https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/issue/feedJejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan2026-07-30T19:02:02+00:00Open Journal Systemshttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/24312PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN SPINNING WHEEL DAN FLASH CARD TERHADAP KEMAMPUAN NUMERASI MATEMATIS SISWA KELAS 1 SD PUTRA MANDIRI SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2025-20262026-07-16T04:25:54+00:00Raodatul Jannahjemberdarma@gmail.comUlya Nurul Lailijemberdarma@gmail.com<table width="100%"> <tbody> <tr> <td width="59%"> <p>Transisi siswa kelas 1 sekolah dasar dari dunia bermain ke dunia akademik sering kali memicu kecemasan matematis (math anxiety) akibat penyampaian materi numerasi konvensional yang monoton dan abstrak. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara teoretis, empiris, dan metodologis mengenai pengaruh penggunaan media pembelajaran interaktif spinning wheel dan flash card terhadap kemampuan numerasi matematis siswa kelas 1 SD Putra Mandiri pada semester genap tahun pembelajaran 2025-2026. Pendekatan penelitian yang dirancang adalah metode kuantitatif eksperimen semu (quasi-experimental design) dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas 1 dengan teknik purposive atau cluster random sampling untuk membagi subjek ke dalam kelas eksperimen I (spinning wheel), kelas eksperimen II (flash card), dan kelas kontrol (konvensional). Pengumpulan data direncanakan menggunakan instrumen tes (pre-test dan post-test) yang divalidasi, dengan teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik serta uji statistik inferensial seperti One-Way ANOVA atau ANCOVA dan perhitungan effect size.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/23682PENGARUH PENGGUNAAN DEEPL TERINTEGRASI GOOGLE DOCS VOICE TYPING DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI KETERAMPILAN MENULIS BAHASA INGGRIS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMA2026-06-29T07:35:00+00:00Ali Mutaqinjemberdarma@gmail.comI Wayan Wisa Atmajajemberdarma@gmail.com<p><em>Integrasi teknologi dalam pembelajaran bahasa asing menjadi solusi penting untuk mengatasi hambatan linguistik siswa, khususnya dalam keterampilan menulis akademik bahasa Inggris yang sering kali menyita waktu dan memicu kecemasan berbahasa. Tulisan ini memaparkan konsep, pemodelan data, serta metodologi pengujian mengenai pengaruh penggunaan Google Docs Voice Typing yang terintegrasi dengan platform penerjemah berbasis AI DeepL terhadap efisiensi menulis dan motivasi belajar siswa kelas XI SMA. Integrasi kedua alat ini dirancang sebagai digital scaffolding untuk memangkas hambatan mekanis pengetikan draf melalui fitur speech-to-text, sekaligus meningkatkan akurasi tata bahasa dan kekayaan kosakata melalui umpan balik linguistik instan. Untuk menguji efektivitas ekosistem digital ini, metode penelitian yang diusulkan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design). Data akan dihimpun melalui pre-test dan post-test performa menulis, lembar observasi time-on-task, serta angket motivasi belajar berskala Likert untuk kemudian dianalisis menggunakan uji-t sampel independen atau MANOVA. Secara teoretis dan simulatif, sinergi teknologi ini diproyeksikan mampu memangkas waktu produksi draf, menurunkan tingkat kesalahan sintaksis di bawah 10%, serta mengurangi beban kognitif luar (extraneous cognitive load). Reduksi terhadap kecemasan menulis (writing anxiety) ini secara linier memberikan penguatan positif yang meningkatkan efikasi diri dan motivasi intrinsik siswa dalam mengeksplorasi kemampuan berbahasa. Kesimpulannya, pemanfaatan ekosistem digital terintegrasi antara Google Docs Voice Typing dan DeepL terbukti secara konseptual mampu menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan efektif. Penerapan praktis ini tidak hanya mengoptimalkan output keterampilan teknis menulis bahasa Inggris secara terukur, tetapi juga mendorong perubahan paradigma pedagogis menuju proses eksplorasi bahasa yang mandiri, interaktif, dan jauh lebih bermakna di tingkat sekolah menengah atas.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/24055PENGARUH KREATIVITAS MENGAJAR GURU, KESIAPAN BELAJAR SISWA DAN LITERASI DIGITAL TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 KOTO XI TARUSAN KABUPATEN PESISIR SELATAN2026-07-09T08:40:11+00:00Puput Firda Yantipuputfyn@gmail.comZul Afdalzulafdal@fe.unp.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kreativitas mengajar guru, kesiapan belajar siswa, dan literasi digital terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 137 siswa kelas XI, sedangkan sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Data kreativitas mengajar guru, kesiapan belajar siswa, dan literasi digital dikumpulkan melalui penyebaran angket, sedangkan data hasil belajar diperoleh melalui dokumentasi nilai siswa. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kreativitas mengajar guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa; (2) kesiapan belajar siswa tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa; (3) literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa; dan (4) kreativitas mengajar guru, kesiapan belajar siswa, dan literasi digital secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kreativitas guru dalam mengajar, kesiapan belajar siswa, serta kemampuan literasi digital merupakan faktor penting dalam meningkatkan hasil belajar ekonomi. Oleh karena itu, guru dan sekolah perlu mengoptimalkan ketiga aspek tersebut untuk mendukung tercapainya hasil belajar yang lebih baik.</p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/23889PERKEMBANGAN SOSIAL DAN EMOSIONAL PESERTA DIDIK2026-07-04T02:32:45+00:00Muda Sakti Raja Sihitemuda.sihite@uhn.ac.idJhon Hartono jhonhartonosaragih@student.uhn.ac.idYessi Siagianyessisiagian@student.uhn.ac.idPramusari Silabanpramusarisilaban@student.uhn.ac.idYohana Oktaviani Lumban Gaolyohanaoktaviani@student.uhn.ac.idLisbet Sagalalisbetsagala@student.uhn.ac.idArjun Sitorusarjunsitorus154@student.uhn.ac.id<table> <tbody> <tr> <td> <p>Perkembangan sosial dan emosional merupakan dua aspek yang saling berkaitan dan menjadi fondasi utama dalam pembentukan kepribadian peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian, unsur, karakteristik, serta faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan sosial dan emosional, sekaligus mengkaji peran lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung proses tersebut. Penulisan artikel ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber teori, terutama teori pembelajaran sosial dari Albert Bandura serta konsep kecerdasan emosional dari Daniel Goleman. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan sosial berkaitan dengan kemampuan individu menjalin interaksi, menyesuaikan diri, dan menjalankan peran sosial, sementara perkembangan emosional berkaitan dengan kemampuan mengenali, mengekspresikan, dan mengendalikan emosi. Kedua aspek ini berkembang secara bertahap dan dipengaruhi oleh faktor internal seperti temperamen dan kematangan biologis, serta faktor eksternal seperti pola asuh keluarga, interaksi di sekolah, dan budaya masyarakat. Dalam konteks pendidikan, peserta didik yang memiliki kematangan sosial dan emosional yang baik cenderung lebih percaya diri, mampu bekerja sama, dan lebih siap menghadapi tekanan belajar. Kajian ini menyimpulkan bahwa keseimbangan antara kecerdasan intelektual, sosial, dan emosional perlu menjadi perhatian bersama keluarga, sekolah, dan masyarakat agar peserta didik dapat berkembang menjadi individu yang utuh.</p> <p><em>Social and emotional development are two interrelated aspects that serve as the main foundation in shaping the personality of learners. This article aims to explain the meaning, elements, characteristics, and factors influencing social and emotional development, while also examining the role of family, school, and community environments in supporting this process. This article was written using a library research method by reviewing various theoretical sources, particularly Albert Bandura's social learning theory and Daniel Goleman's concept of emotional intelligence. The review shows that social development relates to an individual's ability to build interactions, adapt, and carry out social roles, while emotional development relates to the ability to recognize, express, and regulate emotions. Both aspects develop gradually and are influenced by internal factors such as temperament and biological maturity, as well as external factors such as parenting style, interaction at school, and community culture. In the educational context, learners with good social and emotional maturity tend to be more confident, able to cooperate, and better prepared to face academic pressure. This review concludes that a balance between intellectual, social, and emotional intelligence needs to be a shared concern of families, schools, and communities so that learners can develop into whole individuals.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/23860PERAN GURU PAK DALAM MENUMBUHKAN BUAH BUAH ROH TERHADAP PESERTA DIDIK DI SMK NEGERI 1 PARBULUAN2026-07-03T05:16:19+00:00Gresia Simanjuntakgresia.simanjuntak@student.uhn.ac.idNurliani Siregarnurlianisiregar@uhn.ac.id<table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam menumbuhkan buah-buah Roh terhadap peserta didik di SMK Negeri 1 Parbuluan berdasarkan Galatia 5:22–23. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAK berperan sebagai pendidik, pembimbing, motivator, dan teladan dalam menumbuhkan buah-buah Roh pada peserta didik. Upaya yang dilakukan antara lain melalui pembelajaran PAK, pembinaan rohani, keteladanan hidup, dan pendampingan kepada peserta didik. Faktor pendukung berasal dari kerja sama sekolah, keluarga, dan gereja, sedangkan faktor penghambat meliputi pengaruh lingkungan dan kurangnya kesadaran peserta didik dalam menerapkan nilai-nilai Kristiani. Oleh karena itu, peran guru PAK sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik yang mencerminkan buah-buah Roh dalam kehidupan sehari-hari.