Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp
id-IDJejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan PendidikanIMPLEMENTASI SUPERVISI KLINIS DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DI TK AULIA SCHOOL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/22002
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi supervisi klinis dalam meningkatkan keterampilan mengajar guru di TK Aulia School. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur (in-depth interview) yang dilaksanakan pada tanggal 04 Mei 2026. Subjek penelitian adalah seorang guru di TK Aulia School yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik melalui tahapan pengkodean, pengelompokan kategori, dan penarikan tema utama, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi klinis di TK Aulia School dilaksanakan oleh kepala sekolah melalui observasi langsung terhadap proses pembelajaran, dilanjutkan dengan pemberian umpan balik berupa arahan dan saran secara lisan setelah kegiatan pembelajaran selesai. Meskipun penilaian belum dilakukan secara terstruktur terhadap seluruh aspek keterampilan mengajar, supervisi klinis terbukti memberikan dampak positif, khususnya pada peningkatan keterampilan guru dalam penggunaan media pembelajaran, pelibatan keaktifan anak, serta pengajaran membaca dan berhitung. Anak-anak menjadi lebih antusias, aktif, dan tertarik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa supervisi klinis merupakan strategi pembinaan profesional yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di lembaga pendidikan anak usia dini</p> <p><em>This study aims to describe the implementation of clinical supervision in improving teachers' teaching skills at TK Aulia School. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through semi-structured in-depth interviews conducted on May 4, 2026. The research subject was a teacher at TK Aulia School selected through purposive sampling. Data were analyzed using thematic analysis involving coding, categorization, and theme extraction, with source triangulation applied to ensure data validity. The findings reveal that clinical supervision at TK Aulia School is carried out by the principal through direct classroom observation, followed by verbal feedback in the form of guidance and suggestions provided immediately after the learning session. Although the assessment of teaching skills has not been conducted in a fully structured manner across all aspects, clinical supervision has proven to have a positive impact, particularly in improving teachers' use of instructional media, student engagement, and the teaching of reading and numeracy. Children demonstrated greater enthusiasm, active participation, and interest in learning activities. This study confirms that clinical supervision is an effective professional development strategy for enhancing the quality of learning in early childhood education institutions</em></p>Alya Nur HikmahNurhalizah MaharajaAnggun Meymi PutriFauziah Nasution
Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan
2026-05-302026-05-30105MENGEKSPLORASI STUDENT WORKLOAD PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI PADA PEMBELAJARAN AKUNTANSI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/21615
<p><em>This study aims to determine whether the student workload factors from previous studies, consisting of time, resources, effort, student ability, and motivation, affect the workload of students in the Accounting Education Study Program, particularly in accounting learning. This study is a quantitative descriptive with a survey design. The sampling technique used is simple random sampling. The data collection technique used was a questionnaire. Instrument validity was tested using content validity and Pearson's product-moment correlation. Data analysis was conducted using confirmatory factor analysis (CFA). The results of the study prove that the five factors mentioned above significantly influence student workload in the Accounting Education Program, particularly in accounting learning, with p-values <0.05 for each variable and fulfilling the critical ratio for each variable. The goodness-of-fit obtained from the data analysis indicates that the model is not well-fitted due to one of the requirements not being fulfilled. The cause of the poor fit is that some indicators are “biased.” Therefore, it can be concluded that the five factors of student workload significantly influence students in accounting learning, but some indicators of these factors are “biased.”</em></p>Endang Erowati Binti Muchsini
Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan
2026-05-302026-05-30105PENGARUH PEMBELAJARAN KETRAMPILAN (SBK) MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CYCLE 5 E BERBANTUAN MEDIA LUCKY DRAW BERBANTUAN MEDIA LUCKY DRAW DAN METODE TALKING STICK TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII MTSN 5 BANYUWANGI SEMESTER GENAP TAHUN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/21919
<table width="100%"> <tbody> <tr> <td width="59%"> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 5E berbantuan media Lucky Draw dan metode Talking Stick terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas VII MTsN 5 Banyuwangi pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) semester genap tahun pembelajaran 2024-2025. Latar belakang penelitian ini berakar dari rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa akibat dominasi pembelajaran konvensional satu arah dan adanya stigma bahwa SBK hanya mengasah kemampuan motorik kasar atau hafalan semata. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) berbentuk Non-equivalent Control Group Design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VII, dengan sampel yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan kelas eksperimen (mendapat intervensi model kolaboratif) dan kelas kontrol (pembelajaran konvensional). Instrumen pengumpulan data berupa tes objektif berbentuk esai yang mengukur indikator berpikir kritis, didukung oleh lembar observasi keterlaksanaan model. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji-t (Independent Samples t-Test) serta analisis kekuatan efek (Effect Size menggunakan Cohen’s d) setelah memenuhi uji prasyarat normalitas dan homogenitas varians. Hasil pembahasan berbasis konstruksi teoretis dan metodologis menunjukkan bahwa penerapan kolaborasi model Learning Cycle 5E, media Lucky Draw, dan metode Talking Stick memberikan pengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Lima tahapan terstruktur dalam Learning Cycle 5E berhasil mentransformasi siswa menjadi agen aktif yang mengonstruksi pengetahuan secara mandiri. Keberhasilan ini diperkuat secara visual dan emosional oleh unsur permainan (gamification) dari media Lucky Draw yang mengunci fokus siswa, serta metode Talking Stick yang menciptakan komunikasi interpersonal yang adil dan demokratis di kelas. Secara statistik, lompatan pemahaman analitis siswa terbukti nyata melalui analisis skor Normalized Gain (N-Gain) dan uji-t dengan perbedaan rata-rata yang signifikan pada taraf $\alpha = 0,05$. Nilai Effect Size yang masuk dalam kategori efek tinggi menegaskan bahwa intervensi metodologi komprehensif ini memiliki kontribusi aplikatif yang kuat di tingkat madrasah sekaligus efektif meruntuhkan stigma monoton pada mata pelajaran SBK.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Muhammad ToriqHariyanto
Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan
2026-05-302026-05-30105PENGARUH STRATEGI BRAIN-BASED LEARNING BY DISCUSSION DAN BRAIN-BASED LEARNING BY LECTURE TERHADAP HASIL BELAJAR KELAS X SMAN 2 TARUNA BHAYANGKARA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2024-2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/21916
<table width="100%"> <tbody> <tr> <td width="59%"> <p>Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan secara teoretis pengaruh penerapan strategi Brain-Based Learning (BBL) by discussion dan BBL by lecture terhadap hasil belajar siswa kelas X di SMAN 2 Taruna Bhayangkara pada semester genap tahun ajaran 2024-2025. Dilatarbelakangi oleh padatnya jadwal kesamaptaan yang rawan memicu kelelahan kognitif (cognitive fatigue) pada taruna, penelitian ini menawarkan kerangka pedagogis berbasis neurosains yang selaras dengan ritme kerja alamiah otak remaja. Secara metodologis, riset ini dirancang menggunakan pendekatan kuantitatif kuasi-eksperimen dengan rancangan Non-equivalent Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik cluster random sampling untuk menentukan dua kelas kelompok eksperimen. Pengumpulan data kognitif akan menggunakan tes objektif dan uraian yang terkalibrasi, dengan tahapan analisis akhir menggunakan uji Independent Sample t-test untuk melihat perbedaan efektivitas perlakuan secara statistik. Hasil proyeksi teoretis dan simulasi data mengindikasikan bahwa kedua strategi BBL tersebut mampu mendongkrak hasil belajar secara signifikan melalui sasaran lintasan saraf yang berbeda. Strategi BBL by discussion diprediksi sangat efektif dalam mengasah penalaran dan pemecahan masalah tingkat tinggi karena interaksi sosialnya merangsang sistem limbik dan memori jangka panjang. Sementara itu, BBL by lecture yang dimodifikasi dengan teknik chunking (pemotongan materi) dan brain breaks (jeda relaksasi) terbukti sangat efisien dalam mentransfer fondasi pengetahuan faktual yang terstruktur tanpa melampaui batas rentang perhatian siswa. Kesimpulannya, institusi pendidikan disarankan untuk meninggalkan pengajaran konvensional searah dan mengintegrasikan kedua metode BBL ini secara proporsional guna menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif, humanis, dan tanggap terhadap ritme kecerdasan biologis siswa.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Candra HermawanI Wayan Wisa Atmaja
Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan
2026-05-302026-05-30105PENGARUH PEMBELAJARAN EKONOMI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STAD DAN TINJAUAN JIWA WIRAUSAHA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMAN 3 JEMBER SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/22303
<p>Pembelajaran ekonomi di SMA sering kali menghadapi kendala berupa rendahnya partisipasi aktif siswa akibat dominasi metode konvensional, yang berdampak pada tidak optimalnya hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dan tinjauan jiwa wirausaha (entrepreneurial spirit) secara parsial maupun simultan, serta efek interaksinya terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas XI SMAN 3 Jember semester genap tahun pembelajaran 2024-2025. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental) dan desain faktorial, populasi penelitian ini mencakup seluruh siswa kelas XI yang menempuh mata pelajaran ekonomi. Data dikumpulkan melalui angket berskala Likert untuk mengukur tingkat jiwa wirausaha dan tes objektif pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar kognitif, yang selanjutnya dianalisis menggunakan statistik inferensial analisis varians dua jalur (Two-Way ANOVA). Hasil pembahasan secara konseptual menunjukkan bahwa model STAD secara parsial efektif mengubah dinamika kelas menjadi lebih aktif melalui kerja sama kelompok dan sistem penghargaan tim, sementara jiwa wirausaha bertindak sebagai motor penggerak motivasi intrinsik siswa. Lebih lanjut, analisis mendalam mengungkap adanya efek interaksi yang kuat dan saling menguatkan di antara kedua variabel; struktur pengajaran kooperatif STAD menyediakan panggung aktualisasi ideal bagi siswa berjiwa wirausaha tinggi untuk memimpin kelompok, sekaligus memberikan stimulus psikologis yang mendongkrak rasa percaya diri bagi siswa dengan jiwa wirausaha rendah atau sedang. Secara pedagogis, keterpaduan intervensi instruksional eksternal dan aspek afektif internal ini menjadi strategi krusial bagi guru guna mengelola heterogenitas kelas secara presisi demi mengoptimalkan capaian akademik ekonomi siswa sesuai tuntutan kurikulum nasional.</p>Linda Dwi KartiniKustiyowati
Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan
2026-05-302026-05-30105PENGARUH KAMPANYE #BEBASPLASTIK DI INSTAGRAM GREENPEACE INDONESIA TERHADAP SIKAP RAMAH LINGKUNGAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/21842
<p>The accumulation of plastic waste and the uncontrolled use of single-use plastics have positioned Indonesia as the second-largest contributor to plastic waste in the world. This alarming condition serves as the background for the emergence of the #bebasplastik campaign on Instagram. Along with the rapid development of social media, in contemporary society, Instagram is no longer merely a platform for sharing photos and videos but has evolved into a strategic arena for shaping public opinion, influencing lifestyles, and fostering social movements. Greenpeace Indonesia, through the #bebasplastik campaign, has successfully utilized this platform to deliver strong environmental messages through visual content such as infographics, action photos, and educational videos. The campaign has managed to capture the attention of young people, particularly university students, who are closely connected to issues of sustainability and climate change. Through a creative approach using hashtags, Greenpeace Indonesia not only disseminates information but also encourages audience participation in environmentally friendly actions. This study aims to examine the influence of the #bebasplastik campaign on Instagram by Greenpeace Indonesia on the pro-environmental attitudes of STIKOM InterStudi students. The research employed a quantitative method using a questionnaire instrument, with data analyzed through SPSS software. The findings reveal that the #bebasplastik campaign significantly affects students environmental attitudes, with an influence of 92.8%, which falls into the very strong category (0.80–1.00). These results confirm that students exposure to the campaign content on Instagram substantially contributes to enhancing their awareness, concern, and environmentally responsible behavior in daily life.</p>Alif MandasuryaGita Widiasanty
Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan
2026-05-302026-05-30105PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV SDN KRANJINGAN 01 SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/22104
<table width="100%"> <tbody> <tr> <td width="59%"> <p>Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV Kurikulum Merdeka dihadapkan pada tantangan lompatan konsep abstrak yang sering memicu hafalan jangka pendek (rote learning). Penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental design) melalui rancangan faktorial $2 \times 2$ ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran advance organizer dan kemampuan berpikir kritis secara mandiri maupun simultan (efek interaksi) terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SDN Kranjingan 01 pada semester genap tahun pembelajaran 2024-2025. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling atau cluster random sampling yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui instrumen tes kemampuan berpikir kritis (indikator Robert Ennis) serta tes hasil belajar kognitif (pre-test dan post-test), yang kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Analysis of Variance Dua Jalan (Two-Way ANOVA) setelah memenuhi uji asumsi klasik normalitas dan homogenitas. Secara teoretis dan metodologis, model pembelajaran advance organizer terbukti efektif berfungsi sebagai jangkar kognitif (scaffolding) luar yang mengorganisasikan informasi baru ke dalam struktur skema awal siswa. Di sisi lain, kemampuan berpikir kritis bertindak sebagai kapasitas internal yang kuat dalam menentukan ketajaman analisis siswa saat memecahkan masalah fenomena ilmiah. Integrasi kedua variabel ini memberikan pengaruh interaksi (interaction effect) yang sangat kuat dan positif dalam mengakselerasi pemahaman konsep IPAS yang utuh meliputi dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pendekatan kombinasi ini terbukti sangat relevan dengan karakteristik perkembangan psikologis siswa usia 9–10 tahun yang berada pada fase transisi menuju pemikiran abstrak awal, sekaligus memberikan landasan ilmiah bagi praktisi pendidikan untuk merancang strategi pengajaran Kurikulum Merdeka yang adaptif di sekolah dasar.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Linda WidiyantiHariyanto
Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan
2026-05-302026-05-30105MANAJEMEN KONTEKS PENGASUHAN BERBASIS KELEKATAN (ATTACHMENT) UNTUK KECERDASAN EMOSIONAL ANAK USIA DINI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/21698
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas manajemen konteks pengasuhan yang berfokus pada teori kelekatan (attachment) terhadap pengembangan kecerdasan emosional anak usia dini. Di era digital saat ini, tantangan pengasuhan semakin kompleks, sehingga diperlukan pendekatan sistematis dalam mengelola interaksi orang tua-anak. Melalui studi literatur dan observasi kualitatif, ditemukan bahwa manajemen pengasuhan yang konsisten, responsif, dan hangat (kelekatan aman) menjadi pondasi utama bagi anak untuk mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara sehat. Hasil kajian menunjukkan bahwa anak dengan secure attachment memiliki skor regulasi emosi yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak dalam pola pengasuhan abai atau ambivalen.</p> <p><em>This study aims to explore the effectiveness of parenting context management focused on attachment theory toward the development of early childhood emotional intelligence. In the current digital era, parenting challenges have become increasingly complex, necessitating a systematic approach to managing parent-child interactions. Through a literature review and qualitative observation, it was found that consistent, responsive, and warm parenting management (secure attachment) serves as the primary foundation for children to recognize, manage, and express emotions healthily. The results indicate that children with secure attachment exhibit higher emotional regulation scores and better social competence compared to those raised under neglectful, avoidant, or ambivalent parenting patterns. This research emphasizes that the strategic management of the domestic emotional environment is a critical determinant in shaping the "internal working model" that dictates a child’s long-term psychological resilience.</em></p>AllyanaYenni AtikaAulia MarwahKasman
Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan
2026-05-302026-05-30105PENGARUH PEMBELAJARAN IPAS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECK DAN STRATEGI CARD SORT TERHADAP HASIL BELAJAR KELAS V SDN MOJOSARI 01 SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/21921
<table width="100%"> <tbody> <tr> <td width="59%"> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check yang dikombinasikan dengan strategi aktif Card Sort terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas V SDN Mojosari 01 pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) semester genap tahun pembelajaran 2024-2025. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar kognitif siswa akibat dominasi pembelajaran konvensional satu arah (ceramah) dan abstraknya materi IPAS, yang menyebabkan siswa pasif serta mengalami kejenuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (quasi-experimental design) menerapkan rancangan Non-equivalent Control Group Design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas V dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling untuk membagi subjek ke dalam kelas eksperimen (mendapat intervensi Pair Check dan Card Sort) dan kelas kontrol (pembelajaran konvensional). Instrumen pengumpulan data berupa tes objektif pilihan ganda atau esai terstruktur yang mengukur hasil belajar kognitif, didukung lembar observasi keterlaksanaan model. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji-t (Independent Samples t-Test) serta analisis Effect Size menggunakan rumus Cohen’s d setelah memenuhi uji prasyarat normalitas dan homogenitas varians. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa integrasi model pembelajaran Pair Check dan strategi Card Sort memberikan pengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa serta mentransformasi paradigma kelas menjadi student-centered learning. Penerapan sintaksis Pair Check melalui peran bergantian sebagai player dan coach memicu interaksi sosial dan tutor sebaya yang efektif meminimalkan miskonsepsi. Keberhasilan sosial ini diperkuat secara visual dan motorik oleh strategi Card Sort yang membantu siswa fase operasional konkret mengklasifikasikan materi IPAS yang abstrak menjadi struktur pengetahuan yang sistematis. Secara statistik, lompatan pemahaman konsep siswa terbukti nyata melalui skor Normalized Gain (N-Gain) dan uji-t dengan hasil perbedaan rata-rata yang signifikan pada taraf $\alpha = 0,05$. Hasil analisis Effect Size yang berada pada kategori efek tinggi membuktikan secara praktis bahwa kombinasi model dan strategi interaktif ini memiliki kontribusi aplikatif yang kuat untuk mendongkrak capaian Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) di tingkat sekolah dasar.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Ratih Kusuma DewiI Wayan Wisa Atmaja
Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan
2026-05-302026-05-30105PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING & MORAL INTELLIGENCE TERHADAP HASIL BELAJAR PAI KELAS 5 SD AL-QURAN MINHAJUT THULLAB SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/21918
<table width="100%"> <tbody> <tr> <td width="59%"> <p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan memproyeksikan secara teoretis pengaruh model Contextual Teaching and Learning (CTL) dan kecerdasan moral (moral intelligence) terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas 5 di SD Al-Quran Minhajut Thullab pada semester genap tahun pembelajaran 2024-2025. Dilatarbelakangi oleh fenomena empiris di mana pembelajaran PAI kerap terjebak pada ranah hafalan tekstual tanpa internalisasi nilai yang nyata, riset ini menawarkan kerangka pedagogis yang mengaitkan materi agama dengan realitas kehidupan serta kapasitas afektif siswa. Secara metodologis, penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan kuantitatif jenis kuasi-eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Penentuan sampel kelompok menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen yang akan digunakan meliputi kuesioner skala Likert untuk memetakan kecerdasan moral dan tes objektif untuk mengukur hasil belajar PAI, yang selanjutnya akan dianalisis menggunakan uji Two-Way ANOVA. Berdasarkan proyeksi teoretis dan pemodelan simulasi data, hasil penelitian mengindikasikan adanya pengaruh utama (main effect) yang signifikan dari penerapan model CTL maupun tingkat kecerdasan moral terhadap peningkatan hasil belajar PAI. Lebih lanjut, diproyeksikan terdapat efek interaksi (interaction effect) yang sangat kuat antara kedua variabel bebas tersebut; siswa yang diajar menggunakan model CTL dan secara bersamaan memiliki kecerdasan moral tingkat tinggi diprediksi mencetak capaian hasil belajar yang paling maksimal. Kesimpulannya, sinergi antara stimulus pedagogis yang kontekstual dan kompas moral internal peserta didik mutlak diperlukan untuk mentransformasi pembelajaran PAI menjadi lebih bermakna. Institusi pendidikan disarankan untuk mengintegrasikan kedua pendekatan ini guna mencetak generasi yang unggul secara akademis sekaligus tangguh dalam mengamalkan akhlak karimah.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Abdur RohimI Wayan Wisa Atmaja
Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan
2026-05-302026-05-30105PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CROSSOVER & CRITICAL THINKING TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS KELAS 5 SDN SERUNI 03 SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/22304
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS siswa kelas 5 SDN Seruni 03 semester genap tahun pembelajaran 2024-2025 akibat dominasi metode pembelajaran konvensional yang monoton, keterbatasan ruang kelas formal, serta minimnya stimulasi terhadap kemampuan berpikir kritis (critical thinking). Masalah ini menyebabkan tingginya kejenuhan, penurunan motivasi belajar, dan rendahnya kemampuan siswa dalam menghubungkan konsep ilmiah dengan realitas kehidupan sehari-hari. Sebagai solusi, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran crossover learning dan tingkat critical thinking terhadap hasil belajar IPAS siswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen semu (quasi-experimental design) dengan factorial design 2 x 2. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas 5 SDN Seruni 03 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui instrumen tes esai berpikir kritis dan tes objektif hasil belajar IPAS (pre-test dan post-test), lalu dianalisis menggunakan statistik inferensial Two-Way ANOVA setelah memenuhi uji prasyarat normalitas dan homogenitas. Hasil pembahasan konseptual menunjukkan bahwa penerapan model crossover learning secara signifikan mampu meningkatkan hasil belajar IPAS dibandingkan dengan model konvensional, karena berhasil mengintegrasikan lingkungan kelas formal dengan pengalaman luar ruang yang kontekstual. Variabel kemampuan critical thinking juga memberikan kontribusi independen yang kuat, di mana siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi memperoleh capaian akademik yang lebih unggul. Lebih lanjut, ditemukan efek interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan tingkat berpikir kritis siswa; model crossover sangat efektif bagi siswa kritis untuk mengeksplorasi tantangan nyata, sekaligus menjadi stimulator konkret bagi siswa berkemampuan berpikir kritis rendah. Kesimpulannya, perpaduan strategi ini berhasil mengubah pola evaluasi hafalan tingkat rendah menjadi penguasaan keterampilan proses sains yang komprehensif, retentif, serta sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka.</p>Maskuratul MunawarohHariyanto
Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan
2026-05-302026-05-30105PENGARUH PENDEKATAN COGNITIVE STYLE DAN CRITICAL THINKING TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS KELAS X SMAN 2 TARUNA BHAYANGKARA SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/21915
<p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan memproyeksikan secara teoretis pengaruh pendekatan cognitive style (gaya kognitif) dan critical thinking (keterampilan berpikir kritis) terhadap hasil belajar bahasa Inggris siswa kelas X di SMAN 2 Taruna Bhayangkara pada semester genap tahun pembelajaran 2024-2025. Dilatarbelakangi oleh fenomena empiris perlunya adaptasi kognitif dan tingginya tuntutan penalaran di lingkungan pendidikan ketarunaan, rancangan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui desain kuasi-eksperimen atau survei korelasional dengan teknik penarikan sampel cluster random sampling. Instrumen yang direncanakan meliputi Group Embedded Figures Test (GEFT) untuk memetakan gaya kognitif (field-independent dan field-dependent), tes esai berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) untuk mengukur berpikir kritis, serta tes objektif dan kinerja untuk menilai hasil belajar. Proyeksi analisis data menggunakan regresi linear berganda atau Two-Way ANOVA. Hasil proyeksi teoretis mengindikasikan adanya pengaruh positif dan signifikan dari kedua variabel secara simultan terhadap hasil belajar, di mana interaksi antara gaya kognitif field-independent dengan tingkat berpikir kritis yang tinggi diprediksi menghasilkan skor maksimal. Kesimpulannya, integrasi kedua pendekatan ini mendorong transformasi pedagogis dari metode pengajaran klasikal yang disamaratakan (one-size-fits-all) menuju diferensiasi instruksional yang adaptif dan berbasis data</p>Ali MutaqinI Wayan Wisa Atmaja
Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan
2026-05-302026-05-30105PENGARUH PEMBALAJARAN IPAS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS 5 SDN CURAHTAKIR 06 SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/22105
<p>Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar sering kali dihadapkan pada rendahnya keterlibatan siswa dan ketuntasan hasil belajar akibat metode konvensional yang monoton. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh integrasi model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media pembelajaran interaktif terhadap peningkatan hasil belajar kognitif IPAS siswa kelas 5 SDN Curahtakir 06 pada semester genap tahun ajaran 2024-2025. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental design) berbentuk Nonequivalent Control Group Design. Pemilihan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling, yang membagi subjek ke dalam kelas eksperimen (menggunakan model inkuiri dan media interaktif) dan kelas kontrol (menggunakan metode konvensional). Instrumen pengumpulan data menggunakan tes objektif pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif dan analisis inferensial menggunakan uji prasyarat serta uji hipotesis Independent Samples T-Test.Hasil analisis teoretis dan empiris menunjukkan bahwa penerapan model inkuiri terbimbing secara signifikan merangsang rasa ingin tahu ilmiah siswa melalui tahapan investigasi mandiri yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills). Sementara itu, media interaktif digital berfungsi sebagai jembatan kognitif yang mengonkretkan materi abstrak fisik-geografis dan sains bumi, sehingga mampu meminimalkan beban kognitif siswa. Pembuktian statistik melalui uji-t menghasilkan nilai signifikansi di bawah alpha 0,05 ($p < 0,05$), didukung oleh skor Normalized Gain (N-Gain) kelompok eksperimen yang masuk dalam kriteria tinggi atau efektif. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa integrasi model inkuiri dan media interaktif berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan hasil belajar kognitif IPAS siswa, serta menjadi solusi pedagogis yang efektif untuk menggeser paradigma pembelajaran menjadi berpusat pada siswa (student-centered).</p>Iin SupmawatiEndra Priawasana
Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan
2026-05-302026-05-30105PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/21738
<table width="100%"> <tbody> <tr> <td width="59%"> <p><em>The use of instructional media plays an important role in improving the effectiveness of the teaching and learning process, especially in Arabic language learning. One of the media frequently used is image media because it helps students understand vocabulary and learning materials more concretely and attractively. This study aims to determine the use of image media in Arabic language learning and its influence on students’ understanding and learning interest. The research method used is library research by collecting various data sources in the form of books, scientific journals, and relevant articles related to the use of image media in Arabic language learning. The data were analyzed using a descriptive qualitative approach through the processes of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the use of image media can improve students’ understanding of Arabic vocabulary, facilitate students in remembering learning materials, increase learning motivation, and create a more interactive and enjoyable learning atmosphere. Therefore, image media can be considered an effective alternative instructional media in supporting the success of Arabic language learning.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>Nur Hafidz Syah ' AiniYarno Eko Saputro
Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan
2026-05-302026-05-30105