Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp id-ID Wed, 29 Apr 2026 15:28:11 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-BOOK RAGAM GERAK DASAR TARI JAWA TIMUR SEBAGAI PENINGKATAN KOMPETENSI KOGNITIF SISWA DI SMAN 2 TARUNA BHAYANGKARA JAWA TIMUR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20929 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran e-book ragam gerak dasar tari Jawa Timur guna meningkatkan kompetensi kognitif siswa di SMAN 2 Taruna Bhayangkara. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya efektivitas pembelajaran seni tari konvensional yang masih menggunakan media cetak statis, sehingga siswa kesulitan memahami detail teknik gerak yang kompleks. Menggunakan metode Research and Development (R&amp;D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), penelitian ini merancang materi digital yang mengintegrasikan teks, gambar, dan fitur interaktif untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih dinamis dan mandiri bagi siswa. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa penggunaan e-book interaktif secara signifikan mampu meningkatkan hasil belajar kognitif siswa, mulai dari tahap pemahaman hingga kemampuan analisis struktur koreografi. Visualisasi yang jelas dalam media digital terbukti meminimalisir kesalahan interpretasi gerak dan meningkatkan keterlibatan siswa di tengah padatnya jadwal pendidikan berbasis asrama. Secara keseluruhan, media ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu intelektual dan literasi digital, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam melestarikan kearifan lokal Jawa Timur secara adaptif dan inovatif bagi generasi muda di era modern.</p> ⁠⁠ Dimas Soegiarto, Eges Triwahyuni Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20929 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) TERHADAP KEMAMPUAN HIGH ORDER THINKING SKILLS (HOTS) DAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS PADA MATA PEMBELAJARAN IPA KELAS VII SMPN 2 SUKOWONO SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20915 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Project Based Learning (PjBL) terhadap High Order Thinking Skills (HOTS) dan kemampuan literasi sains siswa kelas VII SMPN 2 Sukowono pada semester genap tahun ajaran 2024-2025. Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya literasi sains dan dominasi kemampuan kognitif tingkat rendah (menghafal) dalam pembelajaran IPA konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain Non-equivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII, dengan pengambilan sampel menggunakan ontro cluster random sampling untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas ontrol. Instrumen pengumpulan data berupa tes esai untuk mengukur HOTS (ranah C4-C6) dan soal berbasis standar PISA untuk mengukur literasi sains. Teknik analisis data yang digunakan adalah Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan HOTS dan literasi sains secara simultan. Siswa pada kelas eksperimen menunjukkan keunggulan dalam kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi ilmiah dibandingkan kelas ontrol. Simpulannya, model PjBL efektif dalam menjembatani teori abstrak dengan aplikasi dunia nyata, sekaligus membangun mentalitas saintifik yang kritis dan adaptif bagi siswa sekolah menengah pertama.</p> Sayuti, Endra Priawasana Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20915 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PBL (PROBLEM BASED LEARNING) MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN AKUAPONIK TENAGA SURYA TERHADAP KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS 5 SDN JEMBER LOR 02 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20926 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dominasi metode instruksional konvensional yang berpusat pada guru, yang secara empiris menyebabkan terhambatnya potensi kreativitas serta belum mendalamnya hasil belajar kognitif siswa kelas 5 di SDN Jember Lor 02. Sebagai solusi pedagogis, penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media pembelajaran akuaponik tenaga surya terhadap kedua variabel tersebut. Desain penelitian dirancang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental) tipe Nonequivalent Control Group Design. Pengambilan sampel direncanakan melalui teknik Cluster Random Sampling guna menetapkan kelas eksperimen dan kelas kontrol secara alamiah. Pengumpulan data akan dilakukan menggunakan instrumen tes kognitif berbasis taksonomi Bloom, tes kreativitas figural/verbal, serta didukung oleh lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Analisis data kuantitatif memodelkan penggunaan uji prasyarat kelayakan, uji Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) untuk pengujian hipotesis ganda, dan perhitungan N-Gain Score untuk mengukur efektivitas intervensi. Berdasarkan sintesis kajian teoretis dan arsitektur pemodelan data, integrasi antara model PBL dan media akuaponik tenaga surya diproyeksikan secara matematis mampu memberikan dampak positif yang sangat signifikan. Model PBL berperan krusial dalam menstimulasi daya nalar melalui pemecahan masalah dunia nyata, sementara media akuaponik tenaga surya berfungsi sebagai objek pemantik (problem trigger) yang konkret untuk mengurai abstraksi materi ekologi dan energi menjadi visual yang interaktif. Hasil proyeksi simulasi data mengindikasikan bahwa kelas eksperimen akan mengalami tren peningkatan skor pascates dengan estimasi kategori N-Gain sedang hingga tinggi, yang bermuara pada penolakan hipotesis nol (H0). Secara konseptual, rancangan inovasi pembelajaran ini dinilai sebagai cetak biru metodologis yang sangat andal dan memiliki urgensi akademis yang kuat untuk dieksekusi guna mendongkrak daya cipta serta pencapaian kognitif peserta didik secara holistik.Berdasarkan kajian teoretis dan arsitektur simulasi data, perpaduan antara model PjBL-STEM dan pendekatan CPA diproyeksikan mampu secara teoretis memberikan dampak positif yang terukur. Model PjBL-STEM menyediakan ruang multidisiplin bagi siswa untuk merekayasa pemecahan masalah dunia nyata, sementara pendekatan CPA secara sekuensial mengurai beban kognitif tersebut mulai dari tahapan manipulasi objek fisik (konkret), visualisasi desain proyek (piktorial), hingga kalkulasi formulasi saintifik (abstrak). Hasil simulasi data mengindikasikan bahwa implementasi pada kelas eksperimen akan menghasilkan tren linier peningkatan skor keterampilan sains dengan estimasi kategori N-Gain sedang hingga tinggi, yang bermuara pada penolakan hipotesis nol (H0). Secara konseptual, integrasi inovatif ini memiliki urgensi akademis yang kuat dan diyakini menjadi solusi pedagogis komprehensif untuk mendongkrak literasi saintifik peserta didik.</p> Wahyu Budi Lukitasari, Endra Priawasana Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20926 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING DAN DIRECT INSTRUCTION TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS KELAS IV SDN KEMUNING LOR 02 KEC. ARJASA KAB. JEMBER SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2024-2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20923 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Experiential Learning dan Direct Instruction terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SDN Kemuning Lor 02, Jember, pada semester genap tahun pelajaran 2024-2025. Latar belakang penelitian ini adalah adanya tantangan dalam implementasi Kurikulum Merdeka, di mana materi IPAS seringkali dianggap abstrak dan kompleks bagi siswa sekolah dasar. Penggunaan metode konvensional yang monoton di lapangan cenderung menyebabkan rendahnya keterlibatan aktif dan retensi informasi siswa. Oleh karena itu, penelitian ini membandingkan model Experiential Learning yang berbasis pada transformasi pengalaman nyata dengan model Direct Instruction yang menekankan pada instruksi terstruktur dan berpusat pada guru untuk menentukan strategi pedagogik yang paling efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental) menggunakan Factorial Design $2 \times 2$. Data dikumpulkan melalui instrumen tes (pre-test dan post-test) serta lembar observasi, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik Two-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Experiential Learning memberikan pengaruh yang lebih signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPAS dibandingkan dengan Direct Instruction. Melalui siklus pengalaman langsung, observasi reflektif, konseptualisasi, dan eksperimentasi aktif, siswa mampu membangun pemahaman konsep yang lebih mendalam dan holistik. Sebaliknya, meskipun Direct Instruction efektif untuk materi prosedural, keterbatasan eksplorasi mandiri menyebabkan capaian belajarnya tidak seoptimal kelompok eksperimen.</p> Agus Wahyudi, I Wayan Wisa Atmaja Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20923 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI 2 DIMENSI BERBASIS APLIKASI CANVA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SDN GAMBIRAN 03 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/21033 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran animasi 2 dimensi berbasis aplikasi Canva guna meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPAS di SDN Gambiran 03. Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah karakteristik materi IPAS yang abstrak serta perlunya inovasi media yang relevan dengan kebutuhan generasi alfa yang akrab dengan konten visual digital. Menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), penelitian ini mengintegrasikan elemen grafis, transisi dinamis, dan narasi audio untuk menciptakan konten edukatif yang dinamis. Data dikumpulkan melalui instrumen validasi ahli materi dan media, serta angket motivasi belajar model ARCS yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif.</p> Rahvita Andriana, Kustiyowati Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/21033 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY (CRH) DAN SOCIAL EMOTIONAL LEARNING (SEL) TERHADAP SOCIAL SKILL MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII SMPN 2 SUMBERJAMBE SEMESTER GENAP TAHUN PEMBEAJARAN 2024-2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20920 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran Course Review Horay (CRH) dan pendekatan Social Emotional Learning (SEL) terhadap keterampilan sosial (social skill) siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VIII SMPN 2 Sumberjambe semester genap tahun pembelajaran 2024-2025. Latar belakang penelitian ini didasari oleh tingginya kecenderungan sikap individualistis dan rendahnya interaksi kolaboratif antarsiswa akibat masifnya digitalisasi serta metode pembelajaran konvensional yang masih berpusat pada pendidik. Penelitian kuantitatif ini menerapkan pendekatan eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain faktorial 2x2. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik cluster random sampling dengan pendekatan intact group, yang membagi siswa ke dalam kelas eksperimen (intervensi CRH dan SEL) dan kelas kontrol. Pengumpulan data primer dilakukan melalui instrumen angket tertutup berskala Likert dan lembar pedoman observasi yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, untuk kemudian dianalisis menggunakan pengujian statistik inferensial Two-Way ANOVA. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran CRH dan pendekatan SEL secara individual memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan keterampilan sosial siswa. Model CRH terbukti sangat efektif merangsang partisipasi aktif dan mengikis sikap individualis melalui dinamika interaksi kelompok yang kompetitif dan menyenangkan, sementara pendekatan SEL memberikan fondasi afektif yang fundamental berupa kesadaran diri, pengelolaan emosi, serta empati. Temuan yang paling esensial dari penelitian ini adalah adanya efek interaksi (sinergi) yang saling menguatkan antara sintaks model CRH dengan elemen afektif dari SEL. Sinergi ini sukses menciptakan lingkungan belajar yang aman secara psikologis (psychologically safe environment), di mana mampu menyeimbangkan dinamika sosial kelas; siswa dominan belajar untuk mendengarkan, sedangkan siswa pasif terdorong berani berekspresi. Secara keseluruhan, perpaduan CRH dan SEL merupakan strategi pedagogis komprehensif yang tidak hanya memastikan ketuntasan materi akademik, tetapi juga sukses membekali siswa dengan kompetensi interpersonal yang krusial.</p> Susiyanto, Kustiyowati Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20920 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN E-MODUL IPAS DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA KELAS 4 PADA FASE B MATERI SUMBER DAYA ALAM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SDN SUMBER WRINGIN 02 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20933 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan transformasi media pembelajaran digital di era Kurikulum Merdeka untuk mengatasi rendahnya hasil belajar dan kejenuhan siswa terhadap buku teks statis. Fokus utama penelitian adalah pengembangan e-modul IPAS materi Sumber Daya Alam untuk siswa kelas 4 Fase B di SDN Sumber Wringin 02. Menggunakan metode Research and Development (R&amp;D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), e-modul dikembangkan dengan mengintegrasikan elemen multimedia interaktif seperti video, animasi, dan kuis digital guna menciptakan pembelajaran mandiri (self-paced learning) yang fleksibel dan kontekstual. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa e-modul memenuhi kriteria sangat layak berdasarkan validasi ahli materi, media, dan bahasa. Secara empiris, implementasi e-modul terbukti efektif meningkatkan hasil belajar kognitif siswa yang diukur melalui perbandingan skor pre-test dan post-test menggunakan analisis N-gain score. Selain meningkatkan capaian akademik, penggunaan media ini juga berhasil meningkatkan keterlibatan aktif dan motivasi siswa dalam mengeksplorasi materi, sehingga dapat disimpulkan bahwa e-modul merupakan solusi inovatif yang strategis untuk memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.</p> Nani Setiowati, Kustiyowati Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20933 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GAME-BASED LEARNING DAN ASSERTIVE TRAINING TERHADAP HASIL BELAJAR PJOK KELAS V SDN BINTORO 05 SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2024-2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20916 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan keterlibatan aktif siswa kelas V SDN Bintoro 05 dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) akibat penggunaan metode pembelajaran yang cenderung monoton. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh integrasi model pembelajaran Game-Based Learning (GBL) dan Assertive Training terhadap hasil belajar siswa secara komprehensif pada semester genap tahun ajaran 2024-2025. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental) tipe Nonequivalent Control Group Design. Data dikumpulkan melalui instrumen tes objektif untuk ranah kognitif, tes unjuk kerja untuk ranah psikomotorik, serta lembar observasi untuk memantau perkembangan perilaku asertif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kombinasi model GBL dan Assertive Training memberikan dampak positif yang signifikan secara statistik terhadap hasil belajar PJOK. Kelompok eksperimen yang mendapatkan intervensi gabungan kedua model tersebut menunjukkan peningkatan skor post-test yang jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Model GBL terbukti efektif dalam meningkatkan antusiasme dan pemahaman teknis melalui mekanisme permainan, sementara Assertive Training berhasil memperkuat aspek afektif berupa kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi interpersonal siswa di lapangan. Sinergi ini menciptakan ekosistem pembelajaran holistik yang mampu meningkatkan mutu pendidikan jasmani melalui penguasaan keterampilan gerak sekaligus pembentukan karakter mental yang tangguh.</p> Riki Suhermanto , A. Zaki Emyus Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20916 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING DAN DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPA MATERI MATERI SIFAT-SIFAT BENDA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI ANTIROGO 01 SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20928 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efektivitas antara model pembelajaran Quantum Learning dan Discovery Learning terhadap hasil belajar IPA materi sifat-sifat benda pada siswa kelas V SD Negeri Antirogo 01 semester genap tahun pembelajaran 2024-2025. Latar belakang penelitian ini didasari oleh realitas di lapangan yang menunjukkan dominasi pembelajaran konvensional sehingga menyebabkan siswa pasif dan rendahnya hasil belajar pada materi yang bersifat operasional konkret. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen semu (quasi-experimental design) dan desain non-equivalent control group, penelitian ini membandingkan dua kelompok eksperimen untuk melihat model mana yang lebih unggul dalam meningkatkan pencapaian akademik siswa. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kedua model secara signifikan mampu meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan metode konvensional. Model Quantum Learning terbukti unggul dalam menciptakan ekosistem belajar yang suportif melalui kerangka TANDUR sehingga meningkatkan keterlibatan emosional dan motivasi siswa. Di sisi lain, model Discovery Learning memberikan keunggulan pada penguatan kemampuan berpikir analitis dan retensi memori jangka panjang melalui proses inkuiri mandiri. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa meskipun keduanya efektif, Discovery Learning cenderung lebih unggul pada aspek kognitif tingkat tinggi dan logika saintifik, sementara Quantum Learning lebih dominan pada aspek afektif dan manajemen suasana belajar.</p> ⁠⁠Sairi, Kustiyowati Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20928 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MODEL PJBL-STEM DAN PENDEKATAN CONCRETE PICTORIAL ABSTRACT (CPA) TERHADAP KETERAMPILAN SAINS MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS VIII SMPN 2 JELBUK SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20925 <p>Rancangan penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan sains siswa kelas VIII SMPN 2 Jelbuk akibat proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru serta tingginya hambatan kognitif siswa dalam memahami konsep Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang bersifat abstrak. Tujuan dari studi ini adalah untuk memproyeksikan pengaruh penerapan model Project-Based Learning terintegrasi Science, Technology, Engineering, and Mathematics (PjBL-STEM) yang dipadukan dengan pendekatan Concrete-Pictorial-Abstract (CPA) terhadap keterampilan sains siswa pada Semester Genap Tahun Pembelajaran 2024-2025. Desain metodologi yang dirancang menggunakan pendekatan kuantitatif jenis eksperimen semu (quasi-experimental) dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Pengambilan sampel direncanakan menggunakan teknik Cluster Random Sampling untuk menetapkan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen pengumpulan data utamanya berupa tes tertulis (prates dan pascates) serta didukung oleh lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Analisis data kuantitatif diproyeksikan menggunakan uji prasyarat parametrik, uji Independent Sample t-test, dan perhitungan efektivitas melalui N-Gain Score. Berdasarkan kajian teoretis dan arsitektur simulasi data, perpaduan antara model PjBL-STEM dan pendekatan CPA diproyeksikan mampu secara teoretis memberikan dampak positif yang terukur. Model PjBL-STEM menyediakan ruang multidisiplin bagi siswa untuk merekayasa pemecahan masalah dunia nyata, sementara pendekatan CPA secara sekuensial mengurai beban kognitif tersebut mulai dari tahapan manipulasi objek fisik (konkret), visualisasi desain proyek (piktorial), hingga kalkulasi formulasi saintifik (abstrak). Hasil simulasi data mengindikasikan bahwa implementasi pada kelas eksperimen akan menghasilkan tren linier peningkatan skor keterampilan sains dengan estimasi kategori N-Gain sedang hingga tinggi, yang bermuara pada penolakan hipotesis nol (H0). Secara konseptual, integrasi inovatif ini memiliki urgensi akademis yang kuat dan diyakini menjadi solusi pedagogis komprehensif untuk mendongkrak literasi saintifik peserta didik.</p> ⁠⁠Yuniar Ika Rahmayanti, A. Zaki Emyus Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20925 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM & KEMAMPUAN MEMORI TERHADAP HASIL BELAJAR IPASS KELAS 5 SDN BANGSALSARI 03 SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20922 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Flipped Classroom dan kemampuan memori terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas 5 SDN Bangsalsari 03 pada semester genap tahun ajaran 2024-2025. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya partisipasi aktif dan hasil belajar siswa akibat dominasi metode konvensional serta luasnya cakupan materi IPAS dalam Kurikulum Merdeka yang menimbulkan beban kognitif tinggi. Model Flipped Classroom diterapkan sebagai inovasi pedagogik untuk memindahkan penguasaan konsep dasar ke luar jam sekolah melalui media digital, sehingga waktu tatap muka di kelas dapat dioptimalkan untuk aktivitas interaktif, diskusi, dan pemecahan masalah tingkat tinggi yang berpusat pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain faktorial $2 \times 2$. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan memori untuk mengklasifikasikan siswa ke dalam kategori memori tinggi dan rendah, serta instrumen tes hasil belajar IPAS (pre-test dan post-test). Analisis data dilakukan menggunakan statistik inferensial melalui uji ANOVA Dua Jalur (Two-Way ANOVA). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan model Flipped Classroom dan tingkat kemampuan memori terhadap hasil belajar IPAS secara mandiri. Selain itu, ditemukan interaksi positif antara model pembelajaran dengan kemampuan memori siswa, di mana fleksibilitas model Flipped Classroom membantu proses pengkodean informasi ke dalam memori jangka panjang, yang secara kolektif meningkatkan kualitas pemahaman konsep sains dan sosial siswa.</p> Haryani Eidaryanti, A. Zaki Emyus Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20922 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI METODE DRILL AND PRACTICE DAN TINJAUAN SIKAP ILMIAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS 5 SDN CURAHNONGKO 01 SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/21032 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan kompetensi berbahasa Indonesia siswa kelas 5 SDN Curahnongko 01 akibat proses pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurangnya intensitas latihan terstruktur. Masalah utama yang diangkat adalah fenomena siswa yang mudah melupakan materi dan sering melakukan kesalahan berulang pada aspek ejaan serta struktur kalimat. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini mengkaji penerapan metode Drill and Practice yang menekankan pada latihan sistematis untuk mencapai otomatisasi kognitif, serta mempertimbangkan variabel sikap ilmiah siswa sebagai faktor internal yang memengaruhi keberhasilan belajar. Melalui integrasi kedua aspek ini, diharapkan retensi memori jangka panjang siswa meningkat dan hasil belajar menjadi lebih optimal pada semester genap tahun pembelajaran 2024-2025.</p> ⁠⁠Isnaini, Endra Priawasana Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/21032 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUGMENTED REALITY & SHORT TERM MEMORY TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS 5 SDN GEBANG 03 SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20919 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) dan kapasitas Short Term Memory (memori jangka pendek) terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada siswa kelas 5 SDN Gebang 03 semester genap tahun pembelajaran 2024-2025. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kesulitan siswa dalam memvisualisasikan materi sains yang abstrak serta terbatasnya kapasitas memori operasional, yang sering kali memicu beban kognitif berlebih (cognitive overload) dan berdampak pada rendahnya pencapaian akademik. Penelitian kuantitatif ini menerapkan pendekatan eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain faktorial 2x2. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik cluster random sampling yang mengklasifikasikan siswa ke dalam kelas eksperimen (media AR) dan kelas kontrol (metode konvensional). Pengumpulan data menggunakan instrumen tes kognitif untuk mengkategorikan tingkat Short Term Memory (tinggi dan rendah) serta tes evaluasi untuk mengukur hasil belajar IPAS, yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji hipotesis Two-Way ANOVA. Hasil pengujian membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan dari penggunaan media AR maupun tingkat kapasitas Short Term Memory secara individual terhadap hasil belajar IPAS siswa. Kelompok eksperimen yang menggunakan AR dan kelompok siswa dengan memori tinggi menunjukkan perolehan nilai rata-rata yang jauh lebih unggul. Temuan paling krusial dari penelitian ini adalah adanya interaksi yang kuat antara jenis media pembelajaran dengan kapasitas memori; di mana teknologi AR secara efektif bertindak sebagai perancah (scaffolding) bagi siswa bermemori jangka pendek rendah. Dengan memvisualisasikan konsep abstrak menjadi objek 3D yang nyata dan interaktif, AR berhasil mendistribusikan beban kognitif siswa ke saluran visual-spasial. Hal ini menjadikan AR sebagai solusi pembelajaran inklusif yang mampu mengkompensasi kelemahan daya ingat siswa, sehingga hasil belajar mereka meningkat tajam, merata, dan mampu mengimbangi capaian akademik rekan-rekannya yang memiliki memori tinggi.</p> ⁠⁠Ega Meilanda Hapsari Dewi , A. Zaki Emyus Hak Cipta (c) 2026 Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jpp/article/view/20919 Wed, 29 Apr 2026 00:00:00 +0000