</p> <p><em>This study aims to determine the role of Christian Religious Education (CRE) teachers in fostering the fruits of the Spirit among students at SMK Negeri 1 Parbuluan based on Galatians 5:22–23. This research employed a descriptive qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that CRE teachers play important roles as educators, mentors, motivators, and role models in developing the fruits of the Spirit among students. The efforts include classroom teaching, spiritual guidance, exemplary behavior, and personal mentoring. Supporting factors include cooperation among schools, families, and churches, while inhibiting factors include environmental influences and students’ lack of awareness in applying Christian values. Therefore, the role of CRE teachers is essential in shaping students’ character so that they reflect the fruits of the Spirit in their daily lives.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/24546PENGEMBANGAN POSTER MOTIVASI BERBASIS COLABORATIVE LEARNING UNTUK MENGURANGI KECANDUAN MAIN GAMES DI SMK NEGERI 1 PARBULUAN TERHADAP PENINGKATAN NILAI AFEKTIF HASIL BELAJAR SISWA2026-07-22T09:15:08+00:00Gresia Simanjuntakgresia.simanjuntak@student.uhn.ac.idNurliani Siregarnurlianisiregar@uhn.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan poster motivasi berbasis Collaborative Learning sebagai media pembelajaran dalam upaya mengurangi kecanduan bermain gim (game) pada siswa SMK Negeri 1 Parbuluan serta meningkatkan nilai afektif hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, validasi, dan uji coba produk. Subjek penelitian adalah siswa SMK Negeri 1 Parbuluan. Instrumen yang digunakan meliputi angket validasi ahli, angket respons siswa, serta lembar observasi nilai afektif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa poster motivasi berbasis Collaborative Learning yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Penggunaan poster motivasi mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif kecanduan bermain gim, mendorong kerja sama dalam kelompok, serta meningkatkan aspek afektif seperti tanggung jawab, disiplin, dan partisipasi aktif dalam pembelajaran. Dengan demikian, poster motivasi berbasis Collaborative Learning layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk membantu mengurangi kecanduan bermain gim dan meningkatkan nilai afektif hasil belajar siswa.</p> <p><em>This study aims to develop a motivation poster based on the Collaborative Learning approach as a learning medium to reduce game addiction among students of SMK Negeri 1 Parbuluan and to improve the affective learning outcomes of students. The research employed a Research and Development (R&D) method consisting of needs analysis, design, development, validation, and product testing stages. The research subjects were students of SMK Negeri 1 Parbuluan. The instruments used included expert validation questionnaires, student response questionnaires, and affective assessment observation sheets. The results showed that the developed motivation poster based on Collaborative Learning met the criteria of validity, practicality, and effectiveness for use in the learning process. The implementation of the motivation poster increased students’ awareness of the negative impacts of game addiction, encouraged collaboration among group members, and improved affective aspects such as responsibility, discipline, and active participation in learning activities. Therefore, the Collaborative Learning-based motivation poster is feasible to be used as a learning medium to help reduce game addiction and improve students’ affective learning outcomes</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/23686PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN WORDWALL BERBASIS GAME EDUKASI DAN MOTIVASI TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF PADA MATA IPA KELAS VI SDN 01 SEPUTIH JEMBER SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-20252026-06-29T08:14:34+00:00Iis Priawasanajemberdarma@gmail.comEndra Priawasanajemberdarma@gmail.com<table width="100%"> <tbody> <tr> <td width="59%"> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran Wordwall berbasis game edukasi dan motivasi terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas VI pada mata pelajaran IPA di SDN 01 Seputih Jember. Dengan menggunakan metode kuantitatif melalui pendekatan quasi-experimental design, penelitian ini mengevaluasi efektivitas interaktivitas media dalam mentransformasi pembelajaran yang pasif menjadi lebih dinamis dan menyenangkan. Instrumen penelitian yang digunakan mencakup tes kognitif untuk mengukur capaian akademik serta kuesioner motivasi untuk menilai keterlibatan emosional siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.Berdasarkan analisis teoretis, fitur umpan balik instan (instant feedback) dan elemen kompetisi dalam Wordwall terbukti efektif dalam memicu motivasi intrinsik, yang secara signifikan berkontribusi pada penguatan retensi memori terhadap konsep-konsep IPA yang abstrak. Sinergi antara motivasi siswa dan penggunaan media interaktif ini berhasil menciptakan iklim kelas yang suportif, sekaligus menjadi instrumen krusial dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa kelas VI sebagai fondasi akademik sebelum memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/24310PENGARUH PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN METODE CIRC DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS 2 SDI NURUL HASAN SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2025-20262026-07-16T03:57:32+00:00Azizatus Zakiyahjemberdarma@gmail.comUlya Nurul Lailijemberdarma@gmail.com<p>Kemampuan membaca pemahaman siswa kelas rendah di tingkat sekolah dasar sering kali belum optimal akibat transisi materi ke teks yang lebih panjang serta dominasi metode pembelajaran konvensional yang monoton. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dan tingkat motivasi belajar terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas 2 SDI Nurul Hasan pada semester genap tahun pembelajaran 2025-2026. Pendekatan riset yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (quasi-experimental design) melalui rancangan non-equivalent control group design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas 2 dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling atau cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes objektif (pre-test dan post-test) untuk mengukur kemampuan membaca pemahaman serta angket skala Likert untuk mengukur motivasi belajar. Teknik analisis data dilakukan menggunakan statistik parametrik Two-Way Analysis of Variance (ANOVA Dua Jalur). Secara teoretis dan empiris, kerangka pemodelan ini menunjukkan bahwa metode CIRC yang kolaboratif mampu mendistribusikan beban kognitif siswa melalui interaksi teman sebaya (peer interaction) sekaligus menekan kecemasan membaca (reading anxiety). Ketika metode pengajaran yang berpusat pada siswa (student-centered) ini bersinergi dengan motivasi belajar yang tinggi, tercipta sebuah sinergisme edukatif yang secara signifikan mengakselerasi kemampuan siswa dalam menarik kesimpulan teks secara utuh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi faktor eksternal (metode CIRC) dan faktor internal (motivasi) merupakan pilar strategis dalam membangun fondasi budaya literasi yang kuat, bermakna, dan berkelanjutan sejak usia dini.</p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/24037PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR BERBASIS HANDOUT UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PESERTA DIDIK PADA MATERI PENJELAJAHAN SAMUDRA, KOLONIALISME DAN IMPERIALISME DI INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN IPS KELAS 8 SMPN 5 KERTOSONO2026-07-09T03:45:42+00:00 Hanief Dwi Kurniawan haniefdkk08@gmail.comYatminyatmin@unpkediri.ac.idAgus Budiantobudianto@unpkediri.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi Penjelajahan Samudra, Kolonialisme, dan Imperialisme melalui penggunaan media gambar berbasis handout dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 20 peserta didik kelas VIII A SMP Negeri 5 Kertosono tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung rata-rata nilai, persentase ketuntasan belajar, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar berbasis handout mampu meningkatkan pemahaman peserta didik. Nilai rata-rata pre-test sebesar 42,0 dengan ketuntasan belajar 0%. Setelah tindakan pada Siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 81,5 dengan ketuntasan belajar sebesar 80%. Pada Siklus II, nilai rata-rata meningkat menjadi 84,75 dengan ketuntasan belajar mencapai 100%. Hasil analisis N-Gain sebesar 0,74 menunjukkan peningkatan dalam kategori tinggi. Selain itu, penggunaan media gambar berbasis handout juga meningkatkan keaktifan dan keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran. Dengan demikian, media gambar berbasis handout efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi Penjelajahan Samudra, Kolonialisme, dan Imperialisme dalam pembelajaran IPS.</p> <p> </p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/23869PERSEPSI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN IPA DI SMP N 4 SIAK HULU2026-07-03T09:05:58+00:00Erlien Agina Pricilliaerlienpricillia@gmail.comMuhammad Hanif Rosadimuhammadhanifrosadi@student.uir.ac.idNasri Saputranitnasriaja@gmail.comNurkhairo Hidayatikhairobio@edu.uir.ac.idUmmi Kalsumummibio@edu.uir.ac.idPraptin Yunelzypraptinyunelzy@gmail.com<p>Persepsi siswa terhadap pembelajaran IPA merupakan salah satu indikator penting dalam mengevaluasi kualitas proses pembelajaran karena dapat memengaruhi motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan persepsi siswa terhadap pembelajaran IPA di SMP Negeri 4 Siak Hulu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa yang mengikuti pembelajaran IPA di SMP Negeri 4 Siak Hulu, dengan sampel sebanyak 36 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket tertutup berbasis skala Likert yang terdiri atas lima indikator, yaitu cara mengajar guru, media dan fasilitas pembelajaran, pemahaman dan manfaat pembelajaran, aktivitas dan partisipasi siswa, serta minat dan motivasi belajar IPA. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap pembelajaran IPA berada pada kategori baik dengan rata-rata persentase sebesar 76,22%. Indikator media dan fasilitas pembelajaran serta pemahaman dan manfaat pembelajaran memperoleh nilai tertinggi sebesar 77,11%, sedangkan indikator minat dan motivasi belajar IPA memperoleh nilai terendah sebesar 74,22%. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa memiliki persepsi positif terhadap pelaksanaan pembelajaran IPA di SMP Negeri 4 Siak Hulu. Oleh karena itu, guru perlu mempertahankan kualitas pembelajaran yang telah berjalan dengan baik serta meningkatkan strategi pembelajaran yang mampu mendorong minat dan motivasi belajar siswa agar kualitas pembelajaran IPA menjadi lebih optimal. </p> <p><em>Students' perception of science learning is an important indicator in evaluating the quality of the learning process because it can influence student motivation, engagement, and learning outcomes. This study aims to analyze and describe students' perceptions of science learning at SMP Negeri 4 Siak Hulu. The study used a quantitative approach with a descriptive method. The study population was all students who took science learning at SMP Negeri 4 Siak Hulu, with a sample of 36 students selected using simple random sampling technique. Data collection was carried out using a closed questionnaire based on a Likert scale consisting of five indicators: teacher teaching methods, learning media and facilities, understanding and benefits of learning, student activity and participation, and interest and motivation to learn science. Data were analyzed using descriptive statistics in the form of percentages. The results showed that students' perceptions of science learning were in the good category with an average percentage of 76.22%. The learning media and facilities indicator as well as the understanding and benefits of learning indicator obtained the highest value of 77.11%, while the science learning interest and motivation indicator obtained the lowest value of 74.22%. These findings indicate that students have a positive perception of the implementation of science learning at SMP Negeri 4 Siak Hulu. Therefore, teachers need to maintain the quality of learning that has been running well and improve learning strategies that are able to encourage students' interest and motivation to learn so that the quality of science learning becomes more optimal.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/23800PENGARUH MEDIA BOOKWIDGETS TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN SEJARAH KELAS XI F-11 SMAN 1 SINDANGKASIH2026-07-01T12:31:19+00:00Septian Agustrianaseptian1agustriana@gmail.com<p>Studi kuantitatif dengan metode quasi-experiment dan desain non-equivalent control group ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media edukatif BookWidgets terhadap keaktifan belajar Sejarah siswa kelas XI F-11 SMAN 1 Sindangkasih. Studi ini membandingkan penggunaan BookWidgets di kelas eksperimen dengan PowerPoint di kelas kontrol melalui instrumen uji analisis normalitas, homogenitas, uji t, dan N-Gain. Hasil riset menunjukkan kenaikan rata-rata skor keaktifan sebesar 19,43 poin (dari 56,91 ke 76,34). Didukung oleh perolehan nilai signifikansi independent sample t-test sebesar 0,000 (< 0,05), disimpulkan bahwa penerapan media interaktif berbasis gim ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keaktifan belajar Siswa.</p> <p><em>This quantitative study, which employed a quasi-experimental method and a non-equivalent control group design, aimed to analyze the effect of the BookWidgets educational tool on the learning engagement of 11th-grade F-11 students in History at SMAN 1 Sindangkasih. The study compared the use of BookWidgets in the experimental class with the use of PowerPoint in the control class using tests for normality, homogeneity, t-tests, and N-Gain. The research results show an average increase in engagement scores of 19.43 points (from 56.91 to 76.34). Supported by a significance value of 0.000 (< 0.05) from the independent samples t-test, it is concluded that the use of this game-based interactive educational media has a significant effect on increasing student engagement in learning.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan