarikan kesimpulan logis, serta pemecahan masalah secara sistematis. Analisis data dilakukan menggunakan statistik inferensial uji-t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TAI dan pendekatan Problem Posing berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir rasional siswa. Sinergi ini mampu mentransformasi peran siswa dari penerima informasi pasif menjadi pengonstruksi pengetahuan yang aktif. Model TAI efektif menjembatani perbedaan kecepatan belajar individu melalui bantuan teman sejawat (peer tutoring), sementara Problem Posing bertindak sebagai katalisator kognitif dalam mengonstruksi pemahaman konsep yang lebih mendalam. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi inovasi pedagogis yang menyeimbangkan dukungan sosial kelompok dan kemandirian kognitif merupakan solusi strategis untuk meningkatkan mutu pembelajaran IPAS di era Kurikulum Merdeka.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20440STUDI KOMPARASI STRATEGI KNOW WANT TO KNOW LEARNED (KWL) DAN MODEL PEMBELAJARAN NESTED TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII SMPN 3 RAMBIPUJI SEME STER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-20252026-03-05T08:41:17+00:00Wahyu Ismawatijemberdarma@gmail.comI Wayan Wisa Atmajajemberdarma@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan strategi Know-Want to Know-Learned (KWL) yang dipadukan dengan model pembelajaran Nested terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VII SMPN 3 Rambipuji semester genap tahun ajaran 2024-2025. Masalah utama dalam pembelajaran IPS sering kali terletak pada metode konvensional yang monoton dan beban materi yang padat hafalan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu (Quasi-Experimental Design) tipe Non-equivalent Control Group Design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VII, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang membagi subjek ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui instrumen tes (pre-test dan post-test) serta lembar observasi, yang kemudian dianalisis menggunakan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan gabungan strategi KWL dan model Nested memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPS. Strategi KWL efektif dalam mengaktivasi pengetahuan awal dan membangun kemandirian belajar melalui pemetaan tujuan kognitif. Sementara itu, model Nested memperkaya pengalaman belajar dengan mengintegrasikan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan sosial secara simultan ke dalam konten materi. Sinergi kedua pendekatan ini berhasil menciptakan ekosistem pembelajaran yang kondusif, meningkatkan retensi informasi, serta mentransformasi pembelajaran IPS menjadi proses konstruksi pengetahuan yang lebih holistik dan bermakna bagi siswa dalam masa transisi kognitif.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20456IMPLEMENTASI SISTEM TANAM PAKSA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KONDISI EKONOMI RAKYAT INDONESIA2026-03-06T05:22:09+00:00Zuhro Tamanna Daulayzuhrotamannadaulay12@gmail.comNella Saskya Sinuratnellasinurat9@gmail.comYuli Tri Rezki yulitrirezki@gmail.comSeli Melisa Putri Lubisselimelisaputri@gmail.comFlores Tanjung flores_tanjung@yahoo.co.id<p>Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) adalah suatu kebijakan ekonomi yang dilaksanakan oleh pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia sejak tahun 1830 ketika Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch menjabat. Kebijakan ini mewajibkan masyarakat lokal untuk menanam komoditas ekspor seperti kopi, tebu, dan nila di sebagian lahan pertanian mereka, di mana hasilnya harus diserahkan kepada pemerintah kolonial. Tujuan utama dari pelaksanaan sistem ini adalah untuk meningkatkan pendapatan Belanda setelah mengalami masalah keuangan. Dalam praktiknya, sistem tanam paksa melibatkan pemerintah kolonial serta pejabat lokal dalam proses pengawasan dan pengumpulan hasil tanaman dari masyarakat. Meskipun kebijakan ini mampu memberikan keuntungan besar bagi Belanda, dampak negatifnya terhadap masyarakat Indonesia sangat besar. Banyak petani kehilangan kesempatan untuk menanam tanaman pangan, yang lalu mengakibatkan kemiskinan, kelaparan, dan penurunan kesejahteraan di beberapa wilayah Pulau Jawa. Selain itu, sistem tanam paksa juga memperkuat struktur ekonomi kolonial yang bersifat eksploitatif terhadap masyarakat lokal. Dengan demikian, penerapan sistem tanam paksa bukan hanya berfungsi sebagai kebijakan ekonomi kolonial, tetapi juga sebagai bentuk eksploitasi yang memberikan dampak signifikan pada kondisi ekonomi masyarakat Indonesia selama masa penjajahan Belanda.</p> <p><em>The Cultivation System (Cultuurstelsel) was an economic policy implemented by the Dutch colonial government in Indonesia starting in 1830 during the administration of Governor-General Johannes van den Bosch. This policy required local communities to cultivate export commodities such as coffee, sugarcane, and indigo on a portion of their agricultural land, the results of which had to be submitted to the colonial government. The main objective of implementing this system was to increase the revenue of the Netherlands after experiencing financial difficulties. In practice, the cultivation system involved the colonial government as well as local officials in supervising and collecting agricultural products from the community. Although this policy succeeded in generating significant profits for the Netherlands, its negative impact on Indonesian society was substantial. Many farmers lost the opportunity to grow food crops, which led to poverty, famine, and a decline in welfare in several regions of Java. Furthermore, the cultivation system strengthened the colonial economic structure that was exploitative toward local communities. Therefore, the implementation of the cultivation system not only functioned as a colonial economic policy but also represented a form of exploitation that had a significant impact on the economic conditions of Indonesian society during the Dutch colonial period.</em></p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20396REVIEW OF CATALYSTS AND PROCESS PARAMETERS IN THE INTERESTERIFICATION REACTION FOR BIODIESEL PRODUCTION2026-03-02T09:42:40+00:00Maura Agnes Erwindamauraag12@gmail.comM. Sulthon Nurharmansyah Putrasulthonp30@gmail.com<p><em>This article reviews the development of catalysts and key operating parameters in the interesterification of triglycerides with methyl acetate for biodiesel production. Interesterification offers advantages over conventional methanol-based transesterification, particularly the absence of glycerol formation and the generation of triacetin as a valuable co-product. A systematic narrative review following PRISMA guidelines was conducted on studies published between 2005-2024. The discussion covers homogeneous, heterogeneous, enzymatic, and supercritical systems, as well as kinetic and thermodynamic characteristics. Homogeneous catalysts exhibit rapid reaction rates at mild temperatures but suffer from separation and corrosion issues. Heterogeneous catalysts provide improved stability and reusability, although diffusion limitations are often present. Enzymatic systems offer high selectivity under low-temperature conditions but require long reaction times and incur high costs. Supercritical methyl acetate achieves high conversion without catalysts but demands extreme operating conditions. Comparative analysis indicates that catalyst performance is strongly influenced by feedstock quality, MA:oil ratio, temperature, and process intensification methods. This review highlights research gaps and future directions needed to support efficient and sustainable industrial biodiesel production through methyl acetate–based interesterification.</em></p> <p>Artikel ini mengulas perkembangan katalis dan parameter operasi utama pada reaksi interesterifikasi trigliserida dengan metil asetat untuk produksi biodiesel. Metode interesterifikasi menawarkan keunggulan dibandingkan transesterifikasi berbasis metanol, terutama karena tidak menghasilkan gliserol dan memproduksi triasetin sebagai produk samping bernilai tambah. Kajian ini disusun melalui systematic narrative review berbasis PRISMA terhadap publikasi tahun 2005–2024. Pembahasan mencakup katalis homogen, heterogen, enzimatik, serta proses superkritis, beserta aspek kinetika dan termodinamika. Katalis homogen menunjukkan laju reaksi cepat pada suhu rendah namun memiliki kendala pemisahan dan korosivitas. Katalis heterogen lebih stabil dan dapat digunakan ulang, meskipun kinerjanya sering dibatasi hambatan difusi. Sistem enzimatik memberikan selektivitas tinggi namun membutuhkan waktu reaksi panjang dan biaya besar. Proses superkritis mampu mencapai konversi tinggi tanpa katalis, tetapi memerlukan kondisi operasi ekstrem. Analisis komparatif menunjukkan bahwa performa katalis dipengaruhi kualitas minyak, rasio MA:oil, suhu, dan metode intensifikasi proses. Kajian ini mengidentifikasi gap penelitian serta arah pengembangan untuk mendukung produksi biodiesel yang efisien dan berkelanjutan melalui interesterifikasi berbasis metil asetat.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20451STUDY KOMPARASI LAYANAN INFORMASI MELALUI METODE FUN LEARNING & FUN BOX TERHADAP KESADARAN DALAM MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA KELAS VIII SMPN 2 MAYANG SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-20252026-03-05T12:27:47+00:00Puji Fitriyatijemberdarma@gmail.comHariyantojemberdarma@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi komparatif antara efektivitas layanan informasi melalui metode Fun Learning dan media Fun Box terhadap kesadaran menjaga kesehatan reproduksi pada remaja kelas VIII SMPN 2 Mayang semester genap tahun pembelajaran 2024-2025. Masalah utama dalam penelitian ini adalah adanya hambatan psikologis berupa rasa tabu dan kekakuan komunikasi dalam penyampaian materi kesehatan reproduksi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (Quasi-Experimental Design) menggunakan rancangan Static Group Comparison Design. Sampel dipilih melalui teknik Cluster Random Sampling yang terbagi menjadi dua kelompok eksperimen. Instrumen pengumpulan data berupa angket kesadaran kesehatan reproduksi dengan skala Likert yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji-t sampel bebas (Independent Sample T-test). Hasil pembahasan dan simpulan menunjukkan bahwa kedua pendekatan memiliki pengaruh positif yang signifikan, namun menyasar dimensi yang berbeda. Metode Fun Learning lebih unggul dalam meningkatkan aspek afektif (sikap dan keterbukaan emosional), sementara media Fun Box lebih efektif dalam meningkatkan aspek kognitif (pemahaman teknis dan retensi informasi prosedural). Penelitian ini merekomendasikan sinergi kedua pendekatan sebagai strategi optimal dalam layanan bimbingan konseling untuk menumbuhkan kesadaran kesehatan reproduksi remaja secara komprehensif.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20354ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA KELAS IV DI SEKOLAH DASAR INPRES FATUFETO 2 KOTA KUPANG2026-02-28T04:21:00+00:00Tanti Ajerisa Nabutantinabu09@gmail.comHeryon Bernard Mbuik bernardmalole@gmail.com<p>Nabu Anjerisa Tanti, 2024, Analisis Kompetensi Pedagogik guru terhadap minat belajar siswa pada kelas IV di sekolah dasar inpres fatufeto 2 kota kupang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Citra Bangsa Kupang. Pembimbing I: Heryon Bernard Mbuik S.PAK., M.Pd, Pembimbing II : Roswita L. Nahak, S.Pd., M.Pd Kompetensi pedagogik guru merupakan kemampuan guru dalam memahami karakteristik peserta didik, merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi pembelajaran. Minat belajar siswa adalah kecenderungan perhatian, ketertarikan, dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kompetensi pedagogik guru dengan minat belajar siswa kelas IV di SD Inpres Fatufeto 2. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Sampel penelitian berjumlah 58 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, sedangkan analisis data dilakukan melalui uji reliabilitas, uji normalitas, uji linearitas, dan uji hipotesis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa instrumen reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,797 pada variabel kompetensi pedagogik dan 0,610 pada variabel minat belajar. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal dengan signifikansi 0,07 dan 0,190 (> 0,05). Uji linearitas menunjukkan hubungan linear dengan nilai signifikansi 0,246 (> 0,05). Uji hipotesis menggunakan korelasi Pearson menunjukkan nilai r = 0,384 dengan signifikansi 0,003 < 0,05, yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara kompetensi pedagogik guru dan minat belajar siswa. Kesimpulan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara kompetensi pedagogik guru dengan minat belajar siswa, meskipun tingkat hubungan berada pada kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik kompetensi pedagogik guru, maka minat belajar siswa cenderung meningkat.</p> <p><em>Nabu Anjerisa Tanti, 2024. An Analysis of Teachers’ Pedagogical Competence on Students’ Learning Interest in Grade IV at SD Inpres Fatufeto 2. Undergraduate Thesis, Elementary School Teacher Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Citra Bangsa Kupang. Supervisor I: Heryon Bernard Mbuik, S.PAK., M.Pd Supervisor II: Roswita L. Nahak, S.Pd., M.Pd Teachers’ pedagogical competence is the ability of teachers to understand students’ characteristics, plan, implement, and evaluate learning. Students’ learning interest refers to the tendency of attention, attraction, and involvement of students in the learning process. The purpose of this study was to determine the relationship between teachers’ pedagogical competence and the learning interest of fourth-grade students at SD Inpres Fatufeto 2. This research employed a quantitative approach with a survey design. The sample consisted of 58 students. Data were collected using questionnaires and analyzed through reliability tests, normality tests, linearity tests, and hypothesis testing. The results showed that the instruments were reliable with Cronbach’s Alpha values of 0.797 for the pedagogical competence variable and 0.610 for the learning interest variable. The normality test indicated that the data were normally distributed with significance values of 0.07 and 0.190 (> 0.05). The linearity test showed a linear relationship with a significance value of 0.246 (> 0.05). Hypothesis testing using Pearson correlation obtained r = 0.384 with a significance value of 0.003 < 0.05, indicating a positive and significant relationship between teachers’ pedagogical competence and students’ learning interest.</em></p> <p><em>It can be concluded that there is a positive and significant relationship between teachers’ pedagogical competence and students’ learning interest, although the level of correlation is low. This indicates that the better the teachers’ pedagogical competence, the higher the students’ learning interest tends to be.</em></p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20448PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFE) DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 2 SDN SEMPOLAN 01 SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-20252026-03-05T11:58:57+00:00Erina Krisdianti Meganandajemberdarma@gmail.comI Wayan Wisa Atmajajemberdarma@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator and Explaining (SFE) dan Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas 2 SDN Sempolan 01 semester genap tahun ajaran 2024-2025. Latar belakang penelitian ini adalah perlunya transformasi pembelajaran dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa untuk meningkatkan efektivitas internalisasi nilai-nilai Pancasila pada fase operasional konkret. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (Quasi-Experimental Design). Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas 2, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Saturated Sampling atau Cluster Random Sampling. Data dikumpulkan melalui instrumen tes hasil belajar objektif dan lembar observasi aktivitas siswa, yang kemudian dianalisis menggunakan statistik inferensial uji-t (Independent Sample T-test).Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model SFE dan STAD berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa dibandingkan metode konvensional. Model SFE unggul dalam meningkatkan retensi memori dan kepercayaan diri melalui aktivitas menjelaskan kembali (explaining) materi, sementara model STAD efektif dalam membangun karakter gotong royong dan tanggung jawab kolektif melalui sistem poin kemajuan tim. Sinergi antara partisipasi aktif dan kolaborasi kelompok dalam kedua model ini berhasil meningkatkan pemahaman materi yang bersifat normatif menjadi lebih kontekstual, serta mencapai standar ketuntasan minimum secara akademis maupun perilaku yang selaras dengan Profil Pelajar Pancasila.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20441PENGARUH PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING DAN SIKAP ILMIAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SDN PONTANG 01 SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-20252026-03-05T09:07:11+00:00Dewi Fajarwatijemberdarma@gmail.comHariyantojemberdarma@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model pembelajaran Quantum Learning dan tingkat sikap ilmiah terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Pontang 01 pada semester genap tahun ajaran 2024-2025. Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah perlunya pendekatan inovatif untuk mengatasi materi IPA yang dianggap abstrak dan padat, serta pentingnya variabel internal siswa dalam proses sains. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain eksperimen faktorial 2x2. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik Cluster Random Sampling, yang terdiri dari kelompok eksperimen dengan perlakuan Quantum Learning (kerangka TANDUR) dan kelompok kontrol dengan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui instrumen tes hasil belajar dan kuesioner skala sikap ilmiah, kemudian dianalisis menggunakan statistik inferensial ANAVA Dua Jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang diajar dengan model Quantum Learning dibandingkan metode konvensional; (2) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan tingkat sikap ilmiah terhadap hasil belajar IPA; (3) model Quantum Learning terbukti sangat efektif bagi siswa dengan sikap ilmiah tinggi, namun juga mampu meningkatkan performa siswa dengan sikap ilmiah rendah melalui stimulasi emosi positif dan teknik mind mapping. Sinergi antara kenyamanan psikologis (aspek emosional) dan cara berpikir ilmiah (aspek epistemologis) berhasil mentransformasi pembelajaran menjadi proses konstruksi pengetahuan yang aktif, bermakna, dan mampu meningkatkan retensi ingatan jangka panjang siswa.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20420STRATEGI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI PERGURUAN ISLAM DAARUL MUWAHHIDIIN PANYALAIAN KAB. TANAH DATAR2026-03-04T05:03:17+00:00Aisyah Firah Ramadhanaaisyahfirahramadhana@gmail.comSri Intan Wahyunisriintanwahyuni204@gmail.comYendri Junaidiyendrijunaidi00@gmail.com<p>Perguruan Islam Daarul Muwahhidiin, merupakan lembaga pendidikan Islam yang berusia 11 tahun. Meskipun tergolong muda, Perguruan Islam Daarul Muwahhidiin telah menunjukkan perkembangan yang cukup pesat diberbagai aspek, khususnya dalam bidang pendidikan. Hal ini terlihat dari upaya lembaga dalam melakukan inovasi dan pengembangan pendidikan, baik dalam bidang proses pembelajaran, program ekstrakurikuler, peningkatan sarana prasarana, pengembangan SDM serta menyiapkan lulusan untuk dapat bersaing dengan Pesantren modern lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana strategi pengembangan pendidikan Islam yang dilakukan di Perguruan Islam Daarul Muwahhidiin Panyalaian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data diambil melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan pendidkan Islam dilakukan melalui tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Dalam tahap perencanaan adanya pengembangan visi dan misi yang dilakukan dalam bentuk program-program, melakukan analisis SWOT, menentukan rencana jangka pendek dan panjang. Pelaksanaan dilakukan dengan adanya kebijakan sekolah, seperti penguatan kurikulum, pengembangan SDM, peningkatan sarana prasarana, penguatan karakter, pemanfaatan teknologi serta melakukan kejasama dengan orangtua/masyarakat. Tahap Evaluasi dilakukan dengan adanya rapat secara berkala serta melakukan monitoring dan menentukan langkah perbaikan.</p> <p><em>Daarul Muwahhidiin Islamic School is an Islamic educational institution that has been established for 11 years. Although relatively young, Daarul Muwahhidiin Islamic School has shown significant development in various aspects, particularly in the field of education. This can be seen from the institution’s efforts in carrying out innovation and educational development, both in learning processes, extracurricular programs, improvement of facilities and infrastructure, human resource development, as well as preparing graduates to be able to compete with other modern Islamic boarding schools.The purpose of this study is to describe the strategies for developing Islamic education implemented at Daarul Muwahhidiin Islamic School, Panyalaian. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The data collection techniques include observation, interviews, and documentation.The results of the study show that the strategy for developing Islamic education is carried out through three stages: planning, implementation, and evaluation. At the planning stage, there is a development of the vision and mission, which is realized through various programs. At the implementation stage, school policies are applied, such as curriculum strengthening, human resource development, improvement of facilities and infrastructure, character building, utilization of technology, and collaboration with parents and the community. The evaluation stage is carried out through regular meetings, monitoring activities, and determining corrective measures.</em></p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20452HASIL LAYANAN MINDFULLNESS BASED COGNITIF THERAPY (MBCT) DALAM BIMBINGAN KONSELING KLASIKAL & BIMBINGAN KARIR TERHADAP KESADARAN BELAJAR SISWA KELAS X SMAN KALISAT SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-20252026-03-05T12:49:20+00:00Sigit Sugiartojemberdarma@gmail.comHariyantojemberdarma@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh layanan Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT) yang diintegrasikan dalam bimbingan konseling klasikal dan bimbingan karir terhadap kesadaran belajar (learning awareness) siswa kelas X SMAN Kalisat semester genap tahun pembelajaran 2024-2025. Masalah utama yang diangkat adalah tingginya tingkat kecemasan akademik dan prokrastinasi yang menghambat optimalitas belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (Quasi-Experimental Design) melalui rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan tingkat kesadaran belajar yang rendah. Data dikumpulkan menggunakan Learning Awareness Scale dan dianalisis menggunakan statistik inferensial (uji-t atau ANCOVA) Hasil pembahasan menunjukkan bahwa intervensi MBCT secara signifikan mampu mentransformasi pola pikir otomatis negatif menjadi kontrol kognitif yang lebih stabil. Siswa yang mendapatkan layanan MBCT menunjukkan peningkatan kemampuan metakognitif, regulasi diri, dan fokus perhatian yang lebih tajam. Integrasi bimbingan karir berbasis kesadaran penuh juga berhasil membangun motivasi intrinsik dengan menghubungkan aktivitas akademik saat ini dengan tujuan masa depan secara autentik. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara aspek terapeutik kognitif dan eksplorasi karir menciptakan ekosistem belajar yang holistik, efektif dalam meningkatkan ketahanan mental, serta membangun karakter belajar yang berkelanjutan bagi remaja di era transisi akademik.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20383TEACHING SPEAKING APPROACH BY USING COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING IN NURUL HUDA ISLAMIC BOARDING SCHOOL TANAH MERAH2026-03-02T06:05:51+00:00Fauzi Abdullah Faizfauziabdullahfaiz2001@gmail.comEka Agustinaekaagustina@unuha.ac.idMuhamad Muklasmuklas@unuha.ac.id<p><em>This study aims to describe the implementation of the teaching speaking approach using Communicative Language Teaching (CLT) at Nurul Huda Islamic Boarding School Tanah Merah. Speaking is one of the essential skills in learning English, particularly in Islamic boarding schools where students are encouraged to actively use English in daily communication. However, many students still face difficulties in expressing ideas fluently and confidently. Therefore, an appropriate teaching approach is needed to enhance students’ speaking ability. This research employed a qualitative descriptive design. The data were collected through classroom observations, interviews with the English teacher and students, and documentation. The findings show that the implementation of Communicative Language Teaching emphasizes student-centered learning through various communicative activities such as role-plays, group discussions, dialogues, language games, and daily conversation practices. The teacher acts as a facilitator who provides opportunities for students to interact and use English meaningfully in real-life contexts. The results indicate that the use of CLT improves students’ speaking fluency, confidence, vocabulary mastery, and participation in classroom activities. Students become more active and motivated to communicate in English both inside and outside the classroom. In conclusion, the Communicative Language Teaching approach is effective in enhancing students’ speaking skills at Nurul Huda Islamic Boarding School Tanah Merah.</em></p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